Tag: kolong

  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Taruh Barang-barang Ini di Kolong Tempat Tidur, Pokoknya Jangan


    Jakarta

    Jika di bawah tempat tidur kamu ada ruang kosong, jangan ditaruh apapun di sana ya. Bisa-bisa kamu lupa pernah menaruh barang di sana atau bahkan menjadi sarang serangga.

    Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan di kolong tempat tidur. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.

    Apapun yang Terbuat dari Kertas dan Karton

    Sebaiknya, kamu tidak menyimpan barang-barang yang terbuat dari kertas atau karton di kolong kasur. Misalnya seperti kardus sepatu, foto, buku, dokumen, dan lainnya. Jika kamu menaruh barang-barang yang terbuat dari kertas atau karton di Kolong kasur, bisa-bisa menjadi sarang serangga.


    “Produk kertas sebenarnya merupakan sumber makanan bagi beberapa serangga, mulai dari kutu buku hingga ngengat dan kecoa,” kata pendiri blog The Unclutterred Life dan Founder Declutter Deck, Danica Carson, dikutip dari Real Simple.

    Barang yang Terbuat dari Kulit

    Menaruh sepatu atau tas kulit di bawah tempat tidur hampir sama seperti menjemurnya di bawah sinar matahari karena bisa rusak. Hal itu karena di kolong kasur sering berdebu.

    “Debu dapat menyebabkan barang-barang dari kulit mengering, retak, dan berubah warna seiring waktu. Kalau kamu benar-benar harus menyimpan barang-barang ini di bawah tempat tidur, barang tersebut harus disimpan dalam wadah plastik untuk mencegah debu menumpuk di atasnya,” jelas Carson.

    Alat Elektronik

    Barang selanjutnya yang tidak boleh ditaruh di kolong kasur adalah alat elektronik. Sebab, debu yang ada di sana bisa merusak alat elektronik.

    “Selain itu, apa pun yang memiliki baterai menimbulkan risiko kebakaran yang lebih tinggi di bawah tempat tidur. Karena debu dapat berdampak negatif pada perangkat elektronik, baterai tersebut lebih mungkin mengalami kerusakan daripada baterai yang disimpan di tempat yang sejuk dan kering,” ungkap Carson.

    Seprai-Selimut

    Seorang decluttering expert, Monica Fay mengatakan, jangan pernah menaruh seprai, selimut, bantal, atau apapun yang berserat atau berpori di kolong tempat tidur. Hal itu karena debu mudah terkumpul dan menempel di bawah furnitur, terutama tempat tidur. Kamu bisa menyimpan barang-barang tersebut di dalam wadah sebelum menaruhnya di kolong tempat tidur.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menyimpan barang-barang di kolong tempat tidur, pastikan barang tersebut sudah dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan bening agar bisa dilihat isi di dalamnya ada apa saja. Wadah dengan roda akan lebih baik karena memudahkannya untuk diambil dan dimasukkan ke dalam kolong.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Benda Ini di Kolong Kasur!



    Jakarta

    Jika kamu menempati rumah kecil dan memiliki banyak barang, mulailah bersikap kreatif dengan memikirkan penyimpanan untuk barang-barang tersebut. Memakai ruang kosong pada kolong tempat tidur merupakan ide yang tepat, karena dapat menyembunyikan kekacauan visual dan menjauhkan barang dari lorong kamu.

    Namun, terdapat peringatan untuk menyimpan barang-barang tertentu pada kolong tempat tidur. Ada beberapa barang yang seharusnya kamu hindari untuk disimpan di sana dengan cara apapun demi menjaga area kamar tidur agar selalu bersih.

    Dokumen Penting

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Kamis (7/11/2024), Dokumen penting seharusnya tertata dengan rapi serta mudah untuk diakses dan terlindungi, idealnya diletakkan di brankas yang tahan api.


    Meskipun kamu menyimpan dokumen dengan rapi pada dalam kotak, tapi jika berada di kolong tempat tidur tentu kamu akan susah meraihnya terlebih jika dalam keadaan darurat yang tentunya akan sangat merepotkan, bahkan berbahaya.

