Tag Archives: klik

Seberapa Sering Harus Mencuci Gorden? Ini Kata Ahli



Jakarta

Penggunaan gorden atau tirai di rumah diperlukan untuk menyaring sinar matahari yang masuk serta menjaga privasi penghuni di dalamnya. Sama seperti barang-barang lainnya, gorden juga perlu dicuci karena mudah kotor.

Pada gorden yang panjang hingga menyentuh lantai lebih rawan kotor karena bisa mengumpulkan debu dari waktu ke waktu. Beberapa material gorden juga rentan kotor.

Lantas, seberapa sering perlu mencuci gorden?


Dilansir dari The Spruce, mencuci gorden sangat tergantung dari jenis dan bahannya. Tak hanya itu, penempatan gorden juga bisa menentukan seberapa sering pencucian diperlukan. Contohnya, gorden yang ada di kamar tamu bisa dicuci setahun sekali.

Idealnya, gorden dicuci setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika di rumah ada hewan peliharaan atau dekat pinggir jalan, sebaiknya gorden dicuci setiap tiga bulan sekali.

“Khususnya gorden dapur, mungkin perlu dicuci lebih sering-sekitar setiap dua hingga tiga bulan-karena gorden menyerap minyak, partikel makanan, dan bau dari masakan. Seiring waktu, penumpukan itu dapat mengubah warna kain dan menyebabkan bau tak sedap di ruangan,” kata pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, dikutip dari The Spruce, Rabu (9/4/2025).

Gorden Jenis Apa yang Harus Dicuci?

Gorden dengan bahan katun, linen, dan poliester bisa dicuci di rumah. Sementara untuk gorden tipis sebaiknya dicuci dengan siklus pencucian yang lembut dan dengan air dingin.

Di sisi lain, untuk gorden bahan sutra, beludru, campuran wol, maupun yang berbahan tebal sebaiknya dicuci dengan menggunakan jasa profesional. Sebab, gorden dengan bahan tersebut bisa menyusut, kehilangan bentuk, atau rusak jika dicuci di rumah.

Sekarang sudah tahu ‘kan detikers kalau gorden juga perlu dicuci. Jangan lupa untuk dicuci ya untuk gorden yang ada di rumah!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Beli Rumah Bekas atau Baru



Jakarta

Setiap tahun harga rumah akan naik, terutama yang berada di lokasi yang strategis. Sementara itu, penghasilan masyarakat tidak bisa dipastikan akan naik setiap tahun.

Ketimpangan ini yang membuat banyak masyarakat lebih memilih rumah dengan harga yang terjangkau daripada rumah impian mereka. Rumah bekas pun masuk dalam pertimbangan mereka karena kebanyakan dijual dengan harga miring. Namun, banyak rumah bekas, kondisinya tidak dalam kondisi yang baik sehingga perlu ada renovasi. Saat dihitung kembali, ternyata harganya hampir sama dengan rumah baru.

Apabila mengalami kondisi seperti ini, bagaimana cara kita memilih? Kira-kira lebih baik membeli rumah bekas atau rumah baru?


Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, saat kita bimbang untuk mengambil keputusan terutama karena harga rumah yang mirip, ia menyarankan untuk pertimbangkan dari lokasi rumah tersebut.

Biasanya rumah bekas berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lama. Sedangkan rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Kemudian, cek juga apakah di sekitar rumah tersebut terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai. Kedua aspek ini bisa menjadi nilai tambah dari rumah tersebut.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” kata Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Kemudian, hal kedua yang bisa jadi pertimbangkan adalah lihat kerusakan pada rumah tersebut. Apabila dari hitungan biaya renovasi kerusakan pada rumah tersebut sama dengan rumah baru, maka lebih baik membeli rumah yang baru karena biaya perawatannya rendah.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” jelasnya.

Ia mengingatkan ada kerusakan pada rumah yang tidak bisa ditoleransi dan benar-benar harus diperbaiki secara keseluruhan yakni apabila ada masalah pada struktur, ditemukan banyak rayap, dan berada di lokasi rawan banjir. Ketiga hal ini bisa kamu ketahui saat melakukan survei langsung ke rumah bekas tersebut.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

Apabila ketiga aspek tersebut tidak ditemukan pada rumah bekas pilihan kamu, sebaiknya cari lagi rumah bekas yang lebih menguntungkan terutama dari segi harga. Sebab, biasanya rumah bekas dijual karena pemiliknya membutuhkan uang secepatnya sehingga harganya lebih murah dari pasaran. Namun, ada pula yang menjual rumah untuk mendapat keuntungan sehingga harganya tetap bersaing dengan harga rumah baru.

