Tag: klorin

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Berjamur dengan Mudah


    Jakarta

    Memiliki hunian yang bersih dan nyaman adalah impian semua orang. Namun, jika rumah jarang dibersihkan dan tak terawat maka bisa menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya tembok berjamur.

    Tembok atau dinding bisa ditumbuhi jamur karena udara lembap. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh kondisi ruangan lembap akibat kurangnya sirkulasi udara atau dinding yang basah terlalu lama.

    Tak hanya merusak estetika rumah, tembok yang berjamur juga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui dan cara mengatasi tembok berjamur.


    Lantas, apa penyebab tembok berjamur? Lalu bagaimana cara membersihkannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Tembok Berjamur

    Dinding rumah yang ditumbuhi jamur tak bisa dianggap masalah enteng. Pemilik rumah perlu segera mengatasinya agar jamur tidak semakin menyebar ke area lain. Dilansir situs Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab tembok rumah berjamur, yakni di antaranya:

    1. Kondensasi

    Penyebab tembok berjamur bisa disebabkan karena kondensasi. Kondisi ini dapat terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Lalu, lapisan dalam dinding akan menjadi lembap seiring waktu.

    2. Dinding Retak

    Jamur juga bisa tumbuh ketika dinding rumah mengalami keretakan. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Ternyata, kondisi tersebut menyebabkan kelembapan dapat masuk ke dalam dinding lewat celah-celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembap pada dinding bagian dalam.

    3. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Penyebab berikutnya karena muncul masalah pada bagian pipa air. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, tapi hal ini dapat menimbulkan masalah besar jika tak segera diperbaiki, salah satunya tembok rumah menjadi lembap dan berjamur.

    Sebab, tetesan air yang keluar dari pipa bocor dan mengenai tembok bisa menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tembok tersebut.

    Cara Mengatasi Tembok Berjamur

    Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi tembok rumah yang berjamur. Dilansir laman The Spruce, berikut sejumlah caranya:

    1. Mencampur Larutan Pembersih Jamur

    Jamur di dinding tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan jamur di tembok yang tidak begitu luas, yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jamur di dinding. Sebab, cuka putih mengandung asam yang bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan larutan pembersih. Kamu bisa menyemprotkan ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah, lalu perlahan naik ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa memakai tangga untuk membersihkannya.

    4. Membuat Ventilasi di Ruangan

    Ketika membersihkan jamur di tembok, pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka. Hal ini agar udara yang masuk dapat mempercepat proses pengeringan sekaligus mencegah kelembapan pada dinding rumah.

    Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, kamu bisa menyalakan kipas angin.

    5. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

    Tembok yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemudian baru bisa melihat hasilnya apakah sudah bebas dari jamur atau masih terdapat sisa noda yang menempel.

    Jika ditemukan masih ada noda, ulangi langkah-langkah di atas dengan memakai larutan pembersih pemutih yang baru.

    Bahaya Jamur yang Muncul di Dinding Rumah

    Beberapa orang masih menganggap enteng jamur yang muncul di dinding rumah. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

    Mengutip BBC, munculnya jamur hitam (black mold) ternyata telah menyebabkan banyak kasus kematian. Sebab, jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara. Jika terhirup oleh manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, hingga mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 31 triliun setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Tips Agar Jamur Tidak Muncul di Tembok Rumah

    Mengutip Cleveland Clinic, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar jamur tidak muncul di dinding rumah. Kamu bisa melakukan sejumlah tips di bawah ini untuk mengantisipasi timbulnya jamur, yaitu:

    1. Jaga tingkat kelembapan di dalam rumah antara 30-50%
    2. Segera perbaiki kebocoran pada pipa air, dinding, atau atap rumah
    3. Singkirkan karpet, tekstil, atau benda penyerap lainnya yang sudah tidak digunakan. Barang-barang tersebut mudah menyerap air
    4. Gunakan filter udara berkualitas tinggi pada ventilasi dan pendingin udara.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi tembok rumah yang berjamur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kelabang dan Kaki Seribu Masuk Rumah? Ini Alasan dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Rumah bisa dimasuki makhluk-makhluk kecil, seperti kelabang dan kaki seribu. Kehadiran dua hewan melata ini bisa membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Kelabang dan kaki seribu sebenarnya tidak menyerang manusia. Akan tetapi, racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang kalau sampai tergigit.

