Tag: kotor

  • Nggak Bisa Asal, Ini Cara Bersihkan Layar TV dengan Benar


    Jakarta

    Dari sekian banyak barang elektronik di rumah, TV merupakan salah satu yang perlu dijaga kebersihannya secara rutin. Sebab, debu dan kotoran sering menempel di layar dan bagian atas TV.

    Layar TV yang sudah berdebu tentu bikin tidak nyaman. Selain mengurangi kenyamanan saat menonton, layar TV yang penuh debu bisa memicu gangguan kesehatan jika terhirup ke dalam tubuh.

    Namun, membersihkan layar TV juga tidak bisa sembarangan. Jika dilakukan secara asal justru malah bikin rusak. Alhasil, TV kesayanganmu malah harus diservis karena tidak bisa menyala.


    Ingin tahu cara membersihkan layar TV dengan aman dan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Layar TV dengan Benar

    Membersihkan layar TV sebenarnya sangat mudah dan cepat, tapi harus dilakukan dengan benar. Kalau tidak, TV justru bisa rusak karena kemasukan air.

    Dikutip dari situs Real Simple, berikut cara membersihkan layar TV dengan benar:

    1. Matikan TV

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan TV terlebih dahulu. Pastikan TV sudah dicabut dari stopkontak sehingga tidak ada aliran listrik.

    Cara ini dilakukan demi menghindari TV rusak akibat terkena air. Di sisi lain, kamu juga terhindar dari sengatan arus listrik saat membersihkan layar TV.

    2. Lap Layar TV dengan Kain Lembut

    Bersihkan layar TV hanya dengan menggunakan kain lembut, seperti kain microfiber. Kain ini direkomendasikan untuk membersihkan layar karena bahannya lembut dan tidak menimbulkan goresan halus.

    Lakukan secara perlahan dengan mengelap layar TV dari bagian atas, lalu perlahan hingga ke bawah. Lap juga bagian sisi samping, atas, dan bawah TV karena debu sering menumpuk di area tersebut.

    Perlu diingat, hindari menyemprotkan air ke layar TV secara langsung. Sebab, layar TV berisiko mengalami kerusakan akibat terkena cipratan air.

    3. Lap Layar TV dengan Kain Basah

    Mengelap layar TV dengan kain microfiber memang bisa mengangkat debu, tapi cukup sulit untuk menghilangkan noda minyak atau kotoran yang menempel. Salah satu solusinya adalah menggunakan kain basah.

    Namun, cara ini juga harus dilakukan secara hati-hati. Pastikan yang dibasahi adalah kain microfiber, bukan menyemprotkan air secara langsung ke layar TV.

    Selain itu, siapkan juga satu kain microfiber kering. Fungsinya untuk mengelap layar TV agar air tidak masuk ke dalam komponen TV.

    Pastikan kain microfiber yang digunakan tidak terlalu basah. Peras kain hingga agak kering, baru setelah itu mengelap layar TV dengan perlahan.

    4. Hilangkan Goresan Halus dengan Air Suling

    Jika menemukan ada goresan halus di layar TV setelah dibersihkan, kamu bisa menggunakan air suling. Sebab, air ini tidak mengandung kotoran atau mineral seperti kalsium atau zat besi, sehingga tidak meninggalkan residu.

    Caranya dengan membasahi kain microfiber dengan air suling, lalu peras hingga cukup kering. Setelah itu, usap layar TV secara perlahan dari atas ke bawah. Jika sudah, lap layar TV dengan kain microfiber kering.

    Kalau masih ada goresan, basahi kain microfiber dengan 1/2 cangkir air suling dan 1/2 cangkir cuka. Peras kain hingga agak kering, lalu ulangi proses pembersihan di atas secara perlahan.

    Demikian cara membersihkan layar TV dengan aman dan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Kucing? Jangan Panik, Ini Biang Kerok & Cara Hilangkannya!


    Jakarta

    Memelihara hewan peliharaan seperti kucing tentu sangat menggemaskan. Namun, hewan berbulu ini terkadang mengeluarkan bau tak sedap ke seluruh rumah.

    Bau kucing ini mungkin sudah dianggap hal bias bagi pemilik rumah, tapi bagaimana jika ada tamu yang datang? Belum tentu mereka terbiasa mencium aroma tidak sedap itu.

    Ada sejumlah penyebab munculnya bau kucing hingga ke seluruh rumah. Jangan khawatir, aroma tersebut bisa diatasi dengan beberapa cara mudah.