“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” ujarnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok, Cegah Salah Hitung Saat Renovasi


Jakarta

Mengecat tembok adalah salah satu proses paling penting saat renovasi rumah. Tampilan rumah yang segar dan rapi bisa langsung tercipta hanya dengan warna cat yang pas.

Tapi tak cuma itu, butuh pengukuran juga agar pembelian jumlah catnya pas. Beberapa orang merasa kebingungan saat menghitung berapa banyak cat yang dibutuhkan. Kesalahan hitung bisa bikin proses pengecatan jadi terhambat, budget pun jadi berantakan.

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok

Dirangkum dari buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta dan berbagai laman produk cat tembok, menghitung kebutuhan cat untuk dinding perlu disesuaikan dengan jumlah perlakuan pengecatan. Biasanya, daya sebar cat tembok untuk setiap meter persegi bidang dinding dengan dua kali pengecatan adalah 10-12 m2/kg.


Walau demikian, alangkah baiknya melalui perhitungan yang tepat agar bukan hanya lebih hemat tetapi juga memastikan hasil cat jadi rapi dan maksimal. Simak berikut beberapa langkah menghitung kebutuhan cat tembok, dirangkum dari laman Asianpaints:

1. Ukur Luas Permukaan yang Akan Dicat

Langkah pertama, ukur tinggi dan lebar dinding menggunakan meteran. Setelah itu, kalikan kedua angka tersebut untuk mengetahui luas permukaan dalam satuan meter persegi (m²). Ulangi cara ini untuk setiap dinding yang ingin dicat, lalu jumlahkan semua luasnya agar mengetahui total area yang perlu dicat.

Untuk menghitung berapa banyak cat yang dibutuhkan untuk mengecat sebuah ruangan, pemilik rumah perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti bentuk ruangan dan dimensi dinding yang ingin dicat. Ukur tinggi dan lebar setiap dinding, lalu kalikan dimensi tersebut untuk mendapatkan total luas persegi area yang dapat dicat. Rumusnya sederhana:

  • Ketahui ukuran panjang x lebar ruangan, dan tingginya. Contoh 3×4 meter dengan tinggi ruangan 3 meter
  • Ketahui jumlah dinding yang akan dicat. Contohnya ada dua dinding berukuran 3×4 meter (dibuat istilah d1) dan dua dinding lagi berukuran 3×3 meter (dibuat istilah d2)
  • Maka rumusnya sebagai berikut:
    Jumlah dinding (p x l d1) + Jumlah dinding (p x l d2)
    Jadi 2(3×4) + 2(3×3) = 42 m².

2. Hitung Luas Pintu dan Jendela

Karena pintu dan jendela biasanya tidak dicat, pemilik rumah harus mengurangi luas bukaan ini dari total luas dinding. Cara hitungnya pun mirip dengan dinding. Cukup ukur tinggi dan lebar pintu serta jendela, hitung luasnya, lalu kurangi dari total yang tadi kamu hitung.

3. Hitung Cat Langit-langit

Jika pemilik rumah berencana untuk mengecat langit-langit, perlu menghitung luas perseginya juga secara terpisah menggunakan metode yang sama yang digunakan untuk dinding. Selanjutnya tambahkan ke total luas persegi untuk dinding.

4. Perhatikan Daya Sebar Cat

Setelah mengetahui total luas persegi area yang akan dicat, tentukan dan periksa jenis cat yang akan kamu gunakan. Biasanya informasi ini bisa dilihat di label kaleng cat. Sebab cakupan cat Enamel per liter berbeda antara cat merek A dengan merek B, misalnya.

Kalau hanya ingin mengecat satu bidang dinding, caranya juga gampang. Cukup ukur tinggi dan lebarnya, lalu kalikan. Setelah dapat total luas, tinggal bagi dengan daya sebar cat per liter.

