Tag: klik

  • Jangan Taruh Kipas Angin di 4 Area Ini, Ada yang Bisa Bikin Udara Makin Panas


    Jakarta

    Kipas angin sering digunakan ‘mengusir’ hawa panas di rumah. Umumnya, kipas angin ditempatkan di kamar tidur, ruang tamu, maupun ruang keluarga.

    Walau demikian, ada beberapa area yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Salah satu alasannya karena bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Area mana saja yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin? Dikutip dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Di Permukaan Tinggi

    Menaruh kipas angin di permukaan yang tinggi justru bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Di Dekat Jendela

    Kipas angin juga sebaiknya jangan ditaruh di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Namun, bisa berbeda kalau penghuni rumah menaruh dua kipas angin di dekat jendela, salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

    Selain itu, menyalakan kipas angin yang berada di dekat jendela bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    Di Tempat Berdebu

    Selanjutnya, jangan taruh kipas angin di tempat yang berdebu. Sebab, bisa menerbangkan debu-debu yang memicu alergi.

    Kalau kipas angin sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Di Dekat Tanaman

    Menyalakan kipas angin di dekat tanaman bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Maka dari itu, sebaiknya tidak menempatkan kipas angin di dekat tanaman, apalagi yang membutuhkan kelembapan tinggi.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kena PHK pas Punya Cicilan KPR? Begini Cara Minta Keringanan Bank



    Jakarta

    Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam berbagai sektor sejak awal 2025. Banyak karyawan yang diputus hubungan kerja secara tiba-tiba, bahkan beberapa di antaranya belum sempat mencari tempat kerja baru.

    Banyak masalah baru yang muncul akibat PHK. Bukan hanya soal meningkatnya pengangguran, jumlah KPR bermasalah juga akan naik karena ketidakmampuan debitur untuk melanjutkan angsuran.

    Menurut Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo status gagal bayar bisa dicegah apabila debitur langsung meminta keringanan kepada bank yang bersangkutan. Ia mengatakan bank memiliki beberapa program yang dapat meringankan cicilan KPR bagi korban PHK.Debitur dapat mencari jalan keluar terkait angsuran tersebut apakah bisa diturunkan jumlah cicilannya atau meminta diperpanjang tenornya.


    “Bank biasanya lebih terbuka untuk membantu jika debitur proaktif dan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi keuangan mereka,” kata Arianto kepada detikcom.

    Pihak bank nantinya akan meminta beberapa berkas tambahan yang menunjukkan bukti kondisi terkini debitur yang membutuhkan keringanan angsuran. Untuk detail berkas yang harus disiapkan, masing-masing bank memiliki aturan yang berbeda-beda.

    “Syarat yang diatur biasanya untuk memastikan keabsahan kondisi kesulitan yang disampaikan debitur, misalnya release letter jika kasus PHK,” ujarnya.

    Senada dengan Arianto, Perencana Keuangan dari Alliance Advisors Group Indonesia Andy Nugroho menyarankan, korban PHK menghubungi pihak bank terkait kondisi mereka terkini dan menyiapkan bukti status pekerjaan saat ini. Debitur juga sebaiknya melakukan pengajuan keringanan angsuran untuk mencegah terjadinya gagal bayar yang dapat berakibat rumah disita.

    “Syaratnya adalah segera datang ke bank pemberi KPR begitu kita dinyatakan kena PHK, dalam artian jangan menunggu beberapa waktu atau sampai menunggak selama beberapa periode pembayaran dulu baru lapor,” ujarnya ketika dihubungi detikcom, Kamis (25/7/2024) lalu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



    Jakarta

    Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

    Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

    “Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

    Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

    “Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

    Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

    “Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

    Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

    “Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Bikin Taman di Rumah


    Jakarta

    Taman bisa menjadi area penunjang tampilan rumah, terutama jika lokasinya di depan. Taman yang tersusun rapi dan ditumbuhi banyak tanaman, menambah kesan asri pada rumah.

    Tentu, untuk mewujudkan bentuk taman yang idaman, tidak bisa dibuat asal. Perlu banyak pertimbangan agar tampilannya indah saat hari cerah maupun gelap.

    Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat taman di rumah? Berikut beberapa tipsnya.


    1. Mengetahui Luas Taman yang Akan Dibuat

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, saat ingin membuat taman, pemilik rumah perlu mengetahui luas area yang akan digunakan. Hal ini untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di sana.

    2. Tentukan Konsep Taman

    Saat ini untuk mencari konsep taman, bisa melihat-lihat dari internet. Meskipun tidak bisa diikuti 100 persen, tetapi ada beberapa konsep yang cocok dengan luas bangunan dan selera pemiliknya. Dengan adanya konsep taman, lebih mudah untuk menentukan barang dan jenis tanaman apa saja yang harus dibeli.

    “Ada taman kering yang pakai pot. Ada taman Jepang yang pakai batu-batu krikil atau ada taman tropis yang isinya adalah pohon-pohonan tropis,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    3. Pilih Tanaman yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Apabila di halaman rumah ingin ditanam pohon berkayu besar, cari jenis tanaman yang akarnya tidak merusak fondasi rumah yakni yang memiliki akar tunggal, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Denny tidak menyarankan untuk menanam pohon akasia di rumah karena akarnya berserabut dan bisa merusak rumah. Namun, memang pohon akasia memiliki daya tarik yakni daunnya yang rimbun.

    4. Pertimbangkan Beli Hiasan Taman

    Selain tanaman, Denny juga menyarankan untuk membeli pernak-pernik yang bisa dipasang di taman seperti bebatuan, lampu, dan lainnya.

    Denny mengingatkan, saat membuat taman, tidak perlu semua harus selesai di satu waktu. Segala perlengkapannya bisa dibeli satu-satu sehingga tidak terlalu gegabah dan tidak membuat pengeluaran bulanan membengkak.

    “Sebenarnya untuk budget itu nggak terlalu gede untuk membuat taman. Taman ini kan sebenarnya bisa dilakukan secara tumbuh. Artinya ketika kita punya uang kita bisa beli pohon tambahan yang kita mau,” terangnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Pasang Kanopi di 2025 Lengkap dengan Cara Hitungnya


    Jakarta

    Memasang kanopi dapat memberikan sejumlah manfaat untuk hunian, misalnya bisa mencegah panas dan hujan pada area carport. Selain itu, pemasangan kanopi juga bisa menambah estetika rumah sehingga terlihat lebih cantik.

    Biasanya, pemasangan kanopi dilakukan menggunakan jasa tukang kanopi secara borongan. Meski begitu, detikers juga perlu menghitung biaya pasang kanopi sendiri untuk mengetahui seberapa besar dana yang dibutuhkan.

    Ada cara menghitung biaya pasang kanopi yang perlu kamu ketahui. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Estimasi Biaya Pasang Kanopi

    Ada sejumlah biaya yang harus dihitung untuk memasang kanopi di rumah. Namun karena masih estimasi, maka harganya bisa berbeda-beda tergantung dari material yang dipilih.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut estimasi biaya pasang kanopi di rumah, mulai dari tiang hingga atapnya:

    Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Kanopi

    Langkah pertama, kamu harus menghitung kebutuhan baja ringan yang digunakan pada rangka atap kanopi. Sebagai contoh, kamu membuat kanopi standar rangka baja ringan dengan ukuran panjang 5 meter dan lebar 3 meter.

    1. Menghitung Tiang

    Untuk kanopi standar, biasanya rangka kanopi membutuhkan tiang yang tingginya masing-masing 3 meter. Pada umumnya, setiap tiang dibuat dua rangkap agar lebih kuat.

    Rumus perhitungannya adalah: 6 x 3 x 2 = 36 meter. Jadi, kebutuhan rangka baja ringan untuk tiang sepanjang 36 meter.

    2. Menghitung Gording

    Gording merupakan rangka sisi yang melebar. Apabila lebar kanopi 3 meter dan panjang 5 meter, gording yang dibutuhkan sekitar tiga buah. Rumus perhitungannya adalah: 3 x 3 = 9 meter.

    Sebagai catatan, biasanya gording dapat dipasang bolak-balik atau dua lapisan. Hal ini tergantung keinginan masing-masing pemilik rumah.

