Tag Archives: klik

Berapa Tinggi Pagar Rumah yang Dianjurkan dalam Islam?



Jakarta

Memiliki pagar di rumah bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemiliknya. Sebab, penghuni rumah bisa bebas melakukan aktivitas sehari-hari tanpa diganggu dan mengganggu tetangga.

Sebenarnya, tidak disebutkan berapa tinggi ideal pagar rumah yang baik. Walau demikian, pagar yang digunakan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin memasang pagar menurut ajaran Islam.

Dikutip dari artikel ilmiah yang berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, disebutkan bahwa pagar rumah harus dibuat dari plester batu bata.


Hal itu untuk memberikan privasi bagi penghuni rumah, terutama wanita. Biasanya wanita menjemur pakaian di halaman rumah, maka perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tak terlihat.

Dalam artikel itu juga disebutkan sebaiknya tinggi pagar melebihi mata. Lagi-lagi, alasannya untuk menjaga privasi penghuni rumah.

Meski demikian, ketinggian pagar dianjurkan tidak terlalu tinggi. Hal itu supaya hubungan dengan tetangga tetap bisa terus terjalin.

Menurut artikel ilmiah ‘Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace’ oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

Hal itu karena bayangan tersebut bisa menghalangi cahaya matahari yang masuk ke halaman para tetangga agar tidak menimbulkan pertikaian.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman Ini Cocok untuk Penghuni Rumah yang Super Sibuk


Jakarta

Memiliki tanaman di rumah tentu bisa menyegarkan pemandangan dan menjadi dekorasi alami. Apalagi kalau tanaman yang mudah dirawat, sudah pasti menjadi favorit banyak orang.

Merawat tanaman dengan telaten tentu tidak bisa dilakukan oleh semua orang, terutama bagi orang-orang sibuk. Walau demikian, ada beberapa tanaman yang bisa lho dirawat oleh penghuni rumah yang super sibuk dan tidak punya banyak waktu.

Tanaman apa saja kah itu? Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.


1. Lidah Mertua

Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Salah satu tanaman yang bisa dirawat dengan mudah adalah lidah mertua. Tanaman ini bisa bertahan di tempat yang sulit atau jarang terpapar sinar matahari.

Tak hanya itu, tanaman ini bisa bertahan tanpa air hingga 2 minggu, khususnya bila tanaman ini diletakkan di tempat yang gelap.

2. Tanaman Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas (ZZ) atau tanaman dolar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Menurut pendiri Bouquet Box, Courtney Sixx, tanaman ini bisa bertahan pada kondisi cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Ia mengatakan bahwa tanaman ini hanya perlu disiram beberapa minggu sekali saja.

“Kamu bisa menyiramnya setiap beberapa minggu sekali, biarkan mengering di sela-sela penyiraman. Tanaman ini tumbuh dari rimpang, yang memungkinkannya untuk menyimpan air, sehingga secara alami membuatnya tahan kekeringan. Anggap saja sebagai sumber air cadangan,” ujarnya dikutip dari Real Simple.

3. Janda Bolong

Monstera White TigerMonstera White Tiger Foto: Chairul Amri Simabur

Tanaman janda bolong alias monstera ini juga cocok untuk penghuni rumah yang sibuk. Tanaman yang sempat ngetren beberapa waktu lalu ini cukup mudah dirawat.

Menurut Sixx, tanaman yang satu ini juga bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman air setiap 7 hingga 10 hari sekali saja.

4. Kaktus dan Sukulen

Stylish room interior with beautiful potted cactiKaktus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Kaktus maupun sukulen juga termasuk tanaman yang mudah dirawat. Tanaman tersebut kerap menjadi favorit bagi mereka yang ingin memiliki tanaman yang mudah dirawat dan tahan kering. Kaktus bisa bertahan selama 2 minggu tanpa air walaupun diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung.

5. Sirih Gading

Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading. Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

Tanaman ini bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak terkena secara langsung. Sirih gading juga tidak perlu terlalu sering disiram, cukup 1-2 minggu sekali saja.

