Tag: kotor

  • 8 Penyebab AC Keluar Air, Bisa Jadi Tanda Kerusakan


    Jakarta

    Pernahkah kamu mendapati lantai basah karena tetesan air dari unit AC di rumah? Kebocoran AC tentu akan menjadi masalah yang mengganggu.

    Hal ini juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan dari AC. Ketahui beberapa penyebab AC keluar air berikut ini.

    Penyebab AC Keluar Air

    AC yang mengeluarkan air bisa disebabkan karena berbagai masalah seperti saluran pembuangan tersumbat, filter udara yang kotor, serta kumparan evaporator beku. Berikut penjelasannya mengutip salah satu laman produsen AC, Service Champion, dan ARS Rescue Rooter.


    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat mencegah AC mengosongkan wadah pembuangan dengan benar. Wadah pembuangan bisa tersumbat oleh kotoran atau serpihan yang menumpuk. Hal ini membuat air rentan berbalik dan menimbulkan kebocoran.

    Kamu bisa membersihkannya dengan vacuum cleaner basah atau kering. Tapi hati-hati agar tidak merusak unit HVAC (Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning).

    2. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan membatasi aliran udara di atas kumparan evaporator, sehingga menyebabkan kondensasi dan kebocoran air. Sebagai informasi, menurut detikEdu, kondensasi merupakan proses perubahan uap air di udara menjadi butiran air.

    3. Tingkat Refrigeran Rendah

    Kadar refrigeran yang rendah membuat kumparan evaporator menjadi terlalu dingin. Hal ini menyebabkan kumparan membeku dan basah saat mencair. Adapun tanda-anda lain dari kadar referigeran yang rendah adalah suara gemericik atau mendesis dan pendinginan yang tidak efektif.

    4. Pemasangan AC yang Tidak Tepat

    AC yang dipasang dengan cara yang salah atau saluran pembuangan yang tidak dikonfigurasi dengan benar bisa menyebabkan masalah drainase dan kebocoran air. Jadi, pastikan kamu meminta bantuan tenaga profesional ketika memasang AC.

    5. Wadah Pembuangan Rusak

    Wadah pembuangan sangat penting untuk mengalirkan kondensat berlebih. Jika wadah pembuangannya rusak, aliran air akan terhalang dan bisa menyebabkan kebocoran air.

    6. Kumparan Evaporator Beku

    Seiring berjalannya waktu, kumparan evaporator bisa tersumbat. Bukannya mendinginkan udara panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, kumparan tersebut kotor dan melambat karena zat pendingin ak bisa melewati kumparan ke dalam unit.

    Tanpa panas yang diserap, kumparan menjadi semakin dingin dan membeku. Es yang mencair dengan cepat memenuhi wadah pembuangan dan menyebabkan kebocoran air.

    7. Isolasi Rusak

    Isolasi dalam AC membantu mengurangi jumlah kondensasi yang dihasilkan. Jika ada kerusakan seperti berlubang atau retak. AC tidak bisa berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan kebocoran. Kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa bagian AC membeku.

    8. Saluran Pembuangan Terputus

    Kebocoran AC juga bisa disebabkan karena saluran pembuangan yang terputus. Wadah pembuangan menyalurkan air ke saluran pembuangan, namun sambungan yang terputus membuat air bocor ke mana mana. Perlu diketahui, sistem AC yang mengalami kebocoran air akibat saluran pembuangan air yang bermasalah memerlukan perhatian profesional untuk memperbaikinya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Ribet, Ini 5 Tips Kamar Tidur Semerbak Wangi


    Jakarta

    Kamar tidur yang wangi tentu menjadi dambaan banyak orang. Kamar tidur yang wangi bisa membuat tubuh menjadi relaks dan menenangkan pikiran.

    Kamu nggak perlu pusing-pusing membuat kamar tidur menjadi wangi. Sebab, caranya cukup mudah! Bahkan hal-hal yang mungkin sepele bisa membuat kamar tidur menjadi wangi.