Kalau ingin mengecat permukaan yang lebih kecil, seperti pintu atau furnitur, caranya juga sama. Ukur tinggi dan lebar benda tersebut, hitung luas permukaannya, lalu kalikan dengan jumlah sisi yang akan dicat. Setelah itu, bagi hasilnya dengan daya sebar cat.

Kalau ingin tahu berapa berat cat yang akan dibeli, bisa pakai patokan rata-rata 1 liter cat beratnya sekitar 1,5 kg. Jadi, kalau butuh 8 liter, total beratnya kira-kira 12 kg.

5. Hitung Jumlah Lapisan Cat

Kalau ingin hasil pengecatan lebih maksimal dan warnanya keluar dengan sempurna, biasanya dinding perlu dicat dua lapis. Jadi, setelah tahu berapa liter yang dibutuhkan untuk satu lapisan, tinggal kalikan dua untuk hasil akhir.

6. Sisihkan Cat untuk Retouch

Jangan lupa, selalu siapkan cadangan cat untuk jaga-jaga. Biasanya bagian dinding bisa saja tergores, kotor, atau ada kegagalan pengecatan. Sisihkan sekitar 5-10% dari total cat yang dihitung sebelumnya, supaya tidak repot mencari warna yang sama di kemudian hari.

Nah, itulah tadi langkah-langkah cara menghitung kebutuhan cat tembok. Semoga membantu dan berhasil, ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Berbahaya! Barang-barang Ini Jangan Digantung di Dinding


Jakarta

Saat mengisi barang, kalian ingin memanfaatkan setiap sudut rumah agar tidak terlihat kosong. Beberapa barang akhirnya tidak hanya diletakkan di lantai, melainkan ada yang digantung di dinding.

Penghuni rumah merasa barang tersebut ringan, mudah terlihat, dan indah apabila diletakkan di dinding daripada di area lain. Namun, tidak menyadari bahwa menggantung barang di dinding berbahaya dan dapat merusak rumah.

Beberapa pemilik properti sewa atau pengurus asrama, ada yang membuat aturan untuk tidak membuat lubang atau menempel sesuatu pada dinding. Hal tersebut karena pemiliknya sadar bahwa lebih baik melarang daripada harus menanggung rugi.


Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tak boleh digantung di dinding.

1. Bingkai Kayu dan Logam

Bingkai foto lebih terlihat indah dan mudah terlihat saat diletakkan di dinding. Namun, sebelum menggantung, sebaiknya hindari memakai bingkai dari kayu atau logam. Sebab, kedua bahan tersebut cukup keras. Apabila terjadi getaran hebat dikhawatirkan menimpa penghuni rumah.

2. Cermin

Cermin adalah benda yang dapat membantu seseorang melihat penampilannya. Biasanya cermin diletakkan di tempat yang tinggi agar penggunanya tidak perlu membungkuk ketika ingin melihat kaca.

Para ahli menyarankan agar cermin sebaiknya tidak digantung di dinding karena bobotnya yang berat dapat berbahaya saat jatuh. Apalagi cermin terbuat dari kaca, jika menimpa seseorang akan fatal akibatnya.

3. Barang Antik dan Berharga

Beberapa barang yang menurut seseorang berharga baik karena kenangan, harga, atau sejarah di baliknya biasanya tidak akan digunakan sebagaimana mestinya. Pemiliknya akan memajang benda tersebut dan dinikmati visualnya. Beberapa orang pun memilih memajangkan di dinding karena dapat terlihat jelas dan tidak tertutup.

Barang antik berbobot berat tidak cocok dengan cara ini. Paku, perekat, atau tali tidak dapat menahan beratnya selamanya. Lebih baik menyimpan benda tersebut di lemari yang tertutup agar lebih aman.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak digantung di dinding.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Bisa Bawa Keberuntungan, Ini Kelebihan Rumah yang Pakai 2 Pintu



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki pintu sebagai akses utama masuk ke dalam. Namun, ada yang memilih memakai satu daun pintu dan ada yang dua. Sebenarnya memakai satu pintu pun sudah cukup untuk membantu seseorang masuk ke dalam. Lantas, kenapa ada rumah yang memakai 2 daun pintu?

Menurut Arsitek Denny Setiawan, memakai dua pintu pada fasad rumah dapat memberikan ruang yang lebih untuk akses masuk.

