Tag: klik

  • 3 Hal yang Wajib Dicek pada Instalasi Listrik Usai Beli Rumah


    Jakarta

    Ketika membeli rumah siap huni, ada banyak yang harus dicek, salah satunya adalah status kelistrikannya. Hal ini bukan hanya untuk mengecek listrik di rumah berfungsi, tetapi memang sudah terpasang dengan baik dan aman digunakan.

    Banyak kejadian pemilik rumah baru hanya mengecek kondisi bangunan dan surat menyurat. Bagian listrik justru dilewatkan karena berpikir cara pemeriksaannya cukup dengan melihat setiap colokan berfungsi dan lampu menyala.

    Dilansir dari unggahan Instagram PLN, seperti yang dilihat detikcom pada Selasa (2/9/2025), berikut beberapa hal yang seharusnya dicek saat membeli rumah baru.


    1. Cek Instalasi Kelistrikan

    Memastikan lampu menyala dan colokan berfungsi ternyata tidak cukup. Pemilik rumah juga harus memastikan instalasi listrik dipasang rapi, aman, dan punya Sertifikat Laik Operasi (SLO). Untuk mendapatkan SLO, nanti akan ada perwakilan PLN yang datang untuk memeriksa dan menerbitkan sertifikat tersebut jika sudah dinyatakan pemasangannya layak.

    2. Cek Rekening Listrik

    Bagi yang rumahnya memakai listrik pascabayar, pemiliknya harus mengecek riwayat tagihan listriknya. Pastikan tidak ada tunggakan agar terhindar dari masalah pasca pembelian.

    Cara mengecek rekening listrik bisa secara online melalui PLN Mobile, dengan cara berikut.

    1. Klik ikon Akun

    2. Pilih sub menu Layanan Saya

    3. Pilih ID Pelanggan

    4. Pilih Riwayat Penggunaan.

    3. Pastikan kWh Meter Berjalan Normal

    kWh meter adalah meteran listrik yang biasa dipasang di luar rumah. Alat ini adalah sumber utama listrik dapat mengalir atau mati. Cara pengecekannya lewat fitur pengaduan di PLN Mobile agar pihak PLN sendiri yang mengecek.

    “Ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran listrik dari pemilik sebelumnya,” tulis PLN dalam unggahan resminya di Instagram @pln_id, dikutip Selasa (2/9/2025).

    Itulah beberapa hal perihal kelistrikan yang harus dicek saat membeli rumah. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Jam Dinding pada 6 Titik Ini di Rumah, Kenapa?


    Jakarta

    Jam dinding umumnya akan dipasang di tempat yang terbuka agar bisa melihat waktu dengan mudah dan jelas. Misalnya di dinding ruang tamu, kamar tidur, atau dekat dapur.

    Ternyata, memasang jam dinding di rumah tidak boleh dilakukan sembarangan, lho. Menurut ilmu feng shui, jam adalah simbol berlalunya waktu atau lebih tepatnya seiring waktu berjalan.

    Feng shui menilai jam dinding merupakan hitungan mundur dari waktu yang terbatas untuk banyak hal, mulai dari tugas, pencapaian, hingga rentang hidup. Maka dari itu, feng shui mengajarkan untuk memilih lokasi yang tepat dalam memasang jam dinding agar energi (qi) positif bisa masuk ke rumah.


    Ingin tahu titik mana saja di rumah yang dilarang untuk memasang jam dinding? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ini Titik di Rumah yang Dilarang Dipasang Jam Dinding

    Dilansir situs Love to Know, berikut sejumlah titik di dalam rumah yang perlu dihindari untuk menggantung jam dinding menurut feng shui:

    1. Samping Jendela atau Pintu

    Titik yang pertama adalah di samping jendela atau pintu. Feng shui menilai penempatan jam dinding di kedua titik tersebut membuat energi positif bergerak terlalu cepat. Hal itu membuat penghuni rumah akan merasa selalu tertinggal dalam berbagai tugas atau mencapai tujuan di dunia.

    2. Di Bawah atau di Atas Ketinggian Mata

    Memasang jam dinding lebih tinggi atau rendah dari ketinggian mata juga tidak dianjurkan. Hal ini membuat energi positif mengalir kurang seimbang sehingga energi tidak dapat menyebar secara merata ke seluruh ruangan.

