Tag: kloset duduk

  • Alasan WC Jongkok Masih Banyak yang Pakai hingga Sekarang, Ternyata Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Ketika kita membahas tentang kloset pasti yang terlintas di benak kamu ada 2, kloset duduk, dan kloset jongkok. Pada umumnya, gedung perkantoran sudah menggunakan kloset duduk sebagai standar toilet mereka, alasannya adalah karena kenyamanan pengguna.

    Tapi tahukah kamu, sebagian besar masyarakat Indonesia umumnya masih menggunakan kloset jongkok. Mengapa demikian? Melansir darijialifucubicle.com, Toilet jongkok juga dikenal sebagai “eastern-style toilet”, karena toilet ini sangat umum digunakan oleh negara di bagian timur sejak dahulu kala. Sebaliknya, toilet duduk dikenal sebagai “western-style toilet”.

    Tentunya, seiring bertambahnya waktu, kedua desain kloset tersebut mengalami perkembangan yang signifikan, seperti menambahkan sistem penyiraman otomatis, penghangat, dll.


    Lalu, mengapa masih banyak yang menggunakan tipe kloset jongkok? Tentunya, kloset jongkok masih digunakan karena beberapa alasan tertentu. Bila kamu penasaran, ayo kita simak bersama kelebihan dari kloset jongkok di bawah ini!

    Kloset Jongkok Lebih Higienis

    Banyak perdebatan mengenai hal yang satu ini, tidak sedikit yang berpendapat bahwa kloset jongkok itu kotor. Tapi nyatanya, memungkinkan untuk tidak terjadinya kontak antara kulit dengan permukaan dudukan toilet. Menggunakan kloset jongkok juga memudahkan pengguna untuk membersihkan sisa kotorannya.

    Tapi pada akhirnya, semua toilet yang higienis adalah toilet yang selalu dalam kondisi bersih.

    Posisi Jongkok Terbukti Baik untuk Kesehatan

    Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kloset duduk tidak baik untuk fisiologi manusia, dikarenakan oleh resiko ambeien. Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa menggunakan kloset jongkok bermanfaat dalam mencegah ambeien.

    Menggunakan kloset jongkok bisa membantu katup Ileocecal agar tertutup dengan aman, sehingga kotoran dari usus besar tidak masuk ke dalam usus halus. Dalam posisi duduk, katup ini tidak terbantu dan sering bocor, sehingga dapat mencemari usus halus. Posisi jongkok juga bisa membantu melemaskan otot puborectalis, alhasil posisi jongkok bisa menjadi cara pencegahan wasir yang efektif.

    Itulah sekilas kelebihan dari kloset jongkok. Kalau di rumahmu pakai kloset tipe apa?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Orang Barat Ogah Pakai Kloset Jongkok!



    Jakarta

    Terdapat dua jenis kloset yakni kloset jongkok dan duduk. Namun jika kamu perhatikan, jenis kloset yang banyak dipakai adalah kloset duduk, terutama di negara-negara di Eropa dan Amerika. Lantas, apa alasan kloset jongkok jarang ditemui di sana?

    Dilansir situs Jialifu Cubicle, ada beberapa alasan mengapa orang barat jarang menggunakan kloset jongkok, begini penjelasannya.

    1. Kloset Jongkok Dinilai Tak Higienis

    Kloset jongkok yang tidak memiliki penutup di atasnya, membuat orang barat khawatir saat menyiram atau buang air, ada cipratan air yang mengenai pakaian atau lantai kamar mandi. Mereka melihat bentuk kloset jongkok tidak higienis.


    Selain itu, mereka melihat postur jongkok tidak nyaman. Mereka takut tergelincir saat menggunakannya, apalagi tubuh orang-orang barat rata-rata lebih besar dari orang-orang Asia.

    2. Khawatir Ada Barang Bawaan Jatuh

    Alasan selanjutnya mengapa jarang ditemui kloset jongkok di negara-negara Eropa dan Amerika adalah keamanannya. Biasanya mereka menyimpan barang-barang di kantong celana, seperti ponsel dan dompet. Mereka khawatir barang bawaan mereka bisa terjatuh ke dalam kloset ketika mereka jongkok.

