Tag: kotoran

  • Ampuh! 6 Cara Mudah Membasmi Cicak di Rumah


    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu hewan yang sering muncul di rumah. Reptil mungil ini sering ditemukan sedang melata di dinding, lantai, atau meja.

    Bagi sebagian orang, kehadiran cicik di rumah bikin risih dan terganggu. Apalagi jika cicak sudah naik ke meja makan, tentu makanan yang dihidangkan bisa jadi santapannya.

    Jika kamu merasa terlalu banyak cicak di rumah, mungkin sudah saatnya untuk dibasmi segera. Tak perlu memakai cairan kimia yang mengandung zat tertentu, kamu dapat mengusir cicak dengan sejumlah bahan sederhana.


    Cara Ampuh Membasmi Cicak dengan Mudah

    Ada beberapa cara ampuh untuk membasmi cicak di rumah dengan mudah. Dikutip dari Livspace dan India Today, berikut langkah-langkahnya:

    1. Bubuk Kopi

    Tips yang pertama adalah menggunakan bubuk kopi. Cicak tidak menyukai aroma kopi yang kuat sehingga lebih memilih untuk menghindarinya.

    Kamu dapat menuangkan 1-2 sendok makan bubuk kopi ke dalam botol semprot, lalu tambahkan air secukupnya. Setelah itu, semprotkan cairan kopi ke area yang sering dilalui cicak.

    2. Bawang

    Tak hanya digunakan untuk memasak, bawang juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir cicak. Kamu bisa memakai bawang bombai, bawang putih, atau bawang merah karena punya bau yang menyengat dan tidak disukai cicak.

    Cukup potong beberapa siung bawang, lalu masukkan ke dalam wadah. Setelah itu, letakkan wadah tadi di area yang sering dilalui cicak.

    3. Pepermin

    Minyak pepermin bisa menjadi opsi terbaik untuk mengusir cicak di rumah. Aroma pepermin dapat memberikan efek menenangkan bagi manusia, tapi tidak dengan reptil tersebut.

    Cara pakainya juga mudah, teteskan 3-4 minyak pepermin ke dalam botol semprot dan tambahkan air secukupnya. Setelah itu, semprot cairan tersebut ke area yang sering dilalui cicak.

    4. Cangkang Telur

    Cara berikutnya bisa menggunakan cangkang telur. Uniknya, cicak menganggap cangkang telur sebagai predator sehingga mereka akan kabur saat melihatnya.

    Cara pakainya cukup dengan meletakkan cangkang telur bekas ke titik-titik atau sudut rumah yang sering dilalui cicak. Karena tidak kedaluwarsa, kamu bisa menempatkan cangkang telur selama berhari-hari.

    5. Lada dan Cabai

    Lada dan cabai dapat dimanfaatkan untuk membasmi cicak di rumah. Kamu bisa membuat semprotan anti cicak dengan mencampur sedikit merica dan bubuk cabai ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan tersebut ke area yang sering ditemukan adanya cicak. Sebelum disemprot, pastikan botol semprot dikocok terlebih dahulu agar hasilnya maksimal.

    6. Menjaga Kebersihan

    Tips yang terakhir adalah menjaga kebersihan rumah. Sebab, cicak termasuk reptil yang tertarik dengan kehadiran serangga, seperti semut, nyamuk, hingga lalat.

    Kamu perlu dapat menyapu dan mengepel lantai secara berkala agar tidak ada kotoran, debu, atau makanan yang tersisa. Selain itu, buanglah sampah pada tempatnya dan ditutup rapat untuk mencegah datangnya serangga yang dibarengi dengan cicak.

    Itulah enam cara ampuh mengusir cicak di rumah dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Kamar Mandi Bisa Hilang Pakai 4 Bahan Sederhana Ini!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di rumah yang paling cepat kotor. Meski terkena air hampir setiap hari, tapi justru dapat menimbulkan noda dan kotoran yang menempel di lantai dan dinding.

    Kamar mandi bisa jadi sangat kotor karena disebabkan oleh beberapa hal. Dikutip dari Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), penyebab utamanya karena tumbuh jamur dan lumut akibat udara di kamar mandi yang terlalu lembap.

