Tag: kopi hitam

  • Sering Dijadikan Asupan saat Diet, Segini Kalori Kopi Tanpa Gula


    Jakarta

    Kopi menjadi salah satu minuman wajib yang kerap dikonsumsi sebelum beraktivitas. Kebanyakan orang mungkin lebih menyukai kopi yang cenderung manis dengan pemanis tambahan, seperti gula atau krimer.

    Namun, ada juga yang lebih menyukai kopi tanpa gula, termasuk mereka yang sedang dalam program diet. Memangnya kopi tanpa gula berapa kalori ya?

    Jumlah kalori makanan atau minuman, termasuk kopi, bergantung pada cara mengkonsumsinya. Secangkir kopi seduh biasa yang tidak mengandung gula hanya memiliki kurang dari 5 kalori dan tidak mengandung lemak.


    Dikutip dari Healthline, jenis kopi yang paling sedikit kalorinya adalah kopi hitam (black coffee) atau kopi hitam dingin (iced black coffee). Jika dikonsumsi tanpa tambahan lain, kedua jenis kopi ini hanya mengandung 2 kalori.

    Kopi yang diseduh dengan metode cold press atau biji kopi dengan rasa juga memiliki 2 kalori. Sementara itu, espresso mengandung 20 kalori dan kopi latte tanpa lemak mengandung sekitar 72 kalori.

    Namun, dengan menambahkan bahan-bahan lain ke dalam kopi seperti pemanis, tentu akan menambah kalori ekstra. Penelitian menunjukkan orang yang sering mengkonsumsi minuman manis lebih rentan mengalami kenaikan berat badan, dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya.

    Dikutip dari Mayo Clinic, orang yang sering minum minuman manis lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan dibandingkan orang yang tidak minum minuman manis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menambahkan 1 sendok teh gula ke dalam secangkir kopi sehari dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Berikut rincian kalori secangkir kopi jika ditambahkan oleh bahan-bahan tertentu:

    • Gula: 16 kalori untuk satu sendok teh (4 gram)
    • Sirup manis beraroma: 10 hingga 20 kalori per pump
    • Krim kocok: 73 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 28 gram)
    • Krim kocok kental: 101 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 30 gram)
    • Susu bebas lemak: 10 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 31 gram)

    Kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan tambahan gula juga dapat berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius. Mulai dari penyakit jantung, obesitas, dan ketidakseimbangan gula darah.

    Jika tetap ingin menikmati kopi yang manis namun tetap menjaga jumlah kalori, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan susu nabati, seperti susu almond, susu kedelai, atau susu gandum. Namun, pastikan untuk mengecek label produk karena banyak susu nabati yang menambahkan gula tambahan.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Mau Turunkan BB, Mending Minum Kopi Hitam atau Teh Hitam? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Kebanyakan orang kerap mempermasalahkan berat badan. Untuk menurunkannya, kopi hitam dan teh hitam menjadi pilihan karena rendah kalori.

    Keduanya merupakan minuman kaya kafein, tanpa gula, dan kaya akan antioksidan. Keduanya sering dikaitkan dapat menurunkan berat badan.

    Lantas, mana yang benar-benar lebih baik untuk menurunkan berat badan?


    Kopi Hitam Vs Teh Hitam

    Kopi hitam memberikan dorongan kuat pada metabolisme tubuh, meningkatkan pembakaran lemak, dan dapat menekan nafsu makan. Di sisi lain, memadukan kafein dengan senyawa pada teh hitam yang unik, seperti katekin dan theaflavin, dapat memberikan dorongan yang lebih lembut untuk membakar lemak.

    Namun, penelitian belum mencapai kesepakatan. Beberapa menunjukkan efek kopi yang lebih kuat, sementara yang lain menyoroti peran pendukung dari kandungan teh. Berikut perbandingan keduanya yang dikutip dari Times of India.

    1. Metabolisme dan Pembakaran Kalori

    Kopi hitam mengandung kafein yang tinggi, sekitar 95 mg per cangkir. Minuman ini dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 3-13 persen selama beberapa jam, sehingga dapat membakar lebih banyak kalori bahkan saat beristirahat.