    Tak hanya itu, serangga, rayap, termasuk kutu buku tentu akan sangat menyukai hal ini dan yang pasti akan membuat dokumen menjadi rusak. Dalam hal ini, kamu bisa menyimpan produk yang berbahan kertas apa pun pada kolong kasur kamu, termasuk juga foto dan kotak kardus.

    Jika buku kamu terlalu menumpuk dan terlalu besar untuk diletakkan di meja samping kasur, maka kamu bisa meletakkannya di keranjang, tapi hindari dari bawah kasur jika kamu khawatir dengan serangga.

    Barang yang Jarang Dipakai

    Sebaliknya, menyimpan barang-barang yang jarang kamu butuhkan di bawah tempat tidur dapat memperkuat mentalitas jauh dari pandangan, jauh dari pikiran.

    Barang-barang tersebut bisa tertinggal di sana selama bertahun-tahun, mengumpulkan debu, dan menyebabkan energi yang stagnan. Dukung diri kamu dan ciptakan ruang yang lebih segar dengan rutin merapikan barang-barang tersebut.

    Barang yang Sering Dipakai

    Jika bicara tentang kenyamanan, kamu mungkin akan mengalami efek sebaliknya jika kamu memutuskan untuk menaruh barang-barang pada kolong tempat tidur. Membungkuk dan meraih barang yang sulit dijangkau setiap hari atau bahkan setiap minggu pasti akan terasa sangat membosankan.

    Apalagi jika kamu malas untuk menaruh serta meletakkannya kembali, ini akan berakibat pada kekacauan dan mempersulit kamu untuk menemukan barang apa yang akan kamu butuhkan.

    Terlalu Banyak Barang

    Menumpuk terlalu banyak barang di bawah tempat tidur dapat menghambat aliran udara dan menciptakan lingkungan yang kurang ideal untuk penyimpanan. Kamu perlu mengetahui bahwa hal ini juga bisa mengganggu kualitas tidur.

    Sirkulasi udara yang buruk di bawah tempat tidur dapat sedikit meningkatkan suhu kamar, yang mungkin cukup membuat kamu kesulitan untuk tidur nyenyak. Ruangan yang sesak juga menyulitkan pembersihan di bagian bawah tempat tidur, sehingga berpotensi menumpuk alergen yang berdampak pada pernapasan.

    Meskipun mungkin praktis untuk menyimpan barang di bawah tempat tidur, penting untuk memahami efek negatifnya juga.

    Keranjang Cucian

    Kurangnya ruang pada kamar tidur untuk keranjang cucian mungkin akan membuat kamu berpikir untuk memanfaatkan area pada kolong kasur untuk menaruh keranjang cucian. Kecuali kamu sudah putus asa, sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk hal ini.

    Pakaian kotor menahan kelembapan dan menimbulkan bau tak sedap yang akan terus berada di dekat kamu dan akan tercium ketika kamu mencoba untuk tidur.

    Ini akan menjadi hal yang berat untuk menarik dan mengeluarkan keranjang cucian dari kolong tempat tidur secara berulang. Sebaiknya kamu menyiapkan ruang untuk keranjang cucian selain di area tempat tidur.

    Makanan

    Tren laci camilan di nakas yang viral di media sosial membuat menyimpan makanan di kamar tidur semakin umum. Beberapa orang bahkan mungkin mulai menggunakan ruang di bawah tempat tidur mereka untuk menyimpan stok makanan agar tidak perlu ke dapur.

    Memang menggoda untuk memiliki cemilan tengah malam yang mudah dijangkau saat bersantai di tempat tidur, tetapi hal itu tidak sebanding dengan risiko menarik hama ke kamar kamu.

    Hewan pengerat bisa menggerogoti kemasan yang belum dibuka, sementara serangga seperti semut dan kecoa tertarik pada gula dan pati.

    Meskipun makanan disimpan dalam wadah plastik berpenutup di bawah tempat tidur, hama bisa saja menemukan cara untuk mengaksesnya. Untuk mencegah risiko ini, sebaiknya tetap simpan makanan di dapur atau pantry.

