Tag: lantai keramik

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Alasan Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang


    Jakarta

    Sering kita lihat saat membangun rumah, tukang bangunan telah menyiapkan wadah besar air berisi keramik. Mereka merendam keramik yang baru saja datang sebelum dipasang di dalam rumah. Sebenarnya apa tujuan keramik direndam di dalam air?

    Merendam keramik di dalam air bertujuan untuk mengecek daya serap air pada permukaan belakang keramik. Perendaman keramik ini juga dapat mempermudah pemasangannya nanti.

    Keramik yang tidak direndam ke dalam air justru akan menyerap kelembapan dari campuran semen. Hal ini menyebabkan keramik tidak melekat dengan baik setelah dipasang sebab terdapat celah antara ubin keramik dengan bagian sambungan semen. Akibatnya lantai keramik akan terlihat cekung dan mudah pecah.


    Menurut Home Digest, ada beberapa jenis keramik yang tidak perlu direndam terlebih dahulu sebelum dipasang seperti alas lantai dari batu. Sementara untuk jenis keramik yang berbahan dasar tanah liat merah dan putih perlu dimasukkan ke dalam air sebelum dipasang.

    Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan keramik menurut situs Mulia Ceramics adalah kaolin (tanah liat) dan air, sehingga perlu direndam di dalam air.

    Cara Merendam Keramik

    Untuk mengetahui daya serap keramik, ternyata ada ketentuan yang harus diperhatikan dalam merendam keramik diantaranya sebagai berikut.

    1. Kedalaman Air

      Menurut Hanse Ceramics Tile, saat merendam lantai keramik, air harus melebihi ketebalan dan ukuran dari keramik tersebut. Sebelum merendam, pastikan keramik sudah bersih dari debu yang menutupi permukaannya agar penyerapannya maksimal saat direndam.

    2. Posisi Keramik

      Saat memasukkan keramik ke dalam air, pastikan glasir (permukaan) keramik menghadap ke atas. Menurut Kepala Program Keahlian Kriya Keramik, SMKN 2 Jepara, Agus Salim yang dikutip dari situs Vokasi Kemendikbud pada Senin (12/2/2024) glasir adalah teknik pewarna pada kerajinan keramik yang terbuat dari campuran kuarsa kapur dan oksida pewarna besi atau tembaga.

      Jika glasir keramik menghadap ke bawah, sudut ubin keramik mudah pecah jika terkena benturan. Penempatan keramik saat diangkat dari air juga menggunakan cara yakni menghadap ke atas. Hal ini untuk menghindari porselen yang membungkus keramik terkelupas.

    3. Jenis Air

      Ketentuan jenis air yang digunakan untuk merendam keramik adalah air jernih yang tidak panas atau hangat. Tidak perlu ditambahkan dengan cairan pembersih apa pun apalagi yang mengandung minyak.

    4. Lama Keramik Direndam

      Umumnya keramik direndam di dalam air selama 20-30 menit tergantung dengan ketebalan dan jumlahnya. Pastikan pula tidak ada gelembung udara yang keluar dari permukaan air.

    Setelah selesai direndam, keramik perlu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang kering. Pastikan keramik masih dalam keadaan lembap saat hendak dipasang ke lantai atau dinding.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Keramik dan Granit, dari Bahan hingga Biaya



    Jakarta

    Saat merenovasi atau membangun rumah, salah satu bagian yang paling penting adalah memilih lantai. Lantai yang umum digunakan di rumah-rumah Indonesia adalah lantai berjenis keramik dan granit. Begini perbedaan keramik dan granit.

    Pemilihan penting untuk menambah kesan menarik dan estetik untuk tampilan rumah kita. Sehingga, kita harus mencocokkan jenis atau bahan lantai dengan gaya rumah kita.

    Lantas apa saja perbedaan keramik dan granit? Simak penjelasannya di bawah ini.


