Tag: komplikasi

  • Waspada! Ternyata Benda di Rumah ini Mengandung Timbal



    Jakarta

    Timbal adalah logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama bagi anak-anak dan wanit. Jika terpapar dalam jumlah yang signifikan maka akan sangat bahaya bagi kesehatan.

    Meskipun banyak orang mengaitkan timbal dengan produk industri, kenyataannya, barang-barang sehari-hari yang kita gunakan juga bisa mengandung timbal.

    Pada pembahasan berikut ini, akan menjelajahi berbagai jenis barang umum yang mungkin mengandung timbal, mulai dari cat dan peralatan rumah tangga.


    Mengetahui risiko ini sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh paparan timbal.

    Apa itu Timbal? Mengapa Sangat Berbahaya?

    Melansir dari Dengarden, pada Rabu (6/11/2024), menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, timbal adalah logam alami yang banyak ditemukan di seluruh dunia. Penggunaan utama timbal adalah untuk memproduksi baterai timbal-asam yang digunakan dalam kendaraan bermotor.

    Namun, sejumlah kecil juga terdapat dalam barang-barang sehari-hari yang kita gunakan, seperti cat, kaca patri, ubin keramik, pipa ledeng, perhiasan, mainan, selang taman, dan beberapa produk kosmetik.

    Fakta dari WHO

    Timbal dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan memberikan efek negatif pada berbagai sistem, seperti pada dalam tubuh, timbal tersebar ke otak, hati, ginjal, dan tulang. Kain ini disimpan di gigi dan tulang, dan akumulasi ini bertambah seiring waktu.

    Ini sangat berbahaya bagi anak-anak, yang dapat mengalami dampak kesehatan serius dan permanen, terutama terkait perkembangan otak dan sistem saraf.

    Paparan tinggi timbal pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Selain itu, timbal juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang bagi orang dewasa, termasuk peningkatan risiko hipertensi dan kerusakan ginjal, serta tidak ada tingkat paparan timbal yang aman tanpa risiko efek berbahaya.

    Meski timbal berguna dan kadang-kadang diperlukan dalam beberapa produk, faktanya adalah bahkan dalam jumlah setetespun timbal ‘sudah terlalu banyak’ karena akan terakumulasi dalam tubuh dan mengganggu fungsi kimia dasar.

    Akhirnya menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah sampai-sampai memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

    Cat

    Tidak semua cat berbahaya, tetapi cat yang mengandung timbal memang berisiko. Pada tahun 1991, Amerika Serikat mengidentifikasi cat bertimbal sebagai ancaman lingkungan yang serius bagi anak-anak, cat bertimbal juga dapat berdampak negatif pada orang dewasa.

    Penting untuk dicatat bahwa hampir semua rumah tua dibangun sebelum tahun 1978 memiliki cat yang mengandung timbal. Meskipun cat bertimbal itu sendiri tidak berbahaya, ketika mulai mengelupas, ia melepaskan partikel timbal berbahaya yang dapat terhirup.

    Oleh karena itu, jika kamu berencana membeli rumah tua, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional sebelum melakukan renovasi atau pengecatan sendiri.

    Ubin Keramik

    Ubin keramik, terutama yang ada di kamar mandi rumah tua, mungkin mengandung kadar timbal yang tinggi. Ubin yang diproduksi pada tahun 1970-an, terutama yang berwarna, bisa berbahaya.

    Ketika ubin mulai terkelupas, debu yang dihasilkan bisa berisiko. Oleh karena itu, renovator rumah tua yang melakukannya sendiri sebaiknya berkonsultasi dengan profesional untuk mengevaluasi apakah ubin tersebut berbahaya atau masih aman untuk ditangani.

    Jika tidak, sebaiknya serahkan pekerjaan renovasi kepada tukang bangunan profesional untuk memastikan tidak ada paparan timbal yang tidak diinginkan dan menghindari risiko meninggalkan partikel timbal berbahaya di rumah setelah proyek selesai.

    Selang Taman

    Pastinya kamu pernah bermain-main dengan selang taman atau menyeruput air dari sana pada hari-hari musim panas yang terik saat menyiram halaman. Terdapat cukup banyak selang taman yang mengandung timbal, khususnya karena beberapa di antara mereka dibuat dari bahan daur ulang.