“Jadi pintu utama itu harus dua ya alasannya memang secara logis untuk memasukkan barang-barang bisa masuk ke dalam rumah,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Rabu (26/3/2025) lalu.


Kemudian, memakai dua pintu pada bangunan besar atau rumah mewah biasanya untuk menujukan kemegahan bangunan tersebut. Pemakaian dua pintu banyak juga dipakai pada bangunan penting kenegaraan.

“Sebenarnya secara simbolisme dua pintu melambangkan kemegahan. Ketika kita buka pintu langsung besar, plong gitu kan. Kalau misalnya kita lihat istana-istana Kerajaan Inggris misalnya itu kan pintunya dua gitu ya. Tapi secara logis memang ada banyak furniture yang membutuhkan ruang besar untuk dimasukkan,” jelasnya.

Jika menilik dari konsep feng shui, Denny menyampaikan semakin besar akses masuk pada sebuah rumah, dipercaya dapat memperlancar hal-hal baik termasuk rezeki bagi penghuni rumah. Dalam feng shui ada kepercayaan bahwa rumah harus diisi oleh chi yang baik. Chi ini masuk melalui pintu masuk rumah.

“Kita kaitkan misalnya dengan kepercayaan feng shui misalnya, pintu utama itu kan pintu masuknya rezeki. Jadi supaya rezekinya bisa gampang masuk, pintunya dibuat dua,” terangnya.

Ada pun untuk jenis bahan yang bagus untuk digunakan sebagai pintu masuk rumah, Denny berpendapat banyak yang memakai material kayu, terutama jenis merbau, jati, dan ulin. Ketiga jenis kayu ini memiliki ketahanan sehingga cocok untuk pintu utama rumah.

“Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” sebut Denny.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Mudah Agar Lantai Atas Rumah Terasa Adem


Jakarta

Membangun rumah lebih dari satu lantai memang menjadi solusi atas keterbatasan lahan. Rumah yang memiliki dua lantai hingga lebih memungkinkan dapat dihuni oleh lebih banyak orang.

Memiliki rumah dua lantai atau lebih juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kekurangan yang sering dirasakan oleh penghuni adalah udara yang terasa lebih panas di lantai atas dibandingkan dengan di lantai dasar.

Hal tersebut bisa terjadi karena pencahayaan matahari yang langsung mengenai isi rumah. Oleh karena itu, udara panas menjadi masalah yang kerap dirasakan di lantai dua rumah. Namun, kamu tidak perlu khawatir, sebab masalah ini bisa diatasi dengan cara yang mudah.


Melansir dari situs The Spruce, terdapat enam cara untuk membuat lantai dua rumah terasa lebih adem serta mengurangi hawa panas sebagai berikut.

1. Pasang Kipas Langit-langit

Memasang kipas pada langit-langit merupakan cara mudah sekaligus cepat untuk membantu mendinginkan ruangan. Hal ini disebabkan oleh kipas dapat meningkatkan sirkulasi udara dengan cepat. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

2. Kipas Portabel

Selain kipas langit-langit, bisa juga meletakkan kipas portabel di beberapa tempat yang strategis. Hal ini dapat membantu mendorong udara panas dan membawa udara dingin dari lantai bawah ke atas sehingga lantai atas menjadi lebih sejuk.

3. Biarkan Pintu Terbuka

Pintu-pintu di lantai atas juga disarankan untuk dibuka. Sebab, jika pintu ditutup, maka udara panas dapat terperangkap di dalamnya.

4. Tutup Tirai Jendela

Walau pintu dibuka, sebaiknya tirai jendela justru ditutup agar melindungi ruangan dari panas matahari.

5. Matikan Lampu

Bola lampu memiliki sifat melepaskan panas. Jadi, sebaiknya mematikan lampu saat tidak digunakan dapat membantu menjaga suhu agar tetap rendah dan ruangan tetap sejuk.

6. Periksa Loteng

Salah satu penyebab lantai atas lebih panas adalah karena udara panas bergerak naik. Periksa loteng, jika ada ruangan dalam loteng bisa dipasangkan kipas untuk membantu mengeluarkan udara yang terperangkap.

