Tag Archives: koreksi harga btc

Bitcoin cs Anjlok Jelang Pelantikan Trump, Ada Apa?


Jakarta

Pasar kripto tertekan pagi ini jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Salah satu koin kripto yang terkemuka, Bitcoin (BTC) sempat mengalami penurunan di bawah US$ 100.000.

Berdasarkan data coindesk, Senin (20/1/2025) Bitcoin mengalami penurunan 4,5% dalam 24 jam. Tidak hanya itu, mata uang kripto lain, seperti Ethereum, XRP, Solana, dan Binance coin juga kompak minus lebih dari 10%.

Sementara itu, koin meme milik Donald Trump TRUMP juga turut anjlok 30% menjadi US$ 49. Penurunan ini seiring dengan peluncuran koin sang istri MELANIA.


“Meme Melania resmi sudah diluncurkan! Anda dapat membeli $MELANIA sekarang,” tulis Melania Trump di platform sosial X pada hari Minggu.

MELANIA melonjak 24.000% ke harga rekor US$ 13. Disebut-sebut, naiknya MELANIA berhasil mempengaruhi likuiditas dari koin TRUMP yang merupakan aset digital paling banyak diperdagangkan di Binance selama akhir pekan.

Menurut beberapa pengamat, perdagangan sempat heboh pada koin TRUMP dan MELANIA menggambarkan fase FOMO dari pasar yang bullish dan dapat mengakibatkan koreksi harga BTC yang signifikan.

Sementara itu, CIO Arca, Jeff Dorman, meyakini debut TRUMP adalah lampu hijau untuk pasar kripto. “Token TRUMP baru saja memberi sinyal kepada setiap perusahaan, kotamadya, universitas & merek individu bahwa kripto sekarang dapat digunakan sebagai mekanisme pembentukan modal dan penguatan pelanggan,” kata Dorman di akun X-nya.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Perang Dagang Makin Panas, Harga Bitcoin Ikut Kebakaran


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan imbas memanasnya tensi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. CoinMarketCap mencatat koreksi harga BTC hingga 8,86% di perdagangan sepekan terakhir.

Harga BTC tergelincir ke level US$ 110.743 atau sekitar Rp 1.83 miliar (asumsi kurs Rp 16.583). Pada perdagangan sepekan terakhir, BTC mengalami volatilitas tinggi yang dipicu oleh isu perang tarif AS-China. Kondisi tersebut menempatkan BTC pada rentang US$ 107.318 hingga US$ 123.535.

Tokocrypto menyebut, kapitalisasi pasar BTC berada di angka Rp 36.629 triliun dengan volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat turun 24% menjadi Rp 1.136 triliun. Penurunan terjadi setelah China menjatuhkan sanksi terhadap suku cadang buatan AS yang digunakan perusahaan pelayaran Korea Selatan.


Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan ketegangan dagang AS-China mendorong penurunan tajam kapitalisasi pasar kripto dari US$ 3,96 triliun menjadi US$ 3,75 triliun. Penurunan tersebut terjadi lebih dari US$ 210 miliar dalam sehari.

Sementara altcoin utama relatif cepat pulih, harga BTC masih bertahan di zona pelemahan. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menegaskan pihaknya secara aktif terlibat dalam perang dagang dengan China setelah sebelumnya mengancam tarif 100% pada semua impor dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Selama hubungan AS-China masih goyah, kripto akan kesulitan pulih karena aset berisiko seperti ini biasanya hanya menguat saat kondisi global stabil,” ujarnya.

Fyqieh menyebut, kondisi pasar saat ini berada dalam fase badai yang dipicu oleh faktor eksternal makroekonomi. Ia menjelaskan, fase yang sama sempat melanda BTC pada tahun 2022 kala China dihadapkan dengan era suku bunga The Fed yang tinggi.

“Setiap fase bear market kripto punya pemicunya sendiri. Di 2018-2019 ada larangan Bitcoin di China, di 2022 kita menghadapi kenaikan suku bunga The Fed, dan kini di 2025 pemicunya adalah perang dagang AS-China. Ini fase yang tidak bisa dihindari, tapi pada akhirnya selalu diikuti pemulihan,” jelasnya.

Namun, ia menyebut volatilitas tinggi ini merupakan kekhawatiran jangka pendek investor terhadap ketidakpastian kebijakan dagang global. Sementara di sisi teknikal, BTC kini tengah terkonsolidasi di kisaran US$ 110.000-US$ 116.000 dengan dominasi penjual (bear).

Level US$ 110.000 menjadi area support penting, sementara US$ 116.000 menjadi batas resistensi utama. Jika BTC berhasil menembus level tersebut, peluang untuk kembali menguji US$ 120.000 terbuka lebar.

“Jika ketegangan tarif terus berlanjut, pasar kripto akan tetap choppy dengan pergerakan harga yang liar. Namun, bila dalam beberapa minggu ke depan ada sinyal positif seperti kesepakatan dagang atau penundaan tarif, badai ini bisa mulai mereda,” tambahnya.

Tonton juga video “Mengenal El Salvador, Negara yang Cuan Banget Lewat Bitcoin” di sini:

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com