Tag: korsleting

  • 3 Persiapan Agar Rumah Terhindar dari Sambaran Petir


    Jakarta

    Saat memasuki musim hujan, biasanya rumah mulai mengalami beberapa masalah, salah satunya adalah potensi tersambar petir. Memang, saat kamu berada di dalam rumah, kamu akan lebih aman dari bahaya petir, tetapi fenomena alam ini juga bisa menyebabkan kebakaran lho.

    Melansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan fenomena alam yang terjadi karena adanya lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif. Saat petir ini sampai ke bumi, ini bisa menyambar ke beberapa objek, seperti pohon, kendaraan, tiang listrik, hingga bangunan terutama bangunan tinggi.

    Petir biasanya terjadi pada musim hujan. Ada pun, Indonesia termasuk negara dengan jumlah petir yang banyak karena terletak di daerah khatulistiwa. Maka dari itu, bahaya dari petir ini mungkin saja terjadi. Namun, kamu tidak perlu khawatir berlebihan karena masalah ini bisa dicari solusianya.


    Tips Mencegah Sambaran Petir Mengenai Rumah

    Melansir situs Family Handyman, Selasa (5/11/2024), berikut tips mencegah sambaran petir, khususnya untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap. Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi.

    Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Seperti yang disebut sebelumnya, petir membawa muatan listrik yang besar. Apabila rumah tersambar petir, ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah. Ini bukan pertanda baik, lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Lindungi Rumah dari Banjir Pakai Jurus Ini



    Jakarta

    Banjir dapat menjadi ancaman serius bagi rumah, terutama di daerah yang rawan terkena dampak bencana ini. Untuk melindungi hunian dan barang berharga, ada beberapa solusi praktis yang dapat diterapkan.

    Pertama, membuat sumur resapan atau biopori dapat membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan di permukaan. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan memasang jeruji untuk mencegah penyumbatan sangat penting agar aliran air tetap lancar.

    Langkah lain yang efektif adalah meninggikan lantai rumah dan menggunakan konstruksi tahan banjir, seperti rumah panggung, yang telah terbukti berhasil menghindari genangan saat banjir besar.


    Gunakan Material Tahan Banjir

    Melansir Archdaily, pada Minggu (10/11/2024), material tahan banjir adalah jenis material yang mampu bertahan ketika terendam banjir selama minimal 72 jam tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Air banjir dapat muncul dalam bentuk genangan (hidrostatik) atau aliran (hidrodinamik).

    Dan terkadang dapat menyebabkan pergeseran pada dinding pondasi, keruntuhan bangunan, pengapungan tangki bahan bakar, serta erosi. Istilah kerusakan yang signifikan merujuk pada kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih dari sekadar pembersihan atau perbaikan kosmetik yang murah, seperti pengecatan.

    Untuk menghindari kerusakan tersebut, material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih.

    Contoh material tersebut meliputi beton, bata berlapis kaca, insulasi sel tertutup dan busa, perangkat keras dari baja, kayu lapis yang telah diberi perlakuan tekanan dan kelas laut, ubin keramik, lem tahan air, cat epoksi poliester, dan berbagai jenis lainnya.

    Meninggikan Bangunan

    Sebagai langkah awal, arsitek perlu merancang struktur yang berada di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan jika banjir terjadi. Salah satu metode umum adalah dengan membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Dalam situasi lain, fondasi yang kuat dapat dinaikkan ke ketinggian yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, seperti panduan mengenai konstruksi pesisir.

    Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer yang Tahan Air

    Ada dua jenis pelapisan anti banjir yaitu kering dan basah. Pelapisan anti banjir kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang dirancang untuk menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan.

    Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air, yang berfungsi untuk menyegel dinding luar agar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya menggunakan insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

    Selain itu, pelapis dan sealant juga dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah, karena bukaan ini biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

    Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

    Menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir adalah salah satu cara terbaik untuk melindunginya. Peralatan ini mencakup pemanas, ventilasi, pendingin udara, peralatan pipa, perlengkapan pipa, sistem saluran, serta peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Jika komponen-komponen ini terendam air banjir, bahkan hanya untuk waktu singkat, mereka dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Khususnya, peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, sebaiknya komponen-komponen ini ditinggikan di atas permukaan air banjir. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, komponen tersebut dapat dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir dengan menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

    Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, arsitek disarankan untuk berkonsultasi dengan peraturan kota setempat.

