Tag: lampu

  • 3 Warna Lampu yang Paling Cocok untuk Ruangan Rumah, Bikin Nyaman & Estetik!


    Jakarta

    Memilih warna lampu untuk ruangan di rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, warna lampu dapat memengaruhi tingkat cahaya dan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut.

    Warna lampu yang terlalu cerah bisa membuat seseorang merasa silau ketika bangun tidur. Namun, warna yang terlalu redup bikin tidak nyaman ketika sedang membaca buku.

    Maka dari itu, penting untuk menentukan warna lampu agar sesuai dengan ruangan di rumah. Simak jenis-jenis warna lampu yang umum digunakan dalam artikel ini.


    Warna Lampu yang Cocok untuk Ruangan

    Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak lampu yang mengusung berbagai macam warna. Jika dahulu lampu bohlam hanya memancarkan warna kuning, kini lampu LED bisa mengeluarkan cahaya putih dan kuning.

    Pemilihan warna lampu dapat disesuaikan dengan ruangan di rumah. Dilansir situs Natale Builders, berikut penjelasannya.

    1. Warm White

    Warm white menghasilkan warna oranye dan kuning keemasan yang terasa lembut dan hangat. Warna lampu ini memiliki nilai correlated color temperature (CCT) antara 2.400-2.700 Kelvin (K).

    Warm white dapat menciptakan suasana nyaman dan rileks. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan penggunaan lampu warm white dapat memberikan efek menenangkan pikiran hingga meningkatkan nafsu makan.

    Warna lampu ini umumnya digunakan pada ruang tamu dan kamar tidur. Khusus di ruang tamu dapat memberikan kesan cozy, sehingga baik penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman ketika berbincang, terutama saat malam hari.

    Penggunaan warm white di kamar tidur juga memberikan efek hangat dan menenangkan. Lampu ini juga tidak terlalu terang sehingga tidak bikin silau ketika baru bangun tidur.

    2. Natural White

    Natural white atau cahaya putih netral memancarkan cahaya yang terang. Berbeda dengan warm white yang cenderung kuning, natural white terlihat lebih putih cerah tapi masih ada sedikit warna oranye. Lampu ini memiliki nilai CCT antara 4.000-5.500 K.

    Natural white dapat menciptakan ruangan terlihat cerah, tetapi tidak terlalu silau bagi mata. Lampu dengan warna ini sangat cocok digunakan di dapur, ruang kerja atau belajar, dan kamar mandi.

    Pada area dapur, natural white memberikan visibilitas yang baik untuk memasak. Untuk ruang kerja atau belajar, lampu ini dapat memberikan keseimbangan sehingga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah mata cepat lelah karena warna lampu yang redup.

    Sedangkan pada area kamar mandi, natural white bisa memberikan cahaya netral untuk berdandan atau bercermin. Warna yang terlalu redup bisa memengaruhi hasil make up.

    3. Cool White

    Cool white dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada natural white, bahkan hampir menyerupai kondisi cerah di siang hari. Nilai CCT dari lampu cool white antara 5.000-6.000 K.

    Disebut cool white karena warna putih yang ditampilkan sangat terang dengan efek putih kebiruan. Warna ini memberikan kesan modern, bersih, dan energik sehingga banyak digunakan pada ruangan yang luas dan butuh pencahayaan tajam.

    Untuk penggunaan di rumah, lampu cool white bisa digunakan pada area garasi atau ruang utilitas. Lampu ini dapat memancarkan cahaya ke seluruh ruangan secara jelas sehingga tidak ada sudut yang terlihat redup.

    Itulah tiga pilihan warna lampu yang cocok untuk ruangan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lampu LED Vs Lampu Neon, Mana yang Lebih Baik?


    Jakarta

    Seiring perkembangan teknologi, banyak pemilik rumah yang kini menggunakan lampu LED untuk ruangan di rumah. Namun, beberapa orang tetap memilih menggunakan lampu neon.

    Kedua jenis lampu tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli lampu LED atau lampu neon, cari tahu dulu tentang perbedaan kedua lampu tersebut dalam artikel ini.

    Lampu Neon Vs Lampu LED: Kelebihan dan Kekurangan

    Masih bimbang antara membeli lampu LED atau lampu neon? Jangan khawatir. Dilansir laman Binus University, berikut kelebihan dan kekurangannya:


    Lampu LED

    Lampu LED dapat menghasilkan cahaya dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan begitu, lampu LED dapat memancarkan cahaya secara langsung dan maksimal serta tidak butuh waktu pemanasan seperti lampu pijar.

    Meski menghasilkan cahaya terang, tetapi lampu LED tidak menimbulkan panas jika dinyalakan selama berjam-jam. Di sisi lain, lampu LED juga lebih hemat energi sehingga tak bikin boros listrik.

    Simak sejumlah kelebihan dan kekurangan lampu LED di bawah ini:

    Kelebihan Lampu LED

    • Tidak butuh waktu warm-up (pemanasan) untuk mendapatkan cahaya terang maksimal
    • Efisiensi listrik yang paling tinggi di antara jenis lampu lainnya. Sebab, energi yang dibutuhkan hanya sekitar 10% dari lampu pijar
    • Dapat diatur agar bisa berubah warna, seperti warm white, natural white, atau cool white
    • Karena bentuknya hanya berupa dioda kecil, maka volume lampu jauh lebih kecil dan bisa dipasang di mana pun
    • Lebih tahan lama
    • Tidak mengandung bahan berbahaya
    • Temperatur lampu cenderung lebih dingin dibandingkan jenis lampu lain, sehingga tidak merusak rumah lampu atau area di sekitar lampu.

    Kekurangan Lampu LED

    Salah satu kekurangan dari lampu LED adalah dari segi harganya. Memang, lampu LED cenderung lebih mahal daripada lampu neon. Meski begitu, sederet kelebihan yang dimiliki lampu LED membuat harganya terasa worth it untuk dibeli dan digunakan dalam jangka panjang.

    Di sisi lain, sudah banyak produsen yang meluncurkan produk lampu LED dengan harga terjangkau. Dengan begitu ada banyak pilihan lampu LED yang ditawarkan.

    Lampu Neon/CFL

    Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) merupakan hasil pembaruan dari lampu pijar. Disebut juga lampu pendar, lampu jenis ini sangat mudah ditemukan dan sangat populer pada masanya. Sebab, lampu ini diklaim 75% lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.

    Cara kerja lampu ini adalah dengan mengalirkan arus listrik pada gas yang terdapat di dalam tabung lampu, sehingga membuat lapisan fosfor pada dinding di dalam tabung lampu bersinar.

    Meski jadi salah satu lampu yang populer, tetapi lampu neon mulai ditinggalkan banyak orang karena kehadiran lampu LED. Berikut kelebihan dan kekurangan lampu neon:

    Kelebihan Lampu Neon

    • Cahaya yang dihasilkan lebih terang bila dibandingkan dengan lampu pijar
    • Bentuk tabung dapat divariasikan menjadi tulisan ataupun gambar
    • Harga lebih terjangkau.

    Kekurangan Lampu Neon

    • Usia pakai lebih pendek
    • Kurang efisien terhadap penggunaan energi
    • Jika dinyalakan dalam waktu lama, lampu neon akan terasa panas.

    Dengan sejumlah keunggulan tersebut, kini lampu LED banyak digunakan pada interior rumah. Misalnya penggunaan lampu LED untuk hidden lamp pada ceiling atau backdrop dinding.

    Lampu LED juga sering digunakan untuk lampu utama. Sebab, intensitas warna lampunya cenderung lebih tinggi dibandingkan lampu neon. Maka dari itu, kini ada banyak produsen lampu yang menghadirkan berbagai pilihan warna dalam satu lampu saja.

    Demikian perbedaan antara lampu LED dengan lampu omen. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Aman Nggak Sih Menyalakan Lampu Teras 24 Jam Saat Rumah Kosong?



    Jakarta

    Sering kita lihat rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya liburan hanya diterangi lampu pada bagian depan. Lampu tersebut bisa menyala lebih dari 24 jam.

    Pada malam hari, rumah tersebut terlihat sama seperti rumah berpenghuni karena lampu halamannya menyala. Namun, pada siang hari tetangga atau orang yang lewat di depan rumahnya akan sadar bahwa rumah tersebut kosong karena lampu depan terus menyala tanpa ada aktivitas.

    Pada awalnya orang berpikir ini adalah cara efektif untuk mengamankan rumah saat ditinggal pergi. Sebab, secara tak langsung tetangga mengetahui rumah tersebut kosong. Namun, bagi orang yang berniat mencuri, mereka mendapat sinyal bahwa ada kesempatan untuk menjarah rumah tersebut.


    Lantas, apakah masih relevan untuk terus menghidupkan lampu depan 24 jam saat pergi liburan?

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, pakar keamanan Brinks Home Sara Harshbarger mengatakan menghidupkan lampu bagian luar tanpa dimatikan bukan keputusan yang tepat. Sebab, hal tersebut tidak memberikan keamanan pada rumah, melainkan dapat menarik perhatian pencuri untuk datang.

    “Jika pencahayaan luar ruangan adalah satu-satunya langkah keamanan yang ada, hal itu justru dapat tidak memberikan rasa aman bagi pemilik rumah,” jelasnya.

    Selain itu, menghidupkan lampu lebih dari 24 jam tanpa dimatikan adalah tindakan pemborosan listrik dan menyebabkan polusi cahaya.

    Sara menegaskan menyalakan lampu bagian depan ketika sedang tidak berada di rumah seharusnya berfungsi sebagai penerangan terutama bagian halaman dan jalanan di depan dan keamanan. Namun, apabila lampu tersebut menyala 24 jam bahkan saat matahari terang, fungsinya tak lagi tepat.

    Tips Menyalakan Lampu Depan Rumah yang Tepat

    Cara yang tepat untuk menyalakan lampu depan ketika sedang tidak ada di rumah adalah memakai lampu yang bisa hidup dan mati secara otomatis. Penghuni rumah bisa memilih lampu yang dilengkapi dengan sensor gerak, cahaya, atau yang memiliki penjadwalan waktu mati dan menyala.

    Lampu sensor gerak dapat mengejutkan calon penyusup sekaligus mengatasi potensi polusi cahaya atau masalah konsumsi energi. Lampu yang menyala sesuai jadwal juga akan menghindari rumah dari penyusupan.

    “Sistem pencahayaan pintar yang menggunakan pengatur waktu menawarkan solusi hebat lainnya. Sistem ini menghemat energi sekaligus menciptakan kesan seolah-olah ada orang di rumah, yang dapat menjadi pencegah yang kuat,” terangnya.

    Jika tidak bisa memasang lampu pintar yang bisa menyala dan hidup melalui sensor, pakai bohlam LED yang hemat energi.

    Itulah cara memasang lampu bagian depan yang tepat agar tidak mengundang pencuri. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh Banget! 5 Cara Basmi Laron dari Rumah Tanpa Harus Gelap-gelapan


    Jakarta

    Mematikan lampu sudah menjadi jurus andalan kebanyakan penghuni rumah buat mengusir laron. Alhasil, penghuni harus gelap-gelapan di rumah selama beberapa waktu sambil menunggu laron pergi.

    Terkadang laron masuk rumah dan mengerumuni lampu untuk mencari kehangatan di musim hujan. Laron sendiri merupakan sejenis rayap bersayap yang biasa muncul menjelang dan selama musim hujan.

    Kalau penghuni tak mau mematikan lampu, bagaimana cara membasmi laron ya? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Basmi Laron Tanpa Matikan Lampu

    Inilah beberapa jurus untuk mengenyahkan laron di rumah.

    1. Sediakan Ember Berisi Air

    Dilansir dari Women’s Weekly, sediakan ember atau semangkuk air dekat kawanan laron. Pantulan cahaya di air akan menarik rayap untuk menghampiri ember dan tenggelam.

    2. Semprotkan Minyak Jeruk

    Minyak jeruk direkomendasikan oleh profesional untuk mengatasi laron. Cukup semprotkan minyak tersebut ke laron yang berterbangan atau area yang terdapat aktivitas laron.

    3. Pasang Screen pada Jendela dan Pintu

    Dikutip dari Pest Ex, penghuni perlu menutup akses laron ke dalam rumah. Tutup celah dan lubang di sekitar rumah, termasuk jendela dan pintu. Sebaiknya pasang screen atau tirai untu menghalangi laron masuk rumah.

    4. Semprotkan Insektisida

    Menurut situs martha stewart, semprotan insektisida bisa langsung membunuh laron. Namun, cara ini hanya mengatasi laron yang terlihat saja.

    5. Oleskan Minyak pada Kayu

    Minyak jeruk dan minyak nimba mengandung senyawa yang beracun bagi laron. Penghuni rumah bisa dapat mengaplikasikan minyak ini pada permukaan kayu.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi laron tanpa mematikan lampu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Horor, Ternyata Ini 5 Penyebab Lampu Suka Berkedip


    Jakarta

    Lampu yang meredup dan kembali terang berulang kali terkadang membuat suasana rumah agak ngeri bagi sebagian orang. Padahal, bisa saja lampu berkedip karena sudah mendekati akhir masa pakainya.

    “Salah satu alasan paling umum, dan Anda harus selalu mencari hal-hal yang jelas terlebih dahulu, adalah bohlam akan segera putus,” kata Terry Duncan, CEO Mr Electric dikutip dari Family Handyman, Senin (15/9/2025).

    Selain itu, lampu yang berkedip-kedip bisa saja pertanda bohlam ada bagian lampu atau aliran listrik yang rusak. Simak penyebab lampu berkedip berikut ini.


    Penyebab Lampu Berkedip

    Inilah beberapa hal yang membuat lampu berkedip.

    1. Sirkuit Kelebihan Beban

    Lampu bisa berkedip karena sirkuit kelebihan beban. Kondisi ini terjadi ketika ada berbagai perangkai elektronik yang digunakan dalam satu waktu. Sebab, aliran listrik dapat melambat atau menumpuk di satu tempat.

    2. Sakelar Tidak Serasi

    Jika tidak ada masalah pada bohlam, pemilik rumah bisa coba cek sakelar lampu. Dalam beberapa kasus, sakelar terasa panas dan menyetrum ketika dipegang. Lampu bisa berkedip kalau sakelar dan bohlam tidak kompatibel. Oleh karena itu, sakelar dan lampu harus diserasikan agar alirannya setara.

    3. Sakelar Sudah Lama

    Selain itu, sakelar yang sudah berumur biasanya mengalami penurunan dari segi kualitas dan fungsinya. Hal itu dapat mempengaruhi sinyal yang diterima sehingga lampu berkedip.

    4. Soket Harus Diganti

    Soket adalah tempat untuk memasang lampu. Perangkat ini semakin lama bisa mengalami korosi sampai rusak akibat sering terkena panas. Kalau sudah rusak, sebaiknya langsung mengganti soket agar lampunya tidak berkedip.

    5. Masalah Kabel

    Dilansir dari Sunrise Electric, kabel yang kedaluwarsa atau longgar juga dapat mengakibatkan lampu berkedip, bahkan risiko kebakaran. Jika pemilik belum melakukan perubahan atau peningkatan apa pun pada sistem listrik, tetapi lampu berkedip, penyebabnya bisa jadi kabel yang kendor. Pemilik sebaiknya segera mengatasinya dengan bantuan ahli listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Saklar Lampu Sering Panas Pertanda Ada Kerusakan, Harus Segara Diganti



    Jakarta

    Sakelar berguna untuk menghidupkan dan mematikan lampu di rumah. Permukaan sakelar umumnya memakai material yang bersifat isolator agar arus listrik dan panasnya tidak terasa hingga ke permukaannya. Lantas, jika sakelar lampu terasa panas, apa penyebabnya?

    Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis sakelar lampu yang sering panas berarti kapasitasnya tidak sesuai dengan besar daya lampu yang dipakai di rumah tersebut.

    Nurcholis menjelaskan saat ini standar sakelar sudah berubah dari yang semula. Kebanyakan sakelar dulu hanya bisa membantu untuk mengoperasikan lampu maksimal 2.200 watt, sekarang sudah mencapai 3.200 watt.


    Apabila kapasitas listrik tersebut tidak sesuai dengan kemampuan sakelar yang terjadi adalah muncul panas berlebih yang terasa hingga ke bagian luar.

    “Secara material, konektor. Dia kan cetek, nempel. Nah nempelnya ini mungkin kurang kencang, jadi menyebabkan dia itu seperti membara. artinya resistannya tinggi, pambatannya tinggi, jadi dia lebih panas, mengakibatkan panas, dan itu bisa terbakar,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Apabila kedua masalah tersebut dapat diatasi sakelar tidak akan pernah menghasilkan panas. Selain itu, Nurcholis juga membantah bahwa lampu yang menyebabkan saklar panas. Selama kapasitas sakelar mampu memberi perintah kepada banyak lampu yang memiliki daya ribuan, tidak akan ada panas yang terasa.

    “Yang harus diganti adalah sakelarnya, bukan lampunya. Dengan kapasitas yang lebih besar. Ampernya harus kita pilih yang paling besar,” tegasnya.

    Itulah penyebab saklar panas ketika digunakan, semoga membantu untuk mengetahui tanda masalah pada kelistrikan di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


    Jakarta

    Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

    Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

    Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


    Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

    Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

    Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

    “Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

    Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

    Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

    Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

    Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

    Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

    Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

    “Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

    2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

    Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

    Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

    Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lampu Sering Berkedip? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Lampu terkadang bisa berkedip dalam beberapa situasi. Kedap-kedip di sini maksudnya lampunya mati-nyala berulang kali.

    Padahal, tidak ada yang bermain dengan sakelar lampu. Nah, sebenarnya lampu kedap-kedip bisa menandakan suatu masalah.

    Lalu, kenapa lampu berkedip ya? Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lampu Berkedip

    Inilah beberapa alasan lampu mati-nyala sendiri, dikutip dari Family Handyman.

    1. Soket Harus Diganti

    Jika lampu berkedip, bisa saja ada kerusakan pada soket. Soket adalah tempat untuk memasang bohlam. Setelah sudah lama digunakan, soket dapat mengalami kerusakan atau korosi karena sering terkena panas.

    2. Sakelar Tidak Serasi

    Sakelar berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Kemungkinan sakelar tidak serasi atau tidak kompatibel kalau lampu sampai berkedip. Sebaiknya, pastikan aliran kedua benda itu setara sebelum membelinya.

    3. Sirkuit Kelebihan Beban

    Lampu dapat berkedip ketika aliran listrik kelebihan beban. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak perangkat elektronik dinyalakan secara bersamaan sehingga sirkuitnya kelebihan beban.

    4. Masalah Kabel

    Nah, kalau kedipan terjadi pada semua lampu di rumah, berarti ada masalah pada panel listrik.

    5. Sakelar Sudah Lama

    Terakhir, sakelar yang sudah berumur membuat lampu berkedip. Sakelar yang termakan usia dapat terpengaruh kualitasnya. Fungsinya menurun karena pegas sudah aus atau ada sambungan kabel yang kendur. Hal ini mempengaruhi sinyal yang diterima lampu.

    Itulah penyebab lampu berkedip. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Anjurkan Matikan Lampu saat Tidur, Ini Alasannya



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan agar mematikan lampu saat tidur. Ada alasan tersendiri kenapa beliau menganjurkan hal ini.

    Anjuran Rasulullah SAW agar mematikan lampu saat tidur termuat dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    …أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلَقُوا الْأَبْوَابَ


    Artinya: “Apabila kalian hendak tidur, padamkanlah lampu dan kuncilah pintu terlebih dahulu…” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Malik)

    Dalam Shahih Al-Bukhari tepatnya pada Kitab Al-Isti’dzan juga terdapat riwayat serupa, dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    وَأَحِيفُوا الأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا جَرَّتْ الْفَتِيْلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ الْبَيْتِ…

    Artinya: “…Kuncilah pintu dan padamkanlah lampu terlebih dahulu, karena mungkin tikus akan menyenggol pelita dan membakar penghuni rumah.” (HR Bukhari)

    Ibnu Umar RA juga meriwayatkan hadits serupa dari Nabi SAW yang bersabda,

    لا تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِيْنَ تَنَامُوْنَ

    Artinya: “Janganlah kalian biarkan api menyala di dalam rumah kalian ketika kalian tidur.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin dijelaskan, perintah Rasulullah SAW dalam hadits tersebut adalah untuk bimbingan Nabi SAW atau untuk anjuran agar memadamkan api–ada juga penerjemah hadits yang menyebutnya lampu–ketika hendak tidur.

    Menurut penjelasan dalam Kitabul-Aadab karya Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, alasan perintah untuk memadamkan lampu dan api ketika hendak tidur adalah khawatir jika api menjalar dan membakar penghuni rumah. Mengingat, pada saat itu alat penerangan masih menggunakan api.

    Alasan tersebut turut dijelaskan dalam sabda beliau, “Karena mungkin tikus akan menyenggol pelita dan membakar penghuni rumah.”

    Ada hadits yang lebih lengkap yang menceritakan bahwa ada rumah di Madinah yang terbakar api saat malam hari, hingga Rasulullah SAW memerintahkan untuk memadamkan api sebelum tidur. Hadits ini berasal dari Abu Musa RA, sebagaimana termuat dalam kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam an-Nawawi. Ia mengatakan,

    “Ada sebuah rumah di Madinah yang terbakar di malam hari termasuk penghuninya. Setelah itu, mereka memberitahukannya kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya api itu adalah musuh kalian. Maka dari itu, jika kalian tidur, maka padamkanlah api itu.” (Mutttafaq ‘Alaih)

    Imam Al-Qurthubi dalam Fathul Bari menjelaskan, hadits tersebut mengandung artian bahwa apabila seseorang tidur di rumah dan tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan di dalam rumah itu ada api, maka dia wajib memadamkan api tersebut terlebih dahulu sebelum tidur. Adapun, jika di dalam rumahnya ada beberapa orang, maka salah seorang dari mereka wajib memadamkannya, dalam hal ini yang paling wajib melakukannya adalah yang tidur paling akhir.

    Sementara itu, jika merasa aman dari kebakaran, maka boleh membiarkan api dan lampu tetap menyala ketika tidur. Para ulama, seperti Imam an-Nawawi, yang mengatakan hal ini berhujjah karena ‘illat-nya sudah tidak ada.

    “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memadamkan api dan lampu pada hadits di atas karena tikus dapat menyenggol lampu di rumah itu dan menyebabkan kebakaran. Jika hal ini tidak terjadi, maka larangan itu pun tidak ada,” kata Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim yang dinukil Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub.

    Selain menganjurkan untuk mematikan lampu, Rasulullah SAW juga memerintahkan untuk menutup pintu dan menguncinya. Dalam riwayat paling shahih, dari Jabir bin ‘Abdullah dikatakan,

    “Telah bercerita kepada kami Hasan telah bercerita kepada kami Zuhair dari Abu Az-Zubair dari Jabir berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tutuplah pintu-pintu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian, tutuplah botol-botol kalian, matikanlah lampu-lampu kalian. Setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup, tidak bisa membuka tutup yang terpasang dan tidak bisa melepas tutup, dan tikus tidak bisa membakar rumah pemiliknya.’” (HR Ahmad – shahih)

    Jabir RA turut meriwayatkan dengan lafaz,

    “Telah bercerita kepada kami Katsir bin Hisyam dari Hisyam dari Abu az-Zubair dari Jabir sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tutuplah pintu-pintu pada malam hari. Padamkanlah lampu-lampu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian, makanan dan minuman kalian, walau kalian hanya menghalanginya dengan ranting pohon.’” (HR Ahmad – shahih)

    Hadits tersebut termuat dalam buku Tafsir Hadits Al Jam’u wat Taufiq yang disusun oleh Samsurizal.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com