    Elektronik

    Menyimpan perangkat elektronik di bawah tempat tidur dapat menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika ada kabel yang terhubung ke stopkontak di area tersebut, yang mudah menjadi terlalu panas.

    Meski tidak sedang diisi daya, perangkat elektronik yang dibiarkan di bawah tempat tidur dalam waktu lama pasti akan berdebu, yang dapat merusak baterai dan sirkuit sehingga perangkat mahal kamu tidak lagi berfungsi.

    Kurangi risiko ini dengan mendaur ulang perangkat elektronik lama di pusat daur ulang limbah elektronik terdekat dan simpan perangkat yang masih digunakan di pusat media atau area kantor rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Geger Rumah Kosong Depok Jadi Sarang 35 Ekor Ular, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Rumah kosong yang dibiarkan tak terawat bisa menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya ada potensi rumah itu menjadi sarang ular, lho.

    Seperti rumah kosong di Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok yang tak ditinggali selama 2 tahun. Petugas Damkar Kota Depok menemukan dan mengevakuasi 35 ekor anak kobra dari rumah tersebut pada Selasa (10/12) lalu.

    Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Tessy Haryati mengatakan pihaknya mengevakuasi puluhan anak kobra tersebut setelah mendapatkan laporan warga soal keberadaan induk kobra.


    “Itu sekitar 2 minggu yang lalu kita respons ke sini, cuma nggak ketemu, indukannya masuk lagi. Nah ini kita respons lagi, ternyata telurnya sudah menetas,” kata Tessy dikutip dari detikNews, Jumat (13/12/2024).

    Tessy mengatakan induk kobra tersebut ternyata menetaskan diri di sebuah rumah kosong milik warga. Namun rumah tersebut sudah tak dihuni dan kondisinya pun tidak layak huni.

    “Jadi saya pesan ya kepada semua warga untuk selalu mengecek, rumah yang kosong ini kemungkinan potensi seperti ini. Ini alhamdulillah kita bisa evakuasi ya, masih anakan. Kalau sudah besar semua mungkin satu kompleks ini bisa terdampak,” jelasnya.

    Lantas bagaimana cara merawat rumah kosong agar ular tidak masuk dan bersarang?

    Tips Cegah Ular Masuk Rumah Kosong

    Inilah cara mencegah ular masuk dan bersarang di rumah kosong, dikutip dari homes to love.

    1. Tutup Lubang di Luar Rumah dan Garasi

    Ular suka memasuki tempat yang gelap dan kering seperti atap, kolong rumah, dan garasi. Pastikan kamu menutup lubang di atap, langit-langit, garasi, dan area lain tempat mereka mungkin tinggal.

    Kamu juga bisa memasang lapisan jaring atau kasa pada bukaan pintu atau ventilasi agar ular atau hewan tidak masuk, namun tetap memungkinkan sirkulasi udara.

    2. Rapikan Pekarangan

    Meski rumah kosong, kunjungi rumah secara berkala untuk merapikan pekarangan. Pastikan tidak ada celah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular di pekarangan.

    Rajin potong rumput agar tetap pendek dan segera buang sisa potongan rumput. Jangan biarkan potongan rumput menumpuk karena bisa menjadi tempat ular menghangatkan diri.

    3. Tutup Lubang Pada Dinding dan Struktur Rumah

    Ular menyukai dinding batu dan bisa masuk rumah melalui celah-celah serta menjadikannya tempat persembunyian. Oleh karena itu, pastikan untuk menutup lubang atau rongga pada dinding atau struktur rumah lainnya.

    4. Bersihkan Rumah

    Walaupun rumah kosong, bersihkan secara berkala karena rumah menjadi kotor dari waktu ke waktu. Pastikan tidak ada sisa makanan di rumah, sebab akan mengundang tikus, yakni makanan ular.

    5. Pilih-pilih Tanaman

    Ternyata jenis tanaman di pekarangan rumah kamu bisa menjadi faktor munculnya ular di rumah, lho.

