Tag: kosan

  • 7 Tips Memilih Kosan yang Nyaman dan Aman



    Jakarta

    Kosan merupakan salah satu opsi tempat tinggal dengan harga terjangkau. Maka tak heran banyak mahasiswa rantau atau orang yang masih tinggal sendiri memilih kosan.

    Meskipun demikian, memilih kosan tidak boleh sembarangan dan terburu-buru.

    Mengingat kamu akan tinggal dalam jangka waktu yang lama, tentunya kamu ingin kosan yang nyaman dan aman, bukan? Sebab jika salah pilih maka kamu akan menyesal.


    Lalu, bagaimana cara memilih kosan yang nyaman dan aman? Melansir dari Mamikost, Rabu (13/12/2023), berikut beberapa tips memilih kosan yang nyaman dan aman. Simak sampai selesai ya!

    1. Menentukan Budget

    Sebelum menentukan kosan yang cocok pastinya kamu perlu mempertimbangakan budget sewa terlebih dahulu. Jangan sampai uang bulananmu hanya habis untuk membayar sewa kost atau tidak mampu bayar sewa. Tersedia berbagai macam rentang harga sewa kost, mulai dari harian hingga tahunan.

    Jika kamu belum cocok dengan kamar kost, kamu bisa sewa bulanan dulu. Jadi, jika dirasa tidak nyaman, maka kamu bisa pindah setelah masa sewa habis. Namun, kamu juga bisa langsung menyewa kost tahunan jika sudah yakin dan khawatir jika uang tersebut justru habis digunakan untuk kebutuhan lain. Pastikan juga budget sewa tersebut sebanding dengan fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan.

    2. Mempertimbangkan Jarak Kost

    Selain memilih kosan yang punya fasilitas lengkap, kamu juga perlu mempertimbangkan jarak. Sebaiknya kamu memilih kost dekat kampus atau dekat tempat kerja agar tidak perlu mengeluarkan ongkos.Selain itu, kamu juga bisa lebih sehat karena menuju lokasi dengan berjalan kaki.

    3. Melihat Kondisi Kamar Kost

    Tentunya kamu ingin kosan yang aman untuk ditinggali. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu melihat kondisi kamar kost terlebih dahulu. Periksa apakah pencahayaan di kamar kost sudah mencukupi atau justru tidak ada, sehingga ruangan menjadi lembap.

    4. Cari Kost dengan Tempat Parkir

    Kebutuhan tempat parkir untuk anak kost bisa menjadi hal wajib bila kamu memiliki kendaraan pribadi. Aktivitas di luar kost hingga luar kota akan lebih mudah dengan adanya kendaraan pribadi.

    Namun, anak kost akan kesulitan jika tidak ada lahan parkir di kost. Sebelum memilih kost, pastikan terlebih dahulu bahwa area parkir di kost memang bisa menampung seluruh kendaraan para penghuninya.

    5. Periksa Keamanan Kost

    Keamanan kost juga sangat penting. Kost yang aman akan membuat penghuni semakin tenang sekalipun tidak di lokasi.

    Kamu dapat memilih kost yang sudah dilengkapi CCTV atau penjaga kos. Namun, kamu juga perlu berhati-hati dan menjaga barang milik pribadi.

    6. Mengecek Aturan Tambahan

    Setiap kost memiliki aturan tambahan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Aturan tersebut biasanya berkaitan dengan biaya tambahan listrik atau air. Ada pula kost yang memberlakukan biaya internet wifi untuk penghuninya.

    Aturan lainnya yang mungkin ditemukan adalah jam malam, aturan membawa orang dan lainnya. Ada baiknya kamu menanyakan peraturan tersebut kepada pemilik kos dahulu agar tidak salah paham.

    7. Melihat Kondisi Sekitar Kost

    Lakukan survey singkat untuk mencari tahu kondisi lingkungan di sekitar kost. Hal ini sangat penting karena untuk menunjang kebutuhan dan aktivitas sehari-hari kamu.

    Kamu dapat mencari tahu lokasi warung makan, minimarket, apotek, atau tempat yang akan diakses. Cari tahu pula rumah tokoh-tokoh penting, seperti ketua RT, ketua RW, atau tokoh lainnya yang akan kamu butuhkan.

