Tag: lantai keramik retak

  • Nggak Perlu Ganti, Begini Cara Perbaiki Lantai Keramik Pecah



    Jakarta

    Lantai keramik retak merupakan salah satu permasalahan di rumah. Hal ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Ternyata, lantai keramik retak terjadi bukan tanpa sebab. Ada beberapa penyebab yang membuat lantai keramik retak di rumah, salah satunya karena faktor lingkungan. Contohnya seperti penutupan bangunan akibat masalah geologis atau dampak dari benda keras yang menyebabkan getaran dinding dan membuat keramik retak.

    Tak hanya itu, masih ada beberapa penyebab lain retaknya lantai keramik. Dilansir dari Mulia Ceramics, Senin (4/12/2023).


    Penyebab Lantai Keramik Retak

    1. Terlalu Dekat dengan Sumber Panas

    Keramik yang posisinya terlalu dekat dengan pemanas air atau alat pemanas lainnya kerap mengalami perubahan suhu yang bisa menyebabkan keretakan. Maka dari itu, kamu perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan posisi lantai keramik yang terlalu dekat dengan sumber panas.

    2. Permukaan di Bawah Keramik Belum Kering

    Beton yang baru dituangkan memiliki banyak kadar air di dalamnya. Saat beton mengering, airnya menguap, dan beton tersebut menyusut. Proses dinamis ini membantu partikel dan agregat dalam beton saling mengikat erat.

    Akan tetapi, proses ini juga memiliki efek samping berupa keramik yang dipasang sebelum beton benar-benar kering dapat mengalami tekanan atau retakan. Jika kamu memiliki rumah baru dengan keramik yang retak, terutama retak halus, ada kemungkinan besar bahwa betonnya belum cukup kering.

    3. Komposisi Campuran Semen Kurang Tepat

    Penggunaan semen atau mortar dengan kadar yang salah atau campuran semen dan pasir tidak tepat bisa mengakibatkan campuran semen yang terlalu pekat. Hal ini berpotensi menyebabkan retak pada keramik.

    4. Kurang Lama Merendam Keramik

    Ada beberapa keramik yang perlu direndam sebelum dipasang. Jika tidak, keramik bisa menyerap terlalu banyak air dari adukan semen saat dipasang, yang bisa menyebabkan retak atau bahkan keramik lepas.

    Namun, beberapa keramik modern tidak memerlukan perendaman. Disarankan untuk membaca panduan merek atau berkonsultasi dengan ahli konstruksi sebelum memasangnya.

    5. Sambungan Pemasangan Keramik

    Pada dasarnya, keramik dan lantai di bawahnya akan menyusut dan mengembang seiring perubahan suhu. Jika tidak ada sambungan yang memadai, lantai bisa tertekan atau terdorong dan akhirnya keramik akan retak. Retakan ini biasanya sedikit dan kecil.

    6. Keramik Tertimpa Benda Tumpul

    Jika ada retakan di satu tempat dan hanya melibatkan satu ubin, kemungkinan besar disebabkan oleh benda tumpul yang mengenai ubin tersebut. Terkadang, kamu akan melihat ubin tersebut memiliki bagian yang pecah akibat benda yang mengenainya.

    Sebagai contoh di dapur, di mana seringkali terdapat benda berat seperti kaleng, panci, atau wajan yang terjatuh, keramik sering kali retak atau pecah. Lantai keramik di dekat pintu juga sering mengalami keretakan akibat dampak saat pintu dibuka atau ditutup berulang kali. Secara umum, jenis keretakan seperti ini biasanya ditemukan di dekat pinggiran lantai, bukan di bagian tengahnya.

    7. Kesalahan saat Memotong Keramik secara Manual

    Pada saat pemotongan, tukang bangunan bisa membuat kesalahan yang tidak terlihat yang bias menyebabkan retakan tersembunyi. Retakan ini mungkin tidak terlihat pada awalnya, tetapi seiring waktu, suhu, dan tekanan bisa membuatnya terlihat. Untuk keramik tertentu, seperti yang berbahan batu mikrokristalin, diperlukan mesin potong khusus.

    Cara Mengatasi Keramik Retak

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin beserta area sekitarnya secara menyeluruh. Dengan menciptakan permukaan yang bersih, epoxy akan lebih mudah menempel pada lantai, sehingga perbaikan akan tampak lebih rapi.

    Gunakan lap kain atau sikat untuk membersihkan. Kemudian, pastikan area tersebut benar-benar kering sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

    2. Isi Celah Retakan

    Setelah membuat campuran epoxy atau glasir, saatnya memperbaiki ubin yang retak. Gunakan tusuk gigi atau alat kecil untuk mengoleskan epoxy langsung ke dalam retakan. Semakin kecil alatnya, semakin presisi Anda bisa menempatkan epoxy.

    Sebarkan lapisan tipis epoxy di sepanjang retakan pada ubin dan oleskan juga di sekitarnya. Setelah itu, biarkan selama hingga 15 menit agar epoxy mengering sepenuhnya.

    Namun, bila rusaknya terlanjur parah dan tak bisa diperbaiki, maka lantai keramik mau tidak mau harus diganti.

    3. Ganti Keramik

    Jika retakan terlalu besar atau perbaikan tidak memberikan hasil yang memuaskan, kamu mungkin perlu mengganti keramik yang retak. Hal ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk memastikan lantai kamu tetap rapi dan estetis.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang retak. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com