Tag: kucing

  • 9 Cara Usir Kucing Liar Biar Nggak Datang Lagi ke Halaman Rumah


    Jakarta

    Kedatangan kucing liar ke pekarangan kerap membuat penghuni rumah jengkel. Karena kadang mereka senang mengacak-acak barang maupun tanaman. Bahkan buang kotoran sembarangan sehingga bikin area halaman rumah jadi beraroma tak sedap.

    Meski sudah diusir, tak jarang kucing liar datang lagi dan kembali membuat onar. Tapi tenang, ada kok cara usir kucing liar agar tidak datang lagi. Sederet cara ini aman, tidak menyakiti kucing, dan tanpa menggunakan racun. Bagaimana caranya? Cek uraian di bawah.

    Cara Usir Kucing Liar dari Rumah Tanpa Racun

    Mengutip The Spruce, berikut cara mengusir kucing liar agar tidak kembali lagi ke rumah.


    1. Bersihkan Sisa Makanan

    Kucing liar biasa datang ke tempat yang ada banyak makanannya. Mereka akan terus-menerus datang bahkan bisa menetap di tempat tersebut. Karena itu, bersihkan sampah makanan yang dibuang lalu tutup rapat tempat sampah agar tidak mengundang kucing liar.

    Jika punya alat pemanggang, bersihkan pula sisa makanan yang menempel agar aromanya tidak menggoda kucing maupun hewan liar datang.

    2. Pasang Pagar Anti Kucing

    Pagar yang ada celahnya dapat dengan mudah dilewati kucing. Tapi ketika cat-free fence (pagar anti kucing) dipasang, kucing akan kesulitan melewatinya. Sebab, pagar khusus ini memiliki paku penghalang seperti kawat berduri. Walau begitu, pagar anti kucing ini tidak akan menyakiti kucing liar kok karena pakunya tidak terlalu tajam.

    3. Sebar Cangkang Telur

    Ternyata cangkang telur bisa mengusir kucing liar yang datang lho. Caranya dengan meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil, tapi tidak terlalu kecil juga ya. Lalu sebarkan di pekarangan rumah.

    Cangkang telur cukup efektif lantaran permukaannya yang cenderung tajam. Sehingga membuat kucing liar tidak nyaman berjalan di atasnya. Untuk jumlah cangkang telurnya dapat disesuaikan dengan luas halaman rumah ya.

    4. Tanam Tanaman Pengusir Kucing

    Beberapa tanaman mengeluarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender dan rosemary. Kamu bisa menanamnya di halaman rumah agar kucing liar tidak kembali datang.

    Walau kucing tidak senang dengan baunya, tapi aroma tumbuhan tersebut tidak sampai mengganggu manusia kok. Bahkan aroma tanaman ini bisa cukup disukai manusia. Selain itu, tanaman mint juga dapat dipilih karena sama-sama punya bau yang tidak disukai hewan.

    5. Taburkan Bubuk Kopi

    Produk yang dapat ditemukan di dapur seperti bubuk kopi juga dapat digunakan. Kamu dapat menyebarkannya di area halaman rumah yang sering didatangi kucing.

    Bubuk kopi bisa dimanfaatkan karena aromanya yang menyengat bisa mengganggu hewan liar. Di sisi lain, bubuk ini tergolong aman bagi tanaman di pekarangan tetapi dapat mengubah tanah menjadi asam dengan kadar tinggi.

    6. Pasang Penyemprot Air Otomatis

    Penyemprot air otomatis cukup berhasil untuk mengusir kucing liar. Alat ini umumnya dilengkapi pemancar inframerah yang jika ada hewan melewatinya akan mengeluarkan semburan air. Cara ini cukup efektif untuk menakuti kucing liar sehingga mencegah mereka untuk masuk ke halaman rumah.

    7. Semprotkan Air Cuka

    Cuka punya aroma kecut yang kuat. Untuk manusia saja, bau cuka cukup menyengat dan bisa mengganggu, terlebih untuk hewan. Karenanya, cuka dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing liar.

    Caranya mudah, cukup larutkan cuka ke dalam air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Gunakan rasio 1:1 agar lebih gampang. Kemudian air cuka ini dapat disemprotkan ke area pekarangan yang kerap didatangi kucing. Baunya bisa bertahan lama dan membuat kucing liar tidak tahan.

    8. Gunakan Tusuk Gigi

    Tusuk gigi kayu dapat digunakan pula untuk mengusir kucing liar. Caranya bukan untuk dicolok-colokkan ke tubuh hewannya ya, tapi untuk diletakkan di area halaman yang kucing sering kunjungi. Dengan begitu, kucing tidak akan ke tempat itu kembali karena membuat tidak nyaman.

    9. Sebarkan Kulit Jeruk

    Mirip seperti bubuk kopi, kucing tidak suka aroma dari kulit jeruk. Ini karena baunya dapat membuat mereka terganggu dan tidak betah.

    Cara menggunakan kulit jeruk ini mudah, kamu cukup menyebar atau menguburnya di tempat yang didatangi kucing liar. Nantinya mereka tidak akan kembali dan cara ini juga terbilang aman untuk tumbuhan di sekitarnya.

