Tag: kotor

  • 3 Bahan Sederhana Ini Bisa Bikin Kamar Mandi Bersih dan Wangi Lagi!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan area yang paling kotor di rumah. Jika tidak dibersihkan selama beberapa hari saja terkadang muncul noda kuning yang menempel di dinding dan lantai kamar mandi.

    Untuk mengatasi kotoran di kamar mandi umumnya menggunakan cairan pembersih yang dijual di pasaran. Kandungan bahan kimianya dapat mengatasi kotoran dengan cepat.

    Selain itu, kamu juga bisa menggunakan sejumlah bahan alami untuk membasmi kotoran di kamar mandi, yaitu soda kue, garam, dan minyak. Ketiga bahan ini dinilai efektif membasmi kotoran dan noda membandel.


    Ingin tahu cara pakai soda kue, garam, dan minyak untuk membersihkan kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Manfaat Soda Kue, Garam, dan Minyak untuk Basmi Kotoran

    Kombinasi antara garam, soda kue, dan minyak ternyata disebut ampuh untuk mengangkat kotoran, terutama kerak noda yang sulit hilang jika hanya disikat menggunakan cairan pembersih.

    Dilansir situs Times of India, garam berfungsi sebagai abrasif alami, mengangkat sisa sabun, endapan mineral, dan noda yang menempel di lantai dan dinding. Meski punya sifat abrasif, tetapi garam tidak merusak permukaan keramik atau logam.

    Sementara itu, soda kue bersifat basa dan ampuh untuk membersihkan kerak membandel, seperti kerak dapur dan lemak. Soda kue juga membantu mengatasi bau tak sedap karena dapat menetralkan asam, sehingga bermanfaat untuk kamar mandi dan saluran pembuangan air.

    Sedangkan minyak, terutama minyak kelapa dan minyak zaitun, memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu membunuh kuman yang menempel di kamar mandi. Di sisi lain, penggunaan minyak juga dapat meninggalkan kilauan pada keramik lantai.

    Cara Pakai Garam, Soda Kue, dan Minyak untuk Pembersih Kamar Mandi

    Agar efektif mengangkat noda dan kotoran yang menempel di kamar mandi, kamu bisa membuat scrub atau lulur dari ketiga bahan tersebut. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Campurkan soda kue dan garam secukupnya ke dalam wadah atau mangkuk yang bersih dan kering
    2. Aduk soda kue dan garam sampai merata
    3. Tambahkan minyak kelapa atau minyak zaitun sedikit demi sedikit hingga terbentuk pasta
    4. Agar lebih beraroma wangi, bisa tambahkan minyak esensial aroma lemon atau peppermint
    5. Jika sudah berubah bentuk menjadi lulur, tuang ke dalam stoples kedap udara
    6. Simpan stoples di tempat yang sejuk dan kering.

    Lulur yang berfungsi sebagai pembersih kamar mandi ini dapat digunakan hingga dua minggu ke depan. Jika lebih dari itu, sebaiknya membuat yang baru agar efektif mengangkat kotoran dan noda membandel.

    Untuk cara pakai lulur pembersih kamar mandi bisa berbeda-beda, tergantung dari perabotan yang ingin dibersihkan. Pada bagian wastafel dan keran, celupkan spons ke dalam lulur secukupnya, lalu bersihkan permukaannya secara merata, dan terakhir bilas dengan air.

    Agar noda kuning di lantai bisa hilang, kamu bisa mengoleskan lulur pembersih ini ke area yang kotor secara menyeluruh. Setelah itu, gosok dengan sikat gigi secara perlahan, lalu bilas pakai air hangat agar seluruh noda terangkat.

    Untuk mengatasi kerak yang menempel di kamar mandi, oleskan lulur pembersih ke bagian noda yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, gosok perlahan dengan sikat dan bilas dengan air.

    Demikian cara bersihkan kamar mandi hanya dengan tiga bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Seberapa Sering Jendela Rumah Perlu Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Jendela merupakan salah satu bagian dari rumah yang paling cepat kotor, terutama jendela bagian luar. Jika jarang dibersihkan, ada banyak partikel debu dan kotoran yang menempel di kaca jendela.