    Kalau mau rumah bebas kelabang dan kaki seribu, penghuni rumah perlu tahu alasan mereka masuk ke rumah. Simak penjelasan soal kelabang dan kaki seribu berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens dan The Spruce.


    Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang

    Kelabang dan kaki seribu menyukai tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan hewan ini di rumah, bisa jadi rumah memiliki kondisi demikian.

    Selain itu, keberadaan hama ini juga dapat menandakan ada serangga seperti kecoak, ngengat, lalat, serta rayap. Serangga tersebut merupakan sumber makanan bagi kelabang dan kaki seribu.

    Oleh karena itu, penting menjaga rumah tetap kering kalau nggak mau kelabang dan kaki seribu masuk rumah. Penghuni rumah bisa memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap.

    Lalu, pastikan menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding. Langkah ini untuk menutup akses masuk hama ke dalam rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang

    Kalau menemukan kelabang dan kaki seribu di rumah, coba usir dengan cara berikut ini.

    1. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka mengandung air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

    Untuk menumpaskan kelabang dan kaki seribu, semprotkan cuka langsung ke dua hewan itu. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

    2. Sebarkan Daun Pandan

    Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

    Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

    3. Semprotkan Essential Oil

    Untuk mengusir kelabang dan kaki seribu, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka. Essential oil seperti tea tree dan peppermint mempunyai aroma menyengat yang tidak disukai hama rumah.

    4. Taburkan Garam

    Kelabang dan kaki seribu menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembang biak. Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan.

    Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

    5. Siram Pemutih

    Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kelabang dan kaki seribu kalau terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu, sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

    Sebagai catatan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jamur di Dinding Rumah Berbahaya, Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Musim hujan bisa memicu timbulnya jamur pada dinding rumah. Kondisi yang lembap bisa mempercepat tumbuhnya jamur.

    Apalagi jika terdapat kebocoran di dalam rumah, maka jamur dengan bisa tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

    Nah jamur di dinding sebenarnya bukan hanya mengganggu estetika rumah, tapi juga berbahaya buat kesehatan. Oleh karena itu, jika ada jamur di rumah maka secepatnya harus ditangani.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

    Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

    Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor Serta Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Air sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apabila air di rumah terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap, tentu hal ini bikin jengkel.

    Sebab, air akan digunakan untuk mencuci baju, mandi, hingga mencuci peralatan makan. Apabila air yang digunakan kotor dan bau tentu tidak bisa digunakan.

    Sebenarnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan air di rumah jadi kotor dan bau, salah satunya bisa disebabkan kandungan klorin pada air yang terlalu tinggi.


    Selain itu, masih ada penyebab lain yang membuat air di rumah menjadi kotor dan bau. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor

    Ada sejumlah faktor yang membuat air di rumah menjadi bau dan kotor sehingga tak bisa digunakan. Dikutip dari Better Homes & Gardens dan Clean Water Store, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Kandungan Klorin yang Tinggi

    Klorin bisa jadi salah satu penyebab air di rumah jadi batu dan keruh. Klorin sebenarnya terdapat dalam persediaan air pada tingkat sekitar 0,2 sampai 2 part per million (ppm). Namun dalam sejumlah kasus, tingkat klorin bisa menyentuh 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

    Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat sehingga efektif dalam membunuh bakteri. Pada umumnya, bau klorin dapat hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

    2. Kandungan Besi dan Mangan Tinggi

    Kadar zat besi dan mangan juga bisa ditemukan dalam air. Umumnya, kandungan besi dalam air maksimal di angka 0,3 mg/L atau 0,3 ppm. Jika kandungan besi melebihi angka tersebut, maka air dapat berubah warna menjadi merah, cokelat, atau kuning.

    Mangan juga merupakan logam yang dapat ditemukan pada air. Mangan berasal dari tanah dan bebatuan di sekitar sumur, sedangkan besi berasal dari kerak bumi.

    Kandungan mangan yang tinggi pada air bisa meninggalkan noda berwarna cokelat atau teh pada peralatan makan dan pakaian. Air yang terkontaminasi mangan tinggi dapat menciptakan rasa pahit.

    3. Tumbuh Bakteri di Saluran Air

    Air di rumah juga bisa mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau belerang atau telur busuk. Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang tumbuh di dalam saluran air, baik pemanas air maupun saluran pembuangan.

