Tag: kucing

  • 6 Tanaman yang Dibenci Kucing Bikin Ogah Dekati Rumah


    Jakarta

    Pernahkah menemukan kucing liar masuk pekarangan, bahkan sampai ke dalam rumah? Meski terlihat menggemaskan bagi sebagian orang, kehadiran kucing juga bisa mengganggu penghuni rumah.

    Kucing suka buang air di taman atau pekarangan rumah. Untuk mencegah kucing masuk dan buang air di halaman rumah, kamu bisa menanam sejumlah tanaman, lho. Ada beberapa tanaman yang dibenci kucing, sehingga enggan mendekatinya rumah.

    Lantas, tanaman apa yang bisa menghalau kucing masuk rumah? Yuk, simak jenis tanamannya berikut ini.


    Tanaman yang Dibenci Kucing

    Inilah deretan tanaman yang dibenci kucing, dikutip dari Tom’s Guide dan Home and Gardens.

    1. Lavender

    Lavender adalah tanaman yang mempunyai bunga yang cantik. Ternyata aroma khas dari lavender ternyata tidak disukai oleh kucing.

    Terdapat senyawa tidak beracun yang disebut linalool di dalam lavender yang tidak disukai serangga. Maka dari itu, lavender juga ampuh untuk mencegah beberapa hama, mulai dari tikus, lalat, nyamuk, dan semut.

    Merawat lavender juga terbilang mudah. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama meski tidak disiram air, bahkan bisa bertahan dari serangan beku.

    2. Serai

    Sereh atau serai juga tanaman yang dibenci kucing. Walaupun manusia sering masak menggunakan tanaman ini karena aroma yang menenangkan, tetapi tidak disukai oleh hewan-hewan.

    Serai termasuk tanaman tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh, serta suhu tidak pernah turun di bawah 4 derajat Celcius.

    Tanaman ini juga tergolong minim perawatan, sehingga cukup disiram secara teratur di waktu musim panas. Ketika menanam di pot, sebaiknya mencari pot berukuran minimal 12 inci dan menggunakan tanah pot berkualitas tinggi.

    3. Rosemary

    Rosemary memiliki aroma yang bikin kucing ogah mendekat ketika akan memasuki halaman rumah detikers. Rosemary bisa jadi pilihan alternatif sebagai tanaman hias di rumah karena mudah ditanam. Cukup menggunakan pot kecil dan rosemary bisa ditanam di dalam ruangan.

    4. Oregano

    Oregano adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia alami bernama carvacrol. Senyawa ini dapat mengiritasi sistem pernapasan kucing.

    Apabila detikers tidak punya banyak waktu untuk merawat tanaman, oregano bisa menjadi pilihan terbaik. Sebab, tanaman ini mudah tumbuh dan bekerja dengan baik di jenis dan kondisi tanah yang bebas pengeringan.

    5. Geranium

    Geranium ini juga dapat mencegah kucing mengacaukan pekarangan rumah. Tumbuhan ini banyak ditanam di halaman rumah karena memiliki semburan warna yang indah.

    Aroma yang keluar dari geranium ternyata tidak disukai kucing. Selain itu, geranium juga memiliki daun yang berduri, sehingga bikin tidak nyaman untuk berjalan di dekatnya.

    Tanaman ini juga termasuk yang mudah perawatannya. Geranium yang cerah mudah tumbuh di semua jenis tanah (kecuali basah), serta tumbuh subur di bawah sinar matahari atau sebagian/teduh.

    6. Lemon

    Kucing tidak menyukai buah lemon karena aromanya yang kuat. Selain itu, pohon lemon mengandung banyak minyak seperti limonene dan citral yang juga tidak disukai para kucing.

    Untuk menanam pohon lemon, sebaiknya ditanam di pot yang berukuran besar. Hal ini agar pohon lemon bisa tumbuh lebih tinggi. Cara merawatnya juga harus hati-hati, pastikan tanahnya memiliki drainase yang baik dan sebaiknya menggunakan tanah organik.

    Meski perawatannya cukup merepotkan, tetapi pohon lemon juga memiliki banyak keuntungan. Sebab, kalau buahnya sudah matang kamu tinggal memetiknya saja dari pekarangan rumah.

    Itulah enam tanaman yang dibenci kucing. Kalau ada tanaman ini, kucing bakal ogah mendekat dan buang air di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Rumah Ramah Kucing Agar Lebih Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Pemilik rumah terkadang mempunyai peliharaan di dalam huniannya, salah satu yang paling umum adalah kucing. Nah, sebenarnya kucing mempunyai kebutuhan tersendiri untuk membuatnya merasa nyaman dan aman di dalam rumah.

    Kebanyakan rumah tidak dirancang sesuai dengan kebutuhan kucing. Untuk itu, ada baiknya pemilik membuat rumahnya lebih ramah bagi kucing.

    Lantas, bagaimana cara membuat rumah ramah kucing? Yuk, simak caranya berikut ini.


    Tips Bikin Rumah Ramah Kucing

    Inilah cara membuat rumah menjadi lebih nyaman bagi kucing dikutip dari international cat care.

    1. Tempat Tidur Kucing

    Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

    Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

    2. Tiang Garukan Kucing

    Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Rumah yang ada kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan.

    Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

    3. Jendela Kecil

    Kucing lebih suka jendela berukuran kecil di ruangan yang lebih redup. Jendela besar bisa membingungkan kucing karena mereka melihat pemandangan luar beserta potensi bahaya.

    Jendela yang kecil memungkinkan kucing buat bersembunyi sambil menjaga wilayah kekuasaan mereka. Sementara itu, jendela berukuran besar membuat mereka berhadapan langsung dengan kucing liar.

    4. Tutupi Bukaan di Rumah

    Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Meski ada kucing, jangan enggan membuka jendela atau pintu di rumah.

    Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

    5. Kotak Pasir Kucing

    Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

    Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

    Itulah beberapa tips untuk membuat rumah menjadi ramah kucing. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah, Auto Nggak Betah


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu menggemaskan yang sering dipelihara di rumah. Namun, berbeda hal dengan kucing liar yang terkadang bikin geram karena suka masuk halaman rumah dan buang kotoran.

    Meski sudah sering diusir, kucing liar terkadang kembali lagi. Kalau menemukan kondisi seperti ini, diperlukan langkah strategis buat mencegah kucing masuk halaman rumah.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan buat menghalau kucing liar? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Kucing liar akan tinggal di daerah yang ada banyak sumber makanan. Hindari memberi makan kucing agar mereka tidak merasa betah. Kemudian, tutup tempat sampah dengan rapat supaya nggak jadi tempat kucing mencari makan.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Tutup lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu. Langkah ini guna menghindari adanya tempat tinggal bagi kucing liar.

    3. Beri Tekstur pada Permukaan Tanah

    Kucing suka berjalan di halaman rumah. Coba tabur kerikil, pecahan kulit telur, atau lapisan kawat ayam agar kucing liar merasa tidak nyaman berjalan di sana.

    4. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Taburkan bahan pengusir kucing liar di kebun. Misalnya menaruh kamper, kain lap yang dibasahi amonia, bubuk mustard, cabai rawit, bubuk kopi, dan semprotan berbahan jeruk. Ingatlah untuk menaruh kembali pengusir kucing tersebut setelah hujan lebat.

    5. Buat Pagar Anti Kucing

    Halangi kucing masuk ke area rumah dengan mengamankan pagar. Pagar anti-kucing meliputi pemasangan jaring anti-kucing yang tidak dapat dipanjat kucing dan palang beroda di bagian atas pagar, sehingga kucing tidak dapat memanjatnya.

    Jika kucing melompati pagar di satu area, coba taruh kaleng kosong yang diisi dengan kelereng. Letakkan kaleng di area yang diinginkan agar ketika jatuh, kucing yang melompat ke pagar ketakutan.

    Pilihan lainnya adalah menggunakan bel atau lonceng angin yang sensitif. Benda ini akan mengeluarkan suara saat kucing menimbulkan getaran.

    Itulah tips mencegah kucing masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kucing Liar Datang ke Rumah dan Cara Ampuh Mengusirnya



    Jakarta

    Kucing liar terkadang suka masuk ke halaman rumah. Meski tergolong hewan menggemaskan dan dijadikan peliharaan, kucing liar bisa mengganggu penghuni rumah.

    Hewan berbulu ini biasanya suka buang kotoran di tanaman. Mereka juga bisa merusak tanaman dan mengacak tempat sampah.

    Setelah diusir berkali-kali, kucing liar terkadang tetap kembali lagi ke rumah. Walaupun kesal, jangan sampai menyakiti kucing ya. Masih ada banyak cara untuk memastikan kucing nggak datang lagi ke rumah.


    Sebelum mencari cara mengusir kucing liar, sebaiknya ketahui dulu alasan mereka suka datang ke rumah. Simak penjelasannya berikut ini.

    Alasan Kucing Liar Datang ke Rumah

    Dikutip dari Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan. Kucing liar sering datang ke rumah karena alasan terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman.

    1. Sumber Makanan

    Kucing selalu mencari tempat yang ada sumber makanan yang dapat diandalkan. Mereka akan berdatangan ke rumah kalau ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan. Kucing mempunyai indra penciuman yang tajam, sehingga mampu menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

    2. Tempat Berlindung

    Hewan bertarik ini juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Ada banyak tempat sepi yang cocok buat kucing bersembunyi, seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan. Tempat tersebut bisa untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

    Cara Mengusir Kucing Liar dari Rumah

    Berikut ini cara mengusir kucing liar agar tidak datang ke rumah, dirangkum dari The Spruce dan Pets Stack Exchange.

    1. Pastikan Tak Ada Memberi Makan Kucing

    Kucing biasanya akan kembali ke tempat yang menyediakan makanan. Kalau nggak mau kucing datang, hindari memberi makan atau menyediakan air dekat rumah.

    2. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Pastikan untuk selalu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Lalu, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing.

    3. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

    Hancurkan cangkang telur potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Butiran cangkang yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di tanah.

    4. Sebarkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

    Selanjutnya, manfaatkan aroma yang tidak disukai kucing untuk mengusirnya. Biasanya hewan ini menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, eucalyptus, kopi, dan cuka.

    Pastikan untuk mengaplikasikan aroma kembali secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    5. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

    Penghuni rumah bisa menanam tanaman yang memiliki aroma yang tak disukai kucing supaya mereka nggak betah. Beberapa tanaman tersebut seperti lavender, rosemary, dan mint. Selain itu, tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun juga tidak disukai kucing.

    Pelihara tanaman ini pekarangan rumah untuk mencegah kucing liar datang. Meski baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

    6. Pasang Pagar Khusus

    Pagar bercelah mudah dilewati kucing. Pasanglah pagar khusus anti-kucing agar mereka kesulitan masuk rumah.

    Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk. Selain itu, penghuni bisa meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah permukaan tanah atau material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya.

    Itulah alasan kucing liar datang ke rumah dan cara ampuh untuk mengusirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Bulu Kucing yang Menempel di Karpet? Ini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan yang lucu dan menggemaskan. Namun, bulunya yang suka berterbangan di udara kerap menjadi masalah bagi penghuni rumah.

    Apalagi jika bulu kucing sudah menempel di karpet. Sebab, membersihkan bulu-bulunya cukup sulit sehingga harus dikerjakan secara ekstra.

    Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan bulu kucing yang menempel di karpet. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan

    Bagi kamu yang memelihara kucing di rumah, sebaiknya tetap hati-hati agar tidak menghirup bulu kucing. Soalnya, bulu ini dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

    Dilansir situs Interior Design, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing:

    1. Alergi

    Bagi sebagian orang, bulu kucing bisa menyebabkan alergi. Air ludah dan urine yang tertinggal pada bulu kucing ini dapat mengandung zat yang memicu alergi pada kulit manusia.

    2. Toksoplasmosis

    Penyakit yang satu ini dinilai cukup berbahaya karena disebabkan oleh parasit yang terdapat pada feses kucing yang telah terinfeksi dan sisa feses yang menempel pada bulu kucing. Apabila parasit berpindah ke manusia maka bisa memicu cacat pada bayi lahir hingga rentan keguguran.

    3. Kurap

    Seseorang juga bisa mengalami kurap ketika terkena bulu kucing. Hal ini terjadi karena bulu kucing yang menempel di kulit dan tidak dicuci secara bersih.

    Cara Mengatasi Bulu Kucing di Karpet

    Ada beberapa cara sederhana dan ampuh untuk mengatasi bulu kucing di karpet. Berikut sejumlah tipsnya:

    1. Selotip Polos

    Selain membersihkan di karpet, selotip polos juga bisa digunakan untuk mengangkat bulu kucing di pakaian. Caranya mudah, cukup potong selotip menggunakan gunting atau menyobek langsung dengan ukuran sekitar 10 cm sampai 15 cm.

    Kemudian, tempelkan bagian perekat pada selotip pada permukaan karpet atau barang yang terdapat bulu. kamu dapat melakukannya berulang kali sampai bersih.

    2. Sarung Tangan Karet

    Sarung tangan karet dapat digunakan untuk mengangkat sisa-sisa bulu kucing yang menempel di karet. Bahan karet saat digesekkan dengan permukaan kasar seperti karet mampu menghasilkan listrik statis. Hasilnya, bulu kucing yang ada di permukaan karpet dapat terangkat.

    3. Rol Rambut

    Cara berikutnya adalah menggunakan rol rambut. Soalnya, permukaan rol yang bertekstur kasar dan bercabang dapat mengangkat bulu dan rambut rontok dari karpet.

    4. Balon

    Balon juga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat bulu-bulu kucing di karpet. Tekniknya sama seperti memakai sarung tangan karet, yakni dengan menggesekkan balon ke permukaan karpet dan voila! Bulu kucing yang menempel dapat terangkat berkat listrik statis.

    5. Lap Basah

    Kain lap basah juga bisa dipakai untuk mengangkat bulu kucing, lho. Caranya cukup menggunakan kain atau lap yang dibasahi dengan air bersih untuk mengangkat bulu kucing di karpet. Cara ini juga bisa diterapkan pada permukaan lain, seperti dinding atau papan.

    Itu dia lima cara mengatasi bulu kucing yang menempel di karpet dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Ampuh Hilangkan Bau Kucing biar Nggak Ganggu Penghuni Rumah


    Jakarta

    Kucing adalah hewan menggemaskan yang banyak dipelihara orang. Namun, kehadiran kucing di rumah nggak selalu indah, salah satunya karena bau kotorannya mengganggu.

    Penghuni rumah lama-lama bisa saja terbiasa dengan bau kucing. Akan tetapi, aroma tersebut dapat mengganggu tamu yang berkunjung ke rumah.

    Dilansir dari The Spruce, kotoran kucing mengeluarkan bau kuat dan busuk. Nah, ternyata aroma ini berasal dari kandungan urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik pada kotoran. Selain dari kotoran, bau kucing bisa disebabkan oleh muntahan atau rontokan bulu kucing.


    Jika masalah kotoran tidak ditangani dengan tepat, baunya bisa tercium ke seantero rumah. Oleh karena itu, pemilik harus tau cara menghilangkan bau kucing agar aroma rumah tetap segar.

    Tips Hilangkan Bau Kucing

    Inilah cara menghilangkan bau kucing di dalam rumah.

    1. Rawat Kucing

    Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi bau kucing adalah mengatasi dari sumbernya. Pemilik perlu merawat kucing seperti dengan memastikan makanan yang dikonsumsi aman untuk pencernaan. Lalu, memeriksa kesehatan kucing, terutama saat mengalami gangguan pencernaan atau susah makan. Kemudian, bulu kucing juga perlu dirawat agar wangi dan tidak mudah rontok.

    2. Bersihkan Kotak Pasir

    Kucing biasanya buang kotoran di dalam kotak pasir khusus. Nah, kotak pasir tersebut harus dibersihkan secara rutin. Jangan biarkan kotoran kucing terlalu lama didiamkan.

    Kalau pemilik sibuk dan tak sempat membersihkannya, ada kotak pasir modern yang dapat mengganti pasir kotor secara otomatis, lho. Dengan begitu, pemilik rumah cukup membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

    3. Bersihkan Pakai Cuka

    Walau sudah rajin dibersihkan, terkadang kotak pasir tetap mengeluarkan bau tak sedap. Solusinya, coba tambahkan cuka ke dalam air, lalu semprotkan pada noda di kotak pasir. Cara ini juga bisa diaplikasikan pada noda kotoran kucing di bagian rumah lainnya.

    Diamkan bekas semprotan itu selama 15-30 menit dan basuh dengan kain bersih. Lalukan langkah-langkah ini secara berulang sampai noda benar-benar hilang.

    4. Rajin Bersihkan Rumah

    Memelihara kucing di rumah, berarti pemilik harus siap menemukan rontokan bulu kucing di mana-mana. Bulu kucing bisa jadi sumber bau tidak sedap di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya membersihkan rumah setiap hari terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bau kucing di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 6 Tanaman Ini Bikin Kucing Ogah Masuk Rumah


    Jakarta

    Kucing, baik kucing liar maupun peliharaan tetangga, kerap kali masuk ke pekarangan rumah. Hal ini bisa dianggap menyebalkan apalagi jika pemilik rumah tidak begitu menyukai kucing.

    Kucing-kucing tersebut bisa saja buang air sembarangan di pekarangan rumah yang kotorannya tentu jadi pekerjaan bagi pemilik hunian. Namun, hal itu bisa dicegah salah satunya dengan menanam tanaman yang dibenci kucing.

    Menanam tanaman yang tidak disukai kucing bisa memperkecil kemungkinan hewan mamalia itu memasuki pekarangan rumah. Apa saja tanaman yang bisa ditanam? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Dilansir dari Ideal Homes, lavender merupakan tanaman yang tidak disukai kucing. Aromanya yang sangat kuat bisa mengalahkan wewangian lainnya di kebun rumah sehingga kurang menarik bagi kucing. Merawat lavender juga relatif mudah jadi bisa menjadi opsi tanaman di kebun rumah.

    “Lavender yang paling efektif untuk mengusir kucing di kebun adalah yang tumbuh tinggi dan seperti semak, sehingga kucing sulit berjalan melewatinya dengan mudah,” saran Sarah Elliott, Pakar Kesehatan Kucing di VetHelpDirect.com, dikutip dari Ideal Homes.

    2. Geranium

    Bunga geranium.Bunga geranium. Foto: iStock/ph2212

    Geranium memang bisa menghasilkan wangi yang harum namun tidak disukai oleh kucing. Ditambah lagi, geranium memiliki daun berduri yang juga tidak disukai kucing jadi sangat cocok untuk ditanam di taman.

    3. Serai

    wedang seraiserai Foto: iStock

    Tanaman yang kerap menjadi bahan masakan ini juga bisa dipakai untuk mengusir kucing. Wanginya mungkin banyak disukai orang, tetapi tidak dengan kucing.

    Dilansir dari Homes & Gardens, pemilik rumah bisa menanam serai di tempat yang terkena sinar matahari langsung setidaknya 6 jam setiap hari. Penempatan serai yang strategis, seperti di dekat pintu masuk, bisa menjadi penghalang efektif yang menjauhkan kucing dari rumah.

    “Serai tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase yang baik. Karena berasal dari daerah tropis, ia lebih menyukai suhu hangat dan kelembapan yang konsisten, tetapi pastikan untuk tidak menyiramnya secara berlebihan,” kata pakar kebun Nikki Bruner, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Pohon Lemon

    Ripe lemon fruits on a branch.  Lemon orchad in the background.Please note: shallow depth of field.See also:Ilustrasi pohon lemon. Foto: iStock

    Aroma lemon yang kuat bisa membuat kucing menjaga jarak dan ogah memasuki pekarangan rumah. Pertimbangkan menanam pohon lemon di pot yang lebih besar yang memungkinkannya tumbuh subur dan menjadi pelindung untuk area tinggi yang bisa menjadi tempat masuk kucing, seperti pagar.

    Tempatkan pohon lemon di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung setidaknya selama 8 jam sehari. Tanaman ini juga menyukai kondisi lembap, jadi bisa semprotkan air agar tetap tumbuh subur, apalagi saat kondisi kering.

    5. Oregano

    Ilustrasi oreganoIlustrasi oregano Foto: Getty Images/wingedwolf

    Dilansir dari Tom’s Guide, oregano juga menjadi tanaman yang tidak disukai kucing. Tanaman ini mengandung senyawa kimia alami carvacrol yang bisa mengiritasi sistem pernapasan kucing. Apabila kucing memakan oregano, bisa beracun.

    6. Mint

    secret menu Starbucks rasa mintmint Foto: site news/iStock

    Tanaman ini dikenal dengan wanginya yang menyegarkan. Akan tetapi, kucing tidak menyukai wangi tersebut. Maka dari itu, sangat cocok untuk menanam tanaman ini di rumah.

    Cara lain untuk mengusir dengan mint adalah dengan membuat cairan dengan mengencerkan beberapa daun mint segar di dalam botol semprot yang berisi air. Biarkan larutan beberapa saat sebelum menyemprotnya ke berbagai area yang menjadi jalur masuk kucing.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa membuat kucing ogah masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Cegah Kucing BAB di Halaman, Bisa Pakai Jeruk


    Jakarta

    Kucing terkadang suka buang air besar (BAB) sembarangan, salah satunya di halaman. Hal ini tentu bikin penghuni rumah geram karena bisa mengotori sekaligus membuat bau tak sedap di halaman.

    Jika ada kucing liar yang BAB, mungkin kamu bisa mengusirnya dari halaman rumah. Namun lain halnya jika yang sering BAB adalah kucing peliharaan kamu sendiri. Tentu tidak tega kan untuk mengusirnya?

    Nah, ada sejumlah cara mudah untuk mencegah kebiasaan kucing BAB di rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Memiliki anabul tentu sangat lucu dan menggemaskan. Namun, semua itu berubah ketika kucing mulai sering BAB di halaman rumah.

    “Jika Anda melihat kucing mulai menyukai halaman Anda, mungkin Anda secara tidak sengaja menciptakan lingkungan yang sempurna bagi kucing untuk buang air. Meski ini adalah perilaku alami kucing, tapi hal itu bisa bikin frustrasi,” kata Shauna Walsh, dokter hewan PDSA yang mengutip Country Living, Selasa (24/6/2025).

    Berikut tips mudah mencegah kucing agar tidak BAB di halaman rumah:

    1. Menyebarkan Aroma yang Tidak Disukai Kucing

    Tips yang pertama adalah menyebarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender, pepermin, atau kayu manis. Ketiga tanaman itu diklaim ampuh mengusir kucing karena punya aroma menyengat.

    Kamu bisa menggunakan minyak atsiri dari ketiga aroma di atas, lalu dicampur dengan air, dan dimasukkan ke botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke seluruh halaman. Langkah ini terbilang hemat biaya sekaligus tidak membahayakan tanaman, tapi hanya efektif dalam hitungan jam saja.

    2. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing dari halaman. Mirip dengan aroma lavender dan pepermin, kucing tidak menyukai aroma jeruk yang kuat.

    Cara pakainya juga mudah, cukup mencincang halus kulit jeruk dan menaruhnya di sekitar taman. Selain itu, kamu juga bisa membuat larutan semprot dengan cara memeras buah jeruk yang dicampur air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    3. Pisang

    Masih terkait dengan aroma yang tidak disukai kucing, pisang bisa menjadi opsi alternatif untuk mengusir kucing dari halaman rumah. Kamu bisa memotong dan mencincang pisang sampai halus, lalu menebarkannya di sekitar halaman. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai oleh kucing.

    4. Bubuk Kopi

    Apabila buah-buahan kurang efektif untuk mengusir kucing, cobalah memakai bubuk kopi. Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman secara merata agar kucing tidak berani untuk BAB sembarangan.

    Bubuk kopi membuat kucing memilih ‘putar balik’ karena aromanya yang kuat. Di sisi lain, bubuk kopi juga disebut aman jika terkena rumput atau tanaman.

    5. Tutup Halaman dengan Ranting

    Tips berikutnya untuk mencegah kucing BAB di halaman adalah dengan menutupnya pakai ranting. Sebab, kucing tidak suka menginjak ranting karena punya duri tajam. Meski disebut efektif, tetapi cara ini bikin halaman rumah jadi terlihat tidak cantik karena ditutupi banyak ranting pohon.

    6. Cuka

    Aroma cuka yang kuat dan menyengat bisa menjadi cara alternatif agar kucing tidak BAB di rumah. Untuk cara pakainya, kamu dapat mencampur cuka dengan air, lalu dituangkan ke botol semprot. Setelah itu, kamu bisa menyemprotkan cairan cuka ke sekitar halaman.

    Namun perlu diingat, penggunaan cuka dalam jumlah banyak dapat membahayakan sejumlah tanaman. Jadi pakai secukupnya saja.

    7. Air Sabun

    Jika kucing masih sering BAB di halaman rumah, kamu bisa menggunakan air sabun. Aroma dari sabun yang wangi justru tidak disukai kucing sehingga memilih menjauh dari halaman.

    Sebaiknya siram air sabun ke halaman secara menyeluruh. Sebab, kucing bisa saja menemukan area di sudut halaman yang menurutnya aman untuk BAB.

    Itu dia tujuh cara mudah cegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Liar Suka Buang Kotoran di Halaman Rumah? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah bisa bikin penghuni rumah kesal. Bagaimana tidak, hewan berbulu ini suka buang kotoran di taman.

    Hal itu membuat kotor dan berantakan pekarangan. Belum lagi penghuni rumah harus waspada agar sampai menginjak ‘ranjau’ alias kotoran kucing yang terkubur di tanah.

    Dilansir dari Time for Paws, kucing liar mencari tempat yang aman. Mereka sering datang ke rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung.


    Kucing bisa saja mencari tempat aman di sekitar rumah. Oleh karena itu, penghuni butuh trik ampuh untuk membuat kucing nggak betah mendekati rumah. Namun, jangan sampai menyakiti kucing.

    Bagaimana cara mencegah kucing masuk halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah sejumlah cara untuk mengusir kucing dari rumah biar nggak buang kotoran sembarangan dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Penghuni perlu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Bersihkan juga sisa makanan supaya aromanya tidak mengundang kucing.

    2. Jangan Beri Makan Kucing

    Pastikan tidak ada yang memberi makan atau air ke kucing liar. Sebab, kucing biasanya kembali ke tempat yang terdapat sumber makanan.

    3. Pasang Pagar Khusus

    Kucing dapat masuk halaman rumah dengan melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    Selain itu, penghuni dapat membuat permukaan tanah tidak nyaman buat diinjak kucing. Caranya dengan meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah tanah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Kemudian, penghuni bisa menanam sejumlah tanaman di pekarangan. Pilih tanaman yang aromanya tidak disukai kucing, seperti lavender, mint, dan roesmary.

    5. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur juga bermanfaat untuk mengusir kucing dari halaman rumah, lho. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Kucing akan merasa tidak nyaman berjalan di tanah dengan butiran cangkang yang tajam.

    6. Sebar Bau yang Tak Disukai Kucing

    Terakhir, penghuni dapat sebarkan bahan dengan aroma yang dibenci kucing. Kucing akan menghindari bau menyengat, misalnya dari bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka.

    Sebarkan bahan-bahan tersebut secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Cara ini cukup ampuh buat mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    Itulah tips mencegah kucing masuk pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Pipis Kucing Bisa Hilang Pakai 4 Bahan Ini, Sudah Coba?


    Jakarta

    Kucing merupakan hewan yang mudah ditemui di sekitar rumah. Kucing juga menjadi salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh masyarakat karena perawatan kucing tidak begitu sulit karena hewan ini cukup mandiri, jika dibandingkan dengan anjing.

    Namun, sama seperti hewan lain, kucing juga bisa membuat jengkel karena terkadang hewan satu ini kerap buang air sembarangan. Bahkan jika sudah disediakan kotak pasir, ada saja kejadian kucing justru pipis sembarangan.

    Hal ini tentu merepotkan karena pipis kucing memiliki bau yang menyengat dan bisa menempel cukup lama. Selain itu, pipis kucing juga mengandung bakteri dan parasit. Salah satu bakteri yang ditemukan dalam urine kucing adalah Escherichia coli (E. coli). Ketika membersihkannya tangan perlu dilindungi dengan sarung tangan karena urine kucing bisa memicu infeksi.


    Untuk memastikan permukaan bekas pipis kucing benar-benar bersih, membilas dengan air saja tidak cukup. Dilansir Home Made Simple, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai agar permukaannnya kembali bersih dan tidak berbau.

    1. Gunakan Cuka

    Cuka sebenarnya berguna untuk membasmi bakteri pada permukaan yang kotor karena sifat asam dapat menetralkan bakteri.. Untuk menghilangkan bau yang menyengat bisa memakai bahan pembersih biasa, seperti sabun cuci piring. Setelah itu campurkan larutan pembersih, cuka putih, dan air dengan perbandingan 1:1:1.

    2. Gunakan Soda Kue

    Apabila tidak ada cuka, bisa juga memakai soda kue. Bahan ini cukup ampuh untuk membersihkan noda bekas pipis kucing di bahan tekstil seperti kasur, karpet, sofa, dan gorden. Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan yang terkena pipis kucing, lalu diamkan selama 1 jam. Setelah itu bersihkan dengan penyedot debu.

    3. Pemutih Oksigen atau Natrium Perkarbonat

    Cara membersihkan bekas pipis kucing yang mengenai pakaian bisa dibersihkan menggunakan bahan-bahan seperti air dingin, pemutih, cuka, dan soda kue.

    Pertama, siram pakaian yang terkena pipis kucing dengan air dingin yang mengalir. Kemudian, siapkan wadah air besar berisi ½ cangkir pemutih oksigen. Diamkan selama 2-3 jam.

    Setelah itu, angkat pakaian dan rendam dalam ember berisi cuka dan air dengan perbandingan 1:3. Tambahkan sedikit soda kue langsung ke area noda lalu biarkan di dalam campuran tersebut selama 10-15 menit. Apabila sudah selesai direndam, pakaian bisa dicuci di mesin cuci dengan suhu air agak dingin. Jangan lupa tambahkan detergen. Terakhir, jemur hingga kering.

    4. Air Dingin

    Apabila hanya terkena sedikit, pakaian tersebut bisa dibersihkan dengan air dingin yang disiram ke titik yang terkena kotoran tersebut. Hindari menggosok atau menyikat pakaian karena hanya akan membuat nodanya membandel sehingga bau tidak hilang.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau pipis kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com