    Meski jendela bagian dalam tidak sekotor area luar, tapi bukan berarti jarang dibersihkan. Sebab, debu dan kotoran yang menumpuk dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah, seperti timbul kulit gatal dan gangguan pernapasan.

    Oleh sebab itu, penting untuk membersihkan jendela rumah secara berkala. Lantas, seberapa sering jendela harus dibersihkan? Simak penjelasan dari para ahli dalam artikel ini.


    Seberapa Sering Jendela Harus Dibersihkan?

    Jendela rumah memang perlu dibersihkan secara rutin. Namun, seberapa sering jendela harus dibersihkan?

    Dilansir situs Real Simple, jendela bagian luar rumah perlu dibersihkan dua kali dalam setahun. Artinya, kaca dan bingkai jendela dapat dibersihkan setiap enam bulan sekali.

    Lain halnya dengan jendela bagian dalam yang perlu dibersihkan secara berkala, terutama bagi pemilik rumah yang memiliki hewan peliharaan. Soalnya, bulu-bulu hewan bisa beterbangan dan menempel di kaca jendela.

    Selain itu, lingkungan rumah yang kotor dan penuh polusi membuat kaca jendela harus rutin dibersihkan agar tidak ada partikel debu yang menempel serta menumpuk hingga tebal.

    Disarankan untuk membersihkan jendela bagian dalam setiap sebulan sekali. Apabila tak sampai sebulan kacanya sudah kotor dan berdebu, maka jendela harus dibersihkan lebih sering lagi minimal dua minggu sekali.

    Waktu yang Tepat Membersihkan Jendela

    Ternyata, ada waktu tertentu untuk membersihkan jendela rumah. Pakar kebersihan dari AspenClean Alicia Sokolowski mengatakan waktu yang tepat untuk membersihkan jendela adalah saat pagi atau sore hari.

    “Pagi-pagi sekali atau sore hari adalah waktu terbaik, terutama untuk jendela eksterior,” kata Alicia.

    Alicia juga menyarankan untuk membersihkan jendela ketika cuaca sedang mendung. Mengapa demikian?

    “Hari yang mendung juga ideal. Hal ini untuk mencegah sinar matahari mengeringkan cairan pembersih terlalu cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga mengurangi goresan,” jelasnya.

    Pada intinya, Alicia mengimbau untuk menghindari sinar matahari langsung ketika membersihkan jendela. Sebab, cairan pembersih dapat menguap lebih cepat dan berisiko meninggalkan goresan.

    Hal Ini yang Bikin Jendela Harus Rutin Dibersihkan

    Selain karena memelihara hewan dan faktor lingkungan yang kotor, ada hal lainnya yang membuat jendela rumah harus rutin dibersihkan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut penyebabnya:

    1. Pohon dan Dedaunan

    Apabila halaman rumah ditumbuhi banyak pohon, bunga, semak, dan dedaunan maka jumlah serbuk sari, getah, serta kotoran lainnya dapat menempel di jendela. Kondisi ini membuat jendela akan cepat kotor meski sudah dibersihkan secara rutin.

    2. Aktivitas Serangga

    Munculnya serangga di rumah dalam jumlah banyak bukan pertanda baik. Sebab, aktivitas serangga seperti laba-laba dan cicak dapat mengotori jendela.

    Laba-laba bisa membuat sarangnya di bagian atas jendela atau di dalam gorden yang tebal. Sementara itu, cicak bisa membuang kotorannya secara sembarangan di kaca jendela, sehingga menimbulkan noda hitam kecil.

    3. Air Sadah

    Masih ada beberapa rumah yang menghadapi masalah terhadap air sadah. Kandungan mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air meninggalkan noda, terutama pada jendela setelah dibersihkan.

    Namun, masalah air sadah dapat ditangani dengan memasang sistem filter air. Fungsinya untuk mengurangi konsentrasi mineral yang ada di dalam air.

    Itulah penjelasan mengenai seberapa sering jendela rumah harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hindari 5 Hal Ini Kalau Rumah Kamu Nggak Mau Terlihat Kotor


    Jakarta

    Buat kamu yang sibuk sehingga tidak bisa punya banyak waktu untuk membersihkan rumah, bisa coba tips berikut ini. Sebab, ada beberapa hal di rumah yang justru bikin rumah kamu terlihat kotor.