    3. Sulit Berdiri Setelah Jongkok

    Selain posisinya yang sulit bagi mereka, ketika berdiri juga mereka merasa kesulitan. Mereka khawatir setelah berjongkok lama, kaki terasa mati rasa (kesemutan). Dengan memakai kloset duduk, mereka bisa melakukan aktivitas lainnya seperti membaca buku, bermain ponsel, dan lainnya dengan lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Air Kloset Lama Turun dan Penyebabnya


    Jakarta

    Kloset duduk di rumah memiliki keunggulan yakni dapat membersihkan kotoran dengan sekali pencet. Air di dalam kloset akan turun, kemudian terisi kembali dengan cepat dalam kondisi bersih.

    Namun, bisa saja kamu mendapati masalah, seperti air kloset lama sekali turun, tidak seperti biasanya. Kamu memencet tombol berulang kali, tetapi air tetap lambat turun. Jika kamu mendapati hal ini, berarti ada masalah pada sistem pembuangan di kloset tersebut.

    Dilansir Angi, ternyata terdapat beberapa penyebab air kloset lama turun, berikut di antaranya.


    1. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

    Pada kloset duduk terdapat lubang kecil di bagian pinggiran yang jarang terlihat. Lubang tersebut adalah Rim Jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram klose dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan.

    Pada proses pembuangan tersebut, pasti ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

    Apabila terjadi hal seperti ini, kamu bisa mencampurkan sabun cuci piring dengan air panas dengan volume sekitar 1-2 panci. Air panas yang digunakan sebaiknya bukan dalam skala mendidih. Namun perlu diingat bahwa bukan berarti sabun dicampur air panas baru dituangkan.

    Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. kamu bisa kembali menunggu sekitar 30 menit.

    2. Saluran Air Tersumbat

    Dalam beberapa kasus, lambatnya air kloset turun karena adanya penyumbatan pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset atau ada kotoran menumpuk.

    Jika kloset kamu mengalami hal ini, kamu bisa menggunakan alat yang dapat mendorong sumbatan di dalam pipa pembuangan. Alat ini sering disebut ular pipa karena dapat dipanjangkan dan fleksibel.

    3. Tekanan Air di Tangki Rendah

    Apabila tidak ada sumbatan, kamu perlu mengecek pasokan air di dalam tangki kloset. Apabila tekanan air di kloset rendah, bisa jadi salah satu alasan air lambat turun. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Kloset Duduk yang Tepat dan Cara Menentukannya


    Jakarta

    Memilih kloset duduk harus dipertimbangkan dengan ukuran yang tepat. Sebab selain untuk kenyamanan, juga demi menentukan tata letak kamar mandi apalagi jika ruang yang tersedia terbatas.

    Secara umum, produsen kloset duduk di Indonesia telah menetapkan standar ukuran yang sesuai dengan postur tubuh warga lokal. Namun, perbedaan desain dan fitur tambahan bisa memengaruhi dimensi keseluruhan kloset.

    Ukuran Kloset Duduk yang Tepat untuk Orang Indonesia

    Eric Jensen, pemilik perusahaan kloset Amerika Selatan merek Badeloft, menjelaskan dalam laman resminya bahwa rata-rata ukuran kloset duduk yakni 28-30 inci, dengan lebar 20 inci dan tinggi tangki 27-32 inci.


    Namun, Imelda Akmal dalam bukunya yang berjudul Seri Rumah Ide: Saniter menuliskan bahwa rata-rata kloset duduk punya total tinggi sekitar 40 cm dari permukaan lantai hingga dudukan, dengan lebar antara 70-75 cm. Sementara itu, dudukannya yang berbentuk oval memiliki panjang sekitar 33 cm dan lebar 20 cm.

    Dalam sistem pembuangan kloset, terdapat standar ketinggian air di dalam lubang pembuangan yang disebut water seal atau seal level. Standar ketinggian ini minimal 50 mm dan berfungsi untuk mencegah gas atau bau dari saluran pembuangan naik ke permukaan. Semakin tinggi water seal, semakin baik kinerja kloset dalam menghalangi bau tidak sedap.

    Sementara, adapun hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih kloset adalah ukuran rough-in, yaitu jarak antara dinding dengan lubang pembuangan kloset. Jika mengganti kloset lama dengan yang baru, ukuran rough-in harus disesuaikan agar pemasangan berjalan lancar. Jika tidak sesuai, kloset bisa sulit dipasang atau tampak tidak rapi karena terlalu jauh dari dinding.

    Di berbagai negara, ukuran rough-in memiliki standar berbeda. Di Eropa sepanjang 180-240 mm, Amerika 305 mm, dan Jepang 510 mm.

