Tag: lantai

  • Ini Kelebihan dan Kekurangan Punya Rumah Tingkat


    Jakarta

    Kebanyakan rumah mempunyai satu atau dua lantai, tergantung pada luas tanah dan kebutuhan pemilik. Rumah tingkat sering kali menjadi pilihan untuk menampung lebih banyak orang, ruang, maupun barang-barang.

    Kalau kamu ingin membeli atau membangun rumah tingkat, sebaiknya ketahui dulu apa saja kelebihan dan kekurangannya agar lebih yakin. Berikut ini penjelasan plus minus mempunyai rumah bertingkat, dilansir dari Lofty Building Group, Sabtu (11/5/2024).

    Pertimbangan Beli Rumah Tingkat

    Kelebihan

    1. Maksimalkan Ruang

    Rumah tingkat memungkinkan penghuni memaksimalkan ruang yang ada. Jika memiliki lahan yang kecil, kamu bisa menambah ruang secara vertikal, dengan begitu luas hunianmu bisa dua kali lebih besar dari semestinya.


    Selain itu, cara ini dapat menyisakan lahan untuk pekarangan, kebun, kolam renang, carport, dan elemen eksterior rumah lainnya.

    2. Privasi & Mengurangi Bising

    Memiliki rumah tingkat berarti penghuni rumah mendapat lebih banyak privasi. Sebab, ruang di rumah satu lantai yang lebih kecil, sehingga ruang gerak penghuni terbatas.

    Area komunal dengan area kamar tidur bisa dipisah berdasarkan lantai. Misalkan lantai satu untuk ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Sementara lantai dua dikhususkan untuk kamar tidur.

    Lebih lanjut, rumah tingkat memungkinkan ruang hidup bisa lebih tersebar, sehingga memberikan lebih banyak privasi. Ruang hidup yang tersebar di beberapa lantai dapat membantu mengurangi kebisingan.

    3. Pemandangan

    Tentunya rumah tingkat menghadirkan pemandangan yang lebih luas di lantai atas. Kamu bisa menikmati pemandangan indah tanpa terhalang rumah atau pohon.

    Tambahkan balkon dan jendela untuk menikmati pemandangan yang luas dan jauh di lantai atas. Kamu bisa mendapat cahaya lebih dengan menambahkan jendela, sehingga membantu hemat listrik.

    Kekurangan

    1. Risiko Keamanan

    Meski rumah tingkat tampak estetik dan menawan, ada risiko keamanan yang bisa mengancam penghuni rumah, terutama anak-anak dan lansia. Penghuni rumah bisa tak sengaja terjatuh dari jendela, balkon, dan tangga.

    Oleh karena itu, penghuni harus lebih berhati-hati ketika bergerak, mengawasi satu sama lain, serta memasang pengaman untuk jaga-jaga.

    2. Fleksibilitas Desain

    Jika membangun rumah tingkat, kamu perlu memikirkan keselarasan desain lantai atas dan bawah. Kemudian, memastikan menyisikan ruang yang cukup buat area tangga. Dengan pertimbangan itu, fleksibilitas desain menjadi terbatas.

    3. Perawatan

    Memiliki lebih banyak ruang di rumah tingkat berarti menambah beban pekerjaan dan biaya untuk merawat rumah. Kalau kamu punya rumah dua lantai, berarti kamu harus membersihkan dua kali lebih banyak lantai, jendela, dan kamar.

    Belum lagi ada tambahan area tangga pula. Nah, kalau tidak ingin capek bersih-bersih rumah besar, mungkin rumah satu lantai lebih cocok buat kamu.

    Itulah plus minus punya rumah tingkat yang perlu kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 4 Alasan Lantai Marmer Lebih Mahal dari Ubin Biasa


    Jakarta

    Lantai marmer adalah salah satu jenis ubin yang harganya cukup mahal. Namun, di balik itu, lantai marmer menawarkan nilai tersendiri pada rumah yaituisa membuat tampilan rumah menarik, menaikkan harga rumah, hingga mudah dipasang.

