Tag: kualitas udara

  • 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rumah Bau, Jangan Dilakukan!


    Jakarta

    Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik dapat meningkatkan rasa nyaman bagi penghuninya. Apalagi jika udara tersebut terasa harum dan segar pasti membuat penghuni rumah betah. Maka tak jarang pemilik rumah membeli pengharum ruangan untuk kesegaran tambahan.

    Namun, kadang kala terhirup udara tidak sedap di rumah. Penghuni rumah pasti berpikir hal tersebut muncul dari tempat sampah atau kamar mandi. Padahal, kebiasaan si pemilik rumah juga sangat berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihirup sehari-hari.

    Dikutip dari situs The Spruce, pada Senin (19/5/2025), terdapat beberapa hal dan kebiasaan buruk penghuni rumah yang membuat ruangan memiliki bau tidak sedap.


    Membiarkan Piring Kotor

    Sebagian orang memang merasa malas jika harus mencuci piring sehabis makan. Padahal, piring kotor yang dibiarkan terlalu lama di wastafel dapat menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan, lho.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    Memasak Tanpa Ventilasi

    Kekuatan makanan adalah aromanya bisa menyebar ke seluruh ruangan, baik itu aroma yang sedap atau tidak sedap sekalipun. Oleh karena itu, memiliki dapur yang ada ventilasinya sangat penting untuk mencegah aroma makanan bertahan lama.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    Membiarkan Handuk Basah

    Bau handuk basah sangatlah mengganggu. Kebiasaan membiarkan handuk basah digantung begitu saja selesai mandi tanpa ada upaya mengeringkannya pada sinar matahari merupakan kebiasaan buruk.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Tidak Membuka Jendela

    Ketika rumah tidak memiliki aliran udara yang baik, rumah akan memantulkan aroma ke lingkungan sekitarnya. Pemilik Memphis Maids Steve Evans memberikan saran bahwa setiap hari jendela harus dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Merokok di Dalam Rumah

    Kebiasaan merokok di dalam rumah dapat membuat ruangan memiliki bau yang menempel dan susah hilang. Hal ini akibat adanya partikel rokok yang menempel di ruangan.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Evans.

    Perhatikan juga saat membeli perabotan bekas, jika tercium aroma rokok maka sebaiknya hindari karena bau rokok pada umumnya menempel pada perabotan.

    Itu dia kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Polusi, Ini 3 Tips Jaga Kualitas Udara di Rumah Tanpa Air Purifier


    Jakarta

    Polusi udara di tengah kota memang semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, udara yang terkontaminasi unsur dan benda tak kasat mata yang beracun bisa mengganggu pernapasan kita.

    Air purifier tentu menjadi andalan untuk membersihkan udara di rumah. Namun, bagaimana kalau nggak punya air purifier?

    Tenang saja, ada beberapa langkah alternatif yang bisa kamu lakukan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah dari polusi perkotaan. Yuk, simak penjelasan menurut ahli HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) berikut ini, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Cara Cegah Kontaminasi Polusi Udara di Rumah

    1. Tutup Semua Pintu dan Jendela

    Baik menggunakan air purifier atau tidak, sebaiknya membiasakan agar pintu dan jendela selalu tertutup untuk mencegah kontaminasi udara luar. Apalagi dalam kasus polusi udara luar ruangan yang ekstrim, sebaiknya tutup juga pintu dan jendela menggunakan strip penyegel, supaya udara di dalam rumah semurni mungkin.

    2. Daur Ulang Udara Pakai AC

    Kamu bisa menyalakan AC dan mengaturnya agar mendaur ulang udara di dalam ruangan. Cara ini bagus untuk sedikit meningkatkan kualitas udara di rumah kalau tidak punya air purifier.

    Namun, kamu perlu memastikan filter AC benar-benar bersih dan diganti secara berkala. Langkah tersebut membantu mencegah alergen, debu, dan partikel lainnya tidak bertebaran di sekitar rumah Anda

    3. Gunakan Tanaman Pembersih Udara

    Jika kualitas udara tempat kamu tinggal tidak terlalu buruk, kamu bisa mengandalkan tanaman indoor yang bisa membersihkan udara. Beberapa tanaman hias mampu mengatasi polusi minor.

