Tag: lampu bohlam

  • Kenapa Lampu Bohlam Cepat Mati? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami lampu bohlam di rumah cepat mati padahal baru diganti? Biasanya lampu bohlam mampu memiliki umur sekitar 900 jam penggunaan. Lampu bohlam yang cepat mati dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

    Lalu, apa penyebab lampu bohlam cepat mati padahal baru diganti dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lebih lanjut.

    Apa itu Lampu Bohlam?


    Melansir dari BINUS University, Selasa (12/12/2023), Lampu bohlam atau lampu pijar bekerja dengan cara menyalurkan arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Jenis lampu banyak digunakan sebab harganya yang lebih terjangkau dari lampu lainnya.

    Penyebab Lampu Bohlam di Rumah Cepat Mati

    Melansir dari Ilmu Teknik, Selasa (12/12/2023), setidaknya ada 5 alasan mengapa lampu bohlam di rumah cepat mati. Berikut beberapa alasannya.

    1. Tegangan Terlalu Tinggi

    Alasan pertama adalah tegangan yang terlalu tinggi. Jika tegangan suplai yang masuk terlalu besar, bohlam umumnya akan menyala lebih terang dan terbakar lebih cepat.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat menguji dahulu voltase pada outlet listrik standar (220 volt), menggunakan multimeter atau tester voltase; pastikan kamu tahu cara melakukan ini dengan aman karena daya akan menyala. Jika suatu tes menunjukkan tegangan yang lebih tinggi dari 220 volt, mintalah tukang listrik untuk melihat masalahnya, atau hubungi penyedia utilitas listrik kamu (PLN).

    2. Adanya Getaran Berlebih

    Penyebab lain dari lampu yang cepat mati adalah getaran sekitar yang berlebihan. Contohnya adanya kipas di langit-langit sekitar lampu. Ketika bilah kipas menjadi tidak seimbang, kipas akan mulai bergetar, dan getarannya menggoyangkan filamen pada bohlam sehingga memperpendek umurnya.

    Untuk mengatasinya, kamu pastikan tidak ada getaran berlebih di sekitar lampu. Dan jika kamu berencana memasang kipas angin gantung, pastikan posisinya jauh dari posisi soket lampu.

    3. Celah pada Socket

    Logam kecil di bagian bawah soket bohlam lampu adalah koneksi “panas” yang memberikan arus listrik ke bohlam lampu. Jika soket di bagian bawah terdorong ke bawah terlalu jauh, maka tidak dapat menyentuh bohlam lampu. Masalahnya di sini bukanlah lampu bohlam telah padam, tetapi bohlam itu tidak bisa dialiri listrik karena terdapat celah pada soket.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat mencabut steker lampu atau matikan daya ke fitting, kemudian gunakan tespen atau alat congkel lainnya untuk menekuk logam soket tersebut sekitar 0.3mm – 0.5mm. Kemudian pasang kembali bohlam dan lihat apakah berhasil.

    4. Korsleting

    Jika bohlam lampu yang tiba-tiba menjadi mati, bisa jadi terjadi karena adanya korsleting. Aliran arus pendek pada kabel sirkuit dapat menyebabkan lampu ataupun semua perangkat lain di sirkuit tiba-tiba menjadi mati.

    Korsleting sendiri merupakan kondisi dimana arus listrik mengalir di luar jalur kabel yang ditetapkan. Situasi ini menyebabkan resistensi berkurang, sehingga meningkatkan aliran arus melalui rangkaian.

    Untuk mengatasinya, jangan sering mematikan dan menyalakan lampu bohlam. Gunakan seperlunya. Matikan bohlam saat siang hari lalu nyalakan pada malam hari. Selain menghemat energi juga dapat memperpanjang umur bohlam.

    5. Pemilihan Jenis Bohlam yang Salah

    Lampu bohlam yang sering cepat mati bisa juga diakibatkan oleh pemilihan jenis bohlam yang salah. Misalnya, membeli bohlam yang abal-abal dari merek yang tidak memenuhi standar SNI.

    Untuk mengatasinya, pastikan kamu memiliki lampu bohlam dengan kualitas baik dan sudah SNI. Kamu juga bisa mempertimbangkan menggunakan lampu bohlam LED. Karena jenis ini lebih efisien, bertahan lebih lama, dan tidak mengandung merkuri seperti bohlam jenis biasa.

    Demikian penyebab lampu bohlam di rumah cepat mati dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Lampu Neon, Bohlam dan LED, Kekurangan dan Kelebihannya


    Jakarta

    Lampu untuk ruangan memiliki banyak macamnya. Mulai dari bohlam, neon, hingga LED. Namun, apakah kamu tahu perbedaan dari lampu bohlam, neon, LED?

    Mengetahui perbedaannya sangat penting agar kamu tak salah pilih. Salah pemilihan lampu bisa saja mengganggu kenyamanan sebab terlalu terang atau terlalu redup.

    Oleh karena itu, sebelum memilih, ada baiknya kamu mengenali perbedaan dari lampu bohlam, neon, dan LED.


    Bersumber dari karya kami sebelumnya, berikut kami paparkan perbedaan lampu bohlam, neon dan LED serta kelebihan dan kekurangannya.

    1. Lampu Bohlam

    Pertama, ada lampu bohlam atau juga dikenal sebagai lampu pijar. Lampu ini populer digunakan karena harganya yang terjangkau. Lampu bohlam bekerja dengan mengalirkan arus listrik melalui filamen. Filamen sendiri merupakan kawat tipis atau kumparan yang ditemukan di dalam bola lampu yang memancarkan cahaya ketika dipanaskan.

    Kelebihan Lampu Bohlam

    – Memiliki harga yang murah di pasaran

    Kekurangan Lampu Bohlam

    – Boros listrik
    – Panas yang dihasilkan cukup besar
    – Mudah putus
    – Memiliki bagian kaca yang mudah pecah

    2. Lampu Neon

    Berbeda dengan lampu pijar yang menggunakan filamen, lampu neon bekerja dengan cara menggunakan lecutan listrik untuk menghidupkan fosfor di dalam tabungnya. Lampu neon biasa juga sering disebut sebagai lampu pendar. Ciri khas lainnya dari jenis lampu ini adalah memiliki bentuk yang beragam.

    Kelebihan Lampu Neon

    – Memancarkan cahaya yang lebih terang dibandingkan dengan lampu bohlam
    – Tahan lama
    – Penggunaan listrik yang tergolong hemat
    – Bentuk tabung memiliki bentuk yang beragam

    Kekurangan Lampu Neon

    – Memiliki harga yang cukup mahal
    – Pemasangan yang lebih sulit daripada lampu bohlam

    3. Lampu LED

    Light Emitting Diode atau LED merupakan lampu yang dapat menghasilkan cahaya dengan mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan cara ini, lampu LED dapat langsung memancarkan cahaya secara maksimal, tidak butuh waktu pemanasan seperti bohlam, dan juga tidak menimbulkan panas seperti pada bohlam ataupun neon.

    Kelebihan Lampu LED

    – Tidak butuh waktu warm-up (pemanasan) untuk memancarkan cahaya terang yang maksimal
    – Lebih hemat listrik ketimbang jenis-jenis lampu lainnya
    – Dapat berganti warna
    – Ukuran lampu jauh lebih kecil karena bentuknya hanya merupakan dioda kecil. Sehingga dapat diletakkan dimana saja
    – Awet dan tahan lama
    – Suhu lampu lebih dingin dibandingkan jenis lampu lain sehingga tidak mudah rusak

    Kekurangan Lampu LED

    Lampu LED tidak memiliki kekurangan yang signifikan. Oleh karena itu, harga lampu LED memiliki harga yang kompetitif. Hal ini disebabkan juga penggunaan LED yang luas.

    Dengan kelebihan tersebut, lampu LED merupakan pilihan tepat untuk interior. Contoh, lampu LED bisa jadi hidden lamp pada ceiling ataupun backdrop dinding. Lampu ini juga sering digunakan untuk penerangan atau general light. Dengan memiliki tingkat warna lebih tinggi dibandingkan bohlam dan lebih rendah dibandingkan neon, maka lampu LED dapat digunakan untuk berbagai jenis ruang.

    Demikian perbedaan lampu bohlam, neon, dan LED. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com