Tag: konteks

  • Apa Itu NJOP/Meter? Ini Cara Mengetahuinya dan Menghitung Harga Rumah


    Jakarta

    Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) merupakan salah satu istilah yang seringkali muncul dalam konteks transaksi properti. NJOP dapat menjadi petunjuk bagi penjual dan pembeli yang tidak tahu harga properti yang berlaku saat ini.

    Dengan NJOP/meter, kita bisa menghitung harga jual sebuah rumah atau properti. Lantas, bagaimana cara mengetahui informasi mengenai NJOP/meter? Bagaimana cara menghitungnya? Yuk, ketahui lebih lanjut.

    NJOP/Meter Adalah

    Menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak adalah harta rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Jika tidak terdapat transaksi jual beli, NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis dengan nilai perolehan baru atau NJOP pengganti.


    Menurut salah satu situs jual beli rumah, NJOP/meter adalah nilai jual objek pajak yang ditetapkan per meter persegi luas tanah atau taksiran harga bumi dan bangunan berdasarkan luas dan zona rumah. Bagi penjual, informasi mengenai NJOP/ meter bisa membantu menentukan harga jual, semenara pembeli bisa menghindari memilih rumah yang terlalu mahal.

    Cara Mengetahui NJOP/Meter

    Untuk mengetahui NJOP/meter, kamu bisa mendatangi kantor kecamatan dari lokasi rumah/properti. Selain itu NJOP/ meter juga bisa diketahui melalui akses online.

    1. Situs Pemda

    Untuk mengetahui informasi mengenai NJOP/meter, masuk ke situs Badan Pendapatan Daerah sesuai dengan lokasi rumah. Untuk situs Bapenda Jakarta misalnya melalui bprd.jakarta.go.id dan bapenda.tangerangselatankota.go.id untuk Tangerang Selatan.

    Selain situs Bapenda, kamu juga bisa mengakses situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi (JDIH) pemda berdasarkan lokasi rumah. Misalnya, untuk Kabupaten Bandung Barat melalui https://jdih.bandungbaratkab.go.id/.

    2. Regulasi NJOP

    Cara lainnya untuk mengetahui NJOP/meter adalah melalui regulasi tentang NJOP atau Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kami bisa menemukan besaran NJOP pada bagian lampiran.

    Untuk daerah Jakarta, NJOP diatur di dalam Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 124 Tahun 2024 tentang Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2024. NJOP akan diatur berdasarkan lokasi sebuah rumah.

    Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 124 Tahun 2024Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 124 Tahun 2024 Foto: (Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 124 Tahun 2024) )

    Cara Menghitung Harga Jual Rumah dari NJOP/meter

    Dengan mengetahui NJOP/meter, kamu bisa menghitung perkiraan nilai jual sebuah rumah atau properti. Berikut contoh perhitungannya.

    1. Faras mempunyai rumah dengan luas tanah 90 meter persegi dan luas bangunan 70 meter persegi. Berdasarkan peraturan daerah setempat, NJOP/meter tanah di daerah tersebut adalah Rp 2.500.000 per meter persegi dan NJOP/meter bangunannya adalah Rp 3.500.000/meter persegi. Maka cara menentukan harga jual rumah yaitu:

    Luas tanah x NJOP/meter tanah: 90x Rp 2.500.000= Rp 225.000.000 (Harga tanah)

    Luas bangunanx NJOP/meter bangunan: 70x Rp 3.500.000= Rp 245.000.000 (Harga bangunan)

    Harga tanah+harga bangunan: Rp 225.000.000+ Rp 245.000.000= Rp 470.000.000 (Nilai jual rumah)

    Sehingga, harga atau nilai jual minimal rumah adalah Rp 470.000.000. Tergantung faktor-faktor lain seperti lokasi dan kelayakan rumah, harga bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

    2. Siti membeli rumah dengan luas tanah 90 m2 dan luas bangunan 80 m2. Diketahui NJOP/meter di daerah rumah tersebut misalnya Rp 7.500.000 per meter untuk tanah serta Rp 8.000.000 untuk bangunannya.

    Luas tanah x NJOP meter/tanah: 90 m2x Rp 7.500.000= Rp 675.000.000 (Harga tanah)

    Luas Tanah x NJOP meter/bangunan: 80 m2 x Rp 8.000.000= Rp 640.000.000 (Harga bangunan)

    Total harga tanah + total harga bangunan: 675.000.000+640.000.000: Rp 1.315.000.000. (Nilai jual rumah).

    Itulah informasi mengenai pengertian dan cara mengetahui NJOP/meter, serta cara menghitung harga jual rumah. Semoga informasi ini membantumu ya, terutama bagi yang hendak membeli atau menjual rumah.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Dahan Pohon Tetangga Masuk ke Pekarangan Rumah, Boleh Tebang Nggak Ya?



    Jakarta

    Saat hidup bertetangga, terutama lokasi rumahnya berdempetan, mungkin saja ada kejadian yang menyinggung satu sama lain. Salah satunya perihal dahan pohon tetangga masuk ke pekarangan rumah. Alhasil daun kering berjatuhan ke area rumahmu dan membuat kotor.

    Memang kejadian seperti ini bukan atas kehendak manusia. Namun, apabila sudah mengotori area rumah lain, pasti kamu akan terganggu.

