Tag: klorin

  • Atasi Black Mold di Dinding Hanya dengan Dilapisi Cat, Apakah Ampuh?


    Jakarta

    Jamur hitam atau black mold kerap muncul pada dinding rumah. Bercak berwarna hitam itu dapat memberikan kesan kotor serta merusak estetika rumah.

    Selain mengganggu keindahan, munculnya black mold juga dapat memicu masalah kesehatan bagi penghuni rumah. Jika terpapar jamur hitam dalam jumlah banyak dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi kulit, dan infeksi paru.

    Maka dari itu, jika menemukan black mold di dinding rumah maka harus segera diatasi. Agar lebih cepat dan praktis, banyak orang yang membersihkan black mold hanya dengan mengecat ulang dinding.


    Namun, apakah efektif menghilangkan black mold hanya dengan cara mengecat ulang dinding? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apa Bisa Atasi Black Mold dengan Mengecat Ulang Dinding?

    Dilansir situs VanDerKolk Painting, mengecat ulang dinding yang penuh jamur dinilai tidak efektif untuk menghilangkannya. Secara visual mungkin bisa tersamarkan karena lapisan cat yang tebal dan warnanya terang.

    Meski begitu, jamur tidak akan pernah mati walau sudah ditimpa cat. Jika berpikir kandungan kimia pada cat bisa mematikan jamur, hal tersebut salah besar.

    Mengecat ulang dinding yang penuh black mold hanya sekadar menutupinya saja. Seiring waktu, jamur dapat menembus cat dan akan menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, cat yang baru dilapisi ke dinding tidak akan bertahan lama meski punya kualitas terbaik. Beberapa bulan setelah dicat, akan muncul gelembung kecil dan akhirnya dapat mengelupas cat karena tingkat kelembapan yang tinggi di dalam rumah.

    Alhasil, jamur akan tetap muncul dan memicu penyakit berbahaya bagi penghuni rumah. Di sisi lain, rumah akan kembali terlihat kotor dan kusam karena cat dinding tak mampu bertahan lama.

    Cara Ampuh Atasi Black Mold di Dinding

    Daripada harus menutupi black mold dengan lapisan cat, ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi jamur hitam yang muncul di dinding.

    Dikutip dari The Spruce, black mold dapat diatasi dengan membuat larutan pembersih jamur alami. Bahannya cukup sederhana, yakni cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin diklaim mampu membunuh spora jamur secara efektif. Jika tak ada klorin di rumah bisa menggunakan cuka putih untuk membasmi black mold.

    Caranya cukup mencampurkan satu sendok makan sabun cuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah. Aduk hingga kedua bahan tersebut tercampur rata, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Selanjutnya, semprotkan larutan pembersih ke area tembok yang penuh jamur hitam mulai dari bawah hingga ke atas. Langkah ini guna mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lain.

    Saat proses pembersihan, pastikan permukaan dinding benar-benar basah, tapi tidak terlalu lembap demi mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika black mold sudah sampai mendekati plafon, gunakan tangga untuk membersihkannya.

    Itulah alasan mengapa jangan membasmi black mold hanya dengan melapisi cat tembok. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Agar Tidak Mudah Berkarat, Begini Cara Tepat Merawat Alat Dapur Stainless Steel


    Jakarta

    Alat-alat dapur berbahan stainless steel (baja tahan karat) digunakan karena terkenal dengan keawetannya. Ketahanannya terhadap karat dan korosi, membuat alat-alat dapur dengan bahan ini banyak dimiliki karena tidak mudah penyok dan tergores, serta dapat menjadi investasi alat rumah tangga dalam jangka panjang.

    Stainless steel tidak reaktif terhadap makanan, termasuk makanan yang mengandung asam tinggi. Sehingga ketika memasak menggunakan alat berbahan ini, juga tidak akan mengubah rasa makanan. Pembersihan alat dengan bahan ini juga sangatlah mudah, mengingat permukaan alatnya yang halus dan tidak berpori.

    Di sisi lain, tanpa perawatan yang tepat, peralatan dengan bahan ini tetap bisa mengalami kerusakan. Sekalipun alat tersebut dirancang dengan bahan yang tahan karat. Dilansir dari situs Unified Alloys, berikut beberapa penyebab stainless steel menjadi mudah berkarat.


    Penyebab Alat Berbahan Stainless Steel Mudah Berkarat

    Stainless steel dapat berkarat apabila lapisan pelindung pada kromium oksida dari korosi mulai rusak atau hilang. Lapisan ini berfungsi sebagai perisai pasif yang mencegah oksidasi logam di bawahnya. Jika lapisan tersebut terganggu, baja tahan karat akan kehilangan perlindungannya dan mulai membentuk karat.

    Beberapa faktor yang dapat merusak lapisan pelindung dan menyebabkan karat, antara lain sebagai berikut.

    1. Lingkungan kaya klorida, seperti paparan garam atau bahan pembersih dan sabun cuci dengan bahan tertentu.
    2. Kerusakan fisik, misalnya goresan, penyok, atau benturan dan gesekan dari benda tajam.
    3. Paparan suhu tinggi, seperti saat proses pengelasan pada proses produksi ataupun penggunaan alat dengan suhu panas yang sangat tinggi.
    4. Paparan bahan kimia agresif, yang merusak permukaan logam.
    5. Terkontaminasi besi bebas, yang merupakan akibat proses pemesinan, pembersihan, ataupun penyimpanan yang tidak tepat.
    6. Kekurangan oksigen yang menghambat terbentuknya kembali lapisan pelindung kromium oksida.

