Tag: kitchen sink

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Jika Sering Buang Air Panas ke Wastafel!



    Jakarta

    Membuang air panas tidak bisa sembarangan. Ada beberapa material yang dapat rusak atau meleleh setelah disiram air panas. Salah satunya adalah pipa pembuangan air dari wastafel atau tempat pencuci piring (kitchen sink).

    Mungkin kamu berpikir karena fungsinya tempat pembuangan akhir sehingga tidak akan masalah jika membuang bekas makanan atau air panas. Kenyataannya, air panas, minyak, dan bekas makanan tidak dapat dibuang melalui wastafel atau tempat pencuci piring.

    Dilansir WP Plumbing, berikut beberapa dampak yang akan terjadi apabila kamu sering membuang air panas ke wastafel atau tempat pencuci piring.


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Kamu perlu tahu jika pipa pembuangan di rumah biasanya terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Material ini terbuat dari plastik yang tidak begitu tahan terhadap panas. Apabila terkena api, pipa tersebut bisa terbakar. Air panas memang tidak sepanas api, tetapi jika dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lama, tentu permukaannya akan berubah.

    Berdasarkan data, bahan-bahan tadi hanya bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa dapat melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak yang kemudian mengeras di lokasi yang sulit terjangkau akan sulit diperbaiki.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Cara membuang air panas yang benar adalah dengan menunggu hingga air tidak begitu panas. Kamu juga bisa mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya. Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak berpengaruh pada permukaan pipa saluran pembuangan.

    Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


    Jakarta

    Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

    Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

    Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

    1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

    Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

    Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    2. Spons Sudah Kotor

    Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

    3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

    Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

    4. Noda Membandel

    Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

    Cara Menghilangkan Bau di Piring

    Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

    1. Pakai Air Panas

    Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

    Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

    2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

    Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

    Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

    3. Simpan Piring dengan Benar

    Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

    4. Buang Piring yang Retak

    Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Pergi Tinggalkan Rumah


    Jakarta

    Musim libur sekolah sudah tiba, banyak anak-anak yang mengajak orang tuanya untuk pergi liburan keluar kota. Namun, sebelum pergi meninggalkan rumah pastikan seluruh perabotan telah dibersihkan.

    Pergi meninggalkan rumah selama berhari-hari tak hanya memperhatikan keamanan saja, tapi juga kebersihan. Tentu, kamu tidak mau kan sepulang dari liburan dan melihat rumah dalam kondisi berantakan dan bau?

    Maka dari itu, sebelum pergi meninggalkan rumah sebaiknya detikers melakukan bersih-bersih. Apa saja yang harus dibersihkan? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Ini Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Pergi Tinggalkan Rumah

    Ada sejumlah hal yang wajib dibersihkan sebelum kamu pergi meninggalkan rumah. Dilansir dari The Spruce, Minggu (22/6/2025), berikut penjelasannya:

    1. Membuang Seluruh Sampah

    Langkah yang pertama adalah dengan membuang seluruh sampah di rumah. Periksa seluruh tempat sampah yang terdapat di dalam rumah, mulai dari dapur, kamar tidur, kamar mandi, hingga ruang tamu.

    “Pastikan semuanya sudah dikosongkan sebelum Anda pergi untuk menghindari bau tak sedap, serangga, atau hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sarah Paiji Yoo, salah satu pendiri dan CEO Blueland.

    Apabila kamu memiliki tempat sampah kompos, Sarah mengimbau untuk segera membuangnya sebelum pergi meninggalkan rumah.

    2. Bersihkan Area Penting di Rumah

    Agar saat tiba di rumah merasa nyaman, sebaiknya bersihkan area penting di dalam rumah. Direktur Eksekutif Truly Free Home Maria Mooney mengatakan, area penting di rumah meliputi pintu masuk, kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu.

    Periksa di setiap ruangan tersebut apakah sudah rapi atau belum. Sebaiknya sapu dan pel juga ruangan tersebut agar tidak banyak debu dan kotoran yang menempel.

    “Menyelesaikan tugas-tugas tersebut sebelum pergi dapat membantu memastikan Anda kembali ke rumah dalam keadaan bersih, tenang, bebas dari bau, dan hama, sehingga tidak melihat kondisi rumah yang kacau,” ujarnya.

    3. Cuci Pakaian

    Ada sejumlah alasan mengapa detikers wajib mencuci pakaian sebelum pergi berlibur. Faktor utama tentu untuk mencegah bau tak sedap yang keluar dari keranjang baju kotor.

