Tag: kopi

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat, 5 Teh Ini Bisa Bantu Pangkas Lemak Lebih Cepat

    Jakarta

    Seperti halnya kopi, teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh memiliki beragam varian dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda.

    Beberapa varian teh juga terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan. Teh-teh tersebut mengandung senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, sehingga mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

    Namun ingat, khasiat penurun berat badan dari teh tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan pola makan seimbang dan olahraga yang teratur.


    Lantas, apa saja jenis teh yang terbukti dapat mendukung penurunan berat badan? Dikutip dari Eat This, berikut daftarnya.

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Studi yang diterbitkan di International Journal of Environmental and Public Health pada 2022 menunjukkan konsumsi teh hijau dalam jumlah besar dapat menurunkan risiko obesitas hingga 44 persen.

    Khasiat ini berasal dari katekin yang ada dalam teh hijau, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    2. Teh Hitam

    Tak hanya teh hijau, khasiat penurun berat badan juga dimiliki teh hitam. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Molecules pada 2016 menemukan teh hitam mengandung polifenol yang memiliki sifat antiobesitas. Polifenol ini juga dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak visceral.

    Studi lain yang dilakukan pada 2014 menunjukkan partisipan yang mengonsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibanding partisipan yang tidak minum teh hitam.

    3. Teh Putih

    Seperti halnya teh hijau, teh putih juga dapat meningkatkan laju metabolisme dan oksidasi lemak. Keduanya dapat berperan dalam pengelolaan berat badan secara keseluruhan.

    Studi yang diterbitkan di Food Safety and Health juga menunjukkan teh putih memiliki manfaat dalam mengurangi berat badan dan lemak visceral.

    4. Teh Oolong

    Oolong adalah jenis teh yang daunnya mengalami proses oksidasi sebagian. Penelitian menunjukkan teh oolong mengandung polifenol yang dikaitkan dengan peningkatan metabolisme dan penurunan lemak di perut.

    Penelitian lain menunjukkan polifenol yang terkandung dalam teh oolong juga dapat membantu mengurangi jaringan lemak visceral.

    5. Teh Pu-erh

    Teh pu-erh adalah jenis teh yang diolah melalui proses fermentasi daun tanaman Camellia sinensis, tanaman yang juga digunakan untuk membuat teh hijau, teh hitam, oolong, dan teh putih.

    Khasiat teh pu-erh untuk menurunkan berat badan pun sudah terbukti secara ilmiah. Sebuah studi yang diterbitkan di Phytotherapy Research pada 2014 menemukan pria dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi teh pu-erh mengalami penurunan berat badan dan indeks massa tubuh.

    Studi lain yang diterbitkan di Nutrition Research juga menunjukkan ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, dan lemak visceral pada pria dewasa di Jepang.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman yang Bantu Menurunkan Berat Badan, Salah Satunya Air Kelapa

    Jakarta

    Banyak cara bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satunya mengatur menu makanan dan minuman, yang tidak hanya membatasi asupan kalori tetapi juga memperbaiki sistem metabolisme.

    Beberapa minuman seperti green tea dan kopi, dalam sejumlah riset ilmiah terbukti bisa meningkatkan laju metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang. Jika dikonsumsi secara rutin, dipercaya bisa membantu menurunkan kadar lemak dan juga berat badan secara keseluruhan.

    Tentunya tidak semua makanan dan minuman punya kandungan yang bermanfaat terhadap program diet penurunan berat badan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut alternatif minuman yang bisa dicoba.


    1. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan salah satu minuman yang kerap diasosiasikan dengan kesehatan. Ini karena teh hijau kaya akan berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama antioksidan.Dikutip dari Healthline, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin. Katekin dipercaya dapat meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak.

    Sejumlah studi menunjukkan konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan berat badan dan lemak tubuh.

    Teh hijau juga mengandung kafein, senyawa yang dapat meningkatkan energi dan menunjang performa saat berolahraga.

    2. Kopi

    Kopi dikenal sebagai minuman penambah energi dan penghilang kantuk. Namun, minuman ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan loh.

