Tag: lantai vinyl

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl


    Jakarta

    Lantai linoleum dan lantai vinyl seringkali disebut sama. Pasalnya, kedua jenis lantai ini memang memiliki bentuk yang terlihat sama. Tidak hanya itu, kedua lantai ini juga memiliki variasi warna yang sangat bervariatif. Oleh karena itu, tidak heran bila masyarakat awam masih sering menyamakan kedua jenis lantai ini.

    Namun nyatanya, kedua lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan loh. Bila kamu masih belum tahu apa beda dari lantai linoleum dan lantai vinyl, kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

    Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl

    1. Sejarah

    Linoleum

    Lantai linoleum adalah lantai elastis yang pertama ada di dunia. Lantai ini pertama kali dipatenkan pada 160 tahun yang lalu.


    Awalnya, ide lantai linoleum pertama kali ditemukan ketika minyak linseed (minyak rami) digunakan sebagai thinner cat pada saat itu. Thinner cat minyak rami ini menghasilkan sebuah lapisan film yang padat, kuat, dan fleksibel yang mengapung di atas cat.

    Tidak lama kemudian, keluarlah hasil eksperimen untuk membentuk lembaran linoleum yang memiliki daya tahan tinggi dan adaptif. Lembaran ini terbuat dari campuran minyak biji rami dengan serbuk gabus, debu/tepung kayu, dan resin pinus yang kemudian di press menjadi lembaran.

    pada tahun 1800 hingga tahun 1950, linoleum sangat digemari dan sering digunakan sebagai lantai di rumah, terutama di area dapur.

    Vinyl

    Vinyl pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Berbeda dengan linoleum, lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis seperti Polyvinyl Chloride (PVC).

    Pada tahun 1960, lantai Vinyl mulai populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan lantai linoleum. Namun, lantai vinyl juga memiliki kekurangan, yaitu bahannya yang sangat berbahaya.

    Pada saat itu, lantai vinyl dibuat menggunakan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, disamping penggunaan PVC, dalam proses pembuatan vinyl juga memerlukan phthalate plasticizers dan carcinogens.

    Ditambah lagi, dalam proses pembuatan lantai vinyl memerlukan banyak energi dan minyak bumi. Maka dari itu, lantai vinyl sangat tidak ramah lingkungan.

    2. Ketahanan Air dan Api

    Linoleum

    Linoleum memiliki daya tahan air yang baik. Namun, lantai linoleum kurang baik untuk menahan cairan, sehingga lantai linoleum memerlukan lapisan finishing tambahan untuk mencegah air meresap ke dalam lantai.

    Lantai linoleum juga memiliki daya tahan api atau panas yang tinggi. Lantai linoleum cenderung lebih memiliki ketahanan panas atau api yang lebih tinggi dari lantai vinyl, tidak hanya itu, lantai linoleum juga tidak akan mengeluarkan gas beracun ketika terbakar.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan air yang lebih tinggi dari lantai linoleum, karena pada lantai vinyl yang baru sudah menggunakan lapisan fiberglass sehingga air tidak bisa menyerap ke dalam.

    Sayangnya, lantai vinyl memiliki daya tahan api yang lebih rendah dibandingkan lantai linoleum. Tidak hanya itu, lantai vinyl juga akan menimbulkan gas beracun ketika terbakar.

    3. Perawatan

    Linoleum

    Lantai linoleum cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan lantai vinyl. Namun, lantai linoleum memerlukan perawatan rutin untuk menjaganya tetap tahan dari air.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan lebih rendah dibandingkan dengan linoleum. Tetapi, lantai vinyl modern sudah dilapisi oleh lembaran protektif, sehingga kamu tidak perlu repot memolesnya lagi.

    4. Umur

    Linoleum

    Linoleum memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bila kamu merawatnya dengan baik, lantai linoleum bisa bertahan hingga 40 tahun lebih.

    Vinyl

    Lantai vinyl biasanya hanya bertahan sampai 10 hingga 20 tahun saja.

    Itu dia sedikit ringkasan mengenai perbedaan dari lantai linoleum dan lantai vinyl. Semoga kamu tidak salah lagi ya ketika membedakan antara kedua lantai ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Antisipasi Kantong Jebol! Ini 5 Jenis Lantai yang Tahan Lama



    Jakarta

    Pemasangan lantai menjadi proyek yang mahal dan cukup memakan banyak waktu, sehingga untuk menggantinya memerlukan pertimbangan yang sangat matang dan memilih jenis lantai yang tahan lama.

    Banyak jenis lantai yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama, namun itu saja tidak cukup. Pastinya kamu juga tidak ingin mendapatkan goresan dan retak pada lantai rumah.

    Melansir The Spruce, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa pilihan lantai yang paling tahan lama sebagai rekomendasi untuk lantai rumah kamu.


    Lantai Vinyl

    Lantai vinyl menjadi pilihan terbaik untuk ketahanan murni juga memiliki ketahanan pada kelembapan. Jenis lantai ini seperti lembaran atau papan yang menjadi pilihan sangat baik untuk merenovasi dapur atau kamar mandi.

    Keramik dan Porselen

    Ubin keramik dan porselen lebih unggul dibandingkan jenis lantai lain, terutama karena tampilannya. Ubin sangat tahan terhadap goresan dan tumpahan, namun jika benda berat jatuh di atasnya, ubin pasti akan mengalami keretakan.

    Satu ubin yang retak dapat diganti tanpa mengganggu lantai lainnya. Pemasangan oleh ahli membantu meningkatkan daya tahan. Lapisan bawah yang tidak tepat atau rongga yang tersisa di bawah ubin dapat menyebabkan keretakan.

    Laminasi

    Laminasi menjadi lebih tahan lama karena saat ini produsen meningkatkan lapisan aus dan dasarnya. Lapisan atas dapat sangat terhadap goresan dari benda tajam dan furniture.

    Disarankan untuk tidak dipasang di lingkungan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Namun, kamu bisa membeli laminasi kedap air karena laminasi kedap air tidak mengandung kayu sama sekali.

    Jika mempertimbangkan ketahanan, lantai vinyl bisa menjadi pilihan daripada lantai laminasi.

    Lantai Beton

    Lantai beton menyediakan permukaan yang seragam untuk penggunaan komersial dan merupakan lantai yang sedang tren karena daya tahannya. Beton adalah lantai dalam ruangan yang paling tahan lama.

    Namun, beton tidak cocok di semua ruangan tetapi bisa menjadi tambahan yang layak untuk ruang-ruang tertentu yang lembap dan sering terkena goresan. Hal ini karena beton tahan lembap dan anti terhadap goresan.

    Kayu Keras Padat

    Lantai kayu keras padat merupakan salah satu lantai yang paling tahan lama. Jika lantai tergores, lantai dapat diamplas. Setelah satu atau dua kali pengamplasan, sebagian besar lantai kayu padat akan kembali ke tampilan aslinya yang halus.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Ngepel Pakai Air Panas, Ini Anjuran Sesuai Jenis Lantainya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kalau mengepel dengan air panas bisa membuat lantai lebih bersih? Suhu dari air memang dapat memberikan hasil yang berbeda saat mengepel, lho.

    Dikutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Selain itu, bahan pembersih lantai dapat bekerja lebih efektif kalau dicampurkan dengan air panas. Dengan begitu, aktivitas mengepel pun menjadi lebih mudah.


    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi. Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik, dan porselen, lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Berbeda halnya dengan jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Itulah anjuran mengepel lantai dengan suhu air yang berbeda. Jangan asal pakai air panas agar lantai nggak rusak ya. Semoga Bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com