Tag: korsleting

  • 5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

    Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

    Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


    Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

    1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

    Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

    Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

    Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

    2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

    Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

    Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

    3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

    Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

    4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

    Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

    Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

    Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

    Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

    5. Tambahan Proteksi MCB

    Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

    Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

    Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

    Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

    Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

    “Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

    “Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

    Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

    Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tetap Tenang, Ini Penyebab dan Solusi Lampu Rumah Tiba-tiba Berkedip


    Jakarta

    Lampu rumah yang berkedip secara tiba-tiba kerap bikin khawatir sebagian orang. Sebab, mereka was-was jika terjadi masalah pada kelistrikan yang dapat memicu kebakaran.

    Pada dasarnya, lampu rumah yang kedap-kedip merupakan suatu pertanda adanya kerusakan atau masalah pada listrik di rumah. Namun jangan langsung panik karena kamu juga perlu mengetahui apa penyebabnya.

    Penyebab Lampu Rumah Berkedip Tiba-tiba

    Dilansir situs Sunrise Electric, lampu rumah sering kedap-kedip terkadang dipicu oleh masalah kecil, seperti jenis bohlam lampu yang tidak sesuai, sakelar lampu rusak, dan sambungan yang longgar antara steker dan stopkontak. Masalah tersebut masih bisa diatasi dengan mudah.


    Meski begitu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan lampu rumah terus berkedip. Hal tersebut harus diwaspadai karena jika tidak segera diperbaiki bisa menimbulkan masalah besar.

    Dikutip dari CNET dan Rainbow Restoration, berikut sejumlah penyebab lain lampu rumah berkedip tiba-tiba:

    1. Sirkuit Kelebihan Beban

    Apabila lampu rumah sering berkedip saat dinyalakan, kemungkinan besar disebabkan karena sirkuit lampu yang mengalami kelebihan beban. Kondisi ini dapat terjadi karena ada masalah pada alat, bukan lampunya. Kemungkinan besar terjadi kegagalan bantalan atau sirkuit yang overloading.

    Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi listrik agar dilakukan pengecekan lebih lanjut.

    2. Tegangan Listrik Terlalu Tinggi

    Pada sirkuit standar 120 volt, rumah perlu memiliki tegangan antara 115 dan 125 volt. Jika tegangannya lebih tinggi maka bisa menyebabkan lampu berkedip. Tegangan listrik yang berlebihan bisa disebabkan karena masalah teknis sehingga membutuhkan perbaikan oleh teknisi listrik.

    Ada sejumlah penyebab voltase di rumah bisa terlalu tinggi. Pada umumnya karena masalah teknis dan mengarah pada kesalahan serius pada sistem listrik di rumah. Kondisi tersebut yang membuat lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba.

    Jangan anggap sepele masalah ini karena bisa membahayakan bagi seluruh penghuni rumah. Segera panggil teknisi listrik untuk mengatasinya.

    3. Ada Kabel yang Longgar

    Jika ada kabel yang tidak terpasang dengan benar atau kabel listrik di rumah sudah tua, maka bisa memicu lampu sering berkedip. Jika ada kabel yang longgar segera hubungi teknisi listrik agar dapat diperbaiki. Jangan perbaiki sendiri karena berisiko tersengat listrik. Di sisi lain, jika kabel dibiarkan longgar bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.

    4. Sirkuit Rusak

    Selain kelebihan beban, sirkuit yang rusak juga bisa memicu lampu rumah terus berkedip. Kondisi ini dapat disebabkan karena sambungan kabel longgar atau kabel dan sakelar sudah rusak.

    Ketika sambungan longgar atau kabel rusak, arus listrik mungkin tidak mengalir secara optimal ke lampu sehingga menyebabkan lampu berkedip atau redup. Sakelar yang rusak juga tidak dapat mengontrol aliran listrik ke lampu dengan baik, sehingga mengakibatkan pasokan daya jadi terputus dan menimbulkan kedap-kedip.

    Kabel dan sambungan dalam suatu sirkuit dapat menjadi aus atau rusak karena seiring penggunaan, fluktuasi suhu, dan kelembapan.

    5. Masalah Pelayanan Utilitas Listrik

    Apabila rumah kamu berbagi trafo dengan rumah di sekitar, pasokan listrik jadi terikat pada beban masing-masing. Hal itu yang membuat lampu berkedip karena orang lain menggunakan listrik dalam jumlah besar.

