Tag: lantai

  • Lantai Atas Rumah Sering Terasa Panas dan Pengap? Ini 4 Biang Keroknya


    Jakarta

    Bagi yang rumahnya memiliki dua lantai atau lebih, pernah nggak merasakan lantai atas terasa lebih panas dan pengap? Perubahan suhu ini terasa bahkan saat masih berada di tangga rumah.

    Hal ini cukup mengherankan karena bisa hampir setiap siang lantai atas terasa seperti itu. Sementara, ventilasi seperti jendela dan lubang angin dalam keadaan terbuka untuk udara masuk. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Dilansir BBC, berikut alasan lantai atas bisa lebih panas dan pengap dari lantai bawah.


    1. Sirkulasi Udara Lantai Atas Buruk

    Jika rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, panas akan meresap melalui atap. Hal ini yang kemudian terasa di seluruh ruangan di lantai dua. Solusinya adalah buat jalur pertukaran udara di lantai bawah dan atas agar udara panas bisa keluar dan udara segar bisa masuk. Selain itu, tambahkan insulasi atau peredam panas pada atap, misalnya papan kayu besar yang menutupi seluruh atap.

    2. Tidak Ada Perangkat yang Membantu Pergerakan Udara

    Apabila sirkulasi di rumah tersebut tidak dapat diperbaiki karena sulit dan membutuhkan biaya besar. Minimal lantai dua disediakan kipas angin. Perangkat elektronik ini bisa membantu membuat pergerakan udara dan sirkulasi udara dengan cepat pada sebuah ruangan sehingga tidak begitu terasa panas dan pengap. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

    3. Terpapar Sinar Matahari

    Panas siang hari biasanya berasal dari atap. Namun, panas juga bisa datang dari jendela. Sebaiknya saat siang hari gorden jendela dalam keadaan tertutup agar panas matahari tidak terus menyorot langsung ke dalam rumah.

    4. Lampu Jarang Dimatikan

    Lampu juga bisa menjadi sumber panas apabila dihidupkan. Oleh karena itu, banyak anjuran untuk mematikan lampu apabila tidak digunakan atau di luar terang. Apabila saat gorden jendela ditutup ruangan jadi gelap, setidaknya di ruangan tersebut terdapat sirkulasi udara yang baik dan kipas angin atau AC.

    Itu dia beberapa alasan lantai atas rumah sering panas dan pengap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


    Jakarta

    Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

    Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

    Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


    Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

    Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

    Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

    Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan Ubin Lantai Bisa Meledak dan Terangkat Menurut Kontraktor


    Jakarta

    Ubin lantai suatu ketika bisa meledak sampai terangkat. Kerusakan ini membuat permukaan lantai tidak rata sehingga tidak nyaman buat dipijak maupun dipandang.

    Kontraktor dari Rebwild, Wildan, mengatakan ubin lantai yang terangkat karena meledak disebut dengan istilah ‘popping’. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada bangunan rumah tua.

    Untuk mengatasinya, pemilik rumah dapat mengganti ubin yang rusak. Pemilik juga bisa mengganti seluruh ubin lantai sekaligus.


    Lantas, mengapa ubin lantai bisa meledak? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Keramik Lantai Meledak

    Inilah faktor-faktor yang bisa membuat ubin lantai meledak.

    1. Penurunan Lantai

    Penurunan atau pergeseran lantai atau tanah dapat menyebabkan lantai popping. Kejadian itu biasanya terjadi di lantai satu rumah bertingkat.

    “Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    2. Hawa Panas dari Tanah

    Lalu, gas alam atau hawa panas dari bawah tanah juga bisa membuat ubin lantai meledak. Tekanan dari gas mendorong ubin hingga terangkat.

    3. Panas Semen Terperangkap

    Selain dari bawah tanah, hawa panas yang terperangkap pada semen bisa membuat lantai terangkat. Adonan semen memang bersifat panas.

    Sebagai langkah pencegahan, tukang bangunan bisa merendam ubin selama 15 menit hingga 1 jam sebelum pemasangan. Pastikan juga permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai.

    4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

    Kemudian, ubin lantai meledak bisa disebabkan oleh kekuatan lantai. Komposisi adukan mortar yang tidak sesuai anjuran dapat mengurangi kekuatan lantai.

    “Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” ucapnya.

    5. Keramik Tidak Berkualitas

    Terakhir, ubin lantai meledak karena kualitas keramik kurang memadai. Ubin yang tak mampu menahan tekanan besar punya potensi untuk meledak. Nah, sebaiknya menggunakan ubin yang berkualitas dengan daya tekan sesuai standar.

    “Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

    Itulah sejumlah penyebab ubin lantai meledak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Kamar Mandi Licin Bisa Bahaya, Ini Solusi Praktisnya!


    Jakarta

    Area kamar mandi sering kali dalam keadaan basah serta terpapar sabun. Hal ini membuat lantainya licin sehingga penghuni bisa saja terpeleset dan terjatuh.