    Tapi di Indonesia tidak ada standar baku, sehingga rough-in pada produk kloset bisa bervariasi tergantung merek dan modelnya. Namun, ukuran yang paling umum digunakan adalah standar Amerika, yaitu 305 mm.

    Cara Menentukan Ukuran dan Jenis Toilet yang Pas

    Kloset, yang dalam bahasa Indonesia sering disebut WC (Water Closet), merupakan perlengkapan sanitasi yang digunakan untuk membuang air kecil dan besar. Di dalamnya terdapat pipa berbentuk leher angsa yang berperan penting dalam mengalirkan kotoran dengan baik.

    Guna mengukur toilet duduk, ambil meteran pengukur dan ukur tinggi tangki dengan menggerakkan pita pengukur dari lantai ke bagian atas tutup tangki. Selain itu, tentukan apakah kamu ingin memiliki bentuk toilet duduk yang bundar seperti mangkuk, atau oval. Ukur dari bagian depan dudukan ke bagian belakang tangki.

    Lalu, ukur kasar jarak antara dinding dan bagian tengah pipa pembuangan. Untuk mendapatkan ukuran ini, ukur dari dinding ke bagian tengah tutup baut toilet.

    Pada kloset duduk, terdapat dua model utama, yaitu one piece (monoblok) dan two piece (duoblok). Kloset monoblok memiliki desain menyatu antara bagian dudukan dan tangki air, sementara kloset duoblok terdiri dari dua bagian terpisah.

    Saat ini, kloset monoblok semakin populer karena desainnya yang lebih modern dan mudah dibersihkan, meskipun harganya cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan model duoblok.

    Itulah tadi penjelasan tentang ukuran kloset duduk dan cara menentukan jenis yang tepat. Jadi, tak hanya bergantung pada desain dan harga, tetapi juga perlu dipertimbangkan ukuran, mekanisme pembilasan, serta standar pemasangan pada kloset duduk yang kamu perlukan.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kloset Harus Tertutup Saat Menekan Tombol Flush? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kloset duduk memiliki penutup yang berfungsi untuk mencegah penyebaran kuman, bau, dan cipratan air. Banyak yang menyarankan ketika kita hendak menyiram lubang kloset, sebaiknya penutup tersebut diturunkan hingga lubang tersebut tertutup. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir Better Homes and Garden, seorang CEO dan pemilik AK Building Service, Shari Cedar, mengatakan ketika flush ditekan dan air keluar untuk membersihkan lubang kloset akan muncul aerosol yang mengandung bakteri dan virus ke permukaan kamar mandi dan udara di sekitar. Oleh karena itu, lebih baik kloset dalam keadaan tertutup.

    Sebagai informasi, aerosol merupakan partikel halus di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus, di udara dan di seluruh kamar mandi.


    Namun, Arianna Castro, seorang manajer komunikasi ilmiah di P&G, mengungkapkan dalam studi The American Journal of Infection Control bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak benar-benar mengurangi penyebaran partikel virus.

    Kajian tersebut tetap menyarankan kloset perlu diberi disinfektan secara teratur untuk membunuh partikel-partikel kuman yang mungkin menempel di kamar mandi.

    Castro menekankan menutup kloset ketika menyiram memang hanya membatasi jangkauan semburan, tetapi risiko penyebarannya tetap dapat terjadi karena beberapa kuman dapat bertahan pada air kloset setelah beberapa kali penyiraman.

    “Lebih buruk lagi, beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali pembilasan, yang berarti risikonya tidak hilang setelah satu kali pembilasan. Bagaimana jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Kuman itu akan menyebar ke mana-mana,” jelas Cedar, seperti yang dikutip Sabtu (5/4/2025).

    Sebuah penelitian dari University of Colorado melakukan uji coba untuk mengetahui efek dari penyebaran partikel kuman dan bakteri saat flush ditekan. Mereka menggunakan laser berdaya tinggi untuk memvisualisasikan efeknya.

    Ternyata partikel kuman dan bakteri tersebut dapat berceceran ke segala arah dengan kecepatan 20 meter per detik, mencapai ketinggian 14 meter hanya dalam waktu 8 detik.