    Daun kering ini biasanya suka berserakan di halaman rumah, selokan, hingga talang air. Selain mengganggu estetika rumah, apabila daun kering itu masuk ke talang air, bisa mengakibatkan kerugian yang besar. Talang air tersebut bisa mampet dan air justru meluap ke arah lain. Imbasnya apabila terjadi terus menerus, akan timbul rembesan air atau bocor karena air masuk ke celah yang salah.


    Salah satu caranya adalah memotong dahan pohon tetangga itu agar daunnya tidak mengotori rumah kamu lagi. Namun, apakah itu diperbolehkan?

    Mengutip dari Kejaksaan Negeri Sukoharjo, menurut pasal Pasal 666 KUHPerdata yang berbunyi:

    “Tetangga mempunyai hak untuk menuntut agar pohon dan pagar hidup yang ditanam dalam jarak yang lebih dekat daripada jarak tersebut di atas dimusnahkan. Orang yang di atas pekarangannya menjulur dalam pohon tetangganya,maka ia menuntut agar tetangganya menolaknya setelah ada teguran pertama dan asalkan ia sendiri tidak menginjak pekarangan si tetangga.”

    Menyebutkan bahwa kamu yang merasa pekarangannya kotor dan terganggu atas dahan pohon dan daun kering yang jatuh boleh menuntut tetangga apabila sudah menegurnya. Dalam kata lain, kamu harus membicarakan dahulu secara baik-baik menyampaikan keluhanmu.

    Saat menyampaikan keluhan tersebut tidak boleh dengan perbuatan yang juga merugikan tetanggamu. Sebagai contoh menyebar sampah dengan alasan dendam atau merusak properti mereka.

    Apabila tetangga kamu menolak untuk bertanggung jawab dan tidak mau menebang pohonnya, kamu baru boleh membawa kasus ini ke jalur hukum. Namun, kamu juga perlu bukti yang kuat jika tetangga kamu tidak bertanggung jawab dan tidak merawat pohonnya yang menyebabkan pekaranganmu kotor.

    Menurut advokat Naufal Fikri Mujaddid SH jatuhnya dedaunan di pekarangan rumah orang lain dan pemilik pohon tersebut tidak bertanggung jawab, itu juga dipermasalahkan ke jalur hukum.

    Dilansir detikNews, pasal yang dapat mendukung aduan tetangga kamu ini adalah Pasal 201 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang mengatakan;

    “barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:

    dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;

    dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;

    dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

    Pertama bahwa jatuhnya dedaunan atau perusakan yang disebabkan oleh ranting pohon tersebut karena kelalaian (dalam doktrin hukum pidana disebut kealpaan) tetangga. Kedua karena si tetangga lalai dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan.

    Maka, harus ada hubungan hubungan kausalitas (baca ; sebab akibat) yang bahwa kelalaian tetangga dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan menyebabkan kehancuran dan atau kerusakan yang timbul pada pekarangan dan atau kebendaaan milik. Atau secara sederhana, kamu harus bisa membuktikan bahwa kerusakan yang diderita karena si tetangga dalam merawat pohon hingga daunnya.

    Hal ini berkaitan bahwa dalam konteks pidana yang dicari adalah kebenaran materiel. Hal ini berkaitan bahwa dalam konteks pidana yang dicari adalah kebenaran materiel.

    Kedua, kamu dapat meminta pertanggungjawaban tetangganya dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan menyebabkan kehancuran dan atau kerusakan yang timbul pada pekarangan dan atau kebendaaan milik orang lain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lokasi yang Pas buat Taruh APAR di Rumah


    Jakarta

    Alat pemadam kebakaran atau alat pemadam api ringan (APAR) bisa menjadi faktor penentu antara terjadinya kebakaran kecil di rumah dan kerugian total. Namun, alat ini hanya akan berfungsi dengan baik jika dapat diakses dengan mudah saat terjadi keadaan darurat.

    Berikut adalah beberapa lokasi penyimpanan yang tepat untuk alat pemadam kebakaran di rumah serta rekomendasi dari para ahli tentang cara menggunakan alat tersebut dengan efektif.

    Tempat Menyimpan Alat Pemadam Kebakaran

    Di Setiap Lantai Rumah

    Semakin banyak lantai yang dimiliki sebuah rumah, semakin sulit untuk melarikan diri dari kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk memiliki setidaknya satu alat pemadam kebakaran di setiap lantai. Misalnya, kamu punya rumah 3 lantai, maka sebaiknya APAR ada di lantai 1, 2, dan 3.


    Meskipun alat ini tidak dapat sepenuhnya memadamkan api, APAR dapat memberikan akses cepat ke jalur evakuasi dan menyelamatkan nyawa.

    “Sangat disarankan untuk memiliki alat pemadam kebakaran di setiap lantai rumah,” ungkap seorang ahli wawasan rumah di Hippo Insurance, Courtney Klosterman, dalam kutipannya di Better Homes & Gardens pada Jumat (8/11/2024)

    Garasi

    Garasi merupakan area lain yang perlu diperhatikan dalam konteks kebakaran rumah. Biasanya, garasi menyimpan berbagai barang seperti kendaraan, cairan dan bahan kimia yang mudah terbakar, alat-alat, serta berbagai komponen rumah yang dapat terbakar. Pastikan alat tersebut ditempatkan di lokasi yang terlindungi dan tidak terpapar risiko dari benda tajam atau kendaraan.

