Tag: kuburan

  • Cara Ruqyah Rumah Agar Tidak Diganggu Jin dan Sihir


    Jakarta

    Ruqyah rumah dilakukan untuk mencegah atau menghilangkan gangguan jin maupun kekuatan sihir dari rumah kita. Rumah yang diganggu jin akan membuat penghuninya merasa tidak nyaman, bahkan mungkin sering mengalami hal-hal buruk.

    Ruqyah rumah bisa dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Simak cara ruqyah rumah dengan Islami berikut ini, sesuai dengan penjelasan Ustadz Muhammad Zunaidi dalam program Khazanah dilihat dari channel YouTube KHAZANAH TRANS7 OFFICIAL.

    Kapan Dilakukan Ruqyah Rumah?

    Ustadz Muhammad Zunaidi menjelaskan ruqyah rumah harus dilakukan ketika diduga ada jin yang mengganggu di rumah kita. Jin menyebabkan ketidaknyamanan pada penghuninya.


    “Ada orang yang ketika di rumah itu mencekam, sering bertengkar dengan pasangannya, anak-anak ribut semua, nangis, pokoknya nggak ada kenyamanan. Tapi begitu keluar dari rumah rasanya nyaman, tenang, senang. Jadi ada gangguan yang letaknya tidak di tubuh orang, tetapi di rumah tersebut,” kata Ustadz Zunaidi.

    Ruqyah rumah juga bisa dilakukan ketika Anda sering melihat penampakan di sudut rumah, di ruang tertentu, atau di kamar-kamar tertentu. Selain itu, ruqyah dilakukan ketika diduga ada sihir yang ditempatkan di bagian rumah Anda. Sihir ini bisa membuat tubuh lemah, bahkan tak sadarkan diri.

    Namun ketika rumah Anda dirasa nyaman dan tidak ada masalah, Ustadz Zunaidi menyebut tidak perlu melakukan ruqyah rumah. Cukup dengan melakukan ibadah secara rutin.

    Cara Ruqyah Rumah

    Lantas bagaimana cara ruqyah rumah sesuai tuntunan Islam agar tidak diganggu jin dan sihir? Ada tiga cara yang bisa dilakukan.

    1. Membaca Al-Baqarah

    Cara pertama adalah dengan membacakan Al-Qur’an, khususnya surat Al-Baqarah secara lengkap di dalam rumah. Hal ini sesuai tuntunan Rasulullah untuk membacakan surat ini agar jin dan setan pergi dari rumah.

    Rasulullah bersabda: Jangan jadikan rumahmu kuburan. Sesungguhnya rumah yang (selalu) dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan. (HR Muslim)

    “Dalam riwayat lain, jika kita bacakan Al-Baqarah, maka dalam tiga malam ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ lagi. Kalau dibacakan siang hari, maka selama siang tiga hari ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ. Jadi kita bacakan Al-Baqarah, tiga hari lagi dibacakan lagi,” kata Ustadz Zunaidi.

    2. Menyemprot Air

    Cara kedua adalah dengan menyemprotkan air yang sudah dibacakan ayat Al-Qur’an. Siapkan terlebih dahulu semprotan dan air. Detikers bisa menggunakan botol semprotan bekas hand sanitizer, pewangi baju, atau minyak wangi.

    Air bisa disemprotkan ke seluruh rumah atau bagian rumah tertentu yang dirasa tidak nyaman. Cara ruqyah rumah dengan cara ini adalah sebagai berikut:

    • Masukkan air dalam semprotan
    • Bacakan surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
    • Setiap selesai satu bacaan surat, tiupkan pada air di dalam botol
    • Setelah selesai semua bacaan, semprotkan ke sekeliling rumah sambil membaca taawudz
    • Semprotkan ke sudut-sudut rumah, dari atas ke bawah.

    3. Menghilangkan Sumber Sihir

    Ruqyah rumah dilakukan dengan cara khusus jika terjadi akibat sihir. Sumber sihir harus dihilangkan agar rumah menjadi nyaman kembali.

    “Misalnya ada orang yang nggak suka, maka akan mengirimkan sihir. Dia akan letakkan buhul. Buhul itu ikatan yang di dalamnya terdapat program sihir. Biasanya diletakkan di satu bagian rumah kita. Ketika benda itu masih ada kekuatannya, masih ada energinya, tidak akan hilang walaupun sudah kita lakukan ibadah dan sebagainya. Kecuali pusat gangguan itu kita hilangkan,” kata Ustadz Zunaidi.

    Cara mendeteksi sumber sihir dan menghilangkannya adalah sebagai berikut:

    • Berwudhu
    • Keliling rumah pelan-pelan
    • Jika kita berdekatan dengan sumber sihir maka tiba-tiba akan terasa lemah, lemas, atau tidak sadarkan diri seperti kerasukan. Jika merasakan hal itu, maka letak buhul ada di situ
    • Bacakan Al-Baqarah di titik tersebut, atau bacakan ayat-ayat ruqyah di air kemudian semprotkan ke seluruh tempat di ruangan itu untuk menghilangkan sumber sihir.