    Sebagian besar selang taman dilabel dengan informasi tentang kandungan timbal, jadi pastikan kamu berhati-hati saat memilih selang yang ingin dibeli. Ada juga selang taman yang tidak mengandung timbal, tapi harga mereka mungkin sedikit lebih mahal.

    Perlengkapan Perpipaan

    Beberapa rumah tua mungkin dilengkapi dengan pipa timbal atau perlengkapan pipa yang terbuat dari kuningan atau perunggu, yang bisa mengandung timbal.

    Jika air terjebak dalam pipa atau perlengkapan tersebut untuk waktu yang lama, timbal dapat larut ke dalam air minum.

    Debu

    Cat yang mengandung timbal dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, yang menghasilkan debu atau serpihan timbal yang menempel di lantai, ambang jendela, dan tanah di sekitar rumah.

    Debu dan tanah ini dapat menjadi sumber paparan timbal yang signifikan, terutama bagi anak-anak kecil yang mungkin merangkak atau bermain di lantai.

    Keramik dan Glasir Tembikar

    Glasir yang dipakai pada keramik, tembikar, dan porselen tertentu dapat mengandung timbal. Ini terutama berlaku untuk barang-barang yang lebih tua atau yang dibuat secara manual, seperti piring hias, cangkir, dan mangkuk.

    Selain itu, keramik impor atau antik juga mungkin memiliki glasir yang mengandung timbal.

    Penutup Jendela dan Tirai Vinil

    Beberapa tirai, kerai, dan gorden yang terbuat dari vinil atau plastik dan diproduksi sebelum tahun 1990-an mungkin mengandung timbal.

    Timbal ini biasanya terdapat dalam bahan penstabil yang digunakan dalam pembuatan produk-produk tersebut.

    Kaca Patri

    Kaca patri memiliki potensi untuk mengandung timbal. Jendela kaca patri tradisional dibuat dengan menyusun potongan-potongan kecil kaca berwarna yang dihubungkan dengan timbal.

    Meskipun timbal yang digunakan dalam jendela tersebut biasanya tidak berada dalam bentuk yang mudah larut atau menimbulkan risiko paparan yang signifikan.

    Tetap saja timbal dapat menjadi masalah jika kaca patri mengalami kerusakan, memburuk, atau jika terdapat area bertimbal yang dapat dijangkau, seperti di jendela rendah atau dekat tempat bermain anak-anak.

    Penanganan Produk yang Mengandung Timbal

    Baca informasi kecil di kemasan produk dan perhatikan jika ada pernyataan tentang kandungan timbal, cek kualitas produk impor dan ikuti berita untuk mengetahui jika ada barang yang ditarik karena mengandung timbal lebih dari batas aman.

    Penting untuk membuat keputusan yang baik, jadi lakukan riset sebelum membeli agar terhindar dari keracunan timbal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Batasi Selagi Bisa, 5 Makanan Ini Bisa Merusak Ginjal


    Jakarta

    Diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kerusakan ginjal atau penyakit ginjal kronis (CKD). Data International Diabetes Federation (IDF) 2021 menunjukkan bahwa lebih dari 19,46 juta orang di Indonesia hidup dengan diabetes, dan sebagian besar di antaranya berisiko mengalami komplikasi ginjal bila pola hidup sehat tidak diperbaiki.

    Ginjal berfungsi menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Namun, gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah kecil dalam ginjal sehingga fungsi penyaringan melemah. Bila tidak dicegah, kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal. Karena itu, pengidap diabetes perlu memberi perhatian khusus pada pola makan sehari-hari. Beberapa jenis makanan terbukti mempercepat kerusakan ginjal, sementara yang lain justru membantu melindungi fungsi ginjal agar tetap optimal.


    1. Makanan Tinggi Garam

    Asupan garam berlebih dari mie instan, keripik, makanan cepat saji, atau makanan olahan dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan ginjal pada penderita diabetes.

    Penelitian dalam International Urology and Nephrology tahun 2022 menunjukkan bahwa pembatasan natrium hingga kurang dari 2 gram per hari membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi retensi cairan pada pasien CKD.

    2. Buah Tinggi Kalium

    Kalium memang bermanfaat bagi tubuh, tetapi pada pengidap diabetes dengan fungsi ginjal terganggu, kadar kalium yang berlebihan dapat berbahaya buat jantung. Buah seperti pisang, alpukat, jeruk, pepaya, dan melon sebaiknya dikurangi.