    Dapur

    Tidak mengherankan bahwa sebagian besar kebakaran rumah berasal dari dapur. Selain itu, kebakaran yang dimulai di area ini dapat dengan cepat menyebar, mengingat banyaknya bahan mudah terbakar seperti kain linen dan minyak goreng yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau di dapur kamu.

    Tempat yang Tidak Disarankan Menyimpan APAR

    Terlalu dekat dengan sumber panas

    Suhu tinggi dari kompor, perapian, tungku, atau benda sejenis dapat merusak berbagai komponen alat pemadam kebakaran.

    Di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak-anak

    Jika ada anak-anak di rumah, alat pemadam kebakaran harus dijauhkan dari jangkauan mereka, tetapi tetap berada di lokasi yang mudah dijangkau oleh orang dewasa.

    Terkena Unsur-unsur Alam

    Paparan terhadap kondisi cuaca ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat membahayakan alat pemadam kebakaran.

    Tempat Tersembunyi

    Kami memahami bahwa alat pemadam kebakaran bukanlah perabotan rumah yang paling menarik. Namun, penting untuk memastikan alat tersebut mudah ditemukan karena setiap detik sangat berharga saat terjadi kebakaran.

    Itulah tempat-tempat yang cocok dan yang harus dihindari untuk menyimpan APAR di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kiyomeru, Prinsip dari Jepang biar Nggak Males Bersih-bersih Rumah



    Jakarta

    Apakah kamu mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan rumah? Jika iya, prinsip pembersihan Jepang yang dikenal sebagai Kiyomeru bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu.

    Metode ini tidak hanya fokus pada kebersihan fisik, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan teratur di rumah. Simak penjelasan ini yang akan menjelajahi bagaimana Kiyomeru dapat membantu kamu mengatasi tantangan kebersihan dan membuat rumah kamu lebih nyaman.

    Apa Itu Kiyomeru?

    Dilansir Homes and Gardens, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Kiyomeru berarti memurnikan. Dalam konteks ini, pembersihan dianggap sebagai ritual yang tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga jiwa kamu .


    Azumi Uchitani, penulis, seniman, dan dosen serta salah satu pendiri Akademi Kebijaksanaan Jepang, menjelaskan bahwa kata Kiyomeru (清める) dilambangkan dengan karakter 清, yang berarti kemurnian dan kebersihan.

    Konsep ini melampaui sekadar kebersihan fisik, ia mencakup pemurnian spiritual yang lebih dalam dan pembersihan energi dari barang-barang serta lingkungan sekitar kita.

    Berakar pada tradisi Shinto dan kepercayaan Buddha yang mendalam, Kiyomeru mencerminkan pentingnya harmoni, pembaruan, dan penghormatan terhadap hal-hal yang sakral dalam budaya Jepang.

    Harmoni adalah elemen kunci dari konsep ini, mendorong individu untuk belajar hidup selaras dengan harta benda dan lingkungan mereka. Ketika Kiyomeru diterapkan pada pembersihan, hal ini juga merujuk pada pembersihan energi rumah kamu (chi).

    Bagaimana Kiyomeru Dapat Membantu dalam Membersihkan Rumah?

    Ketika seseorang membersihkan rumah, mereka biasanya berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain atau dari satu tempat ke tempat lain, merapikan barang-barang yang tidak terpakai dan mengatasi kekacauan yang terlihat. Aktivitas ini sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang berat oleh banyak orang.

    Namun, dalam budaya Jepang, pembersihan tidak dipandang dengan cara yang sama. Bersih-bersih dianggap bukan sebagai tugas yang melelahkan, melainkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap rumah dan harta benda kita.

    “Praktik Kiyomeru sangat mendalam dalam budaya dan kehidupan sehari-hari orang Jepang,” kata Azumi. Salah satu contohnya adalah upacara minum teh Jepang, Sado (atau Chado) 茶道, yang merupakan ritual mendalam yang menekankan pengalaman kesatuan dan pertukaran energi murni melalui pembuatan dan penyajian teh matcha.

    Pertukaran sakral antara tuan rumah dan tamu dimulai dan diakhiri dengan Kiyomeru, sebuah proses pembersihan dan pemurnian peralatan makan yang indah. Meskipun peralatan makan mungkin tampak bersih, tujuannya adalah untuk memurnikan energi setiap alat makan dan menunjukkan rasa terima kasih atas perannya.

    Ritual ini mencerminkan interaksi harmonis antara kebersihan, perhatian, dan penghormatan terhadap semua yang digunakan. Jika kita mendekati tugas membersihkan rumah dengan pola pikir yang berbeda, yaitu dengan rasa syukur kita dapat memperoleh perspektif yang lebih dalam.

    Tugas yang sebelumnya kita benci kini bisa berubah menjadi pengingat betapa beruntungnya kita memiliki tempat untuk dijaga kebersihannya. Mengubah cara pandang terhadap tugas ini dapat mengurangi asosiasi negatif dan mempermudah proses pembersihan, terutama saat merasa kewalahan.

    Cara Menerapkan Prinsip Kiyomeru dalam Pembersihan Rumah

    Untuk mulai menerapkan Kiyomeru dan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan kamu, penting untuk melihatnya sebagai lebih dari sekadar alat, melainkan sebagai gaya hidup.

