Tag: kotoran

  • 4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Banyak orang yang memilih untuk menjemur pakaian di luar ruangan, dibandingkan menggunakan mesin cuci yang bisa mengeringkan pakaian. Beberapa di antaranya menjemur pakaian di depan rumah.

    Namun, cara ini sebenarnya memiliki beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan. Apa saja alasan sebaiknya tidak menjemur pakaian di depan rumah?

    4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah

    Beberapa alasan sebaiknya tidak menjemur baju di depan rumah. Mengutip laman The Spruce, berikut penjelasannya.


    1. Rentan Terkena Polusi dan Bau Tak Sedap

    Saat dijemur depan rumah, pakaian bisa menyerap bau dari polusi kendaraan yang lewat. Sama halnya jika rumah berdekatan dengan peternakan hewan atau pabrik. Aroma khas dari kedua tempat tersebut bisa menempel di pakaian yang bersih.

    2. Adanya Serangga dan Hewan Lainnya

    Menjemur baju di depan rumah juga memungkinkan dihinggapi serangga hingga kotoran hewan seperti burung yang sulit dihilangkan. Jika hal ini terjadi, kamu perlu mencuci ulang baju yang sudah kering.

    Jadi, penting untuk berhati-hati saat menggantungkan pakaian di luar ruangan.
    Pakaian dengan benang yang menggantung seperti sweater rajut juga bisa menarik perhatian burung yang melihatnya.

    3. Kondisi Cuaca Buruk

    Pakaian akan mengandalkan cuaca yang cerah agar bisa kering secara efektif. Angin yang kencang juga bisa menerbangkan kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Sementara, jika ada hujan deras, pakaian tidak akan kering. Apalagi jika hal tersebut terjadi saat tidak ada orang di rumah. Pakaian bisa benar-benar basah karena tak sempat diangkat.

    4. Merusak Estetika

    Tali jemuran bisa dianggap menurunkan nilai estetika rumah. Bahkan, di luar negeri beberapa asosiasi pemilik rumah melarang menjemur pakaian di depan rumah. Sebab, adanya jemuran tersebut dianggap menurunkan nilai properti.

    Meski demikian, dibandingkan dengan hanya mengandalkan pengering mesin cuci, menjemur pakaian di bawah sinar matahari, seperti di depan rumah memiliki beberapa kelebihan. Mulai dari mencerahkan pakaian putih, menjaga ukuran pakaian tanpa membuatnya menyusut, hingga menghemat listrik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lalat Kabur Jika Melihat Warna Kuning? Begini Kata Ahli



    Jakarta

    Banyak penelitian telah dilakukan untuk mencari tahu bagaimana cara mengusir lalat. Hewan kecil ini sulit untuk diusir apalagi ditangkap karena badannya yang kecil dan gerakkannya yang gesit.

    Salah satu penelitian menemukan bahwa lalat merespon terhadap warna. Ada beberapa warna yang menarik perhatian, ada pula yang mereka hindari.

    Dalam riset yang dilakukan oleh University of Florida yang tertuang pada Journal of Medical Entomology edisi terkini, mereka memantau perilaku lalat dari preferensi warna yang dipilih oleh lalat.


    Mereka menyiapkan alat elektroretinogram yang bisa mengukur reaksi mata lalat untuk mengetahui warna apa yang akan direspon oleh lalat. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa lalat lebih merespon warna biru dibandingkan kuning.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga melakukan teknik respon warna. Mereka melakukan uji coba dengan menyiapkan dua jenis meja dengan piring berisi makanan di atasnya.

    Satu meja berwarna kuning dan lainnya tidak dicat. Hasilnya menunjukkan bahwa lalat lebih tertarik pada meja yang tidak berwarna kuning.

    Setelah eksperimen ini, Dulux membuat sebuah proyek bernama Project Yellow Canteen yakni mengubah kantin menjadi serba kuning agar tidak ada lalat yang berani terbang di dalamnya.

    Selain warna kuning dari cat, eksperimen serupa juga bisa dicoba dengan menggunakan lampu LED kuning. Lampu ini bisa dipakai di beberapa spot di rumah, terutama dapur dan ruang makan.

    Alasan eksperimen ini diperlukan adalah agar kita mengetahui cara mengusir lalat yang paling efektif. Seperti yang kita ketahui, lalat memang tidak menggigit manusia, tetapi serangga ini membawa banyak bakteri dan kuman di kakinya.

    Kotoran tersebut bisa saja berasal dari tempat sampah atau tempat kotor lainnya. Ketika mereka terbang dan hinggap di makanan, dapat terjadi kontaminasi. Apabila makanan dan minuman tersebut dikonsumsi khawatirnya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti demam tifoid, kolera, dan diare.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jelang Lebaran, Pastikan Sofamu Bebas Kotoran dengan Cara Ini!



    Jakarta

    Sofa di ruang tamu merupakan salah satu barang di rumah yang mungkin jarang dibersihkan. Ukurannya besar dan sulit dibawa terkadang membuat kita bingung bagaimana cara membersihkannya.

    Padahal, sofa juga sama seperti barang rumah tangga lainnya yang menyimpan kuman dan bakteri. Oleh karena itu, sebelum Lebaran ketika banyak tamu datang, sebaiknya sofa dibersihkan.

    Walau kelihatannya bersih dan tidak ada kotoran apa-apa, sebetulnya sofa merupakan tempat berkumpulnya kotoran dan noda dari tumpahan makanan atau minuman, bahkan sampai kaki kita yang kotor menginjak sofa. Namun, kotoran tersebut menumpuk di sela-sela sofa sehingga kita sering tidak sadar jika sofa sebetulnya sudah kotor.


    Namun, kamu tidak perlu khawatir sebab berikut melansir dari situs Good House Keeping, terdapat beberapa cara membersihkan sofa.

    Cek Kode Label

    Pada sofa terdapat kode label yang membantu kamu mengetahui bagaimana cara perawatannya. Berikut kodenya

    • W adalah kode bahwa sofa dapat dibersihkan dengan air.
    • S adalah kode bahwa sofa hanya dapat dibersihkan pakai bahan kimia atau pelarut pembersih jok (dry clean).
    • W/S adalah kode bahwa sofa dapat dibersihkan pakai air maupun pelarut bahan kimia.
    • X adalah kode bahwa sofa hanya bisa divakum, disedot debunya, dan jangan gunakan air.

    Setelah mengecek kode pada label perawatan sofa, kemudian bersihkan sofa sesuai dengan bahannya yaitu ada bahan kain dan bahan kulit.

    Bersihkan Sofa Bahan Kain

    Untuk membersihkan sofa berbahan kain, perhatikan langkah-langkah berikut.

    1. Gunakan penyedot debu untuk membersihkan seluruh bagian sofa, seperti belakang, lengan, pinggiran, dan bawah. Bersihkan juga sepanjang pinggiran dan jahitan sofa.
    2. Gunakan alat uap seperti setrika uap untuk menembus kain. Hal ini berguna untuk membunuh tungau yang menyelinap di sofa.
    3. Bersihkan noda jika ada. Campur ¼ sendok teh sabun cuci piring dan satu cangkir air hangat. Tuang dan tepuk noda dengan hati-hati. Setelah noda hilang, tepuk area untuk menghilangkan kelembapannya.
    4. Semprotkan pewangi pada sofa.

    Bersihkan Sofa Bahan Kulit

    Untuk membersihkan sofa berbahan kain, perhatikan langkah-langkah berikut.

    1. Bersihkan menggunakan penyedot debu sedikit demi sedikit sampai celah sofa.
    2. Bilas pakai kain basah pada beberapa spot yang ada nodanya.
    3. Semprotkan pelindung kulit sofa agar lebih awet.
    4. Setelah dibersihkan, kamu perlu menghilangkan bau dari sofa yang mengganggu. Melansir dari situs The Spruce, bau sofa bisa hilang dengan menggosokkan soda kue dengan lembut terhadap kain sofa. Biarkan soda kue selama satu jam atau semalaman. Kemudian, sedot sisa-sisa soda kue tersebut.

    Itulah beberapa tips untuk membersihkan sofa serta menjaga kesegarannya. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Ini 5 Cara Cepat Bersihkan Rumah Sebelum Tamu Datang


    Jakarta

    Momen lebaran seperti ini, biasanya saudara-saudara saling berkunjung ke rumah. Sebagai tuan rumah, tentu kita ingin menampilkan rumah dalam keadaan rapi dan bersih.

    Apalagi kalau tiba-tiba mendengar kabar bakal ada tamu yang datang ke rumah. Kamu harus bisa membersihkan rumah dengan cepat.

    Membersihkan rumah tidak selalu menguras waktu dan tenaga, kok. Simak cara cepat dan mudah membersihkan rumah berikut ini.


    Tips Membersihkan Rumah dengan Cepat

    Inilah cara membersihkan rumah dengan cepat sebelum tamu datang, dikutip dari Cleaning Institute.

    1. Bereskan Barang-barang

    Awali kegiatan membersihkan rumah dengan pekerjaan yang mudah terlebih dahulu. Ambil dan bereskan barang-barang dengan fokus pada ruangan secara satu per satu.

    Bersihkan kamar tidur dengan mengangkut seprai dan handuk untuk cucian. Lalu, masukkan piring kotor ke dalam wastafel dan cuci ketika di dapur.

    Jangan lupa untuk mengosongkan tempat sampah dan menggantinya dengan yang baru. Kamu juga bisa mengumpulkan barang-barang lain untuk dibuang.

    2. Bekerja dari Atas ke Bawah

    Sebaiknya kamu membersihkan rumah dari bagian atas ke bawah. Artinya, bersihkan debu di barang barang atau yang ada di atas dulu baru membersihkan lantai.

    Contohnya bersihkan langit-langit rumah atau debu di ventilasi dulu sebelum kamu menyapu seluruh rumah. Selain itu, bersihkan lantai dari satu sudut terjauh ke arah pintu.

    3. Prioritaskan Dapur dan Kamar Mandi

    Biasanya ruang dapur dan kamar mandi membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak untuk dibersihkan. Sebelum mulai membersihkan kamar mandi, kamu bisa tuangkan cairan pembersih keramik atau kerak untuk dibiarkan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya.

    Bersihkan kamar mandi dari atas ke bawah, lalu bersihkan juga peralatan mandi. Untuk lantai halus seperti ubin atau lantai kayu yang rentan tergores, sapu terlebih dahulu sebelum mengepel.

    4. Gunakan Disinfektan

    Setelah rumah bersih, kamu bisa mensterilkan beberapa bagian rumah dengan disinfektan dan kain lap. Bersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, sakelar lampu, meja, dan keran.

    5. Lakukan Secara Rutin

    Buatlah jadwal untuk membersihkan rumah agar kotoran tidak menumpuk dan menambah beban kerja kamu. Dengan begitu, kamu bisa lebih cepat setiap kali membersihkan rumah.

    Itulah cara cepat membersihkan rumah sebelum tamu datang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Harus Dilakukan Agar Rumah Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Membersihkan rumah memang diperlukan agar hunian tersebut tetap rapi dan bebas kotoran. Biasanya perlu waktu khusus untuk membersihkan seluruh rumah.

    Agar rumah rapi dan bebas kotoran ternyata tak melulu perlu satu hari khusus untuk membersihkan ruangan, tapi bisa dicicil dengan beberapa kebiasaan berikut ini. Sebagai contoh, kebiasaan untuk merapikan bantal di kursi ruang keluarga saat ingin tidur bisa menjadi salah satu kebiasaan yang bisa dilakukan.

    Dengan merapikan bantal kursi di ruang keluarga sebelum tidur bisa membuat ruangan tampak rapi. Selain itu, setelah menggunakan remote TV bisa mengembalikannya ke tempat semula agar tidak berantakan.


    Selain itu masih ada beberapa kebiasaan lainnya yang bisa dilakukan agar rumah tetap rapi dan bersih. Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.

    1. Bersihkan Meja Dapur

    Membersihkan meja dapur setelah digunakan merupakan salah satu kebiasaan untuk menjaga rumah agar tetap bersih dan mencegah timbulnya bau tak sedap. Pastikan segera bersihkan meja jika ada tumpahan makanan, segera mencuci piring, serta simpan barang-barang yang tak terlalu diperlukan agar tidak berantakan.

    2. Lipat Lap Handuk

    Salah satu kebiasaan yang bisa membuat rumah rapi adalah melipat handuk atau lap untuk bersih-bersih. Hal ini agar meja dapur tak berantakan dan mencegah persepsi penghuni malas membersihkan rumah.

    3. Buang Sampah

    Membuang sampah setiap hari harus dilakukan agar rumah tidak bau. Selain itu, kebiasaan membuang sampah setiap hari juga bisa membuat hunian terasa segar dan bersih.

    “Perawatan rutin bukan hanya tentang penampilan; tetapi tentang menciptakan ruangan yang terasa bersih, terawat, dan nyaman setiap hari,” kata cleaning expert di GermSmart, Taylor Riley.

    4. Bersihkan Lantai

    Menjaga lantai bersih merupakan salah satu kebiasaan agar rumah tampak rapi. Sebab, jika bagian lantai kotor akan menimbulkan penampilan rumah yang tidak diurus.

    5. Pastikan Kamar Mandi Bersih

    Ketika ada tamu datang dan harus menggunakan kamar mandi, tentunya pemilik rumah nggak mau dong ruangan tersebut kotor dan bau? Maka dari itu, menjaga kamar mandi tetap bersih perlu dilakukan.

    Cara mudahnya, penghuni rumah bisa mengelap permukaan di kamar mandi serta bagian kloset agar tetap bersih.

    Itulah beberapa kebiasaan untuk menjaga rumah tetap bersih dan rapi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Sering Buang Sabun ke Kloset Bisa Bikin Septic Tank Meledak



    Jakarta

    Dalam sebuah bangunan, terdapat banyak sekali saluran pembuangan yang pemasangannya cukup rumit. Salah satunya adalah saluran pembuangan dari kloset dan kamar mandi.

    Sistem pemasangannya yang rumit membuat banyak benda tidak bisa sembarangan dibuang melalui pipa di kamar mandi apalagi kloset. Sebab, selain air biasa dan kotoran manusia, dapat menyebabkan saluran macet atau masalah septic tank.

    Sering kali ditemui larangan membuang tisu, rokok, dan benda padat lainnya ke dalam lubang kloset. Ternyata membuang sabun ke dalam kloset juga tidak diperbolehkan lho. Padahal ketika kita membersihkan kloset atau membersihkan diri setelah buang air kerap memakai sabun dan terbuang ke dalam kloset. Kira-kira apa ya alasannya?


    Dilansir Ideal Home, di dalam sabun terdapat zat kimia yang dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusukan di septic tank. Keberadaan zat ini sangat merugikan karena apabila tidak ada makhluk pengurai atau bakteri pembusukan, septic tank akan cepat penuh.

    Kotoran-kotoran yang menumpuk tersebut pasti mengalami pembusukan. Dalam proses tersebut akan muncul zat-zat baru yang menimbulkan bau busuk, gas, dan massa yang dapat menekan sekelilingnya. Apabila tidak ada makhluk pengurai, septic tank akan cepat penuh penuh dan bisa meledak.

    Masalah lainnya jika sering membuang sabun ke kloset adalah kerusakan pada karet di pipa saluran air. Bahaya ini sama seperti membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    “Kita semua pernah melihat kotoran yang ditinggalkan pelembut kain di laci mesin cuci. Lama kelamaan akan meninggalkan lapisan lengket yang dapat menggumpal dan menyumbat mesin cuci Kamu,” kata Izzy Shulman, Direktur Plumbers4U, dikutip Selasa (2/4/2025).

    “Beberapa pelembut kain bahkan mungkin mengandung bahan beracun seperti benzil asetat dan etanol. Jadi dari sudut pandang lingkungan, memasukkannya langsung ke dalam tangki toilet tidak akan berdampak baik bagi ekosistem air,” lanjutnya.

    Cairan yang Aman Dibuang ke Toilet

    Cairan yang boleh dibuang ke toilet terutama pada saat bersih-bersih hanya produk yang memang dibuat untuk membersihkan toilet. Kemudian, jika ada noda yang membandel atau timbul noda kerak yang sulit dibersihkan dengan air dan digosok, pengguna kamar mandi boleh memakai bahan pembersih yang lebih ampuh, contohnya soda kue dan cuka putih.

    Caranya dengan mencampurkan cuka putih dan soda kue. Kemudian tuang ke mangkuk toilet. Tunggu selama 10 menit, sikat, lalu bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada busa yang terlihat lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Habis Ngepel Malah Bau Amis? Ini Cara biar Lantai Kinclong dan Wangi


    Jakarta

    Lantai harus rajin dipel agar kinclong dan wangi. Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru menimbulkan bau amis pada lantai.

    Hal ini bisa menandakan lantai sebenarnya masih kotor, lho. Alhasil, penghuni rumah menjadi kurang nyaman berjalan di atas lantai kotor sambil menghirup bau yang tidak sedap.

    Lantas, apa yang bikin lantai amis setelah dipel? Simak penjelasan dan tips ngepel berikut ini.


    Penyebab Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai bau amis setelah dipel beserta cara menyiasatinya, dikutip dari Cleanpedia.

    1. Kain Pel Kotor

    Bau tak sedap pada lantai setelah dipel bisa disebabkan dari kain pel yang sudah kotor. Kain pel yang kotor pastinya tidak akan bisa membersihkan lantai kamu dengan optimal.

    Oleh karena itu, kamu perlu menjaga kebersihan kain pel. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin dengan detergen, lalu dijemur hingga kering.

    Pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai. Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

    2. Air Pel Kotor

    Salah satu biang kerok lantai bau amis usai dipel adalah penggunaan air yang kotor. Jangan mengepel lantai dengan air yang sudah butek dan berbau.

    Kamu perlu rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat supaya kotoran yang menempel di lantai keramik bisa dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Ember Kotor

    Ember pel yang sering digunakan lama-lama akan kotor. Bila ember tak dibersihkan secara rutin, ember akan berkerak dan kotor akibat sisa sabun dan kotoran yang tertinggal. Kalau menggunakan air dari ember kotor, tentu akan mempengaruhi kebersihan lantaimu.

    Setelah digunakan, sebaiknya membersihkan ember pel dan dikeringkan. Kamu juga bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel.

    4. Cara Pel yang Kurang Tepat

    Lantai yang bau amis setelah dipel bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat. Kamu perlu menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai supaya bersih menyeluruh. Bila lantai dibersihkan dengan lebih baik, bau tak sedap pun lebih mudah dicegah.

    Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Jika lantai rumah kamu terbuat dari jenis lantai lain, bersihkan lantai kamu dengan jenis pel yang tepat.

    Gunakan gerakan yang tepat saat membersihkan lantai sesuai dengan alat pel yang kamu gunakan. Kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Sementara pel yang terbuat darispons dibersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Cara mengepel lantai seperti ini membantu kamu menjangkau seluruh permukaan lantai, sehingga lebih bersih.

    5. Tidak Menggunakan Cairan Pembersih dan Pewangi

    Bau tak sedap menandakan lantai sebenarnya belum bersih. Kamu harus membasmi bau beserta kuman dan bakteri menggunakan cairan pembersih. Kamu juga dapat menggunakan pembersih lantai dengan pewangi agar lantai jadi bau harum dan segar.

    Itulah penyebab lantai bau amis setelah dipel beserta cara supaya kinclong dan wangi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Alasannya’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kutu Busuk di Kasur? Kenali Tanda-tandanya dan Segera Basmi!



    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu hama yang bisa ada di dalam rumah. Keberadaannya sangat mengganggu karena bisa menggigit kulit manusia.

    Biasanya kutu busuk berada di area gelap yang tidak terpapar sinar matahari. Selain itu parasit ini juga menyukai area sumber makanannya, salah satunya adalah kasur.

    Lalu bagaimana caranya kita bisa mengetahui rumah kita sudah dihuni kutu busuk? Berikut penjelasannya.


    Apa Itu Kutu Busuk?

    Melansir Rentokil, kutu busuk merupakan serangga ektoparasit yang menghisap darah mamalia, termasuk manusia, sebagai sumber makanan. Ektoparasit atau parasit eksternal mengacu pada kecenderungan mereka hidup di luar tubuh inang.

    Bentuk kutu busuk oval dan pipih dengan kaki tebal, serta tanpa sayap. Panjang kutu busuk dewasa sekitar 5 hingga 6 mm dan akan bertambah menjadi 7 mm jika sudah meminum darah dari inang mereka.

    Kutu busuk termasuk hewan nokturnal sehingga aktif menggigit manusia pada malam hari. Umumnya, mereka menggigit manusia antara pukul 1 hingga 5 pagi. Efek gigitan kutu busuk biasanya baru akan terasa di siang hari.

    Tanda-Tanda Kasur Dihuni oleh Kutu Busuk

    Kamu tidak perlu digigit terlebih dahulu untuk mengetahui kutu busuk sedang menyerang rumah, khususnya kasur tidur. Ada beberapa tanda keberadaan kutu busuk di kasur tidur kita. Apa saja? Berikut tanda-tanda keberadaan kutu busuk di kasur dikutip dari Sleep Foundation.

    Adanya Kutu Busuk yang Masih Hidup

    Kutu busuk muda memiliki warna putih atau bening. Sementara itu, kutu busuk dewasa berwarna coklat kemerahan. Carilah keberadaan kutu busuk di area pegas, celah-celah bingkai, dan kepala tempat tidurmu. Kutu busuk biasanya menyukai area yang gelap. Maka, carilah keberadaan mereka ke sudut-sudut kasur. Gunakan senter bila diperlukan.

    Cangkang Kulit

    Kutu busuk juga kerap meninggalkan cangkang kulitnya yang tembus pandang dan berlubang. Jika kamu menemukannya di sepanjang jahitan kasur atau di sudut-sudut perabot, artinya kasurnya sedang dihuni oleh kutu busuk.

    Telur Kutu Busuk

    Telur kutu busuk berbentuk oval dan berwarna putih. Meskipun ukurannya kecil dan sulit dikenali daripada kutu busuk itu sendiri, cobalah cek area sudut-sudut kasurmu. Jangan sampai telur tersebut menetas dan menjadi kutu busuk.

    Adanya Bekas Kotoran dan Darah

    Bekas kotoran kutu busuk biasanya meninggalkan bintik-bintik hitam atau coklat di kasur. Hal ini menandakan adanya kutu busuk di kasurmu. Selain itu, noda darah berwarna merah dan berkarat juga merupakan tanda keberadaan kutu busuk di kasur.

    Kasur Berbau Apak

    Bau apak pada kasur bisa menjadi tanda keberadaan kutu busuk di kasurmu. Segeralah cek tanda-tanda lainnya jika kamu sudah mencium bau tak sedap tersebut di kasur.

    Bekas Gigitan di Kulit

    Jika kamu menemukan tanda merah kecil yang gatal di kulit, bisa jadi itu disebabkan oleh gigitan kutu busuk. Segeralah cek kasur secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda keberadaan kutu busuk lainnya.

    Cara Mencegah Kutu Busuk di Kasur

    Nah, agar kasurmu terhindar dari serangan kutu busuk, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Melansir Sleep Foundation, Senin (27/11/2023), berikut cara mencegah kutu busuk di kasur tidur.

    • Gunakan penutup kasur atau seprai untuk mencegah kutu busuk berkembang biak di kasur.
    • Sering-seringlah menyedot debu untuk menyingkirkan kutu busuk yang mungkin menyelinap ke dalam kasur.
    • Jaga rumahmu tetap rapi dan bersih agar kutu busuk tidak memiliki banyak tempat untuk bersembunyi.
    • Setelah bepergian, periksa koper untuk mencari kutu busuk dan segera cuci pakaian yang kamu kenakan.
    • Periksa dengan seksama setiap furnitur bekas apakah ada kutu busuk sebelum membelinya.

    Demikianlah tanda-tanda keberadaan kutu busuk di kasur. Semoga informasinya bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Agar Garasi Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Garasi merupakan ruang untuk memarkir kendaraan dan menyimpan berbagai benda di rumah. Ruang yang tidak dihuni ini sering kali terlewatkan untuk dibersihkan.

    Padahal, garasi yang jarang dibersihkan bisa menumpuk banyak kotoran, debu, hingga sarang laba-laba, lho. Nah, sebaiknya kebersihan garasi lebih diperhatikan agar nyaman menyimpan kendaraan.

    Lantas, bagaimana cara menjaga kebersihan garasi? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple.


    Tips Menjaga Kebersihan Garasi

    Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga garasi tetap bersih.

    1. Tentukan Hari Bersih-bersih

    Pemilik rumah bisa menentukan hari khusus untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap ketika membersihkan garasi.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Bersihkan kamar mandi secara menyeluruh dari berbagai debu dan kotoran. Selain itu, sebaiknya mengurangi jumlah barang-barang agar tidak memenuhi ataupun menjadi sarang debu. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Manfaatkan bagian plafon sebagai ruang penyimpanan barang-barang. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Itulah cara menjaga garasi agar tetap bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Sering Terasa Berpasir? Bisa Jadi gegara Aktivitas Kutu Busuk!


    Jakarta

    Kasur merupakan benda penting di rumah yang harus selalu bersih. Kasur yang bersih mempengaruhi kenyamanan penggunanya ketika beristirahat.

    Namun, pernahkah kalian merasakan kasur terasa berpasir? Seperti ada butir-butir keras di kasur, padahal naik ke kasur dalam keadaan bersih, tidak datang dari luar rumah, dan rumah tidak berada di pinggiran pantai.

    Berasal dari mana pasir-pasir yang terasa di kasur tersebut?


    Dilansir Home Unstain, berikut beberapa sumber munculnya pasir-pasir di kasur.

    1. Faktor Lingkungan

    Ternyata pasir-pasir yang terasa di kasur tidak sepenuhnya benar-benar butiran pasir. Bisa jadi itu merupakan partikel debu yang mengeras dan kasar. Debu tersebut terbawa dari luar yang menempel pada pakaian atau tubuh penggunanya.

    Solusi untuk membersihkan debu tersebut adalah dengan membersihkan kasur sebelum naik ke atas dengan menyedot debu atau membuang debu dengan sapu lidi.

    2. Kutu Busuk

    Salah satu hewan yang biasa menempati kasur adalah kutu busuk. Hewan kecil ini bisa menghasilkan kotoran keras dan berpasir di tempat tidur selain menyebabkan alergi.

    Kutu busuk biasa bersembunyi di celah-celah kasur seperti rangka tempat tidur, kasur, seprai, dan kertas dinding, di antara tempat-tempat kecil dan gelap lainnya.

    3. Kulit Mati

    Kemudian, pasir-pasir yang terasa di kasur juga bisa berasal dari kulit mati penggunanya. Saat berkeringat, tubuh melepaskan mineral dan garam, yang menyebabkan kulit menjadi kasar. Selain itu, partikel-partikel ini dapat menumpuk di tempat tidur dan membuatnya bertekstur berpasir akibat pengelupasan sel kulit.

    4. Kotoran di Bawah Kaki

    Seperti yang disebut sebelumnya kotoran seperti pasir ini bisa berasal dari kaki atau pakaian penggunanya yang menempel dan jatuh di kasur. Untuk menghindari hal ini disarankan pengguna kasur memakai alas kaki selama di rumah agar tidak ada kotoran yang menempel di kaki.

    5. Debu dari AC atau Kipas Angin

    Partikel debu ada yang berasal dari pendingin ruangan atau kipas angin yang digunakan di rumah. Penyebaran debu ini bisa dihentikan apabila alat elektronik tersebut rajin dibersihkan. Namun, apabila kamu tidak peduli dengan alat tersebut, siap-siap debu-debu seperti pasir menempel di tempat tidur.

    6. Remah Makanan

    Alasan lainnya kasur terasa berpasir adalah remahan makanan yang tertinggal di kasur. Jika kasusnya seperti ini, penghuni rumah biasanya sudah menyadari penyebab kasur terasa seperti berpasir. Untuk menjaga kasur tetap bersih dan nyaman digunakan adalah hindari makan di atas kasur.

    Itulah penyebab kasur terasa seperti berpasir. Jangan lupa untuk membersihkan kasur sebelum digunakan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com