    Demikian 7 tips memilih kosan yang nyaman dan aman. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Barang yang Wajib Kamu Punya di Kos


    Jakarta

    Kos menjadi opsi terbaik bagi para perantau untuk mendapatkan tempat tinggal sementara maupun permanen. Banyak mahasiswa atau pekerja yang memilih kosan sebab jarak dari kampus atau kantor mereka dekat.

    Namun, tidak semua kos langsung menyediakan fasilitas dan perlengkapan yang kamu butuhkan. Sehingga saat pertama kali menempati kos kamu sering kebingungan barang apa saja yang penting untuk dimiliki.

    Nah, buat kamu yang masih bingung untuk menentukan barang apa saja yang diperlukan dan wajib ada untuk anak kos. Berikut dikutip dari Danacita, Rabu (10/1/2024), beberapa barang yang wajib kamu punya di kosan.


    1. Perlengkapan Tidur

    Kebutuhan anak kos yang satu ini seperti kasur, bantal, guling, selimut, dan sprei. Pastikan kenyamanan tidur dengan perlengkapan tidur yang berkualitas.

    2. Perlengkapan Mandi

    Kebutuhan anak kos perlengkapan mandi, termasuk handuk, sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan peralatan mandi lainnya. Jaga kebersihan dan kebugaran dengan perlengkapan mandi yang lengkap.

    3. Peralatan Makan dan Minum

    Sediakan piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, dan pisau kecil. Kamu juga mungkin membutuhkan termos atau botol minum sebagai kebutuhan anak kos. Hal ini untuk membawa minuman ke kampus atau tempat kerja.

    4. Perlengkapan Bersih-bersih

    Spons, sikat, sapu, pel, ember, dan deterjen adalah kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk menjaga kebersihan tempat tinggal.

    5. Peralatan Memasak

    Panci, wajan, spatula, sendok sayur, pisau dapur, dan talenan juga menjadi kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk memasak makanan sehari-hari.

    6. Rice Cooker

    Kebutuhan anak kos ini dapat memudahkanmu dalam memasak nasi dengan praktis dan konsisten. Beli rice cooker dengan ukuran mini, agar pemakaian listrik tidak terlalu besar dan kamu memasak secukupnya.

    7. Setrika

    Untuk menjaga pakaian tetap rapi dan terlihat bagus, setrika menjadi kebutuhan anak kos dalam rutinitas perawatan pakaian.

    8. Terminal Listrik dan Pencahayaan Darurat

    Pastikan memiliki terminal listrik yang cukup untuk mengisi daya perangkat elektronik dan lampu darurat untuk mengatasi pemadaman listrik yang tidak terduga.

    9. Kotak P3K

    Kebutuhan anak kos selanjutnya adalah kotak P3K. Penting untuk memiliki kotak pertolongan pertama yang berisi perban, plester, obat antiseptik, dan alat bantu lainnya untuk penanganan kecil cedera atau sakit ringan.

    10. Hanger atau Gantungan Baju

    Kebutuhan anak kos ini untuk menggantung dan menjaga agar pakaian tetap rapi dan terorganisir.

    11. Keranjang Laundry

    Kebutuhan anak kos selanjutnya ada keranjang laundry. Dengan ini kamu jadi tidak menumpuk pakaian kotor pada sembarang tempat serta memudahkan proses mencuci.

    12. Pakaian dan Aksesori Lain

    Pastikan memiliki koleksi pakaian yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari serta aksesori tambahan seperti payung, topi, dan sarung tangan.

    13. Alat Jahit

    Alat jahit sederhana seperti jarum, benang, dan gunting menjadi kebutuhan anak kos yang membantu dalam perbaikan dan penyesuaian pakaian. Karena tak jarang ada saja kejadian kancing lepas, celana robek atau ingin menempel atribut seperti name tag.

    14. Seperangkat Alat Ibadah

    Jika kamu beragama muslim, persiapkan seperangkat alat ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, atau alat ritual lainnya. Kamu juga bisa membawa perangkat alat ibadah sesuai keyakinan sebagai kebutuhan anak kos.