    Nah, dilansir berbagai sumber, berikut ini cara membuat kamar tidur semerbak wangi.


    Tips Kamar Tidur Wangi

    1. Buka Jendela

    Salah satu satu cara untuk membuat kamar tidur menjadi wangi adalah membuka jendela dan membiarkan angin segar masuk ke dalam. Namun, untuk kamu yang tinggal di area padat penduduk atau dekat jalan raya bisa diperhatikan waktu-waktu untuk membuka jendela, misalnya pada pagi hari sebelum banyak kendaraan berlalu lalang.

    2. Sering Cuci Seprai

    Untuk membuat kamar tidur wangi, kamu bisa mencuci seprai secara teratur. Sebab, seprai menyerap keringat dan minyak tubuh saat sedang tidur.

    Dilansir dari The Spruce, kamu bisa mencuci seprai setiap minggu. Apabila kamu punya hewan peliharaan dan sering main di kasur kamar, sebaiknya seprai dicuci le sering.

    Tak hanya seprai, sebaiknya gorden yang ada di kamar juga rutin dicuci. Dilansir dari Apartment Therapy, setidaknya cuci gorden beberapa bulan sekali agar tetap bersih dan wangi.

    3. Buang Sumber Bau dari Kamar Tidur

    Langkah selanjutnya adalah membuang sumber bau yang ada di kamar, misalnya mengosongkan tempat sampah. Sebaiknya, jangan membuang sampah makanan atau sampah yang dapat menimbulkan bau tak sedap di kamar. Selain itu, cuci pakaian dan linen yang bau sesegera mungkin.

    4. Bersihkan Kamar Tidur

    Ternyata bau tak sedap tidak hanya datang dari pakaian kotor maupun sampah, tetapi juga dari debu. Maka dari itu, penting untuk membersihkan kamar dari debu.

    “Bau tidak hanya datang dari penyebab yang jelas (misalnya sepatu kets yang sudah usang). Debu dari serpihan kulit dapat membuat kamar tidur berbau tidak sedap,” kata editor Solved, Millie Hurst, dikutip dari Homes & Gardens.

    “Kamu mungkin terkejut mengetahui bahwa debu sebenarnya berbau, tetapi mencegah debu di kamar tidur kamu akan membantu menghilangkan bau tidak sedap,” tuturnya.

    5. Gunakan Pengharum Ruangan

    Salah satu cara untuk membuat kamar tidur wangi adalah menggunakan pengharum ruangan. Pengharum ruangan yang bisa digunakan bermacam-macam, misalnya lilin aromaterapi, reed difuser, semprotan aerosol, dan lainnya.

    Nah, saat memilih wewangian, sebaiknya jangan pilih yang mengandung bahan kimia atau aroma keras yang dapat mengganggu tidur kamu.

    “Kita semua menginginkan kamar tidur yang wangi tanpa menimbulkan gangguan tidur. Carilah semprotan atau wewangian ruangan ruangan yang menggunakan minyak alami atau esensial,” tutur cleaning expert di Spekless Cleaning, Karina Toner, dikutip dari Homes & Gardens.

    Kamu bisa mencoba wewangian dengan aroma lavender, chamomile, vanila, atau yang lainnya untuk menciptakan suasana yang menenangkan.

    Hal yang Membuat Kamar Bau Tak Sedap

    Lumut dan Jamur

    Dilansir dari Love to Know, tempat yang lembap akan menimbulkan jamur atau lumut yang akan menimbulkan bau tidak sedap. Jamur biasanya ditemukan di langit-langit atau jendela. Jika menemukan jamur atau lumut di kamar tidur, segera mengambil tindakan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

    Debu

    Debu menjadi salah satu penyebab bau tidak sedap di kamar tidur. Debu terbentuk dari kotoran, bakteri, dan lain sebagainya sehingga membuat udara kamar menjadi tidak sehat untuk penghuni rumah.