    Melansir dari The Spruce, marmer adalah batu alam yang sering diolah menjadi bahan bangunan di rumah seperti lantai, alas meja, dinding, hingga hiasan furniture lainnya. Marmer berasal dari batuan metamorf yang terbentuk ketika batu sedimen, seperti batu kapur, diubah di bawah panas dan tekanan menjadi batu yang lebih keras dengan warna yang indah dan pola berurat.

    Marmer kerap disamakan dengan granit, padahal keduanya berbeda. Granit adalah batuan beku yang berasal dari magma vulkanik, bukan batuan sedimen berlapis. Granit biasanya memiliki pola warna berkerikil atau berbintik, sedangkan marmer biasanya memiliki pola urat bergelombang.


    Sebagai bahan yang terbuat dari bahan alami, tidak heran jika harganya lebih mahal dari jenis penutup lantai lainnya. Berikut beberapa alasan lantai marmer lebih mahal dari ubin biasa menurut The Spruce yang dikutip pada Rabu (12/6/2024).

    1. Desain yang Berbeda Tiap Produk

    Marmer adalah salah satu bahan yang terbuat dari batuan alam. Memakai bahan yang alami membuat desainnya tidak ada yang sama dari satu produk dengan lainnya. Oleh karena itu, penggunaan lantai marmer bisa membuat harga rumah lebih tinggi dibanding rumah dengan keramik biasa.

    2. Membuat Rumah Sejuk

    Marmer adalah konduktor panas yang baik. Jenis penutup lantai satu ini bisa menyerap panas dengan baik sehingga saat diinjak tidak akan terasa panas meskipun diletakkan di luar ruangan. Namun, saat udara dingin, marmer bisa terasa lebih dingin dari biasanya.

    3. Menaikkan Harga Rumah

    Modal untuk memakai lantai marmer yang mahal secara tidak langsung mempengaruhi harga rumah saat dijual kembali. Namun, ini tergantung pada lokasi rumah dan syarat lainnya saat hunian hendak dijual.

    4. Memberikan Efek Kaca

    Kebanyakan lantai di Indonesia tampilannya berkilau seperti memasang kaca. Efek kaca pada lantai juga bisa membuat tampilan rumah elegan dan terkesan bersih. Lantai marmer bisa memberikan efek tersebut, bahkan yang warnanya gelap sekalipun.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah serta Cara Cegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa terangkat atau bahkan meledak karena berbagai pemicu. Jangan biarkan hal ini terjadi karena bisa berbahaya kalau penghuni rumah terkena bagian tajam keramik.

    Tak hanya berbahaya, lantai keramik yang rusak seperti ini perlu segera diperbaiki. Jadi menambah pekerjaan rumah, bukan?

    Keramik yang terangkat atau meledak ini ternyata disebut popping, lho. Lalu, apa yang bikin lantai keramik bisa terangkat, bahkan meledak hingga pecah?


    Mengutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Kamis (13/6/2024), berikut ini penyebab lantai keramik dan meledak serta cara mengatasinya.

    Penyebab Lantai Terangkat & Pecah

    1. Ada Udara yang Masuk

    Salah satu penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bagian bawah keramik. Udara yang panas bisa membuat nat keramik memuai, sehingga nat keramik mengalami keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

    2. Banjir

    Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

    Cara Cegah Lantai Terangkat & Pecah

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itulah penyebab sekaligus tips untuk mencegah keramik lantai terangkat hingga meledak. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Jitu Bersihkan Lantai Rumah Supaya Kinclong Maksimal


    Jakarta

    Rumah yang bersih membuat beraktivitas di sekitar rumah sangat nyaman. Salah satu indikator rumah bersih antara lain dari kondisi lantai yang bersih dan berkilau.

    Kebanyakan lantai rumah sekarang ini menggunakan keramik yang glossy. Namun, jenis lantai ini mudah kotor dan berminyak, sehingga kurang nyaman berjalan di atasnya.