    Jadi, Cedar maupun Castro mengatakan lebih baik menutup kloset saat hendak menyiram. Meskipun tidak menjamin kamar mandi aman dari bakteri, setidaknya partikel kuman dan bakteri tidak jatuh ke area yang lebih jauh di kamar mandi. Mereka setuju bahwa tidak ada salahnya menutup tutup toilet saat menyiram toilet.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menutup toilet saat menyiramnya guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik,” tutur Castro.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Kloset Berisik Usai di Siram, Bisa Jadi Tanda Rusak


    Jakarta

    Kloset duduk memiliki tombol flush yang dapat mengeluarkan air dan mendorong kotoran secara otomatis. Saat tombol ditekan, air akan tertarik dan muncul suara seperti tersedot.

    Mungkin bagian orang yang tidak memiliki kloset duduk akan terkejut mendengar suara itu, tetapi untuk sebagian yang lain tidak menghiraukannya. Di balik suara berisik itu, ternyata itu sebuah pertanda mengenai sistem pembuangan pada kloset lho.

    Dilansir The Spruce, suara berisik setelah tombol flush ditekan bisa mengindikasi adanya penumpukan kotoran dan penyumbatan pada pipa. Selain itu, suara tersebut juga memberikan tanda ada komponen pada sistem pembuangan kloset yang bermasalah.


    Setiap jenis suara bisa menandakan masalah yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

    1. Suara Mendesis Seperti Tersedot

    Suara air seperti tersedot atau masuk ke dalam pipa terdengar seperti mendesis. Ternyata ini bukan hanya karena isi ulang air dalam pipa kloset, melainkan bisa jadi ada segel yang rusak pada katup pengisi kloset.

    Suara air kloset mengisi ulang biasanya hanya hitungan detik, tetapi jika suaranya sampai 1-3 menit berarti itu ada kerusakan pada segel. Penyebab segel tersebut rusak bisa karena korosi atau karatan. Cara mengatasinya tidak lain adalah dengan menggantinya dengan yang baru.

    2. Suara Berdecit

    Terdapat 2 tipe suara yang muncul jika segel katup pengisi air kloset rusak yakni berdecit atau lebih halus lagi seperti suara siulan. Suara ini hanya terdengar sebentar hingga air dapat memenuhi kloset lagi. Jika kamu menemukan suara berdecit setelah menekan tombol flush segera bersihkan atau ganti segel katup pengisi air agar tidak menyebabkan kerusakan parah.

    3. Suara Menyiram Tiba-tiba

    Kamu pasti tahu suara ketika flush ditekan dan air menyusut. Suaranya agak keras. Apabila kamu mendengar suara tersebut bahkan saat kloset sudah tidak digunakan, jangan berfikir itu ulah hantu.

    Bisa jadi itu dikarenakan tabung isi ulang tidak terpasang dengan benar atau katup penutup toilet yang rusak. Panggil ahli pemeriksa kloset untuk memperbaiki hal ini.

    4. Suara Gelembung

    Jika kamu mendengar ada suara gelembung atau gemericik dari kloset bisa jadi itu karena pipa pembuangannya tersumbat sebagian, ada tabung isi ulang yang agak kendor, atau ada lubang yang tersumbat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Duduk Sebaiknya Dibuka atau Ditutup Saat Disiram? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan yang cepat kotor, sehingga harus lebih rajin dijaga kebersihannya. Meski ruangan dikenal sebagai sarang kuman, masih ada yang memperdebatkan cara terbaik untuk menyiram WC.

    Kloset atau WC duduk biasanya dilengkapi dengan tutup. Terkadang orang-orang membiarkan WC dalam keadaan terbuka atau tertutup ketika menyiram setelah buang air.

    Lantas, sebaiknya WC disiram dalam keadaan ditutup atau dibiarkan terbuka ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Better Homes & Gardens, Shari Cedar selaku CEO dan salah satu pemilik AK Building Services menjelaskan setiap siraman menciptakan embusan aerosol yang dapat menyebarkan bakteri dan virus ke udara dan permukaan kamar mandi. Embusan aerosol adalah halus partikel di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus.

    Embusan aerosol ini hampir tak kasat mata. Partikel-partikel kecilnya dapat mendarat di apa pun di dekatnya, mulai dari sikat gigi hingga handuk.

    “Beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali siraman, yang berarti risikonya tidak hilang hanya setelah satu kali siraman. Dan jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Embusan itu menyebar ke mana-mana,” kata Cedar dikutip dari Better Homes & Gardens, Kamis (24/4/2025).