    Adapun beberapa tanaman yang bisa membersihkan membersihkan udara dan menyerap racun, di antaranya tanaman laba-laba, English Ivy, lidah mertua, dan lili perdamaian.

    Itulah beberapa cara alternatif untuk mencegah kontaminasi udara dari polusi kota. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami untuk Bersihkan Polusi di Rumah


    Jakarta

    Meski tak kasat mata, kualitas udara di dalam rumah perlu menjadi perhatian penghuni rumah. Apalagi dengan polusi udara yang semakin buruk memasuki rumah.

    Jika dibiarkan, udara kotor yang kita hirup setiap hari bisa menimbulkan penyakit, alergi, asthma, dan gangguan kesehatan lainnya. Air purifier menjadi solusi andalan untuk membersihkan udara di rumah.

    Namun, kalau kamu yang nggak punya air purifier, masih ada benda-benda terjangkau lainnya yang bisa membantu membersihkan udara di rumah. Yuk, cek benda apa saja yang bisa membersihkan polusi udara, dilansir dari Apartment Therapy, Senin (24/6/2024).


    4 Benda yang Bisa Bersihkan Polusi Udara di Rumah

    1. Lampu Garam Himalaya

    Siapa sangka, sebuah lampu berupa batu bisa membersihkan udara? Ya, lampu garam Himalaya dapat kamu gunakan sebagai alternatif air purifier.

    Saat garam kristal ini dipanaskan dengan bohlam kecil di dalamnya, maka akan melepaskan ion negatif yang diketahui dapat menetralkan polutan udara.

    Lampu ini dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk, sehingga kamu bisa memilih berat dan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruangan.

    2. Arang Bambu

    Arang sudah lama digunakan sebagai filter untuk memurnikan air serta menjadi bahan produk kecantikan. Ternyata, bahan ini juga bisa menghilangkan racun di udara.

    Struktur arang yang berpori membantu menghilangkan bakteri, polutan berbahaya, dan alergen dari udara. Selain itu, arang dapat menyerap kelembapan, mencegah jamur dan lumut dengan menjebak kotoran di dalam setiap pori-pori.

    Kamu bisa menyimpan arang bambu dalam sebuah kantong atau wadah, lalu memajangnya di suatu ruangan.

    3. Lilin Beeswax

    Berbeda dengan lilin parafin biasa, menyalakan lilin beeswax murni hampir tidak menghasilkan asap atau aroma. Lilin ini mampu melepaskan ion negatif ke udara dan menghilangkan alergen seperti debu dan bulu.

    Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan lilin tradisional, lilin beeswax terbakar jauh lebih lambat, sehingga tahan lebih lama.

    4. Tanaman Hias

    Seperti yang sudah kita ketahui, tanaman menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tak hanya itu, beberapa tanaman bisa jadi alternatif air purifier yang membantu membersihkan udara, seperti lili perdamaian, English ivy, tanaman laba-laba, atau lidah mertua.

    Menurut penelitian NASA, tanaman tertentu lebih baik dalam menghilangkan sejumlah besar benzena, formaldehida, dan trikloroetilen dibandingkan tanaman lainnya. Penelitian itu juga menyarankan mempunyai satu tanaman di setiap 100 kaki persegi atau 9 meter persegi di dalam rumah untuk pembersihan udara yang efisien.

    Itulah beberapa benda yang bisa membantu membersihkan udara dari polusi di dalam rumah tanpa air purifier. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Ini Bahaya Menjemur Baju di Dalam Rumah yang Sering Diabaikan



    Jakarta

    Menjemur baju di dalam rumah menjadi kebiasaan masyarakat ketika musim hujan atau cuaca sedang tak menentu. Padahal, tidak banyak yang tahu bahwa menjemur baju di dalam rumah dapat mempengaruhi kualitas udara hingga penggunaan energi.

    Melansir dari situs Homes and Gardens, risiko utama ketika kita menjemur baju di dalam rumah adalah terjadinya potensi penumpukan kelembapan. Saat menjemur baju di dalam rumah apalagi pada ruangan yang tidak memiliki ventilasi atau sirkulasi udara, tingkat kelembapan udara dapat meningkat. Ketika kelembapan udara meningkat, maka hal ini dapat menciptakan tempat berkembang biak jamur dan lumut di dinding maupun di langit-langit rumah.

    Menurut Certified Professional Organizer sekaligus pendiri situs Tidy Nest, Shannon Krause, menuturkan bahwa menjemur baju dalam rumah berpotensi menimbulkan bau. Hal ini disebabkan pakaian yang dijemur dalam ruangan tidak kering secepat atau sebaik pakaian yang dijemur di luar ruangan. Apa lagi jika ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang bagus, maka baju bisa menyerap bau apek. Hal ini juga berpengaruh terhadap kualitas udara di rumah. Sehingga, perlu menggunakan pengharum ruangan atau memastikan sirkulasi udara mengalir untuk mencegah bau yang tidak sedap.


    Selain itu, menjemur baju di dalam rumah berpotensi menyebabkan baju tidak kering sepenuhnya. Alhasil, saat menggunakan setrika atau pengering listrik lainnya, dapat mempengaruhi konsumsi energi. Menggunakan alat elektronik tersebut dapat meningkatkan penggunaan energi yang akhirnya menyebabkan tagihan listrik lebih tinggi.

    Namun, walau demikian, menjemur baju di dalam rumah juga dibutuhkan pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu, untuk meminimalkan risiko yang telah disebutkan, seorang Pendiri EC, Eliana Coca menyarankan untuk buka jendela saat menjemur baju dalam ruangan. Hal ini membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik serta membantu baju basah mengeluarkan kelembapan.

    Demikian penjelasan mengenai risiko menjemur baju dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Bersihkan Sarang Laba-laba, Dijamin Hilang



    Jakarta

    Membersihkan sarang laba-laba di atap rumah menjadi salah satu hal yang sering terabaikan. Hal ini sebab atap rumah sulit dijangkau karena tinggi dan tak jarang sarang tersebut adanya di sudut-sudut yang gelap.

    Namun, walau sulit, sarang laba-laba di atap rumah tetap harus dibersihkan untuk menghindari bahaya bagi penghuninya. Sebab, lama kelamaan sarang laba-laba akan terus bertambah dan menjadi tempat kotor yang mampu berpengaruh terhadap kualitas udara di dalam rumah.

    Untuk itu, melansir dari situs Herzindagi, pada Selasa (29/04/2025), terdapat tiga cara mudah yang bisa dilakukan untuk membersihkan sarang laba-laba di langit-langit rumah.


    Gunakan Penyedot Debu

    Pakai penyedot debu untuk menjangkau setiap sudut dan celah dengan mudah. Menggunakan penyedot debu dapat mengurangi kontak langsung dengan tangan.

    Buat Semprotan Pembersih

    Buat semprotan pembersih yang terdiri dari campuran sabun dan air. Campurkan dua cangkir air hangat dengan satu cangkir deterjen cair ke dalam botol semprot. Kemudian, kocok hingga merata. Semprot ke area atap yang terdapat sarang laba-laba. Selain untuk menghilangkan sarang laba-laba, semprotan ini juga bisa menghilangkan noda di langit-langit.

    Desinfeksi Pakai Pemutih

    Selain deterjen, pemutih juga bisa digunakan sebagai desinfektan yang ampuh. Caranya campuran dua cangkir air dengan setengah cangkir pemutih ke dalam botol semprot. Kemudian, kocok hingga tercampur rata. Jangan lupa kenakan sarung tangan karena pemutih dapat mengiritasi kulit.

    Selain dapat menghilangkan sarang laba-laba sekaligus menghilangkan noda, pemutih juga dapat mencegah pertumbuhan jamur pada langit-langit rumah.

    Itu dia tiga cara mudah membersihkan sarang laba-laba di langit-langit rumah. Yuk dicoba!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah dan Ampuh! 3 Cara Bersihkan Sarang Laba-Laba di Plafon Rumah



    Jakarta

    Langit-langit rumah jadi sarang laba-laba? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang sering menyepelekan sarang laba-laba yang menempel di sudut-sudut atap rumah karena sulit dijangkau dan biasanya berada di area gelap.

    Padahal, kalau dibiarkan, sarang laba-laba bisa terus menumpuk dan bikin kualitas udara dalam rumah jadi nggak sehat. Belum lagi tampilannya yang bikin rumah terlihat kotor dan kurang terawat.

    Nah, biar rumah tetap bersih dan bebas jaring laba-laba, ada 3 cara simpel dan efektif yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Melansir dari Herzindagi, ini dia langkah-langkahnya!


    1. Gunakan Penyedot Debu Panjang

    Punya penyedot debu (vacuum cleaner) dengan ujung fleksibel dan panjang? Ini bisa jadi senjata andalan. Cukup arahkan ke langit-langit dan sudut-sudut ruangan tempat sarang laba-laba biasa muncul. Selain praktis, cara ini juga minim kontak langsung dengan tangan-lebih higienis.

    2. Semprot dengan Campuran Sabun & Air

    Kalau kamu ingin metode yang lebih menyeluruh, coba buat larutan pembersih sendiri. Campurkan 2 cangkir air hangat dan 1 cangkir deterjen cair. Masukkan ke dalam botol semprot, kocok rata, lalu semprotkan ke area yang terkena jaring laba-laba. Selain membersihkan sarangnya, cairan ini juga bisa membantu mengangkat noda yang menempel di langit-langit rumah.

    3. Desinfeksi dengan Pemutih

    Butuh efek pembersih maksimal sekaligus mencegah jamur? Campuran 2 cangkir air + ½ cangkir pemutih bisa jadi solusi. Masukkan ke dalam botol semprot dan aplikasikan ke area yang kotor. Tapi ingat, pakai sarung tangan ya! Karena pemutih bisa membuat kulit iritasi.

    Bonusnya, larutan ini nggak cuma bersihin sarang laba-laba, tapi juga bikin langit-langit rumah lebih bersih dan bebas jamur.

    Jadi, dari pada sarang laba-laba makin menumpuk dan bikin rumah terasa pengap, yuk luangkan sedikit waktu untuk bersih-bersih langit-langit rumah! Rumah rapi, udara bersih, suasana pun makin nyaman.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Nyalakan AC Seharian Non Stop, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Penghuni rumah di iklim tropis seperti Indonesia sering kali merasa panas dan gerah. Tak jarang menyalakan AC menjadi solusi andalan. Namun, jangan sampai kebablasan menyalakan AC seharian non stop ya.

    Dilansir dari SoCool, menyalakan AC dengan kekuatan penuh selama 24 jam tidak direkomendasikan. Hal ini justru menghabiskan banyak energy, mengurangi efisiensi, hingga merusak AC.

    Sebaiknya pasang suhu dengan temperatur yang masuk akal dan memberi jeda AC istirahat beberapa kali seharian. Cara pakai seperti ini akan mengurangi tagihan listrik dan memperpanjang masa pakai AC.


    Jika penghuni rumah membiarkan AC menyala seharian tanpa henti, ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Berikut ini dampak buruk menyalakan AC seharian.

    Dampak Menyalakan AC Seharian

    Inilah dampak kalau menyalakan AC seharian non stop.

    1. Tagihan Listrik Membengkak

    Sebagian masyarakat percaya menyalakan AC seharian dapat menghemat energi karena mesin tidak perlu kerja keras untuk mendinginkan ruangan. Padahal, AC menguras banyak listrik semakin lama dipakai sehingga tagihan listrik menjadi membengkak.

    2. Masa Pakai Berkurang

    Masa pakai AC umumnya bertahan selama 10-12 tahun. Namun, masa pakai tersebut dapat berkurang kalau AC dinyalakan secara terus-menerus. Sistem AC mengalami tekanan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

    3. Filter Udara Tersumbat

    AC mempunyai filter udara untuk menyaring kotoran. Kalau AC nyala seharian, semakin banyak kotoran yang menyumbat filter tersebut. Jika filter tidak rutin diganti, kualitas udara di dalam rumah akan menurun.

    4. Korsleting Listrik

    Selain itu, menyalakan AC seharian non stop bisa membuat kabel listrik terlalu panas. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan korsleting listrik, bahkan kebakaran.

    5. Gangguan Kesehatan

    Berlama-lama di ruangan ber-AC pun tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    AC yang terlalu sering dipakai biasa filter yang tersumbat. Debu dan polutan akan terhirup penghuni rumah sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda-tanda AC di Rumah Sudah Harus Diganti yang Baru


    Jakarta

    Agar terasa sejuk dan lebih nyaman, banyak pemilik rumah yang memasang AC di sejumlah ruangan, seperti ruang tamu, kamar tidur, atau ruang kerja. Meski AC hampir digunakan setiap hari, tapi jika dirawat secara tepat maka akan berumur panjang.

    Meski begitu, bisa saja AC yang dimiliki sudah tidak lagi mampu berfungsi maksimal. Meski sudah diperbaiki dan dibersihkan secara rutin, tapi ternyata AC sudah tidak sedingin seperti saat pertama kali dibeli.

    Hal yang wajar jika AC lama kamu di rumah mulai terasa tidak dingin. Pada dasarnya, barang elektronik yang diproduksi memiliki masa siklus yang terbatas karena telah digunakan selama ribuan kali atau hitungan tahun.


    Selain AC yang sudah tidak dingin, ada tanda-tanda lain yang mengharuskan kamu merogoh kocek untuk membeli AC baru. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Tanda-tanda AC di Rumah Perlu Diganti yang Baru

    Dilansir situs Smarter Air & Electrical, berikut tanda-tanda AC di rumah sudah harus diganti dengan yang baru:

    1. Muncul Suara Berisik

    Ketika AC sedang menyala dan terdengar suara berisik maka bisa menjadi pertanda ada kerusakan pada unitnya. Suara tersebut bisa menandakan ada masalah kecil seperti filter udara yang kotor.

    Namun, jika filter udara sudah dibersihkan dan masih terdengar suara berisik maka ada kerusakan yang lebih serius pada unit internal. Segera panggil teknisi untuk mengecek penyebab suara berisik di AC.

    2. Ruangan Tidak Terasa Dingin

    Fungsi utama AC adalah untuk mendinginkan ruangan agar terasa sejuk. Namun, jika ruangan tidak terasa dingin dan cenderung hangat maka perlu dicurigai ada kerusakan pada unit AC.

    Ketika sudah mengatur suhu AC yang paling rendah dan ternyata ruangan tidak terasa dingin, sebaiknya segera hubungi teknisi untuk dilakukan perbaikan. Kalau ternyata kerusakannya cukup parah, sebaiknya beli AC yang baru.

    3. Tagihan Listrik Membengkak

    Terkadang AC yang bermasalah tidak terlihat secara fisik. Tak ada suara berisik dan masih bisa menyemburkan udara dingin ke seluruh ruangan. Hal itu membuat penghuni rumah menganggap AC masih berfungsi normal

    Namun jangan terkecoh, masalah pada AC baru terlihat ketika mengecek tagihan listrik setiap bulannya yang terus membengkak. Hal itu bisa disebabkan karena unit AC di rumah sudah tidak berfungsi secara efisien.

    4. Tercium Bau Tidak Sedap

    Tanda-tanda lain yang sering muncul adalah tercium aroma tidak sedap ketika AC menyala. Aroma tersebut seperti bau apak atau terbakar yang bikin tidak nyaman.

    Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan AC mengeluarkan bau. Misalnya, ada banyak jamur atau lumut yang tumbuh di dalam unit atau penumpukan kotoran di bagian filter.

    Jika AC masih dipaksa untuk menyala maka dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Seiring waktu, udara kotor yang terhirup manusia dapat memicu masalah pernapasan.

    5. Usia AC Sudah Lebih dari 10 Tahun

    Pada umumnya, AC dirancang untuk digunakan selama 10-15 tahun dengan perawatan secara berkala. Seiring waktu, AC tidak akan berfungsi secara optimal untuk mendinginkan ruangan.

    Meskipun bisa menyala, AC tersebut dinilai kurang efisien dibandingkan model terbaru yang lebih hemat energi dan memiliki beragam fitur canggih.

    Kalau AC di rumah kamu sudah berusia lebih dari 10 tahun, disarankan untuk menggantinya dengan yang baru. Langkah ini dilakukan agar ruangan tetap terasa dingin. Selain itu, kamu tak perlu pusing memikirkan biaya perawatan yang mahal.

    Demikian lima tanda-tanda AC di rumah sudah harus diganti dengan yang baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com