    Oleh karena itu, penting sekali membersihkan lantai dengan rajin kalau pengin beraktivitas dengan nyaman di rumah. Yuk, simak cara membersihkan lantai biar kinclong maksimal, dikutip dari Mulia Ceramics, Jumat (14/6/2024).


    Tips Bersihkan Lantai

    1. Biasakan Menyapu Secara Rutin

    Cara paling sederhana untuk membuat lantai bersih dan mengkilap tentu dengan rutin menyapunya. kamu bisa menyapu lantai dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Untuk kamu yang tinggal di daerah yang sering berdebu mungkin kamu akan menyapu lebih sering. Dengan rajin menyapu lantai, kotoran tak mudah membekas dan lantai keramik kamu bisa selalu kinclong.

    2. Pel dengan Air Hangat

    Gunakan air hangat untuk mengepel lantai supaya kotoran yang menempel pada permukaan keramik lebih mudah dibersihkan lho! Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengepel menggunakan air hangat. kamu juga bisa tambahkan juga cairan pembersih lantai setiap kali kamu akan mengepel agar proses pembersihan maksimal.

    Hal yang perlu diingat ketika mengepel adalah untuk menggunakan kain pel dari bahan lembut sebab kain yang kasar dapat menggores keramik hingga mengurangi keindahannya.

    Selain memperhatikan kain pel, jangan lupa untuk rutin mengganti air bilasan karena kotoran umumnya akan ikut larut dalam air ketika kamu membilas. Gantilah air dalam ember secara rutin untuk memastikan bahwa tidak ada kotoran yang menempel lagi nanti ketika mengepel.

    Dengan menggunakan kain pel dan air bilasan bersih, kamu bisa memastikan bahwa lantai benar-benar bersih dan kinclong.

    3. Pakai Pembersih dari Bahan Alami

    Selain pembersih lantai komersil, ternyata kamu juga coba beberapa bahan alami sebagai alternatif pengganti cairan pembersih lantai, lho! Berikut daftar bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mengepel lantai:

    Baking Soda

    Baking soda memang ampuh untuk menghilangkan noda berminyak pada permukaan lantai. kamu cukup menaburkan baking soda pada bagian-bagian yang susah dibersihkan, kemudian pel bagian tersebut memakai kain pel yang sudah dibasahi. Cara ini dapat menghilangkan noda membandel yang menempel pada permukaan keramik lantai glossy sehingga terlihat mengkilap.

    Larutan Cuka

    Cuka juga salah satu bahan alami yang ampuh untuk mengusir kotoran dan membuat permukaan lantai semakin kinclong. Caranya, siapkan cuka dan seember air, lalu campurkan cuka setengah dengan segelas air sebanyak satu ember. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu juga bisa menambahkan perasan air lemon untuk mengangkat kotoran membandel dan menciptakan aroma wangi.

    Larutan Teh

    Ternyata teh selain untuk dikonsumsi juga sangat baik untuk membuat lantai keramik tetap mengkilap. kamu cuma perlu menyeduh teh ke dalam air panas, diamkan hingga dingin. Ambil kain bersih, kemudian celupkan ke dalam teh tersebut. Usapkan pada area lantai yang nodanya membandel tak lama kemudian noda akan luntur dalam sekejap.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Jenis Keramik Lantai Rumah Beserta Cirinya


    Jakarta

    Lantai merupakan bagian penting ketika membangun rumah karena mempengaruhi estetika hunian dan kenyamanan penghuni rumah. Umumnya, lantai dilapisi oleh keramik yang hadir dalam berbagai macam jenis.

    Pemilik rumah harus mempertimbangkan jenis keramik yang tepat supaya selaras dengan interior rumah serta nyaman untuk dipijak. Adapun setiap jenis keramik memiliki ciri-ciri dan keunggulannya masing-masing.