    Ratakan Rumput Pada Area Rumah

    Salah satu metode terakhir yang dapat diterapkan oleh arsitek untuk mengurangi kerusakan akibat banjir adalah dengan meratakan halaman rumput agar tidak terlalu dekat dengan rumah. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan.

    Sebaliknya, jika halaman rumput dimiringkan ke arah luar, air hujan akan mengalir menjauh dari rumah. Untuk mencapai tujuan ini, halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir, sehingga limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Haruskah Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Petir?



    Jakarta

    Pemadaman listrik sering terjadi saat ada hujan lebat dan disertai petir. Itu dilakukan untuk menghindari korsleting listrik akibat adanya sambaran petir. Oleh karena itu, kita sering mendengar nasihat untuk mematikan dan mencabut perangkat elektronik dan kabel-kabel yang ada di rumah saat terjadi hujan petir.

    Lalu, apakah benar tindakan tersebut diperlukan? Atau hanya asumsi ? Berikut penjelasannya.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi badai petir ternyata memang bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang disebabkan oleh petir. Saat kondisi hujan lebat, petir bisa menyambar ke mana saja termasuk juga ke dekat kabel listrik rumah.


    Saat petir menyambar kabel listrik, alirannya akan merambat melalui kabel tersebut sehingga terjadi lonjakan listrik yang besar. Akibatnya bisa membakar peralatan elektronik di rumah kamu atau bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir hal ini, yaitu dengan memasang pelindung lonjakan arus listrik. Pelindung ini bisa membantu untuk membatasi jumlah voltase yang diterima oleh perangkat elektronik sehingga bisa meminimalisir adanya lonjakan listrik pada perangkat elektronik di rumah. akan tetapi, kamu tidak bisa hanya mengandalkan pelindung lonjakan ini.

    Sebab, lonjakan listrik yang dihasilkan dari sambaran petir sangat besar dan sangat mungkin untuk bisa melewati pelindung ini. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mencabut perangkat elektronik yang berpotensi tinggi terkena lonjakan arus listrik saat tersambar petir. Contohnya seperti televisi, printer, charger, telepon, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana yang mungkin terjadi akibat sambaran petir.

    Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mencabut perangkat elektronik kamu dari stop kontak saat ada hujan dan petir, ya!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • AC di Rumah Tiba-tiba Mati Sendiri? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Kamu pasti pernah mengalami saat ingin mendinginkan ruangan di rumah, AC tiba-tiba mati sendiri. Hal ini pastinya cukup menyebalkan dan ada kemungkinan AC rusak. AC harus menarik aliran udara hangat untuk mendinginkannya secara efisien.

    Jika AC tidak mendapatkan cukup udara, komponen seperti blower harus bekerja lebih keras untuk menjaga rumah tetap sejuk. Sehingga komponen-komponen ini dapat menjadi terlalu panas dan menyebabkan AC sering mati sendiri.

    Dilansir beberapa sumber, berikut penyebab kenapa AC tiba-tiba mati sendiri.


    Termostat AC yang Rusak

    Melansir Aircon Mag, Kamis (14/11/2024), termostat dianggap sebagai “otak” di dalam AC. AC akan menerima sinyal dari termostat yang memberi tahu kapan harus menyala dan mati.Hal ini bisa menjadi penyebab mengapa AC mati setelah 30 detik.

    Termostat dapat rusak, atau mungkin tidak berfungsi dengan baik karena kabel yang menghubungkan termostat ke AC mengalami korsleting. Sehingga dapat menyebabkan AC tiba-tiba mati sendiri.

    Filter Udara Kotor

    Filter udara yang tersumbat merupakan salah satu faktor yang paling umum yang mempengaruhi efisiensi AC. Filter seringkali menjadi komponen sistem yang sering diabaikan dan padahal memerlukan perhatian paling besar.

    Pendingin udara akan bekerja dengan efisiensi yang menurun jika filter udara tersumbat, sehingga AC tidak dapat mendinginkan dengan baik.

