Tag: konsep rumahnya

  • Inspirasi Desain Rumah Mungil 2 Lantai yang Cantik dan Aesthetic


    Jakarta

    Rumah mungil dua lantai menjadi salah satu arsitektur yang banyak diminati. Dengan sentuhan desain yang tepat, rumah yang berukuran tidak besar bisa tetap tampil cantik dan aesthetic tanpa perlu mengorbankan kenyamanan.

    Meski berdiri di lahan yang tidak terlalu besar, berbagai area rumah mungil minimalis pun bisa difungsikan dengan baik. Lantas, bagaimana contoh desain rumah mungil 2 lantai yang cantik dan aesthetic?

    Rumah Mungil 2 Lantai Cantik dan Aesthetic

    Meski mungil, desain-desain rumah ini begitu cantik dan aesthetic. Menurut buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc, 114 Denah Pilihan Rumah


    1. Rumah Belakang

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

    Rumah ini berada di lahan memanjang ke belakang. Konsep rumahnya menonjolkan garasi rumah yang tertutup, sementara ruang utamanya berada di belakang garasi.

    Desain rumah ini bisa digunakan di area perkotaan dengan tingkat kebisingan yang tinggi pada jalan depannya. Pada bagian depannya memiliki halaman yang luas.

    Lantai satu nya bisa diisi dengan dapur, ruang makan, ruang tamu, kamar tidur, dan carport. Sementara di lantai dua nya, diisi dengan dua kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga.

    2. Rumah Sudut

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

    Desain rumah sudut bisa digunakan di lahan hook berbentuk persegi. Lantai satunya bisa diisi dengan ruang teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Sementara itu, pada lantai dua terdapat kamar tidur dan ruang kerja.

    Lokasi rumah yang berada di sudut mampu mengekspos tampilan fasad rumah dari dua arah. Pada gambar rumah, dari sisi samping terdapat kaca besar yang diberi shading dan disusun horizontal dari alumunium.

    3. Rumah Letter H

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

    Konsep utama pada rumah ini yaitu membuat ruangan-ruangan utamanya saling berhubungan. Pada desain rumah, diletakkan innercount, sebagai jalur sirkulasi udara dan tempat masuknya pencahayaan alami.

    Lantai satu bisa diisi dengan carport, ruang tamu, ruang keluarga, taman, dapur, kamar mandi dan ruang makan. Sementara. lantai dua diisi dengan dua kamar tidur dan kamar mandi. Masing-masing kamar tidur di lantai 2 memiliki bukaan ke taman di lantai satu sehingga mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan alami.

    4. Rumah Unik di Lahan Sempit

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

    Rumah ini berada di lahan sempit dengan ukuran lebar 6 m. Meski lahan yang dimiliki tidak besar, tapi mengolah ruang di dalamnya bisa mengakomodasi ruang-ruang yang fungsional. Mulai dari dua ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga serta dapur yang menjadi satu.

    Ruang tamunya menjorok ke dalam an memberi ruang di depannya untuk area carport. Sementara, ruang keluarga di lantai satu dan ruang tidur lantai dua dibuat menonjol ke depan untuk memaksimalkan ruang di dalamnya.

    5. Rumah Fasad Minimalis Kotak dan Garis

    Rumah mungil 2 lantaiRumah Mungil 2 lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah Bertingkat Minimalis oleh Dany Maximus, dkk)

    Tampilan fasad depan tampak minimalis dengan bentuk kotak dan garis. Jendela di lantai satu berbentuk memanjang. Hal tersebut dipilih agar sisi bawah jendela bisa dimanfaatkan untuk peletakan sofa ruang keluarga yang dipepetkan ke arah dinding.

    Area lantai satu difungsikan untuk ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi. Sementara, lantai dua diisi dengan tiga kamar tidur, satu kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak.