    Perbedaan Keramik dan Granit

    1. Komposisi Material

    Perbedaan utama adalah dari bahan baku. Granit berasal dari batu alam yang cenderung menonjol. Berasal dari permukaan bumi berupa magma yang sudah mendingin dan terdiri dari bahan mineral dan bebatuan lainnya. Keramik berasal dari tanah liat yang melalui proses pembakaran.

    2. Tampilan

    Tampailan keduanya juga berbeda. Granit dan keramik berasal dari bahan yang berbeda, karena itu juga mempengaruhi bentuk dan tampilan dari keduanya. Granit berasal dari batu alam sehingga memiliki corak yang abstrak dan menampilkan kesan stylish, elegan dan mewah dari segi motifnya. sementara keramik lebih memiliki corak yang beragam dan mudah ditemukan.

    3. Biaya

    Seperti yang kita ketahui Granit berasal dari bebatuan alam yang tidak mudah untuk ditemukan, sehingga granit sendiri memiliki harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan keramik. Namun, memiliki ketahanan yang lebih tahan lama jika dibandingkan dengan keramik. Tetapi baik dari Granit ataupun keramik itu sendiri memiliki variasi dan harga dari mulai yang murah hingga high-end. Untuk kisaran harga keramik sebesar Rp.100.000-150.000 dan untuk granit

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Jenis Keramik Lantai Rumah Beserta Cirinya


    Jakarta

    Lantai merupakan bagian penting ketika membangun rumah karena mempengaruhi estetika hunian dan kenyamanan penghuni rumah. Umumnya, lantai dilapisi oleh keramik yang hadir dalam berbagai macam jenis.

    Pemilik rumah harus mempertimbangkan jenis keramik yang tepat supaya selaras dengan interior rumah serta nyaman untuk dipijak. Adapun setiap jenis keramik memiliki ciri-ciri dan keunggulannya masing-masing.

    Lantas, apa saja jenis keramik dan seperti apa cirinya? Simak ulasan berikut ini yang dikutip dari Mulia Ceramic, Kamis (20/6/2024).


    Jenis-jenis Keramik

    1. Keramik Porselen

    Keramik porselen memiliki tekstur yang mengkilap karena terbuat dari bahan tanah liat putih dan dilapisi kaca pada permukaannya. Selain putih, keramik ini juga ada warna abu-abu dan keramik ini juga memiliki jenis doff porselen. Tetapi jenis ini umumnya sering dipakai pada teras dan kamar mandi.

    2. Keramik Marmer

    Keramik marmer memberikan kesan alami karena bahannya dari batu alam dan mineral yang solid dan memberikan kesan natural sehingga cocok untuk dipadukan dengan material kayu. Selain itu, perawatan cukup mudah hanya dengan lap dan campuran air sabun. Keramik ini juga berfungsi untuk lantai kamar mandi dan tergolong keramik yang mudah dirawat.

    3. Keramik Semen

    Keramik semen tergolong cukup kuat dan sering dipakai untuk pabrik dan garasi rumah. Bahan ini memiliki ketahanan yang awet dan dinilai efektif dengan biaya pemasangan yang cukup murah. Keramik semen ini direkomendasikan untuk memperkaya tekstur dan desain.

    4. Homogeneous Tile

    Keramik yang biasa disebut homogeneous tile biasanya dipakai untuk kamar mandi karena memiliki ketahanan kondisi ubin yang mampu tidak terangkat karena dorongan air dari bawah tanah. Ketahanannya bisa sampai 450 kilo newton dan kuat pijakannya

    5. Keramik Andesit

    Keramik andesit sangat tahan cuaca dan tidak berpotensi jamuran atau lumut yang dapat menyebabkan ruangan lembap. Bahan andesit ini sangat cocok untuk area garasi dan ruangan outdoor.