    Oleh karena itu, pastikan sikat gigi tertutup dan disimpan di kabinet agar aman dari partikel tersebut. Lalu, tingkatkan ventilasi udara dengan memasang kipas exhaust atau jendela kecil. Desinfeksi permukaan secara teratur, termasuk meja dapur dan gagang pintu untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    Sementara itu, Manajer Komunikasi Ilmiah P&G Arianna Castro mengungkapkan penemuan terbaru dari sebuah studi oleh The American Journal of Infection Control. Temuan tersebut menunjukkan bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak secara signifikan mengurangi penyebaran partikel patogen. Studi itu menyoroti pentingnya desinfeksi toilet secara teratur untuk meminimalkan kontaminasi.

    Castro menekankan menutup WC sebelum disiram mungkin dapat meminimalisir jarak embusan aerosol, tetapi tidak menjamin hilangnya risiko penyebaran patogen. Aliran udara terus memindahkan bakteri, dan kuman dapat bertahan di air toilet setelah beberapa kali penyiraman. Hal ini membuat desinfeksi kamar mandi secara teratur sangat penting.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menyiram dengan toilet tertutup guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik. Namun, karena yang pada akhirnya menyebabkan penyebaran bakteri adalah aliran udara (embusan aerosol), mustahil untuk sepenuhnya mengatasi risiko tersebut hanya dengan menutup tutup toilet,” kata Castro.

    Castro mengatakan menutup tutup WC sebelum disiram dapat mengurangi radius semburan aerosol dan meminimalkan kemungkinan partikel mencapai zona pernapasan. Namun, hal ini belum terbukti.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Kloset Duduk atau Jongkok? Ini Plus-Minusnya


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki kloset sebagai tempat untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Saat ini, ada dua jenis kloset yang umum dipakai masyarakat, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai tempat untuk BAB dan BAK. Meski begitu, baik kloset duduk dan kloset jongkok punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Hal ini yang kerap bikin bimbang penghuni rumah setiap kali membangun atau merenovasi kamar mandi. Jadi, lebih baik pilih kloset duduk atau jongkok? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kloset Duduk vs Kloset Jongkok, Pilih Mana?

    Di era modern, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kloset duduk di kamar mandi. Begitu juga pada mal besar hingga gedung kantor, hampir semuanya memilih memakai kloset duduk daripada jongkok.

    Namun, sebagian orang masih nyaman menggunakan kloset jongkok karena dinilai lebih sehat untuk tubuh. Benarkah?

    Dilansir situs Bladder & Bowel UK, Selasa (10/6/2025), sebuah penelitian pada 2003 menunjukkan bahwa orang yang jongkok lebih sedikit mengalami tegang dan butuh waktu lebih sedikit untuk BAB daripada di kloset duduk.

    Penelitian lain pada 2020 lalu mengungkapkan, posisi jongkok saat BAB dapat menurunkan tekanan perut sehingga lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengosongkan isi usus. Hal ini memengaruhi fungsi otot puborectalis menjadi rileks dan rektum berada di posisi lurus, sehingga lebih gampang mengeluarkan feses dari tubuh.

    Jika dilihat dari segi desain, kloset duduk dinilai lebih baik daripada kloset jongkok. Bahkan, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat dan mendesain kloset duduk yang nyaman, canggih, serta mengusung smart toilet yang serba otomatis.

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah modern karena dapat mempresentasikan tingkat modernitas pada hunian tersebut. Dibandingkan toilet jongkok yang terkesan kuno dan harus disiram secara menual.

    Desain kloset yang mengusung kenyamanan membuat kloset duduk banyak dipilih oleh lansia, wanita hamil besar, atau orang yang mengalami cedera lutut. Sebab, mereka tak perlu repot-repot harus jongkok yang justru sangat berisiko bagi kesehatan.

    Jika detikers masih bimbang, simak kelebihan dan kekurangan kloset duduk dan kloset jongkok di bawah ini:

    Kelebihan Kloset Duduk

    • Desain kloset lebih modern dan mewah, cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis, modern, atau industrial
    • Lebih nyaman digunakan karena kaki tidak cepat pegal
    • Banyak produsen yang meluncurkan produk smart closet dan diklaim lebih canggih, efektif, dan nyaman.

    Kekurangan Kloset Duduk

    • Harganya jauh lebih mahal daripada kloset jongkok, terutama pada kloset yang mengusung konsep smart closet
    • Kurang sehat karena dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Kelebihan Kloset Jongkok

    • Harganya lebih murah daripada kloset duduk
    • Lebih sehat bagi tubuh
    • BAB jadi lebih lancar
    • Mencegah penyakit seperti wasir atau sembelit.