    Manfaat ini berasal dari kafein yang terkandung dalam kopi. Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Alhasil, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori dan lemak.

    Sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.600 partisipan juga menemukan mereka yang sukses menurunkan berat badan mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Khususnya flavonoid, polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat dan dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

    Studi menunjukkan polifenol yang ada pada teh hitam dapat mendukung penurunan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori, merangsang pemecahan lemak, dan mendukung perkembangan bakteria baik di usus.

    Penelitian lain juga menemukan konsumsi tiga cangkir teh hitam sehari selama tiga bulan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi ukuran lingkar pinggang.

    4. Teh Jahe

    Teh jahe merupakan salah satu minuman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi pilek, mual, hingga peradangan.

    Sejumlah studi yang dilakukan terhadap manusia dan hewan juga menunjukkan teh jahe memiliki potensi untuk menunjang penurunan berat badan.

    Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 10 pria dengan kelebihan berat badan menemukan konsumsi 2 gram jahe yang ditambahkan ke dalam air hangat dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

    Penelitian itu juga menemukan teh jahe dapat meningkatkan efek termal makanan, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dan memetabolisme makanan.

    Khasiat ini, dikombinasikan dengan peningkatan rasa kenyang, membuat teh jahe menjadi salah satu minuman yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    5. Air Kelapa

    Air kelapa bukan sekadar minuman yang menyegarkan. Minuman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Vinmec, air kelapa mengandung kalium dan enzim bioaktif tinggi yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Ini membantu tubuh membakar lebih banyak kalori dan mengurangi timbunan lemak.

    Serat yang terkandung dalam air kelapa juga membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Selain itu, air kelapa pun memiliki kalori yang rendah. Kombinasi inilah yang membuat air kelapa memberikan efek yang positif dalam menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman yang Bantu Menurunkan Berat Badan, Salah Satunya Air Kelapa

    Jakarta

    Banyak cara bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satunya mengatur menu makanan dan minuman, yang tidak hanya membatasi asupan kalori tetapi juga memperbaiki sistem metabolisme.

    Beberapa minuman seperti green tea dan kopi, dalam sejumlah riset ilmiah terbukti bisa meningkatkan laju metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang. Jika dikonsumsi secara rutin, dipercaya bisa membantu menurunkan kadar lemak dan juga berat badan secara keseluruhan.

    Tentunya tidak semua makanan dan minuman punya kandungan yang bermanfaat terhadap program diet penurunan berat badan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut alternatif minuman yang bisa dicoba.


    1. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan salah satu minuman yang kerap diasosiasikan dengan kesehatan. Ini karena teh hijau kaya akan berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama antioksidan.Dikutip dari Healthline, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin. Katekin dipercaya dapat meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak.

    Sejumlah studi menunjukkan konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan berat badan dan lemak tubuh.

    Teh hijau juga mengandung kafein, senyawa yang dapat meningkatkan energi dan menunjang performa saat berolahraga.

    2. Kopi

    Kopi dikenal sebagai minuman penambah energi dan penghilang kantuk. Namun, minuman ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan loh.

    Manfaat ini berasal dari kafein yang terkandung dalam kopi. Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Alhasil, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori dan lemak.

    Sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.600 partisipan juga menemukan mereka yang sukses menurunkan berat badan mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Khususnya flavonoid, polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat dan dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

    Studi menunjukkan polifenol yang ada pada teh hitam dapat mendukung penurunan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori, merangsang pemecahan lemak, dan mendukung perkembangan bakteria baik di usus.

    Penelitian lain juga menemukan konsumsi tiga cangkir teh hitam sehari selama tiga bulan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi ukuran lingkar pinggang.

    4. Teh Jahe

    Teh jahe merupakan salah satu minuman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi pilek, mual, hingga peradangan.

    Sejumlah studi yang dilakukan terhadap manusia dan hewan juga menunjukkan teh jahe memiliki potensi untuk menunjang penurunan berat badan.

    Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 10 pria dengan kelebihan berat badan menemukan konsumsi 2 gram jahe yang ditambahkan ke dalam air hangat dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

    Penelitian itu juga menemukan teh jahe dapat meningkatkan efek termal makanan, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dan memetabolisme makanan.

    Khasiat ini, dikombinasikan dengan peningkatan rasa kenyang, membuat teh jahe menjadi salah satu minuman yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    5. Air Kelapa

    Air kelapa bukan sekadar minuman yang menyegarkan. Minuman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Vinmec, air kelapa mengandung kalium dan enzim bioaktif tinggi yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Ini membantu tubuh membakar lebih banyak kalori dan mengurangi timbunan lemak.

    Serat yang terkandung dalam air kelapa juga membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Selain itu, air kelapa pun memiliki kalori yang rendah. Kombinasi inilah yang membuat air kelapa memberikan efek yang positif dalam menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

    Jakarta

    Hampir seluruh program diet fokus untuk membatasi asupan kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi.

    Dikutip dari NHS, kalori adalah nilai yang menunjukkan seberapa banyak energi yang dapat diperoleh dari makanan dan minuman. Kalori diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Energi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kinerja dan fungsi berbagai organ tubuh, seperti bergerak, bernapas, berpikir, dan masih banyak lagi.

    Sisa kalori yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa mengonsumsi makanan berkalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.


    Orang-orang yang sedang diet mungkin sering tidak sadar mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Akibatnya, proses penurunan berat badan terhambat atau tidak optimal. Karena itu, penting untuk mengenali jenis makanan berkalori tinggi yang bisa mengganggu program diet.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan berkalori tinggi yang perlu dibatasi saat sedang diet.

    1. Minuman Bersoda

    Minuman bersoda cenderung mengandung gula yang sangat tinggi. Gula, seperti halnya karbohidrat lain, memiliki kandungan kalori. Inilah alasan mengapa orang yang sering mengonsumsi minuman bersoda rentan mengalami kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, kandungan gula dalam minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

    2. Gorengan

    Meski tidak mengandung gula, gorengan juga termasuk makanan berkalori tinggi. Kalori gorengan berasal dari minyak, lemak jenuh, dan garam yang digunakan saat memasak makanan tersebut.

    Ketika digoreng di dalam minyak, makanan akan kehilangan kandungan air dan menyerap lebih banyak lemak. Inilah yang menyebabkan makanan yang digoreng memiliki kalori tinggi.

    Kandungan kalori gorengan juga semakin meningkat ketika disantap bersama saus tomat atau mayones yang juga tinggi kalori.

    3. Olahan Daging

    Sama seperti gorengan, produk olahan daging juga cenderung mengandung garam dan lemak yang sangat tinggi. Inilah yang membuat produk olahan daging tergolong makanan berkalori tinggi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi produk olahan daging, seperti ham, dendeng, salami, dan frankfurt sebagai kelompok 1 karsinogenik, atau makanan yang dapat memicu kanker. Terlalu sering mengonsumsi olahan daging dikaitkan dengan risiko kanker perut dan usus besar.

    4. Keripik

    Jangan tertipu dengan bentuk keripik yang tipis dan kecil. Sebab, makanan ini memiliki kalori yang cukup tinggi.

    Kalori keripik umumnya berasal dari garam yang digunakan saat memproses mekanan tersebut. Selain itu, keripik cenderung diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak, sehingga semakin meningkatkan kandungan kalorinya.

    5. Roti Tawar

    Makanan yang kerap dijadikan menu sarapan ini tak hanya tinggi kalori, tapi juga mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang signifikan. Kombinasi inilah yang membuat roti tawar dapat dengan mudah menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.

    6. Es Krim

    ‘Cheat day’ dengan makan es krim? Sebaiknya pikirkan lagi. Pasalnya, es krim termasuk makanan berkalori tinggi yang bisa dengan mudah mengacaukan program diet.