Itulah beberapa tanaman yang cocok untuk penghuni rumah super sibuk. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Mudah Bayar PBB Secara Online, Bisa Lewat M-Banking!


Jakarta

Masyarakat wajib membayar Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun. Tidak perlu bingung cara membayar PBB karena kini bisa dilakukan secara online.

Menurut Undang-undang (UU) Nomor 12 tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, PBB adalah pungutan wajib berupa pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik aset properti, seperti rumah, gedung, kebun, sawah, hingga tanah. Jika telat atau tidak bayar PBB makan dapat dikenakan sanksi.

Maka dari itu, detikers harus membayar PBB secara tepat waktu. Jangan khawatir karena bayar PBB bisa dilakukan secara online, mulai dari mobile banking (m-banking) hingga berbagai marketplace.


Ingin tahu cara bayar PBB secara online? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Mudah Bayar PBB Secara Online

Saat ini, ada tiga cara mudah untuk membayar PBB secara online, yakni lewat situs resmi otoritas pajak milik daerah masing-masing, m-banking, dan marketplace. Mengutip arsip pemberitaan detikProperti, Jumat (30/5/2025), berikut langkah-langkahnya:

Situs Resmi Otoritas Pajak Daerah

Sebagai informasi, situs resmi otoritas pajak milik daerah bisa berbeda-beda tergantung wilayah. Meski begitu, tata cara pembayarannya pun bisa dibilang hampir sama. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Kunjungi situs resmi otoritas pajak yang ada di wilayah kamu
  2. Buka halaman e-SPPT PBB dan lakukan pendaftaran
  3. Isi data diri, meliputi: Nama, NIK, NPWP, nomor ponsel, dan alamat email
  4. Masukkan data verifikasi, seperti: Nomor Objek Pajak (NOP) serta nama wajib pajak pada SPPT
  5. Sistem akan melakukan pengecekan data verifikasi
  6. Jika proses verifikasi berhasil, link pengunduhan e-SPPT akan dikirim melalui email
  7. Tagihan PBB yang harus dibayarkan akan tertera di SPPT
  8. Lakukan pembayaran dengan QRIS atau metode lain.

M-banking

Sejumlah bank telah menyediakan fitur pembayaran PBB dengan cepat dan praktis. Berikut cara bayar PBB lewat m-banking dari berbagai bank:

1. BRImo

  • Login BRImo dengan menggunakan username dan password atau sidik jari
  • Pada halaman utama, pilih menu Tagihan.
  • Pilih Bayar PBB
  • Pilih Pembayaran Baru jika belum pernah melakukan pembayaran PBB melalui BRImo
  • Masukkan daerah, tahun bayar pajak, dan NOP
  • Cek detail tagihan, lalu pilih sumber dana
  • Lanjutkan pembayaran dan konfirmasi transaksi dengan memasukkan 6 digit PIN BRImo
  • Struk transaksi akan muncul jika pembayaran berhasil.

2. BCA Mobile

  • Login ke BCA mobile
  • Pilih menu ‘m-Payment’
  • Pilih ‘Pajak’
  • Pilih ‘Input No. Objek Pajak’ lalu masukan NOP
  • Pilih Tahun Pembayaran Objek Pajak
  • Cek detail tagihan yang muncul, klik OK
  • Masukkan 6 digit PIN transaksi
  • Setelah itu akan muncul konfirmasi pembayaran berhasil.

3. Livin’ by Mandiri

  • Buka aplikasi Livin’ by Mandiri
  • Masukkan userID dan password
  • Pilih menu Bayar/VA, lalu klik ‘Pajak’
  • Pilih wilayah pembayaran PBB
  • Masukkan NOP dan tahun bayar pajak, lalu klik ‘Lanjutkan’
  • Akan muncul informasi tagihan pajak yang harus dibayar
  • Lakukan pembayaran dengan memasukkan pin Livin’ by Mandiri
  • Setelah itu, struk akan muncul dan pembayaran PBB dinyatakan berhasil.