    Munculnya bakteri di saluran air bisa disebabkan oleh derajat keasaman atau pH yang terlalu rendah, yakni di bawah 6,5. Kondisi itu dapat melarutkan mineral seperti zat besi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tak sedap.

    Bakteri seperti Gallionella dan Leptothrix dapat memanfaatkan besi di air untuk metabolisme. Alhasil, kandungan air semakin kotor dan tidak sehat untuk digunakan.

    4. Sumber Air Memang Kotor

    Apabila tidak ditemukan pipa yang rusak atau kotor, bisa jadi masalahnya datang dari sumber air di rumah yang tidak bagus. Meskipun sudah menggali sumur air lebih dalam tetapi air yang keluar tetap kotor dan berlumpur.

    Tips Mengatasi Air di Rumah yang Bau dan Kotor

    Masalah air di rumah yang bau dan kotor tidak bisa dianggap sepele. Sebab, air sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

    Dikutip dari Artisanal Water, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air yang kotor dan bau. Berikut caranya:

    1. Pasang Filter Air

    Tips yang pertama adalah memasang filter air untuk menyaring kandungan besi. Sebaiknya pilih alat filter yang sesuai untuk mengatasi masalah spesifik, seperti bau besi dan keruh.

    2. Tawas

    Salah satu bahan yang disebut efektif mengatasi air yang bau dan kotor adalah tawas. Bahan ini merupakan garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat.

    Cara pakainya cukup melarutkan tawas yang sudah dihaluskan ke penampungan air sebanyak 500 gram hingga 1 Kg. Namun, perlu diperhatikan jika tawas bisa menimbulkan efek samping seperti mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi.

    3. Ijuk (Serat Pepohonan)

    Kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti ijuk untuk mengatasi air yang kotor. Perlu dicatat, langkah ini tak langsung berhasil secara instan sehingga perlu menunggu beberapa waktu.

    Penggunaan ijuk sebagai filter air dapat dilakukan dengan cara membuat setumpuk ijuk yang diikat terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam sumur air. Apabila ijuk mengapung maka perlu diberi pemberat agar bisa masuk ke dalam air.

    4. Merawat Pipa Air

    Merawat pipa air secara berkala dapat mencegah air di rumah jadi bau dan kotor. Apabila pipa sudah berkarat maka segera ganti dengan yang baru. Sebaiknya pilih pipa yang tahan korosi seperti PVC untuk meminimalisir masalah serupa di kemudian hari.

    Itulah penyebab air di rumah menjadi bau dan kotor serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kelabang dan Kaki Seribu di Rumah, Bisa Pakai Garam



    Jakarta

    Rumah dapat dimasuki berbagai hama kecil, termasuk kelabang dan kaki seribu. Kedua hewan melata ini tidak berbahaya, tetapi kehadirannya cukup mengganggu penghuni rumah.

    Sebagian orang mungkin ngeri atau geli dengan bentuknya yang seperti ulat. Belum lagi mereka mempunyai kaki-kaki yang mungil.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens dan The Spruce, kelabang dan kaki seribu suka tinggal di tempat yang hangat, lembap, dan gelap. Penghuni bisa saja menemukan kedua hewan ini di bagian rumah dengan karakteristik tersebut.


    Rumah yang terdapat serangga seperti kecoak, ngengat, rayap, serta rayap juga rawan muncul dua hewan melata itu. Pasalnya, serangga merupakan sumber makanan bagi kelabang dan kaki seribu.

    Jika ingin rumah bebas kelabang dan kaki seribu, lingkungan rumah perlu dijaga agar tetap kering. Misalnya penghuni memperbaiki kebocoran pipa atau membersihkan area lembap.

    Kemudian, penghuni juga perlu memperhatikan akses masuk hama ke dalam rumah. Pastikan untuk menutup celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding.

    Bagaimana cara membasmi kelabang dan kaki seribu di rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Basmi Kelabang dan Kaki Seribu

    Inilah beberapa tips untuk membuat rumah bebas kelabang dan kaki seribu.

    1. Taburkan Garam

    Kelabang dan kaki seribu suka tinggal di lingkungan yang lembap untuk berkembang biak. Untuk itu, penghuni bisa menaburkan garam di area lembap buat mengurangi kadar air di udara. Dengan begitu, kedua hewan itu tidak akan tertarik buat masuk rumah.