    3. Menghitung Kaso

    Kaso merupakan rangka yang memanjang pada kanopi. Sebagai contoh, dibutuhkan 4 kaso dengan masing-masing panjang 5 meter, sehingga rumusnya: 4 x 5 = 20 meter.

    4. Menghitung Reng

    Jarak antara reng umumnya sekitar 50-60 cm. Dengan lebar 3 meter dan panjang 5 meter, maka reng yang dibutuhkan sekitar 8 batang. Rumus perhitungannya adalah: 8 x 3 = 24 meter.

    5. Total Kebutuhan Rangka Baja Ringan

    Dari perhitungan tadi, maka total kebutuhan baja ringan adalah: 36 + 9 + 20 = 65 meter. Sedangkan total reng yang dibutuhkan adalah 24 meter.

    6. Konversi Menjadi Batang

    Diketahui, baja ringan umumnya memiliki ukuran 6 meter per batang. Maka, rumus perhitungannya menjadi:

    • Kebutuhan baja ringan 65 : 6 = 11 batang
    • Kebutuhan reng 24 : 6 = 4 batang.

    Biasanya, kebutuhan baja ringan ditambahkan spare untuk mengantisipasi kekurangan bahan. Maka dari itu, lebih baik ditambahkan masing-masing 1 batang sehingga total menjadi 12 batang baja ringan dan 5 batang reng. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada material yang rusak atau kurang.

    Perhitungan Biaya Pasang Kanopi

    Setelah mencari tahu kebutuhan baja ringan, kini saatnya menghitung biaya yang dibutuhkan untuk pasang kanopi. Simak di bawah ini:

    1. Total Biaya Baja Ringan

    Terdapat beragam jenis baja ringan di pasaran. Sebagai contoh, kamu membeli baja ringan jenis Taso dengan ketebalan 1 milimeter. Di pasaran, harga baja ringan Taso dengan tebal 1 mm sekitar Rp 165.000 per batang. Maka biaya diperlukan adalah:

    Rp 165.000 x 11 batang = Rp 1.815.000.

    Sedangkan harga reng baja ringan merek taso dengan ketebalan 0,45 mm harganya sekitar Rp 70.000 di pasaran. Jadi, total biaya untuk reng aadalah:

    Rp 70.000 x 4 = Rp 280.000

    Jika ditotal maka jumlahnya: Rp 1.815.000 + Rp 280.000 = Rp 2.095.000.

    2. Biaya Baut

    Pemasangan kanopi juga membutuhkan baut. Untuk baut baja ringan harganya sekitar Rp 110.000.

    3. Biaya Atap Kanopi

    Langkah berikutnya menghitung biaya atap kanopi. Dengan panjang 5 meter dan lebar 3 meter, maka total luas kanopi adalah 15 meter.

    Saat ini, ada banyak pilihan atap kanopi di pasaran. Ambil contoh atap kanopi Alderon uPVC berongga dengan ketebalan 10 mm yang harganya sekitar Rp 180.000/meter. Maka, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp 2.700.000.

    4. Biaya Tukang dan Lainnya

    Pemasangan kanopi setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari, tergantung dari luas kanopi, tingkat kerumitan, dan faktor cuaca. Pemasangan kanopi biasanya dilakukan oleh tukang dengan hitungan borongan.

    Upah tukang borongan untuk pemasangan kanopi mungkin bisa berbeda-beda, tapi bisa diasumsikan menjadi Rp 150.000 per orang dalam sehari. Pemasangan kanopi biasanya dikerjakan oleh 2 orang tukang dalam waktu 4 hari. Maka total biaya yang dibutuhkan adalah:

    2 tukang x upah Rp 150.000 x 4 hari = Rp 1.200.000.

    Total Biaya Pasang Kanopi

    Setelah menghitung biaya material hingga upah tukang, maka total biaya pemasangan kanopi untuk ukuran 3 x 5 meter adalah:

    Rp 2.095.000 + Rp 110.000 + Rp 2.700.000 + Rp 1.200.000 = Rp 6.105.000.