    3. Di Atas Jendela atau Pintu

    Jam dinding sebaiknya tidak dipasang tepat di atas jendela atau pintu rumah. Menurut ajaran feng shui, titik ini dianggap kurang nyaman sehingga jam dinding akan sulit dilihat dan dijangkau penghuni rumah, terutama saat ingin mengganti baterai atau memperbaiki jarum penunjuk waktu.

    4. Berhadapan dengan Pintu

    Apabila pintu depan rumah berhadapan dengan pintu belakang, sebaiknya jangan memasang jam dinding di antara titik tersebut. Posisi ini dinilai dapat mengundang sial dan malapetaka menurut ilmu feng shui.

    Sebab, jam dinding yang dipasang pada posisi berhadapan dengan pintu bisa memantulkan energi positif yang seharusnya mengalir ke seluruh ruangan.

    5. Kamar Tidur

    Banyak pemilik rumah yang memasang jam dinding di kamar tidur agar bisa melihat waktu secara cepat ketika bangun. Namun, feng shui menilai pemasangan jam dinding di kamar tidur bisa membawa energi buruk.

    Jam dinding yang dipasang di kamar tidur bisa membuat penghuni rumah merasa tergesa-gesa, gugup, gelisah saat tidur, bahkan menyebabkan manusia. Terkadang, suara detak jarum jam bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.

    6. Ruang Makan

    Ruang makan jadi lokasi terakhir yang dilarang dipasang jam dinding. Menurut ajaran feng shui, jam dinding di ruang makan bisa membuat kamu menghabiskan makanan secara tergesa-gesa. Padahal, setiap makanan atau minuman yang dihidangkan harus disantap secara perlahan sambil dinikmati.

    Itulah enam titik di rumah yang sebaiknya jangan dipasang jam dinding menurut feng shui. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Aman Nggak Sih Menyalakan Lampu Teras 24 Jam Saat Rumah Kosong?



    Jakarta

    Sering kita lihat rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya liburan hanya diterangi lampu pada bagian depan. Lampu tersebut bisa menyala lebih dari 24 jam.

    Pada malam hari, rumah tersebut terlihat sama seperti rumah berpenghuni karena lampu halamannya menyala. Namun, pada siang hari tetangga atau orang yang lewat di depan rumahnya akan sadar bahwa rumah tersebut kosong karena lampu depan terus menyala tanpa ada aktivitas.

    Pada awalnya orang berpikir ini adalah cara efektif untuk mengamankan rumah saat ditinggal pergi. Sebab, secara tak langsung tetangga mengetahui rumah tersebut kosong. Namun, bagi orang yang berniat mencuri, mereka mendapat sinyal bahwa ada kesempatan untuk menjarah rumah tersebut.


    Lantas, apakah masih relevan untuk terus menghidupkan lampu depan 24 jam saat pergi liburan?

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, pakar keamanan Brinks Home Sara Harshbarger mengatakan menghidupkan lampu bagian luar tanpa dimatikan bukan keputusan yang tepat. Sebab, hal tersebut tidak memberikan keamanan pada rumah, melainkan dapat menarik perhatian pencuri untuk datang.

    “Jika pencahayaan luar ruangan adalah satu-satunya langkah keamanan yang ada, hal itu justru dapat tidak memberikan rasa aman bagi pemilik rumah,” jelasnya.

    Selain itu, menghidupkan lampu lebih dari 24 jam tanpa dimatikan adalah tindakan pemborosan listrik dan menyebabkan polusi cahaya.

    Sara menegaskan menyalakan lampu bagian depan ketika sedang tidak berada di rumah seharusnya berfungsi sebagai penerangan terutama bagian halaman dan jalanan di depan dan keamanan. Namun, apabila lampu tersebut menyala 24 jam bahkan saat matahari terang, fungsinya tak lagi tepat.

    Tips Menyalakan Lampu Depan Rumah yang Tepat

    Cara yang tepat untuk menyalakan lampu depan ketika sedang tidak ada di rumah adalah memakai lampu yang bisa hidup dan mati secara otomatis. Penghuni rumah bisa memilih lampu yang dilengkapi dengan sensor gerak, cahaya, atau yang memiliki penjadwalan waktu mati dan menyala.

    Lampu sensor gerak dapat mengejutkan calon penyusup sekaligus mengatasi potensi polusi cahaya atau masalah konsumsi energi. Lampu yang menyala sesuai jadwal juga akan menghindari rumah dari penyusupan.