    2. Siram Pemutih Pakaian

    Pemutih pakaian mengandung bahan kimia yang keras. Aromanya yang menyengat membuat kelabang dan kaki seribu tidak betah di rumah. Lalu, keduanya pun dapat musnah ketika disiram pemutih.

    Perlu diingat, jangan campur cuka dengan pemutih. Sebab, campuran itu akan menghasilkan gas klorin yang beracun.

    3. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka putih mengandung asam asetat dan tingkat keasamannya cukup ampuh memusnahkan hama rumah. Penghuni rumah dapat menyemprotkan cuka putih langsung ke kelabang dan kaki seribu.

    4. Sebarkan Daun Pandan

    Kelabang dan kaki seribu sensitif terhadap bau menyengat, salah satunya daun pandan dan serai. Manfaatkan dua bahan ini dengan cara memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar aromanya keluar. Lalu, letakkan di area yang sering dilalui kelabang dan kaki seribu.

    5. Semprotkan Minyak Esensial

    Minyak esensial seperti tea tree dan peppermint memiliki bau menyengat yang tidak disukai hama. Penghuni bisa mengusir kelabang dan kaki seribu dengan mencampurkan minyak esensial dengan air. Semprotkan cairan itu pada titik masuk atau lokasi yang sering dilewati kelabang dan kaki seribu.

    Itulah tips seputar kelabang dan kaki seribu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Bahaya Black Mold di Rumah, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Sebagai pemilik rumah, kamu harus waspada dengan kemunculan black mold atau jamur hitam. Black mold dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, hingga perabotan.

    Selain mengganggu penampilan rumah, kehadiran black mold juga berbahaya bagi kesehatan penghuninya. Bahkan, sudah ada beberapa kasus kematian yang disebabkan munculnya black mold.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya black mold. Namun jangan khawatir karena jamur hitam ini bisa diatasi dengan beberapa cara. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Munculnya Black Mold

    Penyebab utama munculnya black mold di rumah karena kelembapan tinggi. Dilansir Home Building and Renovating, hal ini terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Seiring waktu, lapisan dalam dinding akan menjadi sangat lembap sehingga menimbulkan jamur hitam.

    Selain itu, faktor lainnya disebabkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh penghuni rumah itu sendiri, seperti mandi, memasak, dan menjemur pakaian di dalam ruangan.

    Bangunan yang sudah tua dan lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi tempat bertumbuhnya black mold. Di sisi lain, masalah pada pipa air rumah yang bocor dan tak segera diperbaiki juga memicu tumbuhnya jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Ada beberapa cara untuk mengatasi black mold di rumah. Dikutip dari The Spruce, berikut tipsnya:

    1. Larutan Pembersih Jamur

    Jamur hitam tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan black mold di tembok yang tidak begitu luas yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi black mold. Kandungan asam pada cuka putih diyakini bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan masih ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Kamu dapat menyemprotkan larutan pembersih ke area yang dipenuhi black mold dengan cara disemprot dari bawah ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Pastikan permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur hitam berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa menggunakan tangga untuk membersihkannya.

    Waspada Bahaya Black Mold

    Dalam catatan BBC, munculnya black mold di rumah telah menyebabkan banyak kasus kematian. Jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara yang jika terhirup manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, dan mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 31 triliun (kurs Rp 21.820) setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Bunuh Kelabang dengan Diinjak, Lebih Aman Pakai 5 Bahan Ini


    Jakarta

    Kemunculan kelabang di rumah sering membuat penghuni kebingungan sekaligus khawatir. Muncul pertanyaan, kenapa tiba-tiba ada serangga ini di rumah?

    Biasanya serangga yang sering muncul di rumah sebatas kecoak, lalat, nyamuk, atau semut. Penghuni rumah bisa tau pasti apa penyebab mereka datang. Namun, jika yang muncul kelabang, sangat tidak biasa.

    Serangga berkaki banyak ini biasanya hidup di lokasi lembap, gelap, dan terpencil. Mereka lebih menyukai lingkungan lembap untuk mencegah tubuh mereka mengering. Oleh karena itu, untuk rumah-rumah yang selalu bersih dan tidak banyak barang, tetapi tetap ditemukan kelabang, bisa menjadi hal aneh apabila melihat kelabang berkeliaran di rumah.