    “Kiyomeru adalah sebuah cara hidup,” jelas Azumi. Tujuannya adalah untuk menjaga aliran energi yang harmonis dalam hidup kita.

    Oleh karena itu, kita perlu memahami bahwa lingkungan sekitar kita adalah perpanjangan dari diri kita sendiri. Ketika kita merawat tubuh kita, kita juga harus merawat lingkungan di sekitar kita.

    Kita terhubung secara energetik dengan lingkungan, dan ketika area luar bersih dan teratur, energi dapat mengalir dengan lancar, sehingga hidup kita pun menjadi harmonis.

    Azumi memberikan panduan langkah demi langkah untuk membersihkan rumah kamu dengan Kiyomeru sebagai cara hidup.

    Ubah Pola Pikir Kamu

    Renungkan keyakinan dan sikap kamu terhadap pembersihan dan penataan. Apa saja pikiran atau perasaan yang kamu miliki. Jika ada rasa enggan terkait pembersihan, ubahlah terlebih dahulu.

    Anggaplah ruang tinggal dan kerja kamu sebagai perpanjangan dari diri kamu. Ketika kamu menyikat gigi setiap pagi dan malam, bersihkan juga toilet. Saat mandi untuk membersihkan tubuh, dan jangan melupakan debu yang mulai menumpuk.

    Mengatasi penumpukan tugas akan sangat membantu.

    Ciptakan Ritual Pembersihan di Pagi dan Malam Hari

    Mulailah hari kamu dengan tindakan sederhana yang menciptakan suasana kemurnian dan keteraturan. Setelah bangun tidur, rapikan tempat tidur, buka jendela untuk menghirup udara segar, dan sapu lantai.

    Di malam hari, lakukan hal-hal kecil seperti merapikan rumah sebelum tidur untuk menciptakan suasana yang harmonis. Ini adalah kebiasaan yang dimiliki oleh mereka yang memiliki rumah bersih.

    Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Harian, Mingguan, Bulanan, dan Musiman

    Jadikan pembersihan sebagai bagian alami dari rutinitas kamu, seperti menggosok gigi atau mandi. Setiap hari, fokus pada tugas-tugas penting seperti merapikan permukaan, mengelap meja, dan menyapu ringan. Bersihkan toilet, pancuran, dan bak mandi setiap hari.

    Setiap minggu, luangkan waktu untuk menyedot debu, membersihkan debu, dan merapikan lemari pakaian. Setiap bulan, lakukan pembersihan menyeluruh di rumah serta proyek pembersihan besar seperti mencuci jendela atau membersihkan lemari es. Musiman.

    Segarkan lemari pakaian kamu di musim panas dan dingin serta lakukan pembersihan menyeluruh di akhir tahun, termasuk membersihkan debu serta jendela, dapur, dan area lainnya.

    Tentukan Aturan

    Pastikan titik kontak pertama dengan rumah kamu, agar pintu masuk tetap menarik dan bersih. Jaga agar pintu dan keset bebas dari noda, rawat sepatu kamu dengan baik karena sepatu tersebut menopang beban aktivitas harian kamu.

    Lepaskan sepatu saat masuk dan letakkan dengan rapi di tempat yang telah ditentukan sambil mengucapkan terima kasih atas jasanya. Di dapur, jangan biarkan piring kotor menumpuk di wastafel segera cuci atau masukkan ke mesin pencuci piring.

    Akhiri hari kamu dengan membersihkan wastafel agar tetap teratur. Di kamar mandi, biasakan untuk membersihkan toilet setiap pagi dan sore. Luangkan waktu 10 menit untuk ritual pemurnian.

    Sisihkan waktu 10 menit setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kemurnian. Tindakan kecil yang konsisten ini akan membantu menumbuhkan keharmonisan dan kesadaran di ruang kamu.

    Bagian yang Harus Dibersihkan

    Karina Toner, pembersih profesional dan manajer operasi di Spekless, menyarankan untuk memulai pembersihan di area rumah yang paling penting bagi kamu, seperti pintu masuk dan kamar tidur.

    “Fokuslah pada area yang paling vital untuk menjaga kebersihan, seperti pintu masuk agar energi positif dapat masuk atau kamar tidur untuk mendukung tidur yang berkualitas,” kata Karina.

    “Menggunakan penghilang bau alami dan produk pembersih ramah lingkungan saat membersihkan rumah juga merupakan cara yang baik untuk menjaga kebersihan tanpa meninggalkan bau atau bahan kimia yang menyengat,” tambahnya.

    Manfaat Kiyomeru

    Kiyomeru bukan sekadar metode, melainkan perubahan pola pikir yang menumbuhkan rasa hormat terhadap lingkungan dan diri kamu sendiri. Dengan mengadopsi pendekatan ini, kamu dapat mengubah pembersihan dari tugas yang menakutkan menjadi ritual perawatan dan peremajaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis


    Jakarta

    Lokasi adalah salah satu aspek paling penting saat memutuskan buat beli rumah. Rumah dengan lokasi yang strategis bukan cuma memudahkan penghuninya, tetapi juga mempengaruhi nilai properti.

    Kalau bentuk rumah kurang memuaskan, bisa saja direnovasi. Namun, kalau sampai salah pilih lokasi, rumahnya nggak mungkin bisa dipindahkan. Oleh karena itu, calon pembeli harus melakukan riset dan pertimbangan yang matang soal lokasi rumah.