    Nah, itu tadi sederet cara ampuh mengusir kucing liar agar tidak datang lagi ke pekarangan rumah.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pelihara Kucing Bisa Cegah Ular Masuk Rumah, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Kucing merupakan hewan yang sering dijadikan peliharaan di rumah. Selain menggemaskan, memelihara kucing ternyata punya banyak manfaat seperti mengusir tikus, bahkan mencegah ular masuk rumah.

    Konon, ular takut dengan kucing, makanya enggan masuk ke dalam rumah yang ada kucingnya.

    Benarkah demikian? Simak penjelasan berikut ini ya!


    Kucing merupakan seekor predator yang akan menyerang hewan lain di sekitar rumah, termasuk ular. Bahkan, menurut penelitian ilmiah yang ditulis oleh Jennie Wright dan Paul J. Weldon yang berjudul Responses by Domestic Cats (Felis Catus) to Snake Scent Gland Secretation yang dikeluarkan oleh Journal of Chemicals Ecology, kucing bereaksi terhadap aroma kelenjar sekresi ular dan mengaktifkan naluri predatornya. Tak heran kucing kerap memburu ular.

    Kucing yang sudah dilatih maupun kucing liar bisa menangkap tikus dan ular. Walau demikian, ada juga kucing-kucing yang tidak berani memburu ular karena setiap kucing memiliki karakter yang berbeda.

    Dilansir dari Fauna Facts, Selasa (30/7/2024), seekor kucing bisa saja menyerang ular karena insting, rasa takut, atau marah meskipun ia tidak ingin memakannya. Bagi kucing, berburu adalah sebuah permainan.

    Dikutip dari Hepper, memelihara kucing mempunyai 2 cara untuk menghalau ular masuk rumah. Pertama, memburu dan membunuh makanan ular seperti tikus. Sebab, ular tidak akan berada di area dengan suplai makanan yang terbatas.

    Kemudian, membunuh ular itu sendiri. Ular cenderung lebih sulit ditangkap dibandingkan mangsa lainnya, namun kucing merupakan predator andal.

    Meski demikian, terdapat beberapa risiko ketika kucing berburu ular. Apabila kucing digigit ular berbisa, dapat berakibat fatal, tergantung dari jenis luarnya dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.

    Adapun tanda-tanda kucing digigit ular yaitu terlihat luka tusuk, bengkak, memar, nyeri, lesu, dan perubahan pernapasan. Namun, apabila kucing digigit oleh ular tidak berbisa juga bisa menimbulkan rasa sakit dan infeksi.

    Maka dari itu, pemilik kucing juga harus berhati-hati dalam menjaganya agar tidak tergigit oleh ular.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Kucing Sering BAB di Depan Rumah? Cegah Pakai 5 Tanaman Ini


    Jakarta

    Keberadaan kucing liar biasanya hanya berkeliaran dan jarang mengganggu orang di sekitarnya. Namun, seperti tabiat hewan pada umumnya, kucing kerap membuang kotoran sembarangan, misalnya seperti di depan rumah. Alhasil bau tidak sedap tercium sampai ke dalam rumah. Bagaimana ya cara mencegah kucing BAB sembarangan di halaman rumah?

    Jika memasang perangkap, rasanya hanya membuang-buang uang karena jika itu hanya kucing liar, mereka tidak akan setiap hari datang. Lalu, jika menutup akses masuk, bisa saja, tetapi lagi-lagi hanya menghabiskan uang dan mempersulit akses keluar masuk rumah. Salah satu cara yang ampuh cegah kucing liar BAB sembarangan di halaman rumah adalah menanam tanaman.

    Dengan tanaman, kamu tidak perlu keluar banyak uang, justru halaman rumah kamu jadi menarik, dan beberapa tanamannya bisa bermanfaat untuk penghuni rumah. Kira-kira tanaman apa saja yang tidak disukai kucing hingga tidak mau BAB di halaman rumah?


    Dikutip dari Tom’s Guide, Sabtu (3/8/2024), berikut 5 jenis tanaman yang dibenci kucing.

    1. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Memiliki bau yang menyegarkan, ternyata tanaman satu ini dibenci kucing. Bunga ini memiliki aroma, berbentuk cantik, berwarna ungu, dan tangkainya panjang. Aromanya ini yang dibenci oleh kucing karena di balik aroma tersebut terdapat senyawa tidak beracun yang disebut linalool, yang merupakan komponen penting yang biasanya ditemukan dalam penolak serangga.

    Dengan adanya lavender kucing akan jauh-jauh dari halaman rumah kamu. Selain itu, tanaman toleran kekeringan ini dapat bertahan dalam waktu lama tanpa air, dan bahkan dapat bertahan saat musim dingin di luar negeri.

    Selain kucing, lavender juga efektif mencegah hama yang paling umum termasuk laba-laba, tikus, lalat, dan semut.

    2. Sereh/Serai

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Tanaman satu ini bukan hanya bermanfaat mengusir kucing, melainkan bisa untuk cadangan bumbu dapur. Benar, tanaman ini adalah tanaman herbal yakni serai. Tanaman tropis seperti rumput yang dikenal dengan aroma jeruknya yang segar.