    Sebaliknya, teh hitam mengandung lebih sedikit kafein yakni sekitar 47 mg. Tetapi, teh hitam tetap menawarkan peningkatan metabolisme yang ringan berkat kandungan kafein dan senyawa seperti theaflavin di dalamnya.

    2. Terkait Oksidasi Lemak dan Penurunan Berat Badan

    Kafein dalam kopi meningkatkan oksidasi lemak, yakni lemak yang digunakan untuk energi. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan lemak tubuh dengan mengonsumsi beberapa cangkir setiap hari.

    Sementara itu, katekin dan theaflavin dalam teh hitam juga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi lemak tubuh, meskipun buktinya masih terbatas.

    3. Penekan Nafsu Makan

    Kafein dalam kopi hitam dapat menekan rasa lapar dan mengurangi asupan kalori. Di sisi lain, teh hitam dapat meningkatkan rasa kenyang berkat antioksidan dan kafein yang ringan.

    Namun, efek penekan nafsu makan dari teh hitam cenderung lebih halus.

    4. Peningkatan Olahraga dan Performa

    Kafein meningkatkan performa fisik, baik untuk kekuatan maupun daya tahan. Hal ini membantu seseorang tetap aktif dan membakar lebih banyak kalori selama latihan atau olahraga.

    Meskipun kadar kafein yang lebih rendah dalam teh hitam juga dapat meningkatkan performa olahraga, efeknya lebih lembut. Selain itu, teh hitam mengandung L-theanine yang menenangkan untuk mengurangi rasa gelisah.

    5. Antioksidan dan Dampak Kesehatan

    Kopi kaya akan asam klorogenat, yang mendukung metabolisme lemak dan menawarkan manfaat antioksidan. Teh hitam juga mengandung polifenol kuat, seperti katekin dan theafavin, yang dapat membantu mengurangi penyimpanan lemak serta meningkatkan kesehatan usus.

    Ini berpotensi membentuk manajemen berat badan yang lebih baik.

    6. Perbandingan Bukti Ilmiah

    Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa teh hijau terbukti memiliki manfaat penurunan berat badan. Tetapi, teh hitam dan kopi tidak signifikan mengungguli plasebo.

    Namun, sebuah studi intervensi terpisah menemukan bahwa kopi menyebabkan penurunan indeks massa tubuh (IMT) dan lemak tubuh yang signifikan selama enam bulan. Sementara teh hijau menunjukkan efek yang lebih ringan.

    7. Memilih Berdasarkan Gaya Hidup dan Sensitivitas

    Jika lebih suka dorongan energi yang kuat, pilihlah kopi hitam. Tetapi, disarankan untuk tetap berhati-hati jika kafein sudah menyebabkan gelisah atau sulit tidur.

    Jika lebih menginginkan ketenangan atau kafein lebih sedikit, L-theanine dalam teh hitam dapat memberikan dorongan lebih halus. Tetapi, membuat seseorang tetap waspada dan rileks, yang sempurna untuk malam hari atau orang dengan toleransi kafein yang rendah.

    Kesimpulannya, kopi hitam mungkin lebih unggul dalam hal pembakaran lemak yang cepat, peningkatan metabolisme, pengendalian nafsu makan, dan dukungan kebugaran. Tetapi, minuman ini mengandung kafein yang lebih kuat, yang berpotensi menyebabkan kegelisahan atau gangguan tidur pada individu yang sensitif.

    Teh hitam, dengan kafein yang lebih lembut dan antioksidan yang menenangkan, menawarkan dukungan yang lebih ringan. Tetapi, itu tetap sangat berpengaruh untuk manajemen berat badan.

    Manfaat tambahannya bagi usus dan antioksidan menjadikannya pilihan yang bijaksana bagi mereka yang memprioritaskan kesehatan secara keseluruhan daripada peningkatan energi yang intens.

    Pilihlah apa yang disukai dan baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi, tetap dipadukan dengan diet sehat, olahraga teratur, dan kebiasaan yang sehat untuk hasil yang nyata dan bisa bertahan lama.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

    Jakarta

    Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

    Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

    Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


    “Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

    Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

    Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

    Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

    Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

    Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

    Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

    Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

    “Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

    Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

    Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

    “Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

    Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

    • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
    • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
    • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

    Jakarta

    Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

    Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

    Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


    “Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

    Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

    Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

    Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

    Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

    Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

    Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

    Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

    “Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

    Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

    Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

    “Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

    Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

    • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
    • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
    • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com