    Adanya debu atau kotoran di rumah memang hal yang wajar terjadi. Namun, banyaknya debut juga bisa terjadi dari desain rumah yang dipilih.

    Nah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu hindari agar rumah tidak mudah terlihat kotor.


    Cat dengan Hasil Akhir Glossy

    Cat dinding dengan hasil akhir glossy memang cantik, namun hal itu bisa menarik kotoran. Sebab, cat glossy bisa lebih mudah menampakkan sidik jari, goresan, corengan.

    Lantai dan Kabinet Dapur Berwarna Gelap

    Lantai kayu berwarna gelap bisa menjadi pilihan jika rumah kamu memang memakai konsep yang ‘dark’. Namun, lantai kayu gelap bisa membuat rumah tampak kotor dan harus sering dibersihkan karena akan terlihat jelas jika ada kotoran, misalnya jika kamu memiliki rambut berwarna terang atau memakai sepatu di rumah.

    Tak hanya itu, kabinet di dapur yang berwarna gelap juga rentan membuat rumah tampak kotor. Hal itu karena sidik jari, minyak, dan debu lebih mudah terlihat kabinet warna gelap.

    “Pilih lemari dengan warna yang terang atau sedang untuk mencegah penumpukan debu yang terlihat dan pembersihan yang rumit,” kata Founder ADL Interiors Jacqueline Norrise, dikutip dari Real Simple, Minggu (7/7/2024).

    Kabinet Terbuka

    Memiliki kabinet terbuka memang stylish dan memudahkan dalam beraktivitas di dapur. Namun, hal itu juga bisa membuat debu menumpuk sehingga harus sering dibersihkan dan dirapikan.

    Gorden Berlapis-lapis

    Hindari pemakaian gorden dengan desain berlapis atau multi-layered karena cukup sulit untuk dibersihkan. Kamu bisa memilih gorden yang simple dan bisa dicuci di mesin cuci untuk memudahkan perawatan.

    Terlalu Banyak Dekorasi

    Dekorasi yang terlalu banyak kurang cocok untuk kamu yang tidak punya banyak waktu untuk membersihkan rumah. Norrise menyarankan untuk mengurangi dekorasi dan menggunakan hiasan yang berdampak saja.

    “Barang-barang dekoratif yang berlebihan akan menyebabkan seringnya dibersihkan dan selanjutnya berkontribusi terhadap kekacauan visual,” ujarnya.

    Itulah beberapa hal yang harus dihindari agar rumah kamu tidak terlihat kotor. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rambut Berserakan Bikin Rumah Gagal Estetik! Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah yang berpenghuni sudah tentunya mudah kotor karena berbagai aktivitas yang dilakukan di dalam. Nah, salah satunya kotoran sepele tapi dihasilkan setiap hari adalah helaian rambut rontok.

    Helaian rambut sering kali ditemukan berserakan di sekitar rumah, seperti pada lantai, kamar mandi, hingga karpet. Kalau dibiarkan, helaian rambut akan semakin banyak hingga mengganggu pemandangan, bahkan menimbulkan masalah lho.

    Lantas, apa saja masalah yang bisa timbul akibat rambut di rumah? Simak cara mengatasinya di sini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


    Cara Atasi Masalah Rambut di Rumah

    1. Saluran Mampet

    Rambut yang rontok di kamar mandi bisa masuk ke saluran air dan membuatnya mampet. Kamu bisa mencegahnya dengan menyisir rambut sebelum mandi. Lalu, gunakan penangkap saluran pembuangan yang bagus untuk menahan rambut.

    Kalau sudah terlanjur mampet, coba bersihkan rambut dalam saluran dengan pencapit dan gunting bila perlu. Jika belum berhasil, coba tuang soda kue, lalu cuka putih sulingan.

    2. Lantai Kotor

    Lantai menjadi tempat paling sering terlihat ada helaian rambut rontok. Bila dibiarkan rambut semakin banyak dan mengumpul di lantai.