    Refrigeran di AC Rendah

    Untuk mendinginkan udara di rumah membutuhkan bahan yang dinamakan refrigeran atau yang disebut juga freon. Jika AC kekurangan refrigeran, perubahan tekanan yang menyertainya dapat menyebabkan saklar pengaman aktif, yang mematikan kompresor.

    Jika menemukan indikator seperti tagihan listrik naik, AC mengeluarkan suara mendesis, unit dalam ruangan dikelilingi air, atau kehilangan daya pendinginan, kemungkinan mengalami kebocoran refrigeran.

    Masalah Kumparan

    Dilansir dari Angi, kumparan kondensor terletak di luar ruangan, saat AC menyala kumparan terasa sangat panas karena melepaskan panas dari dalam rumah.

    Jika AC terus menerus mati sendiri, kemungkinan kumparan kondensor terlalu panas. Kumparan tersebut terpapar unsur alam sepanjang tahun, sehingga lapisan kotoran menumpuk. Kumparan kondensor perlu dibersihkan secara menyeluruh.

    Kompresor Rusak

    Kompresor AC merupakan elemen mekanis dari AC. Kompresor menghasilkan tekanan yang dibutuhkan refrigeran untuk mengeluarkan udara dingin setelah menyerap panas dari rumah.

    Kompresor dapat menjadi terlalu panas karena komponen HVAC yang kotor dan refeigeran yang rendah. Kompresor juga akan aus seiring waktu, hal ini bisa menjadi penyebab AC tiba-tiba mati sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Bisa Tersambar Petir? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Hujan yang turun begitu deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Selain memiliki suara yang menggelegar, petir bisa mengganggu penghuni rumah kalau sampai tersambar.

    Petir sangat berbahaya, baik bagi manusia maupun bangunan. Sambaran petir memicu terjadinya kerusakan pada struktur bangunan atau peralatan elektronik, bahkan bisa menimbulkan kebakaran.

    Lantas, kenapa petir menyambar rumah? Bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Melansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan fenomena alam yang terjadi karena ada lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif.

    Indonesia termasuk negara dengan jumlah petir yang banyak karena terletak di daerah khatulistiwa. Petir biasanya terjadi pada musim hujan dan sering kali menyambar struktur bangunan yang tinggi, termasuk rumah bertingkat.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Properti Indonesia, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Pastinya penangkal petir menjadi salah satu solusi untuk mencegah rumah bertingkat terkena sambaran petir. Penangkal petir tidak hanya bisa dipasang di gedung-gedung tinggi, tetapi juga di rumah-rumah bertingkat.

    Penangkal petir berfungsi sebagai media penghantar listrik untuk disalurkan ke tanah. Untuk rumah bertingkat, jenis penangkal petir yang umumnya digunakan adalah penangkal petir konvensional.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Periksa Instalasi Listrik secara Rutin

    Kemudian, sebaiknya kamu memeriksa instalasi listrik secara rutin untuk mencegah rumah terkena sambaran petir. Segera ganti kabel listrik yang mulai terbuka.

    Hal ini merupakan upaya pencegahan terjadinya sambaran dan korsleting listrik di rumah akibat sambaran petir. Kamu juga harus memastikan alat-alat elektronik dalam keadaan mati saat hujan turun disertai petir.

    3. Pangkas Pohon Besar

    Jika ada pohon besar dekar rumah, sebaiknya memangkasnya sebelum hujan turun. Pohon yang besar berpotensi terkena sambaran petir, apalagi kalau jarak pohon tersebut dekat dengan rumahmu. Selain karena dahan-dahan pohon bisa tumbang menimpa rumah, pohon besar yang tersambar listrik bisa memicu kebakaran.

    Itulah penyebab rumah tersambar petir dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis, Cara Kerja hingga Pemasangan



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, potensi rumah terkena sambaran petir semakin besar. Nah, kalau kamu mau mencegah dampak buruk sambaran petir, tentu solusi utamanya adalah memasang penangkal petir.