    Kalori es krim berasal dari berbagai macam hal, seperti gula, karbohidrat, lemak, dan bahkan garam. Tak hanya itu, es krim juga mengandung sejumlah kolesterol yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    7. Kopi Kekinian

    Kopi sejatinya adalah minuman yang rendah kalori. Tapi lain cerita jika kopi ditambahkan dengan susu, krim, atau pemanis tambahan lain.

    Dikutip dari Healthline, kopi latte (kopi yang ditambahkan susu) dapat mengandung hingga 72 kalori. Jumlah tersebut bisa meningkat jika latte ditambahkan dengan perasa, seperti sirup atau bubuk coklat.

    Selain itu, menambahkan gula, susu, dan pemanis dapat merusak khasiat kesehatan yang dimiliki oleh kopi. Jadi jika ingin mendapat manfaat dari minum kopi, hindari menambahkan bahan-bahan tersebut.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Benarkah Rutin Minum Kopi Bantu Turunkan Berat Badan? Begini Kata Pakar Diet


    Jakarta

    Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Tidak hanya enak, minuman ini rupanya dapat memberikan efek kesehatan yang besar, salah satunya untuk proses penurunan berat badan.

    “Kopi bila dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata ahli diet Ashley Shaw, RD dikutip dari Business Insider, Minggu (11/2/2024).

    Kopi mengandung nutrisi seperti niasin, potasium, magnesium, dan antioksidan. Berbagai nutrisi tersebut dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.


    Kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat meningkatkan metabolisme, meningkatkan energi, dan membantu proses penurunan berat badan. Berikut ini adalah beberapa manfaat kopi untuk penurunan berat badan:

    Rendah Kalori

    Proses penurunan berat badan erat kaitannya dengan defisit kalori. Kopi hitam merupakan minuman yang ideal untuk dikonsumsi karena mengandung kurang dari lima kalori per porsi. Namun, perlu dipastikan bahwa kopi yang dikonsumsi tidak menggunakan gula tambahan.

    “Meskipun kopi hitam rendah kalori, namun dengan cepat dapat menjadi tinggi kalori, gula, dan lemak ketika berbagai susu dan gula ditambahkan ke dalamnya,” kata Shaw.

    Meningkatkan Metabolisme

    Seperti yang sudah sempat disinggung bahwa kafein pada kopi dapat membantu meningkatkan metabolisme. Metabolisme merupakan proses di mana tubuh memecah nutrisi dan memanfaatkan kalori sepanjang hari.

    Sebuah studi kecil dilakukan pada 2018 menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi kopi selama dua bulan memiliki metabolit yang lebih baik. Metabolisme yang lebih tinggi atau lebih cepat memungkiknkan proses pembakaran kalori lebih banyak saat seseorang istirahat atau beraktivitas fisik.

    “Ada semakin banyak penelitian tentang bagaimana konsumsi kopi dikaitkan secara positif dengan tingkat metabolisme basal (BMR), namun penting untuk diingat bahwa kita memetabolisme makanan dan minuman pada tingkat yang berbeda. Kopi dapat meningkatkan tingkat metabolisme seseorang tetapi tidak pada orang lain,” kata Shaw.

    NEXT: Kopi bisa membantu mengurangi rasa lapar.

    Mengurangi Rasa Lapar

    Selain meningkatkan metabolisme, kafein pada kopi juga dapat mengurangi nafsu makan. Nafsu makan yang dimiliki seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya seperti jenis makanan, tingkat aktivitas fisik, hingga hormon.

    Meskipun belum ada penelitian yang cukup untuk menentukan hubungan sebab-akibat kafein yang mengurangi nafsu makan, penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menurunkan kadar ghrelin, hormon yang membuat seseorang merasa lapar.

    Sebuah studi kecil pada tahun 2014 menemukan bahwa peserta meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi asupan makanan mereka hanya dalam waktu empat minggu setelah minum kopi setiap hari berdasarkan tingkat ghrelin mereka.

    “Kafein juga merangsang hormon kenyang peptida YY (PYY). Lebih banyak PYY berarti Anda akan merasa kenyang dan tidak terlalu lapar,” kata Shaw.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 10 Khasiat Kopi Pahit untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    Jakarta

    Kopi pahit seringkali menjadi minuman ‘wajib’ bagi sebagian orang di pagi hari. Tak hanya nikmat, kopi ini juga mengandung banyak manfaat untuk kesehatan.