    Efek Ruqyah Rumah

    Ada beberapa kemungkinan yang terjadi setelah dilakukan ruqyah rumah. Jika gangguannya ringan, rumah akan menjadi lebih nyaman. Tapi jika gangguannya berat, maka bisa muncul aroma bau gosong, hingga banyak binatang mati keesokan harinya, seperti kalajengking, kelabang, tikus, kecoak, dan cicak.

    Demikian tadi cara ruqyah rumah dengan Islami agar tidak diganggu jin. Jangan lupa untuk rajin beribadah di rumah agar jin tidak mau datang lagi. Wallahu a’lam.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memilih Lokasi Tanah yang Baik dan Menguntungkan Menurut Adat Jawa


    Jakarta

    Masyarakat Jawa masih banyak yang memegang adat dalam mencari lokasi tanah untuk dipakai sebagai tempat tinggal. Selain perhitungan hari baik, lokasi tanah juga bisa diyakini menentukan baik-buruknya kehidupannya nanti.

    Lokasi tanah yang baik dianggap memberi keberuntungan. Sebaliknya, lokasi tanah yang buruk akan memberi kesialan. Namun ada juga cara-cara untuk mencegah keburukan itu.

    Di bawah ini akan kita ulas bagaimana mengetahui lokasi tanah yang baik dan buruk menurut adat Jawa.


    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Tanah yang letaknya miring ke timur disebut tanah manikmaya atau baya sangar. Lokasi ini dipercaya bisa memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Tanah dengan posisi membujur ke utara atau ke selatan disebut sebagai tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah, karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Jika didirikan rumah di atas tanah ini, maka akan disukai oleh tetangga, terhindar dari berbagai pertengkaran, serta dipercaya perkataannya.

    4. Tanah yang Miring ke Utara

    Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara. Rumah di atas tanah ini bisa mendatangkan kreativitas bagi penghuninya, banyak muncul ide yang bisa terlaksana. Akan lebih baik jika di sebelah utara tanah ini terdapat gunung atau bukit.

    5. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna. Penghuninya dipercaya akan mendapat banyak keuntungan dan disegani tetangga.

    6. Tanah di Atas Jurang

    Tanah yang letaknya berada di atas jurang disebut bumi langupulawa. Tanah ini baik jika digunakan untuk tempat tinggal, terutama jika penghuninya senang berolah rohani atau kebatinan.

    7. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel. Tanah ini sangat subur jika ditanami banyak tanaman pangan dan akan mendatangkan rezeki bagi penghuninya.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Tanah yang jika sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut tanah sri nugraha. Tanah ini bagus jika dibangun rumah, penghuninya diyakini akan cepat naik pangkat.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang bagian tengahnya agak tinggi dari ranah sekelilingnya disebut sebagai tanah endragana. Jika digunakan sebagai tempat tinggal maka dipercaya akan memberikan keselamatan bagi penghuninya.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Selain tanah yang baik, ada juga tanah yang buruk untuk ditinggali karena dipercaya membawa kesialan atau keburukan. Namun ada juga cara untuk mencegah keburukan itu. Tanah ini antara lain:

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang dikelilingi air disebut tanah sigar penjalin. Lokasi ini buruk karena penghuninya akan kerap cekcok. Untuk bisa menghilangkan sifat buruk ini, maka bisa dengan menanam air di tengah tanah itu.

    2. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan disebut dhandhang kukulangan. Penghuninya dipercaya akan memiliki psikologis buruk, misalnya selalu murung, bahkan berpenyakit.

    3. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang letaknya miring ke barat disebut tanah sri sasadana. Tanah di lokasi ini akan membuat penghuninya tidak tenteram menempati rumahnya, kerap cekcok dan menimbulkan permusuhan. Jika ingin menanggulangi efek buruknya, dapat ditanami pohon pisang klutuk di sebelah timurnya.

    4. Tanah yang Miring ke Selatan

    Tanah yang miring ke selatan tidak baik jika didirikan rumah, karena bisa menimbulkan kemelaratan, bahkan menimbulkan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    5. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    6. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    7. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Tanah yang di tengah-tengahnya terdapat sumber air disebut sebagai singamita. Tanah ini dipercaya bisa menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    8. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Terakhir adalah tanah yang berwarna hitam atau tercium bau tidak sedap atau amis. Tanah seperti ini banyak dihuni setan/jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Kaget! Ini 5 Alasan Harga Rumah Bisa Anjlok


    Jakarta

    Harga rumah tidak selamanya mengalami kenaikan. Rumah juga bisa mengalami penurunan harga karena beberapa hal. Apa saja ya?

    Salah satunya adalah lokasi rumah. Rumah yang berlokasi di daerah rawan banjir bisa saja membuat nilai properti turun.

    Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan harga rumah turun. Berikut ini informasinya.


    1. Bangunan Fisik Rumah Rusak

    Pada 2023 lalu, Country Director of Ray White Indonesia, Johann Boyke Nurtanio, sempat mengatakan kepada detikcom bahwa bangunan fisik yang rusak bisa membuat harga rumah turun. Membeli bangunan yang rusak akan membuat calon pembeli berpikir dua kali karena harus melakukan renovasi juga.