    Penyebab lainnya karena kerak sabun yang menempel di keramik. Setelah mandi, mungkin kamu tidak sadar masih ada sisa busa sabun yang menempel di dinding ataupun lantai.


    Sebenarnya, kamu dapat mengatasi noda tersebut dengan cairan pembersih khusus. Namun, ada juga bahan-bahan sederhana yang bisa digunakan untuk mengangkat noda membandel. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Noda yang Menempel di Kamar Mandi

    Membersihkan noda yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi ternyata sangat mudah. Dilansir situs The Tiles House, berikut bahan-bahan alami yang bisa dipakai untuk membersihkan kamar mandi:

    1. Baking Soda

    Tips yang pertama adalah memakai baking soda. Bahan ini dinilai efektif untuk mengangkat noda membandel, terutama pada keramik lantai dan dinding kamar mandi.

    Cara pakainya cukup mencampurkan baking soda dengan air hingga membentuk pasta, lalu oleskan ke bagian yang terdapat noda. Setelah itu, gosok dengan perlahan dengan spons atau sikat, kemudian bilas dengan air sampai bersih.

    2. Cuka

    Kandungan zat asam pada cuka dinilai ampuh untuk menyingkirkan noda hingga kotoran di kamar mandi. Cara penggunaannya cukup sederhana, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke lantai dan dinding yang terdapat noda.

    Diamkan selama kurang lebih 15 menit agar cuka dapat bereaksi terhadap noda tersebut. Jika sudah, gosok dengan sikat dan bilas pakai air bersih. Jangan lupa cek kembali apakah masih ada sisa noda atau tidak.

    3. Air Jeruk Lemon

    Tak hanya menyegarkan tubuh, perasan air jeruk lemon bisa dimanfaatkan untuk membersihkan kamar mandi lho. Caranya gampang, cukup peras jeruk lemon segar ke dalam wadah, lalu siram ke area yang terdapat noda di kamar mandi.

    Diamkan sekitar 10 menit agar air jeruk dapat beraksi, lalu gosok dengan sikat sampai bersih. Langkah terakhir, bilas dengan air bersih agar noda ikut larut.

    4. Pasta Gigi dan Soda Kue

    Kombinasi antara pasta gigi dan soda kue ternyata dapat digunakan untuk mengatasi noda. Campurkan pasta gigi dan soda kue dalam wadah, lalu aduk hingga merata.

    Setelah itu, oleskan bahan tersebut ke area yang penuh dengan noda dan kotoran di kamar mandi. Gosok agak keras dengan spons atau sikat, kemudian bilas dengan air sampai bersih.

    Demikian empat cara membersihkan noda di kamar mandi dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Bikin Bau, Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Membersihkan Dapur


    Jakarta

    Membersihkan dapur perlu dilakukan, apalagi jika sering digunakan. Jika tidak, tentunya dapur akan menjadi sangat kotor dan penghuni rumah enggan menggunakannya.

    Membersihkan dapur sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan. Bukannya bersih, nanti malah bikin dapur makin kotor bahkan bau.

    Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Bersihkan Tempat Sampah

    In de zorgtempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah lho, tempat sampah juga harus dibersihkan. Kalau tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau hingga menampung bakteri.

    Untuk mencegahnya, penghuni rumah harus mencuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

    “Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens.

    2. Tidak Bersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

    ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

    Penghuni rumah jangan sampai terlewat untuk membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, maupun microwave. Sebab, tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa susah dihilangkan jika didiamkan terlalu lama bahkan meningmbulkan bau.

    Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

    3. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

    Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningIlustrasi wastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

    Jangan salah lho, saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa jadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau. Hal itu karena sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa membuat saluran pembuangan wastafel tersumbat.

    Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

    4. Tidak Ganti Spons Cuci Piring

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewIlustrasi spons. Foto: Istock

    Penghuni rumah disarankan untuk mengganti spons cuci piring setiap 1-2 minggu sekali atau jika sudah menimbulkan bau. Kalau digunakan terlalu lama, khawatir bisa menjadi tempat menampungnya bakteri.