    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti, Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, apa saja yang harus dicari dari lokasi rumah? Simak penjelasan berikut ini.

    Tips Pilih Lokasi buat Beli Rumah

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dari lokasi rumah.

    1. Ada Sarana Penunjang Lengkap

    Carilah rumah yang dekat dengan sarana penunjang, seperti layanan kesehatan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor. Jika hunian dekat sarana penunjang, penghuni rumah tidak perlu bepergian jauh untuk kebutuhan sehari-hari.

    2. Dekat Transportasi Umum

    Rumah yang dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Sebab, penghuni rumah punya akses transportasi, sehingga mudah berpergian. Belum lagi, tarif transportasi umum yang terjangkau bisa menghemat biaya berpergian.

    3. Lingkungan yang Aman

    Selain itu, keamanan lingkungan rumah juga menjadi pertimbangan. Sebaiknya membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di komplek atau cluster karena biasanya ada petugas keamanan.

    “Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” kata Steve.

    4. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Hati-hati membeli rumah, jangan sampai memilih lokasi yang rawan bencana seperti banjir. Sebelum memutuskan beli rumah, calon pembeli mendatangi area perumahan dan bertanya atau berdiskusi dengan lurah atau RT setempat terkait frekuensi banjir di wilayah itu.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

    Itulah beberapa lokasi yang bisa jadi pertimbangan ketika membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah yang Aman dan Strategis? Begini Cara Pilih Lokasinya


    Jakarta

    Memilih lokasi rumah tidak boleh asal-asalan. Sebab, lokasi rumah adalah aspek penting yang bisa mempengaruhi nilai rumah.

    Pencari rumah perlu memilih lokasi yang strategis buat menunjang kehidupan penghuninya. Selain itu, rumah perlu berada di tempat yang aman dan nyaman serta memenuhi kebutuhan penghuni.

    Oleh karena itu, calon pembeli perlu meriset dan mempertimbangkan lokasi rumah yang terbaik. Ada beberapa ciri rumah yang menandakan rumah yang strategis.


    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi rumah.

    1. Dekat Transportasi Umum

    Steve mengatakan rumah yang berada dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Penghuni rumah memiliki akses transportasi yang memudahkan untuk bepergian. Apalagi tarif transportasi umum terjangkau, sehingga dapat menghemat biaya.

    2. Sarana Penunjang Lengkap

    Selain itu, rumah sebaiknya berada dekat dengan sarana penunjang, misalnya rumah sakit, kantor, pusat perbelanjaan, dan sekolah. Sarana penunjang yang lengkap akan memudahkan penghuni rumah karena tidak perlu bepergian jauh buat kebutuhan sehari-hari.

    3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Keamanan lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Pastikan untuk membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di klaster atau komplek dengan petugas keamanan.

    “Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” katanya.

    4. Lingkungan Aman

    Terakhir, jangan pilih lokasi yang rawan terjadi bencana, misalnya banjir. Calon pembeli perlu memastikan sendiri dengan melakukan survei perumahan. Coba tanya atau diskusi dengan lurah atau ketua RT setempat soal frekuensi banjir di kawasan itu.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

    Itulah cara memilih lokasi rumah yang strategis. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Marmer vs Keramik, Mana yang Lebih Awet dan Go Green?



    Jakarta

    Dalam persiapan membangun rumah, perlu dipertimbangkan terkait material lantai atau dinding yang akan digunakan. Pilihan antara ubin marmer dan keramik tidak hanya soal keindahan dan harga, tetapi juga soal dampak lingkungan dalam jangka panjang.

    Pembuatan keramik maupun ubin tidak dilakukan secara instan, melainkan dengan proses produksi yang cukup panjang. Maka dari itu, perlu untuk diperhatikan penggunaan energi dalam produksinya, ketahanan, serta perawatannya.

    Di bawah ini diulas mengenai penggunaan keramik ataupun marmer dengan tiga aspek penting yaitu ketahanan dan daya tahan, perawatan, serta yang paling utama adalah dampak lingkungan.


    Ketahanan dan Daya Tahan

    Ubin Marmer

    Ubin marmer adalah batu alam yang memberikan kesan mewah dan alami. Dikutip melalui Situs A-Class Marble, ubin keramik umumnya lebih tahan lama dibanding marmer.

    Namun, karena marmer bersifat berpori dan lebih lunak dibanding keramik, maka lebih rentan terhadap goresan, noda, dan kerusakan jika digunakan di area yang sering dilalui.

    Dengan perawatan yang tepat, seperti pelapisan (sealing) secara berkala, ubin marmer dapat bertahan lama, dengan tetap memerlukan perhatian lebih.

    Ubin Keramik

    Keramik, terutama dengan jenis yang diproduksi dengan kualitas tinggi, memiliki struktur padat, tahan terhadap retak, dan sedikit perawatan dibanding marmer.

    Dalam artikel pada situs A-Class Marble yang dikutip Kamis (23/10/2025), juga dijelaskan bahwa keramik merupakan bahan material ubin yang memiliki ketahanan tinggi dengan sedikit perawatan.

    Hal ini berarti dari aspek daya tahan, keramik memiliki keunggulan dalam konteks penggunaan rumah tangga sehari-hari.