    “Sistem pencahayaan pintar yang menggunakan pengatur waktu menawarkan solusi hebat lainnya. Sistem ini menghemat energi sekaligus menciptakan kesan seolah-olah ada orang di rumah, yang dapat menjadi pencegah yang kuat,” terangnya.

    Jika tidak bisa memasang lampu pintar yang bisa menyala dan hidup melalui sensor, pakai bohlam LED yang hemat energi.

    Itulah cara memasang lampu bagian depan yang tepat agar tidak mengundang pencuri. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Geser! Ini Cara Resmi Pindahkan Meteran Listrik di Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah yang mendapat aliran listrik tentu punya alat ukur yang disebut meteran listrik atau kWh meter. Letak alat ini sudah tetap di rumah dan nggak bisa asal dipindah.

    Namun, ada kalanya pemilik rumah mau memindahkan meteran listrik, salah satunya bisa karena sedang melakukan renovasi. Pemilik boleh saja memindahkan meteran listrik tapi caranya harus sesuai prosedur agar tidak dikenakan denda.

    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto pernah mengatakan konsumen dilarang memindahkan meteran listrik sendiri secara langsung. Apalagi kalau dilakukan tanpa ada pelaporan resmi.


    Lantas, bagaimana cara memindahkan meteran listrik ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Prosedur Pindah Meteran Listrik

    Inilah prosedur resmi untuk memindahkan meteran listrik tanpa kena denda.

    1. Lapor ke PLN

    Pemilik rumah yang ingin mengubah posisi meteran listrik perlu melapor ke pelayanan PLN terdekat atau melalui aplikasi PLN Mobile. Hal ini terkait dengan keamanan instalasi tenaga listrik.

    “Pelaporan ini harus dilakukan secara resmi ke PLN, jangan digeser atau dipindahkan sendiri atau melalui jasa instalatir karena meteran listrik adalah aset milik PLN,” kata Gregorius dalam keterangannya dikutip dari situs resmi PLN, Kamis (4/9/2025).

    2. Petugas PLN Survei Lokasi

    Selanjutnya, petugas PLN akan datang ke lokasi konsumen untuk survei. Mereka bakal menjawab permohonan pelanggan dan menyebutkan biaya pemindahan serta instalasi kWh meter.

    3. Bayar Biaya Pindah Meteran Listrik

    Kemudian, pemilik memenuhi pembayaran biaya pindah meteran listrik. Pemilik rumah akan menggunakan nomor registrasi resmi yang dapat dibayar melalui PLN Mobile, Payment Point Online Bank (PPOB) atau marketplace lainnya.

    Besaran biaya bisa bervariasi tergantung jumlah penggantian jenis material yang dibutuhkan sesuai hasil survei. Perlu diingat, pemilik tidak diperkenankan untuk membayar biaya pindah meteran listrik secara langsung kepada petugas.

    “Semua semakin mudah dengan aplikasi PLN Mobile, konsumen cukup melaporkan lewat Pengaduan dan memilih permasalahan kWh meter layanan Pasca Bayar maupun Prabayar serta cukup memasukkan deskripsi terkait permintaan pemindahan kWh Meter di rumah,” ucapnya.

    Itulah cara memindahkan meteran listrik secara resmi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mudah Hemat Listrik biar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Setiap bulan ada tagihan listrik menunggu untuk dibayar oleh pemilik rumah. Besar tagihan itu tergantung pada pemakaian penghuni rumah.

    Pemakaian listrik yang berlebihan bisa membuat tagihan menjadi mahal. Untuk menyiasatinya, penghuni dapat membatasi penggunaan listrik. Namun, bukan berarti penghuni harus gelap-gelapan terus di rumah ya.

    Lantas, bagaimana cara mudah untuk menghemat penggunaan listrik? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Hemat Listrik

    Inilah beberapa tips untuk menekan tagihan listrik, dikutip dari Times of India.

    1. Efisien Pakai Mesin Cuci

    Mesin cuci termasuk perangkat yang menyita banyak daya listrik. Pastikan untuk mengisi mesin cuci dengan cukup penuh setiap akan digunakan. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu sehingga tidak perlu sering menyalakan mesin cuci.

    2. Pilih Perangkat Hemat Energi

    Pilihlah perangkat elektronik yang hemat energi. Meski perangkat ini cukup mahal, penghuni dapat menghemat listrik ke depannya.