    Sebagai pengingat, harga di atas hanya estimasi saja. Biaya pasang kanopi mungkin bisa lebih murah atau justru lebih mahal tergantung dari luas kanopi, pemilihan material, hingga negosiasi upah dengan tukang borongan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Aman Tanam Pohon di Rumah


    Jakarta

    Menanam pohon di rumah tentu bisa membuat pekarangan terasa adem dan asri. Apalagi jika menanam pohon yang buahnya bisa langsung dikonsumsi, tentu bisa membuat pemiliknya senang.

    Akan tetapi, menanam pohon tidak bisa sembarangan. Sebab, bisa saja ada kejadian yang tidak diinginkan, misalnya akar pohon merusak fondasi rumah.

    Ada jarak aman yang harus dilakukan saat menanam pohon, apalagi jika yang ditanam adalah pohon yang besar. Kira-kira, berapa ya jarak aman menanam pohon di rumah?


    Jarak Aman Tanam Pohon di Rumah

    Dilansir dari jimstrees.com.au, jarak penanaman pohon bisa dilakukan berdasarkan tinggi pohon. Berikut daftarnya.

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak amannya setidaknya 3 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon 8-15 meter, jarak amannya sekitar 4-6 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak amannya setidaknya 10-15 meter

    Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Tanam Pohon di Rumah

    Selain jarak dan tinggi pohon, ada juga hal-hal yang harus diperhatikan saat ingin menanam pohon di dekat rumah. Dilansir dari situs A Plus Tree, berikut ini informasinya.

    Luas Tajuk Pohon

    Lebar pohon yang ditanam juga harus diperhatikan karena bisa saja memerangkap kelembapan dan kotoran.

    Laju Pertumbuhan

    Laju pertumbuhan pohon juga harus diperhatikan. Biasanya, pohon yang tumbuhnya lambat bisa bertahan lebih lama.

    Kebutuhan akan Sinar Matahari, Tanah, dan Kelembapan

    Hal-hal tersebut harus diperhatikan karena jika tidak bisa saja pohon tidak tumbuh.

    Zona Ketahanan

    Penghuni rumah harus memperhatikan zona ketahanan wilayah dan pilih pohon yang sesuai dengan kondisi wilayah tempat tinggal. Sebab, menanam pohon yang tidak sesuai dengan kondisi daerah bisa membuat pohon mati.

    Itulah informasi mengenai jarak aman dan hal-hal yang harus diperhatikan saat ingin menanam pohon di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Ini Bahaya Tanam Pohon Terlalu Dekat dengan Rumah


    Jakarta

    Beberapa pemilik rumah menanam pohon di dekat huniannya. Hal ini bisa menjadikan tampilan rumah tampak asri dan membuat suasana sejuk.

    Walau demikian, dianjurkan untuk tidak menanam pohon terlalu dekat dengan rumah. Sebab, ada beberapa bahayanya, salah satunya adalah menimbulkan kerusakan fondasi rumah akibat akar pohon yang menyebar.

    Selain itu masih ada beberapa bahaya dari menanam pohon yang dekat dengan rumah. Dilansir dari jimstrees.com.au berikut ini informasinya.


    Bahaya Tanam Pohon Dekat Rumah

    1. Akar yang Menyebar

    Akar pohon terkenal akan mencari tempat atau kelembapan seiring dengan bertumbuhnya tanaman yang bisa saja menimbulkan kerusakan. Contohnya seperti keretakan fondasi rumah, pecahnya dan tersumbatnya pipa utilitas, hingga menyebabkan lantai sedikit miring.

    Maka dari itu, sebelum menanam pohon, pastikan pertumbuhan akar saat memutuskan seberapa jauh pohon akan ditanam.

    2. Daun dan Ranting Berjatuhan

    Jika pohon ditanam dekat rumah, siap-siap sampah daun dan ranting yang menumpuk. Tumpukan daun dan ranting tersebut akan jadi masalah ketika musim hujan karena bisa menyumbat saluran air apabila tidak dibersihkan. Tak hanya itu, batang atau ranting pohon yang jatuh juga bisa merusak atap rumah maupun jendela.

    3. Terhalangnya Cahaya

    Menanam pohon dekat rumah bisa menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Hal ini bisa membuat ruangan rumah menjadi gelap sehingga harus terus menyalakan lampu yang dapat meningkatkan tarif listrik.