    Jika kamu punya pekarangan atau taman di rumah, pemilihan tanaman ternyata datang mempengaruhi kedatangan ular. Misalnya, semak rendah dan semak berdaun lebat akan menjadi tempat yang disukai ular buat bersembunyi.

    Namun, menanam pohon tinggi serta mengurangi sampah daun bisa menjadikan rumahmu tidak begitu menarik bagi ular.

    Itulah beberapa cara mencegah ular masuk dan bersarang di rumah kosong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Terlupakan Dibersihkan, 5 Bagian Kamar Ini Bisa Jadi Sarang Kuman!


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur yang bersih tentu membuat penghuni di dalamnya merasa nyaman. Namun, ada saja bagian-bagian yang luput dibersihkan.

    Apabila bagian-bagian tersebut luput dibersihkan bukan tidak mungkin menyebabkan kualitas udara memburuk, bau tidak sedap, serta memicu alergi. Tentunya penghuni rumah tak ingin kamarnya tidak nyaman untuk ditempati.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini beberapa bagian yang kerap dilupakan saat membersihkan kamar tidur.


    1. Kolong Tempat Tidur

    Bagian ini jarang dibersihkan, padahal jika dibiarkan dalam waktu lama akan menimbun debu yang bisa memicu alergi. Biasanya bagian kolong tempat tidur juga sering dipakai untuk menyimpan barang.

    Kalau mau membersihkan kolong tidur sebaiknya keluarkan barang-barang yang ada di sana terlebih dahulu. Setelah itu mulai bersihkan debu dan kalau bisa pel bagian tersebut.

    Selain kolong tempat tidur, headboard kasur juga sering kali luput dibersihkan. Padahal debu yang menempel pada headboard bisa menurunkan kualitas udara di kamar. Untuk membersihkannya bisa menggunakan lap basah.

    2. Saklar Lampu

    Saklar lampu juga menjadi bagian yang jarang dibersihkan. Padahal bagian ini sering kali disentuh oleh penghuni kamar.

    Untuk membersihkannya bisa pakai lap yang sedikit basah dan pembersih serba guna. Pastikan lap yang digunakan jangan terlalu basah karena dikhawatirkan mempengaruhi kelistrikan.

    3. Sarung Bantal

    Sarung bantal menjadi salah satu bagian yang luput dibersihkan. Padahal jika tidak dibersihkan, sarung bantal bisa menjadi sarang kuman. Sebaiknya, sarung bantal dicuci setiap 3-6 bulan sekali.

    4. Kasur

    Membersihkan kasur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Namun, hal ini kadang luput untuk dilakukan.

    Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner atau mengebutnya dengan sapu lidi. Selain itu, bisa juga membersihkannya dengan uap yang bisa efektif membunuh bakteri. Namun, jangan gunakan uap pada kasur memory foam, karena panas dapat merusak bahannya.

    5. Lemari

    Seringnya membuka dan menutup lemari untuk mengambil barang bisa dengan cepat menumpuk debu, kotoran, maupun bakteri. Nah, untuk membersihkannya sebaiknya keluarkan barang-barang yang ada di dalamnya.

    Bersihkan debu yang ada di lemari sebelum mengelapnya dengan lap basa. Pastikan lemari sudah kering sebelum mengembalikan barang-barang ke dalamnya.

    Membersihkan lemari juga bisa sekaligus menyortir barang-barang yang tidak diperlukan lagi dan menjualnya atau mendonasikan barang tersebut.

    Kini sudah tahu kan bagian apa saja di kamar tidur yang luput dibersihkan? Ke depannya jangan lupa dibersihkan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lupakan Area Ini Saat Bersih-bersih Jelang Lebaran



    Jakarta

    Menjelang lebaran, biasanya umat muslim melakukan bersih-bersih rumah. Tujuannya agar rumah tampak bersih saat menyambut tamu dari keluarga, sanak saudara, hingga kerabat.

    Biasanya bersih-bersih rumah menjelang lebaran merupakan deep cleaning atau membersihkan secara keseluruhan area tanpa terkecuali. Selain menjaga kebersihan, hal ini juga dapat memperindah rumah. Namun, ada saja area yang sering luput dalam kegiatan deep cleansing.