    6. Rumah dengan Fasad Batu Alam

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

    Rumah yang ada pada gambar hanya memiliki ukuran luas 60 m2. Lantai satu diisi dengan carport, ruang keluarga, kamar mandi, dan dapur. Ruang keluarga juga difungsikan sebagai ruang tamu.

    Sementara itu, pada lantau dua terdapat kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan ruang cuci. Konsep fasad batu alam diaplikasikan pada rumah sebagai aksen bangunan.

    7. Rumah Pelana

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

    Rumah ini mengusung konsep privat dimana kamar tidur utama dan kamar tidur anak berada di lantai atas. Sementara, pada lantai satu diisi dengan ruang tamu, ruang keluarga, dapur, hingga ruang makan.

    Ruang-ruang ini diletakkan tanpa sekat sehingga terlihat luas. Area ruang keluarganya didesain berdekatan dengan dapur dan ruang makan.

    Itulah beberapa rekomendasi desain rumah mungil yang cantik dan aesthetic. Kamu paling suka desain yang mana nih detikers?

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Arsitek yang Tepat biar Terhindar dari yang Abal-abal


    Jakarta

    Saat membangun rumah, pasti membutuhkan peran arsitek untuk memvisualisasikan konsep dan memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Namun, kendalanya adalah kebanyakan orang kesulitan untuk mencari arsitek yang kompeten dan dapat dipercaya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan untuk mencari arsitek, saat ini masyarakat bisa mencarinya melalui internet. Mulai dari mencari tahu sosok arsitek tersebut hingga karya-karyanya. Untuk lebih jelasnya, berikut cara memilih arsitek.

    1. Tentukan Konsep Rumah

    Sebelum mencari arsitek, pemilik rumah minimal sudah menentukan konsep atau gaya rumah yang ingin dibangun. Konsep ini menjadi kunci penting menemukan arsitek yang cocok yang dapat merealisasikan keinginan mereka. Sebab, masing-masing arsitek memiliki keahlian pada gaya tertentu seperti klasik, modern, industrial, dan lainnya.


    2. Cari Arsitek yang Telah Bersertifikat dan Cek Portofolionya

    Setelah itu, cari arsitek yang cocok dengan konsep rumah. Pastikan arsitek tersebut telah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). Denny menyarankan untuk mengecek situs Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di sana terdapat daftar beberapa arsitek yang telah memegang sertifikat.

    “Cuma seringkali yang muncul bukan portfolio. Jadi menurut saya yang paling menarik atau yang paling penting adalah mencari portfolio atau proyek-proyek terakhir yang pernah dikerjakan si arsitek itu,” kata Denny kepada detikProperti, pada Rabu (28/5/2025).

    Bisa juga mengecek media sosial arsitek tersebut atau website luar negeri seperti Dezeen atau ArchDaily. Beberapa arsitek ada yang memuat cerita dan detail karya mereka di sana. Apabila arsitek tersebut memiliki studio sendiri, biasanya mereka memuat beberapa proyek yang sudah digarap atau sedang digarap ke situs resmi mereka.

    Denny mengatakan apabila menemukan arsitek yang sudah lama tidak terlibat proyek apa pun, perlu dicek dahulu STRA-nya. Apabila masih aktif, tidak ada salahnya mencoba bekerja sama dengan arsitek tersebut. Sebab, STRA tidak berlaku selamanya, melainkan 5 tahun sekali sehingga selama sertifikat tersebut aktif, arsitek tersebut masih legal untuk bekerja.

    3. Minta Testimoni dengan Klien yang Sebelumnya

    Mengingat pembangunan rumah akan memakan waktu yang lama mulai dari 3 bulan hingga bertahun-tahun, calon klien harus mengetahui sifat dan kebiasaan arsitek. Hal ini untuk menghindari konflik, kesalahpahaman, dan hal-hal yang mempersulit ketika pembangunan berlangsung.

