Tag: konstruksi bangunan

  • Mengenal Jenis Batu Alam dalam Konstruksi Bangunan Beserta Cirinya


    Jakarta

    Membangun rumah tidaklah mudah karena harus menyatukan berbagai material. Salah satunya, batu alam yang sering digunakan sebagai bahan baku bangunan dan interior rumah.

    Batu alam mempunyai bentuk yang indah dan karakter yang unik, apalagi sifatnya yang kuat. Tak heran, bangunan memang harus bisa berdiri kokoh supaya tahan lama dan aman dihuni.

    Lantas, apa saja jenis batu alam yang biasa dipakai untuk bahan bangunan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pengertian Batu Alam

    Dikutip dari e-journal Universitas Atma Jaya, batu alam adalah salah satu material yang menyusun bumi. Keberadaan batu alam sangat melimpah ruah, sehingga dapat dimanfaatkan di banyak daerah di Indonesia. Batu alam terbentuk karena proses alam yang telah terjadi berjuta-juta tahun yang lalu dan masih dapat ditemui hingga saat ini.

    Jenis Batu Alam

    Dikutip dari artikel berjudul Impresif Batu Alam dalam Jurnal Seni Kriya, batu alam dibedakan menjadi tiga jenis menurut proses terjadinya. Berikut tiga jenis batu alam:

    1. Batuan Beku

    Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat proses pengkristalan magma. Ketika magma mengalami penurunan suhu yang terjadi, maka terjadilah pengkristalan magma.

    Contoh dari batuan beku: obsidian, tonatile, andesite, kimberlite, breksi, basalt, dan pegmatite.

    2. Batuan Sedimen

    Batuan sedimen terjadi karena proses pengendapan yang terdiri dari partikel kerikil, pasir, lempung, dan endapan lumpur. Proses tersebut berlangsung lama sehingga terjadi ikatan yang erat dan tertutup dengan rapat.

    Batu-batuan yang keluar dari bumi terjadi karena adanya proses pengendapan di udara yang terbuka, maupun ketika terjadi di dalam air. Proses tersebut diikuti dengan terendapnya partikel mineral yang ada di dalam air.

    Contoh batuan sedimen: kapur, kalsit, arkose, serpih, skale, greywacke, sandstone, dan conglomerate.

    3. Batuan Metamorphic

    Batuan Metamorphic adalah batuan yang terbentuk karena pengaruh cuaca/suhu dan tekanan terhadap batu yang ada di permukaan bumi.

    Contoh batuan metamorphic: marmer, pualam, skarn, marble, kuarsa, slate, dan sabak.

    10 Batu Alam yang Digunakan untuk Bangunan

    Dikutip dari buku Material Bangunan karya Amalia, Nunung Martina, Muhtarom Riyadi, berikut beberapa contoh jenis batu alam yang sering digunakan untuk bahan suatu bangunan:

    1. Batu Granit

    Jenis batuan beku (batuan granit)Jenis batuan beku (batuan granit) Foto: Dok. Situs Sumber Belajar Kemdikbud

    Dikutip dari Repository UBB, batu granit adalah jenis batu yang digunakan sebagai bahan dasar konstruksi dan arsitektur, batu hias, selain itu lembaran granit yang telah dipoles dapat digunakan sebagai lantai atau ornamen dinding. Batu ini lebih resisten dibandingkan batu marmer jika terkena sinar matahari dan air hujan.

    2. Batu Marmer

    marmer pentelic untur altar.Batu marmer yang sudah diolah untuk altar. Foto: Gary Todd/wikimedia commons

    Batu Marmer adalah hasil dari metamorfosis dari batu gamping. Jenis batu ini memiliki sifat tahan terhadap cuaca, mudah untuk dikerjakan, dan tidak tahan asam. Umumnya batu ini digunakan sebagai pelapis dinding. Selain itu, batu ini dapat digunakan sebagai meja, batu nisan, dan juga papan nama.

    3. Batu Kapur

    Proyek jalan di Bone, Sulsel dikeluhkan warga karena gunakan batu kapur.Batu kapur. Foto: Proyek jalan di Bone, Sulsel dikeluhkan warga karena gunakan batu kapur. (Dok. Istimewa)

    Dikutip dari OJS UNM, batu kapur adalah batuan alam yang padat dan mengandung banyak kalsium karbonat. Batu kapur dapat digunakan sebagai bahan bangunan, semen, ataupun cat. Proses terbentuknya batu kapur adalah dari hasil pelapukan tulang dan cangkang hewan-hewan laut.