    Lantas, apa saja jenis keramik dan seperti apa cirinya? Simak ulasan berikut ini yang dikutip dari Mulia Ceramic, Kamis (20/6/2024).


    Jenis-jenis Keramik

    1. Keramik Porselen

    Keramik porselen memiliki tekstur yang mengkilap karena terbuat dari bahan tanah liat putih dan dilapisi kaca pada permukaannya. Selain putih, keramik ini juga ada warna abu-abu dan keramik ini juga memiliki jenis doff porselen. Tetapi jenis ini umumnya sering dipakai pada teras dan kamar mandi.

    2. Keramik Marmer

    Keramik marmer memberikan kesan alami karena bahannya dari batu alam dan mineral yang solid dan memberikan kesan natural sehingga cocok untuk dipadukan dengan material kayu. Selain itu, perawatan cukup mudah hanya dengan lap dan campuran air sabun. Keramik ini juga berfungsi untuk lantai kamar mandi dan tergolong keramik yang mudah dirawat.

    3. Keramik Semen

    Keramik semen tergolong cukup kuat dan sering dipakai untuk pabrik dan garasi rumah. Bahan ini memiliki ketahanan yang awet dan dinilai efektif dengan biaya pemasangan yang cukup murah. Keramik semen ini direkomendasikan untuk memperkaya tekstur dan desain.

    4. Homogeneous Tile

    Keramik yang biasa disebut homogeneous tile biasanya dipakai untuk kamar mandi karena memiliki ketahanan kondisi ubin yang mampu tidak terangkat karena dorongan air dari bawah tanah. Ketahanannya bisa sampai 450 kilo newton dan kuat pijakannya

    5. Keramik Andesit

    Keramik andesit sangat tahan cuaca dan tidak berpotensi jamuran atau lumut yang dapat menyebabkan ruangan lembap. Bahan andesit ini sangat cocok untuk area garasi dan ruangan outdoor.

    6. Keramik Motif Kayu

    Keramik motif kayu terbuat dari material yang memiliki motif seperti kayu yang dapat mempercantik hunian kamu. Sebab material kayu asli itu membutuhkan perawatan yang ekstra karena akan menghadapi cuaca yang ekstrem dan membuat bahan kayu mudah lapuk dan tidak awet. Oleh karena itu, keramik motif kayu ini bisa menjadi opsi.

    7. Keramik Granit

    Keramik granit memiliki desain yang terbuat dari bahan alami ini mudah ditemukan dan biayanya sangat terjangkau. Keramik jenis ini memberikan kesan natural dan dapat diterapkan pada dinding.

    8. Keramik Kaca

    Keramik kaca memberikan nuansa cerah dan kemilau dan sering diterapkan pada area kamar mandi maupun ruangan dapur.

    9. Keramik Motif Mozaik

    Keramik motif mozaik kedap terhadap air dan memiliki kepadatan pijakan yang tinggi sehingga saat cocok untuk area kamar mandi. Motif mozaik memiliki lapisan kaca tanpa glasir.

    10. Keramik Digital Printed

    Keramik digital printed sangat modern karena menggunakan metode printing sehingga mudah untuk dicari motif yang sesuai dengan kekinian. Keramik ini cocok diaplikasikan di ruang tamu maupun teras depan rumah.

    Nah, itulah informasi tentang tips, jenis keramik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin bangun rumah dan sulit untuk memutuskan jenis keramik.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, Cara Pembuatan, dan Tempat Penggunaannya


    Jakarta

    Arsitektur rumah memiliki beragam detail yang memiliki dua peran yakni estetika dan mengokohkan bangunan. Salah satu detail arsitektur yang memiliki dua peran tersebut adalah tali air.

    Bentuk tali air sendiri seperti garis bercelah kecil yang sengaja dibuat saat membangun rumah. Contoh paling mudah untuk melihat tali air terletak pada garis antara bingkai pintu dan dinding.

