Tag: kotoran

  • Wallpaper Dinding Mengelupas? Begini Cara Siasatinya!



    Jakarta

    Memasang wallpaper pada dinding menjadi solusi mudah untuk mengubah interior rumah tanpa perlu repot-repot mengecat. Selain itu, wallpaper memiliki banyak motif dan warna beragam. Oleh karenanya, wallpaper menjadi solusi untuk membuat rumah menjadi lebih indah dan estetik.

    Namun, memakai wallpaper pada dinding juga memiliki sederet masalah, salah satunya adalah wallpaper mengelupas. Hal ini merupakan masalah umum pada wallpaper. Penyebabnya bisa karena pemasangan yang sudah lama atau dinding tersebut memiliki kelembapan tinggi.

    Wallpaper mengelupas ditandai pada ujung atau sisi wallpaper yang lepas dari dinding. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin sisi lain akan mengelupas dan menyebabkan sobekan di area tersebut. Tentu hal ini dapat mengganggu keindahan wallpaper.


    Melansir dari This Old House, Jumat (14/3), wallpaper yang mengelupas dapat diperbaiki dengan memilih perekat atau lem yang sesuai dengan jenis wallpaper. Untuk wallpaper vinyl gunakan lem khusus bahan vinyl. Sementara untuk wallpaper yang standar bisa gunakan lem kertas. Sementara untuk wallpaper jenis tertentu bisa konsultasi kepada produsen terlebih dahulu.

    Memasang lem pada wallpaper diperlukan kehati-hatian untuk memastikan bagian yang terkelupas bisa menempel kembali secara efektif. Masih melansir dari This Old House, Jumat (14/3), berikut merupakan langkah-langkah memasang lem pada wallpaper

    Bersihkan Area

    Bersihkan debu, serpihan, atau kotoran apapun yang terletak di bagian belakang wallpaper mengelupas.

    Oleskan Lem

    Pakai kuas kecil untuk mengoleskan lem pada wallpaper. Aplikasikan secara tipis dan rata.

    Tekan dan Ratakan

    Tekan bagian yang terkelupas dengan hati-hati kembali ke tempatnya. Gunakan rol wallpaper untuk memastikan wallpaper nempel dengan sempurna.

    Bersihkan Sisa Lem

    Bersihkan dan seka bagian lem yang tersisa dengan menggunakan spons basah.

    Biarkan Mengering

    Biarkan area tersebut tidak tidak terganggu sampai benar-benar kering.

    Namun, perlu diperhatikan juga jika wallpaper sudah mengelupas meliputi area yang besar dan sulit untuk diperbaiki, kemungkinan kamu harus melepas seluruh bagian wallpaper dan menempelkannya kembali atau menggantinya dengan wallpaper baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kotoran Cicak Najis? Begini Hukumnya dan Cara Membersihkannya



    Jakarta

    Cicak adalah salah satu hewan yang pasti ditemukan di rumah. Hewan ini sebenarnya tidak menyerang manusia, tetapi cicak sering buang kotoran sembarangan yang bahaya jika terkena makanan atau terpegang.

    Dalam agama Islam sendiri terdapat beberapa pandangan terkait hukum kotoran cicak najis atau tidak. Jika menilik dari buku ‘Shalat yang Sempurna’ karya R Maftuh Ahmad, disebutkan bahwa kotoran cicak termasuk dalam kategori najis sedang atau disebut pula dengan mutawassithah.

    Hal ini dikarenakan najis sedang itu merujuk pada kotoran berupa air kencing anak perempuan, air kencing orang dewasa, bangkai, hingga kotoran manusia hingga binatang.


    Serupa dengan itu, dalam buku ‘Fikih’ karya Kholidatuz Zuhriyah dan Machnunah Ani Zulfah, MPdI, dijelaskan bahwa kotoran cicak termasuk najis sehingga harus disucikan.

    Sementara itu, Buya Yahya melalui sebuah video sesi tanya dan jawab yang diunggah dalam saluran YouTube Al-Bahjah TV, menjelaskan bahwa penentuan najis atau tidaknya cicak tergantung pada keyakinan masing-masing dari Muslim.

    Apabila seorang muslim merasa ragu apakah kotoran tersebut membatalkan kesuciannya, maka bekaslnya harus memahami ilmu. Ia menyarankan untuk tidak berfikiran bahwa kotoran cicak tersebut najis.

    Ia memberikan contoh apabila ada kotoran cicak yang masuk ke dalam air, selama tidak mengubah warna dan bau, maka tidak najis.

    Pandangan serupa juga tertuang dalam penjelasan buku ‘125 Masalah Thaharah’ karya Muhammad Anis Sumaji yang mengatakan bahwa kotoran cicak yang masuk ke dalam air tidak dinilai najis apabila tidak mengubah warna dan bau dari air tersebut.

    Cara Menyucikan Najis dari Kotoran Cicak

    Cara membersihkan diri atau benda yang terkena kotoran cicak tidak sulit karena ini termasuk najis ringan.

    Dikutip dari buku ‘Kitab Fikih Sehari-hari: 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian’ karya AR Shohibul Ulum, apabila najis tersebut masih terlihat wujudnya, mengeluarkan bau, mengubah warna dan rasa, maka perlu dihilangkan semuanya. Sampai kembali ke wujud normal. yang mengenai benda-benda memiliki wujud yang berwarna, berbau, dan memiliki rasa, maka perlu dibersihkan dengan air hingga hilang bau, rasa, hingga rasanya.

    Sedangkan, jika najis yang muncul tidak memiliki bau, warna, atau rasa, maka cara membersihkannya dengan menuangkan air sekali di area atau barang tersebut.

    Kedua cara membersihkan najis ini juga berlaku untuk menyucikan najis berupa air kencing bayi, darah, muntahan, kotoran binatang, hingga cairan dari dalam tubuh. Syekh Ahmad Zainuddin memberikan penjelasan bahwa:

    “Seandainya ada tanah yang terkena najis semisal air kencing lalu mengering, lalu air dituangkan di atasnya hingga menggenang, maka sucilah tanah tersebut walaupun tak terserap ke dalamnya, baik tanah itu keras maupun gembur” disebutkan dalam kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil ‘Ain bin Muhimmatid Din.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! 7 Bahan Ini Tak Boleh Dibuang ke Wastafel



    Jakarta

    Wastafel atau pembuangan air di saluran cuci piring memang berguna untuk membuang sisa makanan sehabis memasak. Namun, tidak semua makanan atau bahan bisa dibuang ke wastafel, misalnya minyak atau air panas. Hal ini supaya menjaga ketahanan pipa saluran wastafel serta bersih dari kotoran.

    Melansir dari Real Simple, Jumat (14/3/2025), berikut merupakan bahan-bahan yang tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan atau wastafel:

    Cat

    Menuang cat ke saluran wastafel dapat mencemari sumber air sekaligus merusak pipa. Sebaiknya, cat dibuang ke pusat pembuangan limbah.


    “Cat mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak pipa dan harus dibuang sesuai dengan peraturan setempat,” kata CEO Crossroads Foundation Repair, Kyle Leman, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

    Sayuran Berserat

    Tidak semua sampah makanan bisa dibuang ke saluran wastafel, termasuk sayuran berserat seperti bawang, seledri, kulit jagung, dan kulit buah. Lebih baik sampah sayuran tersebut dijadikan kompos.

    “Bahan-bahan berserat ini dapat tersangkut di pembuangan dan menyebabkan macet sehingga menghalangi aliran air,” ujar pemilik Cherniak Home Services, Shlomo Cherniak, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

    Cairan Pembersih Rumah Tangga

    Pembersih rumah tangga dapat merusak pipa dan membahayakan lingkungan. Sebaiknya buang ke tempat pembuangan limbah khusus.

    “Banyak pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia korosif yang dapat merusak pipa dan membahayakan sistem septik,” kata Leman.

    Sticker

    Pernahkah kamu melihat sticker harga yang menempel pada makanan? Sticker tersebut tidak bisa dibuang ke wastafel. Sebaiknya lepas stiker dari makanan dan buang ke tempat sampah.

    “Stiker produksi dapat menempel pada pipa dan menyebabkan penyumbatan atau tersangkut di filter pengolahan air,” kata Leman.

    Tulang

    Biasanya tulang juga dibuang dengan mudah ke wastafel apalagi jika ukurannya kecil karena dianggap tidak berbahaya. Namun, kenyataannya ukuran tulang sekecil atau sebesar apapun tetap dapat merusak saluran wastafel sehingga tidak berfungsi atau rusak total.

    Kulit Kentang

    Kulit kentang mengandung banyak pati berbentuk pasta kental yang lengket sehingga dapat menyumbat saluran wastafel.

    Biji Buah

    Walau merupakan bahan alami, nyatanya biji buah memiliki tekstur yang keras sehingga tidak aman untuk dibuang ke saluran pembuangan. Sebaiknya biji buah dijadikan kompos.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Tile Popping, Lantai Rumah Menggelembung dan Pecah



    Jakarta

    Lantai di rumah menggelembung memang kelihatannya ngeri, ya. Namun, ternyata lantai menggelembung menjadi masalah umum yang sering ditemui di rumah. lantai menggelembung atau yang disebut juga tile popping ini tidak hanya tidak enak dilihat tetapi juga bisa menimbulkan bahaya dan risiko kecelakaan bagi penghuni rumah.

    Melansir dari Orient Bell, Jumat (14/3/2025), ternyata terdapat beberapa penyebab lantai menggelembung, yaitu

    Penyebab Tile Popping

    Pemasangan Buruk

    Pemasangan tidak terampil menjadi alasan utama munculnya gelembung pada lantai. Misalnya, campuran beton yang tidak tepat dapat menyisakan ruang udara di bawah lantai yang menjadi penyebab munculnya gelembung di kemudian hari. Pada pemasangan juga harus menyisipkan celah di antara lantai sekitar 2 milimeter agar lantai memiliki ruang yang cukup untuk bergeser, mengerut, dan mengembang.


    Permukaan Tidak Rata

    lantai harus dipasang pada permukaan yang rata agar tidak menimbulkan kantong udara di bawah lantai.

    Kualitas Bahan Rendah

    Selain keterampilan memasang, juga perlunya kualitas bahan yang baik seperti lem, semen, dan lainnya untuk mencegah timbulnya gelembung pada lantai.

    Lantai Terlalu Besar

    Ukuran lantai yang terlalu besar membutuhkan teknik pemasangan khusus agar tepat dan sesuai. Jika pemasangannya tidak benar akan menyebabkan lantai menggelembung.

    Masalah Cuaca

    Cuaca juga ikut memengaruhi timbulnya gelembung pada lantai. Perubahan suhu yang ekstrim dan cepat bisa berbahaya bagi lantai. Suhu terlalu tinggi dan terlalu rendah secara cepat dapat membuat lantai mengembang atau menyusut secara tiba-tiba dan mengakibatkan kurangnya daya rekat pada lantai. Bahkan, seiring berjalannya waktu bisa menyebabkan lantai meletus.

    Kerusakan Screed

    Tidak hanya material lantai, seiring berjalannya waktu kerusakan juga bisa terjadi pada screed. Dalam beberapa kasus, lantai akhirnya mulai longgar dan meletus.

    Cara Mencegah Tile Popping

    Sebelum Pemasangan

    Sebelum memasang, pastikan lantai dasar sudah diratakan dan dihaluskan dengan tepat. Pekerjakan tukang yang berpengalaman dan kompeten., serta beri jarak sekitar 2 milimeter di antara tepi lantai agar ada cukup ruang. Gunakan juga perekat dan beton berkualitas baik.

    Setelah Pemasangan

    Setelah lantai terpasang, ketuk lantai dengan lembut untuk memastikan bahwa lantai telah sejajar dengan sempurna pada posisi yang telah ditentukan.

    Adapun, jika sudah menggelembung terdapat cara memperbaiki masalah tersebut, yaitu

    Jika sudut lantai tidak rusak, maka coba tekan bagian yang menggelembung dengan lembut.

    Jika lantai mengalami keretakan, segera bersihkan kotoran atau serpihan dengan hati-hati. Buang lantai yang pecah menggunakan sarung tangan. Kemudian, pasang lantai baru di atasnya dengan lapisan screed secara merata. Tekan lantai dengan lembut dan ketuk dengan palu kayu untuk mengencangkannya.

    Jangan berjalan di atas lantai yang baru setidaknya selama satu atau dua hari.

    Gunakan jasa profesional untuk mengatasi masalah ini jika sudah cukup parah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Bahan Ini Bikin Kucing Liar Ogah Buang Kotoran di Halaman Rumah



    Jakarta

    Pernahkah rumah kamu kedatangan kucing liar yang mengganggu? Nggak cuma mencuri makanan, hewan satu ini suka bikin geram karena kerap meninggalkan kotoran di halaman rumah.

    Mungkin kamu sudah sering mengusir kucing, tetapi tidak membuahkan hasil. Kucing itu tetap saja datang ke pekarangan rumah kamu.

    Sebenarnya ada berbagai cara untuk menjaga rumah agar tidak dihampiri kucing. Nah, ternyata cangkang telur bisa digunakan buat bikin kucing ogah didekati kucing, lho.


    Dilansir dari House Digest, cangkang telur dapat mengusir kucing dari pekarangan rumah. Caranya gampang, kamu hanya perlu meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil.

    Eits, tapi jangan terlalu kecil ya. Kemudian, potongan cangkang telur itu kamu sebarkan di halaman rumah. Adapun jumlah pecahan cangkang telur dapat kamu sesuaikan dengan luas halaman rumah.

    Pecahan cangkang telur tersebut membuat pekarangan rumah terasa tajam ketika diinjak. Hal ini membuat kucing tidak dapat berjalan di atasnya.

    Sebab, kucing tidak menyukai permukaan tajam lantaran membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan begitu, cangkang telur dapat dengan mencegah kucing mendekati rumah kamu.

    Ada banyak permukaan yang tidak disukai kucing. Permukaan itu termasuk aluminium foil, permukaan lengket, dan permukaan kasar seperti cangkang telur. Pecahan cangkang telur dapat dapat menusuk bantalan kaki kucing.

    Selain itu, kucing lebih menyukai permukaan tanah yang lembut dan berbutir untuk menutupi kotorannya, seperti pasir. Pecahan cangkang telur yang telah disebar di atas tanah rumah ini membantu membuat kucing tidak bisa menggali tanah. Alhasil, kucing akan mencari tempat lain untuk buang kotoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Pakai Handuk Warna-warna Berikut, Ini Sederet Alasannya


    Jakarta

    Handuk memiliki beragam warna yang sering digunakan, seperti hijau, kuning, putih, dan lainnya. Namun, ada beberapa warna yang sebaiknya tidak digunakan.

    Hal itu karena bisa membuat handuk cepat kotor atau bahkan tidak terlihat kotor dan terus menerus dipakai padahal bisa menimbun kotoran. Maka dari itu, kamu bisa mempertimbangkan warna-warna berikut ini sebelum membeli handuk.

    Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini beberapa warna handuk yang sebaiknya dihindari.


    Putih Terang

    Dilansir dari Homes & Gardens, warna putih terang memang sering digunakan pada handuk. Akan tetapi, untuk menjaga warnanya tetap putih terang cukup sulit.

    Jika sering digunakan dan dipakai, bukan tidak mungkin warnanya bisa kusam meski sudah dicuci.

    Hitam

    Handuk berwarna hitam bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak ingin menggunakan warna terang. Dilansir dari Livingetc, warna ini juga bisa membuat kotoran pada handuk tidak terlihat. Namun, hal ini justru bisa membuat handuk lebih kotor.

    “Semakin gelap handuknya, semakin kotor pula handuk tersebut karena noda tidak terlihat,” kata manajer pemasaran di Sheridan, Ruth Stevens.

    Dari sudut pandang estetika, handuk hitam juga dapat terlihat terlalu gelap di kamar mandi.

    “Meskipun tampak elegan, handuk hitam sebenarnya dapat membuat kamar mandi terasa lebih kecil dan gelap, yang tidak ideal untuk ruangan yang seharusnya terasa terbuka dan menarik,” jelas Liam Davis, pakar warna dan Sejarawan Seni di Art File Magazine.

    Merah

    Handuk warna merah juga sebaiknya dihindari. Dari perspektif psikologi, warna ini mungkin agak mencolok untuk ruangan yang kecil.

    “Meskipun warnanya berani dan penuh gairah, ini bukan pilihan terbaik untuk handuk mandi. Warna ini bisa terlalu merangsang dan beberapa orang mengatakan warna ini bahkan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga sulit untuk rileks setelah mandi,” kata Liam.

    Abu-abu Muda

    Penggunaan warna ini justru bisa membuat handuk tampak kusam setelah beberapa kali cuci. Maka dari itu, sebaiknya hindari warna ini.

    Kalau kamu menggunakan warna netral, bisa memilih beige. Warna tersebut bisa membuat suasana terasa santai.

    Itulah beberapa warna handuk yang sebaiknya tidak dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah, Gampang!


    Jakarta

    Saat memelihara kucing berarti pemilik rumah sudah siap dengan bau dari hewan tersebut. Bau kucing ini mungkin untuk sebagian orang terutama pemilik rumah tidak mengganggu, tetapi bagaimana dengan tamu yang tidak terbiasa dengan itu?

    Bau kucing yang tercium di rumah biasanya berasal dari kotoran kucing. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik. Campuran konsentrasi tersebut memicu bau yang kuat dan busuk.

    Bau ini tetap dapat tercium ke seantero rumah meskipun sudah tersedia pasir khusus. Hal ini biasanya dikarenakan pasir tersebut jarang diganti dan dibersihkan sehingga baunya tetap tercium. Selain dari kotoran kucing, bulu dan muntahan kucing juga bisa menjadi sumber bau busuk tercium.


    Oleh karena itu, agar rumah tetap segar dan bebas dari bau kucing, pemilik rumah harus tau cara menghilangkan bau tersebut. Dilansir The Spruce, berikut cara menghilangkan bau kucing dari rumah.

    1. Bersihkan Kotak Pasir

    Biasanya pemilik rumah yang telah menyediakan kotak pasir untuk anabul buang air atau buang kotoran. Dengan begitu, pemilik rumah lebih mudah membersihkan kotoran karena berada di satu tempat.

    Kotak pasir tersebut harus diganti secara rutin karena tidak mungkin pasir tersebut bersih dengan sendirinya. Biasanya jangka waktu membersihkannya tergantung pada jumlah anabul yang dimiliki dan berapa banyak pasir yang digunakan.

    Jika pemilik rumah tak sempat dan suka lupa, saat ini sudah ada kotak pasir modern yang bisa mengganti pasir kotor secara otomatis. Setiap pagi, pemilik rumah hanya perlu membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

    2. Rawat Kucing dan Pastikan Selalu Bersih

    Hal yang paling penting untuk mencegah bau muncul adalah kamu harus rajin dan telaten mengurus kucing. Pastikan makanan yang mereka konsumsi aman untuk pencernaan, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, dan bawa periksa kesehatan sesering mungkin, terutama ketika mereka susah makan dan mengalami gangguan pencernaan.

    3. Rajin Bersihkan Rumah

    Debu merupakan salah satu kotoran yang bisa jadi sumber bau di rumah. Apalagi jika ditambah dengan bulu-bulu kucing yang berjatuhan. Oleh karena itu, pastikan setiap hari membersihkan rumah terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

    4. Bersihkan Pakai Cuka

    Jika sudah sering membersihkan tetapi baunya tidak kunjung hilang. Coba tambahkan cuka ke dalam air, kemudian semprotkan pada noda di kotak pasir, atau noda kotoran kucing di bagian rumah lain.

    Setelah disemprotkan diamkan selama 15-30 menit, dan basuh dengan kain bersih. Semprotkan berulang sampai noda benar-benar hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Terlupakan Dibersihkan, 5 Bagian Kamar Ini Bisa Jadi Sarang Kuman!


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur yang bersih tentu membuat penghuni di dalamnya merasa nyaman. Namun, ada saja bagian-bagian yang luput dibersihkan.

    Apabila bagian-bagian tersebut luput dibersihkan bukan tidak mungkin menyebabkan kualitas udara memburuk, bau tidak sedap, serta memicu alergi. Tentunya penghuni rumah tak ingin kamarnya tidak nyaman untuk ditempati.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini beberapa bagian yang kerap dilupakan saat membersihkan kamar tidur.


    1. Kolong Tempat Tidur

    Bagian ini jarang dibersihkan, padahal jika dibiarkan dalam waktu lama akan menimbun debu yang bisa memicu alergi. Biasanya bagian kolong tempat tidur juga sering dipakai untuk menyimpan barang.

    Kalau mau membersihkan kolong tidur sebaiknya keluarkan barang-barang yang ada di sana terlebih dahulu. Setelah itu mulai bersihkan debu dan kalau bisa pel bagian tersebut.

    Selain kolong tempat tidur, headboard kasur juga sering kali luput dibersihkan. Padahal debu yang menempel pada headboard bisa menurunkan kualitas udara di kamar. Untuk membersihkannya bisa menggunakan lap basah.

    2. Saklar Lampu

    Saklar lampu juga menjadi bagian yang jarang dibersihkan. Padahal bagian ini sering kali disentuh oleh penghuni kamar.

    Untuk membersihkannya bisa pakai lap yang sedikit basah dan pembersih serba guna. Pastikan lap yang digunakan jangan terlalu basah karena dikhawatirkan mempengaruhi kelistrikan.

    3. Sarung Bantal

    Sarung bantal menjadi salah satu bagian yang luput dibersihkan. Padahal jika tidak dibersihkan, sarung bantal bisa menjadi sarang kuman. Sebaiknya, sarung bantal dicuci setiap 3-6 bulan sekali.

    4. Kasur

    Membersihkan kasur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Namun, hal ini kadang luput untuk dilakukan.

    Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner atau mengebutnya dengan sapu lidi. Selain itu, bisa juga membersihkannya dengan uap yang bisa efektif membunuh bakteri. Namun, jangan gunakan uap pada kasur memory foam, karena panas dapat merusak bahannya.

    5. Lemari

    Seringnya membuka dan menutup lemari untuk mengambil barang bisa dengan cepat menumpuk debu, kotoran, maupun bakteri. Nah, untuk membersihkannya sebaiknya keluarkan barang-barang yang ada di dalamnya.

    Bersihkan debu yang ada di lemari sebelum mengelapnya dengan lap basa. Pastikan lemari sudah kering sebelum mengembalikan barang-barang ke dalamnya.

    Membersihkan lemari juga bisa sekaligus menyortir barang-barang yang tidak diperlukan lagi dan menjualnya atau mendonasikan barang tersebut.

    Kini sudah tahu kan bagian apa saja di kamar tidur yang luput dibersihkan? Ke depannya jangan lupa dibersihkan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk atau Jongkok? Ini Anjuran dalam Islam dan Kesehatan



    Jakarta

    Toilet yang juga dikenal sebagai WC atau jamban adalah fasilitas sanitasi yang digunakan untuk membuang kotoran seperti urin dan feses. Di Indonesia, dikenal dua jenis toilet yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Pada umumnya di RI menggunakan toilet jongkok, tetapi seiring berkembangnya zaman, keberadaan toilet jongkok mulai tergeser dengan toilet duduk.

    Penggunaan toilet jongkok dan toilet duduk mempengaruhi proses seseorang dalam buang air besar atau buang air kecil. Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran Islam menggunakan toilet jongkok juga ada hubungannya jika ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menjelaskan bahwa ketika posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.


    Selain itu, buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.

    Toilet jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet. Hal ini bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Namun, toilet jongkok tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena ketidaknyamanannya. Toilet jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Sehingga, toilet duduk lebih direkomendasikan untuk orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan orang yang keseimbangannya buruh

    Oleh sebab itu, penggunaan toilet jongkok lebih dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, toilet duduk juga diperbolehkan untuk orang tua yang sudah renta karena sudah tidak kuat atau orang yang memiliki kelebihan berat badan yang kesulitan berjongkok.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua, yang sudah pasti adalah ketika hendak buang air besar atau buang air kecil usahakan tidak berdiri kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Bersihkan Wastafel Mampet dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada wastafel adalah aliran pembuangan air yang lambat alias wastafel mampet. Hal ini membuat air menggenang pada wastafel.

    Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran seperti sampah, kotoran, dan rambut. Jika dibiarkan, air akan menggenangi wastafel sampai meluap.

    Lantas bagaimana cara membersihkan wastafel yang tersumbat? Yuk, simak caranya berikut ini dikutip dari The Spruce.


    5 Cara Membersihkan Wastafel Mampet

    Inilah cara membersihkan sumbatan pada saluran pembuangan wastafel agar air tidak menggenang.

    1. Bersihkan Kotoran yang Menyumbat

    Cara paling untuk mengatasi wastafel yang mampet adalah membersihkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangannya. Bisa jadi ada kotoran berupa sisa makanan, sampah, ataupun rambut yang menyumbat saluran pembuangan.

    Untuk mengambil kotoran tersebut, kamu bisa gunakan alat zip drainase untuk mengeluarkan rambut dan kotoran dari saluran pembuangan. Selain mudah digunakan, alat ini juga murah dan gampang ditemukan di toko perkakas.

    2. Bersihkan Sumbatan Wastafel

    Sumbatan wastafel adalah alat yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran pembuangan. Alat ini juga biasanya menjadi sumber masalah aliran wastafel yang lambat.

    Lepaskan dan bersihkan sumbat wastafel secara rutin, terutama setelah mencuci piring. Mengapa begitu? karena biasanya banyak sisa makanan dan kotoran yang menyangkut di sana, sehingga menyebabkan aliran air ke pembuangan menjadi lambat.

    3. Gunakan Cairan Pembersih Alami

    Kamu bisa pakai cairan pembersih racikan sendiri buat membersihkan wastafel yang tersumbat. Caranya cukup campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/2 cangkir cuka, biarkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mendidih. Cara ini akan membantu memecah kotoran di dalam pipa, sehingga aliran bisa lancar kembali.

    4. Plunger

    Kalau kamu merasa ada sumbatan besar yang bikin wastafel mampet, gunakan plunger untuk membantu mengeluarkan barang tersebut. Setelah barang yang menyumbat saluran dikeluarkan, maka aliran akan lancar kembali.

    5. Gunakan Pipa U

    Jika wastafel masih mampet setelah coba berbagai usaha, coba bersihkan dengan pipa U adalah cara terakhir yang bisa kamu lakukan. Pipa U adalah pipa berbentuk ‘U’ di bawah wastafel yang merupakan bagian dari saluran pembuangan wastafel.

    Pipa ini sering kali mengumpulkan kotoran yang membuat wastafel tersumbat. Oleh karena itu, kamu bisa mencopot pipa U di bawah wastafel dan kemudian membersihkannya. Setelah selesai, pasang kembali pipa U.

    Cara Cegah Aliran Wastafel Melambat

    • Hindari memasukkan rambut, sisa makanan, atau kotoran ke dalam saluran pembuangan.
    • Gunakan jaring halus untuk menangkap rambut.
    • Bersihkan sumbat wastafel secara teratur.
    • Bilas wastafel dengan air panas secara berkala untuk mencegah penumpukan.

    Itulah cara membersihkan dan mencegah wastafel tersumbat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com