    Selain itu, langkah ini juga dapat mencegah pakaian menjadi terlalu kusut dan berkerut karena tidak dicuci selama berhari-hari. Mencuci pakaian juga dapat mencegah noda menempel sehingga sulit dihilangkan.

    Secara praktis, mencuci pakaian juga dapat mengurangi jumlah pakaian yang harus kamu cuci setelah pulang dari liburan.

    “Anda sudah memiliki koper yang penuh dengan pakaian kotor, jadi mencuci pakaian sebelum berangkat berarti dapat mengurangi beban saat Anda kembali,” ungkap Mooney.

    4. Membersihkan Kulkas

    Tips berikutnya adalah membersihkan kulkas dan isinya. Selama pergi liburan, bisa saja kamu meninggalkan makanan atau minuman selama berhari-hari dan akhirnya membusuk. Kalau sudah begini, aroma tak sedap akan terus tersimpan di dalam lemari es dan bisa merusak bahan makanan lain.

    Maka dari itu, sebaiknya periksa lemari es sebelum pergi meninggalkan rumah. Singkirkan semua makanan dan minuman yang mudah rusak. Cek juga tanggal kedaluwarsa dan pastikan semua produk yang sudah dibuka dan belum mendekati expired dalam keadaan tertutup rapat.

    Bila perlu bersihkan juga bagian dalam kulkas agar tidak terlihat kotor. Setelah itu, masukkan lagi produk makanan dan minuman yang masih bisa disimpan berhari-hari ke dalam lemari es.

    5. Cuci Seprai

    Mencuci seprai jadi salah satu hal yang perlu dilakukan sebelum pergi meninggalkan rumah. Sarah mengatakan langkah ini dapat membuat tempat tidur terasa nyaman setelah lelah pergi liburan.

    Tak hanya seprai, pastikan juga kamu mencuci sarung bantal dan guling. Rapikan juga tempat tidur agar tetap bersih dan wangi sehingga kamu dapat beristirahat dengan nyaman.

    6. Bersihkan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor sebelum pergi liburan. Kompor merupakan area yang paling mudah kotor karena bisa terkena noda minyak, bumbu, hingga cairan seperti teh dan kopi.

    Langkah ini dilakukan agar tidak ada semut, kecoak, hingga tikus yang naik ke atas kompor. Bersihkan juga peralatan memasak dan alat makan sehingga tidak dibiarkan di atas kompor atau kitchen sink.

    Sisa-sisa makanan yang ada di meja makan atau dapur sebaiknya juga dibuang. Sebab, makanan tersebut bisa basi dan mengeluarkan aroma tak sedap jika dibiarkan berhari-hari.

    Itu dia enam hal di rumah yang wajib dibersihkan sebelum kamu pergi meninggalkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air Sering Mampet? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap dialami banyak pemilik rumah adalah saluran air tersumbat. Kondisi ini membuat air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar sehingga dapat meluap dan menggenangi lantai.

    Salah satu faktor utama yang menyebabkan saluran air mampet karena ada benda yang menghalangi, misalnya rambut. Selain itu, ada sejumlah penyebab lainnya yang membuat saluran air tersumbat.

    Penyebab Saluran Air Mampet

    Dilansir situs Dengarden dan Zeek Plumbing, berikut sejumlah penyebab saluran air di rumah jadi mampet:


    1. Rambut

    Penyebab utama saluran air kerap mampet karena sisa rambut yang rontok saat mandi. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika rambut yang rontok jumlahnya cukup banyak sehingga dapat menghambat aliran air di saluran kamar mandi.

    Solusinya adalah dengan rajin mengambil gumpalan rambut yang menumpuk di kamar mandi, lalu membuangnya ke tempat sampah. Selain itu, pastikan untuk menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui air. Jika sudah tersumbat, gunakan baking soda dan cuka agar kembali lancar.

    2. Sisa Makanan

    Kebiasaan membuang sisa makanan di kitchen sink dapat berdampak buruk bagi saluran air. Tentu saja hal tersebut dapat menyumbat saluran air dan akhirnya jadi meluap.

    Sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, tulang ikan, dan ampas teh sulit terurai. Jika sudah menumpuk dalam jumlah banyak maka tak heran saluran air tersumbat.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengangkat kotoran tersebut dari kitchen sink. Gunakan juga cairan pembersih untuk membersihkan sisa noda dan minyak yang terdapat di kitchen sink.