    4. Batu Gamping

    Penambangan batu gamping di Bukit Batu Putih (Foto: Istimewa)Batu gamping. Foto: Penambangan batu gamping di Bukit Batu Putih (Foto: Istimewa)

    Dikutip dari Digital Repository Universitas Negeri Medan, batu gamping merupakan batuan sedimen yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat yang berasal dari sisa-sisa organisme laut.

    Batu gamping memiliki sifat yang keras, padat, massif, dan tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3). Selain kalsium karbonat, terdapat batu gamping yang mengandung magnesium.

    5. Batu Konglomerat

    Batu konglomerat.Batu konglomerat. Foto: BPMPK-Kemdikbud.

    Dikutip dari Repository UKSW, batu konglomerat merupakan jenis batu yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. Batu ini terdiri dari kerikil-kerikil dengan permukaan yang tumpul. Batuan berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.

    6. Batu Breksi

    batu breksi.batu breksi. Foto: Alberto C. Vázquez-wikimedia commons

    Batu breksi banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Berbeda dengan batu konglomerat, batu breksi terdiri dari kerikil-kerikil dengan permukaan yang tajam. Proses terbentuknya batu ini karena adanya pelapukan batuan beku.

    7. Batu Andesit

    batu andesit.batu andesit. Foto: James St. John/wikimedia commons

    Batu andesit memiliki warna putih yang keabu-abuan dengan butiran yang kecil. Biasanya batu andesit dimanfaatkan untuk pembuatan bangunan candi dan arca. Jenis batu ini berasal dari magma yang telah membeku di bawah kerak bumi.

    8. Batu Pasir

    batu pasirbatu pasir. Foto: Jon Zander/wikimedia commons

    Batu pasir adalah salah satu batu alam yang digunakan sebagai bahan bangunan. Batu pasir terdiri dari butiran-butiran pasir. Biasanya, batu ini memiliki warna abu-abu, merah, putih, atau kuning. Proses terbentuknya batuan pasir adalah dari hasil proses pelapukan batuan beku yang butirannya kecil.

    9. Batu Serpih

    batu serpih.batu serpih. Foto: byza/pixabay.

    Batu serpih adalah jenis batu yang terdiri dari butiran-butiran lempung atau tanah liat. Batu ini memiliki warna abu-abu kehijauan, merah, atau kuning. Jenis batu tersebut berasal dari endapan hasil proses pelapukan dari batuan tanah liat.

    10. Batu Basal

    batu basalt.batu basalt. Foto: James St. John/wikimedia commons

    Batu basal dapat disebut juga dengan batu lava. Hal ini dikarenakan batu basal terbentuk dari magma yang membeku di bawah lapisan kerak bumi dan bercampur dengan gas sehingga memiliki rongga-rongga kecil. Biasanya batu ini berwarna hijau keabu-abuan dan terdiri dari butiran yang sangat kecil.

    Demikian penjelasan tentang batu alam. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Sembarangan! Segini Ukuran Standar Kemiringan Atap



    Jakarta

    Kemiringan atap bukanlah detail remeh dalam proses pembangunan sebuah bangunan. Perluasan yang tepat dan strategis dapat meningkatkan fungsi fungsional suatu ruangan secara signifikan.

    Dengan memahami prinsip dasar kemiringan atap, kamu dapat membuat keputusan yang tepat untuk menjaga keseluruhan kondisi bangunan kamu. Artikel berikut ini akan membahas cara efektif untuk mengidentifikasi dan menentukan kemiringan atap yang optimal bagi setiap proyek konstruksi.

    Apa itu Kemiringan Atap?

    Melansir This Old House, pada (2/12/2024), kemiringan atap merujuk pada sudut kemiringan atap, yang biasanya dinyatakan sebagai rasio antara kenaikan vertikal dan perpanjangan horizontal. Kamu dapat menghitung kemiringan atap dengan melihat jumlah inci kenaikan vertikal untuk setiap 12 inci perpanjangan horizontal.


    Sebagai contoh, jika atap naik 6 inci untuk setiap 12 inci perpanjangan horizontal, maka kemiringannya adalah 6/12.