    “Minta si arsiteknya, ‘Kenalin dong sama klien yang lagi dikerjakan, saya mau ngobrol’. Harusnya kalau misalnya dia arsitek yang oke, dia akan fine-fine aja untuk rekomendasiin. ‘Oh bicara aja nih sama klien saya yang ini’. Jadi sifat-sifat si klien, si arsitek, kita bisa tahu,” jelas Denny.

    4. Jujur dan Terbuka kepada Arsitek

    Denny mengatakan setiap arsitek pasti ingin mewujudkan konsep klien. Bahkan arsitek dilatih untuk bisa berfikir panjang mengenai hal-hal yang mungkin tidak diketahui klien, seperti material yang aman atau alternatif desain yang lebih cocok untuk konsep rumahnya. Hal-hal tersebut merupakan tugas arsitek untuk mempersiapkan.

    “Arsitek kan bacaannya dari A sampai Z, klien mungkin searching-nya baru A sampai C gitu ya. Jadi ya rasanya kalau kita bayar mahal tentunya harus ada sesuatu yang dihasilkan sama si arsitek. Arsitek itu selayaknya bertindak sebagai pengacaranya klien. Dia harus ada di posisinya klien untuk menjaga, memastikan keselamatan klien itu menjadi prioritas yang utama,” ungkapnya.

    Klien juga perlu komunikatif dengan mengungkapkan secara jelas dan jujur mengenai konsep yang diinginkan dan penilaian terhadap usulan ide dari arsitek. Cara ini untuk menghindari kesalahan ketika proses perencanaan dan pada saat pembangunan.

    Banyak ditemukan beberapa klien yang labil dan meminta ganti desain ketika pembangunan sudah berjalan. Selain menyita biaya, waktu pembangunan juga semakin lama.

    “Jadi kalau misalnya dia udah punya referensi gambar dan lain-lain mungkin itu akan jadi satu hal yang membantu,” tutur Denny.

    Tugas Arsitek

    Denny menegaskan tugas seorang arsitek tidak hanya untuk menggambar dan mendesain, melainkan memastikan seluruh desain itu dapat terlaksana menjadi sebuah bangunan. Karya arsitek itu bukan gambar, karya arsitek itu bangunan. Oleh karena itu, arsitek akan hadir dan mengawasi pembangunan dari awal hingga akhir.

    Arsitek tidak bekerja sendirian, melainkan ada teknik sipil atau ahli struktur, kontraktor, interior desainer, dan tukang bangunan. Sebab, ada beberapa pekerjaan yang harus mengandalkan profesi lain yang lebih ahli.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Bangun Rumah Tak Hanya Asal Lihat Desain Bagus di Internet



    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mendambakan hunian nyaman dengan mengusung konsep sesuai keinginan. Saat ini, ada beberapa konsep rumah yang sedang jadi tren, mulai dari minimalis, modern, hingga industrial.

    Sebenarnya, sah-sah saja seseorang untuk memiliki sebuah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Ide tersebut bisa disampaikan kepada arsitek agar bisa merancang dan membangun hunian sesuai kebutuhan pemilik, sekaligus mengutamakan nilai estetika.

    Wildan selaku Tim Konstruktor Rebwild Construction mengatakan, terkadang ada beberapa orang yang mendapatkan ide menarik dari internet dan ingin diaplikasikan pada huniannya. Meski hal itu tidak salah, tetap penting untuk berkonsultasi dengan arsitek agar menyesuaikan dengan konsep rumah yang tengah dibangun.


    “Kalau dari saran kami ya, karena banyak kejadian orang tahunya dari sosmed, dia mau mengaplikasikan ke rumahnya. Biasanya itu nggak akan ketemu nantinya, kurang ideal lah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    “Misalnya dari sisi pemasangan jendela aja, oh dia maunya yang setinggi ini padahal itu menurut kami nggak bagus. Karena kami sering bangun, jadi kita bisa tahu pas apa enggaknya,” jelasnya.