    6. Keramik Motif Kayu

    Keramik motif kayu terbuat dari material yang memiliki motif seperti kayu yang dapat mempercantik hunian kamu. Sebab material kayu asli itu membutuhkan perawatan yang ekstra karena akan menghadapi cuaca yang ekstrem dan membuat bahan kayu mudah lapuk dan tidak awet. Oleh karena itu, keramik motif kayu ini bisa menjadi opsi.

    7. Keramik Granit

    Keramik granit memiliki desain yang terbuat dari bahan alami ini mudah ditemukan dan biayanya sangat terjangkau. Keramik jenis ini memberikan kesan natural dan dapat diterapkan pada dinding.

    8. Keramik Kaca

    Keramik kaca memberikan nuansa cerah dan kemilau dan sering diterapkan pada area kamar mandi maupun ruangan dapur.

    9. Keramik Motif Mozaik

    Keramik motif mozaik kedap terhadap air dan memiliki kepadatan pijakan yang tinggi sehingga saat cocok untuk area kamar mandi. Motif mozaik memiliki lapisan kaca tanpa glasir.

    10. Keramik Digital Printed

    Keramik digital printed sangat modern karena menggunakan metode printing sehingga mudah untuk dicari motif yang sesuai dengan kekinian. Keramik ini cocok diaplikasikan di ruang tamu maupun teras depan rumah.

    Nah, itulah informasi tentang tips, jenis keramik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin bangun rumah dan sulit untuk memutuskan jenis keramik.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbandingan Keramik Glossy dan Keramik Matte, Lebih Bagus Mana?


    Jakarta

    Lantai keramik sampai saat ini masih menjadi andalan masyarakat Indonesia ketika memilih jenis lantai pada sebuah rumah. Biasanya, alasan masyarakat Indonesia memilih lantai keramik adalah karena motif dan desainnya yang sangat beragam, dari mulai warna, tekstur, hingga, lapisan finishingnya.

    Nah tahukah kamu, sebenarnya lantai keramik yang dibuat beragam ini ada alasannya tersendiri loh. Bukan hanya dari segi warna dan teksturnya saja, hasil finishing akhir dari sebuah lantai keramik juga memiliki tujuannya masing masing.

    Bila kamu penasaran apa saja perbedaan kegunaan dari finishing akhir dari sebuah keramik, bisa simak ulasannya di bawah ini.


    Perbedaan Lantai Keramik Glossy dan Matte

    Dikutip dari lioliceramica.com, Jum’at (21/6/2024), ada 2 finishing akhir lantai keramik yang sangat populer, di antaranya yaitu glossy (mengkilap) dan matte.

    Walaupun kedua finishing keramik ini dibuat dengan proses yang mirip, tetapi hasil dari kedua produk ini nyatanya memiliki banyak perbedaan. Berikut penjelasannya.

    Apa Itu Keramik Glossy?

    Close-up of white tile background.Ilustrasi keramik glossy Foto: Getty Images/kyoshino

    Keramik dengan finishing glossy memiliki sebuah lapisan kaca cair ekstra yang cukup kuat. Finishing ini memberikan efek kepada hasil produk sehingga terlihat lebih mengkilap dan lebih cerah dengan tekstur permukaan yang sangat halus.

    Lapisan kaca cair ini terbukti bisa meningkatkan kualitas pola dan warna pada keramik tersebut, sehingga menghasilkan tampilan yang mewah yang bisa bertahan hingga beberapa dekade.

    Kelebihan Keramik Glossy

    1. Mudah Dibersihkan

    Lapisan kaca cair pada permukaan keramik memiliki tekstur yang halus dan tidak berpori. Maka dari itu lantai glossy sangat mudah untuk dibersihkan.

    2. Bisa membuat Ruangan Kecil Terlihat Luas

    Seperti namanya, lantai keramik glossy ini memiliki sifat mengkilap dan bisa membuat efek pantulan seperti cermin.

    Oleh karena sifat memantulkan cahayanya tersebut, keramik glossy ini bisa menipu mata manusia untuk meyakini bahwa ruangan tersebut lebih besar daripada aslinya.