    5. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

    Close up of woman hands  washing a plate with a cleaning sponge in a kitchen sink. A faucet with flowing water and a dish washing soap are visible. The sink is full of water and soap sud. High resolution 42Mp indoors digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 25mm F2.0 lensIlustrasi cuci piring. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Biasanya, menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan bersih kinclong. Akan tetapi, terlalu banyak penggunaan sabun cuci piring justru bisa menimbulkan residu tipis pada peralatan makan dan wastafel.

    Residu itu bisa membuat piring tampak keruh. Untuk menghilangkan residu bisa dengan mencuci pakai beberapa tetes sabun cuci piring dan dibilas dengan air panas.

    Perlu diketahui bahwa membersihkan dapur bukan hanya lap-lap saja tetapi juga harus memperhatikan perabotan sekitar. Hindari kesalahan-kesalahan tersebut agar dapur tidak mengeluarkan bau tak sedap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 8 Cara Bersihkan Rumah Usai Terendam Banjir


    Jakarta

    Banjir sering kali melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ketika banjir mulai surut, tentu kamu harus segera membersihkan rumah karena sangat kotor akibat lumpur.

    Membersihkan rumah dari banjir juga tak bisa sembarangan. Sebab, lumpur dan sisa air banjir mengandung banyak bakteri. Kalau tidak dibersihkan dengan tepat bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Di sisi lain, membersihkan rumah dari banjir secara asal juga meninggalkan sisa lumpur atau kotoran yang menempel. Hal ini bisa menyebabkan bau tak sedap ke seluruh rumah.


    Ingin tahu apa saja tips membersihkan rumah setelah terendam banjir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

    Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat membersihkan rumah usai kebanjiran. Dilansir situs NSW Health, Senin (7/7/2025), berikut langkah-langkahnya:

    1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

    Langkah yang pertama adalah menyiram air bersih ke seluruh ruangan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan lumpur dan kotoran dari sisa banjir. Kamu dapat menyiram air dengan selang dari posisi paling tinggi agar bisa menjangkau ke seluruh sudut rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Setelah disiram air, kamu perlu mengeringkan seluruh rumah yang terendam banjir. Soalnya, rumah yang masih basah atau lembap bisa memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Caranya adalah dengan membuka seluruh jendela dan pintu rumah ketika cuaca panas. Disarankan juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

    3. Bersihkan Dinding dan Lantai

    Lantai dan dinding wajib dibersihkan setelah rumah terendam banjir. Kamu dapat membersihkannya dengan air panas dan sabun. Agar kuman dan bakteri mati, bisa juga menggunakan sabun antiseptik atau semprotkan larutan pemutih klorin.

    Setelah dibersihkan, keringkan lantai dan dinding agar tidak lembap. Cek kembali apakah masih ada sisa kotoran yang menempel di dinding ataupun lantai.

    4. Bersihkan Furnitur

    Beberapa furnitur juga wajib dibersihkan setelah terendam banjir, seperti meja, kursi, hingga lemari. Cuci dengan sabun antiseptik agar tidak ada kuman dan bakteri yang menempel di benda tersebut.

    Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

    6. Disinfektan Benda-benda di Rumah

    Beberapa benda di rumah mungkin tak sempat diselamatkan saat terendam banjir. Maka dari itu, penting untuk melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak.

    Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Salah satu risiko jika membersihkan rumah yang terendam banjir dengan tidak tepat adalah menimbulkan jamur dan lumut. Jika menemukan jamur atau lumut kamu dapat membasminya dengan cairan pemutih.

    8. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

    Banyak orang yang membersihkan rumah bekas banjir tidak menggunakan sarung tangan dan alas kaki khusus, seperti sepatu boot. Padahal, kamu bisa saja menginjak atau memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman.

    Selain itu, alas kaki juga melindungi diri dari sampah-sampah yang berserakan karena terseret arus banjir. Hal ini untuk mencegah kamu menginjak kayu, kaca, atau benda tajam lainnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cukup Pakai Air, Ini 3 Cara Bersihkan Kompor Secara Ampuh


    Jakarta

    Kompor merupakan peralatan dapur yang paling cepat kotor. Apalagi jika kamu memasak makanan yang digoreng, sudah pasti cipratan minyak dapat memenuhi seluruh kompor.

    Setelah memasak, kompor sebaiknya segera dibersihkan. Jika tidak maka noda seperti minyak, bumbu masak, hingga sisa makanan berceceran di atas kompor. Hal ini dapat mengundang semut, tikus, hingga kecoak karena terdapat sumber makanan.

    Selain itu, kompor yang tidak dibersihkan dalam waktu lama menyebabkan noda dan kotoran jadi sulit dihilangkan. Alhasil, membilasnya dengan air masih belum cukup.


    Agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal, simak cara ampuh membersihkan kompor dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Bersihkan Kompor dengan Bahan Alami

    Membersihkan kompor bisa dilakukan dengan sejumlah bahan sederhana. Meski bahan-bahan ini bisa didapat dengan mudah, tapi ternyata ampuh dan efektif untuk membasmi noda.

    Dikutip dari HGTV, berikut cara bersihkan noda dan kotoran di kompor secara ampuh:

    1. Cuka Putih

    Cara yang pertama adalah menggunakan cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka diyakini dapat mengangkat noda dan kotoran yang menempel di kompor.

    Untuk cara pakainya, campurkan cuka putih dengan air dengan takaran yang sama, setelah itu tuang ke dalam botol semprot. Kocok terlebih dahulu sebelum disemprot ke seluruh permukaan kompor.

    Diamkan selama beberapa menit agar cuka dapat bereaksi secara optimal. Setelah itu, bilas dengan air dan lap dengan kain kering.

    2. Soda Kue

    Soda kue atau disebut baking soda bisa dimanfaatkan untuk membasmi noda dan kotoran yang menempel di kompor. Caranya adalah dengan menaburkan soda kue ke seluruh permukaan kompor yang kotor. Lalu, basahi kompor dengan air panas dan diamkan sekitar 10-15 menit.

    Setelah itu, bilas kompor dengan kain microfiber atau handuk kering untuk mengangkat sisa kotoran. Jika masih ada sisa noda, ulangi lagi cara di atas sampai kompor bersih dan kinclong.

    3. Air Lemon

    Lemon dapat digunakan untuk membersihkan noda dan kotoran yang menempel di kompor. Sebab, lemon mengandung bahan pembersih alami dengan tingkat keasaman yang tinggi serta memiliki sifat antibakteri.

    Cara pakainya cukup mencampurkan perasan jeruk lemon dan air ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut ke seluruh permukaan kompor. Diamkan sekitar 5-10 menit, setelah itu lap dengan kain microfiber atau handuk kering.

    Selain membasmi noda dan kotoran, air lemon juga dapat mengatasi bau tak sedap di dapur. Caranya dengan meneteskan 2-3 tetes minyak esensial lemon ke kapas, lalu letakkan di sudut-sudut dapur yang mengeluarkan bau tak sedap.

    Demikian tiga cara ampuh untuk membersihkan kompor dengan bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Disedot! Ini 4 Hal yang Sebaiknya Dijauhi Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Penyedot debu sering jadi andalan saat bersih-bersih rumah. Praktis, cepat, dan bisa mengangkat kotoran sampai ke sudut-sudut sempit. Tapi, tahukah kamu? Tidak semua jenis kotoran bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner. Salah-salah, justru bisa merusak mesinnya!

    Dilansir dari The Spruce, ada empat jenis benda yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan penyedot debu. Berikut penjelasannya:

    1. Pecahan Kaca

    Saat barang pecah belah seperti gelas atau piring jatuh, biasanya akan meninggalkan serpihan kecil yang tajam. Jangan sedot pakai vacuum ya! Pecahan kaca bisa merusak bagian dalam mesin bahkan sampai merobek kantong debunya. Lebih aman gunakan sapu dan pengki, lalu bersihkan sisa halusnya dengan kain mikrofiber.


    2. Rambut atau Bulu Hewan

    Memang menyebalkan kalau lantai penuh rambut atau bulu hewan. Tapi menyedotnya bisa membuat mesin cepat rusak! Rambut cenderung menyumbat komponen dalam penyedot debu, menurunkan daya hisap, dan bikin mesin cepat panas.

    3. Tumpahan Cairan

    Vacuum cleaner standar tidak didesain untuk menyedot cairan. Air bisa merusak komponen listrik di dalamnya, bahkan memicu tumbuhnya jamur dan bau tak sedap. Gunakan tisu atau kain lap untuk mengeringkannya terlebih dahulu.

    4. Tanah atau Debu Pot

    Tanah yang tercecer saat menyiram tanaman jangan langsung disedot, ya. Bisa jadi ada kerikil kecil di dalamnya yang berpotensi merusak filter atau kipas vacuum. Lebih aman dibersihkan secara manual dengan sapu.

    Selalu baca petunjuk penggunaan alat elektronik di rumah. Gunakan vacuum cleaner sesuai fungsinya agar lebih awet dan tidak cepat rusak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Curut di Rumah! Ini 7 Cara Ampuh Mengusirnya


    Jakarta

    Curut adalah hewan mirip tikus yang mempunyai hidung mancung. Hewan kecil ini bisa muncul di sekitar rumah, seperti pekarangan, dapur, atau tempat penyimpanan makanan.

    Penghuni rumah patut waspada dengan kehadiran curut. Sebab, kotoran curut dapat mengandung sumber penyakit yang mengancam kesehatan penghuni rumah.

    Jika menemukan curut, segera basmi agar rumah tetap bersih dan sehat. Berikut ini cara mengatasi curut di rumah.


    Cara Basmi Curut di Rumah

    Inilah cara membasmi curut di rumah menurut situs Do My OWN, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

    1. Gunakan Bawang Putih

    Penghuni rumah bisa mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih. Aroma bawang putih membuat curut enggan mendekati rumah.

    2. Gunakan Minyak Esensial

    Selain itu, gunakan minyak esensial misalnya peppermint untuk mengusir curut. Gunakan kapas yang sudah ditetesi minyak esensial untuk mengoleskan pada beberapa area yang sering dilewati curut.

    3. Pasang Perangkap Jepit Tikus

    Pasang perangkap tikus untuk menangkap curut. Namun, curut tidak mudah terpikat perangkap yang tertutup.

    Sebaiknya gunakan perangkap jepit tikus yang diberi potongan daging atau ikan. Lalu, taruh perangkap di tempat yang terdapat curut.

    4. Pasang Perangkap Lem Tikus

    Kemudian, penghuni juga bisa menggunakan perangkap berupa lem tikus untuk menangkap curut. Cara ini terbilang aman karena tidak mengandung racun atau bau.

    5. Jangan Tinggalkan Makanan Peliharaan

    Makanan peliharaan dapat memancing curut dan serangga. Jangan tinggalkan makanan hewan di luar ruangan. Segera bersihkan setelah hewan peliharaan selesai makan.

    6. Bersihkan Halaman

    Bersihkan halaman rumah dengan membersihkan genangan air dan menutup rapat tempat sampah. Cara ini membantu mengendalikan aktivitas serangga yang disukai curut.

    7. Tutup Celah Masuk

    Terakhir, tutup dan perbaiki celah atau lubang di sekitar rumah. Curut dapat masuk ke rumah melalui celah kecil di dinding atau lantai.

    Itulah tips membasmi tikus di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kata Ahli, Begini Tips Bersih-bersih Rumah biar Makin Kinclong


    Jakarta

    Membersihkan merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan. Hal ini untuk menjaga agar rumah bebas debu dan kotoran serta tetap rapi.

    Walau demikian, terkadang penghuni rumah hanya sekadar membersihkan saja. Padahal membersihkan rumah dengan cara yang tepat perlu dilakukan agar hunian benar-benar bersih.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips membersihkan rumah dari para ahli kebersihan.


    Selalu Bersihkan dari Atas ke Bawah

    Untuk mencegah debu jatuh ke permukaan yang bersih, sebaiknya bersihkan debu dari bagian paling atas ke bawah. Ahli kebersihan dan pemilik Sparkly Maid Austin, Sofia Martinez, mencontohkan untuk membersihkan kipas langit-langit, rak tinggi, serta lemari atas lebih dulu agar debu dan kotoran yang jatuh nantinya tidak mengotori permukaan yang sudah bersih.

    Biarkan Produk Kebersihan Menyerap Sebelum Dilap

    Menurut Martinez, salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan cairan pembersih ke permukaan dan langsung mengelapnya. Padahal, membiarkan produk beberapa menit harus dilakukan karena memberikannya kesempatan untuk membunuh bakteri.

    Mulai dengan Metode Kering Lalu Metode Basah

    Saat membersihkan permukaan, sebaiknya mulai dengan metode ‘dry cleaning’ alias bersihkan debu-debu dan kotoran terlebih dahulu sebelum mengelap atau mengepelnya. Misalnya, bersihkan debu dengan sapu, lap bersih, atau vacuum cleaner sebelum mengepelnya atau membersihkan dengan cairan pembersih.

    Hal ini memastikan saat mengepel permukaan bisa dilakukan dengan mulus, mengangkat kotoran lebih efektif, dan lantai mengering lebih bersih.

    “Jika Anda masuk ke ruangan yang dipenuhi debu, remah-remah, dan bulu kucing, lalu langsung mengepel, Anda akan menyeret bola-bola rambut-benda-benda itu menggumpal, menyumbat kain pel, dan meninggalkan goresan,” jelas Rhonda Wilson, pakar kebersihan dan quality lead cleaner di FreshSpace Cleaning.

    Jangan Terburu-buru

    Saat membersihkan rumah sebaiknya tidak dilakukan dengan buru-buru. Sebab, bisa saja hal-hal yang seharusnya dibersihkan luput dari perhatian.

    Jangan Gunakan Alat Pembersih Kamar Mandi Sekaligus Dapur

    Martinez menyarankan untuk tidak menggunakan alat bersih-bersih yang sama untuk membersihkan dapur dan kamar mandi. Hal itu karena memungkinkan adanya kontaminasi silang.

    “Aturan ini tidak bisa diganggu gugat karena menggunakan alat yang sama di area-area ini dapat dengan mudah memindahkan bakteri seperti E. coli dari kamar mandi ke permukaan dapur,” ujar Martinez.

    Agar tidak bingung dan mencegah kontaminasi silang, pakar kebersihan menyarankan untuk memisahkan kain, sikat, dan spons pembersih untuk area-area ini.

    Itulah beberapa tips bersih-bersih agar rumah bebas debu dan tetap rapi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Liar Suka Buang Kotoran di Halaman Rumah? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah bisa bikin penghuni rumah kesal. Bagaimana tidak, hewan berbulu ini suka buang kotoran di taman.

    Hal itu membuat kotor dan berantakan pekarangan. Belum lagi penghuni rumah harus waspada agar sampai menginjak ‘ranjau’ alias kotoran kucing yang terkubur di tanah.

    Dilansir dari Time for Paws, kucing liar mencari tempat yang aman. Mereka sering datang ke rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung.


    Kucing bisa saja mencari tempat aman di sekitar rumah. Oleh karena itu, penghuni butuh trik ampuh untuk membuat kucing nggak betah mendekati rumah. Namun, jangan sampai menyakiti kucing.

    Bagaimana cara mencegah kucing masuk halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah sejumlah cara untuk mengusir kucing dari rumah biar nggak buang kotoran sembarangan dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Penghuni perlu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Bersihkan juga sisa makanan supaya aromanya tidak mengundang kucing.

    2. Jangan Beri Makan Kucing

    Pastikan tidak ada yang memberi makan atau air ke kucing liar. Sebab, kucing biasanya kembali ke tempat yang terdapat sumber makanan.

    3. Pasang Pagar Khusus

    Kucing dapat masuk halaman rumah dengan melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    Selain itu, penghuni dapat membuat permukaan tanah tidak nyaman buat diinjak kucing. Caranya dengan meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah tanah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Kemudian, penghuni bisa menanam sejumlah tanaman di pekarangan. Pilih tanaman yang aromanya tidak disukai kucing, seperti lavender, mint, dan roesmary.

    5. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur juga bermanfaat untuk mengusir kucing dari halaman rumah, lho. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Kucing akan merasa tidak nyaman berjalan di tanah dengan butiran cangkang yang tajam.

    6. Sebar Bau yang Tak Disukai Kucing

    Terakhir, penghuni dapat sebarkan bahan dengan aroma yang dibenci kucing. Kucing akan menghindari bau menyengat, misalnya dari bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka.

    Sebarkan bahan-bahan tersebut secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Cara ini cukup ampuh buat mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    Itulah tips mencegah kucing masuk pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com