Marketplace

Saat ini, bayar PBB semakin mudah karena bisa melalui marketplace di Indonesia, seperti Shopee dan Tokopedia. Sebelum bayar, pastikan kamu sudah download aplikasinya dan login di smartphone.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk bayar PBB lewat berbagai marketplace:

1. Tokopedia

  • Buka aplikasi Tokopedia
  • Pada layanan kategori ‘Pajak & Pendidikan’ pilih ‘Pajak PBB’
  • Pilih provinsi, kota/kabupaten, dan tahun bayar PBB
  • Masukkan NOP pada kolom yang tersedia
  • Rincian pembayaran akan muncul secara otomatis, harap periksa data dan jumlah tagihan
  • Klik ‘Bayar’ dan pilih metode pembayaran yang diinginkan
  • Klik ‘Bayar Sekarang’
  • Pembayaran PBB diproses dan notifikasi akan muncul jika pembayaran berhasil.

2. Blibli

  • Buka aplikasi Blibli
  • Di halaman utama, pilih menu ‘Tagihan & Isi Ulang’ dan pilih kolom ‘PBB’
  • Lalu pilih tahun pajak/SPPT dan kota/kabupaten, kemudian masukkan NOP
  • Ketuk ‘Lihat tagihan’ untuk memastikan sudah benar
  • Cek kembali tagihan PBB, kemudian klik ‘Lanjut bayar’
  • Selesaikan pembayaran dengan metode yang kamu pilih
  • Jika sudah dibayar, muncul notifikasi pembayaran PBB berhasil.

3. Shopee

  • Buka aplikasi Shopee
  • Pilih layanan ‘Pulsa, Tagihan, dan Tiket’
  • Pada kategori ‘Tagihan’ pilih layanan PBB dengan ikon rumah
  • Pilih wilayah, tahun, dan masukkan NOP.
  • Klik ‘Lihat Tagihan’
  • Rincian biaya PBB yang harus dibayar akan muncul
  • Pilih metode pembayaran untuk lanjut membayar PBB
  • Jika sudah dibayar, muncul notifikasi pembayaran PBB berhasil.

Demikian tiga cara mudah bayar PBB secara online. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Cek Sertifikat Tanah Secara Online, Mudah dan Cepat


Jakarta

Sertifikat tanah merupakan salah satu dokumen penting karena berfungsi sebagai bukti sah atas kepemilikan tanah di mata hukum. Kini, cara cek sertifikat tanah bisa dilakukan secara online, lho.

Sebelum membeli tanah atau properti, penting untuk mengecek sertifikat tanah pemiliknya. Selain untuk menjamin legalitas dan keabsahan kepemilikan tanah, cara ini juga untuk menghindari adanya upaya pemalsuan sertifikat oleh oknum tak bertanggung jawab.

Jika dahulu sertifikat tanah harus dilihat secara langsung, kini masyarakat bisa mengeceknya secara online. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


Cara Cek Sertifikat Tanah Secara Online

Kalian dapat mengecek sertifikat tanah secara online melalui tiga cara, yaitu lewat aplikasi Sentuh Tanahku dan laman BHUMI. Berikut ini caranya.

Melalui Aplikasi Sentuh Tanahku

Masyarakat kini bisa mengecek sertifikat tanah melalui Sentuh Tanahku. Aplikasi ini bisa diunduh di Play Store dan App Store. Jika sudah di download, simak cara ceknya di bawah ini:

  1. Buka aplikasi Sentuh Tanahku
  2. Jika belum punya akun, silahkan daftar terlebih dahulu dengan ketuk ‘Masuk’ dan pilih ‘Daftar di Sini’ dan lengkapi data yang dibutuhkan
  3. Lalu cek link aktivasi di email dan klik tautan tersebut
  4. Login untuk masuk ke aplikasi Sentuh Tanahku dengan username dan password yang telah dibuat
  5. Di halaman utama, pilih layanan ‘Cari Berkas’
  6. Isi data diri yang diperlukan, kemudian klik ‘Cari Berkas’
  7. Setelah itu akan muncul sertifikat tanah yang ingin dicek.