    3. Bisa Membuat Rumah Kamu Terlihat Elegan

    Dengan sifat-sifatnya ini, lantai keramik glossy terbukti bisa membuat rumah jadi terlihat cantik dan elegan.

    Kekurangan Keramik Glossy

    1. Kerusakan Lantai Mudah Terlihat

    Karena sifatnya yang mudah memantulkan cahaya, segala bentuk kotoran, kerusakan atau kecacatan kecil pada permukaan keramik ini akan bisa dengan sangat mudah untuk disadari.

    Hal ini membuat pemilik rumah tersebut harus rutin untuk membersihkannya. Bila tidak, rumah tersebut akan terlihat kotor.

    2. Permukaannya Licin

    Karena lantai glossy memiliki tekstur halus dan kemampuan menyerap air yang sangat minim, permukaan lantai ini akan cenderung terasa licin bila ada sedikit saja cairan di atasnya.

    3. Pantulan Cahayanya Kadang Mengganggu

    Lantai yang sangat cerah dan mudah memantulkan cahaya bisa jadi sangat mengganggu fokus mau ketika melakukan aktivitas di dalam rumah.

    Lokasi yang Tepat untuk Memasang Lantai Keramik Glossy

    Karena perawatannya yang sangat mudah, lantai keramik glossy sangat cocok ditempatkan pada tempat yang mudah kotor, seperti dinding kamar mandi, dinding dapur, lantai dapur, hingga meja dapur di rumah kamu.

    Ruang tamu dan kamar tidur juga bisa dipasangi lantai keramik glossy untuk memberikan kesan mewah pada ruangan tersebut. Tidak hanya itu, seperti yang sudah dijelaskan, lantai keramik glossy ini juga sangat cocok untuk dipasang pada ruangan yang sempit atau kecil.

    Belakangan ini ada juga tren dimana dinding rumah dilapisi dengan keramik glossy agar terlihat mewah.

    Apa itu Keramik Matte?

    Ivory porcelain floor tile texture with matte finish seamlessIlustrasi keramik matte Foto: Getty Images/iStockphoto/SMedia

    Keramik dengan finishing matte memiliki satu perbedaan yang sangat mencolok, yaitu sifat dari permukaannya.

    Berbeda dari keramik glossy, keramik matte tidak memiliki sifat mengkilap. Permukaan keramik matte justru memiliki sifat kebalikannya, yaitu kusam dan memiliki permukaan kasar.

    Lapisan khusus yang membuat keramik matte terlihat kusam dan memiliki permukaan kasar ini ditujukan untuk ruangan yang ingin dibuat agar barang/isi di dalam ruangan tersebut jadi terlihat lebih mencolok, sehingga membawakan suasana megah dan elegan.

    Kelebihan Keramik Matte

    1. Memiliki Sifat Anti-slip atau Tidak Licin

    Keunggulan paling utama dari lantai keramik matte adalah karena permukaannya yang kasar. Oleh karena permukaannya yang kasar, keramik matte jadi memiliki sifat anti slip atau anti licin.

    Sifatnya anti slipnya ini sangat cocok digunakan untuk tempat yang sangat rawan untuk tergelincir. Walaupun lantai keramik ini tidak 100% anti tergelincir (apalagi bila permukaan lantai dipenuhi tanah atau air), tetapi dengan adanya lantai ini setidaknya kemungkinan untuk tergelincir bisa berkurang secara signifikan.

    2. Perawatan yang Mudah

    Permukaan kasar dari lantai matte memiliki karakter yang bisa menyembunyikan berbagai noda kecil dan goresan lebih baik daripada lantai glossy. Sehingga lantai ini sangat cocok untuk ditempatkan pada lokasi yang sering dijadikan tempat beraktivitas.

    3. Memberikan Kesan Natural

    Lantai keramik matte bisa memberikan kesan natural dan alami. Tidak hanya itu, lantai matte juga menyediakan efek permukaan seperti kayu, batu, dan beton.