    Saatnya mengatasinya dengan penyedot debu karena sekadar menyapu saja tidak cukup untuk membersihkan lantai secara optimal. Jadi, sapulah lantai dulu, kemudian sedot kotoran dengan penyedot debu.

    3. Karpet Berambut

    Rambut juga bisa menempel dan mengotori karpet. Membersihkan karpet dari rambut bisa cukup menantang meski sudah menggunakan penyedot debu.

    Supaya karpet bebas rambut, kamu bisa pakai botol semprot, air, pelembut kain, dan sikat berbulu kaku atau wiper karet yang fleksibel. Cukup isi botol semprot dengan air dan campurkan beberapa tetes pelembut kain.

    Semprotkan karpet untuk melembabkannya, lalu sikat atau kikis dengan alat pembersih yg terbuat dr karet untuk mengangkat dan mengumpulkan rambut. Setelah kapet kering, barulah pakai penyedot debu untuk menangkap sisa helai rambut.

    4. Baju Berbulu

    Rambut rontok juga bisa menempel pada pakaian. Helaian rambut pada lantai bisa menempel ke kaos kaki, lalu menempel pada pakaian lainnya ketika dicuci di mesin cuci.

    Kemudian, helaian rambut bisa terjerat ke pakaian, sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan penampilan. Sebaiknya kamu mengibaskan baju sebelum memasukkannya ke mesin cuci.

    Kamu bisa mencuci pakaian dalam batch kecil agar mesin tidak penuh. Lalu, kamu juga dapat mencuci kaos kaki secara terpisah untuk mencegah rambut terbawa ke mesin cuci.

    Itulah cara mengatasi masalah rambut di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Barang Dapur Ini Cepat Kotor, Sudah Kamu Bersihkan Belum?


    Jakarta

    Ruang dapur memang bagian rumah yang paling cepat kotor karena berbagai aktivitas memasak. Oleh karena itu, kamu harus sering membersihkan dapur biar nggak jadi sarang bakteri atau bikin noda makin sulit dihilangkan.

    Setelah memasak, pasti ada saja bekas minyak, lemak, bumbu masakan yang berceceran. Kalau nggak segera dibersihkan, bisa-bisa kotoran akan semakin susah dibersihkan.

    Nah, ternyata ada bagian-bagian di dapur yang paling sering kotor dan jarang dibersihkan, lho. Apa saja ya?


    Yuk, simak apa saja barang dapur yang sering kotor dan terlupakan, dikutip dari The Spruce, Senin (23/9/2024).

    1. Setiap Pegangan di Dapur

    Banyak peralatan di dapur memiliki tombol, pegangan, atau touchpad yang disentuh setiap kali digunakan. Ini termasuk pegangan kabinet, pegangan peralatan, dan panel kontrol.

    Sayangnya, seringkali kita lupa untuk membersihkan area ini saat kita membersihkan dapur. Khususnya, jika kita menyentuhnya saat memasak atau menangani makanan mentah.

    Oleh karena itu, penting untuk membersihkan pegangan, handle, dan touchpad ini setidaknya seminggu sekali dengan tisu disinfektan atau pembersih disinfektan.

    2. Wastafel

    Wastafel memang tempat untuk mencuci, tapi jangan salah, wastafel bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Apalagi di permukaannya seperti celah-celah tempat wastafel bertemu dengan meja, di sekitar saluran pembuangan, dan tutup pembuang sampah.

    Oleh karena itu, wastafel dapur sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan makanan, pencucian piring, atau setidaknya sekali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan pegangan, keran, dan area di sekitar wastafel.

    Semua percikan saat mencuci makanan yang terkontaminasi akan menempel di sana. Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai.

    3. Spons, Sikat, dan Kain Lap Piring

    Dalam upaya untuk mengurangi penggunaan tisu dan dampaknya pada lingkungan, banyak rumah menggunakan spons selulosa, sikat gosok wastafel, dan kain lap dapur.

    Sayangnya, spon dapur dan sikat pembersih bisa menyimpan tingkat bakteri yang tinggi jika tidak dibersihkan dengan benar. Jika kamu menggunakan produk-produk ini, mereka harus dicuci dengan air panas setelah setiap persiapan makanan atau sesi pembersihan.