    3. Sabun

    Sabun berguna untuk membersihkan kotoran di tubuh tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih ternyata bisa menyumbat saluran air lho. Sebab, sisa sabun berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau terbuang ke saluran air dapat mengurangi diameter pipa seiring waktu.

    Salah satu cara mencegahnya adalah dengan membersihkan sabun setiap selesai mandi. Pastikan tidak ada bekas sabun yang menempel di lantai atau dinding.

    4. Endapan Pasir

    Kebiasaan membuang sisa pasir atau tanah di kamar mandi ternyata dapat berdampak buruk bagi saluran air. Hal tersebut menciptakan endapan di sekitar tutup saluran sehingga air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar.

    Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanggil tenaga profesional untuk membersihkan saluran air dari sisa pasir atau tanah.

    5. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak juga menjadi penyebab saluran air jadi tersumbat. Pada dasarnya, minyak dan lemak tidak dianjurkan dibuang melalui saluran air karena tidak akan larut di dalam air, sehingga dapat menumpuk dan menyebabkan mampet.

    Jika ingin membuang minyak dan lemak sisa makanan, sebaiknya dibuang ke dalam plastik lalu dimasukkan ke tempat sampah. Namun jika terlanjur membuangnya ke saluran air, gunakan tips di bawah ini untuk mencegah mampet:

    • Campurkan sedikit detergen dengan air panas.
    • Lalu tuangkan cairan tersebut ke dalam saluran air.
    • Biarkan sekitar 10 menit agar larutan tersebut dapat memecah minyak yang tersumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah kerap ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Apabila sudah tersumbat, maka perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    7. Pipa Air Rusak

    Penyebab yang terakhir karena ada kerusakan atau retakan pada bagian pipa air sehingga menghalangi aliran air. Kondisi ini dapat terjadi karena umur pipa sudah tua atau korosi. Dalam beberapa kasus, pipa air bisa rusak karena akar pohon yang dapat menembus dan menghambat aliran air.

    Itulah tujuh penyebab saluran air sering mampet. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Ampuh Basmi Kecoak yang Masuk Lewat Saluran Air


    Jakarta

    Kamar mandi sering kali jadi tempat favorit kecoak untuk bersarang. Apalagi saat malam hari, serangga ini kerap muncul lewat saluran air dan bikin penghuni rumah merinding. Nggak cuma bikin jijik, kecoak juga bisa menyebarkan kuman dan penyakit.

    Kalau kamu sering melihat kecoak lewat saluran air di kamar mandi, sebaiknya segera lakukan tindakan. Mengutip The Pest Informer dan sumber lainnya, berikut cara ampuh yang layak dicoba.

    1. Baking Soda dan Cuka

    Campuran baking soda dan cuka bisa jadi senjata ampuh untuk membasmi kecoak. Cukup campur dua sendok makan baking soda dengan sedikit cuka hingga berbusa, lalu tuang ke saluran air kamar mandi. Campuran ini juga bisa bantu membersihkan saluran yang mampet.


    2. Asam Borat, Gula, dan Tepung

    Campuran ini bisa menarik kecoak keluar dari sarangnya sekaligus membunuhnya. Caranya, campur bubuk asam borat dengan sedikit gula dan tepung, lalu taburkan di sekitar area yang sering dilewati kecoak.

    3. Air Mendidih

    Cara paling simpel: tuang air panas ke dalam saluran air kamar mandi. Kecoa akan langsung mati jika terkena suhu tinggi.

    4. Daun Salam

    Tumbuk daun salam hingga halus, lalu taburkan di sudut-sudut kamar mandi. Alternatif lain, rebus daun salam dan semprotkan air rebusannya ke area yang sering dilewati kecoak. Aroma khasnya bisa bikin kecoak kabur.

    5. Ampas Kopi

    Ampas kopi yang mengandung asam bisa membuat kecoak enggan mendekat. Taburkan ampas kopi di sudut kamar mandi atau dekat saluran air. Tapi ingat, ini hanya mengusir, bukan membunuh kecoak.

    6. Minyak Peppermint

    Minyak peppermint punya aroma menyengat yang nggak disukai kecoak. Campurkan dengan air garam dan semprotkan ke sudut kamar mandi. Selain efektif, cara ini juga bikin kamar mandi lebih harum.

    7. Cairan Pemutih

    Campur sedikit cairan pemutih dengan air, lalu semprotkan ke area yang jadi sarang kecoak. Tapi jangan terlalu sering, karena bisa merusak pipa atau saluran air.