    Meskipun wewangian ini menyenangkan, ini bisa terlalu kuat untuk kucing dan akan bikin mereka menjauh. Kebanyakan tukang kebun menggunakan serai di kebun mereka untuk mengusir kucing.

    Termasuk tanaman tropis, serai bisa tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh dan suhu tidak pernah turun di bawah 40 derajat Fahrenheit atau 4,4 derajat Celcius.

    Tanaman ini tergolong minim perawatan, cukup disiram teratur di bulan-bulan panas. Saat menanam dalam pot, disarankan untuk mencari ukuran yang berukuran minimal 12 inci dan menggunakan tanah pot berkualitas tinggi.

    3. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Lagi-lagi jenis tanaman dapur nih. Rosemary juga cukup dikenal sebagai tanaman yang dibenci kucing. Sementara ramuan aromatik ini mungkin menjadi hiasan yang lezat untuk hidangan kita, kucing akan mengangkat hidungnya karena aroma yang luar biasa.

    Selain itu, rosemary mudah ditanam di dalam ruangan dalam pot kecil, dan termasuk tanaman abadi yang kuat. Cukup siram, ganti sesekali, dan tanaman pot kamu akan bertahan lama. Sebaiknya tempatkan ini di sekitar halaman, balkon, atau lokasi lain tempat kamu melihat kucing masuk.

    4. Oregano

    Ilustrasi oreganoIlustrasi oregano Foto: Getty Images/wingedwolf

    Tanaman selanjutnya yang dibenci aromanya oleh kucing adalah oregano. Oregano mengandung senyawa kimia alami bernama carvacrol yang dikenal dapat mengiritasi sistem pernapasan kucing. Nggak heran kalau kucing cenderung menjauhi area di mana oregano tumbuh. Kamu tidak akan repot juga merawat Oregano karena tanaman ini mudah tumbuh, dan bekerja dengan baik di jenis dan kondisi tanah yang bebas pengeringan.

    5. Geranium

    Bunga geranium.Bunga geranium. Foto: iStock/ph2212

    Apa kamu pernah mendengar tanaman geranium? Tanaman satu ini juga tidak disukai oleh kucing. Saat tanaman ini mekar, aroma bunganya yang menurut kita menyenangkan ternyata mengganggu bagi kucing. Selain itu, geranium juga memiliki daun yang berduri sehingga tidak nyaman untuk dilewati.

    Geranium yang cerah mudah tumbuh di semua jenis tanah (kecuali basah), dan tumbuh subur di bawah sinar matahari atau sebagian/teduh. Tanaman ini juga mudah dirawat sehingga layak untuk dipertimbangkan.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Arti Kucing Datang ke Rumah dalam Islam? Simak Penjelasan Ini


    Jakarta

    Rumah kita mungkin sering kedatangan kucing liar. Tahukah detikers arti kucing datang ke rumah dalam Islam? Benarkah kucing membawa rezeki dan bisa menolong kita untuk masuk surga? Di bawah ini akan kita ulas arti kucing datang ke rumah dalam Islam menurut pandangan beberapa ustadz.

    Arti Kucing Datang ke Rumah dalam Islam

    Tidak ada arti khusus yang menjelaskan arti kucing datang ke rumah dalam Islam. Namun ada sejumlah penjelasan mengenai keutamaan ketika berbuat baik kepada kucing, seperti memberi makanan atau memeliharanya.

    Berikut ini penjelasan sejumlah ustadz mengenai kucing yang datang ke rumah maupun yang kita pelihara:


    1. Rumah yang Makmur

    KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di channel YouTube OFFICIAL LP3IA (Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan ilmu Al-Qur’an) yang diunggah 17 Agustus 2022, sedikit menyinggung mengenai banyaknya kucing yang datang ke rumah. Menurutnya, rumah yang banyak kucingnya adalah rumah yang makmur.

    Dalam unggahan berjudul ‘Tafsir jalalain Surat Asy Syura ayat 32’ itu, Gus Baha memberi penjelasan logis mengenai pendapatnya. Sebab jika kucing senang di rumah tersebut karena banyak makanan, maka bisa dikatakan bahwa pemilik rumah memiliki makanan yang cukup, bahkan berlebih.

    “Ukuran rumah bagus itu… Rumahmu banyak kucingnya nggak? Kalau kucingnya sedikit, kucingnya pergi, karena sedikitnya makanan di rumahmu,” kata Gus Baha.

    “Saya tanya ke teman saya, ‘Rumahmu ada kucingnya nggak? Nggak ada Gus. Lha kenapa? Daging buat saya saja kurang. Jadi kalau rumah banyak kucingnya itu rumah makmur. Rumah saya banyak kucingnya, makmur,” katanya dalam bahasa Jawa.

    2. Kesempatan Bersedekah

    Dikutip dari situs Muyassar Quranic & Leadership Boarding School, KH Syaefudin, M.Pd.I selaku pengasuh menjelaskan kedatangan kucing ke rumah bisa jadi merupakan jalan dari Allah bagi kita untuk mendapatkan pahala.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda orang menyayangi binatang akan mendapatkan pahala.

