Tag: kucing

  • 5 Cara Ampuh Menghilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah



    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh sebagian orang di rumah. Tingkah laku kucing yang menggemaskan membuat orang yang menyukainya tak segan untuk tinggal besarsama di dalam rumahnya. Namun, kucing memiliki kebiasaan yang membuat jengkel penghuninya, salah satunya adalah suka pipis sembarangan.

    Pipis kucing menimbulkan bau yang menyengat dan tidak sedap. Dilansir dari situs Homemadesimple, jika mencium bau pipis kucing harus segera dibersihkan karena baunya akan semakin menyengat bila dibiarkan terlalu lama.

    Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena sebetulnya bau pipis kucing dapat hilang. Berikut merupakan cara-cara yang bisa dilakukan pemilik rumah jika mencium bau pipis kucing.


    Bersihkan dengan Air Dingin

    Setelah menemukan area pipis kucing, maka gunakan tisu dapur atau kain lap lama yang sudah dibasahi dengan air dingin. Namun, jangan digosok karena hanya akan membuat nodanya membandel sehingga bau tidak hilang.

    Gunakan Cuka

    Buat larutan pembersih dari cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Cuka memiliki sifat asam yang dapat menetralkan bakteri serta menghilangkan bau.

    Gunakan Soda Kue

    Jika noda pipis kucing ditemukan pada karpet, kasur, atau soda maka taburkan soda kue sekitar satu jam sebelum dibersihkan dengan penyedot debu. Hal ini dapat membantu menetralkan bau.

    Pipis Kucing pada Baju

    Jika noda pipis kucing adanya di pakaian, maka tepuk-tepuk area noda pakai air dingin dan jangan digosok. Masukkan pakaian ke dalam ember yang berisi ½ cangkir pemutih oksigen selama 2-3 jam. Kemudian, aAngkat pakaian dan rendam dalam ember berisi cuka dan air dengan perbandingan 1:3. Tambahkan sedikit soda kue langsung ke area noda lalu biarkan di dalam campuran tersebut selama 10-15 menit. Setelah itu, masukkan pakaian ke dalam mesin cuci, atur ke suhu dingin, dan cuci tanpa deterjen. Jemur langsung pada sinar matahari.

    Demikian cara menghilangkan bau pipis kucing yang mengganggu, semoga membantu ya!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 4 Cara Bikin Rumah Ramah Kucing biar Makin Betah


    Jakarta

    Memelihara kucing kini merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh pemilik rumah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kucing merasa lebih nyaman untuk tetap berada di dalam rumah.

    Caranya adalah menyediakan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan oleh kucing. Salah satunya adalah tiang khusus sebagai media kucing untuk mencakar.

    Dilansir dari International Cat Care, berikut ini beberapa cara untuk membuat rumah yang aman dan nyaman untuk kucing.


    Tiang Garukan Kucing

    Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Penghuni rumah yang memiliki kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan. Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

    Tempat Tidur Kucing

    Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

    Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

    Kotak Pasir

    Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

    Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

    Tutupi Bukaan di Rumah

    Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Jangan sampai tidak membuka jendela atau pintu di rumah walaupun ada kucing.

    Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

    Itulah beberapa cara untuk membuat rumah ramah kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Lokasi Terbaik Letakkan Kotak Pasir Biar Anabul Nggak BAB Sembarangan



    Jakarta

    Jika kamu memelihara kucing, kotak pasir wajib ada di dalam rumah. Dengan adanya kotak pasir, anabul kamu jadi tak buang kotoran sembarangan di rumah. Namun, kamu tidak boleh meletakkan kotak pasir kucing sembarangan.

    Pemilihan lokasinya perlu diperhatikan agar kucing peliharaan merasa nyaman saat membuang kotoran dan mencegah bau tidak sedap di ruangan lainnya. Mengutip dari Pet Safe, Jumat (2/2/2024), berikut tujuh lokasi terbaik untuk meletakkan kotak pasir kucing.

    1. Letakkan pada Lokasi Tertutup

    Kucing menyukai tempat tertutup saat buang kotoran. Jadi, cari lokasi yang memungkinkan kucing memiliki waktu menyendiri. Pastikan lokasi yang dipilih tidak akan diganggu manusia atau hewan peliharaan lainnya masuk secara tidak sengaja ketika kucing sedang buang air. Jika tidak punya ruangan ekstra, kamu dapat menggunakan litter box atau kotak pasir yang punya penutup.


