Tag: kucing

  • Tips Hilangkan Bekas Pipis Anabul di Karpet, Cukup Pakai 2 Bahan Saja!



    Jakarta

    Bagi kamu yang memiliki anabul di rumah seperti kucing atau anjing, pasti pernah mendapati mereka buang air sembarangan di furniture rumah. Salah satu tempat yang kerap menjadi sasaran adalah karpet.

    Karpet yang diletakkan di lantai dan memiliki daya serat yang baik membuat anabul senang bermain hingga buang air di sana.

    Namun, cepatnya karpet menyerap cairan ini justru dapat merusak warna dan kain pelapisnya. Jika kamu luput mengawasi anabul yang buang air sembarangan, kamu tidak akan menyadarinya sampai tercium bau tak sedap di rumah.


    Dilansir Family Handyman berikut beberapa cara untuk membersihkan kotoran hewan yang mudah dan tak merusak karpet.

    1. Keringkan dengan Kain Mikrofiber

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan area yang basah. Pakai kain mikrofiber yang mampu menyerap air dan tidak merusak permukaan karpet.

    2. Gosok dengan Larutan Cuka

    Setelah itu, siapkan cuka pembersih. Campurkan cuka dengan air dengan ukuran sama 1:1. Setelah itu, tuang ke permukaan karpet, gosok menggunakan kain mikrofiber hingga tidak tercium bau pesing lagi.

    3. Taburkan Baking Soda

    Cara lainnya kamu bisa menaburkan sedikit baking soda pada area tersebut. Diamkan sekitar 15 menit dan bersihkan dengan penyedot debu. Apabila bau masih tercium, diamkan baking soda di permukaan karpet selama semalaman.

    Bersihkan keesokan harinya dengan cara yang sama. Jika ingin cara cepat dan ampuh, campurkan cuka dengan baking soda. Sifat asam keduanya bisa menghilangkan bau tidak sedap.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai Racun, Ini 9 Cara Usir Kucing Liar dari Halaman Rumah


    Jakarta

    Keberadaan kucing liar yang masuk ke halaman sering kali membuat penghuni rumah jengkel. Sebab, kucing tersebut kerap membuang kotoran sembarangan bahkan mengacak-acak tanaman.

    Mengusir kucing liar dari halaman tidak benar-benar membuatnya pergi. Mereka bisa saja kembali ke halaman rumah pada waktu yang berbeda.

    Alasan dan Cara Mencegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Dilansir dari The Spruce, alasan masuknya kucing liar ke dalam halaman terjadi karena adanya makanan dan minuman yang dibutuhkan serta tempat untuk berlindung. Bagi pemilik rumah yang memiliki burung dan rumah burung, bisa saja hal tersebut menarik kucing liar untuk memburu kucing dan masuk ke pekarangan rumah.


    Kamu bisa mencegah kucing liar masuk ke dalam halaman rumah dengan membuat area yang membuatnya takut. Kamu bisa menanam tanaman yang tajam atau berbau menyengat sehingga membuat kucing enggan masuk ke pekarangan rumah.

    Cara Usir Kucing Liar dari Rumah Tanpa Racun

    Jika kucing liar masih terus masuk ke halaman rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusirnya. Berikut informasinya.

    1. Bersihkan Sisa Makanan

    Kucing liar biasa datang ke tempat yang ada banyak makanannya. Mereka akan terus-menerus datang bahkan bisa menetap di tempat tersebut. Karena itu, bersihkan sampah makanan yang dibuang lalu tutup rapat tempat sampah agar tidak mengundang kucing liar.

    Jika punya alat pemanggang, bersihkan pula sisa makanan yang menempel agar aromanya tidak menggoda kucing maupun hewan liar datang.

    2. Pasang Pagar Anti-Kucing

    Pagar yang ada celahnya dapat dengan mudah dilewati kucing. Akan tetapi, ketika cat-free fence (pagar anti kucing) dipasang, kucing akan kesulitan melewatinya. Sebab, pagar khusus ini memiliki paku penghalang seperti kawat berduri. Walau begitu, pagar anti kucing ini tidak akan menyakiti kucing liar kok karena pakunya tidak terlalu tajam.

    3. Sebar Cangkang Telur

    Ternyata cangkang telur bisa mengusir kucing liar yang datang lho. Caranya dengan meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil, tapi jangan terlalu kecil juga ya. Lalu sebarkan di pekarangan rumah.

    Cangkang telur cukup efektif lantaran permukaannya yang cenderung tajam. Hal itu membuat kucing liar tidak nyaman berjalan di atasnya. Untuk jumlah cangkang telurnya dapat disesuaikan dengan luas halaman rumah ya.

    4. Tanam Tanaman Pengusir Kucing

    Beberapa tanaman mengeluarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender dan rosemary. Kamu bisa menanamnya di halaman rumah agar kucing liar tidak kembali datang.

    Walau kucing tidak senang dengan baunya, tapi aroma tumbuhan tersebut tidak sampai mengganggu manusia kok. Bahkan aroma tanaman ini bisa cukup disukai manusia. Selain itu, tanaman mint juga dapat dipilih karena sama-sama punya bau yang tidak disukai hewan.

    5. Taburkan Bubuk Kopi

    Produk yang dapat ditemukan di dapur seperti bubuk kopi juga dapat digunakan. Kamu dapat menyebarkannya di area halaman rumah yang sering didatangi kucing.

    Bubuk kopi bisa dimanfaatkan karena aromanya yang menyengat bisa mengganggu hewan liar. Di sisi lain, bubuk ini tergolong aman bagi tanaman di pekarangan tapi dapat mengubah tanah menjadi asam dengan kadar tinggi. Jadi, hati-hati ya saat menggunakannya.

    6. Pasang Penyemprot Air Otomatis

    Penyemprot air otomatis cukup berhasil untuk mengusir kucing liar. Alat ini umumnya dilengkapi pemancar inframerah yang jika ada hewan melewatinya akan mengeluarkan semburan air. Cara ini cukup efektif untuk menakuti kucing liar sehingga mencegah mereka untuk masuk ke halaman rumah.

    7. Semprotkan Air Cuka

    Cuka punya aroma kecut yang kuat. Untuk manusia saja, bau cuka cukup menyengat dan bisa mengganggu, terlebih untuk hewan. Karenanya, cuka dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing liar.

    Caranya mudah, cukup larutkan cuka ke dalam air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Gunakan rasio 1:1 agar lebih gampang. Kemudian air cuka ini dapat disemprotkan ke area pekarangan yang kerap didatangi kucing. Baunya bisa bertahan lama dan membuat kucing liar tidak tahan.

    8. Gunakan Tusuk Gigi

    Tusuk gigi kayu dapat digunakan pula untuk mengusir kucing liar. Caranya bukan untuk dicolok-colokkan ke tubuh hewannya ya, tapi untuk diletakkan di area halaman yang kucing sering kunjungi. Dengan begitu, kucing tidak akan ke tempat itu kembali karena membuat tidak nyaman.

    9. Sebarkan Kulit Jeruk

    Mirip seperti bubuk kopi, kucing tidak suka aroma dari kulit jeruk. Ini karena baunya dapat membuat mereka terganggu dan tidak betah.

    Cara menggunakan kulit jeruk ini mudah, kamu cukup menyebar atau menguburnya di tempat yang didatangi kucing liar. Nantinya mereka tidak akan kembali dan cara ini juga terbilang aman untuk tumbuhan di sekitarnya.

    Nah, itulah sederet cara ampuh mengusir kucing liar agar tidak datang lagi ke pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman yang Dibenci Kucing, Bisa Cegah BAB di Taman


    Jakarta

    Terkadang, ada kucing yang suka datang ke halaman rumah hanya untuk buang air sembarangan. Untuk mencegahnya, kamu bisa menggunakan beberapa tanaman yang dibenci kucing.

    Memelihara kucing tak hanya sekadar memberi makan dan membersihkan tubuhnya. Lebih dari itu, detikers juga harus menyediakan tempat untuk BAB. Biasanya, pemilik kucing telah menyediakan litter box atau bak berisi pasir khusus untuk BAB dan BAK kucing.

    Namun, ada kalanya anabul kesayanganmu tidak mau buang air di bak pasir dan memilih buang air di taman atau pekarangan rumah. Apalagi jika sudah berurusan dengan kucing liar, pasti kamu akan kewalahan untuk mencegahnya.


    Untuk mencegah kucing buang air di halaman rumah, kamu bisa menanam sejumlah tanaman. Bukan hanya sekadar hiasan, tanaman ini ternyata dibenci kucing sehingga ia tidak mau mendekatinya.

    Lantas, apa saja jenis tanaman tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

    Tanaman yang Dibenci Kucing

    Ada sejumlah tanaman yang ternyata dibenci kucing, lho. Mengutip laman Tom’s Guide dan Home and Gardens, berikut daftar tanamannya:

    1. Lavender

    Tanaman yang pertama adalah lavender. Selain memiliki bunga yang cantik, aroma khas dari lavender ternyata juga tidak disukai oleh kucing.

    Sebab, senyawa tidak beracun yang disebut linalool merupakan komponen penting yang tidak disukai serangga. Maka dari itu, lavender juga ampuh untuk mencegah beberapa hama, mulai dari tikus, lalat, nyamuk, dan semut.

    Merawat lavender juga terbilang mudah. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama meski tidak disiram air, bahkan bisa bertahan dari serangan beku.

    2. Serai

    Sama halnya seperti lavender, sereh atau serai juga termasuk tanaman yang dibenci kucing. Meski bagi manusia tanaman ini memiliki aroma yang menenangkan, tetapi tidak disukai oleh hewan-hewan.

    Serai termasuk tanaman tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh, serta suhu tidak pernah turun di bawah 4 derajat Celcius.

    Tanaman ini juga tergolong minim perawatan, sehingga cukup disiram secara teratur di waktu musim panas. Ketika menanam di pot, sebaiknya mencari pot berukuran minimal 12 inci dan menggunakan tanah pot berkualitas tinggi.

    3. Rosemary

    Tanaman yang satu ini ternyata juga dibenci oleh para kucing. Rosemary memiliki aroma yang bikin kucing “putar balik” ketika akan memasuki halaman rumah detikers.

    Rosemary bisa jadi pilihan alternatif sebagai tanaman hias di rumah karena mudah ditanam. Cukup menggunakan pot kecil dan rosemary bisa ditanam di dalam ruangan.

    4. Oregano

    Tanaman berikutnya yang dibenci kucing adalah oregano. Tanaman ini mengandung senyawa kimia alami bernama carvacrol yang dapat mengiritasi sistem pernapasan kucing.

    Apabila detikers tidak punya banyak waktu untuk merawat tanaman, oregano bisa menjadi pilihan terbaik. Sebab, tanaman ini mudah tumbuh dan bekerja dengan baik di jenis dan kondisi tanah yang bebas pengeringan.

    5. Geranium

    Geranium banyak ditanam di halaman rumah karena memiliki semburan warna yang indah. Ternyata, tanaman ini juga dapat mencegah kucing mengacaukan pekarangan rumah, lho.

    Aroma yang keluar dari geranium ternyata tidak disukai kucing. Selain itu, geranium juga memiliki daun yang berduri, sehingga bikin tidak nyaman untuk berjalan di dekatnya.

    Tanaman ini juga termasuk yang mudah perawatannya. Geranium yang cerah mudah tumbuh di semua jenis tanah (kecuali basah), serta tumbuh subur di bawah sinar matahari atau sebagian/teduh.

    6. Lemon

    Kucing tidak menyukai buah lemon. Selain karena aroma lemon yang kuat, pohon lemon mengandung banyak minyak seperti limonene dan citral yang juga tidak disukai para kucing.

    Untuk menanam pohon lemon, sebaiknya ditanam di pot yang berukuran besar. Hal ini agar pohon lemon bisa tumbuh lebih tinggi. Cara merawatnya juga harus hati-hati, pastikan tanahnya memiliki drainase yang baik dan sebaiknya menggunakan tanah organik.

    Meski perawatannya cukup merepotkan, tetapi pohon lemon juga memiliki banyak keuntungan. Sebab, kalau buahnya sudah matang kamu tinggal memetiknya saja dari pekarangan rumah.

    Itu dia enam tanaman yang dibenci kucing, sehingga dapat mencegah kucing buang air di halaman rumah. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah


    Jakarta

    Kucing liar sering kali datang ke rumah karena mencari makanan, tempat berteduh, atau sekadar merasa nyaman di lingkungan sekitar. Meskipun sebagian orang menyukai kehadiran kucing, tidak sedikit yang merasa terganggu.

    Kucing liar yang datang kerap merusak tanaman, meninggalkan kotoran, atau mengacak-acak tempat sampah. Jika dibiarkan, kucing-kucing ini bisa terus kembali dan bahkan mengajak kucing lain untuk datang.

    Untuk mengatasi masalah ini, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kucing tanpa harus menyakitinya. Rumah pun tetap bersih dan bebas dari kehadiran kucing liar.


    Kenapa Kucing Liar Terus Datang ke Rumah?

    Sebelum mencari cara mengusirnya, kita perlu tahu penyebab kucing liar terus datang menghampiri rumahmu. Dalam laman Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan.

    Kucing liar sering datang ke rumah karena beberapa alasan utama, terutama terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman. Mereka selalu mencari tempat yang aman untuk tinggal di mana ada sumber makanan yang dapat diandalkan.

    Salah satu alasan paling umum adalah ketersediaan makanan. Jika ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan kucing, mereka akan terus datang ke tempat itu. Kucing memiliki penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

    Selain makanan, kucing liar juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Area yang sepi seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

    10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah

    Sebelum kamu menggunakan beragam cara untuk mengusirnya, pastikan dulu rumahmu tidak menjadi ‘tempat terbaik’ untuk kucing liar. Biasanya, kalau rumahmu tidak menjadi penyedia makanan atau tempat tinggal yang nyaman, kucing akan enggan datang lagi.

    Namun, ada beberapa cara mengusir kucing liar agar tidak kembali lagi ke rumah. Berikut dirangkum dari laman The Spruce dan Pets Stack Exchange:

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Kucing liar cenderung datang ke tempat yang menyediakan makanan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membersihkan sisa makanan serta menutup tempat sampah dengan rapat agar sulit untuk dijangkau mereka. Sebisa mungkin, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing dan hewan liar lainnya.

    2. Pastikan Tak Ada yang Memberi Makan di Area Rumahmu

    Kucing cenderung kembali ke suatu tempat jika mereka tahu ada makanan yang tersedia. Jika ingin mencegah mereka sering datang, hindari memberi makan atau menyediakan air di area tertentu. Cara ini juga efektif untuk mengusir kucing liar agar tidak kembali ke rumah.

    3. Semprotkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

    Salah satu cara menghalau kucing adalah dengan memanfaatkan aroma yang mereka tidak sukai. Kucing cenderung menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, dan eucalyptus.

    Karena bau-bauan tersebut dapat memudar seiring waktu, pastikan untuk mengaplikasikannya kembali secara rutin, terutama di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    4. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur yang dihancurkan menjadi potongan kecil bisa digunakan untuk mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah. Permukaannya yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Sebarkan cangkang telur secukupnya sesuai luas area yang ingin dilindungi.

    5. Semprotkan Larutan Cuka

    Cuka memiliki bau yang sangat menyengat, bahkan bagi manusia. Aroma asam ini jauh lebih mengganggu bagi kucing, sehingga dapat digunakan untuk mengusir mereka. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan ini ke area yang sering didatangi kucing untuk membuat mereka enggan kembali.

    6. Taburkan Serbuk Kopi

    Bubuk kopi bisa menjadi pengusir alami bagi kucing liar karena aromanya yang kuat dapat mengganggu penciuman mereka. Cukup taburkan bubuk kopi di area yang sering didatangi kucing. Selain itu, bubuk kopi juga aman bagi tanaman, meskipun bisa meningkatkan keasaman tanah.

    7. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

    Beberapa tanaman memiliki aroma yang kurang disukai kucing, seperti lavender, rosemary, dan mint. Kamu bisa menanamnya di pekarangan rumah untuk mencegah kedatangan kucing liar. Meskipun baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

    Selain itu, kamu bisa menanam tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun. Tanaman ini memiliki bau yang tajam dan rasa pahit, sehingga bisa membuat kucing enggan mendekat.

    8. Gunakan Penyemprot Air Otomatis

    Alat penyemprot air otomatis bisa menjadi solusi efektif untuk menghalau kucing liar dari halaman rumah. Perangkat ini umumnya dilengkapi sensor inframerah yang akan mengaktifkan semprotan air ketika mendeteksi adanya gerakan. Kucing yang terkena semburan air biasanya akan terkejut dan enggan kembali ke tempat tersebut.

    9. Pasang Pagar Khusus

    Pagar dengan celah memungkinkan kucing untuk melewatinya dengan mudah. Namun, jika memasang pagar khusus anti-kucing, mereka akan kesulitan untuk menyeberang. Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk.

    Bisa juga dengan letakkan kawat ayam berukuran kecil di bawah permukaan tanah, atau gunakan material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Selain kawat ayam, kamu juga bisa membalik karpet plastik yang kasar, sebagai alternatif.

    10. Letakkan Tusuk Gigi di Halaman

    Tusuk gigi kayu juga bisa dimanfaatkan untuk menghalau kucing liar. Caranya bukan dengan menusukkan ke tubuh mereka, melainkan dengan menancapkannya di tanah di area yang sering dikunjungi kucing.

    Kuncinya, jika area tersebut terasa kurang nyaman, kucing akan cenderung menghindarinya dan tidak betah berlama-lama di sana.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir kucing liar tanpa menyakiti mereka. Kamu bisa mencoba salah satu atau mengombinasikan beberapa metode agar lebih efektif.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Datang ke Rumah Pertanda Apa? Ini Artinya dalam Islam



    Jakarta

    Kedatangan kucing ke rumah bisa membuat senang para pecinta kucing. Namun, ada juga penghuni yang merasa terganggu karena kucing suka buang kotoran sembarangan atau mencuri makanan di rumah.

    Namun, tahukah kamu rumah kedatangan kucing memiliki arti tersendiri dalam Islam. Hewan satu ini bisa menjadi sumber pahala maupun ujian bagi penghuni rumah.

    Lantas, apa arti di balik kucing datang ke rumah dalam Islam? Simak penjelasan berikut ini menurut pandangan beberapa ustadz.


    Arti Kucing Datang ke Rumah dalam Islam

    Sebenarnya tak ada arti khusus yang menjelaskan arti kucing datang ke rumah dalam Islam. Namun, ada sejumlah penjelasan mengenai keutamaan ketika berbuat baik kepada kucing, seperti memberi makanan atau memeliharanya.

    Kesempatan Bersedekah

    Dikutip dari situs Muyassar Quranic & Leadership Boarding School, KH Syaefudin, M.Pd.I selaku pengasuh menjelaskan kedatangan kucing ke rumah bisa jadi jalan dari Allah bagi kita untuk mendapatkan pahala.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda orang menyayangi binatang akan mendapatkan pahala.

    “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala (apabila berbuat baik) pada binatang?” Beliau bersabda, “Pada setiap yang memiliki hati yang basah maka ada pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Hati yang basah dalam hal ini adalah makhluk hidup. Jadi ketika kita berbuat baik kepada makhluk hidup, termasuk kucing, maka akan mendatangkan pahala sedekah.

    Kucing Sebagai Ujian

    Kedatangan kucing ke rumah mungkin saja adalah sebuah ujian bagi pemilik rumah. Sebagian orang merasa jengkel dengan kucing karena mengambil makanan, menerkam hewan ternak, buang kotoran di area rumah, dan sebagainya.

    Dilansir dari NU Online Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah Semarang, pemilik rumah tetap tidak boleh berbuat keji, namun tetap harus bersikap bijak dan bisa bertindak secara bertahap. Misalnya jika itu kucing liar, kita bisa mengusirnya. Jika itu milik tetangga, maka bicarakan baik-baik dengan pemiliknya.

    Jika kucing liar masih datang dan mengganggu, maka boleh dibuang. Dibuang ini pun masih harus mempertimbangkan kondisi kucing, apakah dia bisa mencari makan di tempat itu.

    Itulah pandangan ustadz mengenai arti kucing datang ke rumah dalam Islam. Sebagai muslim, kita semestinya berbuat baik kepada kucing agar mendapatkan pahala. Wallahu a’lam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Mudah Bersihkan Pipis Kucing Biar Nggak Bau Pesing


    Jakarta

    Kucing adalah hewan yang banyak dipelihara orang di rumah. Kalau kamu memelihara kucing, sebaiknya perhatikan kebersihan rumah karena hewan ini bisa pipis sembarangan.

    Tentu kamu nggak mau ada kotoran berceceran dan baunya menyebar di rumah. Hal ini bisa membuat penghuni maupun tamu yang datang akan merasa tidak nyaman.

    Jika menemukan kucing peliharaan kamu pipis sembarangan, sebaiknya segera diatasi ya. Berikut ini penyebab kucing kencing sembarangan dan cara membersihkannya agar tak terulang lagi.


    Penyebab Kucing Pipis Sembarangan

    Dilansir dari The Vets, kucing pipis sembarangan bisa karena ada masalah kesehatan. Beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis dapat menyebabkan kucing pipis sembarangan. Apabila kucing di rumah tiba-tiba sering buang kotoran sembarangan di rumah, segera konsultasikan ke dokter hewan.

    Selain itu, perilaku pipis sembarangan juga bisa dipicu karena stres, kecemasan, atau perasaan menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya. Biasanya ini dikarenakan kotak pasir kotor.

    3 Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    Apabila kucing di rumah pipis sembarangan atau bau kotorannya menyebar ke seluruh rumah, coba tiga cara ini agar baunya cepat hilang.

    1. Segera Bersihkan

    Segera bersihkan pipis kucing agar baunya tidak menyebar ke seluruh ruangan. Di dalam kotoran kucing tersebut pasti mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut.

    2. Bersihkan Pakai Tisu atau Kain

    Kamu bisa membersihkan pipis kucing dengan mengelap menggunakan tisu. Setelah itu masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Lalu, gunakan cairan pembersih buat membersihkan bekas pipis kucing. Namun, hindari penggunaan produk pembersih berbasis amonia.

    Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa memicu kucing buat pipis lagi di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Itulah cara membersihkan pipis kucing agar tidak kencing sembarangan lagi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Bahan Ini Bikin Kucing Liar Ogah Buang Kotoran di Halaman Rumah



    Jakarta

    Pernahkah rumah kamu kedatangan kucing liar yang mengganggu? Nggak cuma mencuri makanan, hewan satu ini suka bikin geram karena kerap meninggalkan kotoran di halaman rumah.

    Mungkin kamu sudah sering mengusir kucing, tetapi tidak membuahkan hasil. Kucing itu tetap saja datang ke pekarangan rumah kamu.

    Sebenarnya ada berbagai cara untuk menjaga rumah agar tidak dihampiri kucing. Nah, ternyata cangkang telur bisa digunakan buat bikin kucing ogah didekati kucing, lho.


    Dilansir dari House Digest, cangkang telur dapat mengusir kucing dari pekarangan rumah. Caranya gampang, kamu hanya perlu meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil.

    Eits, tapi jangan terlalu kecil ya. Kemudian, potongan cangkang telur itu kamu sebarkan di halaman rumah. Adapun jumlah pecahan cangkang telur dapat kamu sesuaikan dengan luas halaman rumah.

    Pecahan cangkang telur tersebut membuat pekarangan rumah terasa tajam ketika diinjak. Hal ini membuat kucing tidak dapat berjalan di atasnya.

    Sebab, kucing tidak menyukai permukaan tajam lantaran membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan begitu, cangkang telur dapat dengan mencegah kucing mendekati rumah kamu.

    Ada banyak permukaan yang tidak disukai kucing. Permukaan itu termasuk aluminium foil, permukaan lengket, dan permukaan kasar seperti cangkang telur. Pecahan cangkang telur dapat dapat menusuk bantalan kaki kucing.

    Selain itu, kucing lebih menyukai permukaan tanah yang lembut dan berbutir untuk menutupi kotorannya, seperti pasir. Pecahan cangkang telur yang telah disebar di atas tanah rumah ini membantu membuat kucing tidak bisa menggali tanah. Alhasil, kucing akan mencari tempat lain untuk buang kotoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kucing Liar Suka Masuk Pekarangan Rumah?


    Jakarta

    Pernahkah kamu berpikir mengapa kucing liar terus berdatangan ke rumah meski sudah sering diusir? Hewan berbulu ini kalau dibiarkan masuk pekarangan bisa buang kotoran sembarangan.

    Berbagai cara sudah dilakukan tetapi rasanya percuma untuk mencegah kucing masuk rumah. Nah, mungkin saja ada sesuatu di rumah kamu yang menarik bagi kucing.

    Lantas, kira-kira apa yang bikin kucing suka masuk pekarangan rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    6 Alasan Kucing Masuk Pekarangan Rumah

    Inilah beberapa penyebab kucing masuk halaman rumah seperti yang dikutip dari Best Life.

    1. Makanan

    Makanan bisa jadi daya tarik nomor satu bagi kucing liar. Bahkan, kalau makanannya sudah tidak ada, kucing akan kembali lagi pekarangan karena ingat sempat ada sumber makanan di situ.

    “Ini mungkin termasuk sisa makanan di mangkuk hewan peliharaan jika Anda memberi mereka makan di luar, atau bisa juga tempat sampah, panggangan, dan sisa makanan piknik,” kata CEO Black Pest Prevention Nicole Carpenter.

    2. Mangsa

    Tak hanya makanan manusia, kucing juga tertarik dengan hewan dan serangga yang mereka mangsa. Misalkan ada burung ataupun tikus di rumah, tentu bakal jadi santapan menarik bagi kucing.

    3. Sumber Air

    Sumber air juga sama pentingnya dengan makanan bagi kucing liar. Rumah yang ada tempat mandi burung, air mancur, mangkung air hewan peliharaan, keran yang menetes, bahkan genangan air dapat menarik kucing ke halaman kamu.

    4. Tanaman Tertentu

    Menurut Carpenter, tanaman tertentu dapat membuat kucing mendekati rumah. Kucing biasanya tertarik pada tanaman yang kaya vitamin dan mineral. Tanaman yang disukai kucing antara lain peterseli, rumput gandum, rosemary, valerian, dan kamomil.

    5. Tempat Bersembunyi

    Kucing liar suka bersembunyi yang nyaman dan hangat untuk mereka berlindung. Mereka biasanya masuk ke gudang, sudut-sudut pekarangan, mesin mobil, dan semak-semak.

    6. Kucing Lain

    Jika kamu memelihara kucing di rumah, kucing liar mungkin tertarik untuk masuk halaman rumah. Hewan ini tertarik pada jejak bau yang ditinggalkan kucing lain. Mereka mungkin saja sedang mencari pasangan kawin.

    Itulah beberapa alasan kucing liar masuk pekarangan rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Taruh! Ini 3 Lokasi Terbaik untuk Kotak Pasir Kucing


    Jakarta

    Jika kamu punya kucing di rumah, jangan lupa untuk menyediakan kotak pasir atau litter box. Nah, untuk meletakkan kotak pasir ini tidak boleh sembarangan.

    Kotak pasir ini berfungsi sebagai media yang digunakan oleh kucing untuk buang air besar maupun buang air kecil. Dilansir dari The Spruce Pets, disarankan untuk memiliki lebih dari satu kotak pasir untuk satu ekor kucing. Sebab, ada kucing yang tidak mau buang air kecil dan buang air besar di tempat yang sama.

    Nah, ada beberapa lokasi yang cocok untuk meletakkan kotak pasir di rumah. Di mana saja itu? Masih dilansir dari The Spruce Pets, berikut ini informasinya.


    Lokasi yang Sepi

    Kucing menyukai privasi yang terjaga. Maka dari itu, meletakkan kotak pasir di tempat yang sepi bisa menjadi pilihan yang baik.

    Kamu bisa meletakkan kotak pasir di kamar mandi tamu yang jarang dipakai. Jika ingin menaruh kotak pasir di ruang cuci, pastikan kamu menempatkannya jauh dari mesin cuci karena suaranya yang berisik bisa membuat kucing stres.

    Jauh dari Tempat Makan

    Jangan taruh kotak pasir di dekat tempat makan kucing karena alasan kebersihan. Sebaiknya, kamu menyimpan kotak pasir terpisah dari area makan.

    Lokasi Mudah Diakses

    Pastikan lokasi kotak pasir mudah diakses untuk kucing ya detikers. Jangan sampai menaruhnya di tempat yang perlu membuka atau menutup pintu terlebih dahulu.

    Disarankan juga untuk meletakkan kotak pasir di tempat yang tidak perlu naik-turun tangga. Jika meletakkan kotak pasir di lantai atas bisa saja membuat anak kucing atau kucing yang sudah tua enggan menggunakannya di sana. Sebab, harus menaiki tangga terlebih dahulu.

    Itulah beberapa lokasi yang cocok untuk meletakkan kotak pasir. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Meninggalkan Kucing saat Mudik, Pastikan Anabul Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Bagi pemilik kucing, perjalanan mudik seringkali menimbulkan dilema, apakah kucing ikut atau ditinggal di rumah. Jika memilih untuk meninggalkan kucing, tentu ada hal yang perlu diperhatikan.

    Kucing harus tetap merasa nyaman, aman, dan terjaga kebutuhannya selama ditinggal pulang kampung pemiliknya. Ketahui beberapa tips meninggalkan kucing saat mudik berikut ini.

    7 Tips Meninggalkan Kucing saat Mudik

    Beberapa tips meninggalkan kucing saat mudik di antaranya membersihkan rumah, menyembunyikan kabel listrik, hingga memberikan kucing hiburan. Mengutip laman Comforted Kitty, The Refined Feline, dan Apartment Therapy, begini penjelasannya.


    1. Bersihkan Rumah

    Penting untuk memastikan rumah menjadi tempat yang aman bagi kucing. Singkirkan tas belanja dan barang-barang lain yang tidak diperlukan.

    Beberapa benda rumah tangga yang bisa membahayakan kucing di antaranya:

    • Makanan seperti coklat, kismis, alpukat, dan bawang
    • Zat kimia sepert pengharum ruangan, pupuk rumput, dan insektisida
    • Obat-obatan dan suplemen
    • Uang receh
    • Benda tajam.

    2. Sembunyikan Kabel Listrik

    Kucing bisa mengunyah apa saja. Jadi, sebelum pergi cabut kabel elektronik dan peralatan yang tidak perlu dicolokkan. Gulung kabelnya dan simpan di tempat aman.

    3. Siapkan Makanan dan Air untuk Kucing

    Kalau kamu memberi kucing makanan kering, pastikan makanan yang disediakan lebih dari cukup. Simpan makanan di dua lokasi dan jauhkan dari air agar teksturnya tidak berubah.

    4. Berikan Kucing Hiburan

    Kucing adalah makhluk sosial yang butuh perhatian dan waktu bermain. Meninggalkan kucing dalam waktu lama bisa menimbulkan kecemasan dan perilaku merusak. Jadi, pastikan mereka bisa menemukan mainannya sehingga kucing bisa bermain tanpa perlu cemas.

    5. Pastikan Kucing Tidak Akan Terjebak di Ruangan Rumah

    Jika kucing bisa ke beberapa ruangan atau kamar di rumah, pemilik perlu memastikan pintu kamar tidak tertutup. Ganjal pintu untuk membuatnya terbuka, sehingga kucing tidak terjebak di dalam satu ruangan.

    6. Bersihkan Tempat Kotoran Kucing

    Tempat kotoran kucing berupa kotak pasir harus dibersihkan tepat sebelum pemilik pergi. Kalau kamu biasa membesihkan kotak pasir setiap kali digunakan atau memiliki banyak kucing, tambahkan lebih banyak kotak pasir. Cara lainnya adalah menggunakan tempat pembuangan otomatis.

    7. Pastikan Seseorang Bisa Masuk ke Dalam

    Saat meninggalkan rumah dalam waktu lama, pastikan ada orang yang bisa masuk ke dalam rumah jika diperlukan. Titipkan kunci rumah ke seseorang yang dipercaya untuk mengantisipasi adanya keadaan darurat.

    Kamu juga bisa meminta pengasuh atau seseorang untuk memeriksa kucing secara berkala. Meski kucing cukup mandiri, tapi mereka tetap bisa sakit atau terluka tiap saat.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com