    Seperti namanya kopi pahit tentu tidak mengandung gula. Sehingga cocok untuk dinikmati oleh orang-orang yang harus menjaga kadar gula darah. Apa saja khasiat dari kopi pahit?

    10 Khasiat Kopi Pahit

    Selain menjadi minuman yang biasa dinikmati di pagi hari, ada banyak khasiat dari kopi pahit. Berikut di antaranya:


    1. Meningkatkan Daya Ingat

    Meminum kopi hitam atau kopi pahit di pagi hari bisa meningkatkan fungsi otak. Mengutip Times of India, kopi ini membantu otak tetap aktif, sehingga meningkatkan daya ingat.

    Kopi pahit juga menjaga saraf tetap aktif dan pada gilirannya mencegah demensia. Selain itu, menurut Nature Neuroscience dan Johns Hopkins University, kopi pahit meningkatkan koneksi saraf di pusat memori.

    2. Menjaga Kesehatan Jantung

    Mengutip laman Medium, kopi pahit bisa meningkatkan metabolisme dan membantu menjaga arteri tetap bersih. Kopi ini berfungsi sebagai pelindung dari penyakit kardiovaskular.

    3. Memberikan Energi

    Salah satu manfaat terbesar dari kafein adalah memberikan energi yang besar pada tubuh. Perlu diketahui bahwa gula akan memberikan dampak negatif pada khasiat penting ini. Sebab, gula berkontribusi meningkatkan kadar insulin dan menyebabkan seseorang merasa lelah dan mengantuk.

    4. Melindungi Hati

    Mengutip laman Ponte Vecchio, organ tubuh lainnya yang mendapat manfaat dari asupan kopi adalah hati. Menurut beberapa penelitian, ada korelasi positif antara kesehatan hati dan asupan kopi. Minuman pahit ini dapat melindungi tubuh dari penyakit sirosis hati.

    Kopi pahit tentunya memiliki kandungan rendah kalori dan dapat membakar lemak. Hal ini dapat mengekang nafsu makan, mempercepat metabolisme dan memicu thermogenesis.

    6. Mengatasi Migrain

    Kafein dapat membantu mengatasi migrain. Bukan kareja kandungan vasokonstriknya yang memungkikan untuk menyempitkan pembuluh darah, namun juga karena sifat analgesiknya. Meski begitu, jangan mengkonsumsi kopi secara berlebihan. Sebab, hal tersebut bisa menyebabkan sulit tidur sehingga memperparah sakit kepala.

    7. Mengurangi Risiko Kanker

    Kopi mengandung senyawa antioksidan yang dapat mengurangi peradangan. Peradangan sendiri menjadi salah satu faktor utama di balik berkembangnya sel kanker atau tumor. Penelitian menyebut bahwa mengkonsumsi kopi pahit bisa mengurangi risiko penyakit kanker tertentu, seperti kanker payudara, usus besar dan hati.

    Banyak studi yang mengatakan bahwa kafein dalam kopi bisa membantu menjaga kadar gula darah. Sebab, kafein bisa meningkatkan kinerja sel beta dalam pankreas yang berfungsi untuk memproduksi hormon insulin untuk mengatur kadar gula dalam darah.

    9. Melindungi Tubuh dari Radikal Bebas

    Kopi kaya akan kandungan antioksidan. Sehingga, minuman ini dapat melindungi tubuh dari serangan oksidasi sel dan radikal bebas.

    10. Melancarkan Proses Pencernaan

    Jika kamu menderita gangguan pencernaan, kopi pahit dapat membantu. Salah satu khasiat terbesarnya adalah meningkatkan sekresi lambung yang diperlukan untuk memulai proses pencernaan.

    Itulah berbagai khasiat kopi pahit untuk kesehatan. Kamu pecinta kopi pahit atau yang manis?

