Tag: kotor

  • 5 Penyebab Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel Berkali-kali


    Jakarta

    Lantai rumah perlu dipel secara rutin agar tidak lengket dan terasa wangi. Namun terkadang muncul aroma bau amis dari lantai walau sudah dipel sampai berkali-kali.

    Jika lantai masih tercium bau amis yang bikin tidak nyaman, mungkin jadi pertanda kalau lantai sebenarnya masih kotor. Lantas, apa yang menyebabkan lantai masih bau meski sudah dipel? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

    Dilansir situs Cleanpedia, berikut sejumlah faktor yang menyebabkan lantai tetap bau amis meski sudah dipel berkali-kali.


    1. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang sudah kotor tentu tidak akan mampu membersihkan lantai secara optimal. Maka tak heran lantai masih tercium bau amis walau sudah dipel berulang kali.

    Untuk itu, kamu perlu mencuci kain pel secara berkala agar tetap bersih dan wangi. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin menggunakan detergen, lalu dijemur di bawah matahari sampai kering.

    2. Air Pel Kotor

    Meski kain pel sudah rutin dicuci, tapi percuma saja jika kamu menggunakan air pel yang kotor dan bau. Selain mengeluarkan bau tak sedap, mengepel lantai dengan air kotor justru menambah kuman dan bakteri yang dapat membahayakan penghuni rumah.

    Agar tetap bersih dan sehat, kamu bisa menggunakan air hangat untuk mengepel lantai. Tambahkan juga cairan pembersih lantai agar wangi dan kinclong.

    3. Ember Pel Sudah Kotor

    Ternyata ember pel yang sudah kotor juga bisa menyebabkan lantai bau amis. Sebab, banyak kotoran, sisa makanan, dan debu yang menggenang di bawah ember pel. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka kain pel justru menyerap kotoran tersebut dan akhirnya menempel di permukaan lantai.

    4. Cara Mengepel yang Salah

    Mengepel lantai secara asal-asalan juga bisa menimbulkan bau tidak sedap. Ternyata, teknik mengepel juga dipengaruhi oleh alat pel yang digunakan.

    Untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka ‘8’. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

    5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

    Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, sehingga hanya menggunakan air biasa. Ditambah lagi kain dan ember pel yang sudah kotor, maka tak heran lantai tercium bau amis yang bikin tidak nyaman.

    Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera kamu, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

    Demikian lima penyebab lantai tercium bau amis meski sudah dipel berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Pernah merasa udara di dalam rumah tidak segar atau bau apek? Suasana rumah seperti ini bisa membuat penghuni merasa kurang nyaman.

    Bukan tanpa alasan, bau apek itu dapat muncul karena berbagai faktor. Kalau merasa terganggu, penghuni sebaiknya mengatasi bau langsung pada sumbernya karena jika hanya menyemprot pewangi tak cukup menghilangkan baunya.

    Namun, kenapa rumah bisa bau apek ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Bau Apek

    Inilah sederet hal yang membuat rumah bau, dikutip dari Homes and Gardens.

    1. Kurang Sirkulasi Udara

    Bau tidak sedap bisa timbul dari aktivitas penghuni rumah seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah. Aroma itu bisa terperangkap di dalam rumah yang kurang sirkulasi udara. Nah, pastikan rumah sudah memiliki cukup ventilasi udara.

    2. Kelembapan Rumah Tinggi

    Rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan bau apek dan lembap. Kondisi seperti ini juga memicu pertumbuhan jamur dan lumut sehingga menambah bau. Penghuni dapat mengurangi kelembapan menggunakan dehumidifier atau membuka jendela setiap pagi selama setengah jam.

    3. Karpet Kotor

    Selain itu, bau apek bisa berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Sebenarnya sekadar menyedot debu pada karpet tidak cukup. Sebaiknya menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaga kebersihan karpet.

    4. Pakaian Lembap

    Pakaian dan linen yang belum sepenuhnya kering alias lembap bisa menimbulkan bau apek di rumah. Pastikan semua bahan kain kering sempurna sebelum menyimpannya di lemari.

    5. Jamur

    Rumah yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Beberapa tanda pertumbuhan jamur adalah muncul bercak hitam di tembok, furniture, dan karpet disertai bau apek. Cara menyingkirkannya bisa dengan menyemprotkan cuka pada jamur hitam lalu bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh debu dan kotoran di rumah. Setiap sudut rumah dan furnitur harus rajin dibersihkan agar tidak bau. Penghuni dapat menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    Itulah beberapa sumber bau apek di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Ungkap 3 Kesalahan Membersihkan Rumah, Justru Bikin Makin Kotor


    Jakarta

    Membersihkan rumah perlu dilakukan agar rumah tetap terawat dan terjaga keindahannya. Akan tetapi, ada beberapa kebiasaan membersihkan rumah justru bisa membuatnya tampak kotor.

    Salah satu contohnya adalah menggunakan terlalu banyak produk kebersihan. Banyak yang mengira menggunakan banyak produk kebersihan bisa meninggalkan residu yang akhirnya justru bisa membuatnya semakin kotor.

    Selain itu, masih ada beberapa kesalahan lainnya saat membersihkan rumah yang justru bisa membuatnya tampak kotor. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Menggunakan Alat Pembersih yang Salah

    Penggunaan alat pembersih yang salah justru bisa meninggalkan noda tak diinginkan. Salah satu yang sering digunakan adalah paper towel atau tisu dapur untuk membersihkan cermin dan jendela. Disarankan untuk menggunakan kain mikrofiber yang bersih dan kering saat membersihkan cermin dan jendela.

    “Tisu dapur meninggalkan serat dan goresan kecil, membuat cermin dan kaca tampak bergaris-garis dan kusam seiring waktu, dan pada akhirnya dapat merusak cermin/jendela Anda,” kata petugas kebersihan Brandon Pleshek, dikutip dari The Spruce, Selasa (26/8/2025).

    Saat membersihkan cermin dan jendela, semprotkan larutan pembersih dan usap dari atas ke bawah. Gunakan lap mikrofiber kering dan bersih lainnya untuk menggosok permukaan hingga bersih agar tetap bersih lebih lama.

    Langsung Membersihkan Pakai Lap Basah

    Saat membersihkan permukaan, sebaiknya bersihkan dulu dengan lap kering atau kemoceng. Kalau langsung menggunakan lap basah, justru debu dan kotoran bisa menempel di lap dan membuat permukaan menjadi kotor.

    Hal yang sama juga harus dilakukan saat membersihkan lantai. Sapu dulu debu dan kotoran baru kemudian dipel.

    Saat mengepel pun harus dipastikan kalau kain lap dibilas dulu sebelum dipakai agar tidak membuat lantai kotor.

    Pakai Lap yang Sama untuk Membersihkan Seluruh Rumah

    Menggunakan satu kain lap saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain saat membersihkan dapat menyebarkan bakteri dan menyebabkan kontaminasi silang. Maka dari itu sebaiknya gunakan kain lap yang berbeda saat membersihkan ruangan.

    “Beri kode warna pada kain lap Anda-satu warna untuk kamar mandi, satu untuk dapur, dan seterusnya,” saran pendiri Clean Mama Routine dan produk Clean Mama, Becky Rapinchuk.

    Pastikan untuk mencuci kain lap ini sesering mungkin, idealnya setelah setiap penggunaan, tetapi minimal setelah kotoran terlihat di kain lap.

    Itulah beberapa kesalahan yang justru bisa membuat rumah kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Picu Bau Tak Sedap di Rumah


    Jakarta

    Bau tak sedap bisa jadi salah satu tanda bahwa rumah sedang kotor. Bau tersebut dapat tercium apabila seseorang berdiri beberapa meter dari sumber bau.

    Munculnya bau di rumah bukan hanya karena ada pipa pembuangan rusak atau kebocoran gas. Bau juga bisa muncul karena kebiasaan penghuni rumah.

    Biasanya pemilik rumah sudah terbiasa dengan bau tersebut, bahkan terkadang tidak menyadari bahwa rumahnya berbau. Kondisi ini tidak boleh dianggap normal karena dapat berpengaruh pada kesehatan. Apalagi beberapa bau juga ada yang disebabkan oleh aktivitas jamur.


    Kebiasaan Buruk yang Bikin Rumah Bau

    Dilansir The Spruce berikut beberapa kebiasaan yang dapat memicu munculnya bau tidak sedap.

    1. Merokok di Dalam Rumah

    Bau rokok bukan hanya tidak sedap, melainkan berbahaya bagi orang yang tidak merokok atau perokok pasif. Bau ini bukan seperti angin yang apabila dikibas tangan dapat hilang. Bau tersebut menempel pada pakaian orang yang merokok dan benda di sekitarnya.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Steve Evans, Pemilik Memphis Maids seperti yang dikutip detikcom, Rabu (27/8/2025).

    Hal ini sangat berbahaya bagi perokok pasif terutama anak-anak, ibu hamil, orang tua, dan penderita asma. Apabila ada anggota keluarga seorang perokok aktif, sebaiknya arahkan mereka untuk merokok di luar rumah. Setelah merokok juga jangan langsung berinteraksi dengan anak dan jauhkan anak dari area merokok tersebut.

    2. Membiarkan Piring Kotor

    Sumber bau selanjutnya berasal dari dapur, yakni tumpukan piring kotor. Setelah memasak atau makan, salah satu kegiatan yang kerap ditunda adalah mencuci piring. Beberapa orang merasa lebih baik jika mencuci piring saat jumlahnya sudah banyak.

    Tumpukan cucian kotor di wastafel jika dibiarkan terlalu lama dapat memicu bau tak sedap di rumah. Selain itu, apabila masih ada sisa makanan yang belum dibuang juga akan menarik cicak, semut, dan serangga lain mendekat.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    3. Memasak Tanpa Ventilasi

    Kebiasaan selanjutnya adalah saat memasak tetapi dapur minim ventilasi. Alhasil bau masakan akan menyebar di dalam rumah. Bau tersebut akan bercampur dan di area dapur juga pasti terasa hawa panas. Kondisi ini terkadang cukup mengganggu.

    Bau tersebut bisa bertambah parah apabila asap panas dari masakan memicu pertumbuhan jamur di dinding dan perabotan. Oleh karena itu, penting memiliki ventilasi di dapur untuk pertukaran udara.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    4. Membiarkan Handuk Basah

    Lembap adalah faktor utama munculnya jamur. Apabila handuk tercium bau tak sedap terutama dalam kondisi basah, berarti sudah ada beberapa jamur yang tumbuh di permukaan, tetapi tak kasat mata.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Oleh karena itu, handuk yang sehabis digunakan baik yang basah atau kering wajib untuk digantung di area terbuka dan tersorot matahari. Cahaya matahari dapat menjadi anti bakterial bagi handuk.

    5. Tidak Membuka Jendela

    Rumah yang jarang membuka jendela biasanya memiliki sirkulasi udara yang buruk. Jika menjadi kebiasaan, rumah akan terasa lebih pengap, lembap, dan panas.

    Lingkungan tersebut merupakan ciri-ciri tempat hidup jamur. Jendela seharusnya dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Itulah kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Basmi Belatung di Tempat Sampah Bisa Pakai Pemutih, Ini Caranya!


    Jakarta

    Belatung adalah salah satu hewan yang sering ditemukan di tempat kotor. Belatung biasanya muncul di luar ruangan, tetapi juga bisa ada di dalam rumah seperti di tempat sampah.

    Kehadiran belatung di tempat sampah bikin sebagian orang merasa jijik. Selain itu, kemunculan belatung juga menandakan kalau rumah kamu sangat jorok karena tempat sampah tidak segera dibuang dan dibiarkan menumpuk.

    Bagi kamu yang sedang pusing mencari cara membasmi belatung, jangan khawatir. Sebab, hewan ini dapat dibasmi dengan hanya menggunakan pemutih. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


    Cara Basmi Belatung dengan Pemutih

    Sebagai informasi, belatung adalah lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki dan warnanya putih. Dilihat secara sekilas belatung mirip seperti cacing. Hewan ini memiliki 1-2 bintik hitam pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai lubang pernapasan.

    Pada umumnya belatung dapat ditemukan dalam jumlah banyak pada satu tempat tertentu. Mereka akan berubah menjadi kepompong, lalu akhirnya menjadi lalat.

    Belatung dapat hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan, sehingga area tersebut tak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Faktor cuaca juga dapat membunuh belatung karena tidak dapat bertahan hidup di kondisi terlalu dingin atau panas

    Jika kamu menemukan ada banyak belatung di rumah, terutama di tempat sampah dapur, sebaiknya segera dibasmi sebelum jumlahnya semakin banyak. Cara basmi belatung bisa menggunakan cairan pemutih saja, lho.

    Dilansir situs The Spruce, berikut cara basmi belatung dengan menggunakan pemutih pakaian:

    1. Tuang cairan pemutih ke tisu dapur, jangan terlalu banyak karena membuat tisu hancur
    2. Oleskan tisu yang berisi cairan pemutih ke area yang banyak ditemukan belatung, khususnya di tempat sampah. Jika merasa jijik, gunakan sarung tangan karet saat mengoleskan tisu
    3. Buang tisu yang sudah berisi belatung tersebut ke tempat sampah
    4. Diamkan selama beberapa saat, kemudian cek kembali apakah belatung sudah mati atau belum.

    Selain mengoleskan tisu yang sudah dibasahi cairan pemutih ke tempat sampah, kamu juga dapat membuat obat semprot dari pemutih. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Tuang sekitar 50-100 ml cairan pemutih ke dalam botol semprot, lalu campurkan dengan air secukupnya
    2. Kocok botol hingga pemutih dan air tercampur rata
    3. Semprotkan cairan pemutih ke area yang terdapat belatung di tempat sampah
    4. Tunggu sesaat sampai cairan pemutih bereaksi untuk membunuh belatung.

    Perlu diingat, jauhkan hewan peliharaan dan anak kecil saat menggunakan obat semprot pemutih agar tidak terpapar kandungan zat di dalamnya.

    Demikian cara membasmi belatung hanya dengan cairan pemutih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rumah Kotor? Begini Cara Membersihkan Tanpa Merusak Cat



    Jakarta

    Dinding yang kotor tentu bisa membuat rumah tampak tak elok. Penghuni rumah juga mungkin berpikir dua kali untuk membersihkannya karena bisa membuat cat rusak.

    Namun, ada cara untuk membersihkan dinding yang kotor tanpa merusak catnya. Bagaimana caranya?

    Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.


    Cara Membersihkan Dinding Tanpa Merusak Cat

    • Bersihkan debu dengan kemoceng maupun penyedot debu.
    • Buat sabun pembersih dengan mencampurkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam ember yang berisi air hangat.
    • Celupkan lap bersih ke cairan tersebut dan bersihkan dinding dengan lembut dengan gerakan memutar.
    • Peras lap di atas ember kosong, biarkan air bersih tetap bersih. Ulangi dengan mencelupkan kembali kain ke dalam ember sabun dan terus gosok perlahan dengan gerakan memutar yang konsisten. Bersihkan seluruh dinding dengan cara ini, pastikan untuk melakukannya secara menyeluruh dan memberikan tekanan yang merata selama proses pembersihan.
    • Setelah selesai, keringkan dinding sepenuhnya dengan lap bersih, pastikan untuk menghindari noda air atau area basah yang tidak dirawat.

    Kalau masih ada noda membandel di dinding, bisa juga dibersihkan dengan baking soda atau soda kue. Berikut ini caranya.

    • Campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/4 cangkir air hingga membentuk pasta yang lengket.
    • Celupkan ujung kain bersih ke dalam pasta dan gosok noda membandel. Pastikan untuk melakukannya dengan lembut, karena metode ini lebih abrasif daripada sabun cuci piring.
    • Berhati-hatilah agar cat tidak ikut terkelupas bersama noda. Jika noda masih membandel, coba metode ini lagi, tetapi oleskan pasta langsung ke dinding dan diamkan selama beberapa menit sebelum dibersihkan.

    Itulah beberapa cara membersihkan dinding tanpa merusak cat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket dengan Tepat


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang sangat mudah kotor. Sebab, bisa saja ada tumpahan air, minyak, atau sisa makanan yang jatuh ke lantai.

    Terkadang, lantai dapur akan terasa sangat lengket dan kotor usai memasak. Selain bikin tidak nyaman, lantai dapur yang tidak dibersihkan dapat mengundang berbagai hewan, seperti lalat, semut, tikus, hingga kecoak.

    Sebenarnya, membersihkan lantai dapur yang kotor bisa dilakukan dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket

    Kamu dapat membersihkan lantai dapur yang lengket dan kotor dengan mudah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Sapu Kotoran yang Ada di Lantai

    Langkah pertama adalah dengan menyapu lantai dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Biasanya, sisa-sisa makanan atau bumbu sering jatuh ke lantai sehingga bikin kotor.

    Selain itu, debu dan kotoran juga bisa muncul di dapur sehingga terasa tidak nyaman saat menginjak lantai. Kalau jarang disapu, debu bisa membuat permukaan keramik jadi kusam dan muncul goresan.

    2. Pel Lantai dengan Cairan Pembersih

    Tak hanya disapu, lantai dapur juga perlu dipel agar tidak terasa lengket. Dianjurkan menggunakan cairan pembersih khusus lantai agar efektif mengangkat kotoran dan menciptakan aroma wangi ke seluruh dapur.

    Jika ditemukan ada bekas noda minyak di lantai, sebaiknya jangan langsung dipel dengan kain pel. Bersihkan noda minyak tersebut dengan tisu atau kain lap kering.

    Setelah mengepel lantai dapur, sebaiknya kain pel dicuci dan dijemur sampai kering. Langkah ini dilakukan agar kain pel tidak mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan lagi.

    3. Cek Noda di Ubin Dapur

    Usai mengepel lantai, sebaiknya cek kembali seluruh permukaan ubin dapur. Pastikan tidak ada sisa noda seperti minyak, air, ataupun bahan dapur lainnya.

    Soalnya, sisa noda yang tidak dibersihkan lama-lama akan menjadi lengket dan menempel ke keramik. Selain jadi sulit dibersihkan, hal itu membuat keramik terlihat kusam.

    4. Hati-hati Muncul Kerak Sabun

    Apabila lantai dapur terlihat buram setelah dibersihkan, kemungkinan ada kerak sabun yang menempel ke ubin. Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan lapisan keramik dengan pembersih serbaguna non-abrasif.

    Selain itu, kamu juga bisa membuat pembersih buatan alami dengan menggunakan perasan jeruk lemon segar yang dicampur air. Lalu, bersihkan sisa-sisa kerak sabun yang menempel di lantai dapur.

    5. Keringkan Lantai Dapur

    Setelah dipel sampai bersih, kamu perlu mengeringkan lantai dapur dengan membuka ventilasi udara atau menggunakan kipas angin. Sebab, sisa-sisa air yang menempel di lantai bisa membentuk bercak. Seiring waktu, bercak air akan menempel dan membentuk kerak sehingga menyebabkan lantai dapur terlihat kotor.

    Kamu juga bisa mengeringkan lantai dapur menggunakan kain kering. Pastikan keramik dilap secara optimal hingga ke sudut-sudut dapur agar tidak ada sisa air.

    Itu dia cara mudah membersihkan lantai dapur yang lengket dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 7 Tanda Handuk Sudah Harus Diganti yang Baru


    Jakarta

    Handuk memiliki fungsi penting agar seluruh badan bisa kering setelah mandi. Handuk yang umumnya terbuat dari bahan katun juga perlu diganti dengan yang baru agar tetap nyaman saat dipakai.

    Kain handuk yang sudah tipis, kotor, dan bolong tentu kurang efektif dalam menyerap air sehingga tubuh akan tetap basah walau sudah dikeringkan. Namun, masih banyak yang tidak tahu tanda-tanda kalau handuk sudah perlu diganti.

    Agar tetap nyaman dan efektif menyerap air, ketahui ciri-ciri handuk yang harus diganti dengan yang baru dalam artikel ini.


    Tanda-tanda Handuk Perlu Diganti

    Ada beberapa tanda handuk perlu diganti dengan yang baru. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut penjelasannya.

    1. Handuk Tidak Mampu Menyerap Air

    Tanda yang pertama dan mudah diketahui adalah handuk tidak dapat menyerap air secara optimal. Jika penghuni rumah merasa badan masih tetap basah meski sudah dikeringkan dengan handuk, itu tandanya handuk sudah perlu diganti.

    “Tanda-tanda yang menunjukkan sudah waktunya mengganti handuk Anda adalah ketika handuk tersebut sudah kehilangan sifat lembut dan kurang menyerap air,” kata pendiri dan CEO Weezie Towels Lindsey Johnson.

    2. Mengeluarkan Bau Tidak Sedap

    Handuk dapat mengeluarkan bau tak sedap seiring penggunaan. Bau tersebut bisa muncul karena handuk terlalu lembap akibat tidak dijemur di bawah matahari.

    Namun jika handuk sudah dicuci sampai bersih dan masih tercium aroma tidak sedap, itu tandanya sudah harus diganti dengan yang baru.

    3. Sudah Dipakai Selama Bertahun-tahun

    Handuk yang tidak diganti selama bertahun-tahun akan lebih cepat kotor dan bau. Lindsey menyebut batas waktu penggunaan handuk maksimal selama dua tahun setelah dibeli.

    “Jika dirawat dengan baik dan benar, handuk berkualitas tinggi dapat bertahan hingga dua tahun, tapi semua itu tergantung dari penggunaan,” ucapnya.

    4. Handuk Terasa Kasar

    Jika kain handuk sudah terasa kasar saat menyentuh kulit, bisa menandakan kalau handuk sudah perlu diganti dengan yang baru. Selain faktor penggunaan, handuk bisa terasa kasar akibat residu minyak tubuh.

    “Handuk bisa terasa kasar akibat residu minyak tubuh dan detergen yang menumpuk di dalam kain. Penumpukan ini dapat menyebabkan rasa kasar yang bikin tidak nyaman,” ujar Daelin Arney dan Cozy Earth.

    5. Warna Handuk Memudar

    Selain kain yang terasa kasar di kulit, tanda lainnya adalah warna handuk sudah mulai pudar. Jika handuk warnanya tidak secerah dulu, mungkin saatnya untuk membeli handuk baru.

    Namun jika handuk berwarna putih dan terlihat sudah kusam, cobalah untuk mengembalikan warnanya lagi dengan pemutih pakaian. Perlu diingat, cara ini akan berhasil jika handuk belum terlalu pudar dan kotor.

    6. Ada Bercak Jamur

    Beberapa orang terkadang tidak sadar jika ada jamur pada handuk yang digunakan setiap hari. Kalau menemukan ada bercak jamur yang cukup banyak, segera buang handuk tersebut dan beli yang baru.

    Jamur bisa muncul karena handuk sudah terlalu lembap. Cobalah menjemur handuk di bawah matahari setelah digunakan untuk mengeringkan badan.

    7. Handuk Sudah Robek

    Ciri-ciri terakhir adalah muncul sobekan atau lubang pada kain handuk. Pada dasarnya, handuk memang tidak dirancang untuk waktu yang lama sehingga cepat atau lambat bisa muncul lubang di beberapa sisi.

    Itulah tanda-tanda handuk sudah harus diganti dengan yang baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com