    2. Pilih Tempat yang Tenang

    Kucing takut dan waspada terhadap suara bising. Saat menaruh kotak pasir kucing, pastikan meletakkannya di tempat yang tenang dan jauh dari sumber suara seperti televisi, pengeras suara, atau mesin cuci. Mengagetkan kucing yang sedang buang kotoran dapat membuatnya menghindari kotak pasir sehingga membuang kotoran sembarangan di sejumlah area di rumah.

    3. Pastikan Kotak Pasir Kucing Mudah Diakses

    Kucing akan mencari tempat yang mudah dijangkau untuk membuang kotoran. Jadi, hindari meletakkan kotak pasir kucing di tempat yang sulit dijangkau seperti tumpukan pakaian atau pintu yang akan sering dibuka atau ditutup.

    4. Jauhkan dari Makanan Kucing

    Hindari menaruh kotak pasir kucing berdekatan dengan tempat makan dan minum kucing. Pasalnya, kucing lebih memilih untuk tidak membuang kotoran dekat makanannya. Sebaiknya, kotak pasir tersebut diletakkan di area yang berbeda dari area makan dan minum.

    5. Letakkan Kotak Pasir di Setiap Lantai

    Jika rumah kamu bertingkat, pastikan masing-masing lantai memiliki litter box yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas. Hal ini juga berlaku jika kamu memiliki lebih dari satu kucing. Berikan masing-masing kucing litter box berbeda.

    6. Jangan Kunci atau Tutup Pintu Ruangan

    Selanjutnya hindari ruangan yang dapat dengan mudah ditutup pintu. Alternatifnya, pasang pintu khusus kucing pada pintu ruangan dimana kotak pasir berada. Dengan begitu, kamu tetap bisa menutup pintu dan kucing tetap bisa membuang air sesuka hati pada kotak pasirnya.

    7. Hindari di Lokasi yang Lembap

    Cara kerja kotak pasir kucing adalah menyerap cairan dari kotoran kucing. Alhasil, menaruh kotak pasir di kamar mandi, ruang bawah tanah, atau ruang mencuci adalah tempat yang kurang tepat.

    Sebab, ini adalah area dengan kelembapan berlebih sehingga bisa memunculkan cairan ekstra di udara. Kotak pasir kucing akan menyerap cairan ini dan menjadi tercemar atau jenuh lebih cepat. Baunya akan lebih buruk sehingga kotak pasir harus lebih sering diganti. Kotak pasir kucing perlu ditaruh di area dengan ventilasi baik seperti ruang tamu untuk membantu mengurangi bau.

    Demikian 7 lokasi terbaik untuk meletakkan kotak pasir untuk kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Pasir Kucing yang Ampuh Serap Bau dan Kotoran


    Jakarta

    Saat memelihara kucing di rumah, kamu bukan hanya menampung dan memberi makan saja, tetapi perlu menjaga kebersihannya termasuk untuk tempat pembuangan kotorannya.

    Berbeda dengan manusia, kucing tidak mungkin diminta untuk membuang kotoran di kamar mandi. Jika diperhatikan, kucing kerap menggali pasir atau tanah saat membuang kotoran. Mereka biasanya tidak menilai mana tempat yang benar untuk membuang kotoran tersebut. Maka jika sedang apes, kotoran kucing terinjak oleh manusia atau kendaraan.

    Maka dari itu, saat memelihara kucing di rumah perlu menyiapkan tempat khusus untuk mereka buang kotoran. Tempat tersebut biasa diisi dengan pasir yang memiliki daya serap air dan bau yang bagus. Sehingga kucing tidak akan buang kotoran sembarangan dan rumah tidak akan berbau tidak sedap.


    Beberapa pasir kucing juga bisa menahan bau dan kotoran hingga beberapa hari. Kelebihan ini memudahkan kamu yang mungkin sibuk dan pulang larut malam.
    Mengutip dari thesprucepets.com pada Rabu (7/2/2024), berikut beberapa jenis pasir kotoran kucing yang memiliki ketahanan menyerap bau dan cairan berhari-hari.

    1. Pasir silica gel

      silica gelsilica gel Foto: iStock

      Silica gel adalah mineral alami yang diolah menjadi butiran yang mampu menyerap cairan. Silica gel bertekstur lembut sehingga tidak akan menyakiti kucing saat menginjaknya. Selain itu pasir silica gel juga bisa menahan bau kotoran dengan baik.