    15. Tempat Sampah

    Kamu wajib menyediakan tempat sampah di dalam kos agar nantinya sampah tidak berserakan. Karena sampah yang berserakan di kamar akan menimbulkan bau tak sedap, kemudian mengundang semut dan tikus datang menyelinap ke dalam kos.

    Demikian 15 barang wajib yang kamu punya di kos. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Barang yang Wajib Kamu Punya biar Betah di Kosan



    Jakarta – Kos menjadi opsi terbaik bagi para perantau untuk mendapatkan tempat tinggal sementara maupun permanen. Banyak mahasiswa atau pekerja yang memilih kosan sebab jarak dari kampus atau kantor mereka dekat.

    Namun, tidak semua kos langsung menyediakan fasilitas dan perlengkapan yang kamu butuhkan. Sehingga saat pertama kali menempati kos kamu sering kebingungan barang apa saja yang penting untuk dimiliki.

    Nah, buat kamu yang masih bingung untuk menentukan barang apa saja yang diperlukan dan wajib ada untuk anak kos. Berikut dikutip dari Danacita, beberapa barang yang wajib kamu punya di kosan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Pilih Kosan yang Nyaman



    Jakarta – Kosan merupakan salah satu opsi tempat tinggal dengan harga terjangkau. Maka tak heran banyak mahasiswa rantau atau orang yang masih tinggal sendiri memilih kosan.

    Meskipun demikian, memilih kosan tidak boleh sembarangan dan terburu-buru.

    Pertimbangkan tips dalam infografis ini ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengin Terjun ke Bisnis Kos-kosan? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan merupakan usaha properti yang cukup menarik dan digemari oleh masyarakat. Kos-kosan banyak dibutuhkan di kawasan perkantoran, industri, dan perguruan tinggi, sehingga menjadi peluang bisnis yang bagus.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau ingin terjun ke bisnis kos-kosan? Simak penjelasan berikut ini.

    1. Konsep Kos-kosan

    Salah satu langkah penting dalam memulai bisnis kos-kosan adalah membuat konsep. Tentukan target pasar yang ingin disasar supaya bisa menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas kos-kosan yang sesuai.


    “Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).

    Biasanya kos-kosan ditujukan untuk pegawai atau mahasiswa. Hal ini membantu kamu menentukan berbagai pendekatan dan sistem-sistem yang diterapkan pada kos-kosan.

    2. Lokasi yang Strategis

    Anis menyebutkan ketika memilih lokasi kos-kosan biasanya ia lihat dari lingkungannya. Apabila ingin membuat kos khusus mahasiswa, maka pastikan lokasi dekat dengan perguruan tinggi.

    “Kalau buat tenaga kerja, istilahnya pegawai, kita harus ngeliat lokasinya yang mendekati orang banyak PT-PT atau gedung perusahaan,” katanya.

    3. Fasilitas

    Fasilitas kos-kosan sangat tergantung pada harga sewa. Beri fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penyewa tetapi sepadan dengan harga yang sudah ditetapkan.

    “Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” tuturnya.

    Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan tren terkini, misalkan menambahkan meja dan kursi di kos karena sedang banyak yang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Apalagi kalau penyewa memiliki banyak keinginan, kamu bisa memenuhinya supaya tidak kalah saing dengan kos-kosan lainnya.

    “Fasilitasnya bagus, misalnya lengkap furniturnya semua sama kayak gitu, terus fasilitas misalnya AC, terus ada wifi tergantung dari uang sewanya. Tapi kalau misalnya uang sewanya kita rendah, misalnya dibawah satu juta ya pasti kosongan gitu,” jelasnya.

    4. Harga Pesaing

    Selain menyesuaikan dengan fasilitas kos, kamu bisa menetapkan harga sewa dengan melihat kisaran harga di lingkungan kos-kosan. Anis mengatakan biasanya melihat harga pasaran di lingkungan kos-kosan agar tidak jauh dari harga pesaing.