    Melansir dari beberapa sumber, berikut area yang sering terlupakan ketika bersih-bersih.


    Jendela

    Mengutip dari situs Cnet, jendela merupakan sarang debu selama bertahun-tahun. Jendela harus rutin dibersihkan karena merupakan tempat keluar masuknya udara yang membawa kotoran dan debu. Oleh karena itu, jangan lupa bersihkan area jendela.

    Kusen dan Gagang Pintu

    Bagian atas pintu atau kusen juga sama seperti jendela yang menyimpan banyak debu. Bisa gunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu untuk membersihkan area tersebut. Gunakan juga air sabun hangat untuk membersihkan seluruh kusen.

    Gagang pintu juga salah satu area yang sering disentuh tetapi terlupakan ketika bersih-bersih. Gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan gagang pintu yang penuh kuman.

    Kolong Sofa dan Tempat Tidur

    Salah satu area yang hampir jarang dibersihkan adalah kolong sofa dan tempat tidur. Padahal area itu menyimpan banyak debu. Gunakan penyedot debu agar lebih mudah membersihkan.

    Bagian Atas Kitchen Set

    Saat memasak di dapur, asap, uap, dan partikel makanan akan naik dan sering menempel meninggalkan residu yang tebal dan lengket. Setelah dibersihkan, lapisi bagian atas kitchen set menggunakan kertas lilin agar nodanya tidak lagi menempel.

    Bagian Atas dan Belakang Kulkas

    Ketika membersihkan kulkas, sering luput bagian atas dan belakangnya yang menyimpan banyak debu karena area tersebut tidak terjangkau. Bagian atas kulkas dapat dibersihkan setiap sebulan sekali. Sebelum itu, cabut kabel kulkas dulu, lalu gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan bagian belakang kulkas.

    Kipas Angin Gantung

    Jika kamu punya kipas angin gantung jangan lupa untuk dibersihkan termasuk bohlamnya. Namun, kamu juga harus fokus pada bilah kipas yang tertutup debu tebal. Singkirkan debu tersebut ke tanah, lalu bersihkan dengan kemoceng atau kain mikrofiber. Pastikan kipas sudah dingin sebelum menyentuhnya.

    Lemari Pakaian

    Pendiri Jacksonville Maids, Justin Carpenter, mengutip dari situs Better Homes & Garden, pada Selasa (25/03/2025), mengatakan bahwa lemari pakaian merupakan sarang kuman.

    “Lemari pakaian dapat dengan mudah menjadi tempat berkembang biaknya debu dan jamur hingga bakteri. Seiring waktu, kotoran dan kuman menumpuk di tempat ini dan dapat mempengaruhi kesehatan,” ujar Carpenter.

    Bersihkan lemari dengan terlebih dahulu mengeluarkan semua pakaian. Kemudian, lap dengan kain mikrofiber dan pembersih disinfektan. Sedot debu dari bagian bawah lemari hingga sepanjang pinggirannya. Setelah kering, tata kembali barang-barang dengan rapi.

    Itu dia area yang tidak boleh dilupakan saat bersih-bersih menjelang lebaran. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Simpan Barang Ini di Kolong Kasur Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Kolong kasur kerap dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Menaruh barang di bawah tempat tidur menjadi metode yang efisien untuk menyingkirkan berbagai benda, apalagi yang berukuran besar.

    Namun, ternyata nggak sembarang barang bisa disimpan di tempat itu, lho. Beberapa benda justru rawan rusak atau berdebu di kolong kasur.

    Lalu, benda apa saja yang nggak cocok disimpan di kolong kasur ya? Simak ulasannya berikut ini.


    5 Benda yang Nggak Boleh Disimpan di Kolong Kasur

    Inilah daftar benda yang sebaiknya tidak disimpan di bawah tempat tidur, dikutip dari Real Simple.

    1. Benda Terbuat dari Kertas dan Karton

    Benda yang terbuat dari kertas atau karton bisa menjadi sumber makanan bagi serangga, seperti ngengat dan kecoak. Oleh karena itu, hindari menyimpan foto, buku, dokumen, dan kardus di bawah tempat tidur.

    2. Benda Terbuat dari Kain

    Jangan simpan selimut, bantal, atau bahan berbahan fiber atau kain di bawah kasur. Sebab, kolong tempat tidur memiliki banyak debu yang bisa mengendap pada benda berbahan kain. Namun, benda tersebut masih bisa aman kalau disimpan dalam wadah plastik terlebih dahulu.

    3. Benda Terbuat dari Kulit

    Debu di kolong kasur dapat menyebabkan barang-barang berbahan kulit menjadi kering, retak, dan berubah warna seiring waktu. Jika masih ingin menyimpan barang ini di bawah tempat tidur, pastikan untuk memasukkannya ke dalam wadah plastik dulu.

    4. Makanan

    Jangan pernah menaruh makanan, bahkan yang dalam kemasan, di bawah tempat tidur. Tikus dan hama lainnya bisa menyerbu makanan ini. Selain itu, makanan bisa berdebu kalau dibiarkan di kolong kasur.

    5. Alat Elektronik

    Hindari menyimpan alat elektronik di kolong kasur karena rawan berdebu. Debu bisa berdampak buruk pada perangkat elektronik. Lalu, segala sesuatu yang menggunakan baterai akan meningkatkan risiko kebakaran di bawah tempat tidur.

    Itulah beberapa benda yang tidak boleh disimpan di bawah tempat tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun Cuci Piring


    Jakarta

    Pernah dengar hewan kamitetep? Serangga yang yang satu ini kerap ditemukan di Indonesia.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Selain itu, hewan ini juga kerap hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti gudang dan kolong tempat tidur.

    Serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi jika bulu halusnya kontak dengan manusia. Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasminya.


    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tips membasmi kamitetep di rumah.

    1. Bersihkan Rumah

    Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    Dilansir dari Bugwiz, penghuni rumah bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, termasuk sampah-sampah organik yang ada.

    2. Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah, penghuni rumah bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

    Salah satu caranya bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah terasa sejuk dan kering.

    3. Pakai Sabun Cuci Piring

    Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Caranya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campurkan namun jangan sampai banyak busa.

    Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Caranya, bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya untuk membasmi kamitetep.

    4. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Penghuni rumah bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kamitetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    5. Gunakan Pestisida

    Jika menggunakan cara-cara di atas masih belum bisa membasmi kamitetep, bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    6. Panggil Jasa Profesional

    Jika keberadaan kamitetep di rumah sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya memanggil jasa profesional.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Kamitetep Bisa Masuk Rumah, Ini Cara Basminya



    Jakarta

    Pernahkah melihat benda kecil dan pipih berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah? Kemungkinan besar itu adalah kepompong kamitetep atau Phereoeca uterella, sebuah serangga sejenis ngengat.

    Kamitetep sering kali ditemukan pada tembok dan sudut ruangan dan kolong furniture, terutama kalau rumah jarang dibersihkan. Meski tidak berbahaya, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh.

    Lantas, kenapakamitetep suka muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kamitetep Masuk Rumah

    Inilah sederet alasan kamitetep ada di dalam rumah, dilansir dari Bugwiz.

    1. Lingkungan Memadai

    Kamitetep mencari tempat hidup dan berkembang biak yang cocok untuk mereka. Serangga ini menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

    Mereka juga tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan kebutuhan kelembaban mereka terpenuhi. Oleh karena itu, kamitetep berkembang biak dengan subur dan bisa menyebarkan telurnya di rumah.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep akan betah tinggal di rumah yang banyak sumber makanan bagi mereka. Serangga ini pun nggak pilih-pilih makanan dan akan memakan bahan organik apa pun.

    Rumah yang jarang dibersihkan tentu menyediakan banyak makanan buat kamitetep. Mereka suka makan sarang laba-laba, debu, kain, serangga mati, rambut, dan lainnya.

    3. Jarang Bersihkan Rumah

    Jika rumah jarang dibersihkan sampai berbulan-bulan, bisa ada banyak kamitetep di rumah. Ruangan atau area yang kotor atau diabaikan akan dipenuhi kepompong kamitetep.