    “Harga rumah turun bisa lihat dari apakah masih layak pakai atau ada yang harus direnovasi, misalnya ruang dapur atau ruang makan gitu misalnya perlu renovasi secara major itu nilai jualnya jadi turun,” kata kepada detikcom.

    Nah, untuk menghindari harga rumah turun, pemilik rumah bisa melakukan renovasi terlebih dahulu untuk meningkatkan harga rumah.

    2. Lihat Siapa yang Menempati Rumah Sebelumnya

    Selanjutnya adalah melihat siapa yang pernah menempati rumah yang ingin dijual. Ternyata, pemilik rumah sebelumnya juga bisa memengaruhi harga jual rumah.

    “Kita bisa lihat apakah rumahnya itu pernah ditempati oleh siapa nih sebelumnya, misalnya orang yang konotatifnya negatif, kayak rumah bekas korupsi atau rumahnya itu pernah ada yang meninggal di situ. Itu bisa membuat harga jualnya (rumah) jadi jauh lebih rendah,” ungkapnya.

    3. Akses Rumah Sulit

    Selanjutnya adalah akses rumah. Rumah yang memiliki akses yang sulit, misalnya jauh dari pasar, jauh dari sekolah, maupun jauh dari rumah sakit, bisa membuat harga jual rumah turun.

    “Aksesnya itu apakah ke mana-mana susah atau enggak. Itu juga memberikan faktor apakah nilainya bisa tinggi atau enggak. Kalau kita susah aksesnya ke public transportation atau apapun itu, ya itu bisa nilai jualnya rendah,” ujarnya.

    4. Lokasi Red Flag

    Lokasi adalah faktor paling penting untuk sebuah properti khususnya rumah. Nah, harga rumah bisa turun bila lokasinya terletak di tempat-tempat yang buruk alias red flag. Sebagai contoh, beberapa tempat yang kurang baik untuk rumah antara lain: dekat dengan kuburan, dekat dengan tiang sutet, dekat dengan rel kereta, dekat pembuangan sampah dan lokasi lain yang punya risiko tinggi.

    5. Daerah Banjir

    Rumah di daerah banjir juga tak menjadi pilihan utama saat orang mencari rumah. Rumah di daerah yang rawan banjir harus membuat pemilik rumah meninggikan huniannya apabila tidak ingin kebanjiran. Tentu hal itu akan membuat calon pembeli rumah berpikir dua kali sebelum membelinya.

    Itulah beberapa hal yang bisa menurunkan harga rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Ciri Rumah yang Sebaiknya Tidak Dibeli, Jangan Sampai Nyesal!


    Jakarta

    Sebelum membeli rumah sebaiknya kamu memerhatikan beberapa hal dulu, seperti lokasinya, bangunannya, dan lainnya. Hal itu karena membeli rumah merupakan sebuah hal yang besar karena merupakan aset dengan nilai tinggi.

    Maka dari itu, kamu harus hati-hati sebelum membelinya agar tidak menyesal kemudian hari. Jangan sampai sudah susah-susah beli rumah malah merugikan.

    Lalu, seperti apa ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Ciri-ciri Rumah yang Tidak Cocok Dibeli

    1. Rumah Butuh Banyak Renovasi

    Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli rumah adalah kondisi fisik rumah yang akan dibeli. Spesifikasi bangunan harus layak dan dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli.

    “Pertama yang perlu dianalisa itu faktor kondisi fisik dari kavling rumah tersebut, nanti dibangunnya akan seperti apa, dan spesifikasi seperti apa. Kalau beli rumah bekas, dari fisik yang dilihat struktur bangunan, apakah masih bagus nggak,” ujar Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Calon pembeli harus menilai kondisi fisik rumah mulai dari plafon genteng, septic tank, struktur bangunan, adanya rayap, sirkulasi udara, hingga pencahayaan alami. Kamu bisa mengajak mandor, arsitek, atau ahli lainnya untuk membantu menilai rumah.

    Selain itu, kamu juga perlu menentukan estetika rumah sudah sesuai seleramu. Kondisi rumah tidak harus sempurna, tetapi kamu harus menganggarkan biaya perbaikan kalau jadi beli. Steve menyarankan agar tidak membeli rumah yang biaya renovasinya akan lebih dari 30% harga beli rumah.

    2. Aksesibilitas dan Sarana Transportasi Sulit

    Selanjutnya, calon pembeli perlu survei lingkungan untuk melihat aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum di sekitar perumahan. Misalnya akses masuk dari titik jalan tol, stasiun KRL, hingga stasiun bus. Ia tidak menyarankan membeli rumah yang tidak strategis, yakni lokasinya jauh dari tempat umum.

    3. Lokasi Rawan Banjir

    Lalu, Steve tidak merekomendasikan rumah yang lokasinya rawan banjir. Sebab, banjir merupakan masalah yang bisa membebani biaya perawatan rumah.