Lewat Situs BHUMI

Pengecekan sertifikat tanah secara online juga bisa melalui situs BHUMI. Situs ini terintegrasi dengan geoportal ATLAS untuk menggambarkan bidang-bidang tanah yang terdaftar di Kementerian ATR/BPN. Bagaimana cara ceknya? Simak di bawah ini:

  1. Buka situs bhumi.atrbpn.go.id/peta
  2. Di bagian atas, klik simbol kaca pembesar di samping ‘Cari Lokasi’
  3. Lalu klik ‘Pencarian Bidang’ (NIB/HAK/NIBEL)
  4. Masukkan nama Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan
  5. Masukkan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) atau Nomor Hak
  6. Klik ‘Cari Bidang’
  7. Setelah itu akan muncul informasi terkait bidang tanah tersebut.

Demikian penjelasan tentang cara mengecek sertifikat tanah secara online. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Taruh Kipas Angin di 4 Area Ini, Ada yang Bisa Bikin Udara Makin Panas


Jakarta

Kipas angin sering digunakan ‘mengusir’ hawa panas di rumah. Umumnya, kipas angin ditempatkan di kamar tidur, ruang tamu, maupun ruang keluarga.

Walau demikian, ada beberapa area yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Salah satu alasannya karena bisa membuat ruangan terasa makin panas.

Area mana saja yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin? Dikutip dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


Di Permukaan Tinggi

Menaruh kipas angin di permukaan yang tinggi justru bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.

Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

Di Dekat Jendela

Kipas angin juga sebaiknya jangan ditaruh di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Namun, bisa berbeda kalau penghuni rumah menaruh dua kipas angin di dekat jendela, salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

Selain itu, menyalakan kipas angin yang berada di dekat jendela bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

Di Tempat Berdebu

Selanjutnya, jangan taruh kipas angin di tempat yang berdebu. Sebab, bisa menerbangkan debu-debu yang memicu alergi.

Kalau kipas angin sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

Di Dekat Tanaman

Menyalakan kipas angin di dekat tanaman bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Maka dari itu, sebaiknya tidak menempatkan kipas angin di dekat tanaman, apalagi yang membutuhkan kelembapan tinggi.

Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kena PHK pas Punya Cicilan KPR? Begini Cara Minta Keringanan Bank



Jakarta

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam berbagai sektor sejak awal 2025. Banyak karyawan yang diputus hubungan kerja secara tiba-tiba, bahkan beberapa di antaranya belum sempat mencari tempat kerja baru.

Banyak masalah baru yang muncul akibat PHK. Bukan hanya soal meningkatnya pengangguran, jumlah KPR bermasalah juga akan naik karena ketidakmampuan debitur untuk melanjutkan angsuran.

Menurut Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo status gagal bayar bisa dicegah apabila debitur langsung meminta keringanan kepada bank yang bersangkutan. Ia mengatakan bank memiliki beberapa program yang dapat meringankan cicilan KPR bagi korban PHK.Debitur dapat mencari jalan keluar terkait angsuran tersebut apakah bisa diturunkan jumlah cicilannya atau meminta diperpanjang tenornya.


“Bank biasanya lebih terbuka untuk membantu jika debitur proaktif dan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi keuangan mereka,” kata Arianto kepada detikcom.

Pihak bank nantinya akan meminta beberapa berkas tambahan yang menunjukkan bukti kondisi terkini debitur yang membutuhkan keringanan angsuran. Untuk detail berkas yang harus disiapkan, masing-masing bank memiliki aturan yang berbeda-beda.

“Syarat yang diatur biasanya untuk memastikan keabsahan kondisi kesulitan yang disampaikan debitur, misalnya release letter jika kasus PHK,” ujarnya.