    Tips Merawat Alat Dapur dengan Bahan Stainless Steel

    Berdasarkan penyebab di atas, ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar alat dapur dengan bahan stainless steel tetap awet, bersih, dan tahan karat.

    1. Bersihkan Secara Rutin dengan Alat yang Tepat

    Membersihkan alat dapur secara rutin sangat penting untuk mencegah penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan karat.

    Menurut informasi yang didapatkan melalui situs Unified Alloys, penggunaan kain lembut atau spons non-abrasif dengan air hangat dan sabun cuci piring yang ringan akan lebih efektif dan aman dibandingkan menggunakan sikat kawat atau bahan abrasif lainnya yang bisa merusak lapisan pelindung stainless steel.

    2. Keringkan Segera Setelah Dicuci

    Setelah mencuci, lakukan pengeringan alat secara rutin dengan menggunakan kain microfiber ataupun kain lembut. Air yang menggenang di dalam alat berbahan stainless steel dapat meningkatkan risiko karat. Dengan ini, pengeringan yang dilakukan dengan segera sangat penting untuk menjaga kondisi alat dapur agar tetap optimal.

    3. Gunakan Pembersih Khusus Stainless Steel

    Untuk mengembalikan alat dapur agar berkilau, serta menghilangkan noda yang membandel, bisa dengan menggunakan pembersih khusus stainless steel. Produk pembersih khusus yang dibuat ini, dirancang dengan bahan non-klorin agar tidak merusak lapisan pelindung dan memberikan perlindungan tambahan.

    4. Lindungi Alat dengan Pelapis Khusus

    Selain pembersihan, penggunaan pelapis pelindung seperti Protect Clear juga dapat membantu mencegah noda air dan karat pada permukaan stainless steel. Pelapis pelindung juga akan menjaga tampilan alat dapur agar tetap baru dan meminimalkan kerusakan akibat kelembapan.

    5. Hindari Bahan Kimia Keras

    Bahan kimia keras seperti pemutih atau pembersih dengan kandungan klorin dapat merusak lapisan pelindung stainless steel. Dilansir dari situs Unified Alloys, menyatakan bahwa dengan menghindari bahan kimia abrasif adalah langkah penting untuk mencegah kerusakan dan menjaga daya tahan stainless steel.

    6. Lakukan Perawatan Rutin

    Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala, dapat membantu untuk mengetahui kerusakan atau goresan pada permukaan stainless steel yang dapat menjadi titik masuk kelembapan. Jika ditemukan goresan atau karat awal, segera lakukan pembersihan dan pelapisan tambahan jika dibutuhkan. Perawatan yang proaktif dapat memperpanjang usia alat dapur berbahan stainless steel.

    Itulah penyebab alat dapur berbahan stainless steel mudah berkarat dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bocorkan Trik Cuci Seprai Putih yang Benar agar Tetap Terlihat Bersih


    Jakarta

    Seprai berwarna putih memberikan tampilan kamar yang bersih, elegan, dan sederhana. Sayangnya, memakai seprai putih mudah sekali kotor karena warnanya yang terang.

    Kasur dengan seprai putih juga sulit dibersihkan apalagi jika sudah ada noda yang menempel. Selain itu, warnanya bisa berubah menjadi agak kekuningan. Hal ini yang membuat banyak orang ragu untuk memakai seprai putih dan memilih warna yang agak gelap.

    Sebelum benar-benar memutuskan beralih dari seprai putih, ada lho trik membuat seprai tetap bersih dan warnanya tidak memudar. Dilansir Ideal Home, berikut tips yang bisa diikuti.


    1. Atur Suhu Air

    Seorang pakar sekaligus pemilik White House Hideaway Richard Edwards mengatakan kebanyakan orang salah kaprah bahwa seprai putih harus direndam di air yang panas dan sangat dingin. Padahal ketentuan yang paling tepat adalah rendam seprai putih di air bersuhu yang hangat seperti 40 derajat.

    Air panas dapat membuat noda menempel dan menguning. Sementara itu, air dingin membuat detergen tidak dapat bekerja dengan baik.

    2. Pakai Detergen Bubuk

    Richard mengatakan untuk mempertahankan warna dan tekstur seprai putih layaknya produk baru adalah dengan mencucinya menggunakan detergen bubuk.

    Syaratnya adalah jumlah detergen yang dipakai sesuai. Sebab, jika terlalu sedikit tidak akan membuat seprai bersih dan apabila terlalu banyak justru membuat kainnya kaku dan berubah warna jadi abu-abu.

    3. Hati-hati Saat Memakai Pemutih Pakaian

    Pemakaian pemutih pada pakaian yang asal-asalan dapat merusak serat kain dan membuat pakaian lebih kusam.

    Richard menegaskan hindari menggunakan pemutih klorin. Ganti produk tersebut dengan pemutih oksigen pada saat mencuci. Jenis pemutih tersebut lebih aman bagi kain.

    4. Jangan Cuci Seprai dengan Pakaian Lain

    Ketika mencuci seprai sebaiknya tidak digabung dengan pakaian lain. Seprai membutuhkan ruang yang besar agar semua sisinya benar-benar bersih. Selain itu, memisahkan seprai putih dari pakaian lain agar seprai tidak luntur karena pakaian lain.

    5. Jemur di Luar Ruangan

    Richard menyarankan untuk menjemur seprai putih di luar ruangan yang sedang panas. Hal ini agar tidak muncul bau apek atau lembap. Selain itu, sinar UV matahari juga menawarkan sifat pemutih alami yang dapat membantu menjaga kecerahan warna. Hal ini juga berlaku untuk semua pakaian putih.

    Itulah tips agar seprai putih tetap bisa tampak bersih dan baru, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com