    Namun, jika hal ini tidak terjadi atau lampu di rumah orang lain juga ikut berkedip, mungkin masalahnya terletak pada layanan utilitas.

    6. Masalah Koneksi Utama

    Penyebab yang terakhir karena masalah pada sambungan kotak meteran utama atau kabel layanan di rumah. Kondisi ini bisa menyebabkan lebih dari satu lampu rumah mengalami kedap-kedip. Disarankan untuk segera mengatasi masalah ini untuk menghindari risiko kebakaran.

    Demikian enam penyebab lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menghemat Listrik Tanpa Mengurangi Kenyamanan


    Jakarta

    Tagihan listrik merupakan pembayaran wajib bagi penghuni rumah per bulannya. Besar tagihan tersebut dapat berbeda-beda. Jika memakai token listrik, batas pemakaian listrik tergantung pada jumlah daya yang dibeli.

    Meskipun pembayaran listrik merupakan kewajiban, pemilik rumah bisa lho menyiasati agar biaya pemakaian listrik tidak begitu mahal. Caranya dengan menghemat pemakaian listrik di rumah

    Dilansir The Times of India, berikut tips menghemat listrik tanpa merusak kenyamanan.


    Tips Hemat Listrik di Rumah

    1. Strategi Pasang AC

    Tidak bisa dipungkiri, saat ini hampir setiap rumah memakai AC sebagai perangkat pendingin udara paling praktis. Pada kenyataannya penggunaan AC ini salah satu penyedot daya terbesar pada listrik rumah.

    Jika pemilik rumah tetap ingin memakai AC, tapi dengan listrik yang hemat coba ikuti trik ini. Atur suhu AC 24 celsius sambil kipas untuk mendinginkan udara di dalam ruangan. Sebab, semakin rendah suhu AC, semakin banyak listrik yang digunakan.

    2. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Salah satu cara menghemat listrik di rumah adalah meminimalisir penggunaan lampu. Buat banyak ventilasi cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Bisa dengan membuat jendela yang lebar dan besar, atau skylight yang bisa menerangi baik siang dan malam. Bisa juga mematikan lampu utama, lalu hanya menyalakan lampu tambahan yang wattnya lebih kecil di rumah saat tidak begitu dibutuhkan.

    3. Pakai Bohlam LED

    Untuk lampu utama, pilih yang hemat listrik. Bisa dengan membeli bohlam LED karena jenis lampu satu ini tidak menggunakan begitu banyak listrik. LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama. Meski bohlam ini lebih mahal, biaya listrik ke depannya lebih murah.

    4. Cabut Aliran Listrik yang Tak Terpakai

    Perlu diingat setiap perangkat listrik, termasuk kabel, sebaiknya dicabut apabila tidak digunakan. Sebab, listrik tetap akan terpakai apabila tidak dicabut dari stop kontak. Selain itu, membiarkan kabel masih tersambung ke stop kontak juga berbahaya apabila terjadi korsleting listrik.

    5. Pilih Perangkat Hemat Energi

    Selain lampu yang hemat energi, coba pilih perangkat elektronik yang berjenis sama. Harga perangkat tersebut mungkin terasa mahal di awal, tetapi selanjutnya akan menguntungkan karena bisa hemat listrik.

    6. Hemat Penggunaan Mesin Cuci

    Salah satu perangkat yang menyita daya listrik cukup tinggi adalah mesin cuci. Pastikan mesin cuci terisi penuh saat hendak mencuci pakaian. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu, sehingga tidak perlu buang-buang listrik mencuci terlalu sering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bagikan 5 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah yang dialiri listrik tentu memiliki stopkontak. Namun, jumlah stopkontak pada setiap rumah tidak terlalu banyak sehingga membutuhkan stopkontak extension.

    Alat yang satu ini dapat mengubah satu colokan menjadi beberapa, mulai dari 2-6 lubang colokan. Dengan begitu, seluruh barang elektronik bisa menyala tanpa perlu bergantian mencolok ke stopkontak.

    Namun, kamu juga perlu hati-hati saat menggunakan stopkontak extension. Menurut pakar, salah menempatkan atau menggunakannya bisa memicu kerusakan pada barang elektronik. Bahkan bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.