Senada dengan Arianto, Perencana Keuangan dari Alliance Advisors Group Indonesia Andy Nugroho menyarankan, korban PHK menghubungi pihak bank terkait kondisi mereka terkini dan menyiapkan bukti status pekerjaan saat ini. Debitur juga sebaiknya melakukan pengajuan keringanan angsuran untuk mencegah terjadinya gagal bayar yang dapat berakibat rumah disita.

“Syaratnya adalah segera datang ke bank pemberi KPR begitu kita dinyatakan kena PHK, dalam artian jangan menunggu beberapa waktu atau sampai menunggak selama beberapa periode pembayaran dulu baru lapor,” ujarnya ketika dihubungi detikcom, Kamis (25/7/2024) lalu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



Jakarta

Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

“Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

“Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

“Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

“Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Bikin Taman di Rumah


Jakarta

Taman bisa menjadi area penunjang tampilan rumah, terutama jika lokasinya di depan. Taman yang tersusun rapi dan ditumbuhi banyak tanaman, menambah kesan asri pada rumah.

Tentu, untuk mewujudkan bentuk taman yang idaman, tidak bisa dibuat asal. Perlu banyak pertimbangan agar tampilannya indah saat hari cerah maupun gelap.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat taman di rumah? Berikut beberapa tipsnya.


1. Mengetahui Luas Taman yang Akan Dibuat

Menurut Arsitek Denny Setiawan, saat ingin membuat taman, pemilik rumah perlu mengetahui luas area yang akan digunakan. Hal ini untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di sana.

2. Tentukan Konsep Taman

Saat ini untuk mencari konsep taman, bisa melihat-lihat dari internet. Meskipun tidak bisa diikuti 100 persen, tetapi ada beberapa konsep yang cocok dengan luas bangunan dan selera pemiliknya. Dengan adanya konsep taman, lebih mudah untuk menentukan barang dan jenis tanaman apa saja yang harus dibeli.

“Ada taman kering yang pakai pot. Ada taman Jepang yang pakai batu-batu krikil atau ada taman tropis yang isinya adalah pohon-pohonan tropis,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

3. Pilih Tanaman yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

Apabila di halaman rumah ingin ditanam pohon berkayu besar, cari jenis tanaman yang akarnya tidak merusak fondasi rumah yakni yang memiliki akar tunggal, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

Denny tidak menyarankan untuk menanam pohon akasia di rumah karena akarnya berserabut dan bisa merusak rumah. Namun, memang pohon akasia memiliki daya tarik yakni daunnya yang rimbun.

4. Pertimbangkan Beli Hiasan Taman

Selain tanaman, Denny juga menyarankan untuk membeli pernak-pernik yang bisa dipasang di taman seperti bebatuan, lampu, dan lainnya.

Denny mengingatkan, saat membuat taman, tidak perlu semua harus selesai di satu waktu. Segala perlengkapannya bisa dibeli satu-satu sehingga tidak terlalu gegabah dan tidak membuat pengeluaran bulanan membengkak.

“Sebenarnya untuk budget itu nggak terlalu gede untuk membuat taman. Taman ini kan sebenarnya bisa dilakukan secara tumbuh. Artinya ketika kita punya uang kita bisa beli pohon tambahan yang kita mau,” terangnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Estimasi Biaya Pasang Kanopi di 2025 Lengkap dengan Cara Hitungnya


Jakarta

Memasang kanopi dapat memberikan sejumlah manfaat untuk hunian, misalnya bisa mencegah panas dan hujan pada area carport. Selain itu, pemasangan kanopi juga bisa menambah estetika rumah sehingga terlihat lebih cantik.

Biasanya, pemasangan kanopi dilakukan menggunakan jasa tukang kanopi secara borongan. Meski begitu, detikers juga perlu menghitung biaya pasang kanopi sendiri untuk mengetahui seberapa besar dana yang dibutuhkan.

Ada cara menghitung biaya pasang kanopi yang perlu kamu ketahui. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya dalam artikel ini.