    Meski jarang terjadi, rumah yang tersambar petir bisa mengalami kerusakan baik pada bangunan maupun isinya. Beberapa dampaknya seperti korsleting listrik, kerusakan alat elektronik, bahkan dapat memicu kebakaran.

    Oleh karena itu, setiap hunian sebaiknya memiliki penangkal petir. Bagi kamu yang mau pasang penangkal petir, sebaiknya kenali dulu cara kerja, jenis, dan cara pasangnya di sini.


    Cara Kerja Penangkal Petir

    Penangkal petir yang kita maksud di sini sebetulnya lebih tepat disebut penangkap petir atau penyalur petir yang digunakan di rumah-rumah. Berikut ini cara kerja penangkal petir dikutip dari buku IPA Fisika SMP dan MTs untuk Kelas IX oleh Mikrajuddin Abdullah.

    Ketika di sekitar penangkal petir terdapat awan mendung yang bermuatan, misalnya bermuatan negatif, batang logam pada penangkal petir akan mengalami induksi menjadi bermuatan positif.

    Jika awan tersebut menimbulkan petir yang mengarah ke batang logam itu, maka muatan-muatan negatif awan akan berpindah ke batang logam. Kemudian, muatan tersebut disalurkan melalui melalui kabel logam menuju tanah. Ketika proses tersebut berlangsung, muatan-muatan positif pada batang logam juga akan terlepas dan bergerak ke awan.

    Menurut Dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Machmud Effendy dalam Pemkot Malang, penangkap petir dan penangkal petir adalah dua alat berbeda.

    Penangkap petir bekerja dengan menyalurkan petir ke tanah dengan tegangan serendah-rendahnya. Sedangkan penangkal petir biasa dipakai pabrik dengan menggunakan listrik tegangan yang sangat tinggi untuk menangkal petir yang mengarah ke bangunan.

    Jenis Penangkal Petir

    Dalam situs eskripsi Universitas Semarang (USM), ada 3 jenis penangkal petir, yaitu:

    1. Penangkal Petir Konvensional

    Penangkal petir konvensional atau sederhana memiliki prinsip membentuk semacam perisai berupa konduktor yang akan mengambil alih aliran petir menuju tanah. Penangkal petir ini sifatnya pasif, yaitu hanya bekerja ketika petir menyambar. Alat ini mengandalkan posisinya yang lebih tinggi dari objek sekitar, serta ujungnya yang runcing.

    2. Penangkal Petir Elektrostatis

    Penangkal petir elektrostatis adalah pengembangan dari jenis konvensional. Prinsipnya mirip,yakni menjadi perisai yang mengambil alih sambaran petir. Perbedaanya, penangkal petir elektrostatis ini memanfaatkan ion-ion yang dihasilkan oleh dua elektroda pada ujung penangkal petir.

    Berada di bawah pengaruh medan listrik antara awan dan bumi, maka kedua elektroda akan memiliki beda potensial. Tegangan antara kedua elektroda tersebut bisa menyebabkan percikan listrik yang menyebabkan molekul-molekul udara di sekitar kedua elektroda mengalami ionisasi, sehingga upward streamer dari penangkal petir lebih cepat terbentuk.

    Ketika upward streamer lebih cepat terbentuk, maka upward streamer yang terbentuk menjadi lebih tinggi daripada penangkal petir konvensional. Jadi penangkal petir elektrostatis ini seakan-akan memiliki efektivitas perlindungan yang lebih tinggi.

    3. Dissipation Array System (Lightning Preventor)

    Dissipation Array System atau lightning preventor inilah yang secara teknis tepat disebut penangkal petir. Penangkal petir ini dirancang agar memiliki kemampuan melepaskan muatan besar dari bangunan yang ingin dilindungi. Beda potensial antara petir dan bangunan semakin rendah, maka kemampuan awan dalam melepas muatan juga berkurang.

    Cara Pasang Penangkal Petir

    Dilansir dari modul Instalasi Penangkal Petir oleh Fajar Danur Isnantyo dalam situs Spada Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut ini cara pasang penangkal petir sederhana.

    1. Pembuatan Grounding

    Grounding adalah titik akhir pelepasan listrik ke media yang netral, salah satunya tanah. Tanah terbaik adalah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi, atau tingkat keasaman tinggi.