    Sikat gosok wastafel dan sayuran bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan benar setiap kali digunakan.

    4. Kulkas

    Kulkas yang berfungsi mendinginkan makanan tetap bisa ditumbuhi bakteri berbahaya, lho! Makanan seperti buah dan sayuran harus disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan cepat.

    Namun, laci kulkas perlu dicuci secara berkala untuk menghindari kontaminasi di masa depan. Kelebihan makanan atau cairan makanan bisa tertinggal di laci dan di sekitar rak-rak kulkas.

    Untuk menghilangkan bakteri, ragi, dan jamur yang mungkin tumbuh, keluarkan laci atau rak kulkas secara berkala dan bersihkan dengan detergen ringan dan air panas atau hangat. Keringkan dengan lap bersih atau tisu kertas.

    5. Talenan

    Talenan, terutama yang terbuat dari kayu, sering memiliki celah-celah kecil yang bisa menyimpan bakteri. Penting untuk memiliki setidaknya dua talenan terpisah: satu untuk buah dan sayuran, dan satu untuk daging.

    Cuci talenan setiap kali digunakan dengan air panas dan sabun, dan bilas dengan air panas. Keringkan dengan tisu kertas atau kain dapur bersih.

    Jangan biarkan talenan menetes hingga mengering karena bakteri menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Kamu juga bisa memilih talenan yang bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan cermat.

    6. Mesin Pembuat Kopi, Blender, & Alat-Alat Kecil

    Alat-alat, seperti mesin pembuat kopi dan blender, bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri, ragi, dan jamur untuk tumbuh. Beberapa alat kecil harus dibersihkan setelah setiap penggunaan.

    Setidaknya sekali seminggu, bongkar dan bersihkan alat-alat kecil secara menyeluruh. Beberapa komponen aman untuk dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring, dan yang lain harus dicuci dengan air panas dan sabun, lalu dibilas dengan air panas dan dikeringkan dengan benar.

    Rutinitas pembersihan yang sama juga harus diterapkan pada alat, seperti pembuka kaleng, sendok takar, dan cangkir.

    7. Kotak Makan, Tas Belanja, & Botol Air

    Setiap kali kamu menggunakan kotak makan, tas belanja, atau botol air yang bisa digunakan kembali, ada potensi kontaminasi silang oleh bakteri, kecuali jika telah dibersihkan dengan benar.

    Kotak makan harus sepenuhnya dibongkar dan dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring atau dicuci dengan air panas, dibilas dengan air panas, dan dikeringkan sepenuhnya.

    Sebagian besar kotak makan dan tas belanja yang dapat digunakan kembali bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci pakaian untuk membersihkan dengan cermat.

    8. Meja Dapur

    Meja dapur seringkali digunakan untuk meletakkan dompet, tas belanja, dan barang lainnya, selain menjadi tempat untuk menyiapkan makanan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyiapkan makanan atau setidaknya sekali sehari.

    Hindari menggunakan spons atau kain lap piring yang sudah digunakan karena benda-benda tersebut mungkin menyimpan bakteri dan kuman.

    Luangkan waktu untuk membersihkan sudut-sudut, di bawah alat-alat kecil, dan sepanjang pinggiran antara kompor atau kulkas dan meja dapur setidaknya seminggu sekali.

    9. Wadah Bumbu Dapur

    Wadah bumbu dapur, seperti garam dan merica, sering digunakan dan sering disentuh selama persiapan makanan. Bersihkan wadah tersebut dengan hati-hati dengan tisu disinfektan setelah setiap persiapan makanan dan bersihkan secara menyeluruh setiap minggu.

    Itulah beberapa barang dapur yang mesti rajin kamu cuci ya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu meringankan pekerjaan mencuci pakaian. Namun, seperti peralatan lainnya, mesin cuci juga bisa mengalami masalah.

    Salah satu masalah umum yang dialami adalah pengering mesin yang tidak berputar. Kondisi ini tentu bisa mengganggu proses mencuci, sebab pakaian yang tidak dikeringkan dengan baik akan memakan waktu lama untuk di jemur. Mungkin beberapa penyebab pengering mesin cuci tidak berputar adalah berikut ini.