    Pengertian Tali Air

    Menurut arsitek Denny Setiawan, tali air adalah celah di antara dua permukaan yang sama ataupun berbeda jenis yang ukurannya 1 cm x 1 cm.


    “Tali air hanya sebesar tetesan air yang mengalir. Jadi kan kecil ya. Memang tujuannya ada yang berfungsi sebagai alurnya air, tetapi kebanyakan tali air justru malah adanya di dalam rumah,” katanya saat dihubungi detikProperti pada Kamis (20/6/2024).

    Menurutnya, tali air ukurannya tidak terlalu besar. Untuk bentuknya sendiri bisa lurus ataupun melengkung menyesuaikan kebutuhan.

    Fungsi Tali Air

    Meskipun ukurannya kecil, tetapi tali air memiliki segudang fungsi yang berperan penting terhadap kekokohan struktur rumah, berikut diantaranya.

    1. Pemisah Antara 2 Permukaan

    Tali air dapat memberi batasan antara dua permukaan yang berbeda bahan ataupun yang sejenis.

    “Biasanya tali air itu sebagai pemisah 2 material. Kenapa dipisah? Karena kalau misalnya dipertemukan langsung dan rapat biasanya ada risiko ketidakrapihan akan terlihat,”

    2. Membuat Tampilan Bangunan Lebih Rapih

    Denny mencontohkan tali air yang terletak diantara tembok dan pintu yang salah satu fungsinya ada membuat tampilannya lebih rapih.

    3. Mengatasi Pemuaian dan Penyusutan 2 Material

    Perbedaan material yang dipasang berdekat memungkinkan terjadi penyusutan dan pemuaian. Maka dari itu, diantara kedua material bangunan disisakan ruang kosong seperti tali air agar dua material saat memuai tidak saling merusak.

    4. Mengurangi Risiko Retak Rambut pada Dinding

    Risiko retak rambut pada dinding semakin kecil jika pada dinding dibuatkan tali air karena mungkin saja terjadi pemuaian.

    5. Meminimalisir Kerusakan pada Dinding

    Denny menambahkan dengan dibuat tali air pada struktur rumah, jika terjadi retakan atau kerusakan, yang perlu diperbaiki hanya sebidang kecil di sekitar tali air.

    “Nah dengan kamu batasi tali air kamu mengacinya cuma satu bidang kecil doang,”

    6. Menghemat Biaya dan Perawatannya Lebih Mudah

    Kemudian, dengan tali air, biaya pembuatan serta perawatannya lebih murah dan mudah

    7. Hasil Acian Jadi Lebih Kecil

    Membuat dinding dengan tali air, proses acian akan semakin rapih karena bidang yang diaci tidak terlalu besar.

    8. Menambah Estetika Rumah

    Bentuk tali air yang dibebaskan sesuai keinginan penghuni, dapat menjadi hiasan pada dinding, lantai, hingga plafon rumah yang membuat tampilan hunian tidak monoton.

    Cara Pembuatan Tali Air

    Denny mengungkapkan cara pembuatan tali air biasanya 2 macam yakni secara manual dan memakai aluminium U.

    “Ada beberapa, yang manual dengan acian dibuat lebih masuk. Atau ada beberapa yang tidak yakin membuatnya dengan rapih, biasanya memakai aluminium U,” tuturnya.

    Cara menggunakan aluminium U untuk membuat tali air dengan menempelkan ke dalam dinding yang akan dibentuk. Kelebihannya, dalam tahap finishing jadi lebih rapih. Sementara, dengan cara manual ada risiko bentuknya jadi bergelombang karena gerakan tangan pembuatnya sehingga tidak serasi.

    Tempat Penggunaannya Tali Air

    1. Lantai

    Selain dinding, tali air juga digunakan di lantai. Fungsinya sama seperti di tembok untuk mencegah material rusak saat pemuaian dan penyusutan.

    “Beton ekspos, nut lantai. Kenapa sih harus ada tali air di beton ekspos? Kalau bidangnya terlalu besar akan membuat risiko pecah karena muai susut di lantai beton semakin besar makanya butuh tali air,” jelasnya.