    Kekurangan Keramik Matte

    1. Noda Sulit untuk Dibersihkan

    Permukaan kasar lantai matte memang bisa menyembunyikan noda kecil. Namun, bila lantai tersebut terkena noda yang besar seperti tumpahan cairan, noda tersebut akan sulit untuk dibersihkan karena permukaannya yang tidak merata.

    2. Tidak Cocok untuk Ruangan Kecil

    Karena lantai keramik matte tidak memiliki sifat memantulkan cahaya seperti keramik glossy, lantai keramik matte ini sangat tidak cocok untuk dipasang pada ruangan kecil atau sempit yang minim pencahayaan.

    Bila kamu memasang lantai keramik matte ini pada ruangan kecil atau sempit, ruangan tersebut justru akan terlihat lebih berantakan.

    Lokasi yang Tepat untuk Memasang Lantai Keramik Matte

    Lantai keramik matte cenderung bisa dipasang dimanapun, khususnya di tempat yang membutuhkan sifat anti slipnya, seperti teras, kebun, pinggiran kolam renang, lantai dapur, lantai kamar mandi, dan berbagai tempat rawan basah lainnya.

    Selain itu, lantai keramik matte juga sangat cocok untuk dipasang pada ruang belajar dan kantor, karena lantai matte bisa memberikan suasana tenang. Lantai keramik matte juga sangat cocok untuk rumah tempat beraktivitas anak kecil dan lansia.

    Itu dia penjelasan lengkap mengenai perbedaan kekurangan dan kelebihan dari lantai keramik glossy, dan lantai keramik matte beserta saran tempat-tempat di rumah yang cocok untuk dipasangnya. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna Keramik Lantai Teras yang Bagus Sesuai Konsep Rumah


    Jakarta

    Memilih warna keramik lantai teras yang bagus menjadi langkah penting dalam mempercantik tampilan rumah. Ketepatan warna tidak hanya menambah estetika, namun juga menciptakan suasana yang nyaman.

    Hal ini tentu akan menciptakan kesan tersendiri, terutama saat menyambut tamu yang datang. Oleh karena itu, simak beberapa warna keramik lantai teras rumah yang bisa jadi referensi.

    Rekomendasi Warna Keramik Lantai Teras

    Disarankan untuk menggunakan warna lantai yang kontras dengan warna taman atau tempat duduk luar ruangan. Berikut adalah ide warna keramik lantai teras populer yang dikutip dari laman Pexio:


    1. Putih

    teras rumahIlustrasi lantai teras keramik berwarna putih. Foto: Getty Images/MIXA/MIXA

    Warna putih jadi salah satu rekomendasi warna lantai teras, yang memberikan kesan bersih dan lapang. Warna akan cocok untuk teras ingin menonjolkan kesan minimalis modern. Selain itu, putih juga jadi warna yang mudah dipadukan dengan berbagai warna lainnya.

    2. Cokelat

    Teras rumahTeras rumah dengan keramik cokelat. Foto: Getty Images/Fotokia

    Cokelat adalah warna hangat yang memberikan kesan alami dan nyaman untuk teras rumah. Warna ini cocok untuk rumah yang memiliki konsep tradisional atau rustic.

    3. Abu-abu

    Cozy Lounge Outside. 3d RenderIlustrasi teras dengan keramik abu-abu. Foto: Getty Images/asbe

    Jika ingin warna netral, pilihlah warna abu-abu. Warna ini cukup banyak disukai orang, karena menawarkan kesan modern dan elegan. Abu-abu sangat cocok untuk rumah dengan desain kontemporer atau minimalis.

    4. Hijau

    Warna ini menimbulkan kesan yang segar dan menenangkan. Hijau akan cocok untuk teras ingin menghadirkan nuansa alami ke dalam rumah.

    5. Hitam

    Bagi sebagian orang, warni ini mungkin bukan pilihan yang biasa untuk teras. Namun, jika warna hitam digunakan dengan benar, warna ini bisa memberikan kesan yang modern yang tetap indah.