    3. Strategi Pakai AC

    AC juga tergolong sebagai perangkat yang menyedot banyak daya listrik di rumah. Semakin rendah pengaturan suhu AC, semakin banyak listrik yang terpakai.

    Penghuni dapat menyiasati penggunaan AC biar lebih hemat. Caranya dengan mengatur suhu 24 derajat Celsius sambil menyalakan kipas angin.

    4. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Salah satu cara mudah untuk menghemat listrik adalah meminimalisir penggunaan lampu. Manfaatkan cahaya alami yang masuk melalui ventilasi, jendela, dan skylight di siang hari. Lalu, matikan lampu jika tidak terlalu dibutuhkan.

    5. Pakai Bohlam LED

    Kemudian, gunakan bohlam LED karena dapat menghemat listrik. Bohlam LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama, lho.

    6. Cabut Aliran Listrik Tak Terpakai

    Terakhir, jangan lupa untuk mencabut aliran listrik perangkat dari stopkontak ketika tidak digunakan. Listrik tetap akan tersedot selama kabelnya masih tersambung ke stopkontak.

    Itulah cara mudah untuk menghemat listrik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Meteran Listrik Terendam Banjir Harus Langsung Diganti, Begini Cara Lapornya



    Jakarta

    Saat terjadi banjir yang merendam hampir seluruh rumah, biasanya listrik di daerah tersebut akan mati total. Pemadaman bisa terjadi cukup lama, bahkan setelah air surut.

    Hal ini untuk mencegah korsleting listrik karena kWh meter atau meteran listriknya pasti terendam. Selain itu, kondisi kWh meter tersebut berbahaya jika digunakan kembali. Hal yang harus dilakukan adalah melaporkan kondisi tersebut ke pihak PLN.

    Pemilik rumah tidak boleh mencoba menyalakan listrik sendiri langsung dari kWh meter. Hal tersebut berbahaya karena kita tidak tahu bagian apa yang rusak dan tidak. Daripada terjadi korsleting listrik atau tersetrum, lebih baik serahkan kepada ahlinya saja.


    Proses perbaikannya adalah dengan mengganti kWh meter dengan yang baru. Sebelum diganti instalasi listrik di rumah akan dicek oleh petugas PLN.

    Untuk mengganti kWh Meter ini, pemilik rumah harus melaporkan kondisi rumah yang baru terendam banji agar ada petugas yang datang. Cara pelaporannya sebagai berikut.

    Cara Ganti kWh Meter yang Terendam Banjir

    Cara membuat laporan penggantian kWh meter, menurut petugas pelaksana penyambungan PT PLN Bungsu dengan mengajukan melalui aplikasi PLN Mobile.

    “Di PLN Mobile aja. Nanti lapor aja, misalkan berapa rumah seperti itu. Kalau kena banjir itu semuanya harus diganti seharusnya,” kata Bungsu kepada detikcom saat ditemui di Bekasi, Rabu (13/3/2025).

    Bungsu mengungkapkan, seluruh penggantian kWh meter tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Apabila di dalam kWh meter masih terdapat sisa token listrik maka tidak akan hangus.

    “Nggak ada biaya. Itu (kWh meter) kan masih aset PLN. Kalau ada sisa pulsanya pasti diganti di PLN. Itu kan dicatat dulu sisanya (pulsa) berapa,” ujarnya.

    Terkait waktu penggantian kWh meter, Bungsu menyebut setelah laporan dari pelanggan masuk, pihak PLN akan mengirim orang ke rumah yang tertera pada nomor pelanggan. Pemilik rumah pun tak harus ada di tempat saat penggantian kWh meter karena petugas dapat melakukannya sendiri.

    Cara Ajukan Laporan Ganti kWh Meter di PLN Mobile

    Bagi masyarakat yang ingin mengajukan soal masalah kelistrikan di rumah, seperti mengganti kWh meter, kini bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Unduh aplikasi PLN Mobile di smartphone
    2. Buka fitur Pengaduan
    3. Isi form pengaduan yang sudah tersedia
    4. Siapkan nomor pelanggan yang tertera pada kWh meter dan lampirkan foto kondisi kWh meter
    5. Kirim laporan dan tunggu hingga petugas datang
    6. Cek secara berkala kelanjutan laporan kamu di fitur Riwayat Pengaduan.