Itu dia beberapa cara mudah membuat lantai atas rumah menjadi lebih sejuk. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Mana yang Lebih Hemat Listrik, Kulkas 1 atau 2 Pintu? Ini Pertimbangannya


Jakarta

Kulkas memiliki beberapa ukuran. Semakin besar ukurannya, jumlah pintunya juga akan banyak. Namun, konsumen membedakan jenis kulkas dengan jumlah pintu yakni satu pintu dan dua pintu.

Perbedaan kedua jenis kulkas ini tentu mempengaruhi kapasitas barang yang bisa ditampung. Kulkas satu pintu biasanya memiliki kapasitas lebih kecil daripada model pintu ganda yang ditunjukkan untuk rumah besar. Kapasitas rata-rata kulkas satu pintu adalah 150-250 liter, sedangkan rata-rata kulkas pintu ganda adalah 235-495 liter.

Selain kapasitas, ada beberapa perbedaan lain yang membedakan kulkas dengan satu dan dua pintu. Dilansir NYKDaily, berikut beberapa perbedaannya.


Perbedaan Kulkas Pintu Tunggal dan Pintu Ganda

1. Pendingin Bebas Bunga Es

Jika dilihat dari area pendingin khusus untuk es, kapasitas kulkas dengan pintu ganda akan lebih banyak mulai dari luasnya, kecepatan pendinginan, mudah menjaga kedinginan, dan pasti memiliki fitur tambahan lainnya seperti bisa membuat es batu sendiri. Sementara itu, kulkas satu pintu biasanya ruangnya terbatas, harus sering dicairkan bunga esnya agar makanan lain bisa masuk.

2. Punya Ruang Terpisah untuk Freezer

Bentuknya yang memiliki 2 bukaan, kulkas dengan pintu ganda dapat menjaga suhu freezer tetap aman apabila tidak sering dibuka. Namun, apabila kedua pintu kulkas tetap sering dibuka meskipun tidak ada yang dicari, tunggakan daya yang dipakai akan lebih boros dari kulkas satu pintu. Sebab, kulkas pintu ganda mengkonsumsi daya hampir 30% hingga 40% lebih banyak daripada kulkas pintu tunggal. Konsumsi daya rata-rata kulkas adalah 800 watt hingga 1200 watt. Namun, angka ini kemungkinan berubah karena beberapa faktor sebagai berikut.

Faktor Penyebab Daya Kulkas Berubah

Apabila kalian ingin memakai kulkas dengan daya yang rendah, sebenarnya bukan hanya dilihat dari jumlah pintunya. Daya kulkas juga dipengaruhi pada kebiasaan pemilik rumah. Semakin berat tugas kulkas tersebut, daya yang dipakai akan tinggi. Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan daya kulkas berubah.

1. Kapasitas

Kapasitas merupakan jumlah kemampuan kulkas dapat menampung barang dan berat. Semakin banyak barang yang ada di dalam atau semakin sering kulkas dibuka tutup semakin besar daya yang dibutuhkan untuk mendinginkan.

2. Usia

Usia merupakan salah faktor yang dapat mempengaruhi besar daya yang dipakai untuk kulkas. Semakin tua usia kulkas, kinerja mereka untuk mendinginkan juga lama-lama akan menurun.

3. Suhu Pendinginan

Semakin tinggi suhu pendingin yang ditetapkan pada lemari es, semakin banyak daya yang dikonsumsi. Disarankan untuk mengatur suhu pada tingkat sedang-dingin.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Bukan Hanya di Plafon, Ini 3 Titik di Kamar Mandi yang Harus Dilengkapi Lampu


Jakarta

Saat mendesain kamar mandi, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya perihal ubin lantai dan perangkatnya saja, pemilik rumah juga harus memperhatikan pencahayaannya.

Pencahayaan tersebut bisa dari bohlam lampu dan cahaya alami dari jendela. Apabila kamar mandi di rumah tidak bisa dibuat ventilasi yang cukup untuk jalan masuk cahaya, ruangan tersebut minimal harus dilengkapi dengan lampu yang benar-benar bisa menunjang pencahayaannya.

Biasanya pemasangan bohlam lampu dilakukan secara asal yakni di plafon. Padahal peletakannya juga harus melihat luas kamar mandi lokasi perangkat di dalam kamar mandi. Jangan sampai letak lampu membuat bayangan pada lokasi yang seharusnya tersorot cahaya.


Dilansir This Old House, berikut beberapa lokasi yang direkomendasikan untuk memasang lampu.