    Gunakan kain microfiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu, buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    Saluran Udara yang Kotor

    Saluran udara yang kotor mempengaruhi kualitas udara di suatu ruangan. Ventilasi yang kotor dapat menimbulkan banyak masalah, seperti bau tidak sedap. Bersihkan saluran udara secara rutin untuk mendapatkan kualitas udara yang segar.

    Filter Pendingin Udara Tersumbat

    Penting untuk memeriksa filter AC secara teratur, karena filter tersebut menangkap semua kotoran dan debu yang tidak diinginkan di rumah. Saat filter tersumbat, filter akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Jika mencium bau yang tidak sedap, cobalah untuk membersihkan atau mengganti filter AC di kamar tidur kamu.

    Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Keringat merupakan penyebab utama bau tidak sedap di kamar tidur, mulai dari keringat yang diserap sprei hingga pakaian olahraga yang berkeringat. Perhatikan keranjang dan perlengkapan tidur kamu.

    Segera cuci pakaian kotor dan menyimpan keranjang di kamar mandi atau di ruang cuci. Hal ini akan menghindarkan kamar tidur mengalami bau yang tidak sedap.

    Itulah beberapa tips untuk membuat kamar tidur wangi dan penyebab kamar bau tak sedap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Sering Tercium Bau Tak Sedap? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Pernah nggak kamu merasa kamar kamu bau apek, bau keringat, atau terasa pengap? Biasanya kondisi kamar seperti ini karena sirkulasi udara yang kurang sehingga bau dan panas terperangkap di dalam.

    Kondisi seperti tadi membuat suasana kamar tidak nyaman. Tanpa kamu sadari kondisi kamar yang bau dan pengap ini juga mempengaruhi kualitas tidur dan kondisi kesehatan kamu.

    Untuk mengatasinya, kamu perlu mencari tahu apa penyebab kamar kamu sering tercium bau tak sedap karena kurangnya sirkulasi udara bukan satu-satunya alasan. Dilansir Love to Know, berikut beberapa penyebab kamar tidur berbau tak sedap.


    1. Noda dan Bekas Tumpahan

    Membawa makanan ke dalam kamar terutama hingga ke kasur memang harus hati-hati. Selama kamu tidak membuat kotor area kamar, sebenarnya kamar kamu tidak akan begitu berbau.

    Beda halnya, jika kamu tidak hati-hati, makanan mudah tumpah hingga meninggalkan noda, bau, dan rasa. Cara mengatasinya tidak lain adalah membersihkan noda tersebut. Apabila tidak bisa diusap dengan kain, maka kamu harus menggantinya dengan yang baru. Bersihkan juga area karpet dan furniture kamar tidur secara rutin.

    2. Debu

    Debu adalah pemicu utama bau tak sedap muncul di rumah. Seberapa keras kamu membersihkannya, debu pasti muncul lagi. Maka dari itu, setidaknya sehari sekali kamu perlu membersihkan kamar agar tidak muncul bau tak sedap.

    Kamu bisa gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu. Jangan lupa untuk buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    3. Ventilasi Udara yang Kotor

    Jika di kamar kamu memiliki ventilasi, kamu perlu mengecek area ini. Letaknya yang berada di atas terkadang luput saat kamu bersih-bersih. Ventilasi udara yang kotor dapat menimbulkan banyak masalah, seperti bau tidak sedap. Bersihkan saluran udara secara rutin untuk mendapatkan kualitas udara yang segar.

    4. Jamur atau Lumut

    Apabila kamar tidur jarang dibersihkan, biasanya jamur mudah sekali muncul dan berkembang di sana. Pertumbuhan jamur biasanya menimbulkan bau. Bahkan kemunculan jamur seperti di plafon juga berbahaya bagi kesehatan. Selain karena kamar yang jarang dibersihkan, udara yang lembap juga mempercepat pertumbuhan lumut dan jamur di rumah.