    Oleh karena itu, penghuni mesti berhati-hati ketika di kamar mandi. Jangan berjalan atau bergerak terburu-buru.

    Selain itu, penghuni bisa menyiasati agar lantai kamar mandi yang licin. Temukan caranya berikut ini.


    Cara Mencegah Lantai Kamar Mandi Licin

    Inilah beberapa cara membuat lantai kamar mandi nggak licin, dikutip dari Enviro Master.

    1. Gunakan Ubin Khusus Kamar Mandi

    Berawal dari pembuatan ruangan, pemilik rumah bisa menggunakan ubin khusus kamar mandi. Pilih ubin dengan permukaan bertekstur kasar, berbeda halnya dengan lantai kamar tidur atau ruang keluarga yang lebih halus.

    2. Pakai Cairan Anti Slip

    Pemilik rumah juga bisa menyemprotkan cairan anti slip pada lantai. Cairan tersebut akan mengubah lantai yang licin menjadi kasar. Dengan begitu, penghuni terhindar dari risiko terpeleset.

    3. Pakai Alas Tambahan

    Lalu, lantai kamar mandi juga dapat ditambahkan alas atau stiker anti slip. Cara ini merupakan solusi yang efektif dan terjangkau untuk dilakukan.

    4. Rajin Bersihkan Kamar Mandi

    Jangan lupa untuk rajin membersihkan kamar mandi setidaknya seminggu sekali. Sebaiknya gunakan pembersih khusus yang mampu menghilangkan kerak dan kotoran membandel.

    Kamar mandi yang sering dipakai tentu bakal cepat kotor. Dengan membersihkan kamar mandi, penghuni mencegah penumpukkan kotoran yang bikin lantai licin.

    5. Jaga Lantai Tetap Kering

    Pastikan lantai kamar mandi kering agar tidak licin. Pemilik bisa memasang exhaust fan atau kipas angin biar lantai cepat kering dan enggak lembap.

    Itulah cara membuat lantai tidak licin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Dapur Licin dan Lengket? Begini Cara Ampuh Bersihkannya



    Jakarta

    Setelah selesai memasak, kita sering merasakan lantai dapur licin dan lengket. Kondisi lantai yang seperti itu bisa menimbulkan noda cetakan kaki jika pemakainya pindah ke ruangan lain sebelum lantai dapur dibersihkan.

    Cara membersihkan lantai dapur ternyata tidak cukup dengan diusap kain bersih dan dipel karena area yang licin agak sulit dibersihkan hanya dengan air.

    Dilansir Martha Stewart, ketika membersihkan lantai terutama dari keramik usahakan menghindari memakai cairan pembersih kimia keras seperti cuka. Larutan tersebut bersifat asam dan dapat merusak nat atau area pinggiran lantai keramik. Selain keramik, cuka juga tidak aman untuk jenis lantai dari batu.


    Cara Membersihkan Lantai Dapur yang Licin dan Lengket

    Cairan pembersih yang aman untuk membersihkan lantai adalah air hangat dan sabun cuci piring. Setelah dicampurkan, semprotkan cairan tersebut ke seluruh lantai. Kemudian ambil kain pel atau kain bersih yang sudah dibasahkan dan pel seluruh lantai.

    Apabila melihat di bagian nat atau pinggiran lantai terdapat noda yang menempel dan susah dibersihkan, coba pakai soda kue. Caranya campurkan soda kue dengan air. Ukurannya bisa disesuaikan dengan banyak kotoran yang harus dibersihkan.

    Kemudian, oleskan cairan tersebut ke bagian nat yang kotor. Ambil sikat kecil lalu gosok hingga noda hilang. Diamkan area tersebut selama 15 menit. Setelah itu, siapkan air hangat untuk membilas area tersebut setelah 15 menit. Terakhir keringkan area tersebut dengan kain kering. Apabila belum hilang, ulangi cara yang sama hingga noda benar-benar hilang.

    Setelah semuanya dibersihkan, jangan lupa buka semua ventilasi di dapur agar lantai cepat kering dan tidak lembap. Kalau ruangannya tertutup, ambil kipas angin untuk mengeringkan dan mendorong udara panas dari dapur. Biarkan kipas menyala selama 15-20 menit.

    Itulah cara ampuh mengatasi lantai dapur yang licin dan lengket, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


    Jakarta

    Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

    Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

    Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


    Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

    2. Lantai Lembap

    Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

    Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Rumah Bau Amis Setelah Dipel? Coba 5 Cara Ampuh Ini!


    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan kegiatan bersih-bersih yang perlu dilakukan secara rutin. Jika tidak, maka lantai akan terlihat kotor dan terasa lengket saat diinjak.

    Setelah dipel, lantai rumah akan jadi bersih dan terasa wangi. Namun terkadang, lantai justru mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau amis yang sangat menyengat.

    Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan para penghuni rumah. Apalagi jika ada tamu yang datang, tentu mereka akan risih karena mencium bau amis dari lantai.


    Namun jangan khawatir, lantai rumah yang bau amis setelah dipel dapat diatasi dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Atasi Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Dilansir situs Be The Story dan Eufy, berikut langkah-langkahnya:

    1. Cuka dan Kulit Jeruk

    Cara yang pertama bisa menggunakan cuka putih dan kulit jeruk. Kedua bahan ini diklaim ampuh untuk mengatasi bau amis di lantai secara alami.

    Caranya dengan memasukkan beberapa kulit jeruk ke dalam wadah, lalu tuang cuka putih hingga setengah wadah, kemudian tambahkan air secukupnya. Simpan wadah di tempat yang sejuk selama tiga minggu agar bereaksi.

    Setelah disimpan, tuang cairan kulit jeruk yang sudah tercampur dengan cuka putih dan air ke dalam botol semprot. Lalu, gunakan cairan tersebut untuk membersihkan lantai yang bau amis.

    2. Pakai Air Bersih

    Pastikan menggunakan air bersih saat mengepel lantai rumah. Hindari menggunakan air kotor yang sudah digunakan untuk mengepel lantai sebelumnya karena dapat memicu bau amis.

    Disarankan untuk menggunakan air hangat saat mengepel lantai agar kotoran yang menempel di lantai keramik dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Jaga Kebersihan Kain Pel

    Meski sudah menggunakan cairan pembersih yang sangat wangi, lantai masih bisa tercium bau amis jika kain pel sudah kotor. Tanda-tanda kain pel kotor biasanya terlihat dari kain yang sudah menghitam dan tercium aroma tidak sedap.

    Sebaiknya segera mengganti kain pel dengan yang baru. Selain mencegah bau amis, mengepel lantai akan lebih mudah dan cepat karena kain pel mampu mengangkat kotoran secara optimal.

    4. Bersihkan Ember

    Selain itu, perhatikan juga ember yang digunakan untuk mengepel lantai. Walau sudah menggunakan kain pel baru dan air bersih, tapi jika ember dipenuhi kotoran maka semuanya akan jadi sia-sia.

    Dianjurkan untuk segera membuang air kotor dari dalam ember. Kalau dibiarkan selama berhari-hari bisa menyebabkan bau tidak sedap dan menimbulkan banyak jamur.

    5. Gunakan Cairan Pembersih Lantai

    Agar lantai selalu wangi saat dipel, pastikan menggunakan cairan pembersih lantai yang dijual bebas. Selain dapat mengangkat kotoran, cairan ini juga mampu membunuh bakteri dan kuman. Alhasil, lantai rumah jadi lebih bersih, wangi, dan kinclong.

    Itulah lima cara mudah mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Perbaiki Lantai Keramik Retak Jadi Seperti Baru Lagi


    Jakarta

    Lantai keramik bisa retak atau pecah akibat benturan keras atau termakan usia. Meski sepele, retakan itu cukup mengganggu estetika lantai.

    Tenang saja, pemilik rumah bisa dengan mudah memperbaiki lantai keramik yang retak. Tak perlu bongkar dan ganti ubin baru, pemilik bisa menambalnya selama retakan enggak parah.

    Setidaknya dengan begitu, retaknya tersamarkan. Lantai pun terlihat seperti semula tanpa harus diganti.


    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak

    Inilah langkah-langkah untuk menambal lantai keramik yang retak, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama adalah membersihkan retakan keramik. Gunakan amplas atau pengikis untuk mengikis bagian dalam retakan yang tajam. Setelah itu, bersihkan kotoran pada keramik pakai sabun cuci piring atau cairan pembersih.

    2. Oleskan Epoxy

    Setelah lantai keramik retak bersih, saatnya mengoleskan epoxy. Siapkan campuran epoxy dengan mengikuti petunjuk produk.

    Tuang epoxy ke bagian retak pada keramik dan biarkan mengeras. Pemilik bisa meratakan epoxy pada retakan tipis pakai tusuk gigi. Kalau retakannya lebar, pakai alat yang permukaannya rata.

    Namun, hindari menggunakan pisau untuk meratakan epoxy ya. Alat tersebut membuat epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Jika epoxy menyebar ke bagian lain, pemilik bisa bersihkan dengan cara dikikis. Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Kalau epoxy sudah mengering atau mengeras, saatnya mengecatnya agar terlihat seperti ubin baru. Oleskan cat pada bekas retakan menggunakan kuas tipis.

    Disarankan untuk memilih warna cat yang mirip dengan keramik serta finishnya mengkilap. Selain itu, pilih cat berbahan dasar minyak agar warnanya tidak cepat pudar akibat air.

    Itulah tips memperbaiki lantai keramik yang retak menjadi seperti baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com