    “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala (apabila berbuat baik) pada binatang?” Beliau bersabda, “Pada setiap yang memiliki hati yang basah maka ada pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Yang dimaksud hati yang basah adalah makhluk hidup. Jadi ketika kita berbuat baik kepada makhluk hidup, termasuk kucing, maka akan mendatangkan pahala sedekah.

    3. Sebagai Ujian

    Kedatangan kucing ke rumah mungkin saja adalah sebuah ujian bagi pemilik rumah. Tidak semua kucing bersikap baik dan manis. Sebagian orang merasa jengkel dengan kucing karena mengambil makanan, menerkam hewan ternak, buang kotoran di area rumah, dan sebagainya.

    Dilansir dari NU Online, Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah Semarang, pemilik rumah tetap tidak boleh berbuat keji, namun tetap harus bersikap bijak dan bisa bertindak secara bertahap. Misalnya jika itu kucing liar, kita bisa mengusirnya. Jika itu milik tetangga, maka bicarakan baik-baik dengan pemiliknya.

    Jika kucing liar masih datang dan mengganggu, maka boleh dibuang. Dibuang ini pun masih harus mempertimbangkan kondisi kucing, apakah dia bisa mencari makan di tempat itu,

    4. Bisa Diampuni Dosanya?

    Dalam video lain, Ustadz Ammi Nur Baits dalam kanal resmi ANB Channel memberi penjelasan lewat video berjudul Keutamaan Memelihara Kucing yang diunggal 29 Mei 2023. Dalam kesempatan itu, Ustadz Ammi mendapat pertanyaan apakah memelihara kucing bisa mengampuni dosa-dosa.

    Ustadz Ammi mulanya menjelaskan bahwa hukum memelihara kucing adalah boleh, dengan syarat memberikan hak kucing, seperti hak nutrisi makanan.

    “Diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari sahabat Ibnu Umar ra, Nabi SAW pernah menceritakan ada wanita yang disiksa yang dihukum oleh Allah gara-gara kucing. Kenapa dia kurung kucing itu sampai mati, akhirnya dia masuk neraka. Dia tidak kasih makan kucing itu, dia tidak kasih minum kucing itu,” katanya.

    Ustadz Ammi juga mengatakan memelihara kucing dengan baik dapat memberikan pahala. Namun dia menyebut tidak ada dalil yang menjelaskan secara khusus mengenai ampunan dosa untuk pemelihara kucing.

    “Ketika Anda berbuat baik kepada kucing dengan ngasih makan atau ngasih tempat dia istirahat dan seterusnya, Anda akan mendapatkan pahala. Kalau kucing secara khusus, wallahualam. Kami tidak mengetahui dalilnya, sehingga kalau disebutkan di sana bisa mendatangkan rezeki atau menghapus dosa, memasukkan ke dalam surga dan seterusnya, mohon maaf kami sama sekali tidak menjumpai dalilnya,” ungkap dia.

    Nah, itulah tadi telah kita ketahui pandangan ustadz mengenai arti kucing datang ke rumah dalam Islam. Sebagai muslim, hendaknya kita berbuat baik kepada kucing agar mendapatkan pahala. Wallahu a’lam.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Kucing Suka Mencakar Sofa, Ketahui Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Kucing dikenal sebagai hewan yang suka mencakar sofa, karpet, lemari, dan perabot lain di rumah. Pada faktanya, mencakar atau menggaruk sudah tertanam dalam naluri kucing.

    Meski begitu, perilaku kucing yang mencakar sofa di rumah bisa menjadi hal menjengkelkan. Ketahui berbagai alasan kucing mencakar sofa dan cara mengatasinya berikut ini.

    Alasan Kucing Mencakar Sofa

    Ada sejumlah alasan kenapa kucing suka mencakar sofa atau perabotan rumah lainnya. Mungkin dia mau mengasah cakarnya agar tetap tajam atau sekedar ingin menarik perhatian.


    1. Mengasah Cakarnya

    Alasan pertama kucing suka mencakar sofa adalah untuk menjaga kukunya tetap tajam. Mengutip laman Merrimac Valley, tidak seperti kuku manusia, cakar kucing berlapis-lapis.

    Jadi, mencakar sesuatu akan memungkinkan kucing menghilangkan bagian cakar lamanya sambil mengasah lapisan baru. Pada dasarnya di alam liar, kucing memakai cakarnya untuk berburu makanan dan memanjat pohon. Jadi secara naluri kucing ingin menjaga cakarnya tetap tajam.

    2. Menandai Wilayah

    Kucing sering mencakar perabotan, seperti sofa untuk meninggalkan aroma dan menandai wilayah mereka. Secara tidak langsung, kucing memberitahu bahwa tempat itu miliknya.

    Saat mencakar, kucing memang mengeluarkan bau yang unik. Meski begitu, perlu diketahui bahwa menandai wilayah bisa menjadi tanda-tanda kucing stres, tidak aman, atau terancam.

    3. Merasa Bosan

    Menggaruk atau mencakar sesuatu bisa jadi kegiatan yang memuaskan dan menyenangkan bagi kucing. Sehingga, menggaruk-garuk sofa bisa jadi disebabkan karena kucing merasa bosan.

    4. Mencari Perhatian

    Kucing juga merupakan hewan yang ingin diperhatikan. Jadi, jika hewan ini mencakar furnitur, dia merasa bisa menarik perhatian pemiliknya.

    Banyak juga kucing yang mencakar sofa dan perabotan lain hanya untuk bermain atau melepaskan energi berlebih yang dimlikinya. Kegembiraan juga bisa mendorong kucing mencakar sesuatu.

    Cara Menghentikan Kucing Mencakar Sofa

    Kamu bisa melakukan beberapa upaya untuk menghentikan kucing mencakar sofa. Berikut di antaranya.

    1. Sediakan Tempat Khusus untuk Mencakar di Rumah

    Untuk mencegah kucing mencakar sofa, berikan mereka tempat untuk mencakar di dalam rumah. Mengutip laman Purina, kucing yang tinggal di luar rumah biasanya mencakar pohon atau tiang.

    Jadi, sebaiknya berikan tiang garukan kucing. Hal ini akan mengalihkan fokusnya dari mencakar. Pilih tiang garukan yang mempunyai kualitas baik. Sehingga benda tersebut tidak akan goyang saat kucing mencakarnya.

    2. Letakkan Tiang Garukan dekat Sofa

    Tempatkan tiang garukan di dekat bagian sofa yang sering dicakarnya. Sehingga, tiang garuk akan mengalihkan perhatian kucing dari sofa.

    3. Taburkan Catnip

    Tanaman catnip bisa membuat kucing semangat beraktivitas dan moodnya lebih baik. Sebab, tanaman ini memiliki bahan kimia nepetalactone yang dapat memicu respon kucing. Menurut laman Omlet, kamu bisa menaburkan catnip ke tiang garuk untuk menarik perhatian kucing.

    4. Beri Hadiah pada Kucing

    Berikan hadiah pada kucing saat mereka mencakar tiang garukan. Sehingga, kucing nantinya akan lebih memilih untuk mencakar tiang garukan dibanding sofa.

    Itulah sejumlah alasan kucing suka mencakar sofa. Semoga artikel ini membantu menghentikan kucing mencakar sofa dan perabot lain di rumah kamu ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mencegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah Tanpa Menyakiti


    Jakarta

    Kucing liar seringlali berkeliaran di sekitar rumah dan naik ke atap. Selain berpotensi merusak genteng atau struktur atap, hal ini juga bisa menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

    Sehingga, mencegah kucing liar naik ke atap rumah bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan di lingkunganmu. Simak beberapa tips mencegah kucing naik ke atap rumah berikut ini.

    Tips Mencegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Untuk mencegah kucing naik ke atap rumah, kamu bisa memutus jalur akses kucing dengan memangkas dahan pohon, memasang pagar anti kucing, hingga menaburkan kopi.


    Mengutip laman Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut informasi selengkapnya.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing bisa naik ke atap rumah jika ada dahan yang menjorok di dekatnya. Jadi, jika ada pohon di dekat atap rumah, pangkas dahannya secara teratur. Bereskan juga barang di sekitar rumah yang biasa dipakai kucing untuk memanjat.

    2. Memasang Pagar Anti Kucing

    Kucing juga bisa naik ke atap rumah lewat pagar. Sehingga, cara yang efektif untuk mencegahnya adalah memasang pagar anti kucing.

    Beli jaring kucing dan letakkan di pagar agar kucing tidak bisa naik ke atap. Meski begitu, cara ini seringkali tidak berhasil pada kucing yang cerdik.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Kucing mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Jeruk memliki bau yang sangat mereka tidak sukai. Sehingga, meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah akan mengusir mereka untuk sementara.

    4. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Tanaman bisa menjadi pengusir kucing secara alami. Sebagian besar kucing tidak suka tanaman beraroma kuat seperti lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Kamu bisa menanam atau membeli tanaman dengan aroma kuat ini untuk mengusir kucing dan mencegahnya naik ke atap rumah.

    5. Pasang Perangkat Ultrasonik Pengusir Kucing

    Suara yang dihasilkan perangkat ultrasonik berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Namun kucing memiliki indera pendengaran yang kuat, sehingga kucing bisa mendengarnya dan perangkat ini bisa mengusir mereka.

    Perangkat pengusir kucing elektronik cenderung menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, semprotan air, atau keduanya. Letakkan alat ini di tempat di mana kucing biasa naik ke atap rumah.

    6. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Tips selanjutnya adalah meletakkan alat penyiram dengan sensor gerak di atap. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing naik ke atap rumah. Selamat mencobanya.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 6 Tanaman Cantik Ini di Dalam Rumah, Bahaya!


    Jakarta

    Tanaman adalah salah satu elemen penghias rumah yang bagus untuk dekorasi dan baik untuk kesehatan. Terkadang ada penghuni rumah yang sampai membuat taman atau meletakkan tanaman di dalam rumah. Model hunian seperti ini dianjurkan, tetapi kamu perlu tau tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam rumah.

    Hal ini bukan hanya karena menghambat pertumbuhan tanaman. Melainkan ada beberapa tanaman yang justru berbahaya jika berada terlalu dekat dengan manusia dan hewan peliharaan. Entah pada saat dipegang atau tidak sengaja termakan. Maka dari itu, lebih baik tanaman-tanaman ini diletakkan di luar.

    Melansir dari berbagai sumber, Senin (7/10/2024), berikut beberapa tanaman yang tidak bisa diletakkan di dalam rumah.


    1. Bonsai

    bonsai Foto: Getty Images/iStockphoto/TG23

    Menurut situs Bestlife, kamu perlu berhati-hati jika ingin menanam pohon cantik ini di dalam rumah. Pohon yang memiliki bentuk unik dengan bagian atasnya melebar ini banyak diletakkan di dalam rumah karena perlu dirawat dengan telaten agar bentuknya terjaga.

    Namun, pohon Boncai ternyata bisa menyebabkan alergi. Meskipun tidak semua orang akan terdampak, lebih baik mengganti dengan jenis tanaman lain yang lebih aman.

    2. English Ivy

    1474648482 Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Situs Realsimple, memasukkan tanaman rambat satu ini sebagai salah satu tanaman yang sebaiknya tidak diletakkan di dalam rumah. Bentuknya yang indah tidak seperti daun biasa membuat tampilannya menarik.Di balik fisiknya, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    3. Ponthos

    Tanaman hias sirih gading atau Epipremnum aureum Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat.

    4. Peace Lily

    Tanaman Hias Peace Lily Foto: iStock

    Tanaman satu ini memiliki daun paling atas berwarna putih dan agak kuncup. Tangkainya lurus dan cukup panjang. Tanaman ini terlihat cantik sehingga saat diletakkan di salah satu sudut ruangan bisa menjadi dekorasi yang indah. Namun, tanaman ini bisa cukup berbahaya apabila dimakan kucing. Sebab, peace lily memiliki kandungan kalsium oksalat yang beracun bagi kucing apabila tertelan atau dimakan.

    5. Palem Sagu

    1084670980 Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Palem sagu (Cycas revoluta) memiliki tampilan yang elegan, tapi seluruh bagian tanaman ini beracun jika termakan oleh hewan peliharaan. Bagian yang paling beracun adalah bijinya yang bernama cycasin.

    Gejala yang dapat ditimbulkan meliputi gagal hati, tinja berdarah, muntah, pendarahan internal, penyakit kuning, retensi cairan di area perut, dan kematian. Pengobatan harus secepat mungkin dilakukan melihat dari bahaya dan parahnya gejala.

    6. Tanaman Giok

    Ilustrasi Tanaman Hias Giok Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok (Crassula ovata) atau yang juga dikenal sebagai jade plant, adalah tanaman sukulen yang ditanam sebab daunnya tebal dan tampilannya kokoh mirip pohon yang memberikan kesan eksotis. Tanaman ini diperkenalkan sebagai tanaman hias beberapa dekade lalu.

    Tanaman Giok ternyata berbahaya jika sampai termakan oleh hewan peliharaan. Gejala yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan, meliputi kehilangan nafsu makan, lesu, muntah, dan yang ekstrim adalah detak jantung yang lambat atau kejang-kejang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sulap Dinding Rumah Jadi Playground Kucing, Begini Caranya


    Jakarta

    Hewan peliharaan telah menjadi bagian penting dari banyak keluarga saat ini. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi tren desain serta dekorasi rumah yang dibuat ramah hewan.

    Banyak orang kini memasang fasilitas seperti bak mandi khusus anjing, catio (teras kucing), dan berbagai elemen lain untuk memastikan kenyamanan hewan peliharaan mereka di rumah.

    Nah, saat ini ada pula pemilik rumah yang mulai berkreasi dengan membuat dinding kucing.


    Apa Itu Dinding Kucing?

    Dinding kucing dapat disesuaikan dan dirancang sesuai selera, namun umumnya terdiri dari beberapa rak yang dipasang berdekatan, memungkinkan kucing untuk melompat dari satu titik ke titik lainnya.

    Dengan kata lain, ini semacam playground agar kucing bisa bermain di rumah.

    Pengaturan yang lebih kompleks sering kali mencakup tempat tidur gantung untuk bersantai, tangga untuk memanjat, serta area berkarpet yang bisa dicakar.

    Melansir Better Homes Garden, pada Minggu (20/10/2024), dalam beberapa tahun terakhir, dinding kucing semakin populer di TikTok dengan lebih dari 150 juta unggahan ber-tag #CatShelves.

    Popularitas ini sebagian besar didorong oleh faktor hiburan, karena memasang dinding kucing bisa diibaratkan menciptakan panggung untuk video kucing lucu, di mana pemilik dapat menyaksikan kucing mereka melompat-lompat dan menjelajahi area bermain baru mereka.

    Dinding kucing juga memberikan solusi praktis, terutama jika kamu tinggal di ruang yang terbatas. Kamu hanya membutuhkan dinding kosong (beberapa desain dinding kucing bahkan menyediakan rak untuk dekorasi manusia).

    Alih-alih menempatkan menara kucing besar di rumah, dinding kucing bisa menjadi pilihan yang lebih hemat ruang dan anggaran.

    Rak-rak ini dapat sepenuhnya disesuaikan dengan ruang dan kebutuhan kucing kamu. Jika kucing kamu cenderung malas, kamu bisa menyediakan tempat untuk tidur dan bersantai.

    Namun, jika kucing kamu aktif dan suka memanjat, rak tradisional dan tangga panjat mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok.

    Cara Membuatnya

    Jika kamu ingin menambahkan dinding kucing di rumah, langkah pertama adalah merencanakan secara detail elemen yang akan disertakan.

    Sebelum memulai pemasangan, pastikan kamu telah menyiapkan semua komponen yang diperlukan serta tata letaknya.

    Pertimbangkan kemampuan dan kebutuhan kucing kamu, pastikan tempat bertengger dipasang cukup dekat agar kucing dapat melompat dengan mudah tanpa risiko cedera.

    Dinding kucing sebaiknya menarik dan sedikit menantang untuk menjaga minat kucing, namun tetap bisa dilewati dengan aman.

    Setelah rencana siap, kamu dapat mulai membangun. Pemasangan rak atau tali sebagian besar sama seperti pemasangan rak biasa di dinding, namun karena kucing akan melompat dan memanjat, pastikan semua terpasang dengan aman.

    Gunakan perangkat keras yang kuat, seperti jangkar drywall, untuk menahan beban kucing kamu agar rak tidak jatuh atau rusak.

    Untuk hasil yang lebih tahan lama, temukan tiang di dinding untuk memasang rak dan tempat bertengger. Gunakan level dan pensil untuk menandai posisi sebelum memulai pemasangan.

    Kamu juga memerlukan bor untuk membuat lubang awal dan memasang sekrup serta braket.

    Setelah semua terpasang, kamu bisa mendekorasinya dengan mainan atau alas garuk sesuai keinginan.

    Berkreasilah seluas yang kamu bisa karena, ada banyak inspirasi yang bisa kamu temukan untuk menciptakan taman bermain yang menyenangkan bagi kucing kamu, dan kamu akan menikmati melihat mereka bermain di lintasan rintangan baru mereka.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Ribet, Begini 3 Cara Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah


    Jakarta

    Saat memelihara kucing kita perlu lebih perhatian pada kebersihan rumah karena hewan peliharaan juga bisa mengotori rumah. Sebagai contoh kotoran dari kotak pasir berceceran atau tercium bau bekas kotorannya di seluruh rumah. Rasanya tidak enak jika tiba-tiba ada tamu datang ke rumah dan tercium bau tidak sedap dari kotoran hewan.

    Saat ini barang-barang untuk kebersihan kucing sudah mulai canggih dan mudah ditemukan. Salah satunya adalah tersedianya pasir yang bisa menyerap kotoran kucing hingga kotak pasir yang dapat membersihkan sendiri.

    Selain menambahkan barang-barang ini di rumah, kamu juga perlu mengajarkan kucing untuk buang air di tempat yang telah disediakan. Perilaku kucing yang kerap buang air sembarangan, melansir The Vets, disebabkan karena masalah kesehatan. Beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis dapat menyebabkan kucing pipis sembarangan. Apabila kucing di rumah tiba-tiba sering buang kotoran sembarangan di rumah, segera konsultasikan ke dokter hewan.


    Selain masalah kesehatan, perilaku pipis sembarangan juga bisa dipicu karena stres, kecemasan, atau perasaan menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya. Biasanya ini dikarenakan kotak pasir kotor.

    3 Cara Jitu Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    Apabila kucing di rumah pipis sembarangan atau bau kotorannya menyebar ke seluruh rumah, coba tiga cara ini agar baunya cepat hilang.

    1. Bersihkan secepat mungkin

    Kunci agar bau kotoran tidak menyebar ke seluruh ruangan adalah kamu harus segera membersihkannya. Di dalam kotoran kucing tersebut pasti mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut.

    2. Pakai tisu atau kain saat membersihkannya

    Sama seperti membersihkan cairan lainnya, kamu bisa memakai tisu atau kain bersih saat mengelap kotoran kucing atau bekas pipisnya. Setelah itu masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari produk pembersih mengandung amonia

    Hindari penggunaan produk pembersih berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa mendorong kucing untuk pipis sembarangan lagi di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim, campuran baking soda dan cuka putih, atau deterjen dan air soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Pasir Kucing dan Tips Membersihkan agar Nggak Bau


    Jakarta

    Memelihara kucing merupakan hal menyenangkan bagi sebagian orang. Tentunya, cat pawrents wajib memperhatikan kesehatan dan kebersihan kucing salah satunya dengan memperhatikan tempat buang air.

    Kucing harus diberi tempat khusus untuk buang air kecil dan besar. Tempat ini biasanya berupa kotak yang diisi dengan pasir kucing. Sebelum membeli pasir kucing, detikers harus mengetahui beberapa jenisnya yang ada di pasaran.

    Masing-masing jenis pasir kucing memiliki keunggulan sesuai kebutuhan hewan peliharaan. Ada jenis yang sangat efektif menahan bau, tersedia pula jenis pasir agar kucing nyaman.


    4 Jenis Pasir Kucing

    Dikutip dari The Spruce Pets, berikut 4 jenis pasir kucing beserta karakteristiknya:

    1. Pasir Silica Gel

    Silica gel merupakan butiran dari mineral alami yang mampu menyerap cairan atau kelembapan. Bahan ini banyak dipakai untuk berbagai peralatan yang tidak boleh terkena lembap atau air.

    Silica gel juga dipakai untuk pasir kucing karena bertekstur lembut sehingga tidak akan menyakiti kucing saat menginjaknya. Pasir kucing dari silica gel juga mampu menahan bau kotoran dengan baik.

    Penggantian pasir kucing dari silica gel bisa bergantung pada jumlah kucing dan kelembapan ruangan sekitar. Silica gel ini juga memiliki indikator warna yang bisa terlihat ketika sudah kotor.

    Biasanya untuk satu kucing bisa dilakukan penggantian seminggu sekali. Tapi tentunya semakin sering diganti makin baik untuk kebersihan dan kesehatan kucing.

    2. Pasir Tofu

    Pasir Tofu salah satu jenis pasir kucingPasir Tofu. Foto: via Catoro Pets

    Berdasarkan situs The Cat Butler, pasir tofu adalah pasir kucing yang dibuat dari bubur kedelai food grade tetapi bukan untuk dikonsumsi. Kelebihan pasir tofu adalah tahan lama, mudah dibersihkan, dan menyerap bau.

    Pasir tofu bahkan disebut-sebut bisa menyerap kotoran cuma dalam dua detik. Setiap butirnya berdiameter 2 mm. Semakin cepat pasir kucing menyerap cairan, maka semakin cepat pula bau dapat diredam.

    Pasir tofu akan menggumpal jika terkena kotoran cair sehingga detikers bisa dengan mudah memisahkan pasir yang sudah terkena kotoran dengan yang bersih.

    3. Pasir Bentonite

    Pasir Bentonite salah satu jenis pasir untuk kucingPasir Bentonite. Foto: via portapet.de

    Pasir bentonite adalah pasir kucing yang dibuat dari tanah liat natrium bentonit alami. Jika terkena kotoran atau cairan, pasir kucing bentonite ini akan menggumpal dan mengeluarkan bau yang wangi. Ini sangat baik untuk menutupi bau kotoran kucing. Beberapa merek menyediakan varian wewangian yang berbeda.

    4. Pasir Zeolit

    Pasir zeolit adalah salah satu jenis pasir kucing yang banyak digunakan di IndonesiaPasir zeolit. Foto: via Zeodeo Store

    Dikutip dari Imerys, pasir kucing zeolit dibuat dari mineral alami yang bagus menyaring, menyerap ion amonia, mengurangi bau, dan menjaga kebersihan di tempat kotoran hewan.

    Kemampuan penyerapan pasir zeolit ini seperti spons, tetapi juga tergantung pada mereknya. Ada juga merek pasir zeolit yang kurang bagus menyerap kotoran cair.

    Kelebihannya, pasir zeolit mampu mengurangi bau kotoran kucing, karena zeolit bisa menyerap ion amonia yang terkandung dalam kotoran kucing. Sementara kekurangannya adalah pasir yang tidak menggumpal saat terkena kotoran cair.

    Pasir zeolit bisa didaur ulang, dicuci dengan sabun, dikeringkan, lalu bisa dipakai lagi. Namun, mencuci pasir zeolit tidak menjamin bisa menghilangkan baunya.

    Tips Membersihkan Pasir Kucing

    Memakai jenis pasir kucing apa pun, pemilik kucing tetap harus rutin membersihkannya terutama usai buang air besar. Kotoran kucing tetap menimbulkan bau tak sedap dan bisa membuat kucing sakit. Dikutip dari Times, berikut ini beberapa tips membersihkan pasir kucing:

    1. Kosongkan Kotak Kotoran

    Seperti menguras bak, maka kamu harus mengosongkan kotak kotoran kucing terlebih dahulu. Yakni dengan memindahkan pasir kucing yang ada di dalamnya.

    Untuk menghindari bau dan penyakit, gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkannya. Pastikan untuk mengeluarkan pasir dengan hati-hati agar tidak berserakan.

    2. Bersihkan Kotak dan Pasirnya

    Kemudian bersihkan pasir kucing tersebut. Lihat kemasan pasir kucing untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa dicuci dengan sabun dan dipakai kembali. Jika bisa dipakai ulang, cuci dan keringkan pasir tersebut.

    Ada bahan yang hanya bisa sekali pakai. Jika dipaksakan, maka tidak akan bisa menyerap kotoran cair dan membuat bau yang tak sedap.

    Jangan lupa untuk membersihkan kotaknya. Pertama, siram dulu kotak sampai bersih, lalu rendam dengan air panas agar kumannya mati, kemudian bersihkan dengan sabun wangi dan sikat sampai bersih.

    3. Ganti dengan Pasir Kucing Bersih

    Tuangkan pasir kucing yang bersih dengan kedalaman 10 cm. Hal ini dilakukan karena kucing memiliki kebiasaan mengais pasir terlebih dahulu sebelum buang kotoran.

    Ratakan juga permukaannya, karena kucing tidak suka permukaan yang bergelombang. Kemudian, letakkan kembali kotak tersebut ke tempat semula. Jika ingin memindahkan lokasi kotak pasir pembuangan, tempatkan di dekat kucing makan agar terlihat. Usahakan tempat kotak pasir kucing tersebut tidak lembap.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com