Tag: kilat

  • Cara Mengatasi Pipa Saluran Air yang Bunyi Berisik


    Jakarta

    Jika kamu sering mendengar suara ‘dentuman’, ‘ketukan’, atau getaran di pipa saluran air rumah, besar kemungkinan kamu mengalami fenomena yang dikenal sebagai water hammer. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang pada sistem perpipaan rumah.

    Apa Itu Water Hammer dan Penyebabnya?

    Fenomena water hammer atau hydraulic shock terjadi ketika aliran air dalam pipa berhenti secara tiba-tiba, seperti saat keran ditutup kilat. Air yang tidak bisa dikompresikan menyebabkan gelombang tekanan yang merambat melalui sistem pipa dan menghasilkan suara keras atau getaran.

    Penyebab umum:


    • Katup atau kran ditutup terlalu cepat
    • Pompa berhenti mendadak atau sistem katup otomatis bekerja terlalu cepat
    • Udara terjebak dalam pipa yang membentuk tekanan tidak stabil

    Dampak Water Hammer Jika Tidak Ditangani

    Beberapa efek negatif akibat water hammer:

    • Kerusakan sambungan pipa, retak bahkan bocor
    • Katup dan fitting rusak akibat lonjakan tekanan tiba-tiba
    • Kerusakan pompa atau peralatan, jika gelombang tekanan merembet ke komponen

    Cara Efektif Mengatasi Pipa Berbunyi karena Water Hammer

    Berikut solusi praktis yang bisa kamu terapkan:

    1. Pasang Water Hammer Arrestor atau Air Chamber

    Perangkat ini dirancang untuk menyerap lonjakan tekanan ketika aliran air terhenti secara drastis. Arrestor biasanya dipasang dekat katup, washer, atau mesin cuci.

    2. Gunakan Katup Penutup Lambat (Slow‑closing valve)

    Katup jenis ini menutup lebih bertahap, mengurangi tekanan mendadak dalam sistem.

    3. Hapus udara terjebak di pipa

    Pemasangan katup udara atau metode vakum air dapat mengatasi udara terperangkap yang memicu getaran.

    4. Perkuat penopang dan instalasi pipa

    Pastikan pipa terikat rapat ke rangka/bangunan agar getaran tidak menimbulkan suara keras saat terjadi tekanan.

    5. Kurangi kecepatan aliran air

    Memasang pengatur tekanan (pressure regulator) dan menghindari pembukaan/penutupan keran terlalu cepat membantu mengurangi momentum air

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Ada Petir dan Kilat, Amalkan untuk Memohon Perlindungan


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dibaca untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Petir adalah peristiwa alam yang muncul saat hujan deras.

    Biasanya, kilatan petir muncul bersama dengan gemuruh guntur yang menggelegar. Petir juga dapat menyambar manusia.

    Terkait petir dijelaskan dalam surah Ar Ra’d ayat 13,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.”

    Berikut doa yang dapat dibaca kaum muslimin ketika ada petir.

    Bacaan Doa ketika Ada Petir dan Kilat

    Mengutip dari Al-Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah susunan Imam Nawawi terjemahan Masturi Irham dan Muhammad Aniq, berikut doa ketika ada petir.

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Doa ketika ada petir ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat mendengar gemuruh petir, sebagaimana diriwayatkan oari Abdullah bin Azzubair RA. Beliau menganjurkan umat Islam membaca doa tersebut sebanyak tiga kali.

    Selain itu, ada juga doa lainnya yang dapat dipanjatkan ketika ada petir. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Adapun, ketika seorang muslim melihat kilat maka bisa membaca doa berikut:

    سُبْحَانَ مَنْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَعَمًا

    Arab latin: Subhaana mayyuriikumul barqo khoufan wa tho’amaan

    Artinya: “Maha suci Allah yang telah melihatkan pada kita semua pada petir dengan perasaan takut dan berharap.”

    Itulah bacaan doa ketika ada petir dan kilat yang dapat diamalkan kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mendengar Petir Lengkap Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Kaum muslim bisa membaca doa ketika mendengar petir. Doa ini menjadi salah satu bentuk pengingat bagi umat Islam akan kekuasaan Allah SWT yang mengatur alam semesta.

    Petir, yang sering dianggap menakutkan oleh sebagian orang, merupakan tanda kebesaran Allah SWT yang bisa menjadi alasan bagi muslim untuk mengingat dan berzikir kepada Allah SWT.

    Petir sendiri pernah disebut dalam Al-Qur’an dalam surah Ar-Ra’d yang berarti gemuruh atau petir. Allah SWT berfirman,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

    Artinya: “Guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar-Ra’d: 13)

    Tak hanya menjadi pengingat kekuasaan-Nya, membaca doa saat mendengar petir juga membawa keberkahan tersendiri bagi mereka yang mengamalkannya. Hal ini mengajarkan umat Islam agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di momen-momen menegangkan seperti ketika mendengar suara gemuruh petir.

    Bacaan Dzikir dan Doa Mendengar Petir

    Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW beberapa kali mengucapkan sebuah doa ketika mendengar suara petir sebagai bentuk perlindungan dan pengharapan.

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq menukil riwayat dalam kitab At-Tirmidzi, Abdullah bin Umar RA mengatakan jika Rasulullah SAW mendengar suara kilat atau petir, maka beliau mengucapkan:

    اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Latin: Allahumma laa taqolnaa bighodoobika walaa tuhliknaa bi’adzaabika wa ‘afinaa qobla dzalik

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau membinasakan kami dengan siksa-Mu, dan sehatkanlah kami sebelumnya.” (HR Bukhari)

    Dalam riwayat lain, sebagaimana terdapat dalam Al-Muwaththa’, Abdullah bin Zubair RA mengatakan jika Rasulullah SAW mendengarkan petir maka beliau langsung meninggalkan perbincangan, lalu mengucapkan:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihurro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji-Nya dan demikian pula para malaikat yang juga bertasbih karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik dan Bukhari)

    Doa mendengar petir di atas merupakan salah satu doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW yang diambil langsung dari penggalan ayat Al-Qur’an dalam surah Ar-Ra’d ayat 13. Doa tersebut bisa dibaca tiga kali.

    Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm turut meriwayatkan bacaan doa mendengar petir yang dipanjatkan Rasulullah SAW. Thawus yang merupakan seorang imam dan pengikut Rasulullah SAW yang terhormat mengatakan, “Apabila mendengar suara petir, dia (Rasulullah SAW) mengucapkan:

    سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَتْ لَهُ

    Latin: Subhana Man Sabbahta Lahu

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang menjadikan sesuatu bertasbih kepadanya.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com