    8. Bawang Putih

    Geprek beberapa siung bawang putih dan letakkan di dekat saluran air kamar mandi. Meski nggak membunuh, baunya bisa mencegah kecoak masuk lagi.

    Cegah Kecoa Datang Lagi

    Sudah dibasmi tapi masih sering muncul? Coba lakukan pencegahan berikut:

    • Tutup saluran air dengan penyumbat saat malam hari.
    • Segera buang sampah, terutama sisa makanan di dapur dan kamar mandi.
    • Bersihkan sisa makanan di wastafel dan kitchen sink.
    • Jaga kebersihan rumah, terutama meja makan dan area dapur.

    Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa mencegah kecoak muncul lagi lewat saluran air kamar mandi. Selamat mencoba, detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air di Kitchen Sink Mampet? Bersihkan dengan Cara Ini!


    Jakarta

    Kitchen sink atau bak cuci piring perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, ada banyak sisa makanan yang dapat masuk ke dalam saluran air, sehingga menyebabkan kitchen sink mampet.

    Tidak hanya bikin saluran air tersumbat, kitchen sink yang kotor juga dapat mengeluarkan bau tak sedap. Alhasil, mencuci piring jadi tidak nyaman dan bisa membuatmu merasa mual.

    Kalau kitchen sink di rumah sudah mampet, jangan khawatir. Sebab, ada cara mudah untuk mengatasinya. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Saluran Air di Kitchen Sink

    Membersihkan saluran air di kitchen sink ternyata bisa menggunakan bahan sederhana, yakni soda kue dan cuka putih. Kombinasi keduanya dinilai efektif untuk mengatasi mampet di bak cuci piring.

    Dilansir Southern Living, pakar kebersihan Jill Koch mengatakan soda kue dan cuka merupakan bahan alami yang efektif membersihkan saluran air di kitchen sink. Namun, keduanya tidak boleh digunakan secara bersamaan.

    “Ini sering terjadi kesalahpahaman yang cukup umum, soda kue dan cuka jika dicampur justru tidak efektif membersihkan saluran kitchen sink,” kata Koch.

    Koch mengungkapkan cara yang tepat untuk membersihkan saluran air di kitchen sink dengan kedua bahan tersebut. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Taburkan Soda Kue

    Langkah yang pertama adalah menaburkan soda kue ke saluran pembuangan di kitchen sink. Untuk takaran soda kue kira-kira setengah cangkir hingga satu cangkir.

    “Saya juga suka menambahkan sedikit sabun cuci piring di atasnya agar lebih efektif mengatasi saluran yang mampet,” ungkap Koch.

    2. Diamkan Soda Kue

    Setelah menabur soda kue di saluran air, kini diamkan selama sekitar 5-10 menit. Langkah ini dilakukan agar baking soda dapat bereaksi untuk melarutkan zat-zat yang membuat saluran jadi mampet.

    Jika sudah, bilas soda kue dengan air panas secara perlahan. Hati-hati saat menyiramnya karena cipratan air bisa mengenai tangan.

    3. Tuang Cuka Putih

    Kemudian, tuang secangkir cuka putih ke dalam saluran pembuangan air. Cuka berfungsi untuk membantu membersihkan dan menghilangkan bau tak sedap dari saluran air.

    “Kedua bahan itu akan membantu membersihkan sekaligus menghilangkan bau di saluran pembuangan air pada kitchen sink,” tutur Koch.

    Sebagian orang mungkin ragu saat menuangkan cuka putih ke dalam saluran air. Soalnya, sifat asam dari cuka dikhawatirkan dapat merusak komponen kitchen sink dan pipa air.

    Koch menyebut tingkat keasaman cuka memang dapat merusak pipa atau kitchen sink seiring waktu. Namun jika tidak dilakukan sesering mungkin masih dianggap aman.

    “Secara keseluruhan, baik cuka maupun soda kue merupakan metode alami yang ampuh untuk membersihkan saluran pembuangan di kitchen sink. Jika hanya dilakukan sebulan sekali atau lebih seharusnya tidak masalah,” pungkasnya.

    Demikian cara membersihkan saluran air di kitchen sink yang mampet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini 6 Benda di Dapur yang Paling Kotor dan Banyak Kuman


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang paling mudah kotor. Setelah memasak, biasanya dapur akan dipenuhi oleh sisa makanan, noda minyak, dan bumbu yang bertebaran.

    Selain mengotori lantai dan meja, kotoran juga bisa menempel pada sejumlah benda lain di dapur. Bahkan, benda tersebut sering dipegang oleh tangan manusia hampir setiap hari.