    Journal of Renal Nutrition tahun 2020 menegaskan bahwa pembatasan kalium secara bertahap diperlukan untuk mencegah hiperkalemia pada pasien CKD lanjut. Sebagai alternatif, pilihlah buah yang rendah kalium seperti apel, anggur, nanas, atau pir yang lebih aman dikonsumsi.

    3. Produk Susu Tinggi Fosfor

    Produk susu full cream, keju, cokelat, hingga kacang-kacangan memiliki kandungan fosfor cukup tinggi. Pengidap diabetes yang menderita gangguan ginjal, asupan fosfor berlebih dapat menyebabkan ketidakseimbangan kalsium dan memperburuk kesehatan tulang. Fosfor juga memberikan beban tambahan pada ginjal yang sudah bekerja lebih berat.

    4. Daging Olahan dan Gorengan

    Sosis, nugget, bacon, dan daging olahan lain biasanya tinggi garam, lemak jenuh, serta bahan pengawet. Jika ditambah dengan proses menggoreng, kandungan lemak trans meningkat. Konsumsi rutin makanan jenis ini terbukti mempercepat kerusakan pembuluh darah, meningkatkan kolesterol, dan memperberat fungsi ginjal.

    5. Minuman Manis dan Bersoda

    Minuman kemasan, soda, boba, hingga teh manis kemasan mengandung gula tambahan yang tinggi. Bagi pengidap diabetes, konsumsi gula berlebih akan memperburuk kontrol gula darah. Selain itu, asupan kalori tinggi dari minuman manis meningkatkan risiko obesitas yang menjadi beban tambahan bagi ginjal.

    Pilihan Makanan yang Lebih Aman

    Selain menghindari makanan berisiko, ada pula pilihan makanan yang mendukung kesehatan ginjal. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden kaya akan omega-3 yang bermanfaat menurunkan peradangan. Penelitian dalam Jurnal Plos One tahun 2020 menyebutkan bahwa suplementasi omega-3 dapat membantu mengurangi proteinuria pada pasien diabetes.

    Sayuran rendah kalium seperti kubis, kembang kol, paprika merah, dan timun juga lebih aman untuk pengidap diabetes dengan risiko gangguan ginjal. Buah rendah kalium seperti apel, anggur, dan nanas dapat menjadi pilihan sehat untuk konsumsi harian.

    Kesimpulan

    Ginjal tetap bisa dijaga kesehatannya meski pada pengidap diabetes, asalkan pola makan diperhatikan. Pembatasan garam, kalium, fosfor, serta menghindari daging olahan dan minuman manis merupakan langkah penting. Sebaliknya, memilih ikan kaya omega-3, sayuran rendah kalium, dan buah segar yang tepat membantu memperlambat kerusakan ginjal.

    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengaturan diet berperan besar dalam menjaga fungsi ginjal pada penderita diabetes. Dengan pola makan sehat, pengendalian gula darah, serta pemeriksaan rutin, komplikasi dapat dicegah sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 9 Buah dan Sayur Ini Bisa Bantu Menangkal Hipertensi

    Jakarta

    Hipertensi alias tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer. Pasalnya, kondisi ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak orang baru menyadari tekanan darahnya tinggi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, bahkan gagal ginjal. Data Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai lebih dari 30,8 persen pada orang dewasa pada 2023.

    Ternyata ada cara sederhana namun efektif untuk mencegah sekaligus membantu mengontrol hipertensi yaitu dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Beberapa buah dan sayur yang mudah didapatkan, serta memiliki kandungan kalium, serat, hingga antioksidan di dalamnya terbukti berperan menurunkan tekanan darah.


    Mengapa Buah dan Sayur Bisa Bantu Turunkan Hipertensi?

    Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi tinggi buah dan sayur dapat mengurangi risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Kalium yang terkandung di banyak buah dan sayur bekerja menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Semakin tinggi asupan kalium, maka efek natrium terhadap peningkatan tekanan darah dapat ditekan.

    Selain itu, serat pada buah dan sayur membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, sementara antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Studi dalam Jurnal Medical Science (2022) juga menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur secara rutin dapat menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada pengidap hipertensi ringan hingga sedang.