    Kekurangan Kloset Jongkok

    • Modelnya kuno dan sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak cocok untuk hunian modern
    • Kurang nyaman jika digunakan dalam waktu lama karena menyebabkan nyeri dan pegal di paha serta tumit
    • Tidak semua orang dapat menggunakan kloset jongkok, khususnya lansia, wanita hamil besar, hingga orang yang sedang mengalami cedera pada kaki.

    Sejarah Singkat Kloset Duduk

    Sebenarnya, manusia sejak zaman dahulu menerapkan cara jongkok untuk BAB. Namun, seiring perkembangan zaman mulai ditemukan kloset duduk agar lebih nyaman saat buang hajat.

    Dikutip dari Medium, toilet awalnya berupa tanah yang diberi lubang dan dirancang agar nyaman untuk BAB dengan cara jongkok. Namun pada abad ke-16, terciptalah toilet siram pertama yang digagas oleh Sir John Harington.

    Saat itu, Harington mendesain kloset yang dikhususkan untuk Ratu Elizabeth I. Toilet ini dapat membantu sang ratu ketika di kamar mandi, sebab gaun yang dikenakan saat itu punya berat hingga 18 kilogram.

    Meski desain Harington dianggap revolusioner pada masanya, tapi kloset duduk berfokus pada kenyamanan dan kemudahan. Toilet ini dirancang agar sesuai dengan gaya hidup orang Barat yang kaya dan terpandang, sehingga saat buang hajat pun harus duduk di kursi dan memakai pakaian formal.

    Hal ini justru berbanding terbalik di kawasan Timur, terutama di Asia. Toilet jongkok tetap digunakan pada banyak masyarakat karena dinilai praktis, murah, dan selaras dengan gaya hidup yang sederhana. Bahkan, toilet jongkok masih banyak digunakan oleh warga yang tinggal di pedesaan.

    Itu dia kelebihan dan kekurangan kloset duduk dengan kloset jongkok. Jadi, mau pilih yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Kloset Nggak Deras dan Lama Turun Bukan karena Flush, Ini 3 Biang Keroknya


    Jakarta

    Kloset duduk telah dilengkapi banyak fitur otomatis yang bisa dimanfaatkan cukup dengan menekan tombol. Salah satunya adalah fitur menyiram sendiri. Ketika tombol ditekan, air akan keluar sendiri dengan debit air yang sudah ditentukan. Cara ini sangat praktis dan mempersingkat waktu.

    Namun, pernah nggak menemukan kloset yang mengeluarkan air yang kecil dan pelan? Hal ini ternyata bukan karena kloset tersebut telah diatur agar menghemat air, melainkan sebuah pertanda ada yang salah pada kloset tersebut.

    Dilansir Angi, berikut beberapa masalah yang menyebabkan kloset mengeluarkan sedikit air ketika penyiraman.


    1. Saluran Air Tersumbat

    Cara kerja air pada kloset sebenarnya hampir mirip dengan prinsip jalur air pada keran atau pipa. Biasanya apabila air yang keluar sedikit dan lebih pelan dari biasanya, kemungkinan terjadi sumbatan. Untuk kasus yang terjadi di kloset, penyumbatan bisa terjadi pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset seperti tisu, plastik, hingga karet. Bisa juga karena septic tank yang sudah penuh sehingga banyak kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan, tidak bisa masuk.

    Tentu untuk mengetahui penyebab harus dilakukan pengecekan. Coba panggil tukang ledeng. Apabila ingin mengatasinya sendiri, pakai alat pendorong sumbatan pada pipa, bentuknya pipih, fleksibel dan bisa memanjang. Nantinya alat tersebut akan masuk melalui lubang kloset dengan cara didorong.

    2. Tekanan Air di Tangki Rendah

    Apabila tidak ada sumbatan, masalah kedua mungkin disebabkan dari tangki air kloset. Bagian ini berfungsi untuk memasok air dan mengeluarkan ketika tombol flush ditekan. Letaknya berada di bagian kepala kloset yang bentuknya seperti sandaran kursi.

    Ketika tekanan air di tangki tersebut rendah, air yang keluar juga tidak akan begitu deras dan lambat. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

    3. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

    Pada kloset banyak sekali bagian-bagian detail yang jarang terlihat apabila dilihat dari atas, salah satunya adalah rim jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram kloset dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan. Rim jets merupakan lubang untuk keluarnya air dari tangki.