    Penyebab Muncul Kelabang

    Better Homes & Gardens dan The Spruce penyebab Kelabang muncul di rumah biasanya disebabkan ada area rumah yang memenuhi kriteria tempat tinggalnya. Ciri-cirinya adalah tempat yang lembap, hangat, dan gelap.

    Keberadaan kelabang juga bisa menjadi tanda-tanda ada serangga lain di rumah seperti lalat, ngengat, kecoa, hingga rayap. Sebab, kelabang biasanya tidak menampilkan wujudnya. Sementara serangga dengan sumber makanan yang sama seperti lalat, kecoa, dan lain-lain masih sering berkeliaran.

    Cara Basmi Kelabang

    Kalau menemukan kelabang di rumah, coba pakai bahan-bahan ini buat basminya. Lebih aman daripada menginjak serangga tersebut.

    1. Semprotkan Cuka Putih

    Kandungan cuka yakni asam asetat bisa untuk memusnahkan kelabang. Caranya cukup dengan menyemprotkan ke badan mereka. Kandungan dari cuka putih juga bersifat antimikroba.

    2. Sebarkan Daun Pandan

    Daun pandan biasanya digunakan untuk masakan atau keperluan peribadatan. Ternyata bau dari daun pandan ternyata membuat kelabang kabur karena aromanya yang menyengat. Gabungan bahan yang tak ampuh juga adalah daun pandan dan serai. Cara menggunakannya dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Setelahnya, letakkan di lokasi kelabang kerap muncul.

    3. Semprotkan Essential Oil

    Cara paling mudah dan praktis adalah memakai minyak esensial. Minyak esensial tersebut perlu dicampurkan dalam air yang sudah berada di dalam botol semprot. Aroma yang disarankan adalah tea tree dan peppermint mempunyai aroma menyengat yang tidak disukai hama rumah.

    4. Taburkan Garam

    Bahan paling mudah didapat untuk mengusir kelabang adalah garam. Lebih ampuh lagi jika garam disebar di sarang persembunyian kelabang. Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

    5. Pemutih

    Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kelabang. Aroma yang kuat tidak disukai oleh hama ini sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

    Sebagai catatan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Cegah Air Sumur dan PAM Menguning Serta Berbau



    Jakarta

    Salah satu kebutuhan rumah tangga yang utama adalah ketersediaan air bersih. Air bersih bisa dipakai untuk mencuci, memasak, minum juga mandi.

    Oleh sebab itu, air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya. Saat ini, sumber air yang paling umum adalah berasal dari sumur atau perusahaan air minum (PAM).

    Apa jadinya bila air menguning atau berbau? Bolehkah tetap dipakai? Apa yang harus dilakukan?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mudah Hilangkan Jamur di Dinding Rumah, Tak Perlu Panggil Tukang!


    Jakarta

    Jika melihat bercak berwarna hitam pada dinding, kemungkinan besar itu adalah jamur. Dinding berjamur memberi kesan rumah kotor serta merusak estetika rumah.

    Selain tak sedap dipandang, kemunculan jamur di rumah dapat mengganggu kesehatan penghuninya, lho. Oleh karena itu, penghuni perlu segera mengatasi dinding yang berjamur.

    Bagaimana cara membersihkan tembok berjamur? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Mengatasi Dinding Berjamur

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan jamur yang tumbuh pada dinding, dikutip dari The Spruce.

    1. Siapkan Larutan Pembersih Jamur

    Penghuni perlu menyiapkan campuran larutan pembersih jamur, seperti cairan klorin dan sabun cuci piring. Klorin mampu membunuh spora jamur dengan efektif. Alternatif dari klorin adalah cuka putih kalau tidak terlalu banyak jamur di dinding.

    Campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan ya.

    2. Semprotkan Larutan Pembersih

    Selanjutnya, semprotkan larutan pembersih ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah ke atas. Cara ini mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dinding yang mendekati plafon, gunakan tangga untuk membersihkannya.

    3. Membuat Ventilasi di Ruangan

    Pastikan jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka saat membersihkan dinding berjamur. Langkah ini akan mempercepat proses pengeringan serta mencegah kelembapan pada dinding. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, penghuni bisa menyalakan kipas angin.

    4. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

    Setelah menyemprotkan larutan pembersih, biarkan mengering. Lalu, periksa masih ada sisa jamur yang menempel atau tidak. Kalau masih ada noda, ulangi penyemprotan dengan larutan pembersih pemutih yang baru.

    Itulah cara membersihkan dinding yang berjamur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com