    Penyebab Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar

    Umumya, pengering mesin cuci yang tidak berputar disebabkan karena masalah kecil yang bisa diatasi sendiri. Mengutip laman Mr Appliance dan Asurion, berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.


    1. Ada Benda Kecil Terselip

    Mengosongkan kantong pakaian sebelum mencuci terkadang terlupakan. Sehingga, barang kecil seperti koin atau kartu kredit bisa masuk ke tabung pengering dan menyebabkannya berhenti berputar. Bisa jadi juga ada pakaian yang berukuran kecil seperti kaus kaki yang terselip di bagian luar tabung.

    Coba periksa ruang antara tabung pengering dan wadahnya. Pastikan tidak ada benda yang terselip.

    2. Kait Pintu Pengering Rusak

    Penyebab selanjutnya adalah kait pintu rusak. Kondisi ini bisa membuat mesin cuci tidak bisa mendeteksi bahwa pintunya tertutup dan elemen pemanas dan tabung tidak bekerja.

    Apakah pintu pengering suka terbuka tiba-tiba aau tidak bisa menutup sepenuhnya? Jika iya berarti kemungkinan kait pintunya rusak.

    3. Bagian dalam Pengering Kotor

    Serabut atau kotoran lainnya bisa masuk ke tabung pengering. Tanda-tandanya adalah bau apek atau terbakar karena pengering tidak berfungsi dengan baik. Ketika kotoran menumpuk, mesin bisa berhenti fungsi secara normal.

    Periksa tabung pengering dan keluarkan kotoran. Jika tabung pengering bersih, maka mesin akan berfungsi kembali,

    4. Sabuk Penggerak Terputus

    Penyebab lain dari mesin pengering yang tidak berputar adalah sabun penggerak yang rusak. Fungsi dari sabuk penggerak adalah memutar tabung pengering. Jika sabuk putus, maka pengering tidak bisa berputar.

    Coba putar drum secara manual. Jika ada sedikit atau tidak adanya hambatan saat memutarnya, mungkin sabuk penggerak tidak berfungsi.

    5. Bantalan Drum Sudah Aus

    Bantalan drum adalah bagian yang menyangga bagian belakang drum. Saat sabuk pengering dilepas, coba putar drum manual dengan tangan. Jika drum macet atau berderit, kemungkinan bantalan rusak atau aus dan membebani motor. Jadi, sudah saatnya kamu mengganti bantalan tersebut.

    6. Motor Penggerak Pengering Rusak

    Motor yang rusak tidak memungkinkan drum pengering berputar. Jika motor rusak akan terdengar suara geraman atau dengungan saat menyalakan cucian. Motor juga bisa mati total di tengah pencucian.

    7. Rol Drum Aus

    Rol drum adalah roda kecil yang menahan drum ditempatnya saat berputar. Jika drum tersangkut atau tidak bisa berputar bebas, mungkin rol sudah aus. Coba buka pengering dan lihat dinding belakangnya. Jika ada celah antara drum dan dinding, mungkin kamu perlu memasang rol drum yang baru.

    Itulah beberapa penyebab tidak berputarnya pengering mesin cuci. Pastikan juga kamu sudah memastikan kabel listrik mesin cuci mendapat aliran listrik dengan baik ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! 8 Faktor yang Membuat Jendela Harus Sering Dibersihkan


    Jakarta

    Jendela merupakan komponen penting di rumah. Jendela menjadi tempat penyediaan sumber udara segar serta cahaya alami yang sangat melimpah serta memberikan pandangan ke dunia luar.

    Agar jendela tampak bersih mengkilat, sebaiknya membersihkan jendela secara menyeluruh dalam kurun waktu enam bulan sekali, untuk menghilangkan debu serta kotoran yang tertinggal. Frekuensi pembersihan jendela tergantung beberapa faktor, seperti keberadaaan pohon, serangga, anak-anak, serta hewan peliharaan, dan cuaca setempat. Berikut ini informasinya.

    Kabut Asap atau Polusi

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Selasa (22/10/2024), rumah yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi mungkin sadar, bahwa mereka harus membersihkan jendela secara berkala daripada orang yang memiliki rumah di daerah polusi rendah.