    Serangga biasa ditemukan di garasi, kamar tidur, dan dapur. Mereka menempel pada dinding, loteng, kayu, batu bata, dan plesteran.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Serangga itu sebenarnya berasal dari luar rumah. Kamitetep betina dewasa yang telah kawin menemukan jalan masuk dan bertelur di rumah.

    Di sisi lain, mereka juga bisa tak sengaja terbawa masuk ke rumah. Misalnya penghuni rumah membawa benda baru seperti tanaman, karpet, dan furniture yang terdapat kamitetep ke dalam rumah.

    Cara Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Jaga Kelembapan Ruangan

    Kamitetep berkembang biak saat kelembapan tinggi, maka coba kurangi kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ada sirkulasi udara dan tidak ada genangan air atau barang lembap.

    2. Bersihkan Rumah

    Kamitetep memakan berbagai bahan organik, seperti sarang laba-laba, kain, dan serangga mati. Oleh karena itu, penghuni rumah harus rajin membersihkan kotoran di rumah.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air, tapi jangan sampai banyak busa.

    Jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep. Tusuk kepompong hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Banyak Kamitetep Muncul di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Basminya


    Jakarta

    Kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat. Penghuni bisa menemukan serangga ini berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah, terutama di ruangan yang kotor.

    Kehadiran kamitetep membuat rumah terkesan kotor. Selain itu, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh. Biasanya kamitetep terlihat menepel pada tembok, sudut ruangan, maupun kolong furniture.

    Kenapa banyak kamitetep muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kamitetep Muncul di Rumah

    Inilah beberapa penyebab ada kamitetep di dalam rumah, dikutip dari Bugwiz.

    1. Rumah Jarang Dibersihkan

    Ruangan yang kotor atau diabaikan rawan didatangi kamitetep. Jangan kaget kalau mendapati banyak kepompong kamitetep kalau jarang membersihkan rumah, apalagi kalau sampai berbulan-bulan.

    Serangga ini biasanya ditemukan di kamar tidur, dapur, dan garasi. Mereka dapat menempel pada kayu, batu bata, dinding, dan plesteran.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep senang tinggal di tempat yang banyak sumber makanan. Mereka bisa makan berbagai bahan organik, seperti debu, kain, rambut, serangga mati, hingga sarang laba-laba. Nah, kamitetep bakal betah tinggal di rumah yang jarang dibersihkan karena terdapat banyak makanan mereka.

    3. Lingkungan Memadai

    Kamitetep akan tinggal di tempat yang lingkungannya memadai buat mereka berkembang biak. Serangga ini tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan tempatnya cukup lembap. Mereka menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

    4. Ada Celah buat Masuk Rumah

    Serangga tersebut sebenarnya berasal dari luar rumah, namun kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka akan menemukan celah untuk masuk rumah.

    Selain itu, kamitetep bisa tak sengaja terbawa ke dalam rumah. Hal ini bisa terjadi ketika penghuni membawa benda baru ke dalam rumah, misalnya karpet, furniture, dan tanaman.

    Cara Basmi Kamitetep

    Inilah langkah-langkah yang perlu dilakukan biar rumah bebas dari kamitetep.

    1. Bersihkan Rumah

    Penghuni harus rajin menjaga kebersihan dan menghilangkan kotoran di rumah. Sebab, kamitetep suka makan bahan-bahan organik, misalnya kain, sarang laba-laba, dan serangga mati.

    2. Kurangi Tingkat Kelembapan Ruangan

    Supaya kamitetep nggak berkembang biak di rumah, coba kurangi kelembapan ruangan. Caranya dengan memastikan tidak ada genangan air dan barang lembap. Lalu, pastikan sirkulasi udara lancar di dalam ruangan.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Jika menemukan kamitetep, penghuni dapat membasminya menggunakan sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Pastikan cairan tersebut tidak sampai banyak busa.

    Tusuk kepompong hewan agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil. Lalu, semprotkan cairan yang baru dibuat pada kamitetep.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kamitetep yang masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com