    Denny juga menyebutkan dia menerapkan tali air sebagai pengganti plint lantai.

    “Plint itu kayak di rumah kita ada lapisan keramik yang berdiri di bawah dinding. Nah itu biasanya kadang-kadang kami pakai tali air. Supaya memberikan kesan tidak menempel atau melayang,” lanjutnya.

    2. Plafon

    Tali air di dinding sering disebut rapih tepi. Rapih tepi adalah pengganti list di sekeliling plafon. Sebab, pertemuan antara 2 bahan, belum tentu rata, sementara dengan tali air kelihatannya lebih rapih.

    “Pada desain minimalis orang menghindari desain seperti cornice di plafon,” bebernya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Lantai Keramik Rumah Terangkat dan Pecah


    Jakarta

    Keramik menjadi pilihan populer untuk lantai di rumah. Tentu ini menjadi pilihan yang bagus karena materialnya yang tahan lama, awet, dan mudah dibersihkan.

    Akan tetapi dilansir dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024) walaupun lantai keramik begitu kuat bukan tidak mungkin ubin lantai retak, terangkat, atau bahkan meledak. Masalah tersebut harus segera diatasi segera mungkin sebelum menyebabkan masalah baru seperti air merembes di bawah ubin dan menjadi sarang jamur.

    Nah jika kamu melihat ada lantai keramik rumah yang terangkat, pecah atau bahkan meledak, berikut penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasinya.


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Lantai keramik yang terangkat dan pecah disebut dengan popping. Mengutip dari catatan detikProperti (21/6/2024), secara umum penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bawah keramik.

    Udara panas tersebut membuat nat keramik mengalami keretakan dan menimbulkan celah atau rongga masuknya udara ke bawah keramik. Hal tersebut membuat keramik terangkat atau bahkan meledak.

    Merangkum dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024), terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan lantai mengalami popping sebagai berikut.

    1. Perubahan Suhu

    Lantai keramik bisa mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Memang perubahannya dalam skala kecil dan tidak terlihat, tetapi jika terjadi dari waktu ke waktu ini menyebabkan banyak pergeseran. Oleh karena itu, perubahan suhu dapat menyebabkan keramik lantai longgar, retak, atau terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, rumah akan mengalami pergerakan kecil akibat perubahan alami seperti penyusutan material bangunan, perubahan kelembaban, dan tekanan tanah. Ini adalah proses alami yang terjadi perlahan selama bertahun-tahun.

    Proses ini dapat menyebabkan sedikit perubahan pada pondasi dan struktur rumah, yang mempengaruhi dinding dan lantai. Pada keramik lantai kondisi ini memungkinkan untuk menjadikan ubin retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat

    Perekat yang biasa digunakan untuk merekatkan keramik dengan lantai adalah semen. Sayangnya tidak semua perekat diciptakan sama dan beberapa tidak cukup kuat untuk menahan ubin sehingga bisa menyebabkan ubin longgar dari waktu ke waktu. Bahkan perekat berkualitas tinggi pun akan melemah seiring waktu dan akhirnya dapat menyebabkan ubin retak atau terangkat.

    4. Cara Pemasangan

    Cara pemasangan ubin juga berpengaruh kepada ketahanan lantai keramik iru sendiri. Misalnya jika metode pemasangan dengan menempatkan titik perekat di setiap sudut atau hanya satu titik di tengah keramik. Metode tersebut bisa saja menyisakan ruang atau celah untuk udara sehingga lantai keramik berpotensi terangkat dan pecah.

    5. Perbedaan Permukaan

    Jika permukaan di bawah ubin (seperti lantai beton atau kayu) tidak rata, maka ubin tidak bisa terpasang dengan stabil.