    Tips Memilih Lantai Keramik untuk Teras

    Dikutip dari Club Ceramic, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ubin teras keramik:

    1. Perimbangkan Gaya

    Ketika memilih lantai, kamu juga perlu memilih gaya, ukuran, atau desain yang sesuai. Terutama dengan estetika keseluruhan ruang.

    Desain ubin yang rumit mungkin tidak akan terlihat menarik di teras, terutama bagi yang memiliki rumah dan taman minimalis.

    2. Pilih Keramik yang Berkualitas

    Pastikan kamu melihat peringkat Porcelain Enamel Institute (PEI) atau skema peringkat kekuatan dan daya tahan keramik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ubin tersebut cukup kuat untuk menahan kondisi luar ruangan.

    Jika memperkirakan teras akan sering dilalui orang, pilih ubin dengan PEI yang lebih tinggi. Contoh, ubin dengan PEI 3/1500 atau 4/6000 punya ketahanan yang lebih tinggi terhadap abrasi permukaan dan ketahanan yang lebih lama di teras.

    3. Perhatikan Ketahanan Selip dan Tekstur

    Kita juga perlu mempertimbangkan tekstur dan ketahanan selip. Ubin dengan lapisan akhir matte maupun permukaan bertekstur, bisa pilihan yang sangat baik karena antiselip.

    Pastikan kamu menemukan warna lantai keramik teras yang bagus dan juga sesuai dengan selera dan estetika rumah secara keseluruhan, ya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

    Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

    10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

    Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Air Merembes Masuk

    Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

    2. Paparan Sinar Matahari

    Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

    Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

    3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

    Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

    Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

    Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

    4. Keramik Sudah Tua

    Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

    5. Terdapat Rongga

    Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

    Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

    6. Cacat Produksi

    Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

    Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

    7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

    Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

    8. Pemasangan yang Kurang Teliti

    Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

    9. Pernah Terendam Air

    Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

    Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

    10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

    Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

    Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

    1. Periksa Nat Keramik

    Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

    2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

    Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

    3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

    Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

    4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

    Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

    5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

    Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

    Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Keramik Ambles, Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya!


    Jakarta

    Lantai keramik adalah salah satu pilihan penutup lantai yang banyak dipakai di Indonesia. Keramik dikenal memiliki daya tahan yang bagus dan tampilan yang menarik. Namun, lantai keramik berpotensi mengalami kerusakan seperti lantainya terlihat ambles dan menjorok ke dalam.

    Kondisi ini membuat permukaan lantai tidak rata dan keramik yang pecah bisa berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.

    Apabila kamu menyadari jika lantai keramik di rumah terlihat turun atau ambles, kamu perlu memanggil ahli untuk memeriksanya. Apabila menilik dari situs True Level Concrete, Selasa (5/11/2024), ada beberapa penyebab lantai keramik turun atau ambles, berikut di antaranya.


    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Lantai yang turun biasanya tidak memiliki penyokong dari bawahnya atau kata lainnya tanah atau susunan di bawahnya kosong atau tidak padat. Jika di bawah keramik tersebut tidak ada permukaan yang keras, maka saat lantai tersebut menerima tekanan, keramik tidak bisa menahannya.

    2. Lantai Lembap

    Lantai lembap biasanya disebabkan karena bagian bawahnya kelebihan air sehingga membentuk celah di antara keramik. Seiring waktu, tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat. Selain genangan air, kondisi ini juga bisa disebabkan karena air selokan yang tersumbat, dan erosi tanah.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang sudah biasa terjadi. Pergerakan tanah tidak sama dengan longsor. Pergerakan tanah ada yang tidak terlihat, ada pula yang terasa jelas. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Bongkar, Ini 4 Langkah Mudah Perbaiki Lantai Keramik Pecah


    Jakarta

    Lantai keramik yang pecah tentu dapat mengganggu estetika rumah. Hal ini bisa terjadi ketika keramik terkena benturan yang keras atau tekanan yang kuat.

