Tag: krisis iklim

  • Hati-hati ‘Neraka Iklim’, Antisipasi Panas Berlebih di Rumah Pakai Cara Ini


    Jakarta

    Pada Rabu (5/6/2024) kemarin, Badan Pemantauan Perubahan Iklim Uni Eropa (EU Climate) mengatakan bahwa bumi telah menduduki peringkat terpanas dalam sejarah dalam 12 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan adanya kekhawatiran akan terjadinya ‘Neraka Iklim’.

    Selama periode 12 bulan hingga Mei 2024, suhu rata-rata global yang tercatat mencapai angka 1,63 derajat Celcius. Angka tersebut menjadikan periode ini sebagai yang terpanas sejak tahun 1940. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB juga telah mengatakan ada 80 persen kemungkinan suhu rata-rata global akan melebihi angka 1,5 derajat di 5 tahun ke depan, atau lebih cepat.

    Sebagai antisipasi panas berlebih yang kemungkinan akan datang, tak ada salahnya untuk mengetahui cara mengatasi panas berlebih di rumah. Tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk memasang AC di rumah, ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mengusir panas di rumah.


    Mulai dari menggunakan alat yang lebih murah, sampai melakukan hal-hal kecil yang sering disepelekan, padahal efektif untuk mengurangi panas. Lantas, apa saja caranya? Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah cara bikin rumah adem tanpa AC.

    1. Menggunakan Air Cooler

    Cara paling pertama yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan Air Cooler sebagai alternatif utama pengganti AC. Air cooler bekerja menyejukkan udara dengan menggunakan bantuan air dan ice cube yang akan kamu dapatkan sepaket saat membeli air cooler.

    Air cooler adalah solusi pendingin yang lebih murah dan hemat listrik. Selain itu, air cooler juga tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi lingkungan (CFC) yang digunakan pada AC. Tapi, jika kamu menggunakan air cooler, jangan lupa untuk rutin membersihkan filter di dalamnya agar udara yang dihasilkan tetap bersih.

    2. Menggunakan Kipas Angin

    Alternatif lain pengganti AC selain air cooler tentunya adalah kipas angin. Hanya dengan menggunakan kipas angin, kamu bisa membuat ruangan jauh lebih adem jika tahu trik ini. Untuk memaksimalkan kegunaannya, taruh kipas di depan area terbuka dan baru arahkan ke ruangan. Bisa di depan jendela yang terbuka atau pintu ke arah ruang terbuka di rumah.

    3. Tutup Gorden di Siang Hari

    Seperti yang kita tahu, cahaya matahari adalah sumber utama penyebab panas. Mengutip dari energy.gov, sekitar 76% cahaya matahari yang masuk melalui jendela berubah menjadi energi panas. Oleh karena itu, metutup gorden di rumah saat siang hari sangat efektif untuk menghalau panas dari sinar matahari ke rumah. Pastikan juga kamu menggunakan gorden yang tebal dan blackout di rumah agar hasilnya lebih maksimal.

    4. Perbanyak Sirkulasi Udara

    Memperbanyak sirkulasi udara di rumah nyatanya sangat efektif untuk menjaga rumah tetap sejuk. Biarkan udara dari luar masuk atau keluar, dengan membuka jendela dan memasang ventilasi. Cara ini juga masih cukup efektif meski gorden kamu tertutup.

    Pastikan untuk membuka atau menutup jendela tergantung dengan suhu udara di luar. Bila udara diluar lebih panas, biarkan jendela tetap tertutup rapat, sedangkan jika udara diluar lebih sejuk, kamu bisa membuka jendela. Cara ini juga bisa diterapkan pada malam hari, tapi pastikan lingkunganmu tidak terlalu berpolusi atau tidak terlalu dingin.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Terpakai, dan Ganti Jenis Lampu dengan Tipe LED

    Matikan atau cabut alat elektronik seperti lampu, charger, dan lainnya saat sudah tidak dipakai. Mengapa begitu? Nyatanya, mencabut alat-alay elektronik terbukti efektif membuat ruangan lebih adem karema alat elektronik cenderung menghasilkan energi panas.

    Selain itu, kamu juga bisa mengganti tipe lampu di rumah dengan LED karena tipe ini tidak menghasilkan panas yang besar seperti lampu tipe lainnya.

    6. Tanam Pohon di Sekitar Rumah

    Jika kamu memiliki lahan dan halam rumah yang cukup luas, tanamlah pohon di dekat rumahmu. Pohon akan membantu menghalangi cahaya matahari masuk ke rumah dan membuat rumah lebih adem. Selain itu, pohon juga mampu melepaskan oksigen sehingga membuat udara di sekitar rumah kamu lebih bersih dan sehat.

    7. Mendinginkan Tubuh

    Jika semua cara diatas sudah kamu lakukan tapi udara tetap panas, kamu bisa coba cara ini. Ini adalah cara mendinginkan tubuh yang bisa kamu coba. Caranya adalah sebagai berikut:

    1. Membeli paket Cooling Mattress.
    2. Menggunakan metode menempelkan kain basah langsung ke kulit.
    3. Dinginkan titik pembuluh darah dengan air (pergelangan tangan, pergelangan kaki, lekukan siku, dan bagian belakang lutut).
    4. Mandi dengan air dingin.
    5. Minum air yang banyak.

    Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengantisipasi panas tanpa menggunakan AC. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sungai Eufrat Mengering Disebut Jadi Tanda Kiamat, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Mengeringnya Sungai Eufrat disebut jadi salah satu tanda kiamat. Setelah itu, akan muncul gunung emas di wilayah tersebut.

    Sungai Eufrat adalah sungai yang terletak di Timur Tengah, memanjang melintasi tiga negara yakni Turki, Suriah, dan Irak. Menurut buku The Tigris & Euphrates River karya Shane Mountjoy, sungai ini mengalir dari dataran tinggi Turki Timur sejauh 1.739 mil.

    Menjelang datangnya kiamat, Sungai Eufrat akan mengering. Hal ini dikatakan dalam hadits yang dikeluarkan Imam Muslim sebagaimana dinukil Muhammad al ‘Areifi dalam Nihayatul ‘Alam yang diterjemahkan Zulfi Askar. Imam an-Nawawi turut menukil hadits ini dalam kitab Riyadhus Shalihin.


    Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو

    Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sampai al-Furat (Sungai Eufrat) mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat’.” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lain yang berasal dari Abu Hurairah RA dikatakan Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ قالَ: قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: “يُوشِكُ الفُرَاتُ يَحْسِرُ عن كَنْزِ مِنْ ذّهَبِ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئاً .

    Artinya: “Hampir terbuka al-Furat dengan (berisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya.” (HR At-Tirmidzi)

    Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim sebagaimana dinukil Brilly El-Rasheed dalam Al-Jannah: Misteri Sugra Terungkap di Akhir Zaman, makna mengeringnya Sungai Eufrat dalam hadits tersebut adalah terbukanya dasar sungai karena airnya surut. Kata Imam an-Nawawi, bisa jadi ini karena adanya perubahan aliran sungai.

    Lebih lanjut Imam an-Nawawi menjelaskan, kekayaan atau gunung emas tertimbun tanah dan tidak diketahui keberadaannya. Jika aliran sungai berubah atau karena sebab lain, maka tanah yang menimbun gunung emas itu akan terkikis dan emas pun akan tampak.

    Menurut pendapat Abu ‘Ubaidah dalam ta’liq-nya terhadap kitab An-Nihayah Fi Al-Fitan wa Al-Malahim karya Ibnu Katsir, gunung emas yang disebut dalam hadits tanda kiamat ini adalah kiasan. Contohnya, gunung emas bisa saja dikiaskan dengan minyak bumi karena keduanya memiliki nilai manfaat yang sama.

    Wallahu a’lam.

    Selanjutnya Sungai Eufrat diprediksi mengering total pada 2040>>>

    Prediksi Sungai Eufrat Mengering Sepenuhnya pada 2040

    Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang turut mengkaji Sungai Eufrat menyebut Sungai Eufrat berisiko mengering akibat perubahan iklim. Suhu di timur laut Suriah mengalami peningkatan satu derajat dibandingkan 100 tahun lalu dan rata-rata curah hujan menurun sebesar 18 milimeter per bulan per abad.

    Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ Al Sudani menyebut negara-negara di kawasan Sungai Eufrat dan Tigris akan mengalami “bencana lingkungan” yang parah jika masyarakat internasional gagal kembali ke jalur yang benar untuk mengekang perubahan iklim.

    “Bencana lingkungan hidup akan lebih parah bagi Irak dan negara-negara di kawasan ini, dengan kenaikan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang membuat kehidupan normal menjadi sangat sulit, bahkan hampir mustahil,” ujar Al Sudani saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York pada 22 September 2023 lalu, lapor Arab News.

    Kementerian Sumber Daya Air Irak dalam laporannya pada 2021 memperingatkan bahwa Sungai Eufrat dan Tigris akan mengering sepenuhnya pada 2040 akibat kekeringan yang berkepanjangan dan penurunan permukaan air yang disebabkan oleh perubahan iklim.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com