1. Cermin

Biasanya di setiap kamar mandi memiliki cermin yang tingginya sejajar dengan wajah penggunanya. Bohlam lampu yang diminta untuk dipasang, diletakkan di sekeliling cermin. Hal ini untuk membantu saat kamu sedang bercermin, wajah dapat menerima cahaya tanpa bayangan.

Pilih lampu yang panjangnya minimal 24 inci atau sesuainya dengan ukuran cermin. Pasang lampu dengan daya minimal 150 watt.

Bisa juga menggunakan lampu LED. Lampu LED dikenal sebagai pencahayaan yang hemat energi dan kemampuannya menghasilkan cahaya yang konsisten dan terang.

2. Mengarah ke Shower

Pencahayaan yang tepat di area shower tetap harus memeperhatikan keselamatan karena aliran listrik bisa menyambar lewat air. Jadi saat pemasangannya harus berhati-hati.

Jenis lampu yang bisa digunakan adalah lampu LED yang bentuk memanjang. Lokasi yang tepat untuk memasang lampu ini adalah sepanjang tepi shower atau di dalam lekungan dinding ceruk untuk menghasilkan cahaya yang lembut dan merata. Jangan lupa saat memasang lampu di dekat shower dilapisi dengan pelindung yang aman dan transparan.

3. Bathtub

Apabila di kamar mandi tersebut memiliki bathtub, pencahayaan yang tepat berbentuk lampu gantung. Selain lebih aman, pencahayaan dari atas dapat memberikan kesan elegan pada kamar mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Bersihkan Rumah dengan Cepat buat Orang Sibuk


Jakarta

Penghuni rumah bisa disibukkan dengan berbagai pekerjaan, keluarga, hobi, dan istirahat. Terkadang kesibukan itu sangat menyita waktu, sehingga terasa seakan tidak ada waktu buat membersihkan rumah.

Padahal, menjaga rumah bersih dan rapi juga penting untuk kenyamanan penghuninya. Namun tenang aja, masih ada cara untuk merawat rumah di tengah kesibukan kok.

Lalu, bagaimana cara menyiasati waktu terbatas untuk merapikan dan membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini, dikutip dari Real Simple.


Tips Bersihkan Rumah buat Orang Sibuk

Inilah beberapa langkah untuk merapikan rumah di tengah kesibukan yang padat.

1. Kerjakan Sesuai Urutan

Terdapat tiga jenis tugas saat membersihkan rumah, yakni merapikan, membersihkan, dan mengatur. Berfokus pada tiga langkah berbeda membantu tugas menjadi lebih mudah dikelola dan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal yang sibuk.

Lakukan sesuai urutan kategori tersebut ketika membereskan rumah. Rapikan rumah dulu seperti mengembalikan barang-barang ke tempatnya, membuang sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang perlu disortir.

Kemudian, bersihkan rumah seperti mengelap, menyapu, dan mengepel. Terakhir, atur barang-barang ke tempat semula dan lakukan penyortiran.

2. Buat Daftar Tugas

Buatlah daftar tugas untuk membereskan rumah dan urutkan sesuai prioritas. Sempatkan untuk menyelesaikan tugas satu per satu di sela-sela kesibukan.

Setelah satu tugas selesai, beri tanda agar penghuni rumah tahu sisa pekerjaan yang semakin menipis. Mengatur tugas dengan cara ini mengurangi hambatan dan waktu memikirkan untuk mulai mengerjakannya.

3. Tak Perlu Lipat Pakaian

Penghuni bisa melewatkan langkah-langkah yang tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya., misalnya melipat pakaian. Daripada melipat pakaian, penghuni bisa beralih ke menggantung pakaian dan menaruh sisanya di tempat yang sudah tersortir.

Mengidentifikasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting memungkinkan penghuni untuk mengurangi beban tugas. Temukan sistem pengorganisasian alternatif yang bisa menghemat waktu.

4. Sempatkan Sedikit Waktu Sebelum Tidur

Di penghujung hari, sempatkan sedikit waktu hanya untuk tugas-tugas yang paling krusial untuk mempersiapkan ruang buat hari berikutnya. Lakukan pekerjaan sederhana saja tapi paling fungsional, misalnya membuang sampah, membersihkan dapur, dan menyiapkan bekal.