    Meski begitu, Wildan mengungkapkan kalau desain yang ada di internet nggak semuanya tidak cocok untuk diaplikasikan ke hunian. Ada beberapa desain yang memang cocok karena sesuai dengan konsep hunian.

    Wildan mengingatkan, jika ingin mengambil ide-ide seperti desain interior rumah sebaiknya cari yang sesuai dengan konsep hunian. Langkah ini agar tidak melenceng dari konsep awal rumah dan akhirnya tempat tinggal jadi tidak terlihat estetis.

    “Jadi rumahnya berantakan karena konsepnya beda. Mau minimalis jadi industrial, dari industrial mau dijadikan rumah sederhana. Konsep rumahnya jadi nggak terstruktur,” jelasnya.

    Selain itu, Wildan kerap menemukan beberapa konten yang keliru di media sosial terkait konstruksi rumah. Menurutnya, sebagian konten itu hanya mengincar viral saja sehingga tidak memberikan informasi penting kepada masyarakat.

    “Karena banyak konten-konten sekarang yang menurut saya mereka itu hanya kasih ‘kulit’ nya saja, tapi informasinya nggak dikasih secara benar. Karena ilmu (konstruksi) itu kan lumayan mahal ya, jadi nggak bisa sembarangan orang,” ungkapnya.

    “Misalnya saya pernah lihat ada konten tentang konstruksi rumah yang sloof-nya bagus, ukurannya besar, tapi saya lihat besinya itu kurang. Wah, ini bahaya sebenarnya,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Biaya, Bangun Rumah Juga Perlu Siapkan 4 Hal Ini



    Jakarta

    Membangun rumah adalah salah satu keputusan yang besar. Tak hanya soal mempersiapkan biayanya, tapi ada dua hal lain yang kerap luput dari banyak orang.

    Seperti kita tahu, membangun rumah membutuhkan dana yang besar, meski tergantung juga dari pemilihan material dan tipe rumahnya. Belum lagi jika detikers menginginkan konsep rumah tertentu, seperti minimalis, modern, atau skandinavia.

    Meski sudah memiliki anggaran yang besar, tapi ternyata hal tersebut masih belum cukup bagi kamu untuk membangun sebuah rumah. Kenapa?


    Menurut Wildan selaku tim konstruktor dari Rebwild Construction, membangun tempat tinggal tidak hanya menghitung biaya yang keluar. Ada empat hal lain yang menurutnya tak kalah penting, yakni soal mentalitas, komunikasi, mengetahui material, dan memiliki konsep yang kuat.

    “Yang paling penting mesti punya konsep. Karena kalau enggak punya konsep, sudah pasti bakal ke mana-mana (konsep rumahnya). Nanti mau minta ini, mau minta itu, tapi akhirnya jadi nggak ketemu,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

    Soal mentalitas, banyak orang yang membangun rumah tetapi memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Hal ini karena orang tersebut selalu berpikir dari sisi negatif (negative thinking), sehingga proses pembangunan rumah jadi terhambat dan akhirnya mangkrak.

    Menurut Wildan, komunikasi antara suami dan istri dalam membangun sebuah rumah juga tak kalah penting. Sebab, rumah ini akan dihuni oleh mereka bersama anak-anaknya, sehingga perlu menyatukan dua pemikiran menjadi satu agar tidak mementingkan kepentingan sendiri atau muncul kekhawatiran satu sama lain.

    Apabila salah satu dari mereka tidak ada yang mengalah, maka bisa saja rumah tersebut gagal dibangun. Bahkan, hunian yang seharusnya menjadi tempat tinggal mereka bisa mangkrak bertahun-tahun hanya karena tidak terjalin komunikasi yang baik.

    Satu lagi hal yang wajib dimiliki seseorang saat akan membangun rumah, yakni mengetahui material dan struktur bangunannya. Meski pada akhirnya rumah dibangun oleh tukang, tapi bukan berarti kamu tidak mengetahui jenis material yang digunakan.

