Tag: kurban

  • Berkurban, Hidup Lebih Dekat Kepada Tuhan



    Jakarta

    Nenek viral

    Viral sudah di berbagai laman media sosial. Di Media Televisi maupun laman YouTube. Kisah para pecinta, perindu hari raya kurban. Sementara mereka bukan orang yang memiliki uang dengan gampang. Tetapi melalui perjuangan berdurasi panjang. Tahunan. Hanya demi seekor kambing untuk dijadikan sembelihan, sebagai ibadah di hari raya kurban.

    Salah satunya adalah nenek pemulung, di suatu kota di pinggiran jalan. Datang membawa cucunya ke penjualan hewan kurban. Di tepian jalanan daerah perkotaan.


    Sampai pada salah satu kumpulan kambing yang dijual untuk kurban. Nenek dan cucunya mulai menebar tatapan, meluaskan pandangan. Demi menjuruskan pandangan ke seekor kambing yang sesuai dengan sejumlah uang yang ada di tangan.

    Lama ragu akan kecukupan jumlahnya uang. Nenek bertanya kepada penjual kambing. Berapaan harga kambing yang di seluruh kandang ini. Penjual pun menuturkan variasi harga. Mulai dari yang kisaran harga murah, sampai harga paling larang.

    Kembali nenek tak putus harapan. Ia menanyakan harga yang paling rendah dari seluruh isi kandang. Si penjual mematok harga pas, dua juta rupiah. Harga seekor kambing termurah yang dia jual.

    Memancar rasa puas di raut wajah nenek. Wajah keriput beralaskan tulang. Akibat tahunan memaparkan diri. Pada sinar terang matahari si setiap tepian jalanan.

    Sadar akan tabungannya yang sesuai harga jual. Asa-nya bagai terdongkrak terbang. Harapan untuk mendapat hewan kurban sempurna menjadi kenyataan. Uang tabungan pas sama dengan penawaran sang penjual hewan kurban. Dua juta rupiah.

    Sontak nenek itu menyetujuinya. Dompetnya besar. Maklum dari kantong plastik, mungkin hasil memungut bekas orang membuang.

    Sambil gugup penuh haru penjual kambing menghitung sejumlah banyak uang. Ada seribuan, dua ribuan, selebihnya uang recehan.
    Sampai pada koin terakhir, fantastis. Nilai uang itu ternyata pas dua juta rupiah.

    Sambil merinding menahan haru. Penjual hewan kurban pergi menuju lokasi kambing yang besar. Harganya empat juta. Sembari dia mengantarnya kepada nenek dan cucunya. Sang nenek tak lagi dapat menahan bungah yang berkelimpahan. Dipeluk dan diciumnya kambing itu berulang-ulang.

    Tak terhitung berapa kali kalimat syukur yang ia bilang. Kepada penjual kambing terlebih kepada Tuhan. Lalu ia berlalu bersama cucunya mengantarnya ke panitia hewan kurban.

    Sikap, Kuat Ikat Harta
    Sudah jamak di semua pendapat. Bahwa terhadap harta manusia kuat mengikat. Pasti kecuali mereka yang selamat.

    Karena cinta kepadaNya, menariknya kepada nikmat yang teramat sangat. Kebahagiaan dan kesenangan dunia-akhirat.

    Ketika keuangan masih merambat. Ada saja alasan yang menghambat untuk biaya kurban. Padahal kelimpahan rahmatNya memikat.

    Masih jelas terngiang tausiyah Bapak Kiyai. Yang sering memberi ingat. Bahwa berkurban di hari raya Ied Adha adalah ibadah yang mengundang nikmat. Nikmat dunia akhirat.

    Seluruh upaya untuk berkurban, secara detail semuanya dihitung Tuhan. Setidaknya, akan menjadi alasan Tuhan untuk menganugerahkan pahala bagi yang melaksanakan. Pahala antara lain berupa kehidupan yang lebih lapang, nyaman, bahagia sejahtera penuh harapan, agar hidup selalu senang.

    Duh, kalau melihat hitungan balasan pahala berkurban. Jejak kaki hewan kurban diperhitungkan. Makanan yang dimakan. Daging, darah, tulang, kulit, bahkan setiap jumlah bulu hewan kurban pun diperhitungkan. Demikian Maha Sempurna Tuhan yang Maha Raja di Hari Pembalasan.

    Kaya Dunia, Kaya Jiwa
    Kekayaan, biasa digambarkan dengan rumah mewah berhalaman lapang. Merk kendaraan tak banyak dipunyai orang. Butiran berlian asli yang menyilaukan. Jam tangan miliaran, tas-tas koleksi disainer terpandang. Semuanya mengundang mata dunia tak bosan menyapu pandang. Boleh jadi mengundang impian semua orang.

    Di sisi lain, hati mulia dermawan demi orang lain. Apalagi dirinya sangat kesulitan. Dipastikan dia memiliki kualitas jiwa yang tak mudah ditandingkan.

    Apalagi, itu dibuktikannya di ‘depan’ Tuhan. Melalui disembelihnya hewan kurban. Hasil mengumpulkan uang sebilang-demi sebilang. Pastilah bukan hal yang gampang.

    Sudahkah kita menyiapkan kurban untuk lebaran menjelang? Allaahumma seluruhkan cinta di hati ini hanya kepada Engkau. Ikhlash-kan setiap kami untuk menghaturkan hewan kurban. Di hari lebaran 10, 11, 12, 13 Zulhijjah, 1445 H.

    Bukti asli kedekatan hamba (kami) kepada Tuhan, aamiin.

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya.
    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Berkurban, Bukti Cintai Dia, Sudahkah Kita?



    Jakarta

    Syair Cinta

    “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga!
    Hai begitulah kata para pujangga”. Itu sebagian lirik lagu cinta.
    Betapa indah hidup berderai cinta. Hidup bagai di taman bunga. Hati selalu bahagia seolah memiliki segala. Selamanya! Siapa suka?

    Jangan pernah katakan cinta. Kepada siapa saja. Jika belum ada buktinya. Cintakah kita kepadaNya. Sudahkah membuktikannya?


    Kisah Nabi Ibrahim as.
    Adalah beliau Ibrahim as. menyembelih ratusan ekor unta dan ribuan ekor domba. Beliau terkenal sangat dermawan. Atas kebiasaannya itu ada yang berujar, “Jumlah fantastis untuk ukuran sedekah ya Ibrahim”.

    “Jangankan sedekah unta dan domba untuk mendekat kepada Allah, anak pun kalau ada aku sembelih, jika Allah perintahkan,” ujar beliau spontan.
    Beliau a.s, belum dikarunia keturunan ketika itu.

    Tiba masanya Nabi Ibrahim as. memperoleh anugerahNya. Seorang anak laki yang sangat shaleh. Akhlaknya sangat mulai. Wajahnya menuai haru bangga. Tampan tak ada dua. Bagi Ibrahim as. pastilah nikmat anugerahnya ini melebihi segala hartanya. Tak kan ada satu pun orang tua yang tidak menginginkannya. Bahkan di seluruh dunia!

    Namanya Isma’il. Anak ini tumbuh menuju remaja. Ibrahim dan Hajar as. sungguh sangat bahagia.
    Seketika perintah Allah pun tiba. “Sembelih anakmu!”. PerintahNya dalam mimpi.

    Dalam ragunya Ibrahim as. menduga. Itu bukan perintahNya. Sekedar mimpi saja.
    Berikutnya Ibrahim bermimpi pula. Mimpi yang kedua. Mimpi itu pun ditepisnya karena sementara itu logikanya masih menduga mimpi biasa.
    Namun, setelah yang ketiga. Kali ini Ibrahim mengerti bahwa mimpinya adalah wahyuNya semata.

    Dikuatkan seluruh dayanya untuk melakukan titahNya. Menata diri untuk sempurna ikhlash melakukannya. Sambil terus menjauhkan tipu daya iblis. Makhluk itu berusaha terus memperdayainya, memperdaya istrinya, memperdaya putranya, Ismai’l.

    Berulang lemparan batu menjauhkan si penggoda. Berlambang jumratul ulaa, wustha, dan ‘aqabah pada ibadah haji di hari raya Iedul Adha.

    Ibrahim, Hajar, Isma’il as. selamat dari tipudaya penggoda. Isma’il as. Allah ganti dengan seekor domba. Ibrahim pantas memperoleh cintaNya. Ia berkurban, seorang putra yang nilainya luar biasa, demi cintaNya semata. Adakah kurban kita memiripinya?
    Ibrahim khalilullah, Ibrahim sang kekasih Allah. Cintanya memang berbukti nyata.

    Buktikan cinta kita!
    “Aku jatuh cinta
    Walau berat jalanku tertahan
    Aku tak ingin berhenti
    BersamaMu, aku bahagia
    Aku jatuh cinta”.
    Cinta dalam untaian lirik lagu. Semoga menjadi senandung cinta seorang hamba kepadaNya semata.

    Ketika ahli surga ditanya kekurangannya apa. Tak satu pun mereka bicara tentang yang masih kurang dirasa. Surga, lambang kebahagiaan tiada tara. Bahagia melampaui nikmatnya rasa cinta di dunia. Bahagia selama-lamanya. Hampir tak berhingga.

    Tahukah kita ketika Dia membuka tabir wajahNya. Seketika para ahli surga mendadak tak hirau akan setiap detail nikmat di dalamnya.
    Menatap wajahNya adalah cinta tak berhingga.
    Mari kita berkurban, buktikan kita memang iya, cinta kepadaNya!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya.
    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya



    Jakarta

    Penyembelihan hewan kurban sebaiknya diawali dengan membaca doa menyembelih hewan kurban. Amalan ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan waktu Idul Adha.

    Doa menyembelih hewan kurban Idul Adha adalah bagian dari kesunnahan sebelum menyembelih. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada salah satu keterangan hadits dari Aisyah RA berikut,

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ


    Artinya: Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah kambing tersebut kepada beliau untuk dijadikan kurban. Beliau lalu berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah, asahlah pisau,”

    Nabi Muhammad SAW mengambil pisau tersebut dan kambing tersebut, beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil berkata, “Bismillah (dengan nama Allah). Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya, dan umatnya,” (HR Muslim).

    Doa Menyembelih Hewan Kurban

    Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi dalam Fikih Kurban menyebut, sebelum menyembelih hewan kurban dapat didahului dengan membaca bismillah, membaca takbir, dan doa agar hewan kurbannya diterima oleh Allah SWT. Dinukil dari Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, berikut bacaan doa menyembelih hewan kurban.

    وجهت وجهي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِن صَلاتِي ونسكي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرَّحِيمِ. اللهم صل على سيدنا محمدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا محمد. الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد. اللهُم هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ اللهم تقبل مني مِنْ فَلَان كَمَا تَقَبلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيمَ خَلِيْلكَ.

    Artinya: “Aku menghadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukanNya, dan aku termasuk golongan orang muslimin.

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala puji. Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu, dan melalui hewan ini pula mendekatkan diri kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dariku/dari fulan (sebut nama orang yang berqurban), sebagaimana Engkau menerima dari Nabi Ibrahim, kekasih-Mu.”

    Hukum mengucapkan basmalah sebelum menyembelih hewan kurban adalah wajib. Menurut Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi, kehalalan daging kurban dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum daging disembelih sebagaimana disinggung dalam surah Al An’am ayat 121,

    وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

    Artinya: “Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik.”

    Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al Fatawa juga menyebutkan kewajiban membaca basmalah sebelum hewan disembelih. Hal ini pun, menurutnya, telah disetujui oleh mayoritas ulama.

    Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

    1. Alat Sembelihan Tajam

    Gunakanlah alat penyembelihan yang tajam, seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Syaddad ibn Aus Radhiyallahu anhu Beliau bersabda,

    “Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan dalam segala hal. Ketika kamu membunuh, maka lakukanlah dengan cara yang baik, dan ketika kamu menyembelih, maka lakukanlah dengan cara yang baik, serta pastikan pisau yang digunakan tajam, dan tenangkan hewan yang akan disembelih.” (HR Muslim)

    Selanjutnya, lakukan penyembelihan dengan memotong tenggorokan dan dua urat nadinya yang ada di leher hewan kurban.

    2. Hadap Kiblat

    Hadapkanlah hewan kurban ke arah kiblat. Hal ini sesuai dengan hadits berikut, “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan ketulusan dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah golongan musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku diperintahkan demikian, dan aku termasuk golongan orang Muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) adalah darimu, untuk-Mu, dan atas nama Muhammad dan umatnya.” (HR Abu Dawud)

    Hari Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam di mana penyembelihan hewan kurban dilakukan. Tahun ini, sama seperti tahun sebelumnya, pemerintah Indonesia baru akan menetapkan waktu Idul Adha 2023 usai menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1444 H. Pada tahun-tahun sebelumnya, sidang isbat digelar pada 29 Dzulqaidah.

    Sementara itu, PP Muhammadiyah telah mengumumkan penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1444 Hijriah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Keputusan ini juga mencakup penentuan tanggal Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji 2023. Menurut keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha 2023 akan jatuh pada tanggal 28 Juni 2023.

    Sekian adalah sekilas pembahasan mengenai doa menyembelih hewan kurban sekaligus tata cara dan jadwalnya. Semoga tulisan kali ini dapat membantu ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Nabi Ismail ketika akan Disembelih



    Jakarta

    Saat Nabi Ismail AS mengetahui mengenai perintah Allah SWT untuk menyembelihnya, ia pasrah seraya berdoa. Inilah bacaan doa Nabi Ismail ketika akan disembelih.

    Kisah penyembelihan Nabi Ismail AS yang kemudian menjadi dasar perintah untuk berkurban ini diceritakan dalam Kitab Al-Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir.

    Diceritakan, Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra pertamanya yaitu Nabi Ismail AS yang lahir ketika usia Nabi Ibrahim AS sudah mencapai 86 tahun.


    Peristiwa penyembelihan Nabi Ismail AS itu merupakan ujian dari Allah SWT terhadap Nabi Ibrahim AS. Dengan sikap Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang penuh keyakinan kepada Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya mereka melaksanakan perintah itu.

    Perintah Allah SWT itu lalu dijawab oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam surah Ash-Shaffat ayat 102,

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ

    Artinys: “Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu? …” (QS As-Saffat: 102)

    Setelah mendengar apa yang dikatakan ayahnya, Nabi Ismail AS pun menjawab,

    قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ …

    Artinya: “..Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (QS As-Saffat: 102)

    Ibnu Katsir mengatakan, jawaban yang diberikan oleh Nabi Ismail AS merupakan wujud dari ketaatan seorang anak kepada orang tua dan Tuhannya.

    Doa Nabi Ismail saat akan Disembelih

    Perkataan Nabi Ismail AS dalam surah As-Saffat 102 tersebut juga berisi doa Nabi Ismail AS ketika akan disembelih. Berikut bacaannya,

    سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

    satajidunii in shaaa’allaahu minas saabiriin

    Artinya: “Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

    Posisi Nabi Ismail saat akan Disembelih

    Diceritakan pula bahwa pada saat itu Nabi Ibrahim AS membaringkan Nabi Ismail AS seperti dibaringkannya seekor hewan sembelihan.

    Di mana posisi pipi Nabi Ismail AS menempel ke tanah. Lalu, Nabi Ibrahim AS menyebut asma Allah SWT dengan bertakbir, bersaksi, dan menyerahkan sepenuhnya kematian putranya kepada Allah SWT.

    As-Sad dan ulama lainnya berkata, “Ibrahim menggoreskan goloknya pada leher Ismail, tetapi tidak melukai sedikit pun.”

    Ada juga yang berpendapat “Antara golok dan leher Ismail terdapat lempengan logam.” Wallahu a’lam.

    Karena sikap tawakal dari Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS akhirnya Allah SWT memberikan tebusan bagi Nabi Ismail AS.

    Allah SWT mengganti Nabi Ismail AS dengan hewan sembelihan yang besar. Menurut pendapat mayoritas ulama yang masyhur bahwa pengganti Ismail itu adalah seekor kibasy (kambing besar) berwarna putih, bermata hitam, dan bertanduk besar.

    Nabi Ibrahim AS melihat kambing itu telah terikat dengan tali berwarna cokelat di Gunung Tsabir.” Ats-Tsauri meriwayatkan dari Abdullah bin Utsman bin Khutsaim, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Yaitu kambing yang digembalakan di surga selama empat puluh musim.” Sa’id bin Jubair berkata, “Kambing itu digembalakan di surga hingga Gunung Tsabir pun terpecah karena kehadirannya.”

    Selain itu, Muhammad Yusuf Effendi dalam buku Ayah Juara 7 Hari Menjadi Ayah Qur’ani menjelaskan doa dari Nabi Ibrahim AS yang diajarkan kepada Nabi Ismail AS.

    Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa seusai mengerjakan segala sesuatu kebaikan agar amal saleh mereka diterima oleh Allah SWT.

    Doa ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat 127,

    وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ١٢٧

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Niat Menyembelih Hewan Qurban Idul Adha


    Jakarta

    Umat Islam dianjurkan untuk berqurban saat hari raya Idul Adha atau pada tiga hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. qurban bertujuan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Menyembelih hewan qurban di Hari Raya Idul Adha adalah bagian dari ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam. Namun, perlu diperhatikan bahwa penyembelihan hewan qurban tidak bisa dilaksanakan secara sembarangan.

    Dalam proses penyembelihan qurban, kita harus melakukannya sesuai dengan syariat Islam untuk menyempurnakan ibadah tersebut. Kemudian kita dianjurkan untuk berdoa ketika penyembelihan hewan qurban. Inilah doa yang dibaca sesaat sebelum hewan qurban kita disembelih.


    Doa dan Niat Menyembelih Hewan Qurban

    Penyembelihan hewan qurban telah diatur dalam syariat Islam, mulai dari waktu penyembelihan, tempat, jenis hewan yang akan disembelih dan umurnya, serta kepada siapa daging qurban dibagikan. Semua ini telah dijelaskan oleh para ulama fiqih terdahulu.

    Ketika hendak menyembelih hewan qurban ada etika dan tata cara yang harus dikedepankan, yaitu diantaranya menggunakan pisau yang tajam, menghadapkan hewan ke arah kiblat, tarik nafas yang panjang, dan mengucapkan doa. Berikut urutannya dikutip dari NU Online.

    1. Baca “Bismillâhir rahmânir rahîm”

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.”

    2. Baca sholawat untuk Rasulullah SAW

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

    Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

    Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

    4. Baca doa menyembelih

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

    Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

    Adapun takbir pada poin ketiga juga bisa dibaca sebelum bismillah pada poin pertama. Demikian doa yang dianjurkan dalam rangkaian upacara penyembelihan hewan qurban. Keterangan ini bisa ditemukan antara lain di buku Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi Banten. Wallahu a’lam.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Selain mendirikan sholat Id di pagi hari, ibadah yang paling dianjurkan saat Idul Adha adalah berkurban.

    Dalam Islam, kurban adalah bentuk ibadah yang memiliki banyak keberkahan dan pahala. Hukum kurban termasuk ke dalam sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan atau hampir mendekati wajib bagi orang yang mampu.

    Terdapat dalil yang menjelaskan tentang kurban, salah satunya disebutkan dalam surat Al Hajj ayat 34 yakni sebagai berikut:


    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

    Latin: Wa likulli ummatin ja’alnā mansakal liyażkurusmallāhi ‘alā mā razaqahum mim bahīmatil-an’ām, fa ilāhukum ilāhuw wāḥidun fa lahū aslimụ, wa basysyiril-mukhbitīn

    Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah SWT).”

    Agar proses penyembelihan hewan kurban semakin berkah, dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Lalu, seperti apa bacaan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain? Simak di bawah ini.

    Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain

    Mengutip laman NU, terdapat doa yang dibaca ketika hendak menyembelih hewan kurban. Untuk lebih jelasnya, simak urutan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain berikut ini.

    1. Membaca Bismillah

    بِسْمِ اللهِ

    Bismillah

    Artinya: “Dengan nama Allah.”

    2. Membaca Sholawat untuk Rasulullah SAW

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

    Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Membaca Takbir 3 Kali dan Tahmid 1 Kali

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

    4. Membaca Doa Sembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain

    (….) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ

    Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (ucapkan nama pemilik hewan kurban)

    Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (nama pemilik hewan kurban).”

    Syarat Berkurban

    Setelah mengetahui bacaan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain, kini detikers perlu memahami apa saja syarat-syarat berkurban yang sah dalam Islam. Simak sejumlah syarat berkurban yang harus dipenuhi di bawah ini:

    1. Muslim

    Syarat berkurban yang pertama yakni seorang Muslim. Bagi orang kafir tidak diwajibkan untuk kurban.

    2. Berkecukupan atau Mampu

    Kurban disunnahkan bagi yang mampu, yakni telah memiliki harta untuk berkurban. Seorang muslim dianggap mampu jika sudah bisa memberi nafkah kepada keluarga.

    3. Balig dan Berakal

    Kurban dilakukan oleh seorang muslim yang sudah balig atau cukup umur dan berakal. Sementara bagi anak-anak tidak dibebankan untuk berkurban.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai bacaan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain. Semoga artikel ini dapat membantu detikers saat proses penyembelihan hewan kurban.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa ketika Menerima Daging Kurban



    Jakarta

    Penting bagi umat Islam untuk berdoa ketika menerima sesuatu sebagai wujud syukur atas rezeki yang diterima dari Allah SWT. Seperti membaca doa ketika menerima daging kurban.

    Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah dalam buku Fikih menjelaskan mengenai pemanfaatan daging kurban. Daging kurban harus habis dibagikan kepada fakir miskin dan sebagian untuk dirinya sendiri (yang berkurban). Hal ini didasarkan dalam surah al-Hajj ayat 28,

    لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ ٢٨


    Artinya: “(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan497) atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.”

    Lebih lanjut dijelaskan, penyembelih hewan kurban atau panitia kurban boleh menerima daging kurban, tetapi bukan sebagai upah menyembelih atau mengurus. Dalam salah satu riwayat diceritakan, Ali bin Abi Thalib RA berkata,

    “Rasulullah SAW memerintahkan kepada saya agar mengurus unta kurban beliau dan supaya membagikan daging, kulit, dan barang-barang yang merupakan pakaian unta itu kepada orang-orang miskin dan saya tidak menerima upah dari sembelihan daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Fiqih Islam wa Adilathuhu Juz 4 menjelaskan mengenai pembagian sepertiga bagian bagi setiap pihak. Hal ini bersandar pada hadits Ibnu Abbas ketika menggambarkan sifat berkurban Rasulullah SAW yaitu,

    “…beliau (Rasulullah SAW) menjadikan sepertiga bagian untuk dimakan keluarganya, sepertiga untuk diberikan kepada para tetangganya yang miskin, dan sepertiga untuk disedekahkan kepada peminta-minta.” (Diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Musa al-Ashfahni)

    Doa Menerima Daging Kurban

    Umumnya tidak ada penjelasan khusus mengenai doa menerima kurban yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, para penerima kurban dapat membaca doa sebagai berikut,

    اَللّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

    Arab latin: Allaahumma baarik lahum fiima rozaqtahum waaghfirlahum warhamhum

    Artinya: “Ya Allah, berilah berkah pada saudara-saudara ini dengan apa yang telah Engkau rezekikan, ampunilah dan kasihanilah mereka.”

    Doa tersebut termuat dalam Shahih Muslim dari riwayat Abdullah bin Busr RA. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr turut menukilnya dalam Kitab adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah. Rasulullah SAW membaca doa tersebut ketika menerima suguhan makanan.

    Ada pula riwayat yang menyebut Rasulullah SAW membaca doa berikut,

    اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

    Arab latin: Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqaa-nii

    Artinya: ‘Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, dan berilah minum orang yang memberiku minum.’” (Shahih Muslim)

    Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa turut menjelaskan mengenai salah satu doa yang memperoleh rezeki yang tidak terduga,

    اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي رَزَقَنِي هَذَا مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنْ وَلَا قُوَّةٍ، اللهُمَّ بارك فِيهِ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii razaqanii haadzaa min ghairi hauli minnii walaa quw- watin allaahumma baarik lii fiihi

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Zat yang telah memberikan rezeki ini dengan tanpa mengeluarkan daya dan kekuatan. Ya Allah… berikanlah berkah dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepadaku itu.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Tata Caranya



    Jakarta

    Doa menyembelih hewan kurban perlu diamalkan sebelum muslim melaksanakan prosesi kurban. Kurban sendiri dapat dilakukan setiap tahunnya dimulai pada tanggal 10 Zulhijah atau bertepatan dengan Hari Idul Adha.

    Doa menyembelih hewan kurban Idul Adha adalah bagian dari sunnah sebelum menyembelih, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dinukil dari salah satu hadis dari Aisyah RA,

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ


    Artinya: “Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah kambing tersebut kepada beliau untuk dijadikan kurban. Beliau lalu berkata kepada Aisyah, ‘Wahai Aisyah, asahlah pisau,’

    Nabi Muhammad SAW kemudian mengambil pisau tersebut dan kambing tersebut, beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil berkata, “Bismillah (dengan nama Allah). Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya, dan umatnya,” (HR Muslim).

    Doa Menyembelih Hewan Kurban

    Melalui Buku Fikih Kurban tulisan Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi, disebutkan bahwa sebelum menyembelih hewan kurban dapat didahului dengan membaca bismillah, membaca takbir, dan doa agar hewan kurbannya diterima oleh Allah SWT. Dikutip dari Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, berikut bacaan doa menyembelih hewan kurban.

    وجهت وجهي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِن صَلاتِي ونسكي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرَّحِيمِ. اللهم صل على سيدنا محمدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا محمد. الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد. اللهُم هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ اللهم تقبل مني مِنْ فَلَان كَمَا تَقَبلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيمَ خَلِيْلكَ.

    Artinya: “Aku menghadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukanNya, dan aku termasuk golongan orang muslimin.

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala puji. Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu, dan melalui hewan ini pula mendekatkan diri kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dariku/dari fulan (sebut nama orang yang berqurban), sebagaimana Engkau menerima dari Nabi Ibrahim, kekasih-Mu.”

    Hukum mengucapkan basmalah sebelum menyembelih hewan kurban adalah wajib. Menurut Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi, kehalalan daging kurban dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum daging disembelih sebagaimana disinggung dalam Al-Qur’an surah Al An’am ayat 121,

    وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

    Artinya: “Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik.”

    Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al Fatawa juga menyebutkan kewajiban membaca basmalah sebelum hewan disembelih. Hal ini pun, menurutnya, telah disetujui oleh mayoritas ulama.

    Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

    1. Alat Sembelihan Tajam

    Gunakanlah alat penyembelihan yang tajam, seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Syaddad ibn Aus Radhiyallahu anhu Beliau bersabda,

    “Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan dalam segala hal. Ketika kamu membunuh, maka lakukanlah dengan cara yang baik, dan ketika kamu menyembelih, maka lakukanlah dengan cara yang baik, serta pastikan pisau yang digunakan tajam, dan tenangkan hewan yang akan disembelih.” (HR Muslim)

    Selanjutnya, lakukan penyembelihan dengan memotong tenggorokan dan dua urat nadinya yang ada di leher hewan kurban.

    2. Hadap Kiblat

    Menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat. Hal ini sesuai dengan hadits yang berbunyi sebagai berikut, “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan ketulusan dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah golongan musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku diperintahkan demikian, dan aku termasuk golongan orang Muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) adalah darimu, untuk-Mu, dan atas nama Muhammad dan umatnya.” (HR Abu Dawud)

    Pemerintah menyampaikan hasil kesepakatan sidang isbat bahwa 1 Zulhijah 1444 H jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023 dan Hari Idul Adha jatuh pada hari Kamis, 29 Juni 2023. Sementara, PP Muhammadiyah menetapkan Hari Idul Adha 2023 jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023 besok.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri dan Orang Lain


    Jakarta

    Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam melakukan ibadah menyembelih hewan kurban. Berikut bacaan doa menyembelih hewan kurban.

    Menukil Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Abdurrahim dan Masrukhin, berkurban disyariatkan dalam Al-Qur’an surah Al-Kausar ayat 1-3. Allah SWT berfirman,

    اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ ٣


    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”

    Waktu menyembelih hewan kurban dimulai setelah matahari terbit pada Hari Raya Idul Adha, tepatnya setelah salat Id. Hal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

    “Siapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya dia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang menyembelih setelah salat dan dua khotbah, maka dia telah menyempurnakan ibadahnya dan mengikuti ketentuan syariat kaum muslimin dengan benar.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Menyembelih Hewan Kurban

    Mengutip Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, umat Islam disunahkan untuk berdoa ketika menyembelih hewan kurban. Berikut bacaannya.

    Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri

    بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَإِلَيْكَ تَقَبَّلْ مِنَيْ

    Bismillaahi wal laahu akbar, allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallam, allaahumma minka wa ilaika taqabbal minnii.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar, ya Allah semoga sholawat dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya, ya Allah (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dariku.”

    Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain

    بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَإِلَيْكَ تَقَبَّلْ مِنْ فُلاَن

    Bismillaahi wal laahu akbar, allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallam, allaahumma minka wa ilaika taqabbal min fulaan.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar, ya Allah semoga sholawat dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya, ya Allah (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dari Fulan.”

    Sunah Menyembelih Hewan Kurban

    Ada sejumlah sunah dalam menyembelih hewan kurban. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Menyembelih Hewan Kurbannya Sendiri

    Dikutip dari buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya Syamsul dan Nielda, laki-laki disunahkan untuk menyembelih sendiri hewan yang ia kurbankan, sedangkan perempuan disunahkan mewakilkannya kepada laki-laki.

    Adapun orang yang tidak mampu menyembelih dengan baik, misalnya karena sedang sakit atau buta, disunahkan untuk mewakilkan penyembelihan hewan kurbannya kepada orang lain.

    2. Menghadap Kiblat

    Kesunahan menghadap kiblat saat menyembelih hewan kurban disebutkan dalam buku Fikih Kurban karya Abu Abdil A’la Hari Ahadi yang menukil perkataan Imam Nawawi dalam Al-Majmu’,

    “Seorang yang menyembelih hendaknya menghadap ke arah kiblat dan menghadapkan hewan yang disembelihnya juga ke kiblat. Hal ini sunah dalam semua jenis penyembelihan, semakin ditekankan pada penyembelihan hadyu dan kurban. Ini karena menghadap kiblat ketika menjalankan ibadah hukumnya sunah, dan wajib pada sebagian amal ibadah.”

    3. Menyebut Nama Allah SWT dan Bertakbir

    Seorang muslim juga disunahkan menyebut nama Allah SWT dan bertakbir ketika menyembelih hewan kurban. Hal ini bersandar pada sebuah hadits yang berbunyi,

    “Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, seraya menyebut asma Allah dan bertakbir. Beliau meletakkan kaki beliau di atas belikat kedua kambing itu (ketika hendak menyembelih).” (HR Muslim)

    4. Menggunakan Peralatan yang Bagus/Tajam

    Sunah menyembelih hewan kurban dengan alat yang bagus atau tajam mengacu pada sabda Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menetapkan setiap kebaikan atas segala sesuatu. Maka dari itu apabila kalian membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya. Apabila kamu menyembelih maka perbaguslah cara menyembelihnya, agar salah seorang dari kalian menajamkan parang (pisau) dan melonggarkan hewan sembelihannya.” (HR Ibnu Majah)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memotong Hewan Kurban untuk Diri Sendiri dan Orang Lain


    Jakarta

    Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Selain melaksanakan sholat Id di pagi hari, ibadah yang paling dianjurkan saat Idul Adha adalah berkurban.

    Sebelum memotong hewan kurban, dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Lantas, apa doa memotong hewan kurban untuk diri sendiri dan orang lain? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Bacaan Doa Memotong Hewan Kurban

    Perlu diingat, bacaan doa memotong hewan kurban untuk diri sendiri atau orang lain terdapat sedikit perbedaan. Dilansir situs NU Online, berikut bacaan doa memotong hewan kurban secara lengkap.


    Doa Memotong Hewan Kurban untuk Diri Sendiri

    Berikut ini bacaan doa saat memotong hewan kurban yang diniatkan untuk diri sendiri.

    1. Membaca Basmalah

    بِسْمِ اللهِ

    Bismillah

    Artinya: “Dengan nama Allah.”

    2. Membaca Sholawat untuk Rasulullah SAW

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

    Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Membaca Takbir 3 Kali dan Tahmid 1 Kali

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagimu.”

    4. Membaca Doa Menyembelih Hewan Kurban

    Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

    Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat darimu. Dan dengan ini aku bertakarub kepadamu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarubku.”

    b. Doa Memotong Hewan Kurban Milik Orang Lain

    Berikut ini bacaan doa saat memotong hewan kurban yang diniatkan untuk orang lain.

    1. Membaca Basmalah

    بِسْمِ اللهِ

    Bismillah

    Artinya: “Dengan nama Allah.”

    2. Membaca Sholawat untuk Rasulullah SAW

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

    Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Membaca Takbir 3 Kali dan Tahmid 1 Kali

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

    4. Membaca Doa Sembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain

    (….) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ

    Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (ucapkan nama pemilik hewan kurban)

    Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (nama pemilik hewan kurban).”

    Dalil tentang Memotong Hewan Kurban

    Dalam Islam, kurban merupakan bentuk ibadah yang memiliki banyak keberkahan dan pahala. Hukum kurban termasuk ke dalam sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan atau hampir mendekati wajib bagi orang yang mampu atau berkecukupan.

    Di dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 34, Allah SWT berfirman mengenai kurban:

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

    Latin: Wa likulli ummatin ja’alnā mansakal liyażkurusmallāhi ‘alā mā razaqahum mim bahīmatil-an’ām, fa ilāhukum ilāhuw wāḥidun fa lahū aslimụ, wa basysyiril-mukhbitīn

    Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah SWT).”

    Syarat Berkurban

    Berkurban hukumnya sunnah muakkad. Artinya, sunnah tersebut sangat dianjurkan bagi umat muslim yang memiliki kemampuan untuk berkurban.

    Nah, ada sejumlah syarat dalam melaksanakan kurban sesuai ajaran Islam, yakni sebagai berikut:

    1. Seorang Muslim

    Syarat yang pertama adalah ia merupakan seorang muslim. Bagi orang kafir tidak diwajibkan untuk kurban.

    2. Berkecukupan atau Mampu

    Seperti yang telah dijelaskan di atas, kurban disunnahkan bagi yang mampu, yakni telah memiliki harta untuk berkurban. Seorang muslim dianggap mampu jika sudah bisa memberi nafkah kepada keluarga.

    3. Balig dan Berakal

    Kurban dilakukan oleh seorang muslim yang sudah balig atau cukup umur dan berakal. Sementara bagi anak-anak tidak dibebankan untuk berkurban.

    Itu dia bacaan doa memotong hewan kurban untuk diri sendiri dan orang lain beserta landasan dalilnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang ingin menyembelih hewan kurban.

    (ilf/inf)



    Sumber : www.detik.com