    “Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

    5. Syarat dan Perizinan

    Ketika hendak menjalankan bisnis kos-kosan, jangan lupa memperhatikan perizinan yang berlaku. Kalau kamu akan membangun rumah atau merenovasi rumah, pastikan sudah mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Anis pun berbagi pengalamannya membuat kos-kosan di rumahnya. Karena ia tidak mengubah fasad depan rumah, melainkan menambah sekat-sekat di dalam rumah, sehingga tidak mengubah IMB. Berbeda halnya ketika ia membangun rumah dari awal yang membutuhkan IMB.

    “Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” ungkapnya.

    6. Penyewa

    Dalam menjalankan bisnis kos-kosannya, Anis biasanya mencari tahu tentang penyewa dengan menemui langsung dan melakukan wawancara, terutama untuk penyewa yang sudah bekerja. Selain itu, pengusaha kos-kosan bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi.

    Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka bisa menolak baik-baik.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak terjun ke bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Masalah, Lakukan 5 Hal Ini biar Bisnis Kos-kosan Lancar Jaya


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan bisa menjadi ladang penghasilan yang cukup menguntungkan, apalagi kalau berlokasi di tempat yang strategis. Sebab, banyak orang membutuhkan tempat tinggal, terutama di dekat perkantoran, pabrik, maupun perguruan tinggi.

    Akan tetapi, bisnis ini tidak semudah yang terlihat karena ada saja drama atau kendala yang bisa bermunculan. Dari masalah pembayaran hingga kelakuan oknum penyewa yang nyeleneh dapat mengganggu bisnis kos-kosan.

    Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah masalah-masalah dalam bisnis kos-kosan? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    1. Buat Sistem Pembayaran

    Buatlah sistem pembayaran yang dirasa memudahkan dan melancarkan aliran uang kos agar tidak mengalami kerugian. Sebab, terkadang bisnis kos-kosan menghadapi kendala penyewa yang telah membayar sewa kosan, tiba-tiba memutuskan pindah, bahkan kabur.

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, membagikan sistem pembayaran yang ia terapkan. Bagi penyewa yang sudah bekerja, ia menetapkan pembayaran sewa dilakukan setiap bulan. Lalu, ia juga meminta kontak jaga-jaga orang terdekat penyewa untuk sewaktu-waktu ada masalah.

    “Tapi yang kalau di tempat kos (khusus mahasiswa) itu, sebisa mungkin nge-deal itu sama orang tuanya jadi yang dihubungi untuk masalah pembayaran,” kata Anis kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).

    Sebab, dikhawatirkan anak kos bisa susah dilacak kalau hanya mengandalkan kontak satu orang tersebut. Selain itu, Anis menerapkan pembayaran kos di depan untuk jangka waktu tiga bulan. Hal ini agar anak kos tidak tiba-tiba berpindah tempat kos.

    2. Pastikan Keamanan

    Keamanan kos-kosan sangat penting, apalagi menyangkut harta benda orang banyak seperti kendaraan bermotor. Maka, pastikan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dari pencuri dan kejahatan lainnya.

    “Kalau keamanan itu anak-anak (kos) harus ditekankan, bahwa area misalnya parkiran harus tetap terkunci dengan baik. Karena juga kalau tidak kita tidak ditekankan seperti itu, dia juga sembarangan kadang-kadang pintu tetap ngegeblak padahal itu ada banyak motor,” ucapnya.

    “Kan kita pencurian motor itu kan banyak banget gitu. Makanya juga ada CCTV, gunanya itu supaya kita memantaunya,” lanjut Anis.

    3. Monitor Aktivitas Penyewa

    Jangan lupa memonitor aktivitas penyewa kos di lingkungan kos-kosan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sudah menetapkan aturan di kos, kepatuhan penyewa bisa dipantau melalui CCTV maupun observasi penjaga kos. Hal ini juga penting untuk mengungkapkan oknum penyewa kos yang melakukan tindakan ilegal.

    “Kalau kita monitor terus kan siapa yang pergerakan masuk ke dalam, yang keluar masuk. Terus kalau misalnya ada keramaian di dalam, terus ada satpam, jadi suruh ketok aja dia (penyewa) lagi melakukan apa,” jelasnya.