    Sayur dan Buah yang Baik untuk Tekanan Darah

    Beberapa jenis sayur dan buah berikut ini memiliki manfaat bagi kesehatan, khususnya dalam mengontrol tekanan darah.

    Timun

    Timun adalah buah yang mudah dijumpai dan murah. Kandungan air dan mineralnya yang tinggi dapat mendukung hidrasi tubuh serta keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Dikutip Jurnal Nutrients (2020), konsumsi sayur kaya air, termasuk timun, berhubungan dengan kontrol tekanan darah yang lebih baik.

    Pisang

    Pisang merupakan sumber kalium yang sangat baik. Kalium membantu mengurangi efek natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah bisa lebih terkendali. Sebuah studi dalam Journal of Clinical Hypertension (2017) menyebutkan bahwa peningkatan asupan kalium 1,64 gram per hari berhubungan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 21 persen.

    Alpukat

    Tidak hanya tinggi kalium, tetapi juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Kombinasi ini membuat alpukat berkontribusi pada penurunan tekanan darah dan profil lipid yang lebih sehat. Pernyataan ini terbukti dalam penelitian pada Jurnal Food Science & Nutrition tahun 2025.

    Semangka

    Semangka kaya akan L-citrulline, asam amino yang diubah menjadi arginin di dalam tubuh, berfungsi melebarkan pembuluh darah. Studi dari American Journal of Herbal Medicine (2023) menemukan konsumsi ekstrak semangka dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan.

    Jeruk

    Kandungan vitamin C, flavonoid, dan antioksidan pada jeruk ternyata berperan dalam meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition yang berjudul Flavonoids and Blood Pressure (2012) menunjukkan bahwa flavonoid sitrus dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan.

    Buah beri (blueberry, strawberry)

    Tinggi flavonoid, khususnya antosianin. Penelitian Jurnal Hypertension pada tahun 2016 menunjukkan konsumsi blueberry dan strawberry berhubungan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 8 persen.

    Bayam

    Bayam kaya kalium, magnesium, dan nitrat alami. Kombinasi ini efektif membantu pembuluh darah tetap rileks. Studi dalam Clinical Nutrition Research (2015) menemukan konsumsi jus bayam dalam jangka pendek dapat menurunkan tekanan darah sistolik.

    Brokoli

    Brokoli mengandung sulforaphane, vitamin C, dan serat. Senyawa bioaktif ini membantu memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah. Menurut Nutrients Journal (2018), diet kaya cruciferous vegetables seperti brokoli berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

    Tomat

    Sumber likopen yang terbukti memberi efek protektif terhadap pembuluh darah. Sebuah meta-analisis di Critical Reviews in Food Science and Nutrition (2017) menyebutkan suplementasi likopen dari tomat dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,95 mmHg.

    Tips Konsumsi Harian

    Kemenkes RI menganjurkan konsumsi minimal 5 porsi buah dan sayur per hari, setara sekitar 400-500 gram. Caranya bisa dengan membagi dalam beberapa waktu makan:

    • Sertakan sayur dan buah setiap kali makan utama.
    • Konsumsi buah sebagai camilan sehat, bukan makanan manis olahan.
    • Variasikan buah dan sayur untuk mendapatkan berbagai zat gizi.

    Selain itu, pola makan sehat untuk hipertensi sebaiknya dibarengi dengan mengurangi gula, garam, dan lemak (GGL), serta rutin melakukan aktivitas fisik setiap hari.

    Kesimpulan

    Buah dan sayur bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci penting dalam mengontrol tekanan darah. Dengan rutin mengonsumsi pisang, bayam, dan pilihan lain yang kaya kalium, serat, serta antioksidan, risiko hipertensi dapat ditekan. Jadi, pastikan isi setengah piring setiap kali makan dengan sayur dan tambahkan buah segar sebagai penutup.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Berat Badan Stuck Susah Turun? Mungkin karena Masih Keseringan Minum Ini


    Jakarta

    Berat badan yang stuck selama proses penurunan berat badan merupakan hal yang umum dialami ketika seseorang sedang diet. Selain makanan dan olahraga, rupanya ini juga dapat berkaitan dengan apa yang diminum.