    5. Tanaman Hias

    Sebenarnya tanaman memiliki banyak manfaat. Tetapi jika kamu salah memiliki jenis tanaman, justru jadi boomerang bagi kamu. Tanaman tersebut bukannya memberikan manfaat, justru membuat kamar jadi bau. Biasanya ini karena kamu salah merawatnya sehingga tanaman jadi busuk dan berbau.

    6. Filter Pendingin Udara Tersumbat

    Jika kamu memakai pendingin udara atau AC, coba cek apakah kondisi filter pendinginnya kotor atau tidak. Filter pendingin yang kotor ternyata bisa menimbulkan bau tak sedap di kamar karena penumpukan debu.

    7. Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Pemicu lainnya kamar jadi sering berbau adalah banyak pakaian kotor yang tidak disimpan di tempat khusus, justru diletakkan sembarangan di dalam kamar. Bau keringat, polusi, atau pasir yang menempel di baju tercium di seluruh kamar. Biasakan untuk meletakkan baju kotor di tempat yang benar bukan diletakkan di kamar begitu saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 5 Penyebab Laba-laba Bikin Sarang di Rumah



    Jakarta

    Sarang laba-laba biasanya muncul di pojok langit-langit rumah. Jika ini terjadi tentu kamu harus membersihkannya.

    Jika kamu tidak ingin sarang laba-laba terus muncul di rumah, maka perlu diketahui apa penyebab laba-laba bisa masuk dan membuat sarang di rumah. Dengan demikian kamu dapat mencegah hal ini terjadi.

    Melansir bob vila, ini beberapa penyebab laba-laba bisa bersarang di rumah kamu.


    Akses Masuk yang Mudah

    Laba-laba dapat masuk dengan mudah ke dalam rumah melalui retakan, lubang, celah pintu, jendela, dan lantai rumah kamu. Cara terbaik untuk mencegahnya masuk dengan menghilangkan atau menutup celah atau retakan yang memungkinkan laba-laba masuk.

    Perhatikan akses kabel yang tersambung ke dalam rumah, bisa jadi hal ini merupakan akses mudah untuk laba-laba masuk ke dalam rumah.

    Ruangan yang Kotor dan Jarang Dibersihkan

    Laba-laba suka bersembunyi di tempat yang gelap, berdebu, dan kotor. Membersihkan rumah secara teratur akan mengusir laba-laba yang sudah membuat sarang di rumah kamu dan mencegahnya untuk kembali.

    Bersihkan debu di sudut yang tinggi dan rendah yang memungkinkan laba-laba untuk bersarang. Semakin bersih rumah, semakin kecil kemungkinan kamu akan melihat laba-laba di rumah.

    Adanya Persediaan Makanan Laba-laba

    Laba-laba memakan serangga, sehingga apabila di rumah kamu banyak serangga, hal ini membuat laba-laba makin senang dan nyaman untuk bersarang.

    Periksa rumah untuk mencari sumber air, tempat bersembunyi serangga atau wadah makanan hewan peliharaan yang terbuka. Jika sudah membersihkan dan membuang persediaan makanannya, kamu juga dapat menyingkirkan laba-laba dari rumah.

    Kondisi Cuaca di Lingkungan

    Laba-laba menyukai tempat gelap dan nyaman. Jika cuaca di luar rumah dingin, laba-laba kemungkinan akan masuk ke dalam rumah untuk menghangatkan diri dan merasa nyaman, begitupun sebaliknya. Beberapa laba-laba juga lebih menyukai tempat yang lembap dan ada juga yang menyukai tempat kering.

    Membawa Masuk Tanpa Sengaja

    Laba-laba memang pandai bersembunyi dan biasanya mereka menumpang pada furniture, sayuran dan hewan peliharaan kamu. Perlu untuk memeriksa dan membersihkan diri setelah dari luar rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Harus Dibersihkan Setiap Hari Agar Rumah Tetap Nyaman


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi memberikan kenyamanan bagi penghuni rumahnya. Nah, ada baiknya membersihkan rumah secara rutin kalau mau rumah selalu bersih.