    Penasaran, apa saja benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Ini Benda di Dapur yang Paling Kotor

    Salah satu alasan mengapa perlu membersihkan dapur karena banyak benda kotor yang sering tidak disadari penghuni rumah. Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di dapur yang dinilai paling kotor:

    1. Gagang Pintu Kulkas

    Gagang pintu kulkas bisa menjadi benda paling kotor di dapur karena sering bersentuhan dengan tangan. Mungkin kamu tidak sadar membuka pintu kulkas saat tangan masih kotor, sehingga ada sisa noda minyak atau bumbu masak yang menempel selama berbulan-bulan.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin membersihkan gagang pintu kulkas. Kamu bisa menggunakan tisu disinfektan atau cairan pembersih disinfektan semprot untuk membasmi kuman. Bersihkan gagang pintu kulkas secara perlahan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    2. Kitchen Sink

    Kitchen sink atau bak cuci piring juga menjadi tempat paling kotor di dapur. Meski selalu dialiri oleh air, tapi ada banyak bakteri yang menempel di kitchen sink, terutama di dekat saluran air.

    Selain itu, area paling kotor di kitchen sink juga terletak pada gagang keran air. Untuk mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh, selalu bersihkan kitchen sink setidaknya satu kali sehari dengan menggunakan cairan pembersih disinfektan.

    3. Spons

    Spons yang digunakan secara terus-menerus akan cepat rusak dan kurang efektif untuk mengangkat noda di piring dan alat masak. Selain itu, ada banyak bakteri yang menempel pada spons sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin mengganti spons setiap dua minggu sekali atau ketika spons sudah berubah warna menjadi hitam.

    4. Kulkas

    Selain gagang pintu kulkas, bagian dalam lemari es juga mengandung banyak bakteri yang tidak disadari penghuni rumah. Meski suhu kulkas sudah cukup dingin, tapi ternyata masih ada beberapa bakteri berbahaya yang dapat tumbuh.

    Sebagai contoh, saat menyimpan daging mentah di lemari es pastikan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadah yang digunakan bocor, maka cairan dari daging mentah bisa menumpuk di laci kulkas, sehingga jadi kotor dan tumbuh bakteri jahat.

    Agar kulkas tetap bersih, pastikan kamu rutin mencuci laci atau rak kulkas setiap bulan. Bersihkan bagian rak kulkas yang kotor menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, keringkan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    5. Talenan Kayu

    Talenan kayu menjadi salah satu benda di dapur yang paling kotor dan mengandung banyak bakteri. Celah-celah pada talenan kayu menjadi tempat yang cocok bagi kuman untuk berkembang biak.

    Disarankan untuk memiliki dua talenan kayu dengan fungsi berbeda, satu talenan khusus memotong buah dan sayur, sedangkan satunya lagi untuk daging. Langkah ini dapat mengurangi kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi.

    Pastikan kamu mencuci talenan dengan sabun setelah digunakan, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan talenan kayu dengan tisu dapur atau kain bersih.

    6. Blender

    Satu lagi benda di dapur yang mengandung banyak kotoran dan kuman, yaitu blender. Meski selalu dibersihkan usai dipakai, tapi mungkin masih ada sisa-sisa bumbu yang tidak dibersihkan sehingga terus menempel di blender.

    Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan blender setiap seminggu sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel. Bersihkan blender dengan sabun yang mengandung disinfektan agar dapat membasmi kuman dan bakteri secara optimal.

    Itulah enam benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Soda Kue Bisa Atasi Masalah Saluran Air Tersumbat, Begini Caranya


    Jakarta

    Saluran air di wastafel, kamar mandi, atau kitchen sink bisa saja tersumbat. Kondisi ini terjadi karena ada sisa makanan, rambut, atau minyak yang menyumbat saluran pembuangan sehingga air tidak bisa keluar dengan lancar.

    Untuk mengatasi saluran air tersumbat, kamu bisa menggunakan cairan pembersih berbahan kimia. Namun, cairan ini terkadang bisa merusak material pipa karena mengandung bahan kimia keras.

    Sebagai solusinya, kamu bisa menggunakan bahan alami yang ada di dapur, salah satunya soda kue. Sebab, kandungan zat di soda kue dinilai efektif untuk mengatasi masalah di saluran air.