    Ini dikarenakan polutan di udara berkumpul dan menumpuk pada rangka dan kaca jendela. Kamu yang tinggal di daerah dengan polutan tinggi harus mempertimbangkan jadwal pembersihan secara menyeluruh sebanyak tiga kali dalam setahun.

    Anak-anak serta Hewan Peliharaan

    Bila kamu memiliki anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, sebaiknya rencanakan pembersihan jendela secara menyeluruh dan lebih sering dibandingkan orang lain yang tidak memiliki keduanya. Sebab, anak-anak kerap menyentuh kaca dengan tangan yang bisa saja meninggalkan jejak. Begitu pula dengan hewan peliharaan, bisa saja memegang jendela dengan kaki yang kotor.

    Air Sadah

    Sebagian rumah menghadapi masalah terhadap air sadah. Kandungan mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air meninggalkan noda pada jendela selepas dibersihkan. Hal ini dapat mempengaruhi frekuensi pembersihan.

    Meski demikian, pada umumnya masalah air sadah bisa ditangani dengan memasang sistem filter air di seluruh rumah guna mengurangi konsentrasi mineral yang ada di dalam air.

    Pohon dan Dedaunan

    Jika pohon, bunga, semak, dan dedaunan berada di sekitar jendela, maka jumlah serbuk sari, getah, serta kotoran lainnya yang menempel pada jendela akan menjadi semakin banyak. Maka dari itu, jendela yang di sekitarnya terdapat pohon dan dedaunan lain perlu dibersihkan secara rutin dibanding jendela yang jauh dari sumber getah dan serbuk sari.

    Material Jendela

    Jenis dan bahan jendela yang sering digunakan untuk membuat rangka jendela dan ambang jendela harus dicermati saat menentukan seberapa sering jendela harus dibersihkan. Sebagian besar jendela dengan kaso membutuhkan lebih sedikit pembersihan dibanding jendela tanpa kaso, karena kaso dapat menghalangi debu dan kotoran serta aktivitas serangga.

    Rangka jendela dari vinil, alumunium, dan fiberglass tidak sulit untuk dicuci dan dijaga kebersihannya dibandingkan rangka kayu, yang wajib diwarnai atau dicat guna mencegah kelembapan, rangka jendela yang terbuat dari kayu juga harus dibersihkan secara rutin supaya terbebas dari kotoran.

    Jarak dengan Lalu Lintas

    Kendaraan mengeluarkan kotoran dan debu ketika melaju kencang, sehingga dapat menciptakan awan-awan kecil yang diakibatkan dari serpihan.

    Bila rumah kamu terletak di daerah yang jauh dari riung-riung kendaraan mungkin lebih rendah jendela kotor karena kendaraannya, tetapi jika rumah terletak pada sekitar jalan raya yang ramai dan padat dapat meningkatkan frekuensi pembersihan pada jendela.

    Cuaca Lokal

    Cuaca yang cerah dengan hembusan angin yang sedikit adalah tempat terbaik untuk menjaga jendela tetap bersih, tetapi terkadang cuaca tenang ini tidak berlangsung lama. Angin yang kencang menghempaskan debu dan serbuk sari ke arah rumah, sedangkan hujan dan salju dapat meninggalkan bercak yang bisa menghalangi pencahayaan alami.

    Begitu pula dengan salju yang turun dan serpihan lainnya dapat menempel di jendela akibat mobil yang lewat dan bajak salju, hal ini biasanya membuat jendela harus lebih sering lagi untuk dibersihkan ketika cuaca buruk.

    Aktivitas Serangga

    Keberadaan serangga di sekitar rumah kamu bukanlah hal yang bagus. Aktivitas serangga yang tinggi bisa dengan cepat membuat kotor jendela karena adanya sarang laba-laba atau kotoran serangga dan sarang yang muncul di sekitar jendela.

    Bila kamu mendapati aktivitas serangga yang tinggi di sekitar jendela, kamu harus mengatasi masalah tersebut sembari membersihkan jendela dengan lebih sering guna memastikan jendela selalu bersih dan terbebas dari serangga.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com