      Untuk waktu penggantian pasir silica gel tergantung dengan jumlah kucing yang membuang kotoran di sana dan kelembapan ruangan sekitar. Biasanya untuk 1 kucing di suhu ruangan waktu penggantian pasirnya bisa dilakukan seminggu sekali. Tetapi apabila memiliki kucing banyak maka sebaiknya 2 atau 3 hari sekali. Kelebihan dari pasir silica gel ini adalah terdapat indikator warna pada setiap butirnya. Warna ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan kucing dari warna kotoran cairnya.

    2. Pasir Zeolit

      Pasir zeolit adalah salah satu jenis pasir kucing yang banyak digunakan di IndonesiaPasir zeolit adalah salah satu jenis pasir kucing yang banyak digunakan di Indonesia Foto: via Zeodeo Store

      Menurut imerys.com, pasir zeolit adalah mineral alami yang bagus menyaring, menyerap ion amonia, mengurangi bau, dan menjaga kebersihan di tempat kotoran hewan.
      Zeolit terkenal sebagai pasir yang memiliki kemampuan penyerapannya seperti spons, namun ini tergantung dengan merek dari pasir tersebut. Sebab ada beberapa zeolit justru tidak begitu bagus menyerap kotoran terutama yang cair.

      Namun, Zeolit bagus dalam mengurangi bau kotoran kucing menguar. Sebab Zeolit bisa menyerap ion amonia yang terkandung di dalam kotoran kucing.
      Biasanya pasir zeolite memiliki 3 tipe yakni kelas 1, 2, dan 3. Lalu untuk pembersihannya, pasir zeolit bisa didaur ulang, dicuci dengan sabun, setelah kering bisa digunakan lagi. Namun, mencuci pasir zeolit tidak menjamin bau dari kotoran kucing tersebut hilang sepenuhnya. Sementara itu, kekurangan dari pasir zeolit ini adalah tidak menggumpal saat terkena kotoran berbentuk cairan.

    3. Pasir Tofu

      Pasir Tofu salah satu jenis pasir kucingPasir Tofu salah satu jenis pasir kucing Foto: via Catoro Pets

      Melansir dari thecatbutler.co pasir tofu adalah tempat pembuangan kotoran kucing yang terbuat dari bubur kedelai food grade yang tidak bisa dikonsumsi. Keuntungan memakai pasir tofu cukup banyak mulai dari tahan lama, mudah dibersihkan, dan menyerap bau.

      Pasir tofu dapat menyerap kotoran hanya dalam dua detik. Tiap butirannya dibuat berdiameter 2 mm. Semakin cepat kotoran kucing menyerap cairan, semakin cepat bau tersebut dapat diredam.

      Pasir tofu akan menggumpal saat terkena kotoran cair sehingga kamu dapat memisahkan pasir yang sudah terkena kotoran dengan yang bersih.

    4. Pasir Bentonite

      Pasir Bentonite salah satu jenis pasir untuk kucingPasir Bentonite salah satu jenis pasir untuk kucing Foto: via portapet.de

      Pasir Bentonite adalah alas kotoran kucing yang terbuat dari tanah liat natrium bentonit alami. Saat terkena kotoran atau cairan, pasir ini akan menggumpal dan menguarkan bau yang wangi untuk menutupi bau kotoran kucing. Bahkan beberapa produk menyediakan berbagai wangian untuk pasir bentonite.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Ada Alasan Untuk Malas, Simak 3 Cara Mudah Membersihkan Kotak Pasir Kucing


    Jakarta

    Bagi yang memiliki hewan peliharaan khususnya kucing, pasti di rumahnya memiliki kotak pasir, tempat kucing membuang kotorannya.

    Tempat pasir kucing biasanya dibersihkan manual oleh pemiliknya, berbeda dengan manusia yang bisa dibersihkan dengan 1 tombol flush toilet. Waktu pembersihannya pun tidak setiap kucing buang kotoran, melainkan beberapa hari sekali tergantung dari kualitas penyerapan pasir tersebut dan jumlah kucing yang buang air di kotak pasir tersebut.

    Apa yang terjadi jika pemilik jarang membersihkan kotak pasir kucing? Tentu saja bau dari kotoran tersebut menguar ke seluruh rumah. Bau kotoran kucing di jalan saja mengganggu apalagi yang tercium di rumah?


    Dengan begitu, pemilik kucing perlu rajin membersihkan kotak pasir agar kebersihan rumah tetap terjaga dan mencegah timbulnya penyakit bagi kucing dan manusia yang tinggal di sana. Mengutip dari Times.com pada (7/2/2024), ini tips membersihkan pasir kucing yang mudah dan cepat.

    1. Kosongkan Kotak Kotorannya

      Layaknya menguras bak, maka isi kotaknya perlu dipindahkan atau dikeluarkan. Ada jenis pasir yang bisa dipakai lagi setelah dicuci dengan sabun dan dijemur, ada pula pasir yang hanya sekali pakai.

      Saat mengosongkan kotak pasir kamu perlu memakai masker dan sarung tangan sebab kotoran kucing bersifat asam dan terkontaminasi dengan bakteri dan parasit. Selain itu ada beberapa pasir yang tidak bisa menyerap bau sehingga saat mendekat baunya akan menguar. Menuangkan pasir kucing juga sebaiknya dilakukan secara perlahan agar debunya tidak berserakan dan mengotori rumah.

    2. Bersihkan Kotak Kotorannya

      Setelah kosong tambahkan air panas untuk membunuh kuman dan parasit yang mungkin tertinggal di permukaannya. Rendam hingga beberapa menit. Buang air tersebut sebelum menambahkan sabun cuci piring yang tidak memiliki wangi menyengat. Gosok permukaan kotak pasir menggunakan spons atau sikat. Lakukan hal yang sama pada bagian luar kotak. Setelah dirasa bersih bilas dan keringkan.

    3. Masukkan Pasir Kucing Baru

      Tuang pasir kucing baru sekitar 10 cm untuk memudahkan kucing yang biasa mengais pasir terlebih dahulu saat membuang kotorannya. Setelah itu ratakan permukaannya karena kucing menyukai permukaan yang rata.

      Letakkan kotak pasir di tempat biasa. Tetapi jika ingin memindahkan, cari lokasi yang tidak lembap, tidak dekat dengan tempat makan kucing, tempat yang mudah dilihat oleh kucing.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Memelihara Kucing di Rumah yang Sempit


    Jakarta

    Kucing adalah hewan yang mudah ditemui di Indonesia. Dari yang melihat di jalanan, beberapa orang akhirnya tertarik untuk merawatnya di rumah. Bukan hanya kucing liar yang ditampung, tidak sedikit yang memutuskan untuk membeli kucing yang berasal dari ras bulu indah.

    Selama beraktivitas di rumah, pemiliknya pasti menginginkan kucing peliharaan mereka tidak stres ataupun sakit. Maka dari itu, mereka selalu memenuhi ketersediaan makan kucing, kebersihan, hingga ruangan yang nyaman untuk area bermain anabul.

    Namun bagaimana jika kondisi rumah saat ini tidak terlalu besar tetapi tetap ingin merawat kucing dan memastikan mereka nyaman selama berada di rumah? Mengutip dari situs Catster pada Selasa (13/2/2024), berikut beberapa tips merawat kucing di rumah yang sempit.


    Penempatan Kotak Pasir

    Jika ingin merawat kucing tentu kamu harus siap membersihkan kotorannya. Untuk kucing biasanya disiapkan kotak pasir untuk membuang kotorannya. Dengan menyediakan tempat khusus diharapkan bau kotoran tersebut tidak menguar di seluruh rumah.

    Lokasi kotak pasir tersebut juga tidak bisa sembarangan, apalagi kondisi rumahnya sempit. Hindari ruang makan, ruang tempat ibadah, dan dapur. Selain itu jauhkan kotak pasir kotoran dari tempat makan kucing.

    Kamar mandi cocok untuk penempatan kotak pasir ini. Kamu juga perlu mengarahkan kucing untuk terbiasa membuang kotoran di kotak pasir tersebut. Jika sudah terbiasa, kucing akan pergi ke kotak pasir tersebut ketika hendak membuang kotoran.

    Sediakan Tiang Mainan

    Di ruang yang sempit, paling tidak sediakan arena bermain yang menyenangkan untuk kucing. Hewan satu ini dikenal senang berada di tempat yang agak tinggi. Pemasangan tiang bisa menjadi solusi untuk area rumah yang sempit.

    Tinggi tiang bisa disesuaikan dengan luas rumah, tetapi biasanya sekitar 1-1,2 meter. Selain tiang, sediakan pula area datar di cabang tiang-tiang tersebut untuk mereka tidur dan beristirahat.

    Benda yang Bisa Dicakar

    Risiko memelihara kucing di rumah adalah banyak bekas cakar tercetak di berbagai benda di rumah. Mencakar benda sekitar adalah sifat alamiah kucing. Dibanding melarang kucing untuk melakukan hal tersebut, sediakan mainan yang bisa dicakar.

    Jika sebelumnya telah membelikan tiang di rumah, lapisi tiang tersebut dengan kain atau bulu yang bisa dicakar oleh si kucing. Mainan ini bisa menjaga bentuk kuku kucing dan membantu anabul tidak cepat bosan selama berada di rumah.

    Sediakan Spot Terbuka yang Aman

    Meski memiliki rumah yang sempit, tetapi pasti memiliki teras atau balkon yang langsung mendapat cahaya alami dari luar. Itu adalah spot bermain yang bagus untuk kucing agar bisa berjemur atau melihat dunia luar.

    Pemilik kucing perlu menemani kucing saat berada di ruang terbuka tersebut agar mereka tidak kabur. Langkah pengamanannya adalah dengan memasang penutup pada celah pintu atau gerbang yang berada di teras atau balkon rumah.

    Selain itu, bisa juga sediakan tempat yang nyaman di dekat jendela rumah untuk mereka duduk dan tidur sembari mendapatkan sinar matahari.

    Jaga Kebersihan Rumah

    Baik rumah yang sempit ataupun luas, menjaga kebersihan rumah adalah hal penting. Apalagi memiliki hewan peliharaan yang memiliki bulu dan aktif bergerak. Bukan hanya debu yang berserakan, ada pula bulu yang menempel di seluruh rumah.

    Selain dibersihkan dengan sapu atau sapu lidi. Bisa pula menggunakan penyedot debu yang dikenal efektif untuk mengangkat bulu kecil yang menempel di karpet dan sudut sofa.

    Sediakan Banyak Mainan

    Agar kegiatan anabul semakin bervariatif di rumah, bisa juga mengajak kucing bermain dengan mainan yang dapat meningkatkan pergerakan mereka. Meski rumah sempit kucing bisa tetap bergerak dengan menggunakan pancingan tongkat atau mainan yang bisa bergerak.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 5 Tanaman Ini Berbahaya buat Kucing Kamu


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah tentu bisa menjadi salah satu cara agar rumah tampak asri dan lebih ‘hidup’. Akan tetapi, ternyata ada beberapa tanaman yang berbahaya, terlebih lagi buat kamu yang punya hewan peliharaan kucing di rumah.

    Kucing merupakan hewan yang cukup aktif dan panasaran akan suatu hal. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan hal-hal yang ada di sekitar rumah, termasuk tanaman.

    Dilansir dari The Spruce, Jumat (16/2/2024), berikut ini beberapa tanaman yang beracun bagi kucing.


    1. Peace Lily

    Tanaman ini memiliki penampilan yang indah dan perawatannya cukup mudah dilakukan. Tak heran, banyak orang yang merawatnya di rumah.

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Namun, tanaman ini bisa cukup berbahaya apabila dimakan kucing. Sebab, peace lily memiliki kandungan kalsium oksalat yang beracun bagi kucing apabila tertelan atau dimakan.

    2. Pothos

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat.

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    3. Bunga Daffodil

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Akan tetapi, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing.

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, dan mengeluarkan air liur.

    4. Bunga Lili

    Bunga lili bisa berbahaya bagi kucing. Seluruh tanaman itu, mulai dari batang, daun, bunga, serbuk, hingga air di dalam vas-nya bisa beracun jika dikonsumsi kucing. Bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal dalam waktu 3 hari.

    plant of flowering white liliesplant of flowering white liliesplant of flowering white liliesplant of flowering white lilies Foto: Getty Images/iStockphoto/Elen11

    5. English Ivy

    Tanaman ini sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    Itulah beberapa tanaman yang berbahaya bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Kucing Rusak Perabotan di Rumah


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan di rumah berarti kamu harus siap perabotan rumah penuh goresan atau interior berbahan kain rusak akibat cakaran mereka.

    Salah satu hewan yang kerap mencakar benda di sekitarnya adalah kucing. Jika pemilik rumah tidak menyediakan tiang khusus yang bisa mereka cakar, maka sasaran mereka adalah benda di sekelilingnya. Beberapa benda yang kerap menjadi incaran mereka adalah sofa, gorden, karpet, hingga kayu penyangga meja dan kursi.

    Tingkah kucing yang suka mencakar itu sebenarnya adalah sifat alamiah mereka, tetapi melihat sofa dan perabotan lain banyak goresan dan rusak, tentu mengganggu tampilan dalam rumah.


    Mengutip dari washingtonpost.com pada Rabu (21/2/2024), kebiasaan kucing mencakar perabotan ini bisa dihentikan dengan langkah berikut.

    Alihkan Perhatiannya

    Pendekatan pertama agar kucing tidak mencakar perabotan rumah sembarangan adalah dengan sesekali mengalihkan perhatiannya dengan mainan kucing seperti tongkat atau mainan bergerak agar mereka berlarian. Memarahi kucing tidak akan mempengaruhi mereka untuk berhenti mencakar karena itu sifat alamiahnya.

    Sediakan Tiang Cakaran atau Garukan

    Benda ini seperti rumah untuk burung. Berupa tiang tinggi dan memiliki beberapa cabang atau tempat untuk mereka beristirahat di atas. Perbedaannya di seluruh permukaan tiang dilapisi bahan kain yang disukai oleh kucing seperti karpet, karton, atau sisal.

    Jika sudah memiliki tiang garukan letakkan benda tersebut di tempat yang tepat. Dibandingkan meletakkan jauh dari perabotan yang sudah kucing rusak, ternyata lebih baik tiang diletakkan berdekatan dengan perabotan tersebut. Dengan begitu mereka akan melihat tiang garukan sebagai penggantinya. Bisa juga meletakkan tiang di ruang tersendiri untuk kucing.

    Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Jika tiang goresan tidak dapat mengalihkan perhatian kucing, bisa menggunakan penutup kuku kucing topi kecil atau biasa disebut soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Perlu diingat mungkin saja kucing tidak nyaman saat menggunakan penutup kuku ini. Sebelum memberikannya sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.

    Melapisi Perabotan

    Memang cara paling aman adalah melindungi perabotan itu sendiri. Bisa dengan melapisi dengan suatu bahan yang tidak mudah rusak atau mengganti perabotan dengan bahan yang lebih awet dari goresan.

    Selimut bisa digunakan untuk melindungi area rawan goresan. Pilihan lainnya adalah dengan membungkus beberapa perabotan dengan menggunakan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Pelihara Kucing Bisa Cegah Ular Masuk Rumah? Ternyata Ini Jawabannya



    Jakarta

    Memelihara kucing ternyata memiliki beberapa manfaat, salah satunya bisa mencegah ular masuk ke dalam rumah. Konon, ular takut dengan kucing makanya enggan masuk ke dalam rumah yang ada kucingnya.

    Benarkah demikian?

    Kucing merupakan seekor predator yang akan menyerang hewan lain di sekitar rumah, termasuk ular. Bahkan, menurut penelitian ilmiah yang ditulis oleh Jennie Wright dan Paul J. Weldon yang berjudul Responses by Domestic Cats (Felis Catus) to Snake Scent Gland Secretation yang dikeluarkan oleh Journal of Chemicals Ecology, kucing bereaksi terhadap aroma kelenjar sekresi ular dan mengaktifkan naluri predatornya. Tak heran kucing kerap memburu ular.


    Kucing yang sudah dilatih maupun kucing liar bisa menangkap tikus dan ular. Walau demikian, ada juga kucing-kucing yang tidak berani memburu ular karena setiap kucing memiliki karakter yang berbeda.

    Dilansir dari Fauna Facts, Senin (26/2/2024), seekor kucing bisa saja menyerang ular karena insting, rasa takut, atau marah meskipun ia tidak ingin memakannya. Bagi kucing, berburu adalah sebuah permainan.

    Dikutip dari Hepper, kucing memiliki 2 cara untuk menghalau ular masuk rumah. Pertama, memburu dan membunuh makanan ular, misalnya tikus. Sebab, ular tidak akan berada di area dengan suplai makanan yang terbatas.

    Kedua, membunuh ular itu sendiri. Ular cenderung lebih sulit ditangkap dibandingkan mangsa lainnya, namun kucing merupakan predator andal.

    Walau demikian, terdapat beberapa risiko ketika kucing berburu ular. Apabila kucing digigit ular berbisa, dapat berakibat fatal, tergantung dari jenis luarnya dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.

    Adapun, tanda-tanda kucing digigit ular yaitu terlihat luka tusuk, bengkak, memar, nyeri, lesu, dan perubahan pernapasan. Namun, apabila kucing digigit oleh ular tidak berbisa juga bisa menimbulkan rasa sakit dan infeksi.

    Maka dari itu, pemilik kucing juga harus berhati-hati dalam menjaganya agar tidak tergigit oleh ular.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Ini Bisa Cegah Kucing BAB Sembarangan di Halaman Rumah


    Jakarta

    Kucing buang air besar (BAB) di halaman tentu bisa meresahkan penghuni rumah. Sebab, penghuni rumah harus membersihkan kotoran yang ditinggalkan kucing peliharaannya, atau bahkan kucing liar.

    Untuk kucing liar, bisa saja diusir dari halaman rumah, namun untuk kucing peliharaan bisa saja sulit untuk menghentikannya BAB di halaman rumah.

    Maka dari itu, kamu perlu melakukan beberapa hal untuk bisa mencegah kucing BAB di halaman rumah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini caranya.


    1. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Kamu bisa menanam tanaman yang wanginya tidak disukai oleh kucing. Misalnya, kamu bisa menanam lavender, rosemary, atau mint. Dilansir dari petkeen.com, Senin (29/4/2024), aroma dari ketiga tanaman itu tidak disukai oleh kucing.

    2. Mengubur Kulit Jeruk

    Kucing membenci aroma jeruk. Dalam jumlah besar, jeruk bisa beracun bagi kucing. Kamu bisa mengubur kulit jeruk dan dalam banyak kasus, kucing-kucing akan meninggalkan daerah yang ada aroma jeruk dan tidak akan kembali.

    Jeruk yang dikubur tidak memiliki pengaruh buruk bagi tanaman di halaman. Jadi, cara ini bisa menjadi salah satu yang efektif untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah.

    3. Pakai Bubuk Kopi

    Banyak mamalia yang tidak menyukai aroma bubuk kopi, termasuk kucing. Apalagi, kafein dalam jumlah banyak bisa beracun bagi kucing.

    Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman untuk mencegah kucing BAB di sana. Aroma dari bubuk kopi akan membuat kucing enggan ke halaman dan mencegahnya balik lagi. Metode ini juga berhasil pada hewan lainnya, seperti anjing.

    Penggunaan bubuk kopi di halaman juga tidak terlalu berbahaya bagi tanaman, sehingga metode ini patut dicoba.

    4. Pakai Cuka

    Cuka memiliki bau yang menyengat, bau yang tidak disukai oleh manusia juga kucing. Aroma yang kuat biasanya tidak disukai oleh kucing.

    Untuk menerapkannya, kamu bisa mencampurkan cuka dengan air dan ditaruh di botol semprot. Lalu, kamu bisa menyemprotkannya ke sekitar halaman.

    Sebagai catatan, penggunaan cuka dalam jumlah banyak bisa membahayakan beberapa tanaman. Maka dari itu perlu hati-hati.

    5. Tusuk Gigi

    Apabila kucing BAB di pot bunga, kamu bisa memasang tusuk gigi di tepi pot. Hal ini untuk mencegah kucing BAB di pot bunga. Biasanya setelah dipasang tusuk gigi selama beberapa minggu, kucing akan berpindah ke tempat lain. Setelah itu, kamu bisa mencabut tusuk giginya.

    6. Buat Taman Bunga Kurang Menarik

    Kamu bisa membuat taman bunga kurang menarik untuk mencegah kucing BAB di halaman. Apabila taman bunga sulit untuk digali, kucing tidak akan ingin untuk BAB di sana.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan penutup tanah dan menggunakan kerikil kecil atau ranting untuk menutup tanah.

    “Banyak kucing tidak menyukai tanah basah di kakinya, jadi menyiram petak bunga juga dapat menghalangi mereka. Pertimbangkan untuk menggunakan tanaman atau bunga yang baunya tidak disukai kucing, tetapi tidak berbahaya seperti lavender atau rosemary,” kata PDSA pet, Shauna Walsh, dikutip Country Living, Senin (29/4/2024).

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com