    Ahli diet Annemarie Abburow membagikan sebuah perubahan kecil yang mungkin dapat memperlancar proses diet, yaitu dengan menghindari jus buah. Jus buah memang sehat, namun kandungan gula yang ada di dalamnya sering diremehkan, sehingga orang cenderung akan mengonsumsinya secara berlebihan.

    Ketika jus buah dikonsumsi berlebihan, maka kandungan gula yang terlalu banyak dapat memberikan dampak kurang baik untuk kesehatan. Belum lagi banyak produk jus kemasan yang memberikan gula tambahan.


    “Meskipun jus buah merupakan sumber vitamin yang baik, jus buah mengandung banyak gula, karena proses pembuatan jus melepaskan gula alami dari sel-sel buah,” kata Abburow dikutip dari Mirror, Minggu (20/10/2024).

    Sebagai gantinya, ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke air putih yang bebas gula. Abburow juga lebih menyarankan orang-orang untuk mengonsumsi buah potong utuh, dibandingkan dengan jus buah.

    Pola makan yang tinggi gula tidak hanya membuat tubuh lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan. Namun, juga dapat menimbulkan komplikasi. Konsumsi jangka panjang secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga jantung koroner.

    Meta-analisis dari 42 penelitian, yang diterbitkan dalam JAMA Paediatrics, segelas besar jus buah 100 persen setiap hari dapat menyebabkan penambahan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

    Menurut peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, setiap porsi tambahan jus 100 persen per hari dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi sebesar 0,03 pada anak dan 0,02 untuk orang dewasa.

    “Segelas jus jeruk sama dengan tiga buah jeruk yang dapat dihabiskan dalam satu atau dua menit, dan kita dapat kembali dan makan lagi, dan itu akan menambah banyak kalori dan menyebabkan lonjakan glukosa darah,” kata penulis studi.

    Bukannya tidak boleh mengonsumsi jus buah. Terpenting adalah masyarakat bisa memperhatikan jumlah porsi jus buah yang dikonsumsi.

    (avk/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Berat Badan Stuck Susah Turun? Mungkin karena Masih Keseringan Minum Ini


    Jakarta

    Berat badan yang stuck selama proses penurunan berat badan merupakan hal yang umum dialami ketika seseorang sedang diet. Selain makanan dan olahraga, rupanya ini juga dapat berkaitan dengan apa yang diminum.

    Ahli diet Annemarie Abburow membagikan sebuah perubahan kecil yang mungkin dapat memperlancar proses diet, yaitu dengan menghindari jus buah. Jus buah memang sehat, namun kandungan gula yang ada di dalamnya sering diremehkan, sehingga orang cenderung akan mengonsumsinya secara berlebihan.

    Ketika jus buah dikonsumsi berlebihan, maka kandungan gula yang terlalu banyak dapat memberikan dampak kurang baik untuk kesehatan. Belum lagi banyak produk jus kemasan yang memberikan gula tambahan.


    “Meskipun jus buah merupakan sumber vitamin yang baik, jus buah mengandung banyak gula, karena proses pembuatan jus melepaskan gula alami dari sel-sel buah,” kata Abburow dikutip dari Mirror, Minggu (20/10/2024).

    Sebagai gantinya, ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke air putih yang bebas gula. Abburow juga lebih menyarankan orang-orang untuk mengonsumsi buah potong utuh, dibandingkan dengan jus buah.

    Pola makan yang tinggi gula tidak hanya membuat tubuh lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan. Namun, juga dapat menimbulkan komplikasi. Konsumsi jangka panjang secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga jantung koroner.

    Meta-analisis dari 42 penelitian, yang diterbitkan dalam JAMA Paediatrics, segelas besar jus buah 100 persen setiap hari dapat menyebabkan penambahan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

    Menurut peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, setiap porsi tambahan jus 100 persen per hari dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi sebesar 0,03 pada anak dan 0,02 untuk orang dewasa.

    “Segelas jus jeruk sama dengan tiga buah jeruk yang dapat dihabiskan dalam satu atau dua menit, dan kita dapat kembali dan makan lagi, dan itu akan menambah banyak kalori dan menyebabkan lonjakan glukosa darah,” kata penulis studi.

    Bukannya tidak boleh mengonsumsi jus buah. Terpenting adalah masyarakat bisa memperhatikan jumlah porsi jus buah yang dikonsumsi.

    (avk/up)



    Sumber : health.detik.com