    “Banjir itu memang momok, kalau kita beli rumah yang kebanjiran setiap tahun atau tiga tahun sekali atau apapun frekuensinya itu juga akan membebani kita dari segi biaya harus membersihkan, mengecat ulang, dan memperbaiki,” jelasnya.

    4. Kawasan Rawan Kriminalitas dan Kerusuhan

    Calon pembeli harus riset keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan itu. Jangan beli rumah yang sering ada perampokan, pencurian, hingga begal. Selain itu, sebaiknya menghindari daerah yang kerap terjadi demonstrasi karena mengganggu perjalanan.

    “Karena kalau bikin macet kita mau ke domisili rumah kita kan juga menghambat, biasanya di daerah-daerah industri kadang-kadang ada terjadi demo nggak bisa dihindari atau di daerah-daerah yang harus melewati kantor pemerintahan itu biasanya juga bisa terjadi hal itu,” jelasnya.

    5. Utilitas Belum Lengkap

    Jangan beli rumah yang utilitasnya belum lengkap, seperti belum ada aliran air bersih dan pasokan listrik. Lalu, hindari rumah yang pengelolaan lingkungannya belum memadai, seperti pengelolaan limbah sampah hingga irigasi pembuangan air.

    6. Kepemilikan Rumah Tidak Jelas

    Faktor yang tidak kalah penting adalah kejelasan kepemilikan rumah yang dibuktikan melalui surat-surat penting. Jangan beli rumah dari developer atau penjual yang tidak menyerahkan akta jual beli (AJB), persetujuan bangunan gedung (PBG), dan dokumen penting lainnya.

    Kamu juga perlu mengecek keaslian dokumen dan kebenaran akan kepemilikan properti. Jangan sampai hak guna bangunan (HGB) belum dipecah atau properti ternyata masih sengketa.

    “Kalau udah sengketa itu penyelesaian hukumnya panjang. Kalau tanah itu diklaim oleh penduduk atau pihak lain, kalau menurut saya kalau sudah sengketa itu tanah yang cacat,” tuturnya.

    7. Lokasi Tidak Sehat

    Jangan membeli rumah yang lingkungannya tidak sehat untuk ditinggali. Misalkan rumah berada terlalu dekat melewati garis aman dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Steve mengatakan SUTET menimbulkan induksi yang bisa berdampak buruk terhadap orang sekitar.

    8. Sulit Dijual Kembali

    Rumah tak sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan nilai jual kembali rumah. Jangan beli rumah yang nilainya tidak bertambah dengan signifikan serta susah dijual kembali.

    Misalkan membeli rumah yang berada dekat kuburan. Pasar properti biasanya kurang berminat dengan rumah dekat makam, sehingga harga jual kembalinya kurang menguntungkan.

    Itulah ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lokasi Tanah Menurut Adat Jawa, Dipercaya Terhindar Nasib Buruk


    Jakarta

    Sebelum teknologi berkembang pesat, hukum adat menjadi pegangan di masyarakat saat mencari lokasi tanah. Setiap daerah memiliki ketentuannya sendiri yang mereka anggap cara paling tepat dan baik.

    Sebagai contoh bagi masyarakat Jawa mereka berpegangan pada adat Jawa saat hendak menentukan lokasi tanah untuk tempat tinggal. Mereka percaya dengan memperhatikan ketentuan dalam adat, pemilihan tanah mereka jauh dari hal-hal buruk.

    Lantas, bagaimana ketentuan pemilihan lokasi tanah menurut ada Jawa?


    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Ada banyak sekali posisi tanah yang diyakini baik untuk dipilih sebagai tempat tinggal. Pertama adalah lokasi tanah yang letaknya miring ke timur. Posisi tanah seperti disebut pula dengan tanah manikmaya atau baya sangar. Masyarakat Jawa percaya lokasi ini dapat memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Posisi kedua adalah tanah yang membujur ke utara atau ke selatan. Posisi ini disebut pula dengan tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Arah timur menghadap ke matahari terbit. Posisi ini dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan dan disegani oleh tetangga. Posisi tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna.

    4. Tanah di Atas Jurang

    Kemudian ada tanah yang letaknya berada di atas jurang. Mendirikan rumah di sini disebut baik untuk berolah rohani atau kebatinan. Posisi ini disebut dengan bumi langupulawa.

    5. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Mendirikan rumah di antara bukit niscaya diberikan kemudahan dalam bertetangga, terhindar dari pertengkaran, dan perkataannya akan dipercaya orang lain.

    6. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Seperti yang kita tahu, saat memilih tanah, kamu harus memastikan kondisi air bersih di sana. Ternyata dalam adat Jawa pun dianjurkan memilih tanah yang dekat dengan sumber air. Tanah tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membantu penyuburan tanaman di sekitar rumah. Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel.

    7. Tanah yang Miring ke Utara

    Rumah yang berdiri di tanah yang miring ke utara dipercaya dapat dipermudah dalam mendapatkan kreativitas dan ide-ide menarik. Posisi yang disarankan jika ingin menghadap agak ke utara jika di kelilingi gunung atau bukit. Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Dalam adat jawa rumah yang berdiri di tanah yang sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut dapat lancar saat kenaikan pangkat. Posisi ini juga disebut tanah sri nugraha.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang lokasinya lebih tinggi dari sekelilingnya memang menguntungkan. Dalam adat Jawa lokasi ini dapat memberikan keselamatan bagi penghuninya. Posisi tanah ini disebut sebagai tanah endragana.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Dalam adat Jawa juga ada ketentuan untuk posisi tanah yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Berikut di antaranya.

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang disarankan yang posisinya berada di dekat air. Namun, jika lokasinya tersebut dikelilingi air ternyata berbeda hukumnya. Lokasi ini disebut tidak tepat untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena menimbulkan pertengkaran.

    2. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Kemudian tanah yang sumber airnya berada di tengah sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Posisi tanah ini juga disebut dengan singamita. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    3. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Hindari tanah yang berbau tidak sedap dan warnanya hitam.Tanah seperti ini banyak dihuni setan atau jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    4. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Dalam adat Jawa ada hukum yang menilai membangun rumah di tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan dapat mempengaruhi psikologi dan membawa penyakit. Posisi tanah ini disebut dhandhang kukulangan.

    5. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang baik disebut mengadap ke timur, condong ke utara atau ke selatan. Ternyata arah yang tidak disarankan adalah barat. Tanah yang letaknya miring ke barat disebut menimbulkan permusuhan. Cara menangkal efek buruknya adalah dengan menanam pohon pisang klutuk di sebelah timur. Posisi tanah di area ini disebut tanah sri sasadana.

    6. Tanah yang Miring ke Selatan

    Meskipun selatan sebenarnya masih diperbolehkan tetapi, jika benar-benar mengadap ke Selatan dipercaya dapat menimbulkan kesulitan ekonomi dan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    7. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    8. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Menyoal Rumah Dekat Kuburan Susah Laku, Tak Melulu soal Mistis



    Jakarta

    Harga rumah sangat ditentukan pada tanah tempat bangunan tersebut berdiri. Semakin mahal harga tanah, harga rumahnya pun akan semakin tinggi.

    Salah satu trik untuk mendapatkan tanah yang murah tetapi lokasinya masih strategis adalah dengan membeli tanah di dekat pemakaman atau kuburan. Lho nggak salah? Nggak dong.

    Buktinya banyak rumah berdiri di dekat pemakaman umum. Lokasinya strategis bahkan ada yang di tengah perkotaan. Selain itu, peminatnya pun tidak begitu banyak karena masyarakat Indonesia masih menganggap skeptis rumah yang dibangun dekat pemakaman. Oleh karena itu, banyak yang mengira tanah di dekat pemakaman tidak menarik.


    Menurut Pengamat Properti Steve Sudijanto terdapat beberapa alasan tanah di dekat pemakaman tidak menarik. Alasan yang paling mendasar adalah kebudayaan di Indonesia.

    “Budaya di benua Asia itu, graveyard atau kuburan, pemakaman umum itu mengandung superstitious (takhayul). Jadi memang kalau di luar negeri itu (pemakaman) suatu taman yang indah ya. Kalau di sini itu masih belum seindah di luar negeri,” kata Steve saat dihubungi detikProperti, Jumat (20/6/2025).

    Alasan lainnya adalah mengenai kualitas tanah tersebut. Jasad yang telah membusuk akan mengalami penguraian. Konon jasad yang terurai tersebut akan mengotori tanah.

    Padahal menurut CEO Earth Funeral Tom Harries dikutip dari CNN, jaringan manusia yang telah terurai di dalam tanah justru bagus untuk tanah tersebut. Jasad manusia layaknya nutrisi yang baik bagi tanah.

    Alasan ketiga karena dalam feng shui disebut jika membeli rumah di dekat pemakaman justru menghalangi rezeki datang. Feng shui merupakan ajaran kuno dalam budaya China yang mengatur mengenai cara menata ruang agar tercipta keseimbangan energi di lingkungan hidup kita. Feng shui telah dikenal luas dan diadopsi oleh banyak orang dari berbagai etnis.

    “Feng Shui itu salah satu trigger, jadi tolak ukur dari konsumen membeli rumah. Contohnya dari penomoran, penomoran aja itu sudah menjadi suatu pertimbangan. Kedua, kalau di samping pemakaman atau kuburan itu juga sudah suatu pertimbangan karena apa ya, mungkin tidak akan membawa rejeki. Mungkin pamali, kalau malam mungkin ada yang bunyi-bunyi, ada suara-suara gitu ya,” tuturnya.

    Terpisah, Founder & CEO Pinhome Dayu Dara Permata menjelaskan, salah satu alasan tanah di dekat pemakaman enggan dibeli karena akses air bersih. Menurutnya, rumah di dekat kuburan bisa saja memiliki akses air tanah yang kurang bagus. Meskipun saat ini akses PDAM sudah ekspansif, banyak masyarakat yang masih memakai air sumur sebagai tambahan sumber air.

    “Kualitas air, karena meskipun PDAM itu sudah cukup ekspansif ya, artinya ada di mana-mana. Tapi orang Indonesia tidak akan nyaman kalau belum punya sumur sendiri dan ketakutan mereka adalah ketika sumurnya dangkal dan dekat sekali dengan fasum (fasilitas umum) seperti pemakaman,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Sulitnya menjual rumah di dekat kuburan juga membuat calon pembeli berpikir dua kali untuk membeli properti tersebut. Sebab, bisa saja setelah rumah itu dibeli, ia akan kesulitan untuk menjualnya kembali.

    Selain itu, dilansir dari buku Membangun Rumah Ala orang Jawa karya Asti Musman, disebutkan bahwa tanah yang di sekelilingnya banyak kuburan atau bekas kuburan dianggap kurang baik. Hal itu karena secara psikologis penghuninya akan selalu murung dan berpenyakit. Tanah semacam itu disebut dhandhang kukulangan.

    Di luar hal-hal tersebut, tidak ada salahnya mencoba membeli tanah di dekat pemakaman. Apabila masih ragu, bisa bertanya dahulu dengan pemilik rumah di sekitarnya yang sudah lebih dulu dibangun. Cara yang lebih meyakinkan lagi adalah bertanya kepada ahli lingkungan dan kelurahan setempat mengenai status tanahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli Tanah Kavling


    Jakarta

    Tanah kavling merupakan deretan bidang tanah dalam satu kawasan yang sengaja dilakukan pemecahan sertifikatnya, baik oleh perorangan maupun badan usaha yang sah. Di atas tanah tersebut tidak ada bangunan sama sekali karena biasanya akan dipakai untuk proyek pembangunan.

    Pembelian kavling tanah tujuannya sama seperti pembelian tanah pada umumnya untuk pembangunan atau sebagai aset investasi.

    Perbedaan tanah kavling dengan tanah biasa adalah tanah kavling sudah dipecah menjadi beberapa bidang sehingga sertifikatnya juga sudah dipecah. Sementara, tanah biasa ada yang belum dipecah sertifikatnya.


    Ketika membeli tanah kavling ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak tertipu. Dilansir detikFinance, berikut 5 hal yang wajib calon pembeli ketahui.

    1. Cek Sertifikat Tanah

    Saat membeli tanah, hal pertama yang harus dicek adalah sertifikat tanahnya. Apakah sertifikat tersebut masih berupa Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM).

    Sebaiknya sertifikat tersebut sudah menjadi SHM. Jika masih berupa Hak Guna Bangunan (HGB), tanyakan pada pihak developer atau penjual, siapa yang akan menanggung biaya peningkatan hak menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

    2. Cari Tahu Asal Usul Tanah

    Saat ini marak tanah yang status kepemilikannya ganda. Setiap tanah seharusnya hanya dimiliki 1 kepemilikan saja. Tanah dengan kepemilikan ganda sebaiknya tidak dibeli.

    Jangan beli juga tanah kavling bekas kuburan, bekas tempat sampah, rumah ibadah. Secara feng shui tanah-tanah tersebut disebut tak baik. Apabila tanah tersebut bekas kebun dan sawah, tidak masalah.

    Sebelum membeli lahan juga sebaiknya mencari informasi di kelurahan atau kecamatan di wilayah tersebut. Libatkan RT/RW sebagai saksi pada transaksi, jangan mau terima jadi dengan kertas bertanda tangan RT/RW.

    3. Periksa Batas Tanah Kavling

    Saat membeli tanah kavling biasanya tertera keterangan luas tanah tersebut, tetapi sebelum benar-benar membelinya, periksa kembali batas dan luas tanah tersebut. Bisa saja batas tanah yang dijelaskan pihak penjual ternyata berbeda dengan yang tertulis di sertifikat.

    4. Akses jalan

    Hal terpenting ketika membeli tanah adalah di sekitarnya juga sudah tersedia fasilitas umum seperti jalan. Jalan merupakan aspek penting bagi pembeli tanah yang hendak membangun perumahan. Pilih akses jalan yang dapat melintas dua mobil kiri kanan.

    5. Cek Area di Sekitar Tanah

    Hindari membeli tanah kavling dekat jalur listrik bertengangan tinggi, jalur pipa gas, jalur rel kereta, area bandara, dan tepi sungai. Antisipasi juga tergusur oleh pembangunan fasilitas umum.

    Selain itu, cek apakah sudah ada pembangunan di sekitar tanah tersebut. Jika belum ada, pastikan dalam waktu dekat apakah ada proyek. Jangan sampai di sekitar tanah tersebut tetap kosong selama puluhan tahun ke depan agar. Hal tersebut dapat berpengaruh pada nilai tanah dan akan lebih sulit dijual nantinya apabila wilayah tersebut tidak berkembang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengerikan! Ini 5 Jenis Siksa Kubur Menurut Al-Qur’an dan Hadits


    Jakarta

    Sebelum tiba hari penghakiman di surga atau neraka, setiap jiwa akan melewati fase di alam kubur. Di sana, manusia akan merasakan nikmat kubur bagi mereka yang beriman, dan sebaliknya, siksa kubur menanti bagi orang-orang yang berbuat zalim.

    Memahami jenis-jenis siksaan ini menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya menjalani hidup sesuai ajaran Islam. Keberadaan siksa kubur ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 7:

    وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ


    Artinya: “Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7)

    Dalam karyanya 1001 Siksa Kubur, Ustad Asan Sani ar Rafif menjelaskan bahwa siksa kubur diperuntukkan bagi golongan yang zalim, meliputi kaum munafik dan orang-orang kafir. Hal ini juga dijelaskan dalam Surah Al-An’am ayat 93:

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ

    Artinya: “Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 93)

    Macam-Macam Siksa Kubur yang Mengerikan

    Berdasarkan buku Mengintip Alam Gaib karya Aep Saepulloh Darusmanwiati, berikut adalah beberapa bentuk siksa kubur yang akan dihadapi oleh mereka yang pantas menerimanya.

    1. Lilitan Ular Berbisa

    Salah satu siksaan paling mengerikan adalah kemunculan 99 ekor ular yang sangat berbisa. Ular-ular ini akan melilit seluruh tubuh, menggigit, dan terus menyuntikkan bisa mereka hingga hari kiamat tiba.

    2. Terbukanya Pintu Neraka Jahanam

    Pintu neraka jahanam akan dibuka, membiarkan asap dan panas apinya masuk ke dalam kubur. Siksaan ini akan menimbulkan rasa sakit yang belum pernah dirasakan di dunia.

    3. Pukulan Gada Besi

    Malaikat yang gagah perkasa akan memukulkan gada besi ke antara dua telinga orang yang disiksa. Kekuatan pukulan ini begitu dahsyat sehingga teriakannya bisa didengar oleh seluruh makhluk, kecuali manusia dan jin.

    4. Kuburan yang Menghimpit

    Kuburan akan menghimpit jenazah dengan sangat keras, meremukkan seluruh tulang-belulang.

    5. Penyempitan Kuburan

    Selain menghimpit, kuburan juga akan menyempit secara bertahap dan terus-menerus hingga hari kiamat tiba, menambah penderitaan bagi penghuninya.

    Penyebab Siksa Kubur dan Cara Menghindarinya

    Menurut buku Agar Selamat dari Azab Kubur karya Satria Nova, siksa kubur dapat disebabkan oleh dua faktor utama: sebab umum dan sebab khusus.

    Sebab Umum Siksa Kubur

    • Kekafiran: Tidak beriman dan percaya kepada Allah SWT, termasuk ateis, agnostik, dan non-muslim.
    • Syirik: Menyekutukan Allah, seperti menyembah berhala atau percaya pada kekuatan lain yang setara dengan Allah.
    • Kemunafikan.
    • Berbuat maksiat.

    Sebab Khusus Siksa Kubur

    • Meninggalkan salat.
    • Meninggalkan Al-Qur’an.
    • Berbohong.
    • Berzina.
    • Pelaku riba.
    • Ibu yang tidak mau menyusui anaknya tanpa alasan syar’i.
    • Tidak bersuci setelah buang air kecil.
    • Adu domba.
    • Gibah (menggunjing).
    • Mencuri.
    • Tidak puasa Ramadan tanpa uzur (alasan yang dibenarkan syariat).
    • Ratapan berlebihan dari keluarga yang ditinggalkan.

    Doa Agar Terhindar dari Siksa Kubur

    Rasulullah SAW telah mengajarkan doa yang bisa kita amalkan agar terhindar dari siksa kubur. Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Kitab Fiqih Islam Wa Adillatuhu Jilid 2 menyebut, doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah membaca doa tasyahud akhir dalam salat.

    Doa ini dinukil berdasarkan hadits dari Aisyah, istri Rasulullah SAW. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW dalam salatnya membaca doa berikut.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Bacaan latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal” (HR Muslim).

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Telinga Berdenging, Mitos atau Benar Ada Penjelasan dalam Islam?


    Jakarta

    Fenomena telinga berdenging seringkali dikaitkan dengan berbagai kepercayaan di masyarakat. Sebagian orang meyakini bahwa itu adalah pertanda gaib, seperti dipanggil orang yang sudah meninggal, atau ada seseorang yang sedang membicarakan kita. Namun, bagaimana Islam memandang hal ini?

    Banyak Mitos yang Beredar

    Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkan telinga berdenging dengan hal-hal mistis. Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa ketika telinga berdenging, itu artinya ada seseorang yang sedang membicarakan kita, atau bahkan pertanda ada keluarga yang telah meninggal sedang “memanggil”.

    Menyikapi keyakinan seperti ini, Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah memberikan penjelasan yang tegas dalam salah satu kajian beliau di kanal YouTube resminya:


    “Begitu banyak kepercayaan-kepercayaan mengenai telinga berdenging ini. Ada yang bilang dipanggil oleh keluarganya yang lagi di dalam kuburan, ada yang percaya juga bahwa telinga berdenging itu karena ada yang meninggal dunia. Tidak ada hubungannya dengan yang demikian. Jangan percaya hal-hal tidak nyata seperti itu,” tegas Buya Yahya. detikHikmah telah mendapatkan izin dari tim Al-Bahjah TV untuk mengutip ceramah Buya Yahya di kanal tersebut.

    Telinga Berdenging, Bukan Panggilan Nabi

    Selain mitos seputar arwah atau kematian, ada pula yang meyakini bahwa telinga berdenging adalah tanda bahwa seseorang sedang dipanggil oleh Nabi Muhammad SAW. Namun, menurut Buya Yahya, anggapan ini juga tidak memiliki dasar yang benar.

    “Telinga berdenging bisa jadi ada permasalahan pada kesehatan telinganya. Pertama-tama, coba tanyakan kepada medis, bisa jadi ada tekanan dalam telinga, seperti itu. Jangan dihubung-hubungkan dipanggil Nabi dan sejenisnya, padahal Nabi panggil kita setiap hari, mengajak shalat, mengajak ibadah,’ jelasnya.

    Pandangan ini mengingatkan kita bahwa seruan Nabi SAW bukan datang melalui tanda-tanda gaib, melainkan melalui ajaran dan sunnah beliau yang sudah jelas disampaikan kepada umat Islam.

    Adakah Penjelasan dalam Hadits?

    Meski banyak mitos tidak berdasar, Islam tetap memberikan adab atau sikap ketika seseorang mengalami telinga berdenging. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, disebutkan sebuah riwayat:

    Kami meriwayatkan dalam Kitab Ibnu As-Sunni dari Abu Rafi’, pembantu Rasulullah, bahwa beliau bersabda:

    “Jika telinga salah seorang di antara kalian berdenging, maka sebutkanlah aku, bacalah shalawat kepadaku dan ucapkanlah, ‘Semoga Allah menyebutkan dengan kebaikan untuk orang yang menyebutku.’”

    Dari sini kita bisa melihat bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menyikapi peristiwa sehari-hari, termasuk telinga berdenging, dengan cara yang positif, yaitu mengingat beliau dan membaca shalawat.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur dan Hal-hal yang Dilarang Ketika Berziarah


    Jakarta

    Ziarah kubur merupakan ibadah yang mulia. Menurut buku Panduan Fardu Kifayah beserta Doa karya Sopian Riduan Tujuan disyariatkannya ziarah kubur adalah untuk mengingatkan para peziarah bahwa kehidupan di dunia tidak kekal.

    Dalam tata cara ziarah kubur, terdapat adab yang harus diperhatikan. Salah satunya yaitu mendoakan orang yang dimakamkan. Bagaimana doa ziarah kubur? Hal-hal apa yang diharamkan atau dilarang dan dimakruhkan ketika berziarah?

    Do’a Ziarah Kubur

    Mengutip website MUI, berikut doa ziarah kubur sesuai dengan tuntunan Imam An-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar. Imam An Nawawi menganjurkan peziarah untuk memperbanyak bacaan Al Quran, dzikir dan doa untuk ahli kubur, jenazah, dan semua muslim. Berikut tuntunannya:


    1. Ucapkan salam kepada ahli kubur

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَة

    Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mukminin wa innaa insyaallahu bikum laahiquuna, yarhamullahulmustaqdimiina minna wa mingkum wal musta’khiriina, nasalullaha lanaa walakumul’aafiyah.

    2. Al Fatihah

    3. Al Baqarah ayat 1-5 dan 163

    4. Ayat Kursi

    5. Surat Al Ikhlas (3x)

    6. Surat Al Falaq (3x)

    7. Surat An Nas (3x)

    8. Surah Yasin

    9. Tahlil dan dzikir

    10. Membaca doa untuk jenazah

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafìhii wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madkholahu, waghsilhu bil maa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan hhairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    Hal-hal yang Dilarang dan Dimakruhkan Ketika Ziarah Kubur

    Menurut buku Masa’il Diniyyah dan kitab At-Tadzkirah karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubu, Masa-il Diniyyah karya Kholil Abou Fateg, dan Sirah Amrul Mukminin Ali bin Abi Thalib karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, ada beberapa hal yang dilarang dan dimakruhkan saat melakukan ziarah kubur.
    Berikut di antaranya:

    • Diharamkan thawaf (mengelilingi) kuburan para wali, seperti yang dilakukan di kuburan keturunan Rasulullah SAW.
    • Dilarang menangis yang disertai teriakan, bahkan terkadang disertai jeritan, memukul-mukul pipi dan merobek saku baju.
    • Dilarang berkata yang buruk.
    • Dimakruhkan duduk di atas kuburan dan menginjak kuburan dengan kaki tanpa ada kebutuhan.
    • Dimakruhkan bermalam di kuburan, maksudnya adalah berada di kuburan hingga fajar tiba.

    Itulah doa ziarah kubur beserta hal-hal yang perlu diperhatikan saat sedang berziarah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com