Tag: laminasi

  • Tips Jitu Merawat Wall Panel Biar Awet dan Tahan Lama


    Jakarta

    Wall panel bisa bikin tampilan interior rumah makin cantik dan terkesan mewah. Tapi, perawatannya pun nggak bisa sembarangan. Bila cara perawatannya salah, wall panel kamu akan cepat rusak dan malah bikin tampilan rumah jadi tampak lusuh.

    Mengutip dari Qhome Mart, wall panel adalah lembaran papan yang berfungsi sebagai penutup dinding yang terlihat dan terbuka.

    Pemasangannya juga tidak harus menutupi seluruh dinding, bisa hanya diaplikasikan di beberapa bagian dinding sebab wall panel mudah dipotong.


    Cara pemasangan pun mudah yakni dengan mengukur luas dinding yang akan ditempelkan wall panel. Kemudian sesuaikan dengan panjang wall panel. Setelah dipotong, amplas agar sisinya lebih rapih. Tempel wall panel menggunakan lem silikon yang berbentuk seperti botol dan memiliki tutup keluar lem yang lancip.

    Setelah sukses terpasang, pemilik rumah perlu menjaga wall panel agar tetap tahan lama dan tidak mudah rusak. Caranya bisa mengikuti tips dari livspace.com sebagai berikut.

    1. Bersihkan debu secara teratur

    Jenis wall panel bermacam-macam ada yang yang terbuat dari PVC, gypsum, akrilik, kayu lapis, dan masih banyak lagi. Semua permukaan wall panel solid dan berpotensi berdebu apalagi yang memiliki bentuk lengkungan. Cara membersihkannya dengan menggunakan kemoceng atau kain kering.

    2. Jauhkan dari sinar matahari

    Tips agar wall panel tahan lama terutama untuk warnanya adalah dengan menjauhkan dari sinar matahari langsung. Sehingga wall panel jarang dipasang di luar ruangan.

    Meskipun begitu, pemasangan di dalam ruangan, motif dari wall panel juga berpotensi memudar. Tetapi itu bisa dicegah dengan pemasangan tirai atau gorden di jendela. Sehingga cahaya tidak menyorot langsung ke wall panel.

    3. Segera bersihkan noda dan cipratan

    Dinding adalah lokasi yang tidak bisa terhindar dari noda. Apalagi bagi yang memiliki anak kecil di rumahnya. Sementara wall panel tidak bisa terlalu sering terkena air. Sehingga apabila ada noda yang perlu dihapus dengan pembersih cair sebaiknya digosok dengan lembut.

    Apabila noda sulit dihapus, oleskan sedikit air sabun. Setelah itu keringkan dengan kain bersih dan kering. Hindari cairan pembersih yang berpotensi merusak warna dan tekstur wall panel.

    4. Jaga wall panel tetap kering

    Wall panel sensitif terhadap air. Sehingga tidak disarankan memasang wall panel di kamar mandi dan dapur. Apabila wall panel kerap terkena air, lapisan kertas dan laminasi yang melindungi corak dan desain wall panel dari basah akan cepat rusak.

    5. Tutupi wall panel merenovasi

    Sama seperti furnitur, wall panel perlu ditutupi saat ada renovasi di rumah. Sebagai contoh saat hendak mengecat ulang dinding, mengganti lantai, atau melakukan proyek perbaikan rumah.

    Bungkus seluruh permukaan wall panel dengan plastik. Langkah ini juga akan mencegah wall panel terkena goresan dari benda tajam saat renovasi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jarak dan Tinggi Ideal Pasang Kitchen Set di Dapur



    Jakarta

    Barang di dapur banyak jenisnya. Mulai dari wastafel, kompor, oven, hingga rak penyimpanan yang biasa berbentuk kitchen set. Semua itu tidak bisa dipasang asal-asalan karena dapat menghambat dan menyulitkan kegiatan di dapur. Dari sekian banyak barang di dapur yang harus diperhatikan adalah letak kitchen set karena kamu akan sering menggunakan.

    Kitchen set ini biasanya berbentuk lemari yang terdapat banyak rak atau biasanya disebut pula dengan kabinet. Fungsinya membuat dapur terlihat rapih, terorganisir, dan fungsional. Dengan memilih kitchen set yang tepat dan sesuai dengan gaya desain dapur itu sendiri dapat meningkatkan tampilan dan kenyamanan selama berada di dapur.

    Biasanya kitchen set terbuat dari bahan kayu, plywood, stainless steel, dan bahan laminasi. Bisa juga tampilannya dibuat transparan, tertutup, atau terbuka. Desain kitchen set cukup beragam menyesuaikan kebutuhan dan luas dapur.


    Kitchen SetKitchen Set Foto: ACE Hardware

    Letak kitchen set ada yang menggantung di atas kompor atau meja dapur, ada pula yang letaknya di bawah. Saat meletakkan kitchen set, kamu tentu perlu menentukan tinggi atau jaraknya dengan kompor atau meja dapur agar kamu memiliki ruang bebas dan nyaman saat memasak. Lantas, berapa tinggi ideal kitchen set di rumah?

    Melansir dari Ray White, Rabu (14/8/2024), tinggi ideal kitchen set di rumah adalah sekitar 85-95 cm untuk bagian bawah dan sekitar 60-90 cm untuk bagian atas yang menggantung. Biasanya kitchen set ini berupa lemari atau rak penyimpanan.

    Sedangkan, untuk ukuran ideal kitchen set yang menggantung sekitar 60-90 cm dengan lebar antara 23 hingga 91 cm. Ukuran ini bukan sebagai patokan, melainkan standar umum agar penyimpanan rapih dan muat.

    Kemudian, jarak antara kitchen set yang menggantung dengan meja dapur disarankan sekitar 50 cm hingga 70 cm. Kabinet ini bisa untuk menyimpan barang-barang yang paling sering dipakai seperti bumbu masakan dan peralatan makan. Dengan kisaran ketinggian ini, kamu akan lebih mudah mengambil atau menyimpan barang di kabinet atau kitchen set di dapur.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Material yang Cocok untuk Lantai Dapur


    Jakarta

    Ketika kamu ingin memilih desain pada dapur, salah satu elemen yang sering terabaikan adalah lantai. Kamu juga harus memperhatikan ukuran lantai dan luas ruangan dapur. Lantai dapur tidak hanya harus estetik tetapi juga harus tahan lama dan praktis mengingat intensitas aktivitas yang tinggi dan risiko tumpahan.

    Keramik dan Porselen: Pilihan Klasik untuk Dapur

    Keramik dan porselen adalah pilihan lantai dapur yang sangat populer karena daya tahannya dan kemudahan perawatannya. Keduanya tahan air dan sangat mudah dibersihkan, membuatnya ideal untuk area dengan potensi tumpahan tinggi. Kelebihan dari keramik dan porselen adalah, tahan lama, mudah dibersihkan, dan tersedia dalam berbagai desain dan warna. Tentu ada juga kekurangan nya,seperti, bisa terasa dingin dan keras di bawah kaki, serta licin untuk kamu.

    Vinyl dengan Fleksibilitas dan Kenyamanannya

    Lantai vinyl adalah pilihan yang semakin populer untuk dapur karena menawarkan kombinasi antara daya tahan dan kenyamanan. Vinyl tahan air dan tersedia dalam berbagai desain yang dapat meniru bahan lain seperti kayu atau batu. Disamping kelebihannya yang tahan air dan nyaman dibawah kaki serta mudah bila dibersihkan, vinyl juga ada kekurangannya, salah satunya dapat memudar seiring waktu dan mungkin tidak sekuat beberapa bahan lain.


    Laminate (Laminasi) dengan Harga yang Ekonomis dan Beragam

    Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Dengan berbagai desain yang kamu bisa pilih, ada yang menyerupai kayu atau batu, laminate menawarkan tampilan estetis dengan harga yang lebih terjangkau.

    Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Beberapa bahan laminasi biasanya terbuat dari lapisan material seperti, lapisan pelindung (wear layer), lapisan dekoratif, lapisan inti (core layer), dan lapisan penyeimbang (backing layer).

    Laminasi menawarkan tampilan yang mirip dengan kayu asli dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan lantai dari bahan alami seperti kayu keras, marmer, atau ubin keramik. Meskipun tidak tahan air, laminasi mudah dibersihkan dan cukup tahan lama.

    Batu Alam yang Penuh Kekuatan dan Kemewahan

    Batu alam seperti granit dan marmer memberikan tampilan mewah dan tahan lama. Batu alam sangat tahan terhadap kelembapan dan kerusakan, menjadikannya pilihan yang solid untuk dapur.

    Namun disamping tampilannya yang elegan dan mewah, kamu juga harus memperhatikan kekurangannya seperti, biayanya tinggi, memerlukan perawatan khusus, dan bisa licin jika basah. Adapun kelebihan dari batu alam yaitu, tahan terhadap kelembapan, sangat tahan lama, dan memiliki tampilan yang mewah.

    Melansir dari architecturaldigest.com. Pada, Senin (2/8/2024). Lantai harus nyaman untuk dipijak, mudah dibersihkan, tahan noda, dan cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Perbedaan Triplek dan Multiplek, Jangan Sampai Keliru


    Jakarta

    Pemilihan material sangatlah penting untuk mencapai hasil yang diinginkan, terutama dalam dunia konstruksi dan furniture. Triplek dan multiplek adalah dua jenis papan kayu yang sering digunakan.

    Meskipun keduanya hampir mirip karena terbuat dari serat kayu yang diproses, namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Utamanya, beda triplek dan multiplek adalah dari jumlah lapisan kayu yang digunakan/direkatkannya.

    Mengenal Triplek

    Triplek adalah lapisan kayu
    Secara umum, pembuatan triplek melibatkan tiga lapisan kayu yang direkatkan. sedangkan multiplek melibatkan lima lapisan atau lebih. Perbedaan ini mempengaruhi kekuatan dan kekuatan material akhir.


    Kelebihan dari Triplek

    • Harganya terjangkau
    • Cukup kuat terhadap regangan
    • Mudah dipotong.

    Kekurangan dari Triplek

    • Kurang bisa menahan air
    • Permukaannya kurang halus
    • Kurang estetis.

    Mengenal Multiplek (Plywood)

    Mengutip situs Wood Solutions, multiplek adalah lapisan kayu yang direkatkan untuk menghasilkan lembaran datar. Kita sering menyebutnya sebagai veneer atau kayu lapis.

    Multiplek menjadi produk kayu solid rekayasa atau engineered solid wood (ESW). Lapisan-lapisan kayu tersebut direkatkan masing-masing dengan serat tegak lurus terhadap lapisan yang berdekatan.

    Perekatan dilakukan di bawah panas dan tekanan dengan perekat yang kuat (biasanya resin fenol formaldehida). Karena proses tersebut, kayu lapis ini menjadi jenis material komposit.

    Lapisan kayu multiplek lebih banyak dari triplek yakni sekitar 5 atau lebih, hal ini menjadikannya lebih kuat daripada triplek.

    Selain itu, multiplek sangat hemat biaya dan cocok untuk digunakan dalam aplikasi struktural. Contohnya lantai, dinding geser, bekisting, atau balok anyaman.

    Dilansir laman Gharpedia, plywood ini paling umum digunakan untuk sistem lantai, partisi ringan, dinding luar, konstruksi bangunan, pengerjaan kayu untuk perahu/kapal, perabotan rumah dan kantor.

    Kelebihan dari Multiplek

    • Tahan benturan kuat
    • Stabilitas yang baik
    • Rasio kekuatan dan kekakuan yang tinggi terhadap berat
    • Relatif stabil terjadi perubahan suhu dan kelembapan
    • Tahan bahan kimia (tidak mengalami korosi).

    Kekurangan Multiplek

    • Cukup sulit untuk dipotong
    • Harganya cukup mahal
    • Permukaannya halus
    • Diketahui mengeluarkan VOC (Volatile Organic Compound) yang bisa beracun, sehingga berisiko menyebabkan iritasi pada mata
    • Sebagian besar kayu lapis kelas komersial perlu dilapisi laminasi, untuk meningkatkan keindahannya dan memperpanjang umurnya
      Rentan terhadap rayap.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Lantai Kayu Terbaik Agar Rumah Terlihat Estetik



    Jakarta

    Kayu menjadi material lantai yang cukup populer di banyak negara. Ditambah dengan karpet, lantai kayu bisa terkesan semakin nyaman.

    Jenis lantai kayu yang terbaik adalah bergantung pada gaya, kebutuhan, dan anggaran kamu. Lantai kayu merupakan material yang tahan lama dan ada banyak jenis nya.

    Melansir Better Homes & Gardens, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa jenis lantai kayu yang bisa menjadi pilihan untuk di rumah.


    Lantai Kayu Keras

    Biasanya lantai kayu keras terbuat dari satu potong kayu utuh. Lantai ini merupakan jenis lantai kayu yang paling mahal, dan memerlukan perawatan rutin seperti Pemolesan, serta pembersihan secara rutin.

    Kayu keras padat tersedia dalam bentuk kayu ek, maple, kenari, bambu, dan jati. Warnanya tergantung pada spesiesnya. Lantai kayu keras sering kali meningkatkan nilai dan daya tarik rumah.

    Kayu yang padat memuai dan menyusut pada tingkat kelembapan yang berbeda-beda, hal ini membuatnya rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan.

    Lantai Kayu Rekayasa

    Lantai kayu rekayasa merupakan alternatif yang terjangkau untuk kayu solid. Lantai ini terdiri dari lapisan tipis kayu solidaritas yang di rekatkan pada beberapa lapisan tripleks.

    Jenis lantai kayu ini dapat menahan tingkat kelembapan tinggi tanpa memuai dan menyusut. Namun, lantai kayu rekayasa tidak tahan lama seperti kayu solid.

    Lantai Laminasi Bertema Kayu

    Secara teknis, laminasi bukan kayu tetapi bisa sangat mirip. Laminasi terbuat dari papan serat padat atau papan partikel. Gambar serat kayu ditampilkan di bagian atas agar terlihat seperti kayu asli.

    Lantai kayu laminasi lebih murah dibandingkan dengan kayu dan tersedia dalam berbagai gaya dan warna. Namun, jenis lantai ini rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan.

    Lantai Parket

    Lantai parket merupakan salah satu jenis lantai kayu alami yang paling dikenal. Lantai ini memiliki kayu yang disusun dengan desain yang cukup rumit. Lantai parket dipasang secara terpisah, satu per satu.

    Sebagian besar parket modern berbentuk ubin dan dipasang dengan cara direkatkan, dipaku, atau dijepit ubinnya ke lantai dasar.

    Menata lantai parket membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan biaya pemasangan lebih tinggi. Lantai parket menarik secara estetika dan terbuat dari kayu keras.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Karpet di Ruangan Ini, Nanti Menyesal!



    Jakarta

    Karpet sering kali menjadi alat yang dimanfaatkan untuk mempercantik ruangan. Dengan ditempatkan di atas lantai, karpet juga berfungsi membuat lantai menjadi lebih nyaman.

    Banyak kelebihan yang bisa didapat saat memasang karpet di ruangan. Namun, tidak semua ruangan bisa dipasang karpet. Pertimbangkan segala kebutuhan yang diinginkan saat memasang karpet di rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet:


    1. Kamar Mandi

    Kamar mandi menjadi ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet. Hal ini karena adanya shower, wastafel, dan bak mandi yang menjadi area dengan tingkat kelembapan tinggi.

    Kamar mandi juga seringkali menjadi ruang terbatas dengan ventilasi yang lebih sedikit dibandingkan ruangan lain di rumah. Saat kamar mandi berkarpet, kelembapan akan mulai meresap ke dalam karpet, yang menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pertimbangkan menggunakan ubin vinyl, laminasi, keramik, atau porselen. Hal ini karena memiliki ketahanan terhadap air, sehingga tidak perlu khawatir tentang jamur atau lumut yang tumbuh.

    2. Dapur

    Dapur berfungsi sebagai ruang serbaguna, seperti untuk memasak dan menyiapkan makanan. Sehingga lantai dapur harus bebas dari tumpahan dan kotoran, sedangkan karpet susah dibersihkan saat terkena noda dan kotoran.

    Pertimbangkan untuk memasang lantai kayu keras, laminasi, atau vinyl di dapur. Pilihan ini akan memudahkan pembersihan dan tahan terhadap keausan yang diterima lantai dapur. Gunakan alas lantai yang rendah atau yang dapat dicuci di dapur untuk menambah warna.

    3. Ruang Cuci

    Ruang cuci adalah area dengan tingkat kelembapan tinggi yang rentan terhadap penumpukan jamur dan lumut seiring waktu. Penumpukan yang lambat dapat dipercepat jika ada masalah dengan mesin cuci, seperti kebocoran pada mesin cuci.

    Kamu bisa menggunakan laminasi atau vinyl untuk lantai ruang cuci. Jika mesin cuci mengalami kebocoran atau perlu diganti, cukup menggeser keluar mesin cuci dan membersihkan tumpahan tanpa harus mengganti lantai.

    4. Ruang Bermain

    Pastinya kamu berpikir bahwa meletakkan karpet tebal di tempat yang sering digunakan anak-anak menjadi ide yang bagus. Adanya noda spidol, minuman, dan noda lainnya akan sulit dihilangkan terutama saat noda sudah kering atau menempel.

    Pertimbangkan untuk memakai ubin lantai busa yang dapat dipasang di seluruh ruangan. Selain itu, ubin ini memiliki berbagai pola dan warna sehingga kamu dapat memilih opsi yang paling sesuai di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Menyesal! 6 Kesalahan yang Dapat Merusak Lantai Laminasi



    Jakarta

    Lantai laminasi menambah banyak keindahan dan nilai rumah dengan harga yang terjangkau. Membersihkan lantai laminasi adalah dengan menggunakan kain pel datar dengan bantalan microfiber yang menutupi kepala kain pel.

    Membersihkan setiap hari akan meminimalkan kotoran yang dapat masuk ke dalam jahitan atau menggores permukaan. Namun, seringkali kamu melakukan kesalahan saat membersihkan lantai laminasi.

    Melansir The Spruce, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa kesalahan saat membersihkan lantai laminasi yang seharusnya kamu hindari.


    Terlalu Banyak Menggunakan Air

    Pastinya untuk membersihkan lantai yang kotor, kamu perlu memerlukan air. Masalah lantai laminasi adalah terlalu banyak air yang akan merembes ke celah-celh di antara papan dan dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada lantai.

    Sedikit air sudah cukup untuk membersihkan lantai laminasi, kamu juga bisa menggunakan pel kering untuk pembersihan rutin. Bagian yang lengket dan kotor dapat dibersihkan menggunakan kain lap dan botol semprot.

    Menyedot Debu dan Menyapu Terlalu Keras

    Lantai laminasi perlu disapu atau disedot debunya secara berkala agar tetap bersih. Kotoran menjadi musuh bagi lantai laminasi yang dapat menggores dan memudarkan lapisan lantai laminasi.

    Namun, menyapu atau menyedot debu dengan tidak benar dan terlalu keras akan menyebabkan kerusakan lebih besar pada lantai laminasi daripada kotorannya. Pastikan untuk menyapu dan menyedot dengan lembut agar tidak tergores.

    Tidak Menggunakan Bantalan pada Furniture

    Furniture yang cantik, pastinya akan mempercantik lantai. Namun, untuk melindungi lantai, furniture berat memerlukan sedikit tambahan seperti bantalan di bagian bawah furniture untuk mengantisipasi terjadinya goresan pada lantai.

    Terlalu Banyak Sinar Matahari

    Masuknya pancaran sinar matahari yang datang secara teratur setiap dapat memudarkan beberapa bagian lantai laminasi kamu. Gunakan tirai tertutup atau gorden yang ditarik untuk melindungi lantai dari sinar matahari yang berpotensi paling keras untuk lantai.

    Pembersih yang Salah

    Banyak pembersih yang dapat menumpulkan tampilan lantai laminasi, terutama ketika digunakan secara berlebihan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan coba larutan ke lantai yang tersembunyi agar tidak mengubah warna secara langsung.

    Meletakkan Tanaman Sembarangan

    Tanaman yang terlalu penuh atau pot yang bocor dapat menyebabkan kerusakan yang mungkin tersembunyi sementara. Lindungi lantai dengan memperhatikan penyiraman dan menggunakan alas untuk melindungi lantai di bawah pot.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Kain Pel Lantai dan Perbedaannya, Kamu Sudah Tahu?


    Jakarta

    Salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ketika berada di rumah adalah dengan mengepel lantai. Lantai yang kotor, berdebu, bau dan lengket membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Terlebih, bila ada anak kecil atau bayi di rumah, lantai yang kotor pun bisa jadi sumber penyakit. Virus dan bakteri jahat bisa terhirup atau menempel pada kulit hingga menyebabkan sakit.

    Mengepel lantai ternyata tidak juga bisa sembarangan. Cairan dan alat pel yang dipakai juga harus sesuai dengan karakteristik lantai.


    Berikut 6 jenis kain pel lantai rumah dikutip dari The Spruce

    1. Pel datar (flat mop)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Sesuai namanya, pel jenis ini memiliki bentuk datar yang biasanya dilengkapi dengan bantalan yang bisa diganti atau dipakai ulang. Pel datar termasuk kain pel yang paling umum dan banyak digunakan.

    Pel datar sangat cocok digunakan sehari-hari, mudah digunakan, dan tidak memerlukan banyak usaha dalam persiapannya. Pel datar juga efektif membersihkan sudut-sudut, meskipun mungkin perlu usaha lebih untuk menghilangkan kotoran yang menempel kuat.

    Keunggulan lainnya adalah kepala pel datar bisa dicuci di mesin cuci dan pengering sehingga menjadikannya pilihan yang lebih higienis. Selain itu, pel datar cenderung menahan lebih sedikit air. Hal ini berguna untuk melindungi lantai yang rentan terhadap kerusakan akibat air.

    2. Pel spons (sponge mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel jenis ini memiliki kepala spons yang biasanya dilengkapi dengan penjepit. Pel ini cocok untuk membersihkan lantai keramik dan permukaan yang tidak rata. Sayangnya, pel spons rentan menjadi tempat penyebaran bakteri jika dirawat dengan cara yang tidak tepat.

    Nah, biar nggak menjadi sarang bakteri, bilas pel setelah digunakan. Setelah itu, keringkan dengan sempurna agar bakteri tidak berkembang. Saat spons pada pel ini mulai rusak atau pel mulai berbau dan berubah warna, segera ganti kepala pel.

    3. Pel debu (dust mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel debu dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan, termasuk dinding, langit-langit, dan lampu ringan. Pel jenis ini biasanya memiliki pegangan panjang yang memungkinkanmu mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau.

    Pel debu bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti wol domba, mikrofiber, dan sintetis. Sesuai namanya, pel jenis ini digunakan untuk membersihkan debu di permukaan yang kering. Pastikan untuk mencuci kepala pel debu setelah digunakan.

    4. Pel tali (string mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel tali merupakan jenis pel yang sering ditemukan. Pel ini cukup tradisional terbuat dari katun. Pel tali memiliki daya serap yang baik dan kemampuan membersihkan yang efektif. Pel ini juga mudah digunakan untuk membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

    Sayangnya, memeras pel tali seringkali menjadi PR tersendiri. Pel tali juga cenderung lebih cepat rusak. Nah, karena itu, hati-hati saat ingin mencuci dan mengeringkan pel ini, ya!

    5. Pel kain (strip mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel kain merupakan jenis pel yang digunakan di permukaan yang basah. Pel jenis ini memiliki kepala sintetis berbentuk strip dengan penjepit bawaan. Daya serap pel ini mungkin tak sekuat pel yang terbuat dari katun. Namun, pel ini lebih nyaman dan mudah dirawat.

    Pel kain tetap efisien dalam membersihkan lantai dan kadang-kadang memiliki kemampuan sedikit lebih baik dalam menggosok daripada kain pel datar. Kepala pel kain ini bisa kering dengan cepat sehingga tidak mudah menimbulkan bau tidak sedap atau menjadi kotor.

    6. Pel uap (Steam mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel uap menjadi jenis pel paling canggih. Pel jenis ini memiliki tangki isi ulang untuk air yang dioperasikan dengan cara dihubungkan ke aliran listrik.

    Pel uap bekerja dengan cara memanaskan air dan mengubahnya menjadi uap. Lalu, uap tersebut dikeluarkan melalui kain pel yang dapat digunakan kembali.

    Pel uap sangat efektif dalam membersihkan dan mendisinfeksi lantai. Namun, harganya relatif lebih mahal daripada pel jenis lain dan mungkin tidak cocok untuk semua jenis lantai.

    Perlu diingat bahwa penggunaan pel uap secara sembarangan bisa menyebabkan kerusakan serius pada lantai kayu dan laminasi, serta berpotensi menyebabkan luka bakar pada kulit jika tidak digunakan dengan hati-hati.

    Itulah 6 jenis pel lantai rumah. Sebelum memilih jenis pel yang tepat untuk rumah, pertimbangkan jenis lantai yang akan kamu bersihkan. Dengan memilih jenis pel yang sesuai, kamu bisa membersihkan rumah dengan lebih efisien dan hasil yang memuaskan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 3 Bahan Ini Bisa Kamu Jadikan Cairan Pembersih Lantai


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang paling cepat terlihat kotor. Supaya lantai yang bersih dan kesat, kamu bisa mengepel lantai menggunakan cairan pembersih lantai.

    Namun terkadang cairan pembersih di pasaran mengandung bahan kimia atau residu yang sifatnya keras. Tapi tenang, kamu masih bisa bikin cairan sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah kok.

    Lalu, bahan apa saja yang bisa gantikan cairan pembersih lantai? Berikut bahan-bahan sederhana yang bisa kamu gunakan untuk mengepel lantai, dikutip dari The Spruce.


    Bahan-bahan Pengganti Cairan Pembersih Lantai

    1. Cuka Putih Suling untuk Lantai Ubin dan Linoleum

    Kamu bisa menggunakan cuka putih suling untuk membersihkan lantai keramik dan linoleum. Namun, pastikan nat ubin tertutup rapat ya. Berikut beberapa resep cairan pembersih lantai dengan cuka suling.

    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling and 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan 2 sendok makan sabun cuci piring berbahan lembut.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan beberapa tetes minyak esensial beraroma atau jus lemon.

    2. Sabun Cuci Piring

    Gunakan sabun cuci piring yang lembut sebagai larutan pel untuk sebagian besar jenis lantai. Namun, jangan campurkan terlalu banyak sabun karena bisa membuat lantai agak lengket. Berikut adalah dua resep cairan pembersih lantai dengan sabun cuci piring.

    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring yang lembut dan 3 cangkir air hangat.
    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring, 2 cangkir cuka putih, 2 cangkir air hangat, dan 1/2 cangkir jus lemon.

    3. Alkohol Gosok untuk Lantai Laminasi

    Campuran alkohol gosok dan air bisa menjadi cairan pembersih lantai yang efektif untuk lantai laminasi dan ubin. Alkohol gosok daya menambahkan daya pembersih ke dalam air. Alkohol gosok menguap dengan cepat, sehingga tidak meninggalkan goresan dan garis saat mengering. Berikut adalah dua cara untuk membuat larutan pembersih alkohol gosok.

    • Campurkan 1 cangkir alkohol gosok dan 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1 bagian cuka, 1 bagian alkohol gosok, dan 1 bagian air hangat.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan sebagai cairan pembersih lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Lantai atau Lemari Dulu? Ini Jawabannya!



    Jakarta

    Saat merencanakan renovasi atau pembangunan interior, salah satu pertanyaan penting yang sering muncul adalah apakah sebaiknya memasang lantai terlebih dahulu atau lemari.

    Keputusan ini dapat memengaruhi hasil akhir dan efisiensi proyek kamu. Dalam hal ini pembahasan mengenai pro dan kontra dari masing-masing pendekatan, serta faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membantu kamu menentukan urutan yang paling tepat dalam proses pemasangan.

    Kapan Harus Memasang Kabinet Sebelum Lantai?

    Melansir The Spruce, Selasa (3/12/2024), dalam banyak kasus, dengan ketinggian lantai standar, kamu sebaiknya memasang lemari atau pulau dapur sebelum menambahkan penutup lantai. Selain itu, lantai juga harus dipasang sebelum peralatan.


    Penutup lantai, atau pelapis lantai, adalah permukaan yang terlihat dan diinjak bukan sublantai atau lapisan dasar, dan dapat terdiri dari bahan laminasi, vinil, kayu, atau ubin.

    Penutup lantai perlu dipotong sesuai ukuran dan disandarkan pada lemari atau pulau dapur, sehingga menyisakan celah minimal antara lantai dan lemari. Celah ini nantinya akan ditutupi oleh alas tiang atau cetakan sepatu yang dipaku pada bagian bawah lemari.

    Kelebihan Memasang Lantai Lebih Dulu

    Menurut Build Direct, banyak orang lebih memilih untuk memasang lantai terlebih dahulu guna menghindari pemotongan material di sekitar lemari dan peralatan. Ini menjadi daya tarik utama bagi mereka yang baru memulai pemasangan lantai.

    Selain itu, beberapa orang khawatir bahwa jika mereka memasang lemari terlebih dahulu, akan lebih sulit untuk menggantinya di masa depan, karena mereka terikat pada ukuran lemari yang sama.

    Namun, jika kamu sedang merenovasi dapur, kemungkinan besar kamu akan melakukannya dengan gaya yang tidak ingin diubah di kemudian hari. Terakhir, memasang lantai di bawah lemari dasar memberikan tampilan yang rapi dan menghemat waktu, karena kamu tidak perlu memasang lemari seperempat lingkaran.

    Kekurangan Memasang Lantai Lebih Dulu

    Selain itu, jenis material yang dipilih dapat memengaruhi urutan pemasangan. Lantai kayu cenderung mengembang dan menyusut akibat perubahan suhu dan kelembapan, sehingga memerlukan ruang untuk proses tersebut.

    Memasang lantai di bawah lemari dapat menyebabkan kayu melengkung saat berusaha mengembang, yang bisa merusak lantai baru kamu. Oleh karena itu, beberapa ahli merekomendasikan agar pemasangan lantai kayu dilakukan setelah kabinet terpasang.

    Di samping itu, lantai yang mengambang tidak bisa dipasang di bawah kabinet karena berat kabinet akan membatasi ruang gerak lantai untuk mengembang dan menyusut, yang dapat menyebabkan kerusakan pada lantai.

    Kelebihan Memasang Lemari Lebih Dulu

    Memulai proyek dengan lemari dapat membantu kamu menghindari berbagai masalah yang mungkin muncul jika kamu melakukannya dengan cara yang berbeda. Dengan cara ini, kamu tidak akan menghabiskan waktu dan uang untuk lantai yang tidak akan terlihat.

    Selain itu, memulai dengan lemari juga mengurangi risiko kerusakan pada lantai baru kamu . Jika kamu memasang lantai terlebih dahulu dan kemudian menambahkan lemari, ada kemungkinan kamu akan menggores atau menciptakan penyok pada lantai saat proses pemasangan.

    Kekurangan Memasang Lemari Lebih Dulu

    Dengan memulai proyek dengan kabinet, kamu pada dasarnya menetapkan fondasi yang harus diikuti selama renovasi yang akan datang. Selain itu, kamu perlu memotong lantai agar sesuai dengan kabinet bawah, yang dapat membuat proses pemasangan menjadi lebih mahal dan memakan waktu.

    Peralatan yang terpasang akan terjebak di tempatnya selama kamu menggunakan lantai ini, sehingga penggantian peralatan tersebut menjadi jauh lebih sulit. Tentu saja, kamu bisa memilih untuk membeli peralatan yang tidak terpasang untuk mengatasi masalah ini.

    Seperti yang dapat dilihat, ada kelebihan dan kekurangan dalam memilih apakah akan memasang lantai atau kabinet terlebih dahulu, meskipun ada lebih banyak risiko jika kamu memilih untuk memasang lantai terlebih dahulu.

    Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat bahan yang kamu pilih, jenis peralatan yang kamu miliki, dan rencana renovasi di masa depan saat membuat keputusan. Jika kamu bekerja sama dengan kontraktor, jangan ragu untuk menanyakan metode apa yang biasanya mereka gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com