Penampilan rumah tidak harus terlihat sempurna, tetapi harus berfungsi. Beberapa hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki setiap hari.

5. Taruh Alat Pembersih di Tempat yang Terlihat

Siapkan alat pembersih di tempat yang terlihat dan mudah diakses. Dengan begitu, penghuni rumah bisa dengan mudah mulai bersihkan rumah ketika ada waktu dan motivasi.

Meski cara ini bisa mengganggu pemandangan, setidaknya memberikan kemudahan bagi penghuni rumah.

6. Gunakan Timer

Sering kali penghuni rumah enggan memulai bersihkan rumah karena mengira akan menyita banyak waktu. Padahal, belum tentu tugas itu memakan waktu lama, lho.

Menyetel timer atau pengatur waktu dapat menunjukkan durasi waktu untuk menyelesaikan tugas rumah. Jika penghuni rumah sangat sibuk, coba pasang timer 15 menit sehari untuk pekerjaan rumah.

7. Buat Jadwal Bersih-bersih

Kalau benar-benar tak sempat bersihkan rumah di tengah kesibukan, penghuni bisa membuat jadwal. Cukup membuat rutinitas yang sesuai dengan penghuni rumah daripada memaksakan diri.

Dedikasikan satu hari setiap minggu untuk membersihkan keseluruhan rumah. Jika penghuni memerlukan waktu akhir pekan untuk beristirahat, coba buat daftar tugas yang sesuai dengan waktu yang dimiliki pada minggu itu.

Itulah beberapa cara menyiasati waktu untuk membersihkan rumah bagi orang sibuk. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Barang yang Sebaiknya Jangan Dibeli untuk Rumah Pertama


Jakarta

Saat memiliki rumah pertama, tentunya ingin segera membeli perabotan agar kehidupan sehari-hari bisa lebih nyaman. Namun, ada barang-barang yang sebaiknya tidak dibeli saat memiliki rumah pertama.

Salah satunya adalah furniture yang tidak disukai. Sebaiknya pemilik rumah tidak membeli furniture yang tidak disukai karena bisa saja di kemudian hari mereka membeli furniture dengan fungsi yang sama namun lebih disukai. Hal ini bisa berujung membuang uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Selain itu masih ada beberapa barang yang sebaiknya tidak dibeli untuk rumah pertama. Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.


Tempat Tidur King Size

Menurut desainer profesional Amber Kamat, berinvestasi pada tempat tidur ukuran king dirasa kurang tepat saat menempati rumah pertama. Alih-alih membeli tempat tidur ukuran king, pemilik rumah bisa membeli tempat tidur ukuran queen yang jauh lebih terjangkau namun tetap nyaman.

Jika Anda tinggal di rumah pertama dan bukan rumah selamanya, mungkin bukan saat yang tepat untuk berinvestasi pada tempat tidur ukuran king.

“Jika menyangkut perabotan rumah pertama, fleksibilitas adalah kuncinya-dan itu terutama berlaku untuk barang-barang mahal seperti tempat tidur. Memilih tempat tidur ukuran queen daripada ukuran king adalah langkah cerdas jika Anda tidak yakin dengan ruang di masa mendatang,” kata Kamat, dikutip dari Southern Living, Kamis (8/5/2025).

Set Perabotan yang Sama

Membeli satu set perabotan yang serasi terkadang menjadi pilihan karena lebih mudah dilakukan. Namun, di kemudian hari bisa saja pemilik rumah bosan dengan tampilan hunian yang serasi.

Alih-alih membeli satu set perabotan senada, sebaiknya kumpulkan barang-barang uang menarik dan istimewa bagi pemilik rumah. Walaupun tidak semuanya cocok, namun akan terasa lebih personal dan tidak bisa ditemukan di rumah mana pun.

Dekorasi Pasaran

Dekorasi seperti vas, karya seni, maupun rak kerap ditemukan di rumah. Dekorasi seperti ini sebaiknya dipilih sesuai kepribadian pemilik rumah agar lebih personal dan unik.

Kamat juga menyarankan untuk tidak terburu-buru untuk mendekorasi rumah. Isi rumah sedikit demi sedikit dan berikan sentuhan personal di setiap bagiannya.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak dibeli saat memiliki rumah pertama.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com