    4. Kenali Penyewa

    Dalam menjalankan bisnis kos-kosan, Anis biasanya mencari tahu tentang penyewa dengan menemui langsung dan melakukan wawancara, terutama penyewa yang sudah bekerja. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka pemilik kos bisa menolak secara halus.

    Selain itu, pemilik kos bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau orang terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi. Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah.

    “Sebagai identitas, kita (minta) fotokopi KTP-nya, terus orang tua nomor HP-nya. Ya gitu harus gitu karena kita juga harus melaporkan setiap anak kos ke RT,” tuturnya.

    5. Merawat Bangunan Kos

    “Ada kemungkinan juga istilahnya (kamar-kamar kos) tidak terisi full gitu. Cuman bagaimana kita menyiasati supaya bisnis kos-kosan ini tetap eksis. Terus me-maintain istilahnya rumah supaya bersih, tetap bersih terus kondusif kayak gitu. Supaya juga bisa meningkatkan rating-nya kos-kosan,” ujarnya.

    Anis mengatakan pemilik kos jangan hanya mau menerima uang saja dan tidak mau menyisihkan untuk merawat bangunan kos. Pastikan kos-kosan tetap terjaga dengan baik demi kenyamanan penyewa.

    Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan ketika menjalankan bisnis kos-kosan supaya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggurin, Begini Cara Sulap Lahan Kosong Jadi Sumber Cuan



    Jakarta

    Investasi properti seperti tanah terbilang menguntungkan karena nilainya terus bertambah. Apalagi kalau kamu bisa memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber penghasilan.

    Daripada membiarkannya kosong, kamu bisa membuat bangunan di atas tanah tersebut agar lebih produktif. Bangunan tersebut kemudian dijadikan aset untuk berbisnis, misalkan disewakan. Hal ini jauh lebih baik daripada didiamkan dan dibiarkan terbengkalai.

    Lantas, bagaimana cara mendapat cuan dari lahan kosong? Yuk, simak caranya berikut ini.


    Cara Memanfaatkan Lahan Kosong

    Cara untuk memanfaatkan lahan kosong harus menaati aturan agar apa pun kegiatan di atas tanah yang kamu beli tidak merugikan orang lain dan lingkungan.

    Sebagai contoh apabila kamu ingin menyewakan lahan dan menyerahkan lahan tersebut ingin dibuat area berkebun, pergudangan, atau berdagang. Aturan terkait sewa menyewa tanah kosong ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

    Dalam Pasal 44 ayat (1) disebutkan bahwa, “Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah-milik orang lain untuk keperluan bangunan, dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa”.

    Apabila kamu tertarik untuk memanfaatkan tanah kosong dengan cara ini, kamu perlu mengetahui jika bisnis penyewaan tanah kosong terdapat 2 macam bentuknya. Berikut di antaranya:

    1. Hak Menyewa Bangunan

    Hak ini berlaku jika kamu menyewa tanah yang di atasnya telah berdiri bangunan. Sebagai contoh saat kamu menyewa ruko atau rumah jadi.

    2. Hak Sewa untuk Bangunan

    Sementara hak satu ini apabila pemilik tanah menyewakan tanah kosong miliknya kepada penyewa untuk mendirikan bangunan. Dari segi hukum, bangunan tersebut menjadi hak penyewa dan bukan pemilik tanah. Kecuali jika ada kesepakatan lain di antara kedua belah pihak.

    Setelah tanah siap untuk disewakan, kamu juga perlu membuat surat perjanjian sewa tanah yang resmi dan sah di mata hukum supaya lahan sewa yang dimiliki tidak bermasalah nantinya.

    Ide Pemanfaatan Lahan Kosong buat Hasilkan Uang

    Selain menyediakan penyewaan tanah kosong, kamu juga bisa menjalankan bisnis sendiri, kamu bisa mencoba ide usaha berikut.

    1. Bangun Kos-kosan

    Bisnis kos-kosan cukup menguntungkan saat ini, terutama jika lokasinya dekat dengan kawasan perkantoran, perguruan tinggi, atau area industri. Kamu bisa membuat bisnis kos-kosan dengan sistem sewa bulanan atau tahunan. Bisnis ini dapat menjadi sumber penghasilan pasif yang menguntungkan dalam beberapa tahun.

    2. Buat Rumah Kontrakan

    Selain kos-kosan, tanah kosong juga bisa dibangun usaha properti lain seperti rumah kontrakan. Rumah sewa atau kontrakan masih banyak peminatnya terutama yang dekat dengan perkantoran atau pusat kota. Namun, kamu perlu tegas dalam aturannya karena tidak sedikit ada penyewa yang suka menunggak.

    3. Jadikan Lahan Sewa Parkir

    Apabila lokasi tanah berada di dekat stasiun, halte, atau pusat keramaian yang butuh lahan parkir, kamu bisa membuka tempat penitipan kendaraan. Namun, kamu perlu memiliki keamanan yang menjamin agar orang percaya untuk menitipkan kendaraan mereka di tempatmu.

    Itu dia sederet cara mengubah tanah kosong jadi sumber cuan. Kalau detikers tertarik coba ide yang mana, nih?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Tanah Kosong? Ini Ide-ide Biar Bisa Hasilkan Duit



    Jakarta

    Tanah menjadi opsi investasi menguntungkan karena harganya yang terus meningkat. Pemilik bisa semakin untung kalau tahu cara memanfaatkan lahan kosongnya jadi ladang bisnis.

    Daripada membiarkan tanah kosong menganggur, pemilik bisa menyewakan propertinya. Ada berbagai model sewa properti mulai dari bisnis kos-kosan hingga sewa lahan.

    Sebelum mengolah lahan kosong, pemilik perlu mengetahui aturan pemanfaatan tanah. Hal ini penting agar tidak merusak lingkungan atau merugikan orang lain.


    Peraturan Sewa Tanah

    Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria Pasal 44 Ayat 1 disebutkan “Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah-milik orang lain untuk keperluan bangunan, dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa.”

    Terdapat dua macam hak sewa tanah sebagai berikut.

    Hak Menyewa Bangunan

    Hak menyewa bangunan adalah ketika seseorang menyewa tanah yang sudah berdiri bangunan. Misalnya seseorang menyewa ruko atau rumah.

    Hak Sewa untuk Bangunan

    Hak sewa untuk bangunan adalah saat pemilik tanah menyewakan tanah kosong kepada penyewa untuk mendirikan bangunan. Bangunan itu menjadi hak penyewa dan bukan pemilik tanah, kecuali ada kesepakatan lain.

    Perlu diingat, penting untuk membuat surat perjanjian sewa tanah resmi. Lalu, pastikan surat kepemilikan tanah sah secara hukum untuk menghindari masalah di kemudian hari.

    Lalu, apa saja potensi bisnis yang bisa dibangun dari lahan kosong? Simak penjelasannya berikut ini.

    Ide Bisnis Memanfaatkan Tanah Kosong

    Selain menyewakan tanah kosong, pemilik dapat membuat bisnis sendiri sebagai berikut berdasarkan catatan detikProperti.

    1. Lahan Parkir

    Kalau punya lahan kosong di dekat permukiman padat, pemilik bisa membuat area parkir buat disewakan. Misalnya masyarakat yang tinggal di rumah gang kecil tetapi punya kendaraan roda empat bisa memanfaatkan usaha tempat parkir tersebut.

    2. Kos-kosan

    Jika tanah kosong berada dekat kawasan perkantoran atau perguruan tinggi, pemilik dapat mempertimbangkan bisnis kos-kosan. Kosan itu bisa disewakan kepada pegawai atau pelajar secara bulanan.

    Membangun kos-kosan awalnya membutuhkan modal yang cukup besar. Namun, bisnis ini akan menguntungkan dalam beberapa tahun ke depan.

    3. Kontrakan

    Mirip dengan kos-kosan, pemilik dapat menyediakan hunian dengan membangun rumah kontrakan. Bisnis kontrakan cukup menjanjikan karena banyak orang memilih untuk mengontrak mengingat harga tanah yang semakin tinggi.

    Itulah tips memanfaatkan tanah kosong buat berbisnis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com