    Ketidakteraturan pada permukaan ini dapat menyebabkan ubin bergerak ketika ada tekanan yang akhirnya menyebabkan ubin longgar atau retak. Oleh karena itu jika ada tonjolan atau lekukan sebaiknya diratakan terlebih dahulu.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Cara Mencegah Keramik Lantai Terangkat dan Pecah

    Masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah saat pemasangan ubin pertama kali. Berikut caranya:

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itu dia ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang terangkat dan pecah. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Maksimalkan Ruang di Rumah Kecil, Bisa Bikin Tempat Penyimpanan ‘Rahasia’


    Jakarta

    Mengatur rumah kecil cukup menantang, apalagi kalau kamu memiliki banyak barang. Kamu perlu memutar otak agar setiap barang membuat tempat penyimpanan khusus supaya rumah rapi dan teratur.

    Jangan khawatir, ada banyak cara mengakali rumah kecil agar dapat menampung harta bendamu. Bahkan, kamu bisa membuat tempat penyimpanan tersembunyi atau rahasia yang estetik, lho.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan ruang terbatas di rumah? Yuk simak tipsnya berikut ini.


    Cara Maksimalkan Ruang di Rumah Kecil

    1. Hilangkan Ruangan Tak Terpakai

    Jika punya rumah kecil, kamu bisa membuat ruang tambahan dengan menghilangkan ruangan yang tidak diperlukan. Seperti yang dilakukan pemilik Rumah Semak, Dwi Prasetyo yang menghilangkan ruang tamu di rumahnya.

    Ia mengaku jarang menerima tamu dan lebih memilih menjamu tamu di ruang keluarga atau area meja makan. Dwi menghilangkan ruang tamu untuk memperluas lantai bawah agar dapat berkonsep open plan dan tidak bersekat.

    Lalu, ia juga membuat ruang serbaguna atau gudang untuk menyimpan berbagai barang, termasuk benda-benda yang dibutuhkan ketika keluar rumah.

    “Rumah semak itu tidak ada ruangan tamu, adanya living room dan sebagainya, jadi kita gunakan yang sebagai tempat fungsional. Nah, ini jadi gudang serbaguna jadinya di sini. Jadi kan kadang buat taruh jaket, taruh sandal, sepatu, topi, (dan) kunci-kunci kita taruh di sini. Dan pokoknya barang-barang yang fast moving yang tiap hari kita pakai,” ujar Dwi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Manfaatkan Celah Rumah

    Rumah SemakRumah Semak Foto: 20detik

    Kemudian, kamu dapat memanfaatkan celah-celah di rumah, seperti ruang di bawah tangga. Ada banyak ruang di bawah tangga yang bisa kamu buatkan rak, lemari, bahkan ruang rahasia.

    Dwi memanfaatkan area bawah tangga dekat dapurnya untuk menaruh microwave, dispenser air, hingga bahan makanan.

    “Biar (area dapur) kelihatan agak luas makanya kita tidak taruh storage di atas. Jadi hanya buat pajangan aja. Nah, storage-nya itu kita pindahkan di bawah tangga ini. Makanya kita buat ada kayak storage rahasia di bawah tangga sini,” ungkapnya.

    3. Sembunyikan Barang di Bawah Lantai

    Rumah SemakRumah Semak Foto: 20detik

    Siapa sangka, kamu bisa menyembunyikan barang seperti peralatan atau mesin di bawah lantai, lho! Dwi memanfaatkan setiap ruang di rumahnya, termasuk lantai di area taman indoor untuk menyimpan dan menyembunyikan barang.

    Lantai taman indoor tersebut terbuat dari kayu. Ia pun membuat tempat khusus di bawah lantai dekat kolam ikan untuk menyembunyikan filter air kolam. Cara ini efektif untuk membuat rumah terlihat rapi dan estetik.

    Demikian cara memaksimalkan ruang terbatas di rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah 2 Lantai, Lokasi Kamar Utamanya Bagus Dimana Ya? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Saat ini banyak rumah yang terdiri ditinggikan karena lahan terbatas. Biasanya hunