Tag: kualitas air

  • Air Kolam Berubah Hijau Berbahaya buat Ikan, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu tantangan saat membuat kolam ikan di rumah adalah pemiliknya harus rajin merawat dan membersihkannya. Kolam ikan yang tidak diperhatikan justru menjadi kolam lumut, berwarna hijau dan tidak enak dilihat.

    Dilansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, penyebab kolam ikan berubah menjadi kehijauan karena adanya penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Aktivitas alga ini tidak hanya mengubah air menjadi hijau, melainkan bisa menjadi cokelat dan merah.

    Banyaknya alga di dalam air tidak akan baik untuk ikan. Kesehatannya akan terganggu karena kualitas air menurun dan terbatasnya oksigen yang diterima oleh ikan. Alhasil risiko kematian sangat besar bagi ikan yang hidup di dalam kolam yang sudah penuh dengan alga.


    Bukan hanya karena alga, perubahan warna air pada kolam juga bisa disebabkan karena sedimen yang mengendap dari mineral yang terlarut. Sedimen ini bisa terbawa di dalam air yang kualitasnya kotor.

    Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

    Membuat kolam ikan pasti tidak murah, apalagi jika di dalamnya terdiri dari ikan-ikan kesukaan. Pemilik rumah harus berusaha untuk merawatnya agar ikan tetap dapat hidup dengan nyaman di air dan setiap hari pemilik rumah bisa mendapat hiburan dari kolam tersebut. Bagi pemilik rumah yang baru memiliki kolam ikan dan belum ada pengalaman untuk membersihkan ikan, dilansir dari Yard Focus, berikut cara untuk menghilangkan alga dari kolam.

    1. Rawat Hewan Pemakan Alga ke Kolam

    Cara paling mudah untuk memastikan pertumbuhan alga masih dalam batas ambang adalah di dalam kolam tersebut terdapat ikan sapu-sapu. Hewan ini seperti namanya suka sekali menempel pada sisi kolam dan membersihkan atau memakan lumut yang menempel di sana.

    Hewan lainnya yang juga bisa membersihkan alga dari kolam adalah berudu. Hewan ini memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak. Namun, apabila pemilik kolam takut terhadap katak, lebih baik pelihara ikan sapu-sapu.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi.

    2. Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

    Bukan hanya hewan yang bisa membasmi alga, tanaman lili air maupun gelagah juga ampuh mencegah pertumbuhan alga. Caranya tanaman ini menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga. Namun, keberadaan tanaman tidak akan mengganggu ikan maupun lingkungan.

    3. Pasang Filter Air

    Saat ini sudah banyak perangkat kebersihan yang dapat menjaga kolam ikan tetap bersih. Salah satunya adalah filter air. Perangkat ini bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan juga bermanfaat meningkatkan kualitas air kolam sehingga baik untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Telur Busuk dari Air Toren? Bisa Jadi Karena Hal Ini!


    Jakarta

    Air yang disimpan dalam toren atau tandon air rumah sering dianggap aman dan siap digunakan. Tetapi, tidak jarang muncul masalah berupa bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengguna.

    Bau tersebut bisa muncul dari aroma seperti telur busuk, tanah lembap, hingga logam yang kadang menunjukkan adanya kondisi penyimpanan atau aliran air yang kurang optimal. Bau tak sedap di tandon air biasanya dikarenakan air yang terlalu lama berada dalam tandon dan menjadi tempat berkembangnya bakteri atau organisme lain.

    Penyebab Air Toren Bau

    Dilansir dari situs Watertest Systems, penyebab air bau di toren tidak selalu berasal dari sumber utama, tetapi juga karena kondisi tangki itu sendiri, seperti tidak tertutup rapat, ventilasi buruk, endapan organik, atau juga karena air yang stagnan. Toren air yang aliran oksigennya rendah dapat memicu pertumbuhan bakteri anaerobik, sehingga air yang lama disimpan berbau sulfur dan tidak sedap. Selain itu juga terdapat penyebab lainnya.


    Pertumbuhan Bakteri dan Alga

    Salah satu penyebab utama air tandon berbau tak sedap adalah karena adanya pertumbuhan bakteri dan alga. Air yang diam atau jarang dikuras, menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang

    Bakteri jenis ini bisa menghasilkan gas sulfur yang menimbulkan bau tak sedang . Alga yang menempel di dinding tangki juga dapat memproduksi aroma tanah atau amis.

    Penumpukan Endapan dan Kotoran Organik

    Endapan di dasar toren juga sering menjadi penyebab bau. Daun, ranting, serangga, atau kotoran burung yang masuk ke toren bisa terurai dan menghasilkan bau tidak sedap. Endapan mineral atau karat di dasar tangki pun bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri yang memperparah aroma air.

    Kualitas Air dan Material Tandon

    Air yang digunakan untuk mengisi toren bisa mengandung senyawa sulfur, besi, atau mangan, yang berpotensi menimbulkan bau. Selain itu, tandon yang terbuat dari bahan yang sudah tua atau rapuh rentan mengalami korosi dan menumpuk lumut, yang mempercepat terbentuknya bau logam atau tanah.

    Ventilasi dan Sirkulasi yang Buruk

    Toren yang tertutup rapat tanpa ventilasi atau aliran air yang jarang bergerak menciptakan kondisi air stagnan tertampung dalam tandon. Kondisi ini memudahkan bakteri anaerobik berkembang, sehingga bau muncul lebih cepat.

    Tutup Tangki Tidak Rapat atau Sambungan Bocor

    Jika tutup toren tidak rapat atau sambungan pipa bocor, debu, serangga, dan kotoran bisa masuk. Hal ini menyebabkan kontaminasi yang menimbulkan bau, terutama saat air toren jarang dibersihkan.

    Cara Mengatasi Air Tandon yang Bau

    Bersihkan Toren Secara Rutin

    Dilansir dari situs Watertest System, pembersihan tandon disarankan minimal enam bulan sekali untuk menjaga kebersihan air. Kosongkan toren, bersihkan dinding, dan dasar dari endapan lumut, lalu bilas dengan air bersih.

    Pastikan Tutup Toren dan Saringan Baik

    Pastikan tutup tangki rapat dan saringan pipa masuk bebas dari daun atau kotoran. Untuk toren yang diisi air hujan, gunakan first-flush diverter untuk mencegah kotoran besar masuk.

    Perbaiki Sirkulasi dan Ventilasi

    Kuras air dalam toren sesekali dengan cara mengalirkannya dan membiarkannya tergantikan dengan yang baru. Pastikan juga ventilasi toren berfungsi untuk mencegah kondisi anaerobik.

    Periksa Sumber Air dan Instalasi

    Jika air sumber berbau, lakukan pengujian kualitas dan gunakan filter atau sistem pengolahan. Periksa kondisi pipa dan tandon, ganti jika terjadi korosi atau kerusakan.

    Disinfeksi Bila Diperlukan

    Untuk bau akibat bakteri sulfur, bisa dilakukan pengapuran ringan atau shock chlorination. Langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak peralatan atau tanaman jika air digunakan untuk irigasi.

    Itulah penyebab air toren berbau tidak sedap dan cara mengatasinya. Lakukan pengecekan air tandon sekarang. Semoga membantu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com