Tag: kuning

  • Jangan Pakai 3 Warna Cat Ini di Kamar Tidur, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Warna cat kamar dapat mempengaruhi suasana di kamar. Selain itu, warna cat dinding juga bisa berpengaruh pada pencahayaan di dalam kamar. Maka dari itu, memilih warna cat kamar tidur sebaiknya dipilih dengan cermat.

    Jangan sampai kamu salah memilih warna cat dinding karena ada beberapa warna yang sebaiknya dihindari. Warna-warna tersebut dapat mempengaruhi mood dan terkadang membuat tampilan kamar kurang menarik.

    Melansir Real Simple, Senin (22/7/2024), berikut warna-warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Kuning Cerah

    Menurut desainer interior, Emma Beryl, mengatakan bahwa warna kuning cerah kurang cocok untuk kamar tidur karena memiliki efek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur. Warna kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang menyadari mereka semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Bagi pencinta warna kuning cerah, Beryl menyarankan untuk menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan saja. Ini pun disesuaikan lagi dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    2. Merah dan Oranye

    Kantor Twitter Berubah Jadi 'Kamar Tidur' Setelah Dibeli Elon MuskKantor Twitter Berubah Jadi ‘Kamar Tidur’ Setelah Dibeli Elon Musk Foto: Dok. James Clayton/BBC

    Lagi-lagi warna cerah sebaiknya dihindari. Warna-warna hangat, seperti merah dan oranye, membuat dinding kamar tidur mencolok saat dilihat. Kamar tidur yang seharusnya menenangkan dan enak dipandang jadi terlihat begitu terang.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata desainer interior, Annie Delaporte, dikutip dari The Spruce.

    Sebagai gantinya, warna merah dan oranye disarankan untuk ruang kerja, dapur, dan ruang cuci.

    3. Hitam

    Ruang tamu kesan mewah dengan retro modern minimalism interior cat warna hitam dan putih.Ruang tamu kesan mewah dengan retro modern minimalism interior cat warna hitam dan putih. Foto: Getty Images/tulcarion

    Banyak orang yang menyukai warna hitam dalam gaya hidup mereka. Warna hitam memberikan kesan elegan pada ruangan. Namun, menurut ahli justru warna hitam memicu stres. Jika kamu memang pencinta warna hitam, kombinasikan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur. Warna biru tua juga bisa dijadikan alternatif pengganti warna hitam, lho!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Air Biru Lebih Dicari Ketimbang Oranye, Tahu Kenapa?



    Jakarta

    Ada beberapa jenis toren atau tandon air yang dijual di pasaran. Yang paling sering ditemui perbedaannya adalah dari segi warna.

    Umumnya, toren air berwarna oranye, ada juga warna biru. Tahukah kamu beda keduanya apa?

    Ternyata, selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Ternyata toren warba biru lebih banyak diminati ketimbang oranye.


    Toren Biru Lebih Tahan Lumut

    Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

    Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

    Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

    Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

    Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

    Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

    Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

    Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Pilihan Warna Lampu yang Bisa Bantu Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Warna dari cahaya dapat mempengaruhi jam biologis alami tubuh. Saat cerah, tubuh tahu bahwa sudah waktunya untuk bangun dan saat gelap tubuh akan bersiap untuk tidur.

    Kamar yang gelap adalah kondisi terbaik untuk tidur. Maka dari itu, lebih baik tidur dalam keadaan lampu mati. Namun, sebelum tidur warna cahaya yang disarankan adalah warna yang lebih hangat daripada cahaya yang lebih dingin. Hal ini karena cahaya berpengaruh pada kualitas tidur seseorang.

    Melansir Sleep Foundation, Senin (23/09/2024), berikut ini beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk dinyalakan pada saat tidur.


    Lampu Warna Terbaik untuk Tidur

    1. Lampu Warna Merah

    Lampu berwarna merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian atau pola yang diikuti oleh tubuh manusia dalam siklus 24 jam, yang berfungsi sebagai jam internal tubuh. Warna ini merupakan salah satu lampu terbaik untuk digunakan di malam hari.

    Penelitian menunjukkan paparan lampu warna merah dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin. Paparan cahaya merah saat tidur hingga bangun tidur dapat mengurangi rasa lelah dan bingung di pagi hari.

    2. Lampu Warna Kuning dan Oranye

    Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian sehingga pilihan yang tepat untuk dinyalakan di malam hari.

    Paparan cahaya ini dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

    Warna Cahaya yang Nggak Baik

    1. Cahaya BIru

    Penerima cahaya di mata yang mempengaruhi ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya biru. Cahaya biru tidak hanya menekan melatonin, tetapi juga mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

    Melihat cahaya biru secara teratur di malam hari meyakinkan tubuh bahwa saat itu masih siang, hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

    Hindari penggunaan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur.

    2. Cahaya Lampu Hijau

    Mirip dengan cahaya biru, cahaya hijau juga mengurangi rasa kantuk dengan mengurangi produksi melatonin. Meskipun cahaya biru dapat mengurangi kadar melatonin dua kali lipat dari cahaya hijau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Lampu Tidur yang Terbaik dan Terburuk agar Makin Nyenyak



    Jakarta

    Cahaya mempengaruhi jam biologis alami tubuh yang berlangsung 24 jam. Saat cerah tubuh tahu bahwa sudah waktunya untuk bangun, dan saat gelap tubuh akan bersiap untuk tidur.

    Kamar yang gelap adalah tempat terbaik untuk tidur. Namun, pada jam-jam sebelum tidur, warna cahaya yang lebih hangat lebih baik dari cahaya yang lebih dingin. Hal ini karena cahaya memainkan peran penting dalam mengatur tidur dan terjaganya seseorang.

    Melansir sleepfoundation, Senin (23/09/2024), selain warna putih kuning dan warm white, berikut ini beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk tidur.


    Lampu Warna Terbaik untuk Tidur

    Lampu Warna Merah

    Lampu berwarna merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian, warna ini merupakan salah satu lampu terbaik untuk digunakan di malam hari.

    Penelitian menunjukkan paparan lampu warna merah dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin.

    Paparan cahaya merah saat tidur dan saat bangun tidur dapat mengurangi kemungkinan merasa lelah dan bingung di pagi hari.

    Lampu Warna Kuning dan Oranye

    Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian dan merupakan pilihan yang baik untuk digunakan di malam hari.

    Paparan cahaya ini dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

    Warna Cahaya Terburuk untuk Tidur

    Cahaya BIru

    Reseptor cahaya di mata yang mempengaruhi ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya biru. Cahaya biru tidak hanya menekan melatonin, tetapi juga mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

    Melihat cahaya biru secara teratur di malam hari meyakinkan tubuh bahwa saat itu masih siang, hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

    Hindari penggunaan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur.

    Cahaya Lampu Hijau

    Mirip dengan cahaya biru, cahaya hijau juga mengurangi rasa kantuk dengan mengurangi produksi melatonin.

    Meskipun cahaya biru dapat mengurangi kadar melatonin dua kali lipat dari cahaya hijau, kamu mungkin tetap ingin menghindari cahaya hijau sebelum tidur.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, ini Warna yang Tepat untuk Ruang Kerja di Rumah


    Jakarta

    Warna membangkitkan emosi tertentu, perasaan yang kamu alami sangat bergantung pada warna yang kamu gunakan pada dinding ruang kerja di rumah. Warna yang digunakan pada dinding kantor memiliki efek yang besar.

    Efek yang diberikan seperti tingkat produktivitas, kesejahteraan, dan suasana hati kamu. Desain interior ruang kerja lebih dari sekedar estetika, tetapi juga mengembangkan suasana yang merangsang kreativitas, fokus, dan kolaborasi.

    Melansir chalkstudio design, Senin (7/10/2024), berikut ini cara memahami psikologi warna dan warna yang tepat untuk ruang kerja di rumah kamu.


    Memahami Psikologi Warna dalam Interior Ruang Kerja

    Warna Hangat

    Merah, jingga, dan kuning termasuk dalam golongan warna hangat. Warna-warna ini biasanya menimbulkan kegembiraan atau energi yang meningkat pada seseorang. Namun, jika terlalu sering digunakan, akan menghasilkan perasaan yang gelisah.

    Warna Dingin

    Biru, hijau, dan ungu dianggap menjadi warna yang dingin. Warna ini memiliki efek menenangkan dan dapat menimbulkan perasaan konsentrasi dan ketenangan.

    Menggunakan warna dingin berlebihan akan menimbulkan sensasi dingin, tidak hangat, dan sempit di ruang kerja.

    Warna Netral

    Putih, abu-abu, dan krem menjadi warna-warna yang netral. Nuansa ini memberikan kesan stabil dan dapat dianggap sebagai dasar untuk memadukan warna aksen yang berani.

    Warna Terbaik untuk Ruang Kerja dan Maknanya

    Biru

    Warna biru melambangkan kepercayaan, kedamaian, dan produktivitas. Warna ini cocok untuk area kerja yang terkonsentrasi, ruang rapat, dan area bersantai. Untuk menghindari ruang steril, pilih warna yang lebih cerah seperti biru langit dan biru kehijauan.

    Merah

    Warna merah melambangkan energi, gairah, dan kegembiraan. Warna merah sebaiknya digunakan dalam suasana kerja sama atau curah pendapat untuk menginspirasi kreativitas. Penggunaan yang berlebih akan memicu perasaan agresif atau cemas.

    Putih

    Warna putih melambangkan kebersihan, keterbukaan, dan awal yang baru. Putih menciptakan kesan lapang dan dapat menjadi warna dasar yang sangat baik dalam desain interior ruang kerja modern.

    Jingga

    Warna jingga melambangkan energi, motivasi, dan hubungan sosial. Jingga menjadi warna yang sangat bagus untuk ruang kolaborasi atau area breakout yang mendukung pembicaraan yang bersemangat.

    Hijau

    Warna hijau melambangkan keseimbangan, harmoni, dan kemajuan. Hijau mendorong fokus dan konsentrasi, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk lingkungan ruang kerja. Nuansa hijau muda bersifat menenangkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna yang Bikin Ruangan Kecil Terasa Lebih Sempit


    Jakarta

    Ilusi bisa diciptakan dengan warna cat, misalnya bisa memberikan kesan langit langit yang lebih tinggi atau ruangan lebih luas. Sebaliknya, pemilihan warna cat yang salah juga bisa membuat ruangan yang kecil terasa semakin sempit.

    Jadi, kamu perlu mengetahui beberapa warna cat yang harus dihindari agar ruang kecil di rumah tidak terasa semakin sempit. Lantas, apa saja warna tersebut?

    Warna yang Bikin Ruangan Ruangan Terasa Sempit

    Warna yang bikin ruangan terasa sempit yaitu biru tua, merah, kuning cerah, putih bersih, dan abu-abu. Simak penjelasannya.


    1. Biru Tua

    Warna biru tua sering digunakan untuk dekorasi rumah. Namun, jangan pilih warna ini di ruangan yang kecil karena bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Alternatifnya, kamu bisa memilih warna biru muda atau biru langit di ruangan kecil. Menurut brand ambassador Farrow & Ball, Patrick O’Donnell dalam Homes And Gardens, nuansa biru langit bisa menambah keceriaan pada rumah sederhana. Padukan juga dengan warna netral agar warna birunya bisa menonjol.

    2. Merah

    Ruang tamuCat merah tua Foto: (Phototropic/Getty Images)

    Warna merah memiliki sifat yang kuat dan agresif. Secara fisik, warna merah bisa memicu reaksi dalam tubuh yang mirip dengan respon stres, seperti peningkatan detak jantung dan suhu tubuh yang lebih tinggi.

    Menurut laman The Good Painter, cara orang memandang warna merah seringkali bergantung pada intensitasnya. Warna merah terang mungkin bisa menyebabkan sakit kepala dan membuat ruangan tampak lebih kecil.

    Mengutip laman House Digest, warna merah tua juga bisa membuat ruangan terasa lebih tertutup, terutama karena warna gelap menyerap cahaya alami. Sehingga, merah sebaiknya dihindari untuk menjadi warna utama ruangan yang sempit.

    3. Kuning Cerah

    Ruang tamuRuang tamu Foto: (Asbe/Getty Images)

    Warna-warna cerah cenderung mengalihkan perhatian dari furnitur dan aksesoris, serta seringkali terasa membahayakan dan mengkhawatirkan.

    Meski menjadi warna ceria dan menyenangkan, warna cerah seperti kuning cerah dengan cepat menyebabkan kelelahan dan ketegangan mata. Warna kuning cerah juga bisa membuat ruangan terasa lebih sempit.

    Menurut desain interior Shea McGee, meski kuning memiliki kualitas yang bagus, tapi jika warna tersebut cerah maka bisa terasa terlalu agresif di dalam ruangan.

    4. Putih Bersih

    Warna putih sebenarnya adalah pilihan yang populer untuk aneka ruangan. Tapi, ada beberapa jenis warna putih yang tidak cocok di ruangan kecil.

    Ada perbedaan antara jenis warna putih, misalnya sifon dan gading. Warna putih bersih (pure white) akan menonjolkan bayangan di ruangan dan akibatnya membuat ruangan terasa lebih kecil.

    5. Abu-abu

    Abu-abu adalah warna netral yang menenangkan. Tapi, pilihan abu-abu yang salah, seperti abu abu hangat (warm grey) bisa membuat ruangan kecil terasa lebih sempit.

    Untuk menghindari hal tersebut, menurut Patrick O’Donnell, padukan warna abu-abu dengan warna biru atau hijau untuk memperluas ruangan.

    Kamu juga bisa memilih warna abu-abu kehijauan untuk menciptakan kesan tenang di ruangan kecil. Warna ini begitu elegan dan menenangkan.

    Itulah warna yang bikin ruangan kecil terasa lebih sempit. Jadi, kamu perlu menghindari beberapa warna ini ya detikers.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Menghilangkan Noda Kunyit pada Karpet


    Jakarta

    Adanya noda kunyit di karpet bisa membuat penghuni rumah jengkel. Sebab, noda kuning pada karpet itu bisa merusak estetika.

    Noda tersebut bisa saja timbul karena adanya tumpahan makanan dengan bahan kunyit, misalnya makanan gulai, kari, maupun opor pada karpet. Biasanya jika ada tumpahan, langsung dilap menggunakan tisu. Namun, hal itu tidak serta merta langsung membuat karpet bebas noda.

    Noda kunyit ini bisa sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan. Namun tak perlu khawatir karena ada tips menghilangkan noda kunyit pada karpet.


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Bersihkan Noda

    Langkah pertama adalah hilangkan cairan kunyit pada karpet sebanyak mungkin, bisa menggunakan sendok maupun pisau. Selanjutnya, lap karpet dengan menggunakan kain yang lembap.

    Tambahkan Pasta Baking Soda

    Selanjutnya, buat pasta campuran baking soda dengan air. Setelah itu, letakkan pasta pada noda dan diamkan selama 15 menit.

    Bersihkan Pasta Baking Soda

    Setelah didiamkan selama 15 menit, bersihkan pasta baking soda dari karpet dengan menggunakan lap yang lembap. Lap dengan lembut untuk menyerap pasta dan juga nodanya. Setelah itu, keringkan karpet.

    Jika masih noda masih belum hilang, ulangi cara-cara tersebut hingga noda hilang.

    Sebagai catatan, dilansir dari Homes & Gardens, saat membersihkan noda kunyit sebaiknya jangan gosok karpet menggunakan lap karena bisa merusaknya. Cukup mengusapnya saja dengan hati-hati.

    Itulah cara membersihkan noda kunyit pada karpet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Muncul Noda Kuning di Kamar Mandi dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang perlu dibersihkan secara rutin. Jika tidak, maka bisa muncul noda kuning yang menempel di dinding dan ubin kamar mandi.

    Noda tersebut dapat mengganggu pemandangan dan bikin tidak nyaman. Apalagi jika ada tamu yang menggunakan kamar mandi tersebut, tentu mereka akan menilai kamu sebagai pemilik rumah yang jorok.

    Sebenarnya, noda kuning di kamar mandi bisa dihilangkan dengan beberapa cara. Namun, penting juga untuk mengetahui penyebab muncul noda tersebut. Agar lebih jelas, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Muncul Noda Kuning di Kamar Mandi

    Noda kuning yang muncul di kamar mandi biasanya terdapat di area dinding dan ubin. Warna noda semakin terlihat jelas jika kamu menggunakan keramik berwarna cerah, seperti putih atau biru.

    Dilansir situs Merry Maids, Selasa (20/5/2025), ada beberapa hal yang menyebabkan muncul noda kuning di kamar mandi, yaitu:

    1. Kondensasi

    Kondensasi merupakan perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada suhu udara di bawah titik embun. Hal ini biasanya terjadi setelah kamu mandi air panas.

    Ketika uap lembap yang panas bersentuhan dengan dinding kamar mandi yang lebih kering dan dingin, maka dapat terbentuk kondensasi. Seiring waktu, kondensasi yang cukup banyak di dinding akan menyebabkan terbentuknya noda kuning.

    2. Kandungan Mineral pada Air

    Kandungan mineral pada air ternyata bisa menyebabkan noda kuning di kamar mandi. Saat kondensasi mengering maka endapan mineral dapat tertinggal dan menumpuk seiring waktu.

    Biasanya, endapan tersebut membentuk garis-garis putih atau kuning di dinding dan lantai. Jika tidak segera dibersihkan maka dapat membentuk kerak. Namun, setiap wilayah mungkin mengandung kadar mineral yang berbeda-beda, sehingga dampaknya tidak selalu sama.

    3. Sisa Sabun atau Sampo yang Menempel

    Terkadang, noda kuning yang muncul di kamar mandi bisa disebabkan oleh sisa cairan sabun, sampo, atau pasta gigi yang menempel di dinding. Maka dari itu, bersihkan dinding dari sisa sabun agar tidak menimbulkan noda kuning serta mencegah lantai licin.

    Cara Mengatasi Noda Kuning di Kamar Mandi

    Jika muncul noda kuning di kamar mandi, jangan bingung dan khawatir. Dikutip dari laman PMA Imperio Ceramic, berikut langkah-langkahnya:

    1. Baking Soda

    Baking soda dinilai efektif untuk menghilangkan noda kuning di kamar mandi. Berikut cara penggunaannya:

    • Taburkan baking soda secukupnya ke area yang terdapat noda kuning di kamar mandi
    • Biarkan baking soda meresap dan kering. Selama proses ini, kamar mandi sebaiknya tidak digunakan dahulu
    • Jika sudah, bersihkan noda kuning dengan sikat sampai benar-benar hilang
    • Setelah itu, siram dengan air.

    2. Cuka dan Lemon

    Kombinasi antara cuka dan lemon bisa menjadi solusi alternatif untuk membersihkan noda kuning. Agar tidak salah, simak cara-caranya di bawah ini:

    • Campur 2 sendok makan cuka ke dalam wadah
    • Peras 1 buah jeruk lemon ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata
    • Setelah itu, tuang campuran tadi ke dalam botol semprot
    • Bersihkan noda kuning di kamar mandi dengan menyemprotkan cuka dan lemon
    • Gosok menggunakan sikat berbulu hingga bersih
    • Kemudian siram dengan air.

    3. Garam Laut

    Selain digunakan sebagai bumbu masak, garam laut juga dapat dipakai untuk membersihkan noda kuning. Cara pakainya juga mudah, cukup dengan menaburkan garam laut secukupnya ke area yang terdapat noda, lalu gosok menggunakan sikat sampai bersih. Setelah itu siram dengan air.

    4. Cairan Pembersih

    Jika noda kuning sulit dihilangkan, maka solusi terakhir adalah dengan menggunakan cairan pembersih yang banyak dijual di pasaran. Sebelum digunakan, pastikan kamu membaca petunjuk pemakaian dan cara penggunaannya. Sebab, zat yang terkandung di dalam cairan pembersih bisa merusak lapisan keramik jika digunakan terlalu banyak.

    Itulah penyebab muncul noda kuning di kamar mandi dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Begini Cara Pilih Cat Eksterior


    Jakarta

    Memilih warna cat eksterior sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Jika salah pilih warna justru bisa membuat rumah terlihat kusam hingga ketinggalan zaman.

    Banyaknya warna untuk dipertimbangkan tentunya sangat penting untuk memilih yang pas untuk rumah dan juga tak lekang oleh waktu. Pemilik pastinya nggak mau rumahnya sudah terlihat ketinggalan zaman padahal baru dicat beberapa tahun lalu.

    Salah satu warna yang sangat tidak disarankan untuk eksterior rumah adalah kuning. Para desainer sepakat bahwa warna tersebut bisa membuat rumah tampak tidak menarik dan terkesan jadul.


    Pendiri Studio Envie Jennifer Carter menuturkan cukup sulit untuk mendapatkan warna kuning sempurna. Terkadang terlalu kuning, terlalu kusam, atau terkadang terlihat keruh.

    Untuk mendapatkan warna eksterior rumah yang tepat, para desainer menyarankan beberapa hal. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara untuk memilih cat eksterior yang tepat.

    Hindari Warna yang ‘Berani’

    Desainer Melissa Mahoney menyarankan untuk menghindari warna-warna yang berani untuk eksterior rumah. Menurutnya, sebaiknya gunakan warna yang berani atau yang cerah pada pintu depan.

    Pilih Warna yang Berbeda dari Rumah Tetangga

    Mahoney menyarankan untuk memilih warna yang berbeda dari rumah tetangga. Menurutnya jika warna rumah sama seperti milik tetangga sekitar sangat disayangkan karena akan kehilangan sentuhan personal.

    Walau demikian, desainer Erin Tripodi mengingatkan untuk tidak berpikir terlalu out of the box agar terlihat sangat unik.

    “Rumah Anda harus tetap terasa seperti bagian dari lingkungan (perumahan),” katanya, dikutip dari Real Simple.

    Cek Warna Dulu

    Cara lainnya adalah mengecek warna dulu alias swatch cat di dinding luar rumah untuk mengetahui apakah cocok atau tidak.

    “Selalu uji tiga hingga empat sampel pada eksterior Anda dan amati pada waktu yang berbeda dalam sehari sebelum berkomitmen,” ujar Tripodi.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan warna cat dinding eksterior yang cocok dengan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Warna Lampu yang Paling Cocok untuk Ruangan Rumah, Bikin Nyaman & Estetik!


    Jakarta

    Memilih warna lampu untuk ruangan di rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, warna lampu dapat memengaruhi tingkat cahaya dan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut.

    Warna lampu yang terlalu cerah bisa membuat seseorang merasa silau ketika bangun tidur. Namun, warna yang terlalu redup bikin tidak nyaman ketika sedang membaca buku.

    Maka dari itu, penting untuk menentukan warna lampu agar sesuai dengan ruangan di rumah. Simak jenis-jenis warna lampu yang umum digunakan dalam artikel ini.


    Warna Lampu yang Cocok untuk Ruangan

    Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak lampu yang mengusung berbagai macam warna. Jika dahulu lampu bohlam hanya memancarkan warna kuning, kini lampu LED bisa mengeluarkan cahaya putih dan kuning.

    Pemilihan warna lampu dapat disesuaikan dengan ruangan di rumah. Dilansir situs Natale Builders, berikut penjelasannya.

    1. Warm White

    Warm white menghasilkan warna oranye dan kuning keemasan yang terasa lembut dan hangat. Warna lampu ini memiliki nilai correlated color temperature (CCT) antara 2.400-2.700 Kelvin (K).

    Warm white dapat menciptakan suasana nyaman dan rileks. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan penggunaan lampu warm white dapat memberikan efek menenangkan pikiran hingga meningkatkan nafsu makan.

    Warna lampu ini umumnya digunakan pada ruang tamu dan kamar tidur. Khusus di ruang tamu dapat memberikan kesan cozy, sehingga baik penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman ketika berbincang, terutama saat malam hari.

    Penggunaan warm white di kamar tidur juga memberikan efek hangat dan menenangkan. Lampu ini juga tidak terlalu terang sehingga tidak bikin silau ketika baru bangun tidur.

    2. Natural White

    Natural white atau cahaya putih netral memancarkan cahaya yang terang. Berbeda dengan warm white yang cenderung kuning, natural white terlihat lebih putih cerah tapi masih ada sedikit warna oranye. Lampu ini memiliki nilai CCT antara 4.000-5.500 K.

    Natural white dapat menciptakan ruangan terlihat cerah, tetapi tidak terlalu silau bagi mata. Lampu dengan warna ini sangat cocok digunakan di dapur, ruang kerja atau belajar, dan kamar mandi.

    Pada area dapur, natural white memberikan visibilitas yang baik untuk memasak. Untuk ruang kerja atau belajar, lampu ini dapat memberikan keseimbangan sehingga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah mata cepat lelah karena warna lampu yang redup.

    Sedangkan pada area kamar mandi, natural white bisa memberikan cahaya netral untuk berdandan atau bercermin. Warna yang terlalu redup bisa memengaruhi hasil make up.

    3. Cool White

    Cool white dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada natural white, bahkan hampir menyerupai kondisi cerah di siang hari. Nilai CCT dari lampu cool white antara 5.000-6.000 K.

    Disebut cool white karena warna putih yang ditampilkan sangat terang dengan efek putih kebiruan. Warna ini memberikan kesan modern, bersih, dan energik sehingga banyak digunakan pada ruangan yang luas dan butuh pencahayaan tajam.

    Untuk penggunaan di rumah, lampu cool white bisa digunakan pada area garasi atau ruang utilitas. Lampu ini dapat memancarkan cahaya ke seluruh ruangan secara jelas sehingga tidak ada sudut yang terlihat redup.

    Itulah tiga pilihan warna lampu yang cocok untuk ruangan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com