    Lubang ini tentu harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat agar semua lubang dapat mengaliri air. Namun, pada prosesnya bisa saja ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

    Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan secara teratur. Bahan pembersihnya pun tidak mahal, bisa dengan sabun cuci piring dan air panas sebanyak 1-2 panci. Air panas tidak perlu sampai mendidih.

    Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. Tunggu sekitar 30 menit.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Flush Kloset Macet dan Air Susah Keluar, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Masalah yang kerap ditemui di kloset duduk adalah air flush yang macet dan air yang sedikit keluar. Normalnya, flush dapat mengeluarkan air sesuai debit yang sudah ditentukan.

    Jika terjadi hal seperti ini, ternyata masalahnya ada pada sistem air flush yang berada di tangki atau disebut dengan tank rim. Menurut Sales Merchandiser PT Trilliun Prima Sukses Ugih menjelaskan, di dalam tangki air kloset terdapat 4 komponen. Pertama, selang untuk mengisi air. Kedua, pelampung yang fungsinya untuk menghentikan air dari selang tadi untuk berhenti, ketiga tombol flush, dan keempat lubang tempat air masuk ke dalam kloset ketika flush ditekan.

    Isi tank rim kloset: pelampung (kiri), tombol flush (tengah), selang keluar air (yang panjang), dan pipa tempat air masuk ke dalam kloset (kanan).Isi tank rim kloset: pelampung (kiri), tombol flush (tengah), selang keluar air (yang panjang), dan pipa tempat air masuk ke dalam kloset (kanan). Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Apabila air yang keluar dari flush sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali, berarti masalahnya ada pada selang tempat keluarnya air. Hal yang dapat menyumbat keluarnya air dari selang tersebut adalah lumut, penumpukan sedimen, atau kapur yang mengendap.


    “Di sini (dalam selang dan tangki) ada kotoran. Kalau flushnya sampai ke dalam begini (ditekan penuh), nggak mungkin airnya kecil, kalau nggak (disebabkan) kotor,” kata Ugih saat ditemui di acara Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Penyebab kedua adalah karena dan lubang untuk air masuk bagian katupnya tidak bekerja. Lubang air tersebut bentuknya seperti pipa tegak yang terdapat 2 jalan keluar yakni bagian atas dan bawahnya. Ketika flush ditekan, kedua katup tersebut akan terbuka dan air akan keluar. Namun, apabila katup tidak terbuka, air tidak akan muncul di dalam kloset untuk menyiram kotoran.

    Ugih mengatakan untuk flush eror yang disebabkan karena kloset kotor, bisa diatasi sendiri oleh pengguna kloset. Namun, apabila masalahnya pada sistem, harus diatasi oleh ahli ledeng yang berpengalaman.

    “Kalau itunya (selang dan tank rimnya) kotor, itu bisa (diperbaiki). Tapi kalau misalnya ada kendala di tank rimnya itu, kita (pengguna) nggak bisa,” jelasnya.

    Ugih berpesan kepada pengguna kloset duduk untuk sering-sering mengecek bagian tank rim dan secara berkala dibersihkan. Minimal 3 bulan sekali perlu dibersihkan. Hal ini untuk menghindari adanya penyumbatan yang membuat air flush macet atau keluar sedikit.

    Begitu pula untuk rumah yang memiliki kualitas air yang buruk seperti kekuningan atau mengandung sedimen, membersihkan tank rim kloset harus dilakukan lebih sering.

    Solusi lainnya adalah memilih kloset yang bagian tank rimnya sudah didesain anti lumut sehingga perawatannya lebih mudah. Ugih menjelaskan ciri-ciri tank rim kloset yang anti lumut adalah yang memiliki permukaan dalamnya halus seperti keramik glossy.

    Senada, Sales Consultant PT Surya Pertiwi Tbk (TOTO) Muhammad Dhika mengatakan, apabila ada flush macet masalahnya terletak pada tangki air kloset tersebut. Hal ini biasa terjadi pada kloset yang sudah lama dipakai.

    “(Masalahnya) di pelampung air ada mampet kotoran,” terangnya di temui di tempat yang sama.

    Dhika menyarankan, jika mengalami hal seperti itu agar segera menghubungi pihak produsen untuk dibantu perbaikannya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com