    Itulah cara ganti kWh meter dengan unit baru melalui aplikasi PLN Mobile. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Menyapu Lantai Rumah Setiap Hari? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Menyapu merupakan pekerjaan rumah tangga yang paling dasar. Dengan menyapu, debu dan kotoran yang menempel di lantai dapat terangkat sehingga tidak memberikan kesan berpasir saat diinjak.

    Namun, beberapa orang kerap malas untuk menyapu rumah sehingga lantai disapu hanya beberapa kali dalam seminggu. Di sisi lain, justru ada pemilik rumah yang rutin menyapu lantai, bahkan bisa tiga kali dalam sehari.

    Adanya perbedaan prinsip dalam menyapu lantai menimbulkan pertanyaan, apakah perlu menyapu lantai rumah setiap hari? Biar nggak bingung, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Perlukah Menyapu Lantai Setiap Hari?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, tidak ada aturan tertulis soal menyapu lantai. Kamu boleh menyapu lantai satu kali dalam sehari atau tiga hari sekali. Semua itu tidak masalah asalkan seluruh kotoran dan debu dapat terangkat.

    Namun, ada sejumlah faktor yang mengharuskan kamu untuk menyapu lantai setiap hari. Berikut faktor-faktornya:

    1. Ada Anak Kecil di Rumah

    Apabila kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak, disarankan untuk menyapu lantai setiap hari. Sebab, debu dan kotoran yang menempel di lantai bisa saja masuk ke dalam tubuh si kecil secara tidak sengaja. Kuman dan bakteri yang tertelan ke dalam tubuh bisa menimbulkan penyakit bagi sang buah hati.

    2. Punya Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan berbulu di rumah seperti kucing, maka dianjurkan untuk menyapu lantai secara rutin. Sebab, bulu hewan yang rontok dapat berbahaya bagi kesehatan para penghuni rumah.

    “Penting untuk menjaga kebersihan lantai yang sering dilalui, jika Anda memiliki hewan peliharaan maka kamu perlu menyapu lantai lebih sering,” kata pakar pembersih profesional Ivan Ivanov.

    3. Faktor Lingkungan Rumah

    Jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka kamu harus rutin menyapu lantai secara rutin. Sebab, debu dan kotoran bisa menempel di lantai, furnitur, hingga sela-sela pintu dan jendela.

    Apabila tetangga di sebelah rumah sedang melakukan renovasi besar-besaran, maka kamu harus menyapu lantai setiap hari. Soalnya, partikel debu dan pasir bisa terbang ke halaman rumah, sehingga jadi berdebu dan lantai terasa berpasir saat diinjak.

    4. Ruangan

    Seberapa sering kamu harus menyapu lantai juga tergantung dari ruangan di rumah. Untuk area dapur, ruang makan, ruang tamu, dan pintu masuk rumah perlu disapu secara rutin karena sering dilalui.

    Khusus dapur dan ruang makan, kamu perlu menyapu lantai setelah masak dan menyantap makanan. Terkadang, ada sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari penghuni rumah. Kalau sisa makanan dibiarkan saja maka dapat mengundang semut, lalat, dan kecoak masuk ke rumah.

    Untuk ruangan seperti kamar tidur dan ruang kerja sebaiknya tidak perlu disapu setiap hari, tapi tetap dibersihkan secara teratur agar tidak ada debu dan kotoran. Kamu bisa menyapu ruangan tersebut setiap 2-3 hari sekali.

    “Sangat penting untuk menyapu lantai, lalu dilanjutkan dengan mengepel. Sebab, seiring waktu debu dan kotoran dapat menumpuk dan membuat lantai Anda berpasir,” pungkas Ivan.

    Itulah penjelasan tentang menyapu lantai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Kloset Duduk yang Higienis dan Sesuai Kebutuhan


    Jakarta

    Kloset duduk merupakan alat sanitasi yang sering digunakan oleh penghuni rumah. Untuk itu, pemilik rumah perlu memastikan kloset tersebut nyaman digunakan dan sesuai kebutuhan.

    Pemilihan kloset bisa disesuaikan dengan selera penggunanya. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih kloset, termasuk dari segi kebersihan. Sebab, benda yang sering terpapar kotoran ini perlu rajin dibersihkan.

    Lantas, bagaimana cara pilih kloset yang sesuai kebutuhan? Berikut ini penjelasannya.