    2. Pembuatan Penghantar Petir

    Sebelum mencapai tanah, petir harus dialirkan dari atas melalui konduktor. Konduktor yang digunakan biasanya berbahan tembaga, aluminium atau galvanis. Nilai tahanan yang diizinkan untuk hal ini yaitu maksimal 5 ohm.

    Kedalaman grounding di setiap wilayah bisa berbeda. Kedalaman 6 meter dirasa sudah baik, tetapi ada juga yang sampai melakukan pengeboran hingga 20 meter.

    3. Pemasangan Kabel

    Panjang bentang penghantar berpengaruh terhadap tahanan bahan. Semakin pendek bentang penghantar, maka tahanan bahan akan semakin kecil pula.

    Dalam memasang kabel, jangan sampai membentuk sudut 90 derajat karena menimbulkan aliran petir yang liar atau keluar jalur. Buat belokan dengan sudut lingkar atau melengkung.

    Kabel yang digunakan minimal 50 mm. Semakin tebal semakin baik. Bentuk kabel penghantar bisa bermacam-macam, seperti kawat terpilin, batang konduktor, atau lain sebagainya.

    4. Pemasangan Ujung Finial

    Teknis penyambungan ke ujung finial terkadang sedikit berbeda tergantung pabrik pembuatnya. Yang pasti, kabel penghantar harus terhubung dengan kuat dan elektris dengan ujung finial.

    Itulah sejumlah hal yang perlu kamu ketahui kalau mau pasang penangkal petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Antisipasi Sambaran Petir Biar Seisi Rumah Aman


    Jakarta

    Hujan lebat kerap kali disertai petir, sehingga berpotensi menyambar rumah. Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, fenomena ini bisa menyebabkan sejumlah kerusakan.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?

    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.


    Tips Antisipasi Sambaran Petir Kena Rumah

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Haram Diletakkan di Teras Rumah



    Jakarta

    Memiliki teras yang berada di depan rumah bisa dipakai untuk bersantai. Agar semakin nyaman, taman bisa didekorasi sesuai dengan selera dan keinginan kita.

    Namun, dalam mendekorasi teras depan rumah, harus memperhatikan nilai estetika dan fungsionalitas. Ada juga beberapa barang yang tidak boleh diletakkan di teras.

    Dilansir dari The Spruce, berikut barang-barang yang tak boleh ditaruh di teras rumah.


    1. Furniture Berlapis Kain

    Furniture yang dilapisi kain pelapis lebih baik digunakan di ruang berjemur, bukan teras. Saat mendekorasi teras, sebaiknya gunakan furniture dengan bantal yang dapat dilepas untuk dibersihkan.

    Disarankan untuk memilih tekstil dengan peringkat kinerja luar ruangan yang tahan terhadap jamur dan pudar.

    2. Furniture Ringan

    Saat memilih furniture untuk diletakkan di teras rumah, sebaiknya hindari memilih furniture yang terlalu ringan.

    “Meskipun lebih mudah untuk ditata ulang, barang-barang yang ringan tidak cocok untuk kondisi berangin dan dapat membuat ruangan tampak tidak teratur atau lebih buruk lagi, merusak barang-barang dan properti,” kata Margie Kaercher, pendiri Hearth & Honey Homes.

    Carilah furniture yang cukup mudah dipindahkan sesuai kebutuhan, namun tidak akan tertiup angin.

    3. Tanaman Berlebihan

    Tanaman dapat membuat suatu ruangan tampak cantik, tetapi terlalu banyak justru dapat menimbulkan masalah di teras. Jangan gunakan semua jenis tanaman sehingga menciptakan suasana seperti hutan.

    Saat memajang tanaman di teras, kamu bisa memajang tanaman dengan memanfaatkan seluruh ruang. Coba dengan beberapa tanaman pot di tanah serta beberapa tanaman gantung untuk menarik perhatian ke atas dan memanfaatkan ketinggian teras.

    4. Lampu Dalam Ruangan

    Area yang memiliki pencahayaan yang baik memang menjadi terlihat menarik, namun tidak semua lampu cocok untuk teras. Ada beberapa jenis lampu yang tidak dirancang khusus untuk kondisi luar ruangan.