Estimasi Biaya Pasang Kanopi

Ada sejumlah biaya yang harus dihitung untuk memasang kanopi di rumah. Namun karena masih estimasi, maka harganya bisa berbeda-beda tergantung dari material yang dipilih.

Mengutip catatan detikProperti, berikut estimasi biaya pasang kanopi di rumah, mulai dari tiang hingga atapnya:

Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Kanopi

Langkah pertama, kamu harus menghitung kebutuhan baja ringan yang digunakan pada rangka atap kanopi. Sebagai contoh, kamu membuat kanopi standar rangka baja ringan dengan ukuran panjang 5 meter dan lebar 3 meter.

1. Menghitung Tiang

Untuk kanopi standar, biasanya rangka kanopi membutuhkan tiang yang tingginya masing-masing 3 meter. Pada umumnya, setiap tiang dibuat dua rangkap agar lebih kuat.

Rumus perhitungannya adalah: 6 x 3 x 2 = 36 meter. Jadi, kebutuhan rangka baja ringan untuk tiang sepanjang 36 meter.

2. Menghitung Gording

Gording merupakan rangka sisi yang melebar. Apabila lebar kanopi 3 meter dan panjang 5 meter, gording yang dibutuhkan sekitar tiga buah. Rumus perhitungannya adalah: 3 x 3 = 9 meter.

Sebagai catatan, biasanya gording dapat dipasang bolak-balik atau dua lapisan. Hal ini tergantung keinginan masing-masing pemilik rumah.

3. Menghitung Kaso

Kaso merupakan rangka yang memanjang pada kanopi. Sebagai contoh, dibutuhkan 4 kaso dengan masing-masing panjang 5 meter, sehingga rumusnya: 4 x 5 = 20 meter.

4. Menghitung Reng

Jarak antara reng umumnya sekitar 50-60 cm. Dengan lebar 3 meter dan panjang 5 meter, maka reng yang dibutuhkan sekitar 8 batang. Rumus perhitungannya adalah: 8 x 3 = 24 meter.

5. Total Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Dari perhitungan tadi, maka total kebutuhan baja ringan adalah: 36 + 9 + 20 = 65 meter. Sedangkan total reng yang dibutuhkan adalah 24 meter.

6. Konversi Menjadi Batang

Diketahui, baja ringan umumnya memiliki ukuran 6 meter per batang. Maka, rumus perhitungannya menjadi:

  • Kebutuhan baja ringan 65 : 6 = 11 batang
  • Kebutuhan reng 24 : 6 = 4 batang.

Biasanya, kebutuhan baja ringan ditambahkan spare untuk mengantisipasi kekurangan bahan. Maka dari itu, lebih baik ditambahkan masing-masing 1 batang sehingga total menjadi 12 batang baja ringan dan 5 batang reng. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada material yang rusak atau kurang.

Perhitungan Biaya Pasang Kanopi

Setelah mencari tahu kebutuhan baja ringan, kini saatnya menghitung biaya yang dibutuhkan untuk pasang kanopi. Simak di bawah ini:

1. Total Biaya Baja Ringan

Terdapat beragam jenis baja ringan di pasaran. Sebagai contoh, kamu membeli baja ringan jenis Taso dengan ketebalan 1 milimeter. Di pasaran, harga baja ringan Taso dengan tebal 1 mm sekitar Rp 165.000 per batang. Maka biaya diperlukan adalah:

Rp 165.000 x 11 batang = Rp 1.815.000.

Sedangkan harga reng baja ringan merek taso dengan ketebalan 0,45 mm harganya sekitar Rp 70.000 di pasaran. Jadi, total biaya untuk reng aadalah:

Rp 70.000 x 4 = Rp 280.000

Jika ditotal maka jumlahnya: Rp 1.815.000 + Rp 280.000 = Rp 2.095.000.

2. Biaya Baut

Pemasangan kanopi juga membutuhkan baut. Untuk baut baja ringan harganya sekitar Rp 110.000.