    4. Menarik Serangga

    Menanam pohon di dekat rumah dapat memudahkan akses berbagai hama, seperti tawon hingga semut. Bisa saja burung-burung bersarang di pohon tepat di sebelah jendela kamar tidur rumah karena tersedia sumber makanan, yaitu serangga. Selain itu, bisa juga serangga masuk ke dalam rumah melalui jendela yang dekat dengan pohon.

    Jarak Aman Tanam Pohon Dekat Rumah

    Jarak penanaman pohon bisa dilakukan berdasarkan tinggi pohon. Berikut daftarnya.

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak amannya setidaknya 3 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon 8-15 meter, jarak amannya sekitar 4-6 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak amannya setidaknya 10-15 meter

    Itulah beberapa bahaya menanam pohon di dekat rumah. Semoga membantu ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Bangun Rumah Tak Hanya Asal Lihat Desain Bagus di Internet



    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mendambakan hunian nyaman dengan mengusung konsep sesuai keinginan. Saat ini, ada beberapa konsep rumah yang sedang jadi tren, mulai dari minimalis, modern, hingga industrial.

    Sebenarnya, sah-sah saja seseorang untuk memiliki sebuah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Ide tersebut bisa disampaikan kepada arsitek agar bisa merancang dan membangun hunian sesuai kebutuhan pemilik, sekaligus mengutamakan nilai estetika.

    Wildan selaku Tim Konstruktor Rebwild Construction mengatakan, terkadang ada beberapa orang yang mendapatkan ide menarik dari internet dan ingin diaplikasikan pada huniannya. Meski hal itu tidak salah, tetap penting untuk berkonsultasi dengan arsitek agar menyesuaikan dengan konsep rumah yang tengah dibangun.


    “Kalau dari saran kami ya, karena banyak kejadian orang tahunya dari sosmed, dia mau mengaplikasikan ke rumahnya. Biasanya itu nggak akan ketemu nantinya, kurang ideal lah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    “Misalnya dari sisi pemasangan jendela aja, oh dia maunya yang setinggi ini padahal itu menurut kami nggak bagus. Karena kami sering bangun, jadi kita bisa tahu pas apa enggaknya,” jelasnya.

    Meski begitu, Wildan mengungkapkan kalau desain yang ada di internet nggak semuanya tidak cocok untuk diaplikasikan ke hunian. Ada beberapa desain yang memang cocok karena sesuai dengan konsep hunian.

    Wildan mengingatkan, jika ingin mengambil ide-ide seperti desain interior rumah sebaiknya cari yang sesuai dengan konsep hunian. Langkah ini agar tidak melenceng dari konsep awal rumah dan akhirnya tempat tinggal jadi tidak terlihat estetis.

    “Jadi rumahnya berantakan karena konsepnya beda. Mau minimalis jadi industrial, dari industrial mau dijadikan rumah sederhana. Konsep rumahnya jadi nggak terstruktur,” jelasnya.

    Selain itu, Wildan kerap menemukan beberapa konten yang keliru di media sosial terkait konstruksi rumah. Menurutnya, sebagian konten itu hanya mengincar viral saja sehingga tidak memberikan informasi penting kepada masyarakat.

    “Karena banyak konten-konten sekarang yang menurut saya mereka itu hanya kasih ‘kulit’ nya saja, tapi informasinya nggak dikasih secara benar. Karena ilmu (konstruksi) itu kan lumayan mahal ya, jadi nggak bisa sembarangan orang,” ungkapnya.

    “Misalnya saya pernah lihat ada konten tentang konstruksi rumah yang sloof-nya bagus, ukurannya besar, tapi saya lihat besinya itu kurang. Wah, ini bahaya sebenarnya,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Punya Taman Minimalis di Area Tengah Rumah dan Tips Bikinnya


    Jakarta

    Taman di dalam rumah saat ini banyak dipilih karena dapat mempercantik ruangan secara alami. Selain itu, taman di dalam rumah dapat membuka jalur sirkulasi udara dan bisa menjadi pemasok oksigen di dalam rumah.