    Penasaran, bagaimana tips aman menggunakan stopkontak extension untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Menggunakan Stopkontak Extension di Rumah

    Adanya stopkontak extension dapat membantu penghuni rumah agar bisa menyalakan barang elektronik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips menggunakan stopkontak extension:

    1. Perhatikan Watt Perangkat Elektronik

    Pemilik dan kepala teknisi listrik Ryan Gregor mengatakan tidak semua benda elektronik bisa dicolok ke stopkontak extension. Untuk perangkat yang memiliki watt besar dianjurkan tidak dicolok ke stopkontak extension, seperti AC, microwave, atau kulkas.

    “Jangan pernah mencolokkan peralatan rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, AC, microwave, pemanggang roti, kulkas, atau perkakas listrik ke stopkontak extension,” kata Gregor.

    Ia menyarankan agar barang elektronik tersebut langsung dicolok ke stopkontak utama daripada ke stopkontak extension. Sebab, benda tersebut memiliki arus listrik yang besar. Jika dicolok ke stopkontak extension bisa menyebabkan kelebihan beban.

    Sedangkan untuk perangkat elektronik seperti charger HP, lampu, TV, kipas angin, komputer, dan konsol game dinilai aman jika dicolok ke stopkontak extension.

    2. Pilih Stopkontak yang Berkualitas

    Ada banyak stopkontak extension yang dijual di pasaran dari berbagai merek dengan harga berbeda. Gregor menyarankan agar membeli stopkontak extension yang berkualitas. Memang agak mahal dari segi harga, tapi keamanannya sudah terjamin.

    “Belilah stopkontak extension berkualitas karena yang murah itu berbahaya. Stopkontak extension yang sudah berlisensi resmi dapat memberikan proteksi lonjakan arus sehingga lebih aman,” ujarnya.

    3. Jangan Terlalu Banyak Mencolok Kabel

    Meski dapat mencolok banyak kabel, tetapi jangan seluruh lubang pada stopkontak extension terus digunakan. Soalnya, mencolok banyak perangkat ke stopkontak extension bisa berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran.

    “Stopkontak extension bukanlah perangkat ajaib, ia hanya mendistribusikan daya dari satu sumber. Jika Anda mencolokkan terlalu banyak perangkat berdaya tinggi, hal ini berisiko mengalami panas berlebih, melelehkan stopkontak, atau bahkan memicu kebakaran,” jelas Gregor.

    4. Simpan di Tempat Terbuka

    Meletakkan stopkontak extension juga tidak bisa sembarangan. Benda ini bisa menghasilkan panas jika seluruh lubang colokan digunakan secara terus-menerus.

    Untuk itu, jangan meletakkan stopkontak extension di area tertutup, di belakang furnitur, atau di belakang benda elektronik. Hindari juga meletakkan stopkontak extension di dekat sumber air karena berisiko terkena cipratan dan menyebabkan korsleting listrik.

    5. Cek Kondisi Stopkontak Extension

    Seiring penggunaan, stopkontak extension bisa mengalami kerusakan. Entah itu kabelnya sudah mulai terkelupas, muncul retakan, atau salah satu lubang colokan sudah tidak berfungsi.

    Apabila stopkontak extension di rumah sudah tua dan mulai rusak, sebaiknya segera beli yang baru agar lebih aman. Cara ini guna melindungi perangkat elektronik yang terhubung ke stopkontak sekaligus mencegah terjadinya arus pendek listrik.

    Oh ya, pastikan juga kamu mengecek perangkat elektronik yang akan dicolok ke stopkontak. Jika kabelnya sudah rusak maka sebaiknya jangan dicolok karena berisiko menyebabkan kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Posisi AC yang Perlu Dihindari, Bisa Bikin Ruangan Jadi Nggak Dingin


    Jakarta

    Membeli AC tak hanya memperhatikan harga dan mereknya, tapi juga sudah harus tahu posisi pemasangannya. Sebab, salah menempatkan AC di rumah justru membuat ruangan tidak terasa dingin.

    Agar AC dapat berfungsi optimal, maka kamu harus menempatkannya di posisi yang tepat. Namun, masih banyak pemilik rumah yang tidak memperhatikan hal tersebut.

    Ingin tahu posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Letak Pemasangan AC di Rumah yang Wajib Dihindari

    Dilansir situs House Digest, berikut sejumlah posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari:

    1. Area Terpanas di Rumah

    Posisi yang pertama berada di area paling panas di rumah. Sejumlah rumah pasti memiliki area yang terasa lebih pengap atau panas daripada ruangan lainnya. Hal ini biasanya karena ruangan tersebut luasnya terlalu kecil, tidak ada ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi udara tidak baik.

    Memasang AC di ruangan tersebut memang dapat mendinginkan udara, tapi AC jadi bekerja lebih keras karena terjadi perbedaan suhu yang signifikan. Jika terus dibiarkan maka AC bisa lebih cepat rusak.

    2. Dekat Barang yang Mudah Terbakar

    AC akan berfungsi optimal jika ruangan tersebut tertutup rapat sehingga tidak ada udara dingin yang keluar. Lalu, ruangan akan lebih cepat dingin jika di dalamnya tidak ada sumber panas. Lalu,

    Apabila di dalam ruangan terdapat cerobong asap, tungku api, kompor, atau di dekat oven yang terbuka, jangan memasang AC dan sebaiknya maksimalkan penggunaan ventilasi udara. Ventilasi yang dimaksud bisa berupa kipas angin atau exhaust fan.

    Sebab, AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    3. Dekat Tempat Sampah

    AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

    Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    4. Terhalang oleh Benda Besar

    Disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Jika AC terhalang oleh lemari besar maka udara dingin tidak bisa menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

    5. Dekat Perangkat Elektronik

    Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

    6. Di Atas Pintu

    Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu tersebut sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar.

    Alhasil, ruangan jadi tidak terasa dingin sesuai suhu yang telah diatur. Hal ini juga berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

    Itulah beberapa enam posisi AC yang perlu dihindari di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Rumah Bisa Tersambar Petir, Ketahui Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Saat hujan turun kita sering mendengar himbauan perangkat elektronik sebaiknya dimatikan karena takut tersambar petir. Apalagi saat hujan deras disertai dengan suara petir beberapa kali.

    Namun, sebelum benar-benar mempercayai himbauan tersebut, ketahui dahulu apa yang menyebabkan petir menyambar sebuah rumah.

    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Dilansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi karena adanya lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke arah bumi yang bermuatan positif.


    Sambaran petir sangat mungkin terjadi karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Seperti yang kita tahu petir hanya muncul pada musim hujan, sebelum, ketika, dan setelah hujan turun. Objek yang mungkin paling rentan terkena sambaran petir adalah bangunan yang tinggi, termasuk gedung bertingkat, rumah bertingkat, tugu, tiang, atau infrastruktur yang cukup tinggi.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Family Handy, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Sejak lama sudah ditemukan alat untuk menangkal petir. Mungkin kalian juga sudah pernah melihat. Bentuknya adalah batang logam yang ditancapkan di ujung atap. Tidak begitu tinggi sampai seperti tiang listrik, tetapi cukup panjang untuk terlihat dari bawah rumah.

    Batang logam tersebut tidak hanya menempel pada atap, melainkan dihubungkan ke kawat tembaga yang dipasang ke tanah. Penghubungnya dari batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Perlindungan kedua adalah memakai alat pelindung listrik di rumah atau surge protector. Pelindung ini bisa melindungi listrik saat terjadi lonjakan tiba-tiba, listrik bocor, atau arus pendek listrik. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    Petir adalah salah satu fenomena alam yang membawa muatan listrik yang besar. Ketika menyambar ke arah rumah, listrik di rumah berisiko juga terkena kejutan listrik. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Meskipun tidak semua benda akan disambar petir, tetapi untuk perlindungan sebaiknya mematikan perangkat elektronik saat hujan terlalu deras disertai petir besar.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Sarang Laba-laba di Rumah? Coba Atasi dengan 4 Cara Ini!


    Jakarta

    Ada sejumlah hewan yang sering muncul di dalam rumah, salah satunya adalah laba-laba. Terkadang, hewan ini membuat sarang yang nyaman di langit-langit atau sudut rumah.

    Jika menemukan ada sarang laba-laba maka segera dibersihkan agar tidak mengganggu penampilan rumah. Untuk membersihkannya terkadang tidak mudah, apalagi jika sarangnya berada di lokasi yang sulit terjangkau.

    Namun jangan khawatir, ternyata membersihkan sarang laba-laba bisa dilakukan dengan mudah. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Sarang Laba-laba di Rumah

    Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah. Dilansir situs Angi, berikut langkah-langkahnya:

    1. Sapu Ijuk

    Cara paling mudah adalah dengan menggunakan sapu ijuk. Meski alat yang digunakan sederhana, tapi ternyata efektif untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah.

    Gunakan sapu ijuk dengan pegangan panjang agar mudah mencapai langit-langit atau sudut rumah yang terdapat sarang laba-laba. Gerakkan sapu dengan perlahan agar bisa mengangkat seluruh sarangnya.

    Jika sudah, kumpulkan sarang laba-laba tadi dan masukkan ke dalam pengki. Bisa juga langsung dibuang ke tempat sampah agar lebih aman.

    2. Pakai Vacuum Cleaner

    Untuk cara yang lebih efektif, detikers bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membasmi sarang laba-laba. Pastikan selang vacuum cleaner cukup panjang sehingga bisa mencapai langit-langit atau sudut yang sulit terjangkau.

    Setelah sarang laba-laba berhasil disedot, buang isi wadah vacuum cleaner yang berisi sarang laba-laba ke dalam tempat sampah. Bersihkan juga wadah vacuum cleaner agar tidak ada sisa sarang laba-laba yang menempel.

    3. Pita Perekat

    Kamu juga bisa menggunakan pita perekat atau duct tape untuk mengatasi sarang laba-laba di rumah. Caranya dengan membungkus pita perekat di sekitar roll cat tembok panjang, lalu arahkan ke sarang laba-laba yang berada di langit rumah.

    Geserkan roll cat secara perlahan sampai seluruh sarang laba-laba menempel ke pita perekat. Cara ini dapat mengatasi sarang laba-laba tanpa khawatir merusak dinding atau barang rapuh lainnya.

    4. Pakai Pemutih dan Air

    Apabila sarang laba-laba di rumah masih aktif, cobalah membasminya dengan membuat campuran larutan pemutih dan air. Campur cairan pemutih dan air ke dalam wadah dengan secukupnya, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan pemutih ke area yang terdapat sarang laba-laba. Diamkan sejenak agar cairan pemutih bereaksi, kemudian sarangnya dilap dengan kain bersih.

    Perlu diingat, saat menyemprotkan cairan pemutih ke sarang laba-laba pastikan tidak ada perangkat elektronik di dekatnya. Sebab, cairan tersebut bisa merusak perangkat dan memicu terjadinya korsleting listrik.

    Demikian empat cara ampuh membersihkan sarang laba-laba di rumah dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Meteran Listrik Terendam Banjir Harus Langsung Diganti, Begini Cara Lapornya



    Jakarta

    Saat terjadi banjir yang merendam hampir seluruh rumah, biasanya listrik di daerah tersebut akan mati total. Pemadaman bisa terjadi cukup lama, bahkan setelah air surut.

    Hal ini untuk mencegah korsleting listrik karena kWh meter atau meteran listriknya pasti terendam. Selain itu, kondisi kWh meter tersebut berbahaya jika digunakan kembali. Hal yang harus dilakukan adalah melaporkan kondisi tersebut ke pihak PLN.

    Pemilik rumah tidak boleh mencoba menyalakan listrik sendiri langsung dari kWh meter. Hal tersebut berbahaya karena kita tidak tahu bagian apa yang rusak dan tidak. Daripada terjadi korsleting listrik atau tersetrum, lebih baik serahkan kepada ahlinya saja.


    Proses perbaikannya adalah dengan mengganti kWh meter dengan yang baru. Sebelum diganti instalasi listrik di rumah akan dicek oleh petugas PLN.

    Untuk mengganti kWh Meter ini, pemilik rumah harus melaporkan kondisi rumah yang baru terendam banji agar ada petugas yang datang. Cara pelaporannya sebagai berikut.

    Cara Ganti kWh Meter yang Terendam Banjir

    Cara membuat laporan penggantian kWh meter, menurut petugas pelaksana penyambungan PT PLN Bungsu dengan mengajukan melalui aplikasi PLN Mobile.

    “Di PLN Mobile aja. Nanti lapor aja, misalkan berapa rumah seperti itu. Kalau kena banjir itu semuanya harus diganti seharusnya,” kata Bungsu kepada detikcom saat ditemui di Bekasi, Rabu (13/3/2025).

    Bungsu mengungkapkan, seluruh penggantian kWh meter tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Apabila di dalam kWh meter masih terdapat sisa token listrik maka tidak akan hangus.

    “Nggak ada biaya. Itu (kWh meter) kan masih aset PLN. Kalau ada sisa pulsanya pasti diganti di PLN. Itu kan dicatat dulu sisanya (pulsa) berapa,” ujarnya.

    Terkait waktu penggantian kWh meter, Bungsu menyebut setelah laporan dari pelanggan masuk, pihak PLN akan mengirim orang ke rumah yang tertera pada nomor pelanggan. Pemilik rumah pun tak harus ada di tempat saat penggantian kWh meter karena petugas dapat melakukannya sendiri.

    Cara Ajukan Laporan Ganti kWh Meter di PLN Mobile

    Bagi masyarakat yang ingin mengajukan soal masalah kelistrikan di rumah, seperti mengganti kWh meter, kini bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Unduh aplikasi PLN Mobile di smartphone
    2. Buka fitur Pengaduan
    3. Isi form pengaduan yang sudah tersedia
    4. Siapkan nomor pelanggan yang tertera pada kWh meter dan lampirkan foto kondisi kWh meter
    5. Kirim laporan dan tunggu hingga petugas datang
    6. Cek secara berkala kelanjutan laporan kamu di fitur Riwayat Pengaduan.

    Itulah cara ganti kWh meter dengan unit baru melalui aplikasi PLN Mobile. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ciri-ciri Stop Kontak yang Harus Segera Diganti, Bisa Dicek Tanpa Tukang



    Jakarta

    Stop kontak merupakan instalasi listrik yang berguna sebagai titik hubung antara peralatan elektronik dengan arus listrik di rumah. Masa pakai stop kontak cukup lama terutama apabila kondisinya masih bagus.

    Usia pemakaian stop kontak bisa singkat apabila menemukan tanda-tanda kerusakan. Hal tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang, tanpa perlu memanggil tenaga ahli.

    Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis tanda-tanda stop kontak harus diganti adalah ketika bagian lubang tempat masuknya steker ada yang meleleh, tidak lagi bulat sempurna.


    “Jadi di listrik itu namanya stop kontak, dia (steker dengan sub-connector di dalam stop kontak) kan harus menjepit. Nah jepitan itu harus kencang. Kalau nggak kencang itu bisa menimbulkan panas di area yang terpapar tadi (bahan stop kontak yang isolator biasanya terbuat dari plastik). Namanya plastik kan ada titik lebur. Ada panas, dia jadi seperti meleleh kadang-kadang,” jelas Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Apabila sudah meleleh, stop kontak harus segera diganti karena dapat menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

    “Harus diganti karena kalau semakin panas nanti bisa mengakibatkan kebakaran. Makanya material yang dipakai (stop kontak) itu (harus) fire retardant, plastiknya. Apa itu fire retardant? Jadi fire retardant itu adalah material plastik yang kalau dibakar lelehannya itu tidak menjadi sumber api,” ungkapnya.

    Penyebab Stop Kontak Meleleh

    Nurcholis menjelaskan alasan terjadinya panas berlebih di dalam stop kontak hingga menyebabkan dindingnya meleleh karena kualitas stop kontak yang kurang bagus sehingga ketika bertemu dengan ujung steker tidak pas dan menimbulkan celah serta panas berlebih.

    “Kalau menurut saya dari material sendiri yang kurang berkualitas. Jadi kan dia harus menjepit istilahnya. Nah jepitannya ini sudah mulai berkurang. Sudah aus,” ujarnya.

    Kemudian, kabel yang tidak sesuai standar seperti kabel tembaganya terlalu sedikit atau yang kapasitasnya tidak pas dengan arus listrik di rumah juga bisa menyebabkan stop kontak meleleh.

    “Ada pengaruhnya secara dialektika (penalaran). Pasti ada namanya drop voltage atau apa. Jadi ada juga pengaruhnya. Jadi material kabelnya juga harus bagus,” sebutnya.

    Ia membantah anggapan penyebab stop kontak rusak karena terlalu lama menyolokkan kabel di dalamnya.

    Cara memastikan stop kontak tersebut memiliki kualitas yang bagus minimal sudah memiliki logo SNI di produknya. Selain itu, pilih material yang benar-benar aman, yakni tahan terhadap api dan arus listrik. Nurcholis menyebut bahan stop kontak yang bagus adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC dan di dalamnya terdapat kuningan.

    Itulah tanda-tanda dan cara mencegah stop kontak rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Stop Kontak Abal-abal Berisiko Korsleting, Begini Tips Pilih yang Aman


    Jakarta

    Pemilihan jenis stop kontak biasanya diserahkan kepada arsitek atau designer interior, padahal pemilik rumah juga harus terlibat lho. Sebab, stop kontak bukan hanya salah satu item dekorasi rumah, melainkan instalasi listrik yang harus aman digunakan.

    Bagi yang belum pernah membeli stop kontak sebelumnya dan butuh bantuan, Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis membagikan sedikit tips ketika hendak memilih stop kontak yang cocok dan aman untuk di rumah.

    Cara Memilih Stop Kontak yang Aman

    1. Sudah Berstandar SNI

    SNI merupakan singkatan dari Standar Nasional Indonesia. Standar ini diberikan kepada produk-produk lokal dan impor yang telah memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sehingga tidak akan membahayakan pemakainya. Untuk mengetahui produk tersebut sudah lolos SNI adalah dengan melihat logo SNI pada kemasannya.


    2. Pilih Material yang Isolator

    Sebagai penghubung antara perangkat elektronik dan arus listrik, bagian luar stop kontak harus bersifat isolator, yakni tahan terhadap panas dan tidak menghantarkan listrik. Material ini aman apabila dipegang, ditekan, dan disentuh.

    Contoh material isolator yang bagus dan aman dipakai untuk stop kontak adalah plastik. Nurcholis menyebutkan spesifikasi plastik yang digunakan adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC.

    “Dia lebih tahan terhadap scratch, jadi tahan goresan. Terus dia lebih tahan terhadap perubahan warna. Kan dulu ada yang warna putih, tiba-tiba jadi kuning kalau kena UV,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    3. Bagian Dalamnya Terdiri dari Kuningan

    Bukan hanya bagian luar yang harus bagus, bagian dalam juga harus memakai material yang aman. Nurcholis mengatakan material yang dipakai di dalam adalah kuningan karena menghantarkan arus dengan baik.

    “Material di dalamnya itu pakai brush atau kuningan, campuran dengan tembaga gitu, di mana tembaga adalah penghantar arus yang baik. Tidak ada kemungkinan connectornya itu jadi berkarat. Kan kalau misalnya kita pasang di dinding, tiba-tiba dindingnya lembab, dalamnya kan ada kayak air gitu, nah stop kontaknya mungkin jadi berkarat. Nah itu kita mengurangi itu,” terangnya.

    4. Jangan Membeli Stop Kontak Bekas

    Nurcholis melarang keras pemakaian stop kontak bekas karena tidak ada yang bisa memastikan kualitasnya. Sebab, barang baru saja bisa rusak, apalagi yang sudah dipakai.

    5. Pilih Desain Stop Kontak

    Seperti yang disebut sebelumnya, stop kontak saat ini menjadi salah satu item dekorasi rumah yang perlu disesuaikan dengan tema interior. Desainnya pun semakin beragam dengan berbagai warna. Selain itu, Pastikan stop kontak tersebut sudah dilengkapi dengan fitur anti setrum, yakni saat salah satu lubang ditekan dengan benda apa pun, tidak akan mengalirkan listrik. Jadi ketika anak iseng dan tanpa pengawasan memasukkan pulpen, sendok, sedotan, atau benda panjang dan ramping lainnya ke dalam salah satu lubang stop kontak, akan tetap aman tanpa tersetrum. Namun, apabila benda tersebut mencolok kedua lubang bersamaan tetap ada potensi tersetrum.

    Itulah tips memilih stop kontak di rumah yang aman, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com