    Rasio Umum Kemiringan Atap

    Meskipun kemiringan atap dapat bervariasi secara signifikan, beberapa rasio umum meliputi 3/12 hingga 4/12 yang dianggap sebagai kemiringan rendah dan sering digunakan pada bangunan modern atau komersial, 5/12 hingga 7/12 yang merupakan kemiringan sedang yang umum di banyak rumah tinggal.

    Serta 8/12 hingga 12/12 yang merupakan lereng curam yang sering terlihat pada arsitektur tradisional atau bergaya Tudor.

    Dampak Kemiringan yang Mempengaruhi Rumah

    Kemiringan atap mempengaruhi desain dan pilihan konstruksi atap, yang pada gilirannya mempengaruhi pemilihan material dan kebutuhan perawatan.

    Contohnya, kemiringan atap mempengaruhi ruang loteng yang dapat digunakan, dengan kemiringan yang lebih curam sering kali menyediakan lebih banyak ruang kepala.

    Selain itu, kemiringan atap juga mempengaruhi efisiensi energi, karena lereng curam cenderung menghasilkan isolasi dan ventilasi yang lebih baik. Material atap pun cocok untuk rentang kemiringan yang berbeda.

    Terakhir, lereng yang lebih curam memungkinkan limpasan air lebih cepat, mengurangi risiko kebocoran dan kerusakan air.

    Faktor Pengaruh

    Ketika merancang atau mengganti atap, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut sebelum menentukan kemiringan atap yang paling sesuai untuk rumah kamu.

    Gaya Arsitektur

    Gaya arsitektur rumah kamu sering kali menentukan kemiringan atap yang sesuai, seperti rumah kolonial yang biasanya memiliki kemiringan sedang hingga curam, rumah bergaya Mediterania yang mungkin memiliki atap sangat rendah, dan rumah bergaya peternakan yang sering kali memiliki kemiringan rendah hingga sedang.

    Kode dan Peraturan Bangunan

    Beberapa wilayah menetapkan persyaratan kemiringan minimum untuk menjamin drainase yang baik dan integritas struktural. Oleh karena itu, saat merencanakan atap baru atau melakukan renovasi besar, penting untuk berkonsultasi dengan otoritas setempat atau kontraktor profesional terlebih dahulu agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Keuntungan Kemiringan Rendah

    Atap dengan kemiringan rendah sekitar 3/12 atau kurang menawarkan manfaat seperti tampilan modern, akses mudah dan aman untuk pemeliharaan, ideal untuk panel surya atau atap hijau, serta lebih ekonomis karena menggunakan lebih sedikit material dan tenaga kerja.

    Keuntungan Kemiringan Curam

    Atap dengan kemiringan curam 8/12 atau lebih memiliki keunggulan seperti tampilan arsitektur tradisional yang dramatis, kemampuan menahan air dan salju yang baik, umur lebih panjang karena paparan air yang minim, serta memberikan lebih banyak ruang loteng atau potensi langit-langit berkubah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Besi Beton Ulir Terbaru 2025 Sesuai Ukuran


    Jakarta

    Besi beton ulir merupakan salah satu material yang penting dalam konstruksi bangunan. Sebelum membeli material ini, sebaiknya ketahui dulu harga terbarunya di toko bangunan.

    Dikutip dari e-Jurnal um.ac.id, besi beton punya fungsi untuk menarik serta menahan gaya tekan, sehingga bangunan dapat berdiri kokoh dan kuat. Maka dari itu, besi beton dimanfaatkan untuk rangka utama serta pondasi penyusun struktur bangunan.

    Sebagai informasi, besi beton terbagi ke dalam dua jenis, yakni besi beton polos dan besi beton ulir. Besi beton polos berfungsi untuk tulangan utama pada struktur beton bertulang, lalu permukaannya juga halus dan licin.


    Sedangkan besi beton ulir umumnya digunakan untuk tulangan sekunder pada struktur beton bertulang. Fungsi ulir pada besi beton ini dapat meningkatkan daya lekat antara besi dan beton sehingga lebih kokoh.

    Dalam artikel ini, detikProperti akan membahas kisaran harga besi beton ulir terbaru 2025. Harga bisa berbeda-beda tergantung dari ukuran ketebalan. Cek selengkapnya di bawah ini.

    Kisaran Harga Besi Beton Ulir Terbaru 2025

    Besi beton ulir memiliki ketebalan yang berbeda-beda, mulai dari 10-16 milimeter (mm), tapi ada juga yang 19 mm. Harga besi beton ulir juga beragam karena tergantung dari lokasi toko bangunan.

    Biasanya, toko bangunan punya aturan khusus dalam pembelian besi beton ulir, seperti minimal pembelian harus 50-100 buah. Selain itu, pastikan kamu membeli besi beton ulir yang sudah mengusung Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Senin (30/6/2025), berikut kisaran harga besi beton ulir terbaru 2025 sesuai ukuran:

    • Besi beton ulir 10 mm full SNI: Rp 60.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI: Rp 71.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI TS 280: Rp 70.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI TS 420: RP 72.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm standar SNI: Rp 90.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm full SNI: Rp 115.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm full SNI TS 420: Rp 118.000/batang
    • Besi beton ulir 16 mm SNI: Rp 139.500/batang
    • Besi beton ulir 16 mm SNI Krakatau Steel: Rp 196.500/batang
    • Besi beton ulir 19 mm SNI: Rp 265.000/batang
    • Besi beton ulir 22 mm SNI: Rp 358.000/batang.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan pihak toko bangunan. Selain itu, besi beton ulir dengan merek ternama punya harga yang sedikit lebih mahal meskipun ukurannya sama.

    Besi beton ulir yang dijual umumnya memiliki panjang 12 meter sehingga yang berbeda hanya ukurannya saja. Pastikan kamu juga sudah berkonsultasi dengan kontraktor yang membangun rumah agar dapat membeli besi beton sesuai kebutuhan.

    Demikian kisaran harga terbaru besi beton ulir 2025 sesuai ukuran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


    Jakarta

    Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

    Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

    Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


    Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

    Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

    Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

    1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

    Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

    “Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

    2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

    Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

    Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

    “Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

    Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

    Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

    Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Baja Ringan Terbaru 2025 untuk Konstruksi


    Jakarta

    Baja ringan merupakan salah satu bahan material yang banyak dipilih untuk konstruksi rumah. Umumnya, baja ringan sering digunakan sebagai rangka atap bangunan.

    Alasan utama baja ringan banyak digunakan untuk konstruksi bangunan saat ini karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti bobot yang ringan, kokoh, dan anti rayap.

    Jika berencana untuk menggunakan baja ringan pada konstruksi bangunan, sebaiknya cari tahu dulu harganya sebelum membelinya. Sebab, harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya.


    Simak kisaran harga baja ringan terbaru per November 2025 dalam artikel ini.

    Harga Baja Ringan Terbaru per November 2025

    Baja ringan yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai jenis. Biasanya baja ringan dijual dalam satuan per batang dengan harga yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan ketebalannya.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah toko bangunan di e-commerce, Senin (24/11/2025), berikut kisaran harga baja ringan per batang terbaru November 2025:

    1. Baja Truss

    Baja ringan truss atau kaso dinilai kokoh dan dapat menahan beban berat. Pada umumnya baja ringan ini digunakan untuk rangka atap serta struktur kuda-kuda.

    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 55.500
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,55 mm: Rp 66.500
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,60 mm: Rp 71.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,70 mm: Rp 81.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,75 mm: Rp 87.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 1 mm: Rp 118.000.

    2. Baja Ringan Hollow

    Baja ringan hollow berbentuk kotak atau persegi panjang dengan rongga di dalamnya. Baja jenis ini banyak digunakan untuk rangka konstruksi bangunan karena dinilai ringan dan kokoh.

    • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,30 mm): Rp 18.000
    • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,30 mm): Rp 20.000
    • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,50 mm): Rp 38.000
    • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,50 mm): Rp 48.000.

    3. Baja Ringan Reng

    Jenis baja ringan selanjutnya adalah baja ringan reng yang punya ciri khas berbentuk segitiga. Baja ringan ini juga kerap digunakan untuk konstruksi bangunan.

    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,34 mm: Rp 23.000
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,40 mm: Rp 27.500
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 34.000
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 37.000.

    4. Baja Ringan Bondek

    Baja ringan bondek memiliki fungsi sebagai rangka pada tulangan, pelapis, atau pembungkus untuk menahan beban dan tekanan beton. Ciri khas dari baja ringan ini adalah punya bentuk bergelombang.

    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 475.000/lembar
    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 2.375.000/5 lembar
    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 4.750.000/10 lembar.

    Sebagai pengingat, harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Harga yang tercantum di atas diambil dari sejumlah toko bangunan online di Jabodetabek.

    Itulah kisaran harga baja ringan dari berbagai jenis terbaru per November 2025. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com