    Cara Pilih Kloset Duduk

    Inilah langkah-langkah untuk memilih kloset duduk.

    1. Desain Kloset

    Head of Marketing Kohler K&B Indonesia, Maria Veronica mengatakan pemilik rumah perlu menentukan desain kloset. Beberapa jenis kloset antara lain bentuknya dua bagian, satu bagian, atau intelligence alias toilet pintar.

    “Dua piece itu antara tangki dan bowl terpisah sehingga pembersihan ada sedikit ekstra di antara sambungan itu. Kalau satu piece, dia udah ngambil itu gabungan, jadi dari hal pembersihan lebih mudah,” kata Maria di Indonesia Design District, Selasa (16/9/2025).

    Kemudian, eksterior kloset ada yang berlekuk maupun full skirted alias tertutup. Pemilik rumah bisa memilih bentuk kloset sesuai preferensi.

    Desain berlekuk mungkin terlihat manis bagi sebagian orang tetapi perlu pembersihan ekstra. Berbeda halnya dengan eksterior tertutup mudah dibersihkan karena permukaannya datar.

    Untuk dalam kloset, ada bagian samping dengan rim (tertutup) atau rimless (terbuka) atau samping terbuka atau tertutup. Maria menyebut kloset rimless lebih mudah untuk dibersihkan.

    2. Teknologi Siram Kloset

    Selain itu, pemilik bisa memilih kloset berdasarkan flushing technology atau cara kloset disiram. Beberapa pilihan di pasaran adalah kloset dengan penyiraman ke bawah, memutar, serta teknologi lainnya.

    “Kalau misalnya di-flush, airnya cuma turun ke bawah jadi ngikutin gravitasi. Nah, itu pembersihannya enggak maksimal. Di toiletnya kita itu revolution 360 jadi dia muter,” jelasnya.

    3. Pusat Pelayanan

    Terakhir, Maria menganjurkan untuk memastikan produk kloset yang dipilih mempunyai pusat pelayanan.Pemilik juga perlu tahu di mana bisa mendapatkan spare part. Dengan begitu, ada pihak yang dapat dihubungi sewaktu-waktu diperlukan.

    “Spare part-nya bisa available di mana, service center-nya bisa contact di mana. Itu juga penting banget,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa tapi Tak Sama, Apa Perbedaan Meteran Listrik dan MCB?



    Jakarta

    Instalasi kelistrikan di rumah banyak sekali jenisnya. Semua pemilik rumah harus mengenalinya agar apabila terjadi masalah bisa menjelaskan di mana letak kesalahannya.

    Salah satu yang sering salah penyebutan adalah meteran dan MCB. Orang sering salah mengira jika MCB adalah alat meteran di rumah, padahal MCB hanya berupa tombol di bagian bawah alat meteran listrik.

    Keduanya memang tidak terpisahkan, tetapi keduanya berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasannya.


    Fungsi Meteran Listrik dan MCB

    Menurut National Sales Director PT Hager Electro Indonesia Linda Koesno meteran listrik atau disebut pula dengan kWh meter berfungsi untuk menampilkan informasi besar kebutuhan dan pemakaian listrik di rumah.

    kWh meter membutuhkan MCB (Miniature Circuit Breaker), yakni tombol yang berada di bawah meteran listrik. Tombol tersebut bisa memutus dan menghidupkan arus listrik dan menjaga agar tidak ada arus listrik berlebih yang mengalir ke kWh meter.

    “(Arus listrik) kalau dari kabel masuk ke MCB dulu. Jadi istilahnya dia mengatur biar nggak kelebihan juga arus listriknya,” jelas Linda saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    PT ABB Sakti Industri, salah satu produsen industri energi dan teknologi otomatisasi dengan merek ABB memiliki pabrik di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. TYuk kita intip proses produksi produk elektrikalnya seperti MCB (Miniature Circuit Breaker).PT ABB Sakti Industri, salah satu produsen industri energi dan teknologi otomatisasi dengan merek ABB memiliki pabrik di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. TYuk kita intip proses produksi produk elektrikalnya seperti MCB (Miniature Circuit Breaker). Foto: Rachman Haryanto

    Keduanya pasti ada di setiap rumah yang sudah dialiri listrik. Tanpa ada MCB di kWh meter kemungkinan besar alat tersebut dapat terbakar.