    Keramik juga bisa rusak karena proses pemasangannya tidak benar. Lalu, penyebab lainnya adalah suhu yang tinggi.

    Selain tak enak dipandang, keramik yang pecah memiliki ujung-ujung yang tajam karena terbuka. Garis pecahan keramik ini bisa membahayakan penghuni rumah, jika terinjak tanpa alas kaki.


    Kalau mengalami lantai keramik pecah, bukan berarti kamu harus bongkar lantai dan diganti dengan yang baru kok. Semua tergantung dengan besarnya kerusakan dan modal yang dimiliki.

    Mengganti lantai keramik yang pecah juga tidak membutuhkan proses yang sulit. Beberapa kasus ada yang hanya perlu diberi lem.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang pecah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Home Decor Bliss.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Pecah

    Inilah langkah-langkah memperbaiki lantai keramik yang pecah.

    1. Bersihkan Retakan

    Memasang kembali retakan keramik, kamu perlu melihat jalur retakannya dan potongan yang terpisah. Cara mudah untuk melihat jalur retakannya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu.

    Pertama, gunakan amplas atau pengikis lainnya ke dalam retakan dan kikis bagian yang terlalu tajam. Kedua gunakan pembersih cair atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran yang menempel di keramik.

    2. Oleskan Epoxy pada Retakan

    Cara memperbaiki keramik yang pecah adalah menggunakan epoxy. Tata cara mencampurkan epoxy tertera pada kemasan. Setelah itu siapkan karton atau alat yang khusus untuk meratakan permukaan. Tuang epoxy ke bagian retakan keramik tersebut dan tunggu hingga mengeras.

    Untuk retakan yang lebih tipis, gunakan dengan tusuk gigi. Untuk retakan yang lebih lebar, gunakan alat yang memiliki permukaan yang rata. Hindari penggunaan pisau saat mengaplikasikan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Bagian yang Kelebihan

    Apabila saat menuangkan epoxy terlalu banyak dan menyebar ke bagian yang lain, kamu bisa mengikis bagian tersebut agar terlihat lebih rapih. Lakukan dengan cepat sebelum epoxy mengeras. Lalu biarkan epoxy di dalam celah keramik yang pecah mengering.

    4. Cat Retakan yang Telah Ditutup Epoxy

    Langkah terakhir setelah epoxy mengering adalah mengecat bagian atasnya agar terlihat seperti baru. Pilih warna cat yang mirip dengan keramik yang terlihat mengkilap atau berbahan dasar minyak karena tidak mudah pudar saat terkena air. Gunakan kuas tipis untuk mengecatnya.

    Itulah cara memperbaiki keramik yang pecah tanpa membongkarnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Keramik di Rumah Bisa Meledak! Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Pemasangan lantai kemarmik tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jika salah memasang keramik bukan hanya mengganggu estetika dan fungsi, tapi juga bisa meledak.

    Beberapa kasus ledakan keramik pernah terjadi dan sempat viral. Lalu apa penyebab lantai bisa terangkat bahkan meledak?

    Keramik yang terangkat bahkan meledak ini disebut popping. Ada beberapa penyebab hal tersebut bisa terjadi.


    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut ini penyebab meledaknya keramik di lantai.

    1. Adanya Udara yang Masuk

    Salah satu penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bagian bawah keramik. Udara yang panas bisa membuat nat keramik memuai, sehingga nat keramik mengalami keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

    2. Banjir

    Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Terangkat hingga Meledak

    Lantas, bagaimana caranya untuk mencegah keramik lantai terangkat bahkan meledak? Berikut ini caranya.

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik Secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Lantai keramik memang bisa terangkat atau bahkan meledak. Jika sudah terangkat bahkan meledak, segera perbaiki lantai tersebut karena berbahaya.

    Itulah penyebab sekaligus tips untuk mencegah keramik lantai terangkat hingga meledak. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com