    Perawatan

    Ubin Marmer

    Karena sifatnya berpori, marmer membutuhkan pelindung agar tidak menyerap noda ataupun air. Melansir dari artikel VolarkTiles, tumpahan noda dengan kandungan asam seperti lemon ataupun cuka dapat menyebabkan noda permanen.

    Marmer memerlukan pemilihan pembersih yang tepat dengan pH netral, pelapisan ulang secara bertahap, dan perhatian untuk menghindari kerusakan.

    Ubin Keramik

    Keramik biasanya tidak berpori, tidak memerlukan pelindung yang dipasang dengan rutin, serta pembersihan sehari-hari cukup dengan lap atau pel.

    Dari sisi kemudahan perawatan, keramik jauh lebih praktis. Apabila aktivitas dengan intensitas tinggi dan menginginkan material yang minim repot, keramik bisa jadi pilihan yang tepat.

    Dampak Lingkungan

    Ubin Marmer

    Marmer merupakan batu alam dan secara alami memiliki aspek keberlanjutan dari sisi bahan dasar (tidak dibuat secara sintetik). Beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

    Dilansir dari artikel situs A-Class Marble, proses penambangan (quarrying) marmer dapat berdampak besar terhadap lingkungan baik dari penggalian, pengangkutan berat, kerusakan lanskap, dan emisi.

    Pengangkutan dari lokasi tambang ke pabrik dan kemudian ke lokasi pengguna bisa jauh sehingga meningkatkan jejak karbon. Namun, karena marmer bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan baik, maka frekuensi penggantian marmer bisa lebih rendah.

    Ubin Keramik

    Keramik dibuat dari tanah liat dan mineral alami. Namun, proses produksinya memerlukan suhu sangat tinggi (firing), penggunaan energi, dan seringkali mengalami emisi terhadap lingkungan.

    Meski demikian, banyak produsen keramik kini menggunakan teknologi lebih hemat energi dan bahan daur ulang. Karena keramik lebih tahan lama dan sering tidak memerlukan penggantian cepat, siklus ketahanannya pun bisa sangat panjang.

    Keramik yang dibuat lokal dapat mengurangi emisi transportasi, serta daur ulang keramik biasanya lebih mudah dibanding batu alam yang rusak atau pecah.

    Jika ingin menentukan pilihan yang lebih ramah lingkungan untuk ubin rumah, dari segi ketahanan, perawatan, dan dampak lingkungan, ubin keramik seringkali menjadi pilihan yang lebih praktis dan berkelanjutan dibanding ubin marmer.

    Namun, bukan berarti marmer buruk secara lingkungan. Hanya saja memerlukan perhatian lebih besar dalam pemilihan dan pemakaiannya.

    Pilihan antara marmer atau keramik dengan memperhatikan keramahan lingkungan, dapat disesuaikan dengan prioritas serta resiko perawatan akan ketahanan masing-masing material.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Baja atau Beton? Simak Plus Minusnya Sebelum Bangun Rumah



    Jakarta

    Menentukan bahan utama struktur rumah bukan sekadar soal kuat atau tidak, tapi juga soal efisiensi, waktu pembangunan, dan dampak lingkungan. Antara baja dan beton, pilihan ini bisa sangat mempengaruhi masa depan rumah, dari dari segi ketahanan hingga pengeluaran jangka panjang.

    Rumah yang kokoh adalah impian banyak orang, namun bangunan yang kokoh tidak selalu berarti identik dengan beton padat. Di era konstruksi modern, baja muncul sebagai alternatif yang sangat populer karena kekuatannya yang tinggi, fleksibilitas struktur, dan potensi mempercepat proses pembangunan. Tapi baja punya tantangan tersendiri, terutama dalam hal korosi dan emisi karbon.

    Sementara itu, beton telah lama menjadi pilihan utama dalam banyak proyek bangunan karena daya tahan dan stabilitasnya. Dilansir dari situs Empire Engineering, berikut penjelasannya.


    Karakteristik Material Baja dan Beton

    Baja adalah material yang sangat serbaguna, tersedia dalam berbagai bentuk seperti pelat datar dan balok dengan berbagai penampang. Sementara itu, beton adalah material komposit non homogen yang beban tekannya ditahan oleh gabungan beberapa material dan semen, sedangkan beban tarik diatasi dengan besi tulangan (rebar) yang tertanam di dalamnya.

    Keunggulan & Kekurangan

    Keunggulan Beton:

    • Beton sangat tahan terhadap korosi, terutama jika dibandingkan dengan baja, yang menjadikannya pilihan kuat dalam lingkungan yang keras atau lembap.
    • Beton juga lebih tahan terhadap kerusakan akibat ketidak tahanan karena sifat massanya.
    • Dari sisi biaya, beton cenderung lebih murah sebagai material dasar dan harganya di tiap waktu lebih stabil dibanding baja.
    • Dalam hal jejak karbon, produksi beton lokal bisa lebih rendah emisinya jika dibandingkan dengan baja.

    Keunggulan Baja:

    • Baja punya keunggulan besar dalam hal kecepatan konstruksi. Struktur baja jauh lebih ringan dari beton, sehingga lebih cepat dibangun karena menghindari proses pengecoran dan curing beton.
    • Karena sifat baja yang bisa diprefabrikasi (diproduksi terlebih dahulu), bagian-bagian strukturnya bisa dirakit dengan cepat di lokasi proyek.
    • Struktur baja memungkinkan desain yang lebih efisien, misalnya profil baja bisa dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan kekuatan dengan penggunaan material yang minimal.

    Biaya & Waktu Konstruksi

    Karena beton adalah material dasar yang relatif murah dan tersedia secara lokal, beton cenderung menjadi opsi ekonomis secara material. Namun, pengecoran beton membutuhkan tenaga kerja yang intensif untuk memasang tulangan, membuat bekisting, menuang beton, lalu menunggu proses curing. Semua ini memakan waktu dan biaya tenaga kerja.

    Di sisi lain, baja mengurangi durasi proyek karena banyak komponennya bisa diprefabrikasi dan langsung dirakit di lokasi. Karena struktur baja lebih ringan, fondasi yang dibutuhkan bisa lebih kecil atau lebih sederhana, yang juga bisa menekan biaya dasar.

    Umur Bangunan & Perawatan

    Beton memiliki daya tahan alami terhadap korosi, karena rancangan beton melindungi tulangan di dalamnya. Oleh karena itu, struktur beton umumnya lebih tahan lama tanpa perawatan anti korosi yang intensif. Sementara itu, struktur baja, meski cepat dibangun, memerlukan lapisan pelindung (misalnya cat anti karat) dan pemeliharaan berkala agar tidak cepat rusak karena korosi.

    Pertimbangan Lingkungan

    Salah satu poin penting dalam perbandingan adalah dampak karbon. Emisi karbon yang terkait dengan produksi beton bisa lebih rendah dibanding produksi baja, terutama jika baja harus diangkut jarak jauh. Dengan demikian, jika mempertimbangkan aspek keberlanjutan, beton bisa menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam beberapa konteks.

    Itulah beberapa perbandingan antara beton dan baja. Jika prioritas dalam proyek pembangunan adalah kecepatan pembangunan, struktur ringan, dan fleksibilitas desain, maka baja bisa menjadi pilihan unggul.

    Namun, Jika lebih menekankan biaya material yang stabil, ketahanan jangka panjang, dan jejak karbon rendah, beton bisa lebih cocok, terutama jika material agregat tersedia secara lokal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • YouTuber Mr Beast Diet Puasa Tanpa Makan selama 14 Hari, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Youtuber Jimmy Donaldson, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung MrBeast berusia 27 tahun ini mencoba tantangan baru yang ekstrem: puasa 14 hari hanya dengan mengonsumsi air.

    Meskipun tidak bisa disebut tak bugar, MrBeast dengan tinggi 195 cm memiliki berat sekitar 110 kg, menempatkan BMI-nya di angka 26, yang tergolong kelebihan berat badan. Dalam video YouTube terbarunya yang telah ditonton lebih dari 3 juta kali, ia menceritakan kepada komedian Theo Von bagaimana tantangan ini memberikan efek ‘menyedihkan’ pada tubuhnya.

    Kehilangan Otot dan Energi yang Terkuras

    “Saya puasa 14 hari, hanya air. Saya kehilangan sekitar 20 pon (sekitar 9 kg),” ujar MrBeast dalam video tersebut dikutip dari DailyMail.


    “Setelah hari kelima atau keenam, Anda akan sangat lemas, tidak punya energi sama sekali.”

    Sebelum puasa, ia melakukan pemindaian DEXA untuk mengukur lemak dan otot tubuhnya. Hasilnya setelah puasa cukup mengejutkan.

    “Saya kehilangan sekitar enam pon (sekitar 2,7 kg) otot, itu cukup menyedihkan. Jadi, saya kehilangan 13 pon (sekitar 5,9 kg) lemak,” jelasnya.

    Yang lebih membuatnya depresi, bahkan setelah kembali makan, massa ototnya tidak langsung kembali seperti semula.

    “Sangat berat tidak makan. Saya masih syuting dan bekerja selama itu, benar-benar mengganggu saya,” tambahnya.

    “Berdiri saja sangat menyiksa, apalagi berjalan, karena Anda tidak punya energi sama sekali.”

    Efek ekstrem diet ekstrem

    MrBeast mencatat progres berat badannya selama dua minggu puasa. Pada hari ketiga, beratnya sudah turun hampir 4 pon (sekitar 1,8 kg) menjadi 98,2 kg. Hari keenam menjadi 95,3 kg, dan hari ke-10 menjadi 93,5 kg.

    Namun, pada hari ke-12, dengan berat hanya 92,7 kg, ia merasa sangat mual hingga tidak bisa syuting lebih dari 20 menit tanpa duduk istirahat.

    “Pada akhir hari saya merasa seperti akan pingsan,” katanya. Pada hari ke-14, beratnya mencapai 91,6 kg, membuat BMI-nya masuk kategori sehat.

    Meskipun demikian, MrBeast dengan tegas memperingatkan bahwa ia selalu didampingi tim dokter sepanjang dua minggu puasa tersebut untuk memantau tanda-tanda vitalnya seperti detak jantung dan tekanan darah, memastikan ia tidak mengalami “serangan jantung atau yang lebih buruk”.

    “Seperti yang saya nyatakan berkali-kali dalam video, jangan coba ini di rumah tanpa pengawasan medis seperti yang saya miliki,” tegasnya.