    Namun tidak cukup dengan soda kue saja, ada sejumlah bahan lain yang digunakan untuk mengatasi saluran air tersumbat. Biar nggak penasaran, simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Saluran Air Tersumbat dengan Soda Kue

    Dilansir situs The Spruce, kamu dapat mengatasi saluran air tersumbat dengan soda kue. Sebab, suda kue dapat melarutkan endapan mineral dan bahan organik seperti lemak, rambut, dan sisa makanan.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Bahan

    Selain soda kue, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah bahan lainnya seperti air panas, sabun cuci piring, dan cuka putih. Siapkan juga alat seperti corong minyak agar lebih mudah menuangkan soda kue ke dalam saluran air.

    2. Tuang Sabun Cuci Piring

    Tuang sabun cuci piring secukupnya ke dalam saluran air. Sebaiknya gunakan sabun cuci piring yang bersifat anti lemak agar efektif mengatasi saluran air yang mampet.

    3. Tuang Air Panas

    Tuang air panas secara perlahan ke dalam saluran air yang sebelumnya sudah diisi sabun cuci piring. Kombinasi air panas dan sabun dapat membantu melarutkan sumbatan di saluran air.

    4. Masukkan Soda Kue

    Langkah selanjutnya adalah memasukkan sekitar 1/2 botol soda kue ke dalam saluran air. Kamu dapat menggunakan corong minyak untuk menuangkan soda kue jika saluran air terlalu kecil.

    5. Tuang Cuka Putih

    Setelah itu, tuang cuka putih ke dalam saluran air secara perlahan. Jangan kaget jika mendengar suara mendesis dari dalam saluran air. Hal itu wajar terjadi karena saat kedua bahan dicampur akan saling bereaksi satu sama lain.

    6. Siram dengan Air Panas Kembali

    Apabila suara mendesis dari dalam saluran air mulai hilang, itu tandanya reaksi antara cuka putih dan soda kue sudah selesai.

    Kini, detikers perlu menuangkan kembali 2 gelas air panas ke dalam saluran air secara perlahan. Jika air dapat mengalir dengan lancar, itu tandanya saluran air sudah tidak tersumbat lagi.

    Kapan Harus Membersihkan Saluran Air di Rumah?

    Dianjurkan untuk membersihkan saluran air setiap seminggu sekali dengan air mendidih yang dicampur dengan sabun cuci piring. Kalau saluran air sudah mulai tersumbat, ikuti langkah-langkah di atas agar air kembali mengalir dengan lancar.

    Apabila saluran air masih mampet walau sudah menggunakan soda kue, cobalah tambahkan sekitar 1/2 cangkir garam ke dalam saluran air. Diamkan selama semalaman agar garam dan soda kue dapat bereaksi.

    Setelah itu, siram saluran air dengan dua gelas air panas secara perlahan. Kemudian cek kembali saluran air apakah masih tersumbat atau sudah lancar. Kalau metode ini masih belum berhasil, segera panggil teknisi untuk mengatasi masalah saluran air yang mampet.

    Itulah cara mengatasi saluran air tersumbat dengan menggunakan soda kue. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Selokan Mampet Bisa Bikin Banjir, Begini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Selokan merupakan jalur pembuangan air dan limbah yang pasti ada di sekitar permukiman. Sebagai saluran pembuangan, jalurnya tidak boleh ada hambatan karena selokan yang mampet dapat meluap saat debit air meningkat.

    Untuk mencegah selokan mampet, caranya tidak sulit, tidak perlu menggunakan alat canggih. Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki kuncinya adalah selokan tersebut dibuat dengan benar. Mulai dari luas, kedalaman, dan jalurnya. Semuanya harus dipikirkan sebelum rumah dibangun.

    Selain itu, selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Tujuannya untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar.


    “Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.

    Ada pun penyebab selokan mampet salah satunya karena aliran air yang tidak lancar dan kecil. Umumnya dikarenakan ada hambatan sehingga jalur air menyempit, sementara debit yang akan lewat cukup besar. Hambatan tersebut bisa dari sampah dan kotoran padat yang tersangkut.

    “Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” jelas Panggah.

    Untuk perumahan yang siap huni, pastinya sudah tersedia selokan di depan rumah. Tugas pemilik rumah jauh lebih ringan, cukup merawat dan menjaga kebersihannya.

    Salah satu caranya adalah rutin menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Proses penyaringan ini bukan di lubang luar yang mengarah langsung ke selokan, melainkan memisahkan cairan dan benda padat sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Hal ini bisa diterapkan saat mencuci piring, memasak, dan di kamar mandi. Misalnya, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

    “Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” ungkapnya.

    Itulah tips mencegah selokan mampet, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com