Tag: kotoran

  • Hati-hati! Bantal Juga Bisa Kadaluarsa, Begini Tanda-tandanya


    Jakarta

    Bantal tidak bisa dipakai selamanya. Alas kepala yang pasti ada di tempat tidur ini memiliki jangka waktu pemakaian dan bisa kadaluarsa. Apabila sudah kadaluarsa, mau tidak mau bantal harus diganti dengan yang baru karena sudah tidak layak dipakai.

    Apabila tidak langsung diganti, dapat berisiko bagi kesehatan penggunanya karena bantal yang sudah kotor dan harus diganti merupakan tempat yang disukai oleh tungau dan kutu busuk.

    Lantas, bagaimana cara mengetahui bantal sudah kadaluarsa?


    Dilansir Daily Mail, pada umumnya setiap jenis bantal memiliki jangka waktu pemakaian. Sebagai contoh bantal sintetis idealnya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.

    Untuk mengetahui secara pasti waktu yang tepat untuk mengganti bantal, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.

    1. Bantal Kempes

    Bantal baru terutama yang sintetis bentuknya cukup besar dan bervolume. Bantal tersebut membuat posisi kepala lebih tinggi ketika digunakan. Massa di dalam bantal dari waktu ke waktu bisa berkurang. Faktornya bukan karena adanya kebocoran atau rusak, melainkan setelah sering dipakai dan menerima banyak tekanan, terjadi pengurangan massa dari dacron di dalamnya.

    Jika bantal di rumah seperti ini berarti sudah saatnya untuk mengganti dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    2. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Dengan berkurangnya massa di dalam bantal tersebut, bantal akan terlihat lebih kempes dan lemas. Dengan begitu, ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni menghadap atas, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    3. Terdapat Noda

    Kebanyakan bantal memiliki warna dasar putih. Hal ini untuk mempermudah penggunanya untuk melihat ada kotoran atau noda pada bantal sehingga bisa segera dibersihkan. Selain itu, bantal juga bisa berubah menjadi kekuningan dan sulit dibersihkan karena pertumbuhan jamur. Penyebabnya adalah bantal tersebut lembap dari keringat, suhu udara ruangan, atau memang terkena tumpahan dan tidak dikeringkan.

    Perubahan warna ini jangan dianggap sepele karena beberapa noda tidak dapat dibersihkan. Selain mengganggu tampilan bantal, perubahan warna juga sebagai pertanda bantal harus diganti.

    4. Bantal Berbau Tidak Enak

    Bantal yang telah menguning biasanya disertai dengan muncul bau tak sedap. Bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur. Menurut Doctor Sleep, apabila telah tercium bau apek atau tidak sedap, bantal harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang ditakuti banyak orang. Sebab, gigitan dan bisa ular dapat melukai hingga membunuh manusia.

    Meski hewan ini hidup dan berkembang biak di hutan, tapi ada banyak kasus ular masuk ke rumah penduduk. Selain di pedesaan, rumah warga di kota-kota besar juga sering disusupi oleh reptil tersebut.

    Hal ini tentu bikin banyak masyarakat khawatir sebab ular menjadi ancaman bagi para penghuni. Terlebih jika ular sudah menetap dan berkembang biak, tentu hal ini sangat merepotkan.


    Nah, ada sejumlah tanda-tanda ular bersarang di dalam rumah. Penasaran? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Ada Sarang Ular di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, kamu perlu waspada dengan hadirnya hewan liar yang masuk ke dalam hunian, salah satunya adalah ular. Dilansir situs Revoke Snake Repellent dan Accurate Pest Control, Selasa (16/6/2025), berikut tanda-tanda ada sarang ular di rumah:

    1. Muncul Jejak Ular

    Ular merupakan reptil yang bergerak menggunakan kontraksi otot tubuh. Meski tidak memiliki kaki, tetapi ular dapat meninggalkan jejak di tanah atau lantai yang berdebu.

    Jejak ular umumnya berbentuk pola ‘S’ tapi juga bisa berbeda tergantung dari gerakan ular. Ada juga pola jejak ular yang berbentuk seperti coretan menyamping.

    Apabila kamu curiga ada aktivitas ular di dalam rumah, cobalah taburkan tepung ke area yang diyakini bakal dilalui ular. Kalau muncul jejak ular, segera panggil petugas Damkar agar hewan tersebut bisa disingkirkan.

    2. Muncul Sisa Kulit Ular yang Mengelupas

    Ular termasuk hewan yang kerap berganti kulit melalui proses yang disebut ecdysis. Apabila kamu menemukan sisa kulit ular di sekitar rumah atau halaman, bisa jadi pertanda kalau ada sarang ular di dalam rumah.

    3. Muncul Suara Desis

    Ular mengeluarkan suara desis yang khas. Jika detikers mendengar suara desis dari dalam ruangan yang gelap atau sempit, hal itu bisa menunjukkan ada sarang ular di rumah.

    Ular memang cenderung tinggal di tempat yang kecil, gelap, dan lembap. Kondisi ini sangat cocok bagi ular untuk berkembang biak dan membuat sarang.

    Pada umumnya, sarang ular bisa berada di ruang bawah tanah, loteng, atau bahkan kamar mandi. Jika sudah mendengar suara desis yang dicurigai adalah ular, segera hubungi petugas Damkar untuk menangkap reptil tersebut.

    4. Tercium Bau yang Aneh

    Tanda lain jika ada sarang ular di rumah adalah muncul bau yang aneh. Apabila kamu mencium bau tersebut dari tempat yang gelap, lembap, dan sempit maka perlu hati-hati. Sebab, bau tersebut bisa menandakan adanya sarang ular di dalam rumah.

    5. Terdapat Kotoran Ular

    Karena berkembang biak di rumah, maka kamu bisa saja menemukan sejumlah kotoran ular yang tersebar di berbagai sudut ruangan. Kotoran ular umumnya mirip seperti kotoran burung, yakni cairan berwarna kuning dan putih serta mengandung urea.

    Perlu diingat, jangan pernah menyentuh kotoran ular dengan tangan kosong. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sarung tangan tebal sebagai antisipasi agar tidak tertular penyakit.

    6. Tidak Ada Tikus di Dalam Rumah

    Ciri-ciri yang terakhir adalah tidak ada tikus di dalam rumah. Hal ini dapat terjadi karena tikus-tikus tersebut telah dimakan oleh ular.

    Jika rumah kamu sebelumnya terdapat banyak tikus lalu mendadak hilang padahal tidak memasang perangkat sama sekali, maka perlu hati-hati sebab bisa menandakan ada sarang ular di rumah.

    Itulah enam ciri-ciri ada sarang ular di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Merica Bubuk Bisa Bikin Tikus Auto Kabur dari Rumah, Begini Caranya



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang suka mengendap-endap di dalam rumah. Hewan pengerat ini cukup mengganggu karena suka mencuri makanan, buang kotoran sembarangan, dan merusak benda-benda di rumah.

    Ada berbagai cara untuk membasmi tikus di rumah, mulai dari perangkap lengket atau racun kimia. Lalu, penghuni juga bisa mencegah tikus masuk rumah menggunakan bau-bau yang menyengat.

    Dilansir dari detikFood, ada beberapa bahan dapur yang ampuh untuk mengusir tikus di rumah. Nah, salah satunya adalah membuat perangkap menggunakan merica bubuk.


    Lalu, bagaimana cara mengusir tikus di rumah? Simak caranya berikut ini.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    1. Merica Bubuk

    Merica bubuk terkenal sebagai bahan yang bisa bikin mata perih kalau sampai terkena. Namun, untuk tikus, mereka justru tidak menyukai aromanya. Tak hanya merica, lada hitam bubuk juga tidak disukai tikus.

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, penghuni rumah bisa membuat perangkap dengan merica bubuk. Caranya dengan menabur merica bubuk di sudut-sudut rumah yang sering dilalui tikus. Namun, pastikan taburan merica bubuk nggak sampai bercecer agar rumah tidak kotor.

    2. Bubuk Kopi

    Selain itu, kopi juga bahan dapur yang efektif untuk mengusir tikus. Bukan asal kopi kemasan ya, tetapi kopi hitam tanpa campuran gula atau krimer.

    Cara mengusir tikus dengan kopi juga mudah. Penghuni rumah cukup menaburkan kopi di sudut rumah yang sering dilalui tikus. Lakukan hal ini secara berulang sampai tikus benar-benar pergi.

    3. Teh Celup Bekas

    Setelah menyeduh teh, jangan langsung buang teh celupnya. Teh celup bekas bisa digunakan untuk mengusir tikus.

    Teh mengandung senyawa tanin yang menimbulkan aroma yang tidak disukai tikus. Cara mengusir tikus bisa dengan meletakkan teh celup bekas yang masih lembab di sudut ruangan. Penghuni rumah dapat menggunakan beberapa kantung teh sekaligus.

    4. Bawang Putih

    Terakhir, aroma bawang putih yang menyengat cukup mengganggu bagi tikus. Hewan ini enggan dekat-dekat ke tempat yang terdapat bawang putih.

    Itulah beberapa cara mencegah tikus masuk rumah dengan memanfaatkan bahan dapur dengan aroma menyengat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebiasaan Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Bencana Sanitasi di Rumah


    Jakarta

    Kloset merupakan perangkat sanitasi yang jalur pembuangannya menuju ke septic tank. Jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh air dan kotoran. Selain itu, benda lain dilarang di buang ke dalam sana, terutama yang berbahan keras dan susah terurai.

    Tidak terkecuali adalah tisu. Pemakaian tisu di kamar mandi sebenarnya ditujukan untuk mengelap area dudukan kloset atau untuk mengeringkan area yang basah di badan. Di luar negeri, tisu banyak digunakan sebagai pengganti air untuk membersihkan bagian badan yang kotor.

    Membuang tisu ke dalam lubang kloset bisa menyebabkan saluran tersumbat karena saluran tersebut hanya untuk kotoran dan air saja. Memperbaiki kloset yang tersumbat tidak mudah dan apabila sumbatannya cukup parah, area pipa perlu dibongkar.


    Selain menyumbat saluran pembuangan, membuang tisu juga menyebabkan masalah lain, dilansir Scott English Plumbing, berikut penjelasannya.

    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Penyumbatan pada saluran pembuangan dapat membuat sistem saluran tersebut rusak. Ada jalur-jalur yang tertutup sehingga arah jalannya air akan berubah. Bisa saja saluran pembuangan cadangan masuk ke rumah melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septic tank rumah.

    2. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyumbatan terjadi karena tisu tidak dapat terurai seperti kotoran manusia. Selain itu, serat-serat tisu tersebut bisa tersangkut di dalam pipa. Hal tersebut dapat menyumbat jalannya kotoran. Apabila terdapat benda padat menghadang jalan, air dan kotoran akan sulit lewat.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    Penumpukan tisu di dalam saluran ini juga disebut dengan efek fatberg. Kondisi paling buruk dari efek fatberg adalah tisu basah tersebut bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Pipa dalam kondisi baru biasanya bentuknya cukup mulus sehingga air bisa mengalir bebas. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul korosi dan ada bagian dari pipa yang meleleh atau mengelupas. Apabila hal tersebut terjadi di dalam pipa, akan banyak titik sangkutan yang apabila tisu lewat di dalamnya akan menutup jalur pembuangan.

    Selain korosi, material pipa dari tanah liat, beton, dan pipa besi juga rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 3 Cara Bersihkan Karpet dengan Mudah dan Tepat


    Jakarta

    Memasang karpet di ruang tamu dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan, tak hanya untuk pemilik rumah tapi juga bagi tamu yang datang. Warna dan pola karpet yang bagus juga membuat ruang tamu jadi terlihat lebih estetis.

    Namun seiring penggunaan karpet bisa jadi kotor dan berdebu. Jika tidak segera dibersihkan karpet akan terlihat dekil, bahkan membuat penghuni merasa tidak nyaman seperti muncul gatal hingga bau tak sedap.

    Untuk mengatasi hal tersebut maka karpet harus dibersihkan secara rutin. Tak harus membawanya ke laundry karena kamu dapat membersihkan karpet sendiri di rumah dengan mudah.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan karpet ruang tamu dengan mudah dan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Karpet dengan Tepat

    Ada sejumlah cara mudah dan tepat dalam membersihkan karpet di rumah. Dikutip dari The Spruce, Jumat (20/6/2025), berikut tips-tips membersihkan karpet dengan benar:

    1. Sedot Debu dengan Vacuum Cleaner

    Langkah yang pertama adalah dengan mengangkat seluruh kotoran dan debu di karpet memakai vacuum cleaner. Namun, jika detikers tidak punya alat tersebut masih bisa memakai sapu.

    Agar seluruh kotoran dapat terangkat maksimal, pindahkan barang-barang atau furniture yang ada di atas karpet. Lalu pilih daya hisap yang paling kuat agar semua debu dapat tersedot ke dalam vacuum cleaner.

    Saat menggunakan vacuum cleaner, pastikan kamu menyedot debu secara perlahan. Selain seluruh kotoran dapat terangkat, cara ini juga untuk menjaga bulu karpet agar tidak rusak.

    2. Bersihkan Noda Membandel

    Apabila ditemukan ada sisa-sisa noda di karpet, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menempel. Untuk membersihkan noda air dapat menggunakan tisu atau kain. Jika noda yang menempel adalah lumpur, kamu dapat membersihkannya dengan ujung kartu atau pisau tumpul.

    3. Membersihkan Karpet dengan Bahan Alami

    Jika seluruh noda dan debu telah terangkat, tahap selanjutnya adalah dengan membersihkan karpet pakai sejumlah bahan alami, yaitu:

    a. Cuka

    • Campurkan cuka dan air dingin dengan komposisi 1:3, lalu tuang ke botol semprot
    • Semprotkan cairan tersebut pada karpet hingga lembap
    • Tunggu selama 5 menit hingga cairan dapat meresap ke karpet
    • Untuk menghilangkan sisa kotoran, gosok karpet secara perlahan dengan kain microfiber
    • Setelah itu, keringkan karpet di bawah sinar matahari atau bisa pakai kipas angin.

    b. Garam dan Baking Soda

    • Campurkan baking soda dengan garam dengan komposisi 1:1 ke dalam wadah
    • Taburkan campuran tersebut ke karpet secara merata
    • Lalu semprot karpet dengan air hingga lembap
    • Kamu bisa menggosok karpet pakai sikat halus atau kain microfiber untuk mengangkat sisa kotoran
    • Setelah itu, keringkan karpet di bawah sinar matahari atau pakai kipas angin.

    c. Uap

    • Campurkan baking soda dengan garam dengan komposisi 1:1 ke dalam wadah
    • Taburkan campuran tersebut ke karpet secara merata
    • Kemudian pakai setrika uap dan pastikan karpet lembap
    • Lalu, gunakan handuk atau kain microfiber untuk menyerap sisa-sisa kotoran yang menempel
    • Setelah itu, keringkan karpet di bawah sinar matahari atau pakai kipas angin.

    Demikian tiga cara membersihkan karpet dengan mudah dan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Pergi Tinggalkan Rumah


    Jakarta

    Musim libur sekolah sudah tiba, banyak anak-anak yang mengajak orang tuanya untuk pergi liburan keluar kota. Namun, sebelum pergi meninggalkan rumah pastikan seluruh perabotan telah dibersihkan.

    Pergi meninggalkan rumah selama berhari-hari tak hanya memperhatikan keamanan saja, tapi juga kebersihan. Tentu, kamu tidak mau kan sepulang dari liburan dan melihat rumah dalam kondisi berantakan dan bau?

    Maka dari itu, sebelum pergi meninggalkan rumah sebaiknya detikers melakukan bersih-bersih. Apa saja yang harus dibersihkan? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Ini Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Pergi Tinggalkan Rumah

    Ada sejumlah hal yang wajib dibersihkan sebelum kamu pergi meninggalkan rumah. Dilansir dari The Spruce, Minggu (22/6/2025), berikut penjelasannya:

    1. Membuang Seluruh Sampah

    Langkah yang pertama adalah dengan membuang seluruh sampah di rumah. Periksa seluruh tempat sampah yang terdapat di dalam rumah, mulai dari dapur, kamar tidur, kamar mandi, hingga ruang tamu.

    “Pastikan semuanya sudah dikosongkan sebelum Anda pergi untuk menghindari bau tak sedap, serangga, atau hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sarah Paiji Yoo, salah satu pendiri dan CEO Blueland.

    Apabila kamu memiliki tempat sampah kompos, Sarah mengimbau untuk segera membuangnya sebelum pergi meninggalkan rumah.

    2. Bersihkan Area Penting di Rumah

    Agar saat tiba di rumah merasa nyaman, sebaiknya bersihkan area penting di dalam rumah. Direktur Eksekutif Truly Free Home Maria Mooney mengatakan, area penting di rumah meliputi pintu masuk, kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu.

    Periksa di setiap ruangan tersebut apakah sudah rapi atau belum. Sebaiknya sapu dan pel juga ruangan tersebut agar tidak banyak debu dan kotoran yang menempel.

    “Menyelesaikan tugas-tugas tersebut sebelum pergi dapat membantu memastikan Anda kembali ke rumah dalam keadaan bersih, tenang, bebas dari bau, dan hama, sehingga tidak melihat kondisi rumah yang kacau,” ujarnya.

    3. Cuci Pakaian

    Ada sejumlah alasan mengapa detikers wajib mencuci pakaian sebelum pergi berlibur. Faktor utama tentu untuk mencegah bau tak sedap yang keluar dari keranjang baju kotor.

    Selain itu, langkah ini juga dapat mencegah pakaian menjadi terlalu kusut dan berkerut karena tidak dicuci selama berhari-hari. Mencuci pakaian juga dapat mencegah noda menempel sehingga sulit dihilangkan.

    Secara praktis, mencuci pakaian juga dapat mengurangi jumlah pakaian yang harus kamu cuci setelah pulang dari liburan.

    “Anda sudah memiliki koper yang penuh dengan pakaian kotor, jadi mencuci pakaian sebelum berangkat berarti dapat mengurangi beban saat Anda kembali,” ungkap Mooney.

    4. Membersihkan Kulkas

    Tips berikutnya adalah membersihkan kulkas dan isinya. Selama pergi liburan, bisa saja kamu meninggalkan makanan atau minuman selama berhari-hari dan akhirnya membusuk. Kalau sudah begini, aroma tak sedap akan terus tersimpan di dalam lemari es dan bisa merusak bahan makanan lain.

    Maka dari itu, sebaiknya periksa lemari es sebelum pergi meninggalkan rumah. Singkirkan semua makanan dan minuman yang mudah rusak. Cek juga tanggal kedaluwarsa dan pastikan semua produk yang sudah dibuka dan belum mendekati expired dalam keadaan tertutup rapat.

    Bila perlu bersihkan juga bagian dalam kulkas agar tidak terlihat kotor. Setelah itu, masukkan lagi produk makanan dan minuman yang masih bisa disimpan berhari-hari ke dalam lemari es.

    5. Cuci Seprai

    Mencuci seprai jadi salah satu hal yang perlu dilakukan sebelum pergi meninggalkan rumah. Sarah mengatakan langkah ini dapat membuat tempat tidur terasa nyaman setelah lelah pergi liburan.

    Tak hanya seprai, pastikan juga kamu mencuci sarung bantal dan guling. Rapikan juga tempat tidur agar tetap bersih dan wangi sehingga kamu dapat beristirahat dengan nyaman.

    6. Bersihkan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor sebelum pergi liburan. Kompor merupakan area yang paling mudah kotor karena bisa terkena noda minyak, bumbu, hingga cairan seperti teh dan kopi.

    Langkah ini dilakukan agar tidak ada semut, kecoak, hingga tikus yang naik ke atas kompor. Bersihkan juga peralatan memasak dan alat makan sehingga tidak dibiarkan di atas kompor atau kitchen sink.

    Sisa-sisa makanan yang ada di meja makan atau dapur sebaiknya juga dibuang. Sebab, makanan tersebut bisa basi dan mengeluarkan aroma tak sedap jika dibiarkan berhari-hari.

    Itu dia enam hal di rumah yang wajib dibersihkan sebelum kamu pergi meninggalkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lemon Ampuh Bersihkan Noda Membandel di Kompor, Begini Caranya


    Jakarta

    Dapur adalah salah satu ruang yang cepat kotor karena aktivitas memasak. Nah, salah satu bagian yang paling cepat kotor adalah kompor.

    Kompor menjadi kotor karena percikan dan sisa tumpahan makanan atau cairan. Sisa makanan itu bisa cepat mengering dan menempel pada kompor jika tidak segera dibersihkan.

    Alhasil, sisa masakan menjadi noda membandel yang sulit dibersihkan. Untuk membersihkan noda membandel pun tidak cukup dengan air dan sabun saja.


    Penghuni rumah perlu bahan yang lebih kuat untuk menghempaskan noda, misalnya lemon. Lemon mengandung bahan pembersih alami dengan tingkat keasaman yang tinggi dan sifat antibakterinya.

    Berikut cara membersihkan noda membandel pada kompor menggunakan bahan alami, dilansir Homes and Gardens.

    Cara Bersihkan Noda Membandel di Kompor

    Inilah cara menggunakan bahan alami untuk membersihkan noda membandel di kompor.

    1. Lemon

    Air perasan lemon yang dicampur air bisa jadi senjata ampuh buat membersihkan noda membandel. Lemon juga memiliki efek pemutihan alami yang dapat membantu mencerahkan noda pada meja dapur dan permukaan lainnya.

    Akan tetapi, sebaiknya tidak menggunakan lemon pada meja dapur marmer atau beberapa meja dapur batu alam. Kandungan asamnya dapat mengikis batu atau meninggalkan noda.

    Selain noda, semprotan lemon dapat membantu menghilangkan bau tak sedap di dapur. Caranya dengan meneteskan dua tetes minyak esensial lemon ke kapas. Lalu, letakkan di tempat di mana ditemukan bau tak sedap.

    Kulit lemon juga bisa menghilangkan bau tak sedap pada tempat sampah. Caranya cukup membuang beberapa kulit lemon ke dalam tempat sampah.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih adalah pembersih alami yang ampuh. Kandungan asamnya membantu melarutkan endapan mineral, minyak, dan kotoran.

    Penghuni rumah dapat membuat bahan pembersih dari larutan cuka putih. Cukup campurkan cuka putih dengan air, kemudian diamkan selama beberapa menit.

    3. Soda Kue

    Soda kue ternyata bukan sekadar bahan buat bikin kue, tetapi juga bisa untuk membersihkan noda membandel. Campurkan soda kue dengan air untuk mengatasi noda membandel di meja dapur, wastafel, dan kompor.

    Selain itu, penghuni bisa menggunakan soda kue dengan menaburkannya ke spons basah. Lalu, bersihkan permukaan menggunakan spons tersebut pada permukaan tanpa menggoresnya. Bukan cuma menghilangkan noda, bau tak sedap juga akan teratasi dengan soda kue.

    Itulah tips seputar membersihkan noda membandel pada kompor. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Tanda Ada Kutu Busuk di Rumah


    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di rumah. Biasanya, kutu busuk ditemukan di sela-sela dan sudut kasur atau sofa.

    Ukurannya yang kecil membuat banyak penghuni rumah yang tidak sadar kalau ada kutu busuk. Padahal, kehadiran serangga ini dapat mengganggu manusia karena gigitannya bikin gatal-gatal.

    Sebagai pemilik rumah, detikers wajib mengetahui tanda-tanda jika ada sarang kutu busuk. Selain itu, penting juga untuk mengetahui ciri-ciri kutu busuk agar tidak bisa dibasmi secara tepat.


    Ingin tahu tanda-tanda kutu busuk berkembang biak di rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Ciri-ciri Kutu Busuk

    Dikutip dari WebMD, Rabu (25/6/2025), kutu busuk dewasa memiliki warna cokelat kemerahan, tidak memiliki sayap, dan ukurannya hampir sama dengan biji apel. Sedangkan anak kutu busuk berbentuk lebih kecil dan berwarna bening atau kekuningan.

    Perlu diketahui, kutu busuk tidak membuat sarang seperti semut atau lebah melainkan cenderung hidup berkelompok di tempat persembunyian. Serangga ini juga tidak terbang, tapi dapat bergerak cepat di atas lantai, dinding, dan langit-langit.

    Tanda-tanda Ada Kutu Busuk di Rumah

    Setelah mengetahui ciri-ciri kutu busuk, cobalah lakukan pengecekan di sekeliling rumah. Apakah kamu melihat ada pergerakan dari serangga kecil tersebut?

    Jika tidak, maka kamu perlu mengetahui juga tanda-tanda adanya kutu busuk di rumah. Dilansir dari Sleep Foundation, berikut tanda-tanda ada kutu busuk di rumah:

    1. Muncul Noda Darah

    Tanda yang pertama adalah munculnya noda darah di atas kasur, sofa, atau karpet. Noda darah berbentuk titik-titik itu diyakini merupakan bekas kutu busuk.

    Sebab, kutu busuk menyukai manusia dan cenderung tinggal di tempat yang banyak dihuni orang-orang. Lalu serangga ini juga dapat menghisap darah layaknya nyamuk.

    Maka dari itu, munculnya noda darah di kasur, karpet, atau sofa mungkin disebabkan karena kutu busuk yang tidak sengaja terinjak.

    2. Menemukan Telur Kutu Busuk

    Jika kamu menemukan ada sebuah telur berbentuk oval dan berwarna putih di sudut-sudut kasur atau sofa, maka bisa jadi hal tersebut merupakan telur kutu busuk. Ukurannya yang kecil dan samar-samar terkadang cukup sulit untuk dikenal, sehingga detikers perlu melihatnya secara teliti.

    3. Muncul Bekas Kotoran

    Kamu juga bisa mendeteksi adanya kutu busuk di rumah dengan cara mengecek adanya bintik-bintik hitam atau cokelat di kasur, sofa, atau karpet. Bintik tersebut diyakini merupakan kotoran kutu busuk.

    4. Kasur Berbau Apak

    Jika kasur tercium aroma bau apak yang bikin tidak nyaman, hal itu bisa disebabkan karena adanya kutu busuk. Tidak hanya di kasur, bau apak ini bisa menyebar ke hampir seluruh tempat tidur. Cobalah cek sela-sela atau sudut tempat tidur kamu untuk memastikan apakah ada kutu busuk atau tidak.

    5. Kulit Bekas Kutu Busuk

    Kutu busuk merupakan serangga yang juga berganti kulit. Sisa kulitnya terkadang ditinggalkan di berbagai tempat, salah satunya di kasur. Apabila kamu menemukan kulit tembus pandang dan berlubang di sepanjang jahitan kasur atau sudut sofa, itu pertanda kalau kutu busuk berkembang biak di tempat tersebut.

    6. Kulit Gatal-gatal

    Tanda-tanda yang terakhir adalah muncul bercak merah dan terasa gatal di kulit setelah tidur di kasur atau duduk di sofa. Apabila kamu mengalami gejala tersebut, maka bisa dipastikan ada kutu busuk yang hidup di sana. Sebab, kutu busuk akan menggigit manusia untuk menyedot darah

    Demikian enam tanda-tanda ada kutu busuk di rumah. Jika mendapati tanda-tanda di atas, sebaiknya segera cek dan basmi kutu busuk agar tidak berkembang biak lebih banyak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 5 Tips Cegah Serangan Kutu Kasur di Rumah


    Jakarta

    Kehadiran kutu kasur di rumah bikin khawatir karena dapat mengganggu kenyamanan. Serangga kecil ini bisa menggigit manusia untuk menyedot darah, sehingga dapat menyebabkan bercak merah dan gatal-gatal di kulit.

    Kalau ditemukan ada kutu kasur di rumah, penghuni perlu segera membasminya. Namun tak cukup hanya membersihkan sofa atau kasur, ada beberapa cara lain untuk mencegah kutu kasur di rumah.

    Sebab, kutu kasur sering bersembunyi di sela-sela atau sudut tempat tidur dan sofa. Selain area itu sulit dijangkau, ukuran kutu kasur yang kecil membuat sebagian orang tak sadar kalau sedang duduk atau tidur bersama serangga itu.


    Agar seluruh penghuni rumah merasa nyaman, simak beberapa tips mencegah kutu kasur dengan mudah di bawah ini:

    Tips Ampuh Mencegah Kutu Kasur dengan Mudah

    Ada sejumlah kiat mudah untuk mencegah kutu kasur di rumah. Dikutip dari United States Environmental Protection Agency (EPA), Rabu (25/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Cek Seluruh Furnitur di Rumah Secara Rutin

    Periksa seluruh furnitur yang ada di rumah secara rutin. Tak hanya kasur, kutu kasur juga dapat ditemukan di sofa ruang tamu, kursi, karpet, hingga lemari.

    Penghuni rumah perlu mengecek secara rutin dengan mengganti seprai, mengecek bagian dalam sofa, atau melihat bagian tepi karpet. Kalau menemukan ada serangga kecil yang bergerak, patut dicurigai jika itu adalah kutu busuk.

    2. Rutin Menyedot Debu

    Kutu busuk dapat berkembang biak di lipatan sofa atau kasur. Area ini memang cukup jarang terjamah sehingga tidak diketahui kalau ada kutu busuk di dalamnya.

    Sebagai bentuk pencegahan, penghuni dapat menyedot debu dan kotoran di sofa dan kasur secara rutin. Selain mengangkat sisa kotoran, langkah ini juga dapat mencegah munculnya kutu kasur.

    3. Cek Dua Kali saat Membeli Furnitur Bekas

    Jika berniat ingin membeli furnitur bekas seperti kasur, sofa, atau karpet, pastikan untuk melakukan pengecekan sebanyak dua kali. Selain melihat kondisinya, pastikan tidak ada kutu kasur dan telurnya yang hinggap di furnitur tersebut.

    Cara ini dilakukan agar penghuni tidak mendapat barang zonk. Meski harga furnitur tersebut murah meriah dan terlihat bagus, tapi jika di dalamnya ada banyak kutu busuk maka dapat merugikan pembelinya.

    Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang adalah sengaja menunda mencuci pakaian hingga berminggu-minggu. Alasannya agar pakaian dapat dicuci secara bersamaan dalam jumlah banyak.

    Padahal, kebiasaan ini tidak baik dilakukan karena bisa memicu munculnya kutu kasur di dalam pakaian kotor. Perlu diketahui, kutu kasur dapat berpindah dengan cepat dari satu benda ke benda lain.

    Selain itu, bau pakaian kotor bisa menyebar ke seluruh ruangan sehingga bikin tidak nyaman. Jadi, sebaiknya mencuci pakaian secara rutin.

    5. Jangan Taruh Barang di Atas Sofa dan Kasur

    Beberapa orang kerap meletakkan barang seperti tas atau pakaian kotor di atas sofa dan kasur. Kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk karena kutu busuk bisa berpindah tempat.

    Selama berada di luar, mungkin kamu tidak sadar duduk di tempat kotor yang ada kutu busuk. Alhasil, serangga itu dapat ‘menumpang’ pada tas dan pakaian yang kamu kenakan.

    Setibanya di rumah, kutu busuk dapat langsung berpindah ke berbagai tempat seperti furnitur, kasur, hingga sofa kesayanganmu. Maka tak heran jika kamu sering merasakan kulit gatal-gatal akibat kebiasaan buruk tersebut.

    Sebaiknya hindari kebiasaan menaruh barang kotor di atas sofa dan kasur mulai sekarang. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan secara rutin agar tak ada lagi serangga kecil yang mengganggu tempat tinggal kamu.

    Demikian lima tips ampuh mencegah kutu kasur dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah Selain Sapu dan Pel


    Jakarta

    Isi rumah bukan hanya perabotan atau barang yang akan melekat pada tubuh penghuninya, banyak sekali jenis barang lainnya yang harus tersedia di rumah. Salah satunya adalah alat kebersihan. Tanpa ada alat kebersihan, bagaimana cara memastikan rumah bersih dan layak ditempati?

    Bahkan sebenarnya alat kebersihan merupakan barang yang tersedia sejak awal rumah tersebut selesai dibangun. Sebab, biasanya penghuni yang sedang mengecek hasil pembangunan pasti membutuhkan minimal sapu dan pel untuk membersihkan debu di lantai.

    Selain sapu dan pel, alat kebersihan apa lagi yang harus ada di rumah?


    Dilansir dari Homes and Gardens berikut beberapa alat kebersihan yang tidak boleh terlewat di rumah.

    Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah

    1. Pengki

    Dust on a house floor and floor brush with dustpan background. Home cleaning concept.Ilustrasi Pengki Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined

    Salah satu alat yang sangat berguna di rumah dan tentunya murah adalah pengki. Alat kebersihan satu ini berguna untuk menampung debu yang sudah dikumpulkan sehingga lebih mudah ketika dibuang. Alat ini bisa bertahan lama selama tidak untuk mengangkat benda berat atau terkena beban yang terlalu berat.

    2. Spons

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewSpons Foto: Istock

    Kebanyakan spons digunakan untuk mencuci piring. Namun, kegunaan barang satu ini lebih daripada itu. Bahannya yang bisa menyerap air sangat berguna untuk mengeringkan berbagai macam permukaan benda. Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan spons adalah sebisa mungkin sering diganti karena masa pemakaiannya singkat. Apabila tidak diganti, spons akan menjadi sarang bakteri.

    3. Kain Mikrofiber

    Hand is cleaning car headlight with a using red microfiber cloth,Automotive maintenance concept.ilustrasi kain microfiber Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio

    Selain spons, siapkan pula kain mikrofiber. Ukurannya beragam dan barang satu ini lebih lebar daripada spons sehingga bisa mempercepat pekerjaan. Kain mikrofiber juga tahan lama, bisa dipakai berulang kali, dan bagus untuk menyerap air.

    Ukuran serat yang kecil pada kain menciptakan listrik statis yang memungkinkannya mengangkat debu, kotoran, buih sabun, dan minyak dengan lebih kuat.

    4. Serbet

    Kitchen utensils, cloth hanging alone on wall.ilustrasi serbet Foto: Getty Images/iStockphoto/blyjak

    Serbet berbeda dengan kain mikrofiber. Serbet merupakan kain biasa yang berfungsi untuk mengelap tangan yang basah. Biasanya letaknya di dapur, dekat wastafel, atau meja makan. Serbet harus sering dicuci karena ketika permukaannya basah atau lembap bisa berpotensi muncul jamur dan jjadi tempat berkembangnya bakteri.

    5. Pembersih Kaca

    Pekerjaan membersihkan kaca gedung kerap dinilai sebagai pekerjaan laki-laki. Namun, wanita ini buktikan ia pun mampu bekerja sebagai pembersih kaca gedung.Pembersih Kaca Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Kaca di rumah juga harus sering-sering dibersihkan. Apabila dibiarkan, kaca akan menjadi buram dan tidak enak dipandang. Membersihkan kaca seminggu sekali juga tidak masalah. Apabila tidak punya alat untuk mengelap kaca, bisa memakai kain mikrofiber.

    6. Kemoceng

    70 Persen warga Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, merupakan pembuat kerajinan tradisional. Mereka memproduksi sapu, kemoceng dan lain-lain.Ilustrasi Kemoceng Foto: Bima Bagaskara

    Kemoceng merupakan alat pembersih untuk membuang debu yang menempel pada perabotan rumah tangga. Alat ini hanya bisa dipakai untuk membersihkan permukaan yang kering. Pengganti kemoceng bisa memakai kain kering atau kain mikrofiber yang kering.

    7. Sikat Gosok

    Sikat LantaiSikat Gosok Foto: iStock

    Bentuknya mirip sapu karena memiliki tongkat yang panjang. Padahal alat kebersihan ini berbeda dengan sapu. Sikat gosok berguna untuk membersihkan noda membandel pada lantai atau dinding. Bagian bawahnya keras, tajam, dan rapat.

    8. Sikat Toilet

    Toilet Brush on White Background.Toilet Brush on White Background. Foto: iStock

    Area kamar mandi sangat membutuhkan sikat toilet. Fungsinya untuk membersihkan toilet agar bersih dari kotoran dan noda yang membandel.

    9. Penyedot Debu (Vacuum Cleaner)

    happy girl cleaning carpet with vacuum cleanerhappy girl cleaning carpet with vacuum cleaner Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

    Penyedot debu atau vacuum cleaner merupakan alat kebersihan tidak wajib karena tidak semua keluarga bisa membeli barang ini. Namun, apabila kamu memiliki vacuum cleaner, tidak perlu lagi ada pengki atau sapu di rumah karena alat ini bisa menyedot debu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com