    Ia juga menambahkan konteks bahwa ia mengidap penyakit Crohn dan ingin mencoba puasa untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh penyakit tersebut.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Ada Benarnya, Bukti Ilmiah Sebut Makan Pakai Tangan Lebih Menyehatkan


    Jakarta

    Makan menggunakan tangan seringkali dianggap kuno atau kurang higienis di era modern yang serba praktis. Padahal, tradisi ini telah dilakukan berabad-abad pada berbagai budaya, termasuk Indonesia. Menariknya, sejumlah ahli menilai kebiasaan sederhana ini justru punya manfaat kesehatan, baik dari pencernaan hingga metabolisme tubuh.

    Penjelasan ahli bedah NHS di Inggris, Dr Karan Rajan, makan menggunakan tangan mendorong kita untuk lebih pelan dan sadar ketika menikmati makanan. Sentuhan jari pada makanan dapat merangsang indera peraba, penglihatan, hingga penciuman, sehingga proses makan terasa lebih utuh. Hal ini dapat membuat otak lebih cepat mengenali rasa kenyang, mengurangi risiko makan berlebihan, sekaligus meningkatkan kesehatan cerna.

    Tak hanya itu, paparan mikroba dalam jumlah kecil yang tidak berbahaya dari tangan yang bersih diyakini dapat melatih sistem imun. Dengan kata lain, praktik sederhana ini dapat memberi latihan alami pada usus untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Hasilnya tubuh tidak hanya mendapat asupan nutrisi yang lebih baik, tetapi juga daya tahan yang lebih kuat.


    Tapi benarkah klaim tersebut punya bukti ilmiah? Mari ditelusur satu persatu.

    Bukti Ilmiah yang Mendukung

    Beberapa klaim Dr Rajan ternyata punya dasar ilmiah. Salah satunya terkait kebiasaan mengunyah lebih lama.

    Penelitian Department of Food Science and Technology, University of California menunjukkan mastikasi atau proses mengunyah dapat meningkatkan aliran air liur dan sekresi enzim amilase yang penting untuk memecah karbohidrat. Artinya, makan dengan ritme lebih lambat memang membantu kerja pencernaan lebih maksimal.

    Selain itu, studi terbaru di Journal Eating Behaviors menemukan bahwa makan dengan tempo lambat bisa menurunkan jumlah asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang. Hal ini mendukung klaim bahwa makan dengan penuh kesadaran dapat membantu mencegah makan berlebihan.

    Selain itu, tahun 2021 dalam European Journal of Nutrition melaporkan bahwa kecepatan makan mempengaruhi metabolisme. Mengunyah lebih lama dan memperlambat proses makan terbukti membantu respon insulin lebih baik dan menstabilkan lonjakan gula darah setelah makan, serta rasa kenyang

    Namun, perlu diketahui bahwa pernyataan makan dengan tangan secara alami memperlambat mengunyah makanan lebih lama, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung. Bisa jadi makan dengan alat makan juga bisa memperlambat proses mengunyah makanan. Maka diperlukan studi yang membandingkan kedua hal tersebut.

    Hipotesis yang Perlu Diteliti Lebih Lanjut

    Meski begitu, tidak semua klaim Dr Rajan sudah terbukti secara ilmiah. Ada beberapa yang masih berupa hipotesis dan perlu adanya riset lebih lanjut.

    Misalnya, klaim bahwa makan dengan tangan bisa memberi “latihan kecil” pada sistem imun karena adanya paparan mikroba tidak berbahaya. Hingga kini, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti pengaruh makan pakai tangan terhadap keseimbangan mikrobiota usus atau imunitas tubuh.

    Lebih Baik Mana, Makan Pakai Tangan atau Alat Makan?

    Perdebatan tentang lebih baik makan pakai tangan atau menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu sebenarnya tidak mempunyai satu jawaban pasti. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, jika dilihat dari aspek kesehatan, kebersihan, maupun budaya.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menggunakan alat makan cenderung lebih higienis, terutama ketika fasilitas cuci tangan terbatas. Pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penyakit diare dan infeksi pencernaan sebelum makan. Beberapa studi menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia soal mencuci tangan sebelum makan, terutama pada praktik cuci tangan yang benar. Sehingga dalam konteks ini, alat makan bisa berfungsi sebagai “pelindung” antara mikroba yang ada di tangan dengan makanan yang akan dikonsumsi.

    Sementara itu, makan dengan tangan memiliki nilai budaya yang kuat di Indonesia serta dipercaya meningkatkan pengalaman sensorik dan kedekatan emosional dengan makanan. Dari sisi psikologis, riset tentang mindful eating juga mengaitkan keterlibatan kesadaran penuh saat makan dengan konsumsi yang lebih lambat, meski belum ada penelitian yang secara langsung membandingkan tangan dan sendok.

    Melihat kondisi di Indonesia, pilihan yang paling efektif dan bermanfaat bergantung pada kondisi. Dalam tradisi atau acara keluarga, makan pakai tangan bisa memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan pengalaman makan yang lebih personal.

    Namun, di tempat umum atau lingkungan dengan sanitasi kurang terjamin, penggunaan alat makan jelas lebih disarankan. Intinya tetap sama yaitu menjaga kebersihan tangan, mencuci dengan sabun, dan memastikan makanan dalam kondisi higienis.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied