Tag: kucing

  • Ampuh Hilangkan Bau Pesing! Begini Cara Bersihkan Pipis Kucing di Rumah


    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, jika kucing kamu sering pipis di dalam rumah tentu rasanya bikin kesal.

    Pipis kucing dapat mengeluarkan bau tak sedap ke seluruh ruangan. Hal ini bisa membuat kamu atau tamu yang datang ke rumah jadi merasa tidak nyaman.

    Jika kucing peliharaan kamu pipis sembarangan, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak bau dan kotor. Nah, untuk membersihkan pipis kucing juga tidak bisa sembarangan.


    Ingin tahu cara membersihkan pipis kucing di rumah biar nggak bau pesing? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Pipis Kucing di Rumah

    Apabila kucing kamu kedapatan habis pipis sembarangan di rumah, lakukan tiga cara ini agar baunya cepat hilang yang dilansir situs The Vets:

    1. Segera Bersihkan

    Langkah yang pertama adalah segera membersihkan pipis kucing yang ada di lantai rumah. Cara ini dilakukan agar bau pesing tidak menyebar ke seluruh ruangan.

    Saat membersihkan pipis kucing sebaiknya menggunakan sarung tangan. Soalnya, di dalam pipisnya mengandung bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia.

    2. Bersihkan Pakai Kain atau Tisu

    Untuk mengeringkan pipis kucing di lantai bisa dilap dengan tisu atau kain kering. Lalu, segera buang ke kantong sampah dan masukkan ke dalam tempat sampah. Pastikan tidak ada sisa pipis kucing yang berada di lantai.

    Oh ya, tidak disarankan membersihkan pipis kucing dengan air panas. Sebab, bau pipis kucing justru akan lebih sulit hilang.

    3. Siram dengan Cairan Pembersih

    Saat membersihkan bau pipis kucing, sebaiknya menggunakan cairan pembersih agar ampuh menghilangkan bakteri sekaligus membuat lantai wangi. Perlu diingat, hindari menggunakan produk pembersih berbasis amonia.

    Sebab, penggunaan produk pembersih itu dapat memicu kucing untuk pipis lagi di lokasi yang sama. Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Kenapa Kucing Pipis Sembarangan?

    Ada sejumlah penyebab kucing bisa pipis sembarangan. Faktor utamanya karena ada masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis.

    Jika kucing kesayanganmu akhir-akhir ini lebih sering pipis sembarangan dan terlihat murung, segera bertemu dengan dokter hewan untuk konsultasi.

    Penyebab lainnya karena dipicu stres, kecemasan, atau perasaan ingin menguasai wilayah tertentu. Bisa juga karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasir untuk membuang kotoran yang tak pernah dibersihkan.

    Selain itu, mungkin kucing tidak terbiasa untuk membuang kotoran atau pipis di dalam kotak pasir. Hal itu yang membuat kucing jadi sering pipis sembarangan di dalam rumah.

    Demikian tiga cara mudah membersihkan pipis kucing di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Cegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah


    Jakarta

    Pernahkah mendengar suara berisik dari atap rumah? Bisa jadi ada kucing liar berkeliaran di sana. Kehadiran hewan berbulu itu terkadang bikin pemilik rumah resah.

    Kalau sudah sampai atap rumah, kucing bisa saja buang kotoran sembarangan. Lalu, sejumlah kucing dapat bertengkar di atas rumah.

    Tingkah mereka ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Belum lagi, atap atau genteng bisa rusak karena aktivitas kucing.


    Lantas, bagaimana cara mencegah kucing naik ke atap rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Inilah cara agar kucing tidak naik ke atap seperti yang dilansir dari Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing dapat naik ke atap melalui dahan pohon yang mengarah ke bagian atas rumah. Pemilik rumah bisa menghilangkan akses itu dengan memangkas dahan pohon secara teratur.

    2. Letakkan Tanaman yang Tak Disukai Kucing

    Ada sejumlah tanaman yang aromanya tidak disukai kucing. Nah, pemilik bisa meletakkan tanaman di area kucing sering naik ke atas rumah, bukan di atap rumah. Jenis tanaman yang tidak disukai kucing di antaranya lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, dan thyme.

    3. Sebarkan Kulit Jeruk

    Jeruk mengeluarkan aroma khas yang tidak disukai kucing. Pemilik dapat menaruh kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah agar kucing enggan mendekat.

    4. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Manfaatkan alat penyiram otomatis yang menyala ketika ada pergerakan atau berdasarkan waktu. Alat ini akan menyiram air saat mendeteksi adanya pergerakan. Dengan begitu, kucing yang hendak mendekati rumah bakal kabur disiram alat tersebut. Namun, perlu diingat jangan pernah menyiram kucing dengan air panas ya.

    Itulah cara mencegah kucing naik ke atap rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesal Kucing BAB Sembarangan di Halaman Rumah? Begini Cara Usirnya


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu yang menggemaskan bagi sebagian orang. Namun, kalau kucing liar datang dan buang air besar (BAB) sembarang di halaman, penghuni rumah bisa merasa kesal.

    Kehadiran kucing liar dapat membuat pekarangan rumah terlihat kotor dan berantakan. Penghuni pun perlu lebih waspada agar tidak menginjak kotoran kucing saat berjalan di halaman rumah.

    Dikutip dari Time of Paws, kucing liar mendekati rumah karena mencari tempat berlindung dan sumber makanan. Oleh karena itu, penghuni harus membuat lingkungan rumah yang tidak nyaman bagi kucing.


    Bagaimana cara mencegah kucing masuk dan buang kotoran di halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Inilah tips mengusir kucing dari rumah sehingga tidak BAB sembarang di halaman, dikutip dari The Spruce.

    1. Tanam Tumbuhan yang Dibenci Kucing

    Penghuni bisa menanam tanaman yang dibenci di pekarangan. Pilih tanaman dengan aroma yang tidak disukai kucing, misalnya mint, lavender, dan rosemary.

    2. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Kemudian, buat kucing tidak nyaman berjalan di tanah dengan menaburkan pecahan cangkang telur. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah.

    3. Sebar Bau yang Dibenci Kucing

    Selain itu, sebarkan aroma yang dibenci kucing di sekitar rumah. Kucing menghindari bau menyengat seperti bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka. Cara ini cukup ampuh untuk mengusir kucing dari tempat tertutup misalnya plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    4. Pasang Pagar Khusus

    Kucing bisa masuk halaman rumah melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya dengan memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    5. Bersihkan Sampah

    Kucing tertarik buat mendatangi rumah yang sampahnya dibiarkan terbuka. Pastikan untuk menutup tempat sampah agar tidak bisa diraih oleh kucing. Kemudian, bersihkan sisa makanan supaya aroma tidak mengundang kucing.

    6. Jangan Beri Makan Kucing

    Kucing biasanya kembali ke tempat ia menemukan sumber makanan. Sebaiknya tidak memberi makan kalau nggak mau kucing kembali lagi ke rumah.

    Itulah cara mengatasi kucing yang suka BAB di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Masuk Halaman Rumah Bikin Geram? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kucing liar terkadang suka menyusup ke halaman rumah. Kehadiran kucing ini cukup mengganggu dan membuat penghuni rumah geram.

    Pasalnya, hewan berbulu itu kerap mengacak tempat sampah dan buang kotoran sembarangan. Alhasil, rumah jadi terlihat berantakan, kotor, dan enggak estetis.

    Meski kesal, bukan berarti penghuni boleh menyakiti kucing ya. Ada beberapa cara untuk mencegah kucing masuk ke halaman rumah. Simak cara bikin kucing enggan masuk halaman rumah berikut ini.


    Cara Mencegah Kucing Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara menghalau kucing masuk rumah, dikutip dari the Spruce dan Time for Paws.

    1. Pasang Pagar atau Penghalang Khusus

    Kucing biasanya masuk area rumah melalui celah pagar. Pemilik rumah sebaiknya memasang pagar atau penghalang khusus agar kucing sulit masuk.

    Coba pasang pagar rapat atau tambahkan penghalang seperti paku tumpul atau kawat ayam. Pemilik juga bisa pakai karpet plastik kasar di area tanah yang sering dilalui kucing.

    2. Taburkan Pecahan Cangkang Telur

    Taburkan pecahan cangkang telur ke permukaan tanah yang sering didatangi kucing. Langkah ini membuat kucing tidak nyaman berjalan di tanah sehingga mencegah mereka datang dan buang kotoran.

    3. Sebarkan Aroma yang Tak Disukai Kucing

    Kucing sensitif terhadap aroma menyengat. Penghuni rumah bisa memanfaatkan karakteristik itu untuk mengusir kucing secara alami. Coba sebarkan bahan alami seperti bawang putih, cuka, ampas kopi, tembakau, hingga eucalyptus di halaman rumah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Selain itu, ada sejumlah tumbuhan yang juga punya aroma menyengat. Penghuni bisa menanam tanaman seperti lavender, rosemary, minta, atau serai agar kucing ogah datang ke rumah.

    5. Bersihkan Sisa Makanan dan Tutup Tempat Sampah

    Salah satu alasan kucing mendatangi rumah adalah adanya aroma makanan. Nah, sebaiknya penghuni membersihkan sisa makanan dengan baik dan menutup tempat sampah dengan rapat.

    6. Jangan Beri Makan Kucing

    Terakhir, penghuni dianjurkan untuk tidak memberi makan kucing luar. Sebab, kucing tersebut cenderung akan kembali lagi ke rumah yang menyediakan makanan.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing masuk ke halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cantik tapi Berbahaya, Tanaman Ini Bisa Bikin Kucing Sakit Parah!


    Jakarta

    Bagi pemilik hewan peliharaan kucing di rumah, harus hati-hati ya kalau di dalam ruangan ada tanaman. Jika asal dimakan oleh kucing bisa keracunan lho.

    Memang, memiliki tanaman di dalam ruangan bisa bikin terlihat asri dan menyegarkan. Tapi ada beberapa tanaman yang kalau dimakan oleh kucing justru berbahaya bahkan menyebabkan kematian.

    Dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini beberapa tanaman yang bisa jadi racun kalau dimakan kucing.


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Namun, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing.

    Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    English ivy sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

    Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

    Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Bersihkan Kotoran dan Pipis Kucing yang Bikin Rumah Bau


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing bisa sangat menyenangkan. Sebab, kucing bisa diajak bermain untuk melepas penat karena tingkahnya yang lucu

    Namun, kelucuan dan gemasnya tingkah kucing bisa hilang saat ketahuan buang air sembarangan di rumah. Selain lantai menjadi kotor, bau yang muncul sangat tidak sedap sehingga bikin tidak nyaman.

    Kalau menemukan ada kotoran dan pipis kucing di rumah, jangan khawatir. Hal itu karena ada beberapa cara mudah untuk membersihkan kotoran tersebut. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Kotoran Kucing di Rumah

    Membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah dapat dilakukan dengan mudah. Dilansir situs The Vets, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Tisu atau Kain

    Untuk mengangkat kotoran kucing yang padat bisa menggunakan tisu atau kain. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan karet guna mencegah bakteri dan kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

    Masukkan kotoran kucing ke dalam kantong plastik, lalu buang ke dalam tempat sampah. Kemudian, bersihkan sisa-sisa kotoran di lantai dengan cairan pembersih agar bakteri tidak berkembang.

    Untuk pipis kucing, kamu juga bisa membersihkannya dengan tisu atau kain. Setelah itu, masukkan kain dan tisu yang penuh pipis kucing ke dalam kantong plastik, lalu segera buang ke tempat sampah.

    2. Jangan Buang Kotoran ke Kloset

    Sebagian orang memilih membuang kotoran kucing ke dalam kloset di kamar mandi. Sebab, kloset juga digunakan oleh manusia untuk buang air sehari-hari.

    Meski begitu, para ahli mengimbau agar tidak membuang kotoran kucing ke dalam kloset. Dikutip dari Green Matters, kotoran kucing mengandung organisme parasit, termasuk Toxoplasma gondii.

    Jika membuang kotoran kucing ke dalam kloset yang penuh air, maka parasit bisa masuk ke dalam sumber air dan menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Parasit ini sangat berbahaya bagi manusia, terutama bagi yang memiliki imun tubuh lemah dan ibu hamil.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Siram lantai bekas kotoran dan pipis kucing dengan cairan pembersih. Langkah ini agar lantai kembali bersih, wangi, dan tidak ada sisa bakteri yang hidup.

    Pastikan cairan yang digunakan tidak mengandung zat berbasis amonia. Soalnya, penggunaan produk pembersih berbasis amonia dapat memicu kucing untuk pipis kembali di tempat yang sama.

    Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih. Selain itu, bisa juga menggunakan campuran detergen dan air soda.

    Demikian cara membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jauhkan 7 Tanaman Hias Ini dari Kucing, Bisa Berbahaya!


    Jakarta

    Kucing merupakan makhluk lucu yang suka penasaran dengan benda di sekitarnya. Benda apa saja bisa jadi mainannya, termasuk tanaman. Umumnya mereka suka mencakar dan menggigit daunnya.

    Kita yang melihat hal tersebut mungkin khawatir tanaman tersebut rusak atau potnya jatuh karena terdorong. Namun, pemilik rumah juga harus memperhatikan apakah tanaman tersebut aman untuk kucingl karena ada beberapa jenis tanaman hias yang ternyata mengandung racun jika termakan.

    Tanaman-tanaman tersebut sebenarnya aman untuk dirawat di rumah dan tidak membahayakan manusia, tetapi untuk kucing sebaiknya dijauhkan. Dilansir dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera merupakan tanaman tropis yang bisa tumbuh subur di dalam rumah. Tanaman ini memiliki daun yang lebar dan memiliki bentuk yang unik.

    Di balik keindahannya, hati-hati tanaman ini ternyata harus dijauhkan dari kucing. Sebab, tanaman janda bolong mengandung kalsium oksalat yang tidak dapat terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah, hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman pothos merupakan tanaman rambat yang kerap diletakkan di dinding, di dalam rumah, dan di pagar. Tanaman ini tidak memerlukan tanah untuk tumbuh sehingga mudah dirawat karena air hanya perlu diganti sesekali. Namun, tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak baik untuk kucing karena dapat menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil merupakan tanaman hias yang cantik dengan warna bunga yang indah dan cerah. Untuk dirawat di rumah tentu indah dipandang dan membuat rumah lebih estetik.

    Sayangnya, bagian bunga maupun batang mengandung beracun yang dapat membahayakan kucing. Bagian paling beracun dari tanaman tersebut adalah umbinya (bulbs). Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah, hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman selanjutnya yang harus dijauhkan dari jangkauan kucing adalah tanaman ivy. Tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    Cara paling aman untuk merawat tanaman ini adalah dengan menggantungnya. Daunnya yang unik bisa menambah tampilan manis di rumah.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang bagus untuk menyaring udara kotor dan kelembapan di rumah. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah. Meski begitu, lidah mertua tidak aman untuk kucing karena apabila dikonsumsi bisa menyebabkan keracunan. Tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman merupakan tanaman yang sering direkomendasikan ada di rumah menurut feng shui karena dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, jauhkan tanaman ini dari kucing, anjing, dan kuda karena racunnya bisa menyebabkan hewan-hewan muntah, inkoordinasi, hingga depresi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Rumah Tanpa Menyakitinya


    Jakarta

    Kucing liar sering kali ditemukan di sekitar rumah. Hewan ini berkeliaran sampai terkadang masuk ke dalam halaman rumah.

    Biasanya mereka datang untuk mencari makanan dan tempat berlindung. Bagi sebagian orang, kehadiran kucing cukup mengganggu karena mereka kerap mencuri makanan, mengacak-acak barang, dan buang kotoran sembarangan.

    Jika menemukan kucing masuk rumah, penghuni yang merasa terganggu tentu akan segera mengusirnya. Namun, jangan sampai mengusir kucing dengan kekerasan sampai melukainya, misalnya menyiram air atau memukulnya. Lebih baik membuat lingkungan yang tidak disukai oleh kucing sehingga mereka ogah masuk.


    Cara Usir Kucing Liar

    Inilah beberapa tips membuat kucing ogah masuk area rumah dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Pemilik perlu mengatasi persoalan kucing dari sumbernya, salah satunya ada makanan. Jangan memberi makan kucing karena mereka akan kembali lagi.

    Lalu, tutup makanan di rumah agar tidak menarik perhatian kucing. Tempat yang sering jadi incaran kucing adalah dapur dan tempat sampah.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Selain menutup sumber makanan, pemilik rumah perlu menutup tempat kucing liar berlindung di rumah. Kucing biasanya memanfaatkan lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu.

    3. Buat Pagar Anti Kucing

    Selanjutnya, halangi akses masuk dengan membuat pagar anti kucing liar. Pemilik bisa menggunakan jaring yang tidak dapat dipanjat kucing. Kemudian, gantungkan kaleng berisi kelereng atau lonceng angin yang mengeluarkan suara ketika kucing menyebabkan getaran pada pagar.

    4. Beri Tekstur Pada Tanah

    Beri rintangan yang susah dilewati kucing buat mendekat ke rumah. Caranya bisa dengan menaburkan pecahan kulit telur, kerikil, dan lapisan kawat di pekarangan. Kucing nggak akan betah berjalan di atas tanah bertekstur.

    5. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Kucing punya indra penciuman yang sensitif. Pemilik rumah dapat memanfaatkan kemampuan itu dengan memberi aroma yang tidak disukai oleh kucing.

    Hewan berbulu itu tidak menyukai bau kamper, kain lap yang dibasahi amonia, cabai rawit, bubuk kopi, dan jeruk. Coba sebarkan aroma itu di sekitar rumah.

    Itulah beberapa cara mengusir kucing dari rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Kucing? Jangan Panik, Ini Biang Kerok & Cara Hilangkannya!


    Jakarta

    Memelihara hewan peliharaan seperti kucing tentu sangat menggemaskan. Namun, hewan berbulu ini terkadang mengeluarkan bau tak sedap ke seluruh rumah.

    Bau kucing ini mungkin sudah dianggap hal bias bagi pemilik rumah, tapi bagaimana jika ada tamu yang datang? Belum tentu mereka terbiasa mencium aroma tidak sedap itu.

    Ada sejumlah penyebab munculnya bau kucing hingga ke seluruh rumah. Jangan khawatir, aroma tersebut bisa diatasi dengan beberapa cara mudah.


    Ketahui penyebab muncul bau kucing di rumah dan cara mengatasinya dengan mudah dalam artikel ini.

    Penyebab Muncul Bau Kucing di Rumah

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya bau kucing di dalam rumah. Dilansir situs Furrbby, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa penyebabnya:

    1. Kotoran Kucing

    Faktor utama karena terdapat kotoran kucing di dalam rumah. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia. Campuran konsentrasi itu memicu bau yang kuat dan beraroma busuk.

    2. Kotak Pasir Jarang Dibersihkan

    Meski kucing sudah paham untuk buang air di kotak pasir (litter box), tetapi jika kotak pasirnya tidak dibersihkan maka bisa memicu bau tak sedap di dalam rumah. Apalagi jika kotoran sudah menumpuk dalam jumlah banyak, baunya terasa semakin menyengat.

    3. Bulu Kucing

    Kucing memiliki bulu yang mudah rontok. Jika bulu sudah rontok maka bisa cepat menyebar ke seluruh ruangan dan menempel di karpet, sofa, atau tempat tidur.

    Pada bulu kucing terdapat partikel mikroskopis yang merupakan sumber bau. Ketika bulu sudah menyebar ke seluruh ruangan maka bisa menimbulkan aroma tidak sedap.

    4. Tempat Tidur Kucing yang Sudah Kotor

    Apabila kucing di rumah memiliki tempat tidur sendiri, maka kain untuk alas tidurnya perlu dicuci secara berkala. Sebab, bulu-bulu dan sisa kotoran yang menempel bisa memicu bau tak sedap ke seluruh ruangan.

    Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah

    Bau kucing yang menyebar ke seluruh ruangan tentu bikin tidak nyaman. Dikutip dari The Spruce, berikut cara mudah menghilangkannya:

    1. Bersihkan Kotak Pasir

    Membersihkan kotak pasir kucing wajib dilakukan secara berkala. Semakin banyak anabul di rumah, maka perlu dibersihkan minimal setiap 2-3 hari sekali atau sebelum kotoran kucing menumpuk.

    2. Grooming Kucing

    Penting juga untuk membersihkan kucing dengan cara di-grooming. Kamu bisa membawa anabul kesayangan ke pet shop agar bisa dilakukan perawatan tubuh, seperti dimandikan, mencukur bulu, dan menggunting kuku.

    Pastikan juga makanan yang diberikan cocok dan aman sehingga tidak mengganggu pencernaan. Lalu, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, serta rutin membawanya ke dokter hewan untuk dicek kondisi kesehatan.

    3. Rajin Bersihkan Rumah

    Bulu-bulu kucing yang beterbangan di udara dapat menempel di karpet, sofa, hingga tempat tidur. Maka dari itu, pastikan rumah dibersihkan setiap hari, terutama pada area yang sering didatangi kucing karena kerap ditemukan banyak bulu.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi bau kucing yang tidak sedap di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Kencing di Rumah? Ini Cara Menghilangkan Najis dan Bau Sekaligus


    Jakarta

    Kucing adalah hewan yang sangat disukai dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri dikenal sangat menyayangi kucing. Namun demikian, kotoran kucing, baik itu tinja maupun air kencingnya, tetap dikategorikan sebagai najis.

    Umat Islam wajib mengetahui cara membersihkan najis kotoran kucing agar dapat menjaga kesucian tempat tinggal dan sahnya ibadah, terutama sholat.

    Dikutip dari buku Fiqhul Islam: Belajar Fikih Mazhab Syafi’I Untuk Pemula karya Imam Syafi’i, najis adalah istilah dalam agama Islam yang berarti sesuatu yang kotor, menjijikan dan hanya dapat dihilangkan dengan mensucikan diri dari najis dan mencuci sesuatu yang terkena najis.


    Jenis Najis

    Najis terbagi menjadi 3 bagian, yaitu hadas mughallazah, mukhaffafah dan mutawassitah. Ketiganya adalah golongan najis yang dibedakan sesuai tingkatannya.

    1. Najis Mughallazah

    Najis ini merupakan najis berat, yang termasuk ke dalamnya adalah anjing, babi, dan binatang yang lahir dari persilangan antara anjing dan babi, atau keturunan silang dengan hewan lain yang suci.

    2. Najis Mutawassithah

    Najis jenis ini merupakan najis tingkat sedang, terdapat 15 macam yang masuk ke dalam kategori sedang, di antaranya:

    – Setiap benda cair yang memabukkan (arak atau minuman keras).

    – Air kencing selain kencing bayi laki-laki di bawah dua tahun yang belum makan apa-apa selain air susu ibu.

    – Madzi, yaitu cairan berwarna putih agak pekat yang keluar dari kemaluan.

    – Wadi, yaitu cairan putih, keruh, dan kental yang keluar dari kemaluan.

    – Tinja atau kotoran manusia.

    – Kotoran hewan, baik yang bisa dimakan dagingnya atau tidak.

    – Air luka yang berubah baunya.

    – Nanah, baik kental atau cair.

    – Darah, baik darah manusia atau lainnya, selain hati dan limpa.

    – Air empedu.

    – Muntahan, yakni benda yang keluar dari perut ketika muntah.

    – Kunyahan hewan yang dikeluarkan dari perutnya.

    – Air susu hewan yang tidak bisa dimakan dagingnya. Sedangkan air susu manusia dihukumi suci, kecuali jika keluar dari anak perempuan yang belum mencapai umur baligh (9 tahun), maka dihukumi najis.

    – Semua bagian tubuh dari bangkai, kecuali bangkai belalang, ikan, dan jenazah manusia. Yang dimaksud bangkai dalam istilah fikih adalah hewan yang mati tanpa melalui sembelihan secara syara’ seperti mati sendiri, terjepit, ditabrak kendaraan, atau lainnya.

    – Organ hewan yang dipotong/terpotong ketika masih hidup (kecuali bulu atau rambut hewan yang boleh dimakan dagingnya).

    3. Najis Mukhaffafah

    Najis ini termasuk jenis yang ringan. Beberapa yang masuk ke dalam kategori ringan adalah:

    Kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI dan belum mencapai umur 2 tahun.

    Hukum Najis Kotoran Kucing

    Merujuk buku Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Taharah karya Ahmad Sarwat, Lc., menurut mayoritas ulama mazhab (terutama Syafi’i, Maliki, dan Hanbali), kotoran kucing termasuk najis mutawassithah (najis sedang), karena berasal dari hewan yang tidak halal dimakan dan najisnya bersifat ainiyyah atau berwujud jelas dan terlihat.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda tentang kucing:

    “Kucing itu tidak najis. Ia adalah hewan yang sering berkeliling di sekitarmu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

    Namun yang dimaksud dalam hadits ini adalah tubuh kucing dan liurnya yang bersih, bukan kotorannya. Kotoran tetap najis sebagaimana najis hewan pada umumnya.

    Cara Menghilangkan Najis Kotoran Kucing

    Untuk membersihkan najis kotoran kucing, ada dua hal yang perlu diperhatikan:

    Jika Najis Mengenai Lantai atau Tanah

    1. Buang kotorannya terlebih dahulu.

    Gunakan tisu, lap atau sarung tangan untuk mengambil tinja atau mengelap air kencing.

    2. Bersihkan sisa najis.

    Siram dengan air hingga tidak ada bekas warna, bau, dan rasa.

    3. Gunakan sabun jika perlu.

    Apabila najis menempel kuat atau berbau tajam, gunakan sabun dan air mengalir agar lebih bersih.

    Dalam Kitab: Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili, disebutkan, “Menghilangkan najis cukup dengan air yang mengalir dan hilangnya sifat najis (warna, bau, rasa).”

    Jika Najis Mengenai Pakaian atau Barang

    1. Pisahkan pakaian yang terkena najis dan jangan mencampurnya dengan pakaian lain saat mencuci.

    2. Cuci bagian yang terkena najis terlebih dahulu. Basahi dengan air dan gosok hingga bersih.

    3. Pastikan hilang warna, bau, dan rasa. Jika masih ada salah satu dari tiga sifat najis tersebut, cucilah kembali.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com