    Linda mengatakan MCB yang terpasang di instalasi rumah tidak hanya satu, ada MCB dari PLN dan MCB di dalam rumah. MCB PLN tidak boleh sembarangan diganti atau dilepas. Pemilik rumah harus bertanya dahulu kepada pihak PLN apabila ingin mengganti MCB atau menambahnya.

    “Yang boleh diganti itu adalah MCB di dalam rumahnya. Kalau yang di bawah meteran itu nggak boleh,” ujarnya.

    Itulah perbedaan meteran listrik atau kWh meter dengan MCB, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Terhindar dari Drama, Urus 3 Perizinan Ini Sebelum Renovasi Rumah


    Jakarta

    Siapa di sini yang akan renovasi rumah? Wah pasti persiapannya banyak ya? Sebab bukan hanya biaya yang harus dipersiapkan, tetapi ada izin yang wajib dipenuhi.

    Izin ini diperlukan agar tidak ada orang yang merasa terganggu selama pembangunan berjalan. Seperti yang kita tahu renovasi pasti membuat lingkungan sekitar kotor oleh debu, ketika membongkar rumah pasti menyebabkan suara, truk-truk yang mengangkut bahan bangunan pasti lalu lalang dan berhenti lama di depan rumah yang mungkin saja menghalangi jalan, serta kemungkinan terjadi kerusakan pada bangunan tetangga karena dinding yang saling menempel.

    Bisa dibilang renovasi rumah itu bukan hal sepele. Ada banyak pihak yang akan terkena dampaknya, jadi izin merupakan hal mendasar.


    Lantas, apa saja izin yang harus dipenuhi jika ingin merenovasi rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Izin yang Dilakukan Sebelum Renovasi Rumah

    Advokat hukum Andi Saputra mengatakan, ada beberapa izin yang harus dilakukan oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi, berikut diantaranya.

    1. Meminta Izin Kepada Tetangga Sekitar

    Andi mengatakan sebelum renovasi dimulai, pemilik rumah perlu meminta izin kepada tetangga sebelah, depan, dan belakang. Izin ini bisa dilakukan dengan bertemu dan berbicara baik-baik, tidak perlu sampai mengirimkan surat.

    Cara lain untuk meminta izin adalah dengan mengundang tetangga ke acara syukuran. Inti acara tersebut sebenarnya berdoa bersama untuk kelancaran renovasi, di tengah acara bisa disampaikan permohonan izin apabila beberapa bulan ke depan mungkin akan mengganggu karena pembangunan tersebut.

    Jika tinggal di komplek perumahan, detikers bisa menyampaikan kabar renovasi ke grup WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pemilik rumah bisa menyampaikan permohonan maaf jika dalam beberapa minggu mendatang sedang dilakukan renovasi rumah.

    2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Selanjutnya yang tak kalah penting adalah mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Apabila renovasi dilakukan oleh perusahaan profesional, mereka bisa membantu mengurusnya. Jika kamu mengubah fungsi rumah menjadi kos-kosan atau tempat usaha juga membutuhkan IMB.

    Izin ini diperlukan jika kamu merenovasi rumah dengan mengubah layout ruang, membongkar tembok untuk memperluas ruang, menambah tingkat bangunan dari lantai 1 menjadi lantai 2, 3, atau 4, hingga merubah fasad rumah walau hanya kecil.

    Sebagai informasi, setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja, IMB kini telah diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021.

    3. Meminta Izin Kepada Pihak Berwenang

    Selain tetangga, pemilik rumah bisa melapor kepada RT atau RW. Namun, izin satu ini tidak wajib, kecuali ada area publik yang hendak dipakai. Sebagai contoh renovasi rumah berada di samping pos siskamling, lapangan olahraga, atau memakai pinggiran jalan umum. Apabila dirasa renovasi rumah akan mengganggu ketenangan banyak orang, harus meminta izin kepada perangkat daerah.

    Akan tetapi, jika detikers ingin membangun rumah yang membutuhkan izin tertulis berupa tanda tangan dari tetangga di sekitar tempat tinggal, maka perlu menyertakan juga izin dari pihak RT dan RW setempat. Izin ini biasanya muncul karena bangunan yang direnovasi cukup besar dan pengerjaannya lama, sehingga dapat mengganggu ketertiban.

    Itu dia sejumlah izin yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan renovasi rumah. Semoga dapat membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com