    Namun, tidak semua rumah bisa membuat taman di dalam rumah. Sebab, saat ini ukuran rumah semakin kecil karena keterbatasan lahan. Apabila dipaksakan, rumah justru terlihat lebih sempit dan membuat ruang gerak jadi terbatas.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, taman di dalam rumah bisa dibuat menyesuaikan sisa ruang yang ada, tidak harus besar. Tujuan adanya taman di dalam rumah adalah sebagai ventilasi yang bisa menjangkau beberapa ruangan di dalam rumah yang jauh dari area luar rumah. Selain itu, adanya taman di dalam rumah juga membuat rumah jauh lebih terang berkat pencahayaan alami.


    “Jadi kita perlu memastikan setiap ruangan bisa mendapat akses yang sama terhadap taman. Kalau ruangannya banyak, lahannya terbatas, kita tidak bisa membuat ventilasi atau pencahayaan alami di salah satu ruang di rumah kita. Makanya dikasih taman supaya memaksimalkan semua ruangan mengakses view taman,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bikin Taman di Dalam Rumah

    1. Rencanakan Sejak Awal

    Membuat taman di dalam rumah berarti membutuhkan area yang terbuka hingga ke bagian atas. Pembuatannya tidak bisa asal-asalan dengan membobol bagian rumah. Denny menyarankan agar rencana ini telah disiapkan sejak awal membangun rumah agar mudah untuk dibuat.

    2. Pilih Tanaman yang Tak Merusak Bangunan

    Denny menyarankan untuk memilih tanaman berakar tunggal apabila ingin menanam tanaman yang besar. Namun, bisa pula dengan meletakkan tanaman yang bisa tumbuh di dalam pot.

    “Sebenarnya inner court itu bisa langsung terakses ke tanah ya karena lebih baik resapannya langsung ke tanah. Tapi bisa juga memakai pot-pot tanaman. Kemudian, sistem drainasenya disambung ke sistem drainase awal rumah. Jadi tidak punya alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” jelasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Makin Sempit, Ini 3 Cara Pilih Perabotan untuk Rumah Minimalis


    Jakarta

    Rumah minimalis kerap menjadi pilihan terutama di lahan terbatas. Meski rumahnya minimalis, pemilik tak perlu berkecil hati karena masih bisa memaksimalkan ruang yang ada.

    Salah satu tantangan saat memiliki rumah minimalis adalah mengatur perabotan. Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap memiliki perabotan yang dibutuhkan tanpa membuat ruangan terasa semakin kecil.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Pilih Perabotan yang Multifungsi

    Langkah pertama bisa dengan memilih perabotan yang multifungsi. Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, maupun meja untuk rumah minimalis yang tidak memakan banyak ruang tetapi tetap fungsional.

    Pemilik rumah bisa memilih sofabed yang bisa digunakan sebagai sofa pada pagi hingga sore hari dan sebagai tempat tidur ketika diperlukan.

    Selain itu, bisa juga memilih tempat tidur yang di bawahnya ada lemari untuk menaruh pakaian atau perabotan lainnya.

    Pilih Barang yang Fungsional

    Tinggal di rumah minimalis tentunya harus cerdik dalam memilih barang-barang yang bisa ditaruh di dalam ruangan karena keterbatasan ruang. Nah, saat membeli barang, pemilik rumah bisa mengurutkan sesuai prioritas dari yang paling banyak digunakan.

    Sebagai contoh, di kamar mandi cukup ada shower dan closet saja, tidak perlu ada wastafel. Sebab, wastafel di kamar mandi memiliki fungsi yang mirip dengan wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    Pilih Barang yang Mudah Disimpan

    Di rumah minimalis sebaiknya ada tempat penyimpanan yang rapi dan muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain tempat penyimpanan, sebaiknya mulai pertimbangkan memilih perabotan yang fleksibel, seperti mudah dilipat, digulung, maupun ditarik agar tidak memakan banyak tempat.

    Contohnya seperti meja makan lipat. Setelah tidak digunakan, meja bisa dilipat dan disimpan di sisi ruangan.

    Itulah cara memilih perabotan yang cocok untuk rumah minimalis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com