    Membersihkan seisi rumah setiap hari bisa cukup melelahkan. Namun, kamu sebenarnya tidak harus membersihkan semuanya setiap hari kok. Hanya ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pastikan bersih setiap hari.

    Dengan membersihkan bagian-bagian ini setiap hari, maka kamu bisa mengurangi beban bersih-bersih ke depannya. Yuk, simak apa saja yang perlu dibersihkan setiap hari, dikutip dari Good Housekeeping.


    5 Hal yang Perlu Dibersihkan Setiap Hari di Rumah

    Inilah beberapa hal yang harus sering kamu bersihkan supaya rumah selalu terlihat kinclong.

    1. Meja Dapur

    Meja dapur biasanya cepat kotor lantaran jadi tempat buat masak dan menyimpan makanan. Tak jarang ada tumpahan atau remah-remah makanan yang terjatuh ke meja dapur. Nah, sebaiknya bersihkan meja dapur setiap hari supaya bebas dari sisa makanan dan bahan masakann.

    2. Piring Kotor

    Jika kamu setiap hari makan di rumah, piring kotor bekas digunakan perlu segera dibersihkan. Sebab, sisa makanan yang menempel pada piring bisa mengundang serangga. Langsung mencuci piring kotor setelah digunakan akan mencegah pekerjaan menumpuk di kemudian hari.

    3. Wastafel Dapur

    Meski sering tersiram air dan sabun, wastafel dapur juga harus dibersihkan setiap hari lho. Sebenarnya ada kotoran yang tertinggal dan bakteri yang menempel pada dinding wastafel.

    4. Lantai yang Cepat Kotor

    Ada ruangan yang lebih cepat kotor dibandingkan ruangan lainnya, misalnya di dapur atau ruang makan. Saat memasak, mungkin kamu menjatuhkan atau meneteskan bahan makanan. Lalu, bisa kemungkinan kamu menjatuhkan makanan ketika makan malam di ruang makan.

    Tak perlu repot, kamu bisa membersihkan lantai dengan cepat. Kamu cukup menyapu lantai setelah selesai makan atau memasak.

    5. Dinding Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan ruangan yang sering digunakan oleh penghuni rumah. Oleh karena itu, sebaiknya membersihkan kamar mandi setiap hari, terutama pada area dinding.

    Disarankan untuk membersihkan ubin dinding menggunakan alat pembersih kaca setiap kali selesai mandi. Langkah ini membantu mengeringkan dinding, sehingga mencegah timbulnya noda jamur serta mengurangi waktu bersih-bersih ke depannya.

    Itulah hal yang perlu kamu bersihkan setiap hari supaya rumah selalu terlihat bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bersihkan Sofa Basah yang Terendam Banjir


    Jakarta

    Sofa memiliki bahan yang lembut, halus, dan mudah menyerap air. Perabotan satu ini harus tetap kering agar tekstur dan warnanya tetap terjaga dan tahan lama.

    Namun, pasti ada beberapa pengguna yang rumahnya kebanjiran sehingga meninggalkan noda pada permukaan sofa dan harus segera dibersihkan.

    Cara membersihkan sofa, tidak sama dengan pakaian yang bisa asal direndam dan disikat. Ukurannya jauh lebih besar dan bahan pelapis berbeda dari kain biasanya sehingga harus menggunakan cara khusus agar saat sudah bersih tetap bagus tampilannya tanpa kusut dan meninggalkan noda.


    Dilansir Ideal Home, menurut Margaret Larson dari Sustainable Furniture, sebaiknya sebelum membersihkan sofa, kamu melakukan patch test atau uji tempel terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada sofa.

    “Sebelum membersihkan sofa, pastikan kamu melakukan patch test dengan menggunakan produk kebersihan atau alat kebersihan pada bagian kecil di sofa. Pastikan area ini tersembunyi jadi apabila terdapat kerusakan tidak terlalu kelihatan. Perhatikan pada warna yang hilang atau tekstur aneh. Jika hal itu muncul jangan gunakan produk tersebut ke seluruh sofa,” ujarnya, dikutip dari Ideal Home, Senin (25/12/2023).

    Cara Membersihkan Sofa yang Kotor Terendam Banjir

    1. Keringkan dengan Vacuum Cleaner

    Sofa kurang disarankan untuk dijemur ketika basah. Sebab, sinar matahari langsung dapat memudarkan warna sofa, membuat kain kusut dan menciut, serta merusak bagian jok. Lebih baik, kamu gunakan vacuum cleaner yang khusus untuk menyedot air. Alat ini juga ampuh untuk menghilangkan noda.

    2. Cara Hilangkan Noda dan Bau

    Sofa yang terendam banjir bisa saja muncul bau tidak sedap karena kita tidak tahu air banjir tersebut berasal dari mana. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sabun khusus yang aman untuk bahan permukaan sofa. Jika tidak ada ketentuan khusus, kamu bisa mencampurkan air dan sabun cuci piring untuk menghilangkan noda dan baunya.

    Tepuk-tepuk permukaan sofa, usap-usap secara lembut pada bagian yang agak membandel. Kemudian bilas dengan air bersih melalui spons yang bersih. Jika kamu memiliki vacuum cleaner khusus untuk menyedot air, kamu bisa memakai alat tersebut. Alat lainnya yang bisa digunakan adalah kain atau tisu bersih dan kering.

    Jika furnitur Anda tidak dapat dibersihkan dengan air, coba gunakan cuka pada kain untuk menepuk-nepuk noda. Namun, kamu harus cek terlebih dahulu apakah bahan sofa aman jika dibersihkan dengan cuka. Bau cuka akan hilang saat area tersebut kering.

    3. Rapikan Permukaan Sofa dengan Uap

    Sofa yang basah pasti membuat permukaan bahannya kusut dan tidak serata seperti tampilan awal. Pakai alat steam atau alat semacam vacuum cleaner yang bisa khusus untuk membuat uap yang fungsinya agar tidak membuat permukaannya kusut. Gunakan dengan pengaturan rendah dan terus gerakkan steamer agar tidak berbekas di sofa yang bisa merusak bahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Ada 3 Kekhilafan di Rumah yang Bisa Jadi Penghambat Rezeki



    Jakarta

    Bagi umat muslim meyakini bahwa semua rezeki datang dari Allah SWT. Namun ada beberapa hal yang dipercayai bisa menjadi penghambat rezeki, salah satunya bisa dipengaruhi oleh kondisi rumah.

    Jadi sering kali ada hal di rumah yang tanpa kita sadari sebenarnya bisa menghambat datangnya rezeki ke rumah. Jadi rumah sebenarnya bukan hanya berfungsi menjadi tempat tinggal tapi juga memperoleh keberkahan dan rezeki.

    Oleh karena itu ada baiknya kamu mengetahui apa saja hal di dalam rumah yang bisa menghambat rezeki. Berikut penjelasannya.


    3 Kekhilafan di Rumah yang Hambat Rezeki

    Inilah beberapa kekhilafan di rumah yang bisa menjadi penghambat Rezeki.

    1. Rumah Kotor

    Melansir dari detikHot, Ustaz Syam Elmarusy mengatakan rumah yang kotor bisa menghalangi rezeki. Ia mengisahkan malaikat Jibril yang enggan masuk ke rumah Nabi SAW karena ada anjing di dalam rumahnya.

    “Bukan karena anjingnya, bukan karena seekor anjing tadi malaikat tak mau masuk. Tapi karena sifat kotor yang dibawa anjing tersebut maka malaikat Jibril tidak mau masuk ke dalam rumah orang yang ada kotor di dalam rumahnya,” ujar Ustaz Syam dikutip dari detikHot.

    Ia menyebut segala kotoran yang membuat rumah ini tidak bersih itu membuat malaikat rahmat tidak mau masuk ke dalam rumah seseorang. Dengan begitu, rumah penghuninya pun terhambat mendapat rezeki.

    “Tapi ternyata sarang laba-laba di mana-mana tak pernah dibersihkan, subhanallah itu juga membuat malaikat tak mau masuk ke rumah,” katanya.

    2. Rumah Bau

    Dikutip dari detikHikmah, malaikat juga merasa terganggu dengan bau busuk di rumah. Oleh karena itu, apabila rumah berbau tidak sedap, maka malaikat tidak akan masuk. Jadi pastikan rumah kamu bersih dan tidak menimbulkan bau tidak sedap.

    “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Rumah yang Dipasangi Gambar dan Patung

    Lalu, memajang gambar atau patung makhluk bernyawa dapat menghalangi masuknya malaikat ke dalam rumah. Hal ini pun menandakan malaikat rahmat akan terhambat memberikan rezeki ke penghuni rumah.

    “Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief) (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban). Imam Nawawi pun menjelaskan tentang hal ini lebih lanjut, “Ulama berkata, ‘Faktor penyebab terhalangnya mereka (para malaikat) untuk masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar adalah karena membuat dan menyimpan gambar merupakan perbuatan maksiat, perbuatan keji, dan menandingi ciptaan Allah serta di antara gambar itu ada yang diibadahi selain ibadah kepada Allah.”

    Adapun gambar yang berupa stempel atau lukisan pada kain, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Ra menguatkan pendapat yang menyatakan apabila gambar tersebut utuh dan jelas bentuknya maka haram. Namun, jika gambar tersebut dipotong kepalanya, atau terpisah-pisah bagian tubuhnya, maka diperbolehkan.

    Itulah beberapa ciri-ciri rumah yang bisa menghambat rezeki penghuni rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Konon Gantung Pakaian Kotor di Kamar Bisa Jadi Sarang Setan, Bener Nggak Sih?



    Jakarta

    Tidak semua pakaian yang sudah dikenakan akan diletakkan di mesin cuci atau keranjang pakaian kotor. Pasti beberapa di antara kalian ada yang memilih untuk menggantungnya di kamar tidur atau kamar mandi. Kamu menilai pakaian tersebut belum terlalu kotor dan masih bisa dipakai kembali.

    Namun, ternyata menurut sebagian orang kebiasaan seperti ini tidak baik. Sebab, konon pakaian kotor yang digantung di kamar atau kamar mandi bisa jadi sarang setan.

    Sebenarnya dalam pandangan Islam, hal seperti ini benar adanya atau hanya tahayul?


    Menurut Anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, hingga saat ini ia belum menemukan sumber pendukung yang membahas soal hukum menggantung pakaian kotor di kamar atau kamar mandi.

    “Dalam Islam sih saya belum menemukan dalil, baik itu hadist, Al-Quran, ataupun pendapat para ulama tentang menggantung baju di kamar khususnya atau juga bisa di kamar mandi, itu bisa mendatangkan jin. Saya belum menemukan dalilnya,” kata Suharsono saat dihubungi detikProperti, Rabu (19/3/2025).

    Meskipun dari hadist, Al-Quran, ataupun pandangan ulama belum ada yang menetapkan hukum mengenai hal ini, tetapi jika dilihat dari faktor kebersihan dan Kesehatan, memang pakaian kotor yang disimpan dapat menjadi sarang bakteri dan kuman.

    “Kalau saya melihat lebih dari faktor-faktor kesehatan, kebersihan, keindahan. Kalau baju kotor disimpan lama-lama kan juga kan jadi bateri, kuman, jadi nggak sehat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut ia menerangkan selagi belum ditemukan dalil yang membahas mengenai hukum atas kebiasaan ini, maka hukumnya sah-sah saja dilakukan. Namun, jangan dilakukan berlebihan seperti pakaian tidak pernah dicuci atau digantung lama hingga berjamur dan bau.

    “Jadi kalau yang sifatnya kebiasaan, aktivitas di rumah atau yang lainnya, selagi tidak ada dalil yang melarang berarti dibolehkan secara hukum. Tapi apakah ada manfaatnya atau nggak? Kalau cuma sekedar menggantung sesekali aja, boleh. Tapi kalau keterusan, digantung semua, malah jadi mudharat (berdampak negatif),” jelasnya.

    Jika menggantung baju kotor justru membuat pemiliknya sakit-sakitan atau membuat kecelakaan di rumah, berarti kebiasaan tersebut harus ditinggalkan.

    “Kesimpulannya kalau menggantung baju di kamar ataupun di kamar mandi, menyebabkan banyaknya bakteri, banyaknya kuman, dapat merusak kesehatan, maka hindari. Menghindari bahaya itu, lebih diutamakan dibandingkan melenggangkan kemaslahatan (kebaikan),” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Habis Ngepel Malah Bau Amis? Ini Cara biar Lantai Kinclong dan Wangi


    Jakarta

    Lantai harus rajin dipel agar kinclong dan wangi. Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru menimbulkan bau amis pada lantai.

    Hal ini bisa menandakan lantai sebenarnya masih kotor, lho. Alhasil, penghuni rumah menjadi kurang nyaman berjalan di atas lantai kotor sambil menghirup bau yang tidak sedap.

    Lantas, apa yang bikin lantai amis setelah dipel? Simak penjelasan dan tips ngepel berikut ini.


    Penyebab Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai bau amis setelah dipel beserta cara menyiasatinya, dikutip dari Cleanpedia.

    1. Kain Pel Kotor

    Bau tak sedap pada lantai setelah dipel bisa disebabkan dari kain pel yang sudah kotor. Kain pel yang kotor pastinya tidak akan bisa membersihkan lantai kamu dengan optimal.

    Oleh karena itu, kamu perlu menjaga kebersihan kain pel. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin dengan detergen, lalu dijemur hingga kering.

    Pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai. Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

    2. Air Pel Kotor

    Salah satu biang kerok lantai bau amis usai dipel adalah penggunaan air yang kotor. Jangan mengepel lantai dengan air yang sudah butek dan berbau.

    Kamu perlu rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat supaya kotoran yang menempel di lantai keramik bisa dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Ember Kotor

    Ember pel yang sering digunakan lama-lama akan kotor. Bila ember tak dibersihkan secara rutin, ember akan berkerak dan kotor akibat sisa sabun dan kotoran yang tertinggal. Kalau menggunakan air dari ember kotor, tentu akan mempengaruhi kebersihan lantaimu.

    Setelah digunakan, sebaiknya membersihkan ember pel dan dikeringkan. Kamu juga bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel.

    4. Cara Pel yang Kurang Tepat

    Lantai yang bau amis setelah dipel bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat. Kamu perlu menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai supaya bersih menyeluruh. Bila lantai dibersihkan dengan lebih baik, bau tak sedap pun lebih mudah dicegah.

    Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Jika lantai rumah kamu terbuat dari jenis lantai lain, bersihkan lantai kamu dengan jenis pel yang tepat.

    Gunakan gerakan yang tepat saat membersihkan lantai sesuai dengan alat pel yang kamu gunakan. Kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Sementara pel yang terbuat darispons dibersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Cara mengepel lantai seperti ini membantu kamu menjangkau seluruh permukaan lantai, sehingga lebih bersih.

    5. Tidak Menggunakan Cairan Pembersih dan Pewangi

    Bau tak sedap menandakan lantai sebenarnya belum bersih. Kamu harus membasmi bau beserta kuman dan bakteri menggunakan cairan pembersih. Kamu juga dapat menggunakan pembersih lantai dengan pewangi agar lantai jadi bau harum dan segar.

    Itulah penyebab lantai bau amis setelah dipel beserta cara supaya kinclong dan wangi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Alasannya’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com