    “Perangkat ini rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan, yang seiring waktu dapat menyebabkan korsleting atau karat,” kata Kaercher.

    Pendekatan yang bisa dilakukan adalah memilih lampu tanpa kabel yang dapat digunakan di dalam ruangan, tetapi mudah dibawa ke teras sesuai kebutuhan tanpa perlu colokan.

    5. Elektronik

    Menyimpan barang elektronik di teras bukanlah ide yang bijak, karena faktor-faktor seperti kelembapan, hujan, dan matahari. Simpan speaker portabel di dalam rumah saat kamu tidak berada di teras, jangan meletakkannya secara permanen.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Banjir Rendam Barang Elektronik, Buruan Selamatkan Pakai Beras!



    Jakarta

    Musim hujan telah melanda Indonesia. Sebagian wilayah bahkan sudah mengalami banjir. Air yang menggenang masuk rumah berpotensi bisa merusak barang elektronik.

    Banjir adalah mimpi buruk, tapi semakin diperparah jika sudah menimbulkan kerusakan terhadap barang-barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya. Jika tak segera ditangani, barang elektronik kesayangan akan rusak dan tak lagi bisa dipakai.

    Namun tenang, ada cara cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik yang terlanjur jadi korban banjir. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


    Ya, beras dipercaya salah satu cara yang cukup ampuh untuk menyelamatkan barang elektronik yang terkena air. Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat.

    Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

    1. Jangan Dinyalakan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

    2. Buka penutup

    Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

    3. Rendam perangkat dengan beras

    Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

    4. Gunakan Silica Gel

    Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

    5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

    Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kulkas Nyala atau Mati Saat Liburan? Jangan Sampai Salah, Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sebelum liburan, banyak hal yang kamu harus persiapkan, terutama soal keamanan barang elektronik di rumah. Jangan sampai setelah kamu meninggalkan rumah, ada barang elektronik yang lupa dicabut kabelnya dan terjadi korsleting. Bahayanya rumah bisa hangus terbakar dan membahayakan tetangga sekitar yang mungkin ada di rumah selama kamu pergi.

    Salah satu alat elektronik yang perlu kamu perhatikan adalah kulkas. Penyimpanan satu ini biasanya tidak pernah dicabut karena untuk mendinginkan bagian dalam, kulkas perlu terhubung dengan listrik.

    Jangan sampai karena terbiasa tidak dicabut, saat kamu pergi liburan, kulkas lupa dicabut. Namun, bagaimana nasib makanan atau minuman yang cepat basi apabila di suhu ruangan? Apakah kulkas harus dimatikan saat pergi liburan?


    Melansir wilshirerefrigeration, ternyata wajib atau tidak kulkas dimatikan tergantung pada lama kamu pergi liburan. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut.

    Pergi Selama 1-4 Minggu

    Untuk liburan yang lebih singkat, kulkas boleh dibiarkan hidup dengan kabel tersambung ke listrik. Namun, dengan catatan kondisi kabel, colokan, dan kelistrikan di rumah memiliki pengaman.

    Setelah itu, pisahkan makanan dan minuman yang cepat basi. Meskipun kulkas masih menyala, kamu tetap harus mengeluarkan makanan dan minuman yang daya tahannya sebentar agar kulkas tidak bau.

    Pergi Lebih dari 1 Bulan

    Jika bepergian selama satu bulan atau lebih kulkas harus dimatikan dan tidak ada kabel yang tersambung ke listrik. Kosongkan pula isi dari kulkas termasuk yang berada di freezer. Setelah kosong, bersihkan bagian dalamnya dengan lap dan cairan pembersih. Terakhir matikan pengatur suhu.

    Ada pun cara untuk mengosongkan kulkas yang benar adalah sebagai berikut.

    1. Keluarkan makanan atau bahan makanan yang mudah basi.
    2. Isi setengah kulkas dengan wadah berisi air, untuk menjaga suhu tetap stabil.
    3. Apabila kulkas dilengkapi dengan alat pembuat es batu, sebaiknya dimatikan sementara waktu.
    4. Kosongkan freezer dengan kantong es untuk menjaga suhu tetap stabil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com