    (row/row)



    Sumber : health.detik.com

  • Panduan Minum Kopi Buat yang Lagi Diet, Begini Anjurannya Menurut Ahli Gizi


    Jakarta

    Sering mendengar bahwa rutin meminum kopi bisa membantu proses penurunan berat badan? Rupanya, hal tersebut dibenarkan oleh dokter lho. Namun perlu diketahui, ada cara tertentu agar minum kopi betulan bisa membantu penurunan berat badan. Seperti apa?

    Nyatanya, keberhasilan diet memang bergantung pada defisit kalori, yang diperoleh dari pembatasan asupan makan dibarengi olahraga teratur. Namun menurut sejumlah ahli, ada satu ‘alat’ yang bisa membantu proses penurunan berat badan secara alami, tanpa memerlukan aktivitas fisik tertentu. Tak lain, mengandalkan secangkir kopi.

    Bukan lagi rahasia, kafein memang seringkali dijadikan teman diet dalam proses penurunan berat badan. Lantas agar rutin minum kopi ini efektif menurunkan berat badan, harus berapa kali minum kopi dalam sehari dan seperti apa triknya?


    Ahli gizi Tammy Lakatos dan kembarannya, Lyssie Lakatos, menjelaskan, umumnya, diperlukan asupan kopi sebanyak 200 hingga 400 miligram, atau setara dua hingga lima cangkir kopi, untuk membantu penurunan berat badan. Hal itu sejalan dengan hasil penelitian dari T.H Chan School of Public Health yang menyebut, konsumsi sebanyak empat cangkir kopi dalam sehari dapat menurunkan lemak tubuh hingga sebanyak sekitar empat persen.

    Lakatos menjelaskan, kopi mengandung kafein yang memiliki efek termogenik dan dapat mempercepat metabolisme. Karena itulah, konsumsi kopi diyakini dapat membantu proses pembakaran kalori.

    “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat membantu menurunkan BMI, berat badan, dan lemak tubuh. Kopi juga dapat mengekang nafsu makan dan mengurangi rasa lapar,” terang Lakatos dikutip dari Mew York Post, Rabu (31/1/2024).

    “Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi sebelum makan dapat mengurangi kalori yang Anda makan pada waktu makan berikutnya, meskipun Anda meminum kopi hingga empat jam sebelum makan. Kopi juga mengandung asam klorogenat, yang terbukti meningkatkan pembakaran lemak dan membantu memperlambat penyerapan karbohidrat,” pungkas Lakatos.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Mudah-mudahan Tahun Depan Bisa Rp 5 T



    Jakarta

    Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatatkan capaian yang menggembirakan dalam penghimpunan wakaf uang pada 2024. Hingga saat ini, total wakaf uang yang terkumpul telah mencapai angka Rp 2,9 triliun.

    “Alhamdulillah wakaf uang itu sekarang sudah mencapai hampir Rp 3 triliun. Rp 2,9 triliun secara nasional ya,” ujar Ketua BWI, Kamaruddin Amin, saat konferensi pers di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024).

    Capaian ini merupakan hasil dari program nasional Gerakan Indonesia Berwakaf yang terus digalakkan oleh BWI. Kamaruddin Amin optimis, tahun depan bisa lebih besar daripada 2024.


    “Ya mudah-mudahan tahun depan bisa menjadi Rp 4-5 triliun,” harapnya.

    Kamaruddin juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program wakaf. Ia menekankan bahwa wakaf tidak harus dengan jumlah yang besar.

    “Anda bisa berwakaf hanya seharga secangkir kopi. Siapapun bisa berwakaf dengan jumlah berapapun,” imbuhnya.

    Wakaf, menurut Kamaruddin, merupakan investasi akhirat yang sangat baik. Pahala dari wakaf akan terus mengalir meskipun si pemberi wakaf telah meninggal dunia.

    “Jadi kalau Anda berwakaf sekarang, sampai Anda meninggal, sampai kiamat, sampai akhirat, wakafnya tetap ada, tidak hilang,” tukas Kamaruddin Amin.

    Wakaf

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com