Tag: langit-langit

  • 7 Tips Mudah Mengecat Plafon Rumah Nggak Pakai Drama


    Jakarta

    Memiliki hunian yang indah tentu menjadi impian semua orang. Untuk mendapat rumah yang indah, kamu tidak boleh melewatkan detail seperti tampilan plafon rumah.

    Kamu bisa mengecat plafon rumah untuk melengkapi desain interior rumah. Hampir mirip dengan mengecat dinding, kamu bisa menggunakan cat tembok untuk plafon.

    Akan tetapi, bedanya ada pada proses pengecatan yang harus secara vertikal, karena letak plafon ada di atas. Supaya nggak bingung, simak tips cara mengecat plafon berikut ini yang dikutip dari Edupaint, Kamis (20/6/2024).


    Mengapa Harus Mengecat Plafon?

    Mengecat plafon membawa sejumlah keuntungan. Plafon yang dicat tentunya memberikan nuansa ruangan lebih berbeda, sekaligus bisa menonjolkan elemen desain interior.

    Tips Mengecat Plafon

    1. Pindahkan Perabotan

    Pada ruangan yang plafonnya ingin dicat, kamu perlu pindahkan semua peralatan atau tutupi permukaan perabot dan lantai dengan plastik agar cat yang jatuh ke bawah tidak mengenainya.

    2. Tutup Bagian Atas Dinding

    Tips kedua adalah menutupi bagian atas dinding yang berbatasan langsung dengan plafon menggunakan isolasi kertas.

    3. Gunakan Rol untuk Mengecat

    Sebaiknya gunakan rol sebagai alat untuk mengecat plafon. Bersihkan rol terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang masih menempel. Untuk membersihkannya kamu dapat menyemprotkan air dengan sprayer. Setelah itu keringkan dengan menggunakan kain.

    4. Menggunakan Tangga

    Agar proses pengecatan lebih mudah dan cepat, kamu dapat menggunakan tangga untuk menjangkau plafon. Jika tak ada tangga maka kamu harus menyambung rol atau kuas dengan menggunakan kayu panjang sehingga rol atau kuas bisa menjangkau permukaan plafon.

    5. Mulai dari Pinggir

    Mulailah proses pengecatan dari bagian pinggir plafon dengan menggunakan kuas ukuran sedang. Hal ini bertujuan agar hasil pengecatan di bagian pinggir rapi. Setelah itu lapisi cat pada plafon bagian tengah dengan menggunakan rol.

    Jaga agar ketebalan pelapisan cat dapat terus sama dan tidak belang. Bila cat yang menempel di rol terlihat kurang, segera celupkan rol dalam bak cat yang telah dipersiapkan.

    6. Perhatikan Arah Mengecat

    Pada saat melapisi cat dengan rol, perhatikan arah gerakkan rol. Untuk ruangan yang mempunyai dimensi dengan panjang dan lebar berbeda, maka sebaiknya kamu memilih arah gerakan pada arah yang mempunyai panjang atau lebar ruangan yang terpendek.

    Hal ini bertujuan untuk meminimalkan proses dan waktu pengeringan. Serta menghindari cat menjadi belang.

    7. Gunakan Kacamata Pelindung

    Gunakan kacamata pelindung mata pada saat mengecat plafon, supaya mata terhindar dari percikan/tetesan cat.

    Itulah 7 tips mengecat plafon dengan mudah tanpa drama. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan buat Bikin Plafon Tinggi, Rumah Jadi Makin Luas-Cuan


    Jakarta

    Langit-langit atau plafon tinggi (high ceiling) sering kali dianggap sebagai nilai plus pada sebuah rumah. Plafon tinggi membuat ruangan terlihat lebih luas, sehingga bisa menjadi daya tarik buat pemilik rumah.

    Rumah dengan plafon tinggi tidak dibuat tanpa tujuan, lho. Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan kalau tinggal di rumah dengan plafon tinggi.

    Nah, kalau kamu masih bingung atau galau untuk menentukan tinggi plafon rumah, berikut ini alasan-alasan bagus untuk bikin plafon tinggi.


    Apa itu Rumah dengan Plafon Tinggi?

    Sesuai sebutannya, rumah dengan high ceiling merupakan rumah yang memiliki langit-langit atau plafon yang tinggi. Pada umumnya, rumah memiliki langit-langit setinggi 2,4 hingga 2,7 meter. Nah, dikutip dari situs Paradise Serpong City, Minggu (23/6/2024), rumah dengan high ceiling memiliki tinggi langit-langit minimal 3 meter atau bahkan lebih.

    Alasan untuk Bikin Rumah dengan Plafon Tinggi

    Lalu, kenapa memiliki plafon tinggi menguntungkan? Berikut alasan untuk punya plafon tinggi.

    1. Sirkulasi Udara Lancar

    Pastinya keuntungan utama dari rumah dengan plafon tinggi adalah sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Secara alami, udara panas cenderung bergerak ke area yang lebih tinggi, sedangkan udara dingin turun ke area yang lebih rendah.

    Rumah dengan high ceiling membuat ruang bagi udara panas untuk naik jadi lebih luas. Alhasil, udara panas akan berada di bagian atas rumah dan tidak mengganggu area tempat kita beraktivitas di bagian bawah.

    Konsep high ceiling ini akan sangat membantu terutama jika kamu tinggal di kawasan dengan udara yang panas. Dengan mengusung konsep high ceiling, kamu bahkan tidak perlu memasang AC atau kipas angin lagi untuk memberikan kesejukan di rumah.

    2. Pencahayaan Alami Ruangan Lebih Maksimal

    High ceiling juga bisa membantu kita dalam memaksimalkan pencahayaan alami di dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir penggunaan lampu selama siang hari. Alhasil, tagihan listrik bisa ditekan.

    Selain itu, cahaya alami yang masuk ke dalam rumah juga bisa membantu meningkatkan mood dan produktivitas. Dengan kata lain, rumah dengan high ceiling tidak hanya membantumu dalam menghemat uang, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan.

    3. Terlihat Lebih Mewah dan Lapang

    Tentunya rumah dengan plafon tinggi tampak lebih mewah dan lapang. Ruang ekstra dari langit-langit yang tinggi memberikan ilusi ruangan yang lebih besar, meskipun luas tanahnya sama dengan rumah berlangit-langit rendah. Ini adalah fitur yang sangat disukai banyak orang dan sering menjadi poin utama dalam memilih rumah.

    4. Rumah Memiliki Nilai Investasi Tinggi

    Rumah merupakan salah satu instrumen investasi. Konon, plafon tinggi bisa meningkatkan nilai investasi pada rumah. Menurut beberapa studi, rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi cenderung lebih cepat laku di pasaran dan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

    “Langit-langit yang lebih tinggi merupakan fitur yang lebih khusus sehingga pembeli cenderung membayar lebih mahal. Hal ini terutama berlaku untuk rumah satu lantai,” kata David G. Mitchell, seorang Agen Real Estat terkemuka di Maryland dan Delaware serta pendiri BeachLifeOceanCity.com, dilansir dari Homes & Gardens, Minggu (23/6/2024).

    High ceiling pada rumah memberikan kesan yang lebih luas sehingga bisa menambah nilai investasinya. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kamu berencana untuk menjual rumah tersebut di masa mendatang.

    5. Desain Interior Dinamis

    Rumah dengan plafon tinggi memungkinkan kamu untuk bebas berkreasi karena memiliki banyak ruang. Kamu bahkan bisa menambahkan mezzanine atau lantai tambahan tanpa membuat rumah terlihat sesak. Dengan tambahan tersebut, kamu akan mendapatkan ruang tambahan yang bisa digunakan sebagai area kerja, perpustakaan, atau bahkan sebagai ruang tamu cadangan.

    Demikianlah keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada rumah dengan plafon tinggi. Semoga informasinya bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengukur Tinggi Ideal Plafon Agar Rumah Sejuk dan Tak Pengap


    Jakarta

    Plafon rumah adalah atap yang terlihat dari dalam rumah. Plafon ini juga sering disebut sebagai langit-langit rumah. Biasanya rumah-rumah di Indonesia memakai plafon berwarna putih yang terbuat dari gypsum.

    Saat kamu hendak memasang plafon, tidak bisa dilakukan sembarang. Ketinggiannya harus diperhitungkan agar sirkulasi udara maksimal di dalam rumah. Bahkan disarankan plafon sebaiknya dibuat setinggi mungkin.

    Rumah dengan plafon rendah terkesan sempit dan sesak. Sementara langit-langit yang tinggi membuat hunian tampak luas dan lega. Lantas, berapa tinggi plafon yang pas? Adakah tinggi ideal plafon rumah?


    Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, mengatakan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter (m) dari lantai. Selain dilihat dari jarak, ketinggian plafon yang ideal juga dipengaruhi oleh iklim wilayah di rumah itu berada. Sebagai contoh di Indonesia, sebaiknya ketinggiannya sekitar 2,8-3,2 meter untuk daerah yang bersuhu panas dan 2,4-2,5 meter untuk daerah yang lebih dingin.

    “Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya seperti yang dikutip Rabu (11/9/20224).

    Dikutip dari Alexander and Pearl, untuk rumah yang berada di daerah yang lebih dingin dari Indonesia, plafon yang disarankan adalah yang rendah sehingga memberikan rasa hangat dan nyaman. Namun, perlu diingat plafon yang rendah membuat ruangan terasa sempit dan tidak disarankan untuk memasukkan perabotan yang terlalu tinggi.

    Alasan plafon rendah tidak cocok di Indonesia dikarenakan suhu panas bisanya terperangkap di plafon rumah. Semakin dekat dengan plafon, maka penghuni rumah akan sering merasakan panas dan pengap. Sebagai gantinya, kamu bisa membuat banyak ventilasi udara seperti jendela atau lubang di beberapa sisi rumah agar ada pergantian udara.

    Sebaliknya, plafon yang tinggi membuat rumah terasa lega dan terbuka. Hunian juga terkesan lebih luas, megah, dan sirkulasi udaranya bagus.

    Tinggi rendahnya plafon juga berpengaruh pada pencahayaan rumah. Plafon yang tinggi pemasangan jendela akan mengikuti dengan luas fasad rumah. Semakin tinggi fasadnya, maka sinar matahari bisa masuk lebih mudah. Sementara itu, Hunian apabila plafon pendek, pencahayaan dari matahari akan masuk secukupnya.

    Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Jika kamu membangun rumah sendiri, cara menghitung tinggi plafon rumah bisa dilakukan dengan menjadikan tinggi badan sebagai patokan. Caranya tambahkan ukuran tinggi badan dengan 76 centimeter (cm).

    Sebagai contoh tinggi badan kamu misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

    Tinggi plafon ini juga bisa jadi acuan untuk acuan di ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Penyebab Laba-laba Bersarang di Rumah Kamu


    Jakarta

    Saat melihat dinding dan langit-langit rumah, tidak jarang kamu menemukan banyak sarang laba-laba di pojok langit-langit rumah. Tentunya hal ini membuat kamu menjadi resah karena harus membersihkannya.

    Setelah kamu membersihkan sarang laba-laba di langit-langit rumah, solusi terbaik yang harus kamu tahu adalah dengan mengetahui apa penyebab laba-laba bisa masuk dan membuat sarang di rumah. Dengan demikian kamu dapat mencegah hal ini terjadi.

    Melansir bob vila, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa penyebab laba-laba masuk dan membuat sarang di rumah kamu.


    Akses Masuk yang Mudah

    Laba-laba dapat masuk dengan mudah ke dalam rumah melalui retakan, lubang, celah pintu, jendela, dan lantai rumah kamu. Cara terbaik untuk mencegahnya masuk dengan menghilangkan atau menutup celah atau retakan yang memungkinkan laba-laba masuk.

    Perhatikan akses kabel yang tersambung ke dalam rumah, bisa jadi hal ini merupakan akses mudah untuk laba-laba masuk ke dalam rumah.

    Ruangan yang Kotor dan Jarang Dibersihkan

    Laba-laba suka bersembunyi di tempat yang gelap, berdebu, dan kotor. Membersihkan rumah secara teratur akan mengusir laba-laba yang sudah membuat sarang di rumah kamu dan mencegahnya untuk kembali.

    Bersihkan debu di sudut yang tinggi dan rendah yang memungkinkan laba-laba untuk bersarang. Semakin bersih rumah, semakin kecil kemungkinan kamu akan melihat laba-laba di rumah.

    Adanya Persediaan Makanan Laba-laba

    Laba-laba memakan serangga, sehingga apabila di rumah kamu banyak serangga, hal ini membuat laba-laba makin senang dan nyaman untuk bersarang.

    Periksa rumah untuk mencari sumber air, tempat bersembunyi serangga atau wadah makanan hewan peliharaan yang terbuka. Jika sudah membersihkan dan membuang persediaan makanannya, kamu juga dapat menyingkirkan laba-laba dari rumah.

    Kondisi Cuaca di Lingkungan

    Laba-laba menyukai tempat gelap dan nyaman. Jika cuaca di luar rumah dingin, laba-laba kemungkinan akan masuk ke dalam rumah untuk menghangatkan diri dan merasa nyaman, begitupun sebaliknya. Beberapa laba-laba juga lebih menyukai tempat yang lembap dan ada juga yang menyukai tempat kering.

    Membawa Masuk Tanpa Sengaja

    Laba-laba memang pandai bersembunyi dan biasanya mereka menumpang pada furniture, sayuran dan hewan peliharaan kamu. Perlu untuk memeriksa dan membersihkan diri setelah dari luar rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ide Inspirasi untuk Plafon Ruangan agar Terlihat Estetik



    Jakarta

    Dekorasi rumah tidak hanya terletak pada dinding dan lantai saja, langit-langit rumah juga penting untuk diperhatikan agar rumah terlihat menarik dan cantik secara keseluruhan. Dengan mengabaikan langit-langit ruangan sama dengan mengabaikan kecantikan tersembunyi.

    Memanfaatkan potensi langit-langit dapat meningkatkan desain keseluruhan, menyatukan seluruh ruangan dengan tampilan yang kohesif dan menawan. Mendekorasi langit-langit dapat membantu mewujudkan tujuan kamu.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa ide desain plafon ruangan di rumah yang bisa membuat rumah makin terlihat cantik dan menarik.


    Inspirasi plafon rumah

    Skylight dan Balok

    Inspirasi corak plafonDesain Interior Desiree Burns via The Spruce

    Balok yang terbuka menambah banyak karakter pada rumah, dan seringkali balok dicat dengan warna netral atau dibiarkan apa adanya. Dengan langit-langit miring yang terdiri dari jendela atap besar dan balok, yang melengkapi dinding putih akan terlihat estetik.

    “Langit-langit yang didekorasi dengan indah menarik perhatian ke atas, menciptakan kesan lapang. Langit-langit yang didekorasi menambahkan sentuhan akhir yang sempurna, menghadirkan kehangatan dan karakter ke seluruh ruangan,” kata Danielle Chiprut, pendiri Danielle Rose Design.

    Cetakan Hias di Langit-langit

    Inspirasi corak plafonnstagram/@prettyinthepines via The Spruce

    Jika kamu menyukai tampilan yang penuh hiasan, kamu bisa menggunakan cetakan tempel. Perhatikan bahwa membiarkan cetakan dalam keadaan putih aslinya, mengecatnya dengan warna yang sama dengan yang digunakan di langit-langit akan terlihat semakin cantik.

    Papan Kayu Alami

    Inspirasi corak plafonInstagram/@studiolaloc via The Spruce

    Langit-langit lengkung dari kayu alami langsung menambah kenyamanan di ruang keluarga. Ini menjadi hal yang wajib bagi yang mendambakan tampilan seperti kabin di rumah.

    “Elemen-elemen ini sempurna untuk menambah kehangatan dan sentuhan pedesaan ke ruangan manapun,” kata Chiprut.

    Wallpaper Berpola Ceria

    Inspirasi corak plafonInstagram/@lisagilmoredesign via he Spruce

    Memasang wallpaper pada langit-langit menjadi praktik yang sering digunakan. Bagian terbaiknya adalah terdapat begitu banyak jenis dan gaya langit yang tampilannya sama.

    Pendekatan yang lebih sederhana dengan warna solid atau dengan pola yang berani bisa menjadi pilihan langit-langit ruangan kamu. Wallpaper sangat cocok bagi yang menginginkan perbaikan yang lebih sementara.

    Langit-Langit Cat Kontras Tebal

    Inspirasi corak plafonIInstagram/@therathproject via The Spruce

    Mengecat langit-langit bukanlah teknik baru, tetapi hal ini menjadi bagian penting yang harus dilakukan. Kamu bisa mengecat langit-langit dengan warna yang sama dengan dinding dalam ruangan.

    Bisa juga menambahkan nuansa baru dengan warna yang berbeda. Warna yang kontras bisa menjadi pilihan untuk mewarnai langit-langit.

    Semburat Cat di Langit-langit

    Inspirasi corak plafonDesain Interior Desiree Burns via The Spruce

    Jika kamu memasang wallpaper di ruangan tetapi mengecat langit-langit, kamu harus memastikan bahwa ruangan tampak kohesif. Seperti menggunakan warna abu-abu yang digunakan pada kertas dinding adalah pilihan yang tepat.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



    Jakarta

    Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

    Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


    Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

    Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

    Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

    Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

    Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

    Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


    Retakan Tipis

    Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

    Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

    “Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

    Retakan yang Disertai Perubahan Warna

    Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

    Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

    “Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

    Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Plafon Rumah Bisa Retak? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Rumah yang semakin berumur perlahan akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Salah satu tanda kerusakan bisa berupa plafon retak.

    Kontraktor dari Rebwild Wildan mengatakan setiap jenis plafon punya potensi untuk retak. Retakan pada plafon umumnya tipis dan ada yang agak besar.

    Selama retakan tidak besar, plafon retak sebenarnya tidak membahayakan penghuni rumah. Namun, plafon retak tentu mengganggu estetika rumah.


    Jika tak mau plafon retak, langkah pencegahan yang paling utama adalah melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara langsung plafon-plafon. Jika ada indikasi retakan, pemilik rumah perlu segera memanggil tim ahli untuk perbaikan.

    Namun, kenapa plafon bisa sampai retak ya? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Plafon Retak

    Inilah beberapa faktor yang membuat plafon retak menurut kontraktor.

    1. Pergerakan Struktur Bangunan

    Menurut Wildan, plafon retak umumnya disebabkan oleh pergerakan struktur bangunan. Bangunan yang berdiri di atas tanah tentu rawan bergeser karena tanah bisa saja bergerak akibat gempa bumi atau faktor lainnya.

    “Plafon retak bisa terjadi karena terjadi kerusakan struktural yang berakibat dinding bergeser, otomatis plafon tertarik dan terjadi retakan,” ujar Wildan kepada detikProperti, Rabu (15/10/2025).

    Kemudian, bahan plafon yang memang sudah mengalami penuaan juga bisa retak. Menurutnya plafon bisa dikatakan sudah tua kalau usianya di atas 10 tahun.

    “Segala sesuatu pasti ada umurnya, misal zaman dulu booming plafon triplek ya lama kelamaan dia seratnya pada lepas. Kalau gypsum lama-lama bisa retak di bagian sambungan,” jelasnya.

    3. Efek Muai Susut

    Selain itu, plafon bisa retak akibat efek muai susut seperti yang terjadi pada bahan kayu. Namun, faktor ini tidak signifikan untuk menimbulkan keretakan pada plafon.

    “Misal kamar pakai AC, otomatis dingin kan kalau dingin biasanya bahan itu susut. Lalu saat siang hari terkena panas, bahannya memuai,” katanya.

    Cara Memperbaiki Plafon Retak

    Jika ingin memperbaiki plafon retak, bisa mengatasinya berdasarkan besarnya retakan. Jika retakannya tidak besar atau setipis rambut, bisa ditambal dengan kompon, lalu dicat ulang.

    Sementara itu, retakan yang sangat besar bisa dilakukan penggantian penutup plafon dengan cara berikut. Retakan disebut besar kalau sudah lebih dari 5 milimeter. Berikut ini cara mengganti penutup plafon.

    1. Bongkar penutup plafon yang sudah retak
    2. Pasang penutup baru dengan sekrup ke rangka hollow
    3. Merapikan dengan cara dikompon, sedangkan plafon PVC dirapikan dengan memasang sealant di bagian ujung-ujungnya
    4. Amplas bagian yang dikompon dengan amplas halus
    5. Mengecat penutup plafon sesuai selera, sedangkan plafon pvc tidak perlu dicat

    Itulah informasi seputar plafon retak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com