3. Biaya Atap Kanopi

Langkah berikutnya menghitung biaya atap kanopi. Dengan panjang 5 meter dan lebar 3 meter, maka total luas kanopi adalah 15 meter.

Saat ini, ada banyak pilihan atap kanopi di pasaran. Ambil contoh atap kanopi Alderon uPVC berongga dengan ketebalan 10 mm yang harganya sekitar Rp 180.000/meter. Maka, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp 2.700.000.

4. Biaya Tukang dan Lainnya

Pemasangan kanopi setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari, tergantung dari luas kanopi, tingkat kerumitan, dan faktor cuaca. Pemasangan kanopi biasanya dilakukan oleh tukang dengan hitungan borongan.

Upah tukang borongan untuk pemasangan kanopi mungkin bisa berbeda-beda, tapi bisa diasumsikan menjadi Rp 150.000 per orang dalam sehari. Pemasangan kanopi biasanya dikerjakan oleh 2 orang tukang dalam waktu 4 hari. Maka total biaya yang dibutuhkan adalah:

2 tukang x upah Rp 150.000 x 4 hari = Rp 1.200.000.

Total Biaya Pasang Kanopi

Setelah menghitung biaya material hingga upah tukang, maka total biaya pemasangan kanopi untuk ukuran 3 x 5 meter adalah:

Rp 2.095.000 + Rp 110.000 + Rp 2.700.000 + Rp 1.200.000 = Rp 6.105.000.

Sebagai pengingat, harga di atas hanya estimasi saja. Biaya pasang kanopi mungkin bisa lebih murah atau justru lebih mahal tergantung dari luas kanopi, pemilihan material, hingga negosiasi upah dengan tukang borongan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Jarak Aman Tanam Pohon di Rumah


Jakarta

Menanam pohon di rumah tentu bisa membuat pekarangan terasa adem dan asri. Apalagi jika menanam pohon yang buahnya bisa langsung dikonsumsi, tentu bisa membuat pemiliknya senang.

Akan tetapi, menanam pohon tidak bisa sembarangan. Sebab, bisa saja ada kejadian yang tidak diinginkan, misalnya akar pohon merusak fondasi rumah.

Ada jarak aman yang harus dilakukan saat menanam pohon, apalagi jika yang ditanam adalah pohon yang besar. Kira-kira, berapa ya jarak aman menanam pohon di rumah?


Jarak Aman Tanam Pohon di Rumah

Dilansir dari jimstrees.com.au, jarak penanaman pohon bisa dilakukan berdasarkan tinggi pohon. Berikut daftarnya.

– Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak amannya setidaknya 3 meter dari bangunan
– Tinggi pohon 8-15 meter, jarak amannya sekitar 4-6 meter dari bangunan
– Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak amannya setidaknya 10-15 meter

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Tanam Pohon di Rumah

Selain jarak dan tinggi pohon, ada juga hal-hal yang harus diperhatikan saat ingin menanam pohon di dekat rumah. Dilansir dari situs A Plus Tree, berikut ini informasinya.

Luas Tajuk Pohon

Lebar pohon yang ditanam juga harus diperhatikan karena bisa saja memerangkap kelembapan dan kotoran.

Laju Pertumbuhan

Laju pertumbuhan pohon juga harus diperhatikan. Biasanya, pohon yang tumbuhnya lambat bisa bertahan lebih lama.

Kebutuhan akan Sinar Matahari, Tanah, dan Kelembapan

Hal-hal tersebut harus diperhatikan karena jika tidak bisa saja pohon tidak tumbuh.

Zona Ketahanan

Penghuni rumah harus memperhatikan zona ketahanan wilayah dan pilih pohon yang sesuai dengan kondisi wilayah tempat tinggal. Sebab, menanam pohon yang tidak sesuai dengan kondisi daerah bisa membuat pohon mati.

Itulah informasi mengenai jarak aman dan hal-hal yang harus diperhatikan saat ingin menanam pohon di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com