    “Yang mesti diketahui adalah knowledge dari sifat struktur itu sendiri. Kalau misalkan benar-benar ingin membangun rumah yang paling gampang mengetahui dari strukturnya, karena itu investasi untuk masa depan,” ujar Wildan.

    Sebagai contoh, Wildan menyebut jika tahap pengecoran membutuhkan waktu tunggu yang tidak sebentar, yakni sekitar satu bulan. Hanya saja, karena tukang borongan harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat ditambah pemilik rumah yang sudah tidak sabar, maka biasanya diakali dengan obat cor agar beton lebih cepat keras.

    Pemahaman soal material yang digunakan untuk membangun rumah juga tak kalah penting sehingga tak asal beli. Misalnya, kamu memilih memasang granit untuk lantai agar terlihat bagus dan mewah daripada keramik biasa.

    “Terus kita juga mesti tahu tentang material, jadi bisa tahu material apa nih yang digunakan untuk rumah yang kita tempati nanti,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Inspirasi Model Pagar yang Kekinian dan Estetik Sesuai Desain Rumah


    Jakarta

    Rumah biasanya dipasang pagar sebagai pembatas wilayah sekaligus gerbang pengaman. Tak hanya itu, pagar juga melengkapi estetika fasad rumah lho.

    Ada beragam bentuk dan material pagar yang bisa dipilih pemilik rumah. Saat memilih desain pagar, pemilik sebaiknya mempertimbangkan bentuk dan konsep rumahnya.

    Lalu, apa saja model pagar yang bisa bikin rumah terlihat modern atau kekinian sekaligus estetik? Simak ulasannya berikut ini.


    Inspirasi Model Pagar

    Inilah beberapa ide desain pagar rumah menurut Profesional Kontraktor PT. Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki.

    1. Pagar Perforated Metal

    Tren Jenis PagarPagar Perforated Metal Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Jika pemilik rumah sedang mengusung konsep desain industrial, pagar perforated metal bisa menjadi pilihan yang cocok. Perforated metal menggunakan bahan dasar lembaran baja yang dicetak menggunakan mesin untuk membuat pola-pola sesuai kebutuhan desain. Selain itu, efek dari pola pagar membuat cahaya alami yang masuk berlimpah.

    2. Pagar Expanded

    Tren Jenis PagarPagar Expanded Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Kemudian, ada pagar perforated metal yang cocok buat rumah desain scandinavian. Pagar expanded juga memakai bahan dasar lembaran baja yang dicetak menggunakan mesin untuk menciptakan pola-pola. Pagar perforated metal pada pola pagar expanded berbentuk menyilang, berbeda dengan pagar perforated metal yang berbentuk bulat.

    3. Pagar Kayu Papan

    Tren Jenis PagarPagar Kayu Papan Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Pagar kayu papan sangat diminati para pemilik rumah. Desain ini sederhana tapi membuat tampilan rumah minimalis menjadi lebih cantik. Untuk membuat pagar tersebut, bahan yang digunakan adalah papan kayu asli dan papan semen motif kayu.

    4. Pagar Laser Cutting

    Lalu, ada pagar laser cutting dengan beberapa macam bahan, seperti carbon steel, mild steel, stainless steel dan juga kuningan. Proses pembuatan pagar menggunakan laser untuk membentuk pola yang diinginkan pemilik rumah. Jenis pagar ini cocok buat rumah dengan gaya minimalis modern.

    5. Pagar Besi Tempa

    Tren Jenis PagarPagar Besi Tempa Foto: (istimewa/Gaharu Kontruksindo Utama)

    Pemilik rumah juga bisa mempertimbangkan pagar besi tempa. Jenis pagar ini sering jadi pilihan buat desain rumah klasik atau American style. Besi tempa adalah campuran besi dengan karbon rendah yang akan menghasilkan jenis besi yang kuat.

    Itulah beberapa inspirasi model pagar yang kekinian dan estetik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com