    Ketahui penyebab muncul bau kucing di rumah dan cara mengatasinya dengan mudah dalam artikel ini.

    Penyebab Muncul Bau Kucing di Rumah

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya bau kucing di dalam rumah. Dilansir situs Furrbby, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa penyebabnya:

    1. Kotoran Kucing

    Faktor utama karena terdapat kotoran kucing di dalam rumah. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia. Campuran konsentrasi itu memicu bau yang kuat dan beraroma busuk.

    2. Kotak Pasir Jarang Dibersihkan

    Meski kucing sudah paham untuk buang air di kotak pasir (litter box), tetapi jika kotak pasirnya tidak dibersihkan maka bisa memicu bau tak sedap di dalam rumah. Apalagi jika kotoran sudah menumpuk dalam jumlah banyak, baunya terasa semakin menyengat.

    3. Bulu Kucing

    Kucing memiliki bulu yang mudah rontok. Jika bulu sudah rontok maka bisa cepat menyebar ke seluruh ruangan dan menempel di karpet, sofa, atau tempat tidur.

    Pada bulu kucing terdapat partikel mikroskopis yang merupakan sumber bau. Ketika bulu sudah menyebar ke seluruh ruangan maka bisa menimbulkan aroma tidak sedap.

    4. Tempat Tidur Kucing yang Sudah Kotor

    Apabila kucing di rumah memiliki tempat tidur sendiri, maka kain untuk alas tidurnya perlu dicuci secara berkala. Sebab, bulu-bulu dan sisa kotoran yang menempel bisa memicu bau tak sedap ke seluruh ruangan.

    Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah

    Bau kucing yang menyebar ke seluruh ruangan tentu bikin tidak nyaman. Dikutip dari The Spruce, berikut cara mudah menghilangkannya:

    1. Bersihkan Kotak Pasir

    Membersihkan kotak pasir kucing wajib dilakukan secara berkala. Semakin banyak anabul di rumah, maka perlu dibersihkan minimal setiap 2-3 hari sekali atau sebelum kotoran kucing menumpuk.

    2. Grooming Kucing

    Penting juga untuk membersihkan kucing dengan cara di-grooming. Kamu bisa membawa anabul kesayangan ke pet shop agar bisa dilakukan perawatan tubuh, seperti dimandikan, mencukur bulu, dan menggunting kuku.

    Pastikan juga makanan yang diberikan cocok dan aman sehingga tidak mengganggu pencernaan. Lalu, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, serta rutin membawanya ke dokter hewan untuk dicek kondisi kesehatan.

    3. Rajin Bersihkan Rumah

    Bulu-bulu kucing yang beterbangan di udara dapat menempel di karpet, sofa, hingga tempat tidur. Maka dari itu, pastikan rumah dibersihkan setiap hari, terutama pada area yang sering didatangi kucing karena kerap ditemukan banyak bulu.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi bau kucing yang tidak sedap di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kaca Jendela Kotor gegara Bekas Stiker? Begini Cara Menghilangkannya


    Jakarta

    Sisa lem bekas stiker bisa bikin jendela rumah tampak kotor. Hal ini tentunya bisa sedikit merusak tampilan rumah.

    Tak di kaca jendela, sisa lem bekas stiker terkadang juga ditemukan di permukaan kaca. Contohnya seperti di gelas atau toples kaca yang baru dibeli.

    Tapi jangan khawatir karena noda tersebut bisa dihilangkan. Gimana caranya? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Pakai Hair Dryer

    Sisa bekas stiker bisa dihilangkan dengan menggunakan hair dryer. Panas dari hair dryer bisa melunakkan perekat yang menempel pada kaca.

    Caranya, nyalakan hair dryer dengan suhu sedang sampai tinggi dan arahkan ke bekas stiker selama 1-2 menit. Bersihkan noda dan ulangi sampai noda benar-benar hilang.

    Cuka

    Selanjutnya cuka. Caranya dengan menghangatkan cuka lalu celupkan spons atau lap ke cuka dan letakkan di bekas stiker.

    Diamkan selama 5 menit. Ketika lem sudah agak renggang, gosok hingga hilang.

    Alkohol Gosok

    Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan alkohol gosok. Cairan ini berfungsi untuk melarutkan sisa stiker yang sulit dibersihkan dari permukaan kaca.

    Caranya dengan membasahi bola kapas dengan cairan alkohol gosok, lalu oleskan ke bekas lem stiker di permukaan kaca. Kemudian diamkan selama 10 menit dan bersihkan dengan kain microfiber kering. Jika masih ada sisa bekas stiker, ulangi langkah-langkah tersebut dengan bola kapas baru.

    Pakai Minyak Sayur

    Cara selanjutnya yaitu menggunakan minyak, seperti minyak sayur, margarin, butter, atau selai kacang. Tutupi sisa stiker dengan minyak dan tutup dengan plastic wrap, biarkan selama 30 menit.

    Setelah itu, buka plastik dan bersihkan sisa stiker. Agar lebih bersih, gunakan air sabun panas untuk membersihkan kaca dan keringkan dengan lap.

    Itulah beberapa cara membersihkan sisa lem stiker pada kaca jendela maupun permukaan kaca.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dapur Bisa Kinclong Lagi Cuma Pakai Minyak Kelapa, Begini Caranya


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area yang paling cepat kotor di rumah. Biasanya, dapur akan terasa lengket akibat cipratan minyak atau terdapat banyak noda karena bumbu masakan.

    Membiarkan dapur dalam keadaan kotor bisa menimbulkan aroma tidak sedap ke seluruh rumah. Selain itu, akan banyak hewan-hewan seperti tikus, semut, hingga kecoak yang muncul di dapur.

    Maka dari itu penting untuk membersihkan dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Dapur umumnya dibersihkan menggunakan sabun agar kembali bersih dan wangi.


    Namun, pakar kebersihan menemukan cara alami yang diklaim lebih efektif untuk membersihkan dapur, yakni menggunakan minyak kelapa. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.

    Manfaat Minyak Kelapa Untuk Bersihkan Dapur

    Dilansir The Spruce, Minggu (23/11/2025), pakar kebersihan Marla Mock mengatakan minyak kelapa sangat bagus digunakan sebagai pembersih dapur. Sebab, minyak ini mampu melumasi dan memoles peralatan dapur secara alami.

    “Produk ini dapat mengangkat kotoran, menghilangkan residu lengket, dan membuat permukaan dapur jadi mengilap tanpa menggunakan bahan kimia,” katanya.

    Mock membagikan beberapa tips membersihkan peralatan di dapur dengan menggunakan minyak kelapa. Simak di bawah ini:

    1. Kompor

    Mungkin detikers bertanya-tanya, “Kenapa membersihkan kompor yang penuh noda minyak malah pakai minyak kelapa?”

    Ternyata, minyak kelapa dapat mengatasi noda membandel sekaligus membuat kompor jadi terlihat bersih layaknya seperti baru. Caranya dengan membersihkan noda-noda membandel terlebih dulu dengan kain lembap yang ditambahkan sabun.

    Setelah seluruh noda terangkat, lap kembali kompor dengan kain lembap yang dicampur dengan minyak kelapa. Lap kompor secara menyeluruh hingga ke sudut-sudutnya.

    Setelah itu, gunakan lap kering untuk mengelap sisa-sisa noda yang masih tersisa di kompor. Voila! Kompor jadi lebih bersih dan kinclong.

    2. Lemari Dapur

    Lemari dapur juga patut dibersihkan secara berkala karena sering ditemukan banyak debu yang menumpuk. Untuk membersihkan lemari dapur ternyata cukup menggunakan minyak kelapa.

    Caranya mudah banget, cukup oleskan sedikit minyak kelapa ke permukaan lemari dapur secara merata. Tunggu sekitar 5 menit, baru kemudian dilap menggunakan kain microfiber kering secara perlahan.

    3. Wastafel

    Apabila wastafel di dapur terlihat kusam, coba bersihkan dengan minyak kelapa agar terlihat kinclong lagi. Cukup menuangkan sedikit minyak kelapa ke kain yang lembut, lalu gosok wastafel secara perlahan sampai terlihat mengilap.

    4. Noda Membandel

    Ada banyak noda membandel yang muncul di dapur, terutama di kompor dan dinding. Untuk mengatasinya, Mock menyarankan pakai minyak kelapa.

    “Oleskan minyak kelapa sedikit demi sedikit pada sisa noda yang lengket, seperti noda berminyak atau sisa makanan di meja dapur,” ujarnya.

    Setelah dilap, diamkan selama 5-10 menit agar minyak kelapa dapat bereaksi. Setelah itu, bersihkan noda dengan kain microfiber kering.

    Itulah segudang manfaat minyak kelapa untuk membersihkan dapur yang kotor. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com