Tag: kos-kosan

  • Cegah Masalah, Lakukan 5 Hal Ini biar Bisnis Kos-kosan Lancar Jaya


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan bisa menjadi ladang penghasilan yang cukup menguntungkan, apalagi kalau berlokasi di tempat yang strategis. Sebab, banyak orang membutuhkan tempat tinggal, terutama di dekat perkantoran, pabrik, maupun perguruan tinggi.

    Akan tetapi, bisnis ini tidak semudah yang terlihat karena ada saja drama atau kendala yang bisa bermunculan. Dari masalah pembayaran hingga kelakuan oknum penyewa yang nyeleneh dapat mengganggu bisnis kos-kosan.

    Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah masalah-masalah dalam bisnis kos-kosan? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    1. Buat Sistem Pembayaran

    Buatlah sistem pembayaran yang dirasa memudahkan dan melancarkan aliran uang kos agar tidak mengalami kerugian. Sebab, terkadang bisnis kos-kosan menghadapi kendala penyewa yang telah membayar sewa kosan, tiba-tiba memutuskan pindah, bahkan kabur.

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, membagikan sistem pembayaran yang ia terapkan. Bagi penyewa yang sudah bekerja, ia menetapkan pembayaran sewa dilakukan setiap bulan. Lalu, ia juga meminta kontak jaga-jaga orang terdekat penyewa untuk sewaktu-waktu ada masalah.

    “Tapi yang kalau di tempat kos (khusus mahasiswa) itu, sebisa mungkin nge-deal itu sama orang tuanya jadi yang dihubungi untuk masalah pembayaran,” kata Anis kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).

    Sebab, dikhawatirkan anak kos bisa susah dilacak kalau hanya mengandalkan kontak satu orang tersebut. Selain itu, Anis menerapkan pembayaran kos di depan untuk jangka waktu tiga bulan. Hal ini agar anak kos tidak tiba-tiba berpindah tempat kos.

    2. Pastikan Keamanan

    Keamanan kos-kosan sangat penting, apalagi menyangkut harta benda orang banyak seperti kendaraan bermotor. Maka, pastikan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dari pencuri dan kejahatan lainnya.

    “Kalau keamanan itu anak-anak (kos) harus ditekankan, bahwa area misalnya parkiran harus tetap terkunci dengan baik. Karena juga kalau tidak kita tidak ditekankan seperti itu, dia juga sembarangan kadang-kadang pintu tetap ngegeblak padahal itu ada banyak motor,” ucapnya.

    “Kan kita pencurian motor itu kan banyak banget gitu. Makanya juga ada CCTV, gunanya itu supaya kita memantaunya,” lanjut Anis.

    3. Monitor Aktivitas Penyewa

    Jangan lupa memonitor aktivitas penyewa kos di lingkungan kos-kosan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sudah menetapkan aturan di kos, kepatuhan penyewa bisa dipantau melalui CCTV maupun observasi penjaga kos. Hal ini juga penting untuk mengungkapkan oknum penyewa kos yang melakukan tindakan ilegal.

    “Kalau kita monitor terus kan siapa yang pergerakan masuk ke dalam, yang keluar masuk. Terus kalau misalnya ada keramaian di dalam, terus ada satpam, jadi suruh ketok aja dia (penyewa) lagi melakukan apa,” jelasnya.

    4. Kenali Penyewa

    Dalam menjalankan bisnis kos-kosan, Anis biasanya mencari tahu tentang penyewa dengan menemui langsung dan melakukan wawancara, terutama penyewa yang sudah bekerja. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka pemilik kos bisa menolak secara halus.

    Selain itu, pemilik kos bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau orang terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi. Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah.

    “Sebagai identitas, kita (minta) fotokopi KTP-nya, terus orang tua nomor HP-nya. Ya gitu harus gitu karena kita juga harus melaporkan setiap anak kos ke RT,” tuturnya.

    5. Merawat Bangunan Kos

    “Ada kemungkinan juga istilahnya (kamar-kamar kos) tidak terisi full gitu. Cuman bagaimana kita menyiasati supaya bisnis kos-kosan ini tetap eksis. Terus me-maintain istilahnya rumah supaya bersih, tetap bersih terus kondusif kayak gitu. Supaya juga bisa meningkatkan rating-nya kos-kosan,” ujarnya.

    Anis mengatakan pemilik kos jangan hanya mau menerima uang saja dan tidak mau menyisihkan untuk merawat bangunan kos. Pastikan kos-kosan tetap terjaga dengan baik demi kenyamanan penyewa.

    Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan ketika menjalankan bisnis kos-kosan supaya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Nasib Penghuni Kala Kos-kosan Dijual Pemiliknya?


    Jakarta

    Bisnis rumah kos atau rumah sewa belakangan ini semakin populer di wilayah kota besar di Indonesia. Lahan sempit perkotaan sering menjadi alasan mengapa bisnis ini semakin ramai.

    Pasalnya, banyak masyarakat Indonesia yang lokasi kerjanya jauh dari rumah. Maka dari itu, rumah sewa atau rumah kos sering menjadi andalan masyarakat untuk bisa memiliki tempat tinggal yang dekat dari kantor.

    Bisnis rumah sewa ini bermacam macam. Ada yang dibayar perhari, hingga bahkan pertahun. Tapi, untuk bisnis rumah sewa semacam rumah kos biasanya dipatok dalam harga sewa per bulan. Dalam jenjang waktu ini pemilik properti kos harus bertanggung jawab atas biaya perawatan properti tersebut.


    Dari hal tersebut pasti ada yang bertanya, Apa yang terjadi bila pemilik kos tersebut pindah tangan ketika masih ada penghuninya?

    Pemilik Kos Pindah Tangan saat Masih Beroperasi, Apakah Sah?

    Menurut Direktur Ray White Indonesia, Erwin Karya perpindahan tangan pemilik kos ini mungkinkan dan memang sudah biasa terjadi. Mereka juga mengatakan bahwa hal seperti ini tidak dilarang dalam peraturan rumah sewa.

    “Tentu bisa sepanjang disepakati kedua belah pihak dan keinginan pembeli baru apakah mau melanjutkan dengan penghuni yang ada atau mau mencari penghuni baru,” jawab Erwin.

    Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh setelah kos-kosan dijual. Pertama adalah pengosongan, kedua adalah mengalihkan hak tagih ke pemilik baru. Untuk pengosongan sendiri, lanjut Erwin, biasanya ada jeda waktu yang diberikan.

    “Untuk case seperti ini biasanya penghuni lama diberikan waktu 1-2 bulan untuk pengosongan,” tutur dia.

    Bagaimana Nasib Penghuni Kosan?

    Terpisah, Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro mengatakan, jual beli aset kos-kosan yang masih berpenghuni sebenarnya bukan satu dua kali terjadi. Sehingga bisa dianggap sebagai transaksi jual beli aset properti yang biasa.

    “Boleh saja, sekarang banyak kosan dijual dalam keadaan masih beroperasi,” jelas Nina.

    Namun ia memberi catatan. Bila penghuni kos telah membayar biaya kos-nya, maka ia berhak menempati kos-kosan tersebut sampai masa jatuh tempo selanjutnya. Atau, pemilik sebelumnya bisa mengembalikan biaya kos yang sudah dibayarkan dan menghitungnya secara proporsional bila ingin aset tersebut dikosongkan.

    “Balik lagi kalau sewa itu kan perjanjian antara pemilik dan penyewa. Apabila aset tersebut dijual ya tetap penyewa hubungannya dengan pemilik sebelumnya,” jelas Nina.

    Menurut Nina, keuntungan atau kerugian dari proses jual beli aset kos yang masih beroperasi sebenarnya tergantung dengan kondisi rumah tersebut. Apabila aset kos tersebut tidak mempunyai masalah atau perlu renovasi, berarti yang untung adalah pembeli aset tersebut, karena ia tidak perlu melakukan perawatan lebih.

    “Kalau kosannya sudah well prepared, anggap saja sudah seperti bintang lima gitu. Ya berarti itu untung buat si pembeli,” terang Nina.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Sulap Rumah Jadi Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan digemari banyak masyarakat karena bisa mendapatkan penghasilan pasif serta cocok untuk masa pensiun. Bisnis ini membutuhkan modal besar untuk menyediakan kamar-kamar, namun sebenarnya kamu tidak harus membeli atau membangun kos-kosan baru.

    Nah, daripada membeli atau membangun bangunan kos-kosan, kamu dapat memanfaatkan aset yang sudah dimiliki. Jika memiliki ruang lebih atau tidak terpakai di rumah, kamu bisa melakukan renovasi untuk membuat kamar-kamar kosan.

    Lalu, bagaimana cara bisnis kos-kosan di rumah? Simak penjelasan berikut ini.


    Cara Bisnis Kos-kosan di Rumah

    1. Analisa Prospek Lokasi

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi mengatakan kalau ingin mengubah rumah menjadi kos-kosan, pemilik perlu mencari tahu apakah rumah dapat dijadikan kos-kosan. Pemilik perlu memahami regulasi dan ketentuan berlaku serta mengidentifikasi prospek lokasi.

    “Lihat dulu apakah bisa jadi kos-kosan. Jangan sudah diubah tapi nggak ada yang minat karena lokasinya nggak strategis untuk jadikan kos-kosan,” ujar Anis kepada detikcom, (8/5/2024).

    Lokasi yang strategis bisa dilihat dari kedekatan jarak rumah dengan perguruan tinggi, perkantoran, atau kawasan bisnis. Sebab, biasanya target pasar kos-kosan merupakan mahasiswa atau pegawai.

    2. Renovasi Rumah

    Kamu tidak perlu mengubah tampak depan rumah ketika renovasi rumah menjadi kos-kosan, melainkan ruangan tak terpakai di dalam rumah saja. Kamu bisa membuat kamar kosan dengan menambah sekat-sekat di dalam rumah, seperti pada ruang tamu atau kamar tidak terpakai.

    Sementara, ruang tamu bisa dipindahkan ke ruang lainnya misalkan di lorong. Adapun ukuran kamar biasanya akan berbeda-beda karena menggunakan bangunan rumah yang tidak dirancang presisi untuk kos-kosan.

    Namun, Anis menyarankan agar menggunakan jasa arsitek atau kontraktor untuk merenovasi serta menentukan ukuran dan tata ruang yang baik untuk penyewa. Dari pencahayaan hingga ventilasi udara perlu menjadi perhatian pemilik rumah.

    3. Harga Sewa

    Harga sewa setiap kamar di kos-kosan bekas rumah bisa berbeda-beda tergantung pada ukuran kamar. Kamar yang lebih luas tentu akan lebih mahal, sementara kamar lebih kecil sebaliknya.

    Selain itu, Anis membagikan cara menentukan harga sewa, yakni dengan melihat harga pasar kos-kosan di sekitar rumah. Namun, jangan lupa untuk membandingkan kos-kosan dengan fasilitas serupa serta perhitungkan fasilitas tambahan yang diberikan.

    4. Kamar Mandi

    Bangunan rumah yang mau diubah menjadi kos-kosan mungkin lebih rumit untuk membuat kamar mandi, maka kamu bisa menyiasatinya dengan menyediakan kamar mandi bersama di luar kamar. Dengan begitu, kamu juga bisa membuat lebih banyak kamar dengan ukuran lebih kecil.

    “Kebersihan harus diutamakan sama (saja) kamar mandi luar dan dalam, cuman karena kamar mandi bersama orang-orang berbeda perlakuannya. Tapi lebih murah (harga sewa) kamar mandi luar,” katanya.

    5. Perizinan

    Anis menjelaskan sebenarnya renovasi rumah menjadi kos-kosan tidak membutuhkan izin khusus karena tidak merubah fasad atau tampak depan rumah. Berbeda dengan bangunan baru yang membutuhkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Apabila kalau kos-kosan sudah beroperasi, Anis biasa melaporkan ke Ketua Rumpun Tetangga (RT) terkait identitas penyewa kosan. Ia juga memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    6. Pemasaran

    Kemudian, hal yang tak boleh ketinggalan saat bisnis kos-kosan adalah mengiklankan ketersediaan kosan agar mendapat penyewa. Anis mengatakan cara tradisional yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk di depan kos-kosan.

    Lalu, sudah ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan. Memasang profil kos-kosan di Google juga cara yang bagus supaya muncul ketika dicari oleh calon penyewa.

    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan market asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” pungkasnya.

    Demikian cara membuat rumah menjadi kos-kosan yang menguntungkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Memilih Lokasi Strategis buat Bisnis Kos-kosan


    Jakarta

    Lokasi memang menjadi aspek yang sangat penting dalam memilih properti, termasuk untuk menjalankan bisnis kos-kosan. Bisnis ini memang sangat mengandalkan lokasi yang strategis untuk menarik minat penyewa.

    Bagaimana tidak? Kos-kosan merupakan hunian sementara untuk mengakomodasi penyewa yang membutuhkan tempat tinggal dekat tempat mereka beraktivitas seperti tempat kerja atau perguruan tinggi. Oleh karena itu, lokasi strategis semestinya menjadi pertimbangan utama dalam bisnis kos-kosan.

    Nah, kalau kamu berencana membeli atau membangun kos-kosan, simak penjelasan berikut ini buat memilih lokasi strategis agar ramai penyewa.


    Cara Memilih Lokasi Kos-kosan

    1. Target Pasar

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi menjelaskan langkah awal berbisnis kos-kosan adalah menetapkan target pasar. Biasanya kos-kosan menyasar mahasiswa maupun pegawai.

    Nah, kamu bisa memilih antara kedua tipe anak kos tersebut. Sebagai acuan, kamu bisa memperhatikan jenis kawasan, misalkan perkantoran maupun pelajar. Hal ini penting karena akan menentukan berbagai hal dari harga sewa, peraturan, hingga fasilitas.

    2. Lingkungan

    “Kita cari dulu maunya (atau) keinginannya (pemilik). Kalau keinginan buat kosan mahasiswa ya kita cari lokasi yang dekat universitas. Tapi kalau misal kita mau pekerja, ya kita cari lingkungan yang untuk orang-orang kerja di lingkungan itu,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    Apabila sudah menentukan tipe anak kos, kamu bisa mempertimbangkan jarak kos-kosan ke tempat mereka beraktivitas, seperti perkantoran atau perguruan tinggi. Tentunya semakin dekat dengan tempat tersebut akan lebih strategis dan dicari anak kos.

    3. Prospek

    Selanjutnya, kamu perlu menganalisa prospek kawasan untuk bisnis kos-kosan. Tahap ini penting untuk memastikan kos-kosan diminati calon penyewa.

    “Habis liat lingkungan, lihat prospeknya. Kalau prospeknya dilihat rame ‘bagus nih’ baru memutuskan untuk investasi (properti dan bisnis kos-kosan). Lihat rame, harga jualnya kompetitif, bagus, yang nyewa juga banyak,” pungkas Anis.

    Selain itu, salah satu indikasi lokasi kos-kosan yang strategis dan prospektif adalah banyaknya kos-kosan di suatu kawasan. Nantinya, lingkungan sekitar kos-kosan pun akan menyesuaikan kebutuhan anak kos misalkan warung makan.

    Itulah langkah-langkah dasar memilih lokasi yang strategis buat bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Mahal Nggak Murah, Begini Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan memang usaha yang cukup menarik karena bisa menjadi penghasilan pasif, terutama ketika pensiun. Pastinya harga sewa menjadi pertimbangan yang penting bagi anak kos, sehingga pemilik kos harus bisa menentukan harga yang paling sesuai.

    Pasalnya, harga sewa turut mempengaruhi minat dan kemampuan anak kos. Selain itu, pemasukan dari sewa kos juga perlu memperhitungkan perawatan hingga modal awal bisnis kos-kosan.

    Nah, bagi kamu yang masih bingung menentukan harga sewa kos-kosan, simak penjelasan berikut ini.


    Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan

    1. Cek Harga Pasar

    Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, pemilik perlu melakukan survei harga pasaran kos-kosan di wilayah sekitar. Pemilik boleh mematok harga sesuai pasaran, tentunya dengan fasilitas dan kondisi kamar yang serupa.

    “Jangan kita harganya terlalu murah akhirnya kita jadi musuh atau kita terlalu tinggi akhirnya nggak laku. Jadi melihat lawanya sebelah gimana. Misalnya sama cuman kita ada membedakan, misal fasilitasnya atau dari sisi kebersihannya, interiornya kita menangin,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Biaya Fasilitas

    Selain mengikuti harga pasar, kamu bisa menghitung anggaran untuk fasilitas dan operasional kos-kosan. Anis biasa membagi biaya operasional seperti layanan internet dan air dengan jumlah kamar yang diisi anak kos.

    “Misalnya internet satu lantai yang bulanan sekitar Rp 500 ribu tapi dibagi empat (anak kos), (hasilnya) Rp 100 ribu sekian. Kalau tentuin (harga sewa) Rp 1,7 juta untuk biaya misalnya untuk bersih-bersih Rp 1,5 juta dibagi sepuluh orang. Nah, ujung-ujungnya kalau istilahnya untuk (pendapatan) bersih masih (bisa) Rp 1,4 juta kali sepuluh (kamar) itu udah di luar biaya operasional,” jelasnya.

    3. Biaya Perawatan

    Selanjutnya, kamu bisa mencadangkan sebagian pendapatan bersih tersebut, misalkan 20% saja untuk perawatan kos-kosan. Sebab, sewaktu-waktu mungkin ada kerusakan tak terduga atau ingin meng-upgrade bangunan.

    4. Balik Modal

    Adapun kos-kosan menjadi bisnis bisa cukup menggiurkan.karena bisa mendapat penghasilan pasif serta balik modal setelah beberapa waktu. Kenaikan aset tanah maupun bangunan dari waktu ke waktu pun menjadi investasi yang menguntungkan.

    “Kalau nanti mau dihitung balik modalnya misalnya (pendapatan bersih) Rp 10 juta kali 12 (bulan) kan itu udah Rp 120 juta. (Andaikan harga bangun atau beli kos-kosan) Rp 1,2 miliar, jadi 15 tahun udah balik (modal). Break even point juga ada,” pungkas Anis.

    Demikian perhitungan harga sewa kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu biar Kos-kosan Laku Keras!


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan diidamkan oleh banyak orang Indonesia karena terbilang menguntungkan dan santai. Namun, sekadar mempunyai lokasi strategis dan harga sewa yang kompetitif tak cukup menarik perhatian penyewa.

    Kalau pengin kos-kosan kebanjiran anak kos, kamu perlu memasarkan atau mengiklankan kos-kosan agar calon penyewa tahu kehadiran bisnis tersebut. Selain itu, pemasaran juga memudahkan calon penyewa mencari tahu informasi tentang kos-kosan.

    Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, memasarkan kos-kosan pada zaman sekarang cukup mudah, apalagi dengan adanya internet. Ia menyampaikan pemilik perlu menjaga reputasi kos-kosan supaya penyewa tertarik.


    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan marketing asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” ujar Anis kepada detikcom (8/5/2024).

    Cara Memasarkan Kos-kosan

    1. Pasang Spanduk

    Anis membagikan cara memasarkan kos-kosan, salah satunya menggunakan metode tradisional yang banyak diterapkan pemilik kos. Ia memasang spanduk di depan kos-kosan untuk menginformasikan ketersediaan kamar kos.

    2. Manfaatkan Aplikasi Pencari Kos

    Kemudian, sudah ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan. Anis mengaku banyak mendapat anak kos melalui aplikasi pencari kos.

    Melalui aplikasi, pemilik bisa menyediakan informasi lengkap kepada calon penyewa. Selain itu, ada fitur untuk pemilik dan penyewa berkomunikasi.

    3. Bikin Profil di Mesin Pencari Internet

    Selanjutnya, buatlah profil tentang bisnis kos-kosan kamu pada mesin pencari di internet. Kamu bisa menyertakan berbagai informasi yang memudahkan penyewa menemukan kos-kosan serta menghubungi pemilik kos.

    “Pasang di Google, bikin (profil). Dia otomatis kelihatan kalau misalnya kita search kosan itu muncul. Nanti di situ dikasih nomor telpon, ada alamatnya,” katanya.

    4. Kerja Sama dengan Pengelola Hunian

    Lalu, kamu juga dapat bekerja sama dengan pengelola hunian yang membantu memasarkan dan mengelola kos-kosan. Anis menyebut pengelola tersebut menyediakan beberapa jasa yang membantu pemilik kos-kosan, tentunya dengan imbalan sekian persen dari harga sewa.

    “(Kos-kosan) di atas 20 kamar dikelola, karena (saya punya) 10 (kamar) hanya marketing. Kalau ada survei dia ngedatengin, dia juga cari orang (calon penyewa). Terus dia kasih masukan, diskusi baiknya ini itu,” tuturnya.

    5. Word of Mouth

    Anis pun menjaga kualitas pelayanan dan fasilitas kos-kosannya untuk menciptakan kesan dan reputasi yang baik di mata anak kos. Dengan begitu, anak-anak kos suatu ketika bisa mengajak temannya untuk tinggal di kos-kosan yang sama. Ia kerap mendapati penyewa baru yang mendapat rekomendasi dari anak kosnya.

    “Kalau mahasiswa dia senengannya teman di sini, di sini semua. Kalau teman pindah, dia pindah,” pungkasnya.

    Demikian cara memasarkan bisnis kos-kosan supaya banyak penyewa. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bangun Kos-kosan Hemat & Minim Perawatan Supaya Makin Cuan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup digemari masyarakat Indonesia, terlebih sebagai usaha semasa pensiun. Bangunan kos-kosan pun menjadi komponen utama untuk menjalankan bisnis ini.

    Pemilik yang menginginkan untung lebih perlu memutar otak bagaimana membuat kos-kosan yang hemat. Beberapa upayanya bisa dengan menekan biaya pembangunan dan perawatan rumah kos-kosan.

    Arsitek Andy Rahman dari Andyrahman Architect mengungkapkan caranya membangun rumah kos-kosan yang minim perawatan seperti dalam proyek Biophilic Boarding House di Surabaya. Ia membagikan testimoni kliennya setelah beberapa tahun menjalankan bisnis kos-kosan dengan bangunan tersebut.


    “Dari semua kos-kosan yang dia punya, lima di situ, beliau menyampaikan bahwa yang paling menguntungkan dari semua kos-kosan yang sudah dibangun dan kami desain itu adalah Rumah Kos Keputih kecil itu (Biophilic Boarding House),” ujar Andy kepada detikcom belum lama ini.

    Ia menyebut rumah kos-kosan tersebut memiliki lahan paling kecil, tetapi jumlah kamarnya melebihi ekspektasi, yaki 13 kamar. Kemudian, konsep rumah dibuat low maintenance atau minim perawatan, sehingga menjadi lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    Lalu, seperti apa rumah kos-kosan minim perawatan ini? Simak ulasan berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Hemat

    1. Memilih Material Terjangkau

    “Kos-kosan ini sebetulnya memakai material biasa, jadi bata exposed (yaitu) bata biasa yang harganya juga murah kita biarkan exposed. Kemudian, kita juga memakai teknik semen, (seperti) semen roll, semen plester, (dan) semen aci untuk finishing interiornya, sehingga tidak perlu dicat,”

    Kita juga memakai beberapa elemen seperti besi expanded metal sheet, kemudian besi metal perforated, lalu besi pipa air untuk railing, untuk partisi dan lain sebagainya, jadi begitu

    2. Meminimalisir Pengecatan

    “Kita memakai raw material, exposed material, jadi tidak memakai cat sama sekali kecuali plafon yang kita cat warna putih. Selain itu, semuanya warna material (asli),” katanya.

    Andy mengaku tidak banyak mengecat rumah dan furniture, tetapi hanya bagian plafon saja. Hal ini membuat bangunan kos-kosan tidak perlu banyak dirawat, sehingga menghemat biaya perawatan.

    “Rumah ini jadinya nggak perlu di-maintenance, karena material-material dengan warna alami tadi itu semakin kena panas (dan) hujan semakin eksotis. Nggak perlu setiap 2-3 tahun dicat ulang,” tuturnya.

    Bahkan, cat putih pada plafon sejak berdiri pada tahun 2015 hingga sekarang belum pernah dicat ulang.

    3. Manfaatkan Semua Ruang

    Andy mengungkapkan salah satu tantangan membangun kos-kosan tersebut karena lahan terbatas berukuran 8×15 meter atau seluas 120 meter persegi. Ia memastikan untuk memaksimalkan penggunaan setiap ruang.

    “Kami coba mengoptimalkan semua space yang ada. Jadi di bawah tangga itu kita pakai untuk kamar mandi sama gudang. Kemudian, di lantai atas kita optimalkan untuk area service sekaligus tempat duduk-duduk,” jelasnya.

    Mengingat kebutuhan ruang sangat banyak, maka tidak memungkinkan membuat atap. Ia cenderung memfungsikan atap dengan cara membuatnya berupa dak beton.

    4. Kamar Mandi Luar

    Dengan keterbatasan ruang dan kebutuhan kamar tidur yang banyak, Andy mendesain kos-kosan dengan kamar mandi luar. Terdapat dua kamar mandi di lantai satu dan dua kamar mandi di lantai atas.

    5. Hemat Energi

    Kemudian, desain kos-kosan dibuat agar sirkulasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan lebih optimal. Mulai dari penggunaan roster, jendela di setiap kamar, dan ruang terbuka. Hal ini akan membantu mengurangi penggunaan AC di kos-kosan.

    “Kos-kosan ini punya banyak bukaan, dindingnya bernapas, sirkulasi udaranya berjalan di tiap kamar, dan lebih hemat energi sebetulnya,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Arsitek Kasih Tips Bikin Kos-kosan Adem Minim Penggunaan AC


    Jakarta

    Rumah kos-kosan adem pastinya menjadi idaman para anak kos karena memberi suasana nyaman tanpa kegerahan. Tanpa harus mengandalkan AC, rumah kos-kosan masih bisa terasa adem kok.

    Arsitek dari Andyrahman Architect, Andy Rahman membagikan tips membuat kos-kosan adem seperti salah satu proyeknya di Surabaya. Ia mengungkapkan kos-kosan berlubang yang lebih dikenal Biophilic Boarding House dirancang dengan sirkulasi yang baik.

    “Kos-kosan itu juga pernah diriset sama dosen Universitas Brawijaya. Suhunya di luar 32 derajat (selsius), di dalam 28 derajat (selsius). Risetnya selama 6 bulan,” ujar Andy kepada detikcom beberapa waktu lalu.


    Lantas, bagaimana cara membuat kos-kosan adem? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Adem

    1. Dak Beton Berlapis

    Andy mengungkap caranya membuat atap dak beton berlapis yang mampu menahan panas.
    Pertama, ia melapisi dak beton dengan lapisan waterproofing yang juga bisa menahan panas. Lapisan membran ini pemasangannya dengan dibakar serta dapat meredam panas.

    Kemudian, di atas diberi lapisan kerikil bulat kecil yang tidak akan merusak membran. Kerikil tersebut berfungsi untuk meredam panas sebelum hawa panas mengenai membran.

    2. Dinding Berongga

    Biophilic Boarding HouseBiophilic Boarding House Foto: Andyrahman Architect

    Andy menggunakan roster pada beberapa sisi dinding kos-kosan untuk memungkinkan keluar masuknya udara. Hal ini membantu ciptakan sirkulasi udara di rumah.

    “Ruang publiknya (kos-kosan) itu semuanya tidak memakai AC, semuanya berongga dindingnya, sehingga sirkulasi udaranya optimal,” ucapnya.

    3. Void Besar

    Biophilic Boarding HouseBiophilic Boarding House Foto: Andyrahman Architect

    Kemudian, area komunal di tengah kos-kosan sengaja dibuat tanpa atap, sehingga berfungsi sebagai void. Ia mengatakan void besar tersebut memungkinkan hawa panas untuk naik dan keluar dari kos-kosan.

    4. Jendela di Kamar

    Biophilic Boarding HouseBiophilic Boarding House Foto: Andyrahman Architect

    Pastikan setiap kamar tidur mempunyai jendela, bahkan ia merancang kamar dengan dua jendela untuk memungkinkan sirkulasi udara silang. Meski masih ada AC di kamar, hal ini membantu meminimalisir penggunaannya.

    “Sebetulnya mereka (anak kos) kalau nggak panas-panas amat cuacanya nggak perlu menyalakan AC, tapi cukup membuka dua jendela itu, maka sirkulasi udaranya akan berjalan,” tuturnya.

    5. Ruang Terbuka

    Selanjutnya, Andy menyarankan bila memungkinkan sebuah rumah mempunyai 2-3 ruang terbuka. Menurutnya, ruangan tersebut krusial untuk pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan tempat menaruh tanaman.

    “Jadi yang pertama (supaya rumah adem) harus punya ruang terbuka, baik itu di depan maupun di belakang. Minimal kalau lahannya terbatas di depan dan di belakang. Tapi kalau cukup luas harus ada di tengah, jadi ada tiga,” katanya.

    6. Tanaman

    Terakhir, ia menyarankan ada ruang terbuka untuk dapat diberi tanaman. Tanaman tersebut berfungsi untuk menurunkan suhu udara sekitar rumah.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 6 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Buka Bisnis Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan properti yang kita miliki agar lebih bernilai. Kos-kosan biasanya ukurannya lebih kecil daripada kontrakan karena diperuntukkan untuk per orang. Hal ini dikarenakan orang-orang tersebut biasanya jauh dari keluarga dan belum berkeluarga.

    Lokasinya pun berada di dekat lokasi yang ramai seperti kampus, area perkantoran, area industri, dan lainnya. Lalu, kos-kosan biasanya biaya sewanya jauh lebih rendah daripada kontrakan.

    Bisnis satu ini sangat menguntungkan dan bisa menjadi pemasukan pasif terutama bagi yang mendekati usia pensiun. Namun, kalian harus siap setiap pergantian tahun dan semester akan ada banyak penyewa yang keluar dan masuk.


    Sebelum terjun ke bisnis kos-kosan, ada beberapa hal yang harus diketahui agar laku dan tidak ditipu.

    1. Konsep Kos-kosan

    Sebelum menjalankan bisnis kos-kosan, perlu adanya konsep dan tujuan agar usaha kalian berjalan lancar. Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi menentukan target pasar sangat penting. Dengan begitu, kalian bisa menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas kos-kosan yang sesuai.

    “Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Anis Widiadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Lokasi yang Strategis

    Setelah memiliki konsep, kamu bisa mencari lokasi kos-kosan yang pas. Anis menyebutkan apabila ingin membuat kos khusus mahasiswa, maka pastikan lokasi dekat dengan perguruan tinggi. Semakin dekat lokasinya, peminatnya juga bisa tinggi. Lalu, jika targetnya adalah pekerja industri, pastikan lokasinya bisa diakses dengan berjalan kaki.

    “Kalau buat tenaga kerja, istilahnya pegawai, kita harus ngeliat lokasinya yang mendekati orang banyak PT-PT atau gedung perusahaan,” katanya.

    3. Fasilitas

    Saat menjalankan bisnis kos-kosan, kamu tidak hanya menyediakan tempat tinggal, melainkan beberapa perabotan di dalamnya. Perabotan ini tidak begitu banyak, hanya tempat tidur, lemari pakaian, meja untuk dapur mini, atau meja belajar jika peruntukkannya untuk mahasiswa.

    “Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” tuturnya.

    Fasilitas ini dapat ditambah untuk menjadi pembeda dengan kos-kosan lain. Misalnya kamu ingin menambahkan AC, kipas angin, atau WiFi gratis.

    “Fasilitasnya bagus, misalnya lengkap furniturnya semua sama kayak gitu, terus fasilitas misalnya AC, terus ada wifi tergantung dari uang sewanya. Tapi kalau misalnya uang sewanya kita rendah, misalnya dibawah satu juta ya pasti kosongan gitu,” jelasnya.

    4. Harga Pesaing

    Saat menentukan konsep, lokasi, dan perabotan yang harus tersedia, kalian sudah terbayang berapa pengeluaran dan berapa biaya sewa yang bisa dikenakan. Namun, sebelum menentukan harga sewa, sebaiknya cek harga pasaran di lokasi yang sama. Apabila kamu memberikan harga yang terlalu mahal, khawatir banyak penyewa yang memilih opsi lain yang lebih murah. Selain itu, lihat pula rata-rata gaji bulanan calon penyewa.

    “Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

    5. Syarat dan Perizinan

    Setiap membangun bangunan, baik untuk tempat tinggal maupun usaha, pasti ada pengurusan izin atau yang sering disebut dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Anis pun berbagi pengalamannya membuat kos-kosan di rumahnya. Karena ia tidak mengubah fasad depan rumah, melainkan menambah sekat-sekat di dalam rumah, sehingga tidak mengubah IMB. Berbeda halnya ketika ia membangun rumah dari awal yang membutuhkan IMB.

    “Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” ungkapnya.

    6. Mengenal Penyewa

    Saat menjalankan bisnis kos-kosan, kalian akan menemui banyak sifat penyewa. Agar bisnis kos-kosan kamu lancar dan tidak repot, kenali penyewa. Menyewa kos-kosan berbeda dengan menerima tamu di hotel. Sebelum menerima, pemilik kos-kosan harus menemui penyewa secara langsung dan melakukan wawancara, terutama untuk penyewa yang sudah bekerja.

    Selain itu, pengusaha kos-kosan bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi.Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka bisa menolak baik-baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ubah Rumah Jadi Ladang Cuan, Ini Cara Bisnis Kos-kosan yang Menguntungkan



    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup diminati masyarakat Indonesia karena dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis ini, sebenarnya dapat dimulai dari rumah sudah dimiliki saat ini.

    Siapa sangka, rumah tinggal bisa menjadi tempat usaha yang menguntungkan. Rumah yang memiliki ruang lebih atau tak terpakai bisa diubah menjadi kos-kosan. Lalu, pemilik rumah juga dapat merenovasi rumah untuk membuat sejumlah kamar baru.

    Lalu, bagaimana cara memulai bisnis kos-kosan dengan mengubah rumah yang sudah ada? Yuk simak penjelasan berikut ini.


    Cara Bisnis Kos-kosan di Rumah

    Inilah beberapa langkah mengubah rumah buat mulai bisnis kos-kosan.

    1. Analisa Prospek Lokasi

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi membagikan cara mengubah rumah menjadi kos-kosan. Langkah pertama, pemilik perlu mencari aturan setempat serta prospek lokasi untuk bisnis kos-kosan.

    “Lihat dulu apakah bisa jadi kos-kosan. Jangan sudah diubah tapi nggak ada yang minat karena lokasinya nggak strategis untuk jadikan kos-kosan,” ujar Anis kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Lokasi yang strategis bisa dilihat dari kedekatan jarak rumah dengan perguruan tinggi, perkantoran, atau kawasan bisnis. Sebab, biasanya target pasar bisnis ini mahasiswa atau pegawai.

    2. Renovasi Rumah

    Pemilik tidak perlu mengubah fasad ketika renovasi rumah menjadi kos-kosan. Ia menyarankan untuk memanfaatkan ruangan tak terpakai di dalam rumah.

    Misalnya, membuat kamar kosan dengan menambah sekat-sekat di dalam rumah. Pemilik dapat mengubah ruang tamu atau kamar tidak terpakai menjadi kamar kosan.

    Lalu, ruang tamu bisa dipindahkan ke ruang lainnya misalkan di lorong. Ukuran kamar biasanya akan berbeda-beda karena menggunakan bangunan rumah yang sejak awal tidak dirancang untuk kos-kosan.

    Anis menyarankan agar menggunakan jasa arsitek atau kontraktor untuk merenovasi. Mereka akan membantu menentukan ukuran dan tata ruang yang baik untuk penyewa. Jangan lupa juga memperhatikan pencahayaan hingga ventilasi udara kamar.

    3. Harga Sewa

    Harga sewa setiap kamar di kos-kosan bekas rumah bisa berbeda-beda tergantung pada ukuran kamar. Semakin besar ukuran kamar, maka harganya pun lebih mahal.

    Untuk menentukan harga sewa, pemilik bisa survei harga pasar kos-kosan di sekitar rumah. Namun, perbandingan harga kos-kosan juga harus mempertimbangkan fasilitas yang disediakan.

    4. Kamar Mandi

    Bangunan rumah yang mau diubah menjadi kos-kosan lebih rumit untuk membuat kamar mandi. Oleh karena itu, pemilik dapat menyiasatinya dengan menyediakan kamar mandi bersama di luar kamar.

    “Kebersihan harus diutamakan sama (saja) kamar mandi luar dan dalam, cuman karena kamar mandi bersama orang-orang berbeda perlakuannya. Tapi lebih murah (harga sewa) kamar mandi luar,” katanya.

    5. Perizinan

    Anis menambahkan sebenarnya renovasi rumah menjadi kos-kosan tidak membutuhkan izin khusus karena tidak mengubah tampak depan rumah. Berbeda halnya dengan bangunan baru yang membutuhkan izin mendirikan bangunan (IMB) atau yang sekarang lebih dikenal dengan persetujuan bangunan gedung (PBG).

    Kalau kos-kosan sudah beroperasi, Anis menyarankan untuk lapor ke Ketua Rumpun Tetangga (RT) terkait identitas penyewa kosan. Ia juga memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    6. Pemasaran

    Terakhir, jangan lupa untuk mengiklankan bisnis kos-kosan. Anis mengatakan cara tradisional yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk di depan rumah.

    Selain itu, ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan.

    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan market asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” tuturnya.

    Demikian cara membuat rumah menjadi kos-kosan yang menguntungkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com