Tag: kotoran

  • Bak Mandi Bisa Jadi Sarang Kuman, Ini Cara dan Waktu Tepat Membersihkannya



    Jakarta

    Sebagai wadah penyimpanan air untuk membersihkan diri, bak mandi harus diperhatikan kebersihannya. Baik itu bak mandi pada umumnya, maupun bak mandi untuk berendam. Sebab, bak mandi menyimpan bekas sabun, kotoran, hingga lumut yang menempel pada permukaannya.

    Pertanyaannya, seberapa sering sebetulnya bak mandi harus dibersihkan?

    Melansir dari situs The Spruce, bak mandi harus dibersihkan setiap dua minggu atau lebih tergantung seberapa kotornya. Selain itu, jika punya hewan peliharaan yang juga mandi di kamar mandi, maka pastikan bilas bak mandi lebih sering untuk menghilangkan kotoran dan debu yang bisa menempel.


    Tips Bersihkan Bak Mandi

    Adapun untuk membersihkan bak mandi kamu bisa menggunakan cairan hidrogen peroksida. Cairan ini adalah cairan yang efektif untuk menghilangkan noda. Pastikan gunakan sarung tangan dan kacamata untuk menghindari kontak langsung dengan cairan. Berikut langkah-langkah membersihkan kamar mandi

    Buka Ventilasi Kamar Mandi

    Jika kamar mandi ada ventilasi, maka bisa dibuka untuk menghindari menghirup hidrogen peroksida secara langsung.

    Buat Pasta Pembersih

    Buatlah pasta pembersih dengan mencampurkan hidrogen peroksida dan soda kue. Letakkan dalam wadah plastik kemudian aduk sampai pasta mengental.

    Oleskan Pasta ke Noda

    Oleskan pasta ke noda pada bak mandi dan diamkan sekitar 10 menit. Setelah itu gosok noda dan biarkan satu jam sebelum diseka. Jika nodanya membandel, diamkan dengan waktu yang lebih lama.

    Bilas dengan Air

    Bilas noda yang telah dibersihkan dengan air atau spon basah. Jika masih ada noda bisa ulangi proses pengolesan dan penggosokan.

    Itu dia informasi seputar membersihkan bak mandi. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Mengecat yang Bikin Dinding Cepat Kotor, Hindari Mulai Sekarang!



    Jakarta

    Menjaga dinding tetap bersih merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk menciptakan tampilan rumah yang indah. Sebab, dinding juga tak lepas dari kotoran, debu, lecet, dan noda yang membuat tampilannya kotor. Padahal, mengecat ulang dinding tidak bisa dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga.

    Namun, tidak perlu khawatir. Untuk menjaga dinding rumah tetap bersih, kamu bisa melakukan pencegahan di awal saat proses pengecatan. Teknik mengecat dinding yang tepat dapat memaksimalkan tampilan dinding. Untuk itu, kamu perlu perhatikan bahwa terdapat 5 kesalahan dalam mengecat yang bisa membuat dinding rumah terlihat kotor dilansir oleh situs Better Homes & Garden.

    Warna Cat Terlalu Terang

    Jika kamu tidak ingin dinding terlihat cepat kotor, maka hindari warna cat terlalu terang seperti putih. Hal ini karena noda atau bercak dapat terlihat dengan jelas pada dinding berwarna terang. Menurut Manajer Pemasaran Merek Cat PPG, Dee Schlotter, cari warna cat netral berona sedang untuk menyembunyikan kotoran dan ketidaksempurnaan.


    “Warna yang direkomendasikan misalnya abu-abu hangat karena membantu menyembunyikan kotoran terutama di ruangan yang sering dilalui seperti dapur,” ucap Schlotter.

    Beli Cat Terlalu Murah

    Untuk hasil akhir yang bagus, sebaiknya hindari membeli cat yang terlalu murah sebab berkaitan dengan kualitas cat. Penggunaan cat yang berkualitas tinggi biasanya harganya memang lebih mahal. Menurut Manajer Pengembang Lapang Benjamin Moore, Mike Mundwiller, ada perbedaan antara cat kaleng mahal dan murah.

    “Kualitas produk yang digunakan akan memengaruhi hasil akhir, seperti bagaimana produk bekerja, bagaimana produk bisa menyembunyikan kotoran, dan juga berkaitan dengan ketahanan produk,” kata Mundwiller.

    Selain itu, dianjurkan juga membeli cat berkualitas untuk area yang membutuhkan ketahanan seperti dapur atau kamar mandi. Hal ini supaya hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

    Hindari Kilap Cat Susah Dibersihkan

    Kilap atau kilauan cat merupakan lapisan yang memberikan hasil akhir mengkilau pada dinding. Secara umum, tampilan yang kilap nya tinggi lebih mudah dibersihkan dan tahan lama jika dibersihkan setiap saat jadi cocok untuk lemari dapur. Sebaliknya, jika dinding tidak dilapisi kilap cat maka hasil akhirnya matte dan butuh digosok lebih kuat untuk membersihkannya. Lapisan yang matte lebih cocok untuk area yang jarang dilalui orang karena minim lecet atau cipratan.

    Akan tetapi, cat kilap memang tidak bisa menutupi kesempurnaan seperti lubng paku, penyok, retakan, atau bercak dibanding cat matte. Hal ini karena cat kilap memantulkan cahaya dan bisa menonjolkan noda. Jadi, jika dinding rumah ingin terlihat bersih dan kotoran tersamarkan, maka pilih cat yang hasilnya matte.

    Bersihkan Dinding

    Hal yang tak kalah penting adalah membersihkan dinding sebelum mengecat. Gunakan larutan trisodium fosfat (TSP) untuk mengelap dinding sehingga bersih dari debu dan kotoran sebelum mengecat. Kamu juga bisa mengaplikasikan cat dasar terlebih dahulu untuk menutupi noda gelap. Lapisan cat dasar membantu menciptakan permukaan yang bersih sehingga warna cat tidak bertabrakan dengan noda di bawahnya.

    Kuas Cat Tidak Tepat

    Perhatikan alat mengecat yaitu kuas. Kuas atau rol yang direkomendasikan adalah setebal 1,9 cm pada dinding plester yang halus untuk menciptakan tekstur seperti kulit jeruk yang susah dibersihkan. Secara umum, permukaan yang halus butuh rol dengan bulu tipis sementara permukaan kasar seperti dinding bata butuh rol dengan anyaman tebal untuk menampung lebih banyak cat dan masuk ke celah-celah.

    Demikian 5 kesalahan mengecat yang harus kamu hindari agar dinding rumah tidak cepat kotor. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Exhaust Fan Kamar Mandi yang Kotor dan Bising



    Jakarta

    Exhaust fan memiliki peran yang penting untuk kamar mandi. Benda ini berfungsi sebagai kelancaran sirkulasi udara agar kamar mandi tidak pengap. Apa lagi jika kamar mandi yang tidak ada ventilasi.

    Dengan perannya yang sangat penting, exhaust fan perlu dijaga kebersihannya. Exhaust fan yang sudah berdebu dan kotor tidak dapat berfungsi secara maksimal. Lalu, pada akhirnya akan mengeluarkan suara yang sangat bising seperti halnya pesawat jet yang sedang lepas landas.

    Kalau seperti, apa yang harus dilakukan? Simak informasinya berikut ini.


    Bersihkan Debu

    Melansir Real Simple, membersihkan debu bisa menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah exhaust fan yang berisik. Sebelum membersihkannya, kamu harus memastikan arus listrik pada saklar kipas angin sudah dimatikan.

    Jika diperlukan, kamu bisa memakai tangga dan senter untuk membersihkan debu, gunakan pula alat penyedot debu, serta kemoceng guna membersihkan debu yang menempel pada bagian luar kipas. Cara ini dapat mencegah debu berjatuhan ke lantai ketika kamu melepas penutupnya.

    Lepaskan Penutup

    Pada umumnya penutup kipas dapat dilepas dengan cara menariknya secara perlahan dari langit-langit atau dinding tergantung pada model dan jenis exhaust fan. Kamu mungkin memerlukan obeng atau dengan menekan kait di bagian samping kipas untuk melepas penutupnya.

    Sesudah penutup dilepas, kamu akan melihat motor serta bilah pada kipas kamar mandi, sebagian besar kipas dicolokkan ke stopkontak, maka cabutlah kabel kipas sebelum kamu melakukan pembersihan pada kipas.

    Bersihkan Penutup Ventilasi

    Isi ember dengan air hangat dan tambahkan pembersih rumah tangga serbaguna, masukkan penutup ventilasi ke dalam ember dan biarkan hingga meresap guna menghilangkan debu dan kotoran yang menumpuk ketika kamu membersihkan bagian lain dari kipas.

    Sehabis direndam, pakai kain mikrofiber untuk pembersihan menyeluruh pada penutup ventilasi dan bilas dengan air hangat. Taruh penutup di atas handuk penyerap dan diamkan sampai kering seluruhnya sebelum kamu memasangnya kembali.

    Cuci Bilah Kipas dan Mesin

    Bila memungkinkan, copot unit kipas dari casing, secara umum model kipas ini hanya dilengkapi beberapa ikatan saja. Basahkan kain mikrofiber menggunakan air dan seka debu dari setiap bilah dan motor, kamu bisa memakai penyedot debu yang menggunakan alat celah untuk menyedot debu atau kotoran kecil lainnya.

    Jika kipas tidak bisa dilepaskan dari casing, pakailah kain yang lembap, penyedot debu, dan kemoceng untuk membersihkan debu secara menyeluruh. Bagaimanapun cara yang kamu terapkan, perlakukanlah dengan lembut agar bilah kipas tidak bengkok atau patah.

    Bersihkan Sekitar Exhaust Fan

    Pakailah alat penyedot debu atau kemoceng untuk membersihkan kotoran secara menyeluruh dari bagian rumah tersembunyi dan braket yang menahan kipas serta casingnya. Pastikan pembersihan pada sudut-sudut tempat debu dan serangga juga dibersihkan dengan detail guna mencegah serangga terperangkap di sela-sela tersebut.

    Pasang Kembali

    Selepas semua bersih, kering, dan bebas debu, pasang kipas kembali ke dalam casingnya dengan menyambungkan kembali pada braket. Langkah seterusnya, putar baling-baling kipas menggunakan jari kamu guna memastikan bilah kipas tidak mengenai bagian manapun dari komponen.

    Bila perlu, colok kabel kipas ke stopkontak, setelah memastikan penutup benar-benar kering, lalu pasang kembali dan kencangkan dengan obeng.

    Uji Coba Exhaust Fan

    Coba nyalakan kembali pemutus arus dan saklar kipas, lalu uji kipas yang telah dibersihkan, jika kamu mendengar suara atau bunyi baru yang mengganggu, mungkin kamu perlu mengubah posisi kipas.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Ini Tempat yang Tepat dan Salah Meletakkan Tempat Sampah di Rumah



    Jakarta

    Tempat sampah menjadi barang wajib yang ada di rumah. Tanpa tempat sampah, debu, kotoran, sisa makanan, atau barang tidak terpakai akan berceceran.

    Terkadang orang juga memiliki beberapa tempat sampah di rumah. Ada yang diletakan di dalam rumah, ada juga tempat sampah yang ditaruh di luar rumah.

    Namun jangan sampai salah menempatkan tempat sampah di rumah. Mengutip dari Homes and Gardens, berikut beberapa tempat yang tepat dan sebaiknya dihindari meletakkan tempat sampah di rumah.


    Tempat yang Tepat Meletakkan Tempat Sampah

    1. Dapur

    Dapur adalah ruangan paling cepat kotor di rumah terutama setelah memasak. Berbagai jenis sampah dari kering dan basah bisa dihasilkan setiap hari. Maka dari itu, di dapur perlu ada tempat sampah sendiri agar sampah tidak bercecer.

    Lokasi yang disarankan agar tidak mengganggu estetika dapur adalah di samping wastafel atau tempat cucian piring. Ketika kamu mencuci piring atau peralatan dapur, tanpa berpindah tempat karena tempat sampah ada di dekat kaki.

    Selain itu, menurut feng shui, penempatan tempat sampah di dapur juga mengundang energi positif di dapur. Namun, jangan lupa memilih tempat sampah yang tertutup agar tidak mengundang tikus, kecoa, atau hewan pengerat lainnya.

    2. Kamar Mandi

    Tempat sampah boleh diletakkan di dalam kamar mandi untuk membuang tisu, pembalut, kemasan odol atau sabun, hingga kotoran yang jatuh dari baju.

    Namun, kamu perlu memperhatikan jenis bahan yang dipakai, usahakan dari plastic. Hindari menggunakan tempat sampah dari rotan, kayu, atau besi karena kamar mandi area yang lembap dan banyak cipratan air. Pilih juga tempat sampah yang tertutup agar air tidak masuk ke dalamnya.

    3. Luar Rumah

    Selain dua tempat sampah di dalam rumah, kamu perlu memiliki tempat sampah yang lebih besar di depan rumah. Tempat sampah ini yang biasanya isinya dibersihkan oleh petugas sampah untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) terdekat. Pastikan tempat sampah tersebut tertutup agar isinya tidak dimakan atau diacak-acak oleh tikus dan kucing.

    Tempat yang Tidak Perlu Ada Tempat Sampah

    1. Ruang Tamu

    Kamu tidak perlu meletakkan tempat sampah di ruang tamu karena dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu tamu. Jika ada sampah cukup letakkan di meja atau arahkan ke tempat sampah di dapur.

    Selain itu, hindari meletakkan tempat sampah di samping pintu masuk karena dalam feng shui dapat menghambat keberuntungan seseorang.

    2. Kamar Tidur

    Keberadaan tempat sampah di kamar tidur dapat mengganggu kualitas tidur seseorang karena sampah tempat hidup bakteri. Sedangkan kamu bisa lebih lama berada di kamar sehingga tidak baik untuk kesehatan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 5 Kebiasaan Ini Saat Membersihkan Rumah


    Jakarta

    Membersihkan rumah perlu dilakukan agar ruangan tetap bersih dan rapi. Nah, saat membersihkan rumah ini ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan.

    Sebab, kebiasaan-kebiasaan tersebut terkadang membuat kegiatan bersih-bersih kurang maksimal atau bahkan bisa merusak barang. Apa saja kebiasaan itu?

    Dilansir dari Southern Living, berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan rumah.


    1. Tidak Melakukan Deep Cleaning

    Membersihkan rumah secara menyeluruh atau deep cleaning perlu dilakukan. Sebab, biasanya rumah hanya dibersihkan pada bagian permukaan yang terlihat kotor sementara bagian belakang furniture kerap terabaikan.

    2. Menyemprot Pembersih Langsung ke Permukaan

    Saat membersihkan permukaan perabotan, sebaiknya tidak menyemprotkannya secara langsung. Akan lebih baik jika pembersih disemprotkan ke lap atau sponge terlebih dahulu untuk mencegah penggunaan berlebihan mengurangi terhirupnya cairan semprotan.

    3. Tidak Membersihkan Alat Bersih-bersih

    Alat bersih-bersih juga perlu dibersihkan lho detikers. Hal itu karena peralatan tersebut sering digunakan untuk membersihkan kotoran dan diletakkan di tempat yang terbuka di rumah.

    Menurut Presiden dan Co-CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, tidak membersihkan alat bersih-bersih bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jangan lupa untuk menaruh kembali di tempatnya setelah alat-alat itu digunakan.

    4. Tidak Memberi Waktu Cairan Pembersih Bekerja

    Biasanya saat membersihkan noda, penghuni rumah ingin cepat-cepat selesai. Padahal, kesabaran adalah kunci dalam membersihkan noda membandel.

    Saat membersih noda, diamkan produk pembersih selama beberapa saat dan biarkan bahan kimianya bekerja.

    “Anda juga harus membiarkan disinfektan selama waktu kontak yang disarankan sebelum mengelapnya. Ini memastikan disinfektan membunuh kuman dan bakteri secara efektif,” tutur Sokolowski.

    5. Pakai Pembersih Tertentu pada Permukaan yang Tidak Direkomendasikan

    Ambil contoh pembersih kaca. Kebanyakan pembersih kaca mengandung amonia atau cuka untuk menghilangkan noda seperti air sadah dan noda.

    Menggunakan pembersih kaca untuk permukaan selain kaca, seperti granit, kayu, maupun logam tidak direkomendasikan bahkan bisa menyebabkan kerusakan. Tak hanya itu, warna pada permukaan dengan material tersebut juga bisa berubah seiring waktu.

    Hal yang sama berlaku untuk pembersih toilet, yang dibuat untuk mengatasi noda membandel dan kuman yang hanya ada di mangkuk toilet. Pembersih ini sering kali mengandung asam klorida atau pemutih yang dapat merusak lapisan permukaan, mengubah warna material, atau menyebabkan berbagai bentuk kerusakan jika digunakan pada barang-barang lainnya.

    Itulah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Hewan Ini Bisa Muncul dari Lubang Kloset



    Jakarta

    Kloset merupakan tempat buang air besar maupun air kecil yang dipasang dalam kamar mandi. Untuk menyalurkan kotoran, kloset terhubung dengan saluran pembuangan atau septic tank. Maka, tidak heran jika kloset sering menimbulkan bau tidak sedap.

    Selain bau, lubang kloset ternyata bisa menjadi akses masuk bagi beberapa hewan. Hal ini tentu menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan. Sebab, hewan yang menyelinap lewat lubang kloset berpotensi masuk ke ruangan lain di rumah tanpa sepengetahuan penghuninya.

    Untuk itu, melansir dari situs Daily Mail, berikut merupakan 6 hewan yang muncul dari lubang kloset.


    Tikus

    Tikus merupakan salah satu hewan yang memiliki kemampuan berenang dengan baik. Sehingga, tikus biasanya ditemukan di selokan. Tikus juga memiliki tulang yang fleksibel sehingga mampu memanjat serta memutar tubuhnya pada ruangan sempit. Akibatnya, tikus bisa dengan mudah menemukan jalan masuk ke kloset. Mereka juga bahkan bisa mengangkat tutupan toilet.

    Ular

    Ular juga merupakan perenang baik dan selalu mengincar mangsanya kemanapun mangsa itu pergi. Salah satu mangsa ular adalah tikus, sehingga tikus yang selalu masuk ke toilet juga bisa jadi diikuti oleh ular. Ular dan tikus juga merupakan hewan yang tertarik pada air apalagi musim panas, sehingga mereka bisa masuk ke dalam kamar mandi yang banyak air.

    Katak

    Katak merupakan hewan amfibi yang dapat hidup di darat dan di air. Katak juga bisa bertelur di selokan sehingga bukan tidak mungkin katak dapat bergerak melalui pipa dan muncul di lubang kloset dengan mudah.

    Kecoak

    Kecoak merupakan hewan yang suka dengan kamar mandi karena kondisinya hangat dan lembap sehingga bisa membuatnya berkembang biak. Oleh karena itu, katak bisa muncul dari lubang toilet dengan mudah.

    Kalajengking

    Kalajengking merupakan salah satu hewan yang bisa bertahan hidup di bawah air untuk waktu yang lama. Mereka juga biasa berburu mangsa di perairan. Selain itu, kalajengking merupakan pemanjat yang hebat sehingga bisa melewati tikungan.

    Kadal

    Kadal tertarik dengan air terutama pada musim panas. Maka, kadal juga merupakan salah satu hewan yang bisa muncul di lubang kloset.

    Demikian daftar hewan yang bisa muncul dari lubang kloset. Harap hati-hati dan semoga membantu, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Kloset Berisik Usai di Siram, Bisa Jadi Tanda Rusak


    Jakarta

    Kloset duduk memiliki tombol flush yang dapat mengeluarkan air dan mendorong kotoran secara otomatis. Saat tombol ditekan, air akan tertarik dan muncul suara seperti tersedot.

    Mungkin bagian orang yang tidak memiliki kloset duduk akan terkejut mendengar suara itu, tetapi untuk sebagian yang lain tidak menghiraukannya. Di balik suara berisik itu, ternyata itu sebuah pertanda mengenai sistem pembuangan pada kloset lho.

    Dilansir The Spruce, suara berisik setelah tombol flush ditekan bisa mengindikasi adanya penumpukan kotoran dan penyumbatan pada pipa. Selain itu, suara tersebut juga memberikan tanda ada komponen pada sistem pembuangan kloset yang bermasalah.


    Setiap jenis suara bisa menandakan masalah yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

    1. Suara Mendesis Seperti Tersedot

    Suara air seperti tersedot atau masuk ke dalam pipa terdengar seperti mendesis. Ternyata ini bukan hanya karena isi ulang air dalam pipa kloset, melainkan bisa jadi ada segel yang rusak pada katup pengisi kloset.

    Suara air kloset mengisi ulang biasanya hanya hitungan detik, tetapi jika suaranya sampai 1-3 menit berarti itu ada kerusakan pada segel. Penyebab segel tersebut rusak bisa karena korosi atau karatan. Cara mengatasinya tidak lain adalah dengan menggantinya dengan yang baru.

    2. Suara Berdecit

    Terdapat 2 tipe suara yang muncul jika segel katup pengisi air kloset rusak yakni berdecit atau lebih halus lagi seperti suara siulan. Suara ini hanya terdengar sebentar hingga air dapat memenuhi kloset lagi. Jika kamu menemukan suara berdecit setelah menekan tombol flush segera bersihkan atau ganti segel katup pengisi air agar tidak menyebabkan kerusakan parah.

    3. Suara Menyiram Tiba-tiba

    Kamu pasti tahu suara ketika flush ditekan dan air menyusut. Suaranya agak keras. Apabila kamu mendengar suara tersebut bahkan saat kloset sudah tidak digunakan, jangan berfikir itu ulah hantu.

    Bisa jadi itu dikarenakan tabung isi ulang tidak terpasang dengan benar atau katup penutup toilet yang rusak. Panggil ahli pemeriksa kloset untuk memperbaiki hal ini.

    4. Suara Gelembung

    Jika kamu mendengar ada suara gelembung atau gemericik dari kloset bisa jadi itu karena pipa pembuangannya tersumbat sebagian, ada tabung isi ulang yang agak kendor, atau ada lubang yang tersumbat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Rumah Bebas Serangga? Coba Lakukan 5 Hal Ini


    Jakarta

    Rumah bebas serangga menjadi salah satu hal yang diinginkan setiap pemiliknya. Keberadaan serangga sering kali mengganggu penghuni rumah dan tak jarang membawa penyakit.

    Sebut saja nyamuk, lalat, dan kecoak merupakan serangga yang membawa penyakit. Ada juga lebah, tawon, dan kalajengking yang bisa menimbulkan sengatan menyakitkan. Oleh karena itu, penting bagi kita menjaga rumah terbebas dari serangga untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, berikut adalah beberapa hal yang harus kamu lakukan agar rumah bebas dari serangga.


    1. Tutup Pintu Sekaligus Bagian Bawahnya

    Menutup pintu rapat-rapat bisa mencegah masuknya hama seperti serangga ke dalam rumah. Untuk mencegah serangga merayap di bawah pintu, pasang baja atau aluminium yang kokoh di bawah pintu.

    2. Tutup Lubang Ventilasi dengan Sekat Saringan

    Banyak pemilik rumah yang mengandalkan ventilasi alami dari pintu dan jendela untuk menghadirkan udara segar ke dalam rumah. Untuk menikmati sensasi udara segar tanpa gangguan serangga, pasanglah sekat saringan pada jendela dan pintu.

    Pilih saringan halus untuk mencegah sebagian besar hama seperti nyamuk dan kumbang masuk ke dalam rumah. Jika sekat ini terlepas di salah satu sisi atau sudutnya, gunakan staples (untuk rangka kayu) atau alat splining (untuk rangka aluminium) untuk memasangnya kembali ke rangka.

    3. Buang Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak. Oleh karena itu, segala genangan air yang ada di rumah maupun di halaman rumah perlu dibuang. Kuras bak mandi secara rutin dan hilangkan genangan air di halaman dengan cara buat saluran air agar air bisa mengalir.

    Penting juga untuk menjaga saluran drainase secara teratur, seperti selokan dan saluran air. Jaga agar alat-alat tersebut bebas dari dedaunan, potongan rumput, dan kotoran sehingga dapat beroperasi secara efektif. Jika memiliki kolam renang di rumah, jaga agar kolam tetap terklorinasi dan disaring, bahkan saat tidak digunakan.

    4. Bereskan dan Bersihkan Rumah Secara Rutin

    Rumah yang berantakan merupakan tempat berkembang biaknya serangga. Tersembunyi di balik tumpukan koran atau di lemari, serangga bisa berkembang biak dalam jumlah besar bahkan sebelum mereka ditemukan. Oleh karena itu, penting untuk selalu rutin membersihkan rumah secara rutin agar serangga tidak berkembang biak di sana.

    Serangga juga membutuhkan sumber makanan untuk bertahan hidup. Penghuni rumah bisa menggunakan wadah kedap udara untuk menyimpan makanan, dan dengan segera membersihkan tumpahan makanan agar serangga tidak mendekat.

    5. Buang Sampah dengan Benar

    Sampah adalah tempat yang sangat disukai kecoa dan serangga karena di sana terdapat banyak makanan bagi mereka. Sampah harus dimasukkan ke dalam tempat sampah yang berpenutup dan harus dikosongkan setiap malam. Bersihkan dan sanitasi semua tempat sampah interior dan eksterior serta tempat sampah daur ulang secara teratur, terutama jika terkena tumpahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Alami yang Ampuh Bersihkan Noda Membandel di Kompor


    Jakarta

    Setelah memasak pasti ada sisa-sisa makanan atau cairan yang mengering dan menempel di kompor. Belum lagi jika minyak berceceran di kompor dan sekitarnya, pasti dapur terasa lengket dan licin bukan?

    Satu-satunya cara untuk mengatasi noda sisa masakan tersebut adalah dengan membersihkannya. Itu adalah tugas wajib setelah selesai memasak. Sebab, apabila noda tersebut dibiarkan hingga dingin akan lebih sulit untuk dibersihkan. Air dan kain bersih tidak cukup untuk menghilangkan lengket dan licin pada kompor dan sekitarnya.

    Perlu ditambahkan bahan lainnya yang ampuh mengangkat noda, terutama yang membandel pada kompor. Dilansir Homes and Gardens, berikut beberapa bahan pembersih alami yang dapat membersihkan noda membandel pada kompor.


    1. Air Lemon

    khasiat sehat minum air lemonkhasiat sehat minum air lemon Foto: iStock

    Air perasan lemon yang dicampur ke dalam air sudah dikenal sebagai senjata ampuh untuk membersihkan noda membandel. Hal ini dikarenakan dalam lemon terdapat kandungan bahan pembersih alami dengan tingkat keasamannya yang tinggi dan sifat antibakterinya.

    Bukan hanya noda, bau tak sedap di dapur juga bisa dihilangkan dengan semprotan lemon. Caranya dengan meneteskan dua tetes minyak esensial lemon ke kapas. Lalu, letakkan di tempat di mana ditemukan bau tak sedap. Apabila muncul dari kulkas, letakkan di belakang kulkas agar baunya dapat terserap.

    Selain oil lemon, kulit lemon juga bisa menghilangkan bau tak sedap pada tempat sampah. Caranya cukup membuang beberapa kulit lemon ke dalam tempat sampah.

    Lemon juga memiliki efek pemutihan alami yang dapat membantu mencerahkan noda pada meja dapur dan permukaan lainnya. Namun, sebaiknya tidak menggunakan lemon pada meja dapur marmer atau beberapa meja dapur batu alam karena asamnya dapat mengikis batu atau meninggalkan noda.

    2. Soda Kue

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Soda kue biasa dipakai untuk membuat kue, tetapi kegunaannya juga bisa untuk membersihkan noda membandel, jamur, dan noda. Caranya dengan campurkan soda kue dengan air untuk mengatasi noda membandel di meja dapur, wastafel, dan kompor. Cara lainnya adalah dengan menaburkan soda kue pada spons basah untuk membersihkan permukaan tanpa menggoresnya. Bau tak sedap juga bisa diatasi dengan soda kue.

    3. Cuka Putih

    cuka putihcuka putih Foto: iStock

    Cuka putih merupakan pembersih alami yang ampuh karena keasamannya yang membantu melarutkan endapan mineral, minyak, dan kotoran. Cara untuk membuat bahan pembersih dari larutan cuka putih cukup dengan mencampurkan dengan air. Kemudian, diamkan selama beberapa menit.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cara Mudah Bersihkan Dehumidifier, 3 Bagian Ini Wajib Kinclong


    Jakarta

    Dehumidifier adalah salah satu alat yang tengah digandrungi oleh banyak orang. Fungsi alat ini adalah untuk menyerap kelembapan udara pada suatu ruangan.
    Alat ini menjadi penting dan dibutuhkan oleh masyarakat karena kelembapan dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan penghuninya dan struktur bangunan.

    Dilansir detikHealth, ruangan yang lembab dapat memicu banyak penyakit. Spesialis paru dr Agus Susanto, SpP, menjelaskan penyakit tersebut muncul karena aliran udara di kamar tidak berjalan dengan baik sehingga kualitas udaranya tidak bagus.

    “Kalau ruangan terlalu lembap dan sirkulasi udaranya kurang, ruangan itu akan mengandung mikroorganisme karena terlalu lembap. Banyak mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, karena dia terlalu lembap, tidak ada sirkulasi udara yang bagus,” terang dr Agus pada detikcom, Rabu (16/4/2025) lalu.


    Lalu, masalah yang muncul di struktur rumah karena kelembapan udara adalah munculnya jamur di berbagai sudut rumah mulai dari dinding, plafon, barang-barang pribadi, lantai, dan masih banyak lagi.

    Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang membeli alat dehumidifier yang dapat menyerap kelembapan secara instan. Fungsinya sebagai alat kebersihan, kamu juga harus menjaga kebersihannya. Alat dehumidifier perlu sering dibersihkan.

    Lantas, bagaimana cara membersihkannya, dikutip dari The Spruce, berikut caranya.

    Sebelum masuk ke cara membersihkan dehumidifier, yang perlu diketahui adalah waktu yang tepat untuk membersihkannya. Menurut para ahli waktu membersihkan dehumidifier lebih baik dilakukan setiap minggu, terutama yang dinyalakan setiap hari.

    Cara Membersihkan Dehumidifier

    1. Matikan Dehumidifier

    Sama seperti saat membersihkan dispenser, vacuum cleaner, atau kipas angin, dehumidifier juga harus dalam keadaan mati. Lalu, baca buku panduannya untuk melihat bagian mana saja yang bisa dilepas untuk dibersihkan. Masing-masing dehumidifier memiliki penyusunan komponen yang berbeda-beda.

    2. Cek Ember Dehumidifier

    Ember atau wadah penampung air pada dehumidifier biasanya dibuat transparan agar penggunanya tahu ketinggian air yang telah ditampung. Bagian ini merupakan salah satu yang harus dibersihkan. Caranya dengan membuang air kotor di dalamnya ke saluran. Kemudian, tuang air hangat ke dalamnya dan beberapa tetes sabun cuci piring.

    Gosok secara perlahan menggunakan spons permukaan dalamnya dan bilas dengan air bersih bersuhu normal. Apabila warna ember tersebut berubah, misalnya dari putih ke coklat, coba tuangkan cuka di dalam air hangat tadi dan gosok secara perlahan.

    3. Cek Filter

    Namanya penyedut kelembapan udara, pasti di dalamnya terdapat filter untuk menyaring benda-benda berat dan padat yang dapat masuk ke dalam alat tersebut.
    Untuk membersihkan filter dehumidifier, bisa menggunakan penyedot debu. Jika kotorannya tak bisa hilang, kamu bisa membilasnya dengan air dan disikat dengan sabun lembu. Lalu biarkan filter mengering secara menyeluruh sebelum dipasang kembali.

    4. Bersihkan Bagian Luarnya

    Selain dua bagian penting tadi, bagian luar juga perlu dibilas. Tidak perlu disikat dengan sikat keras. Sebab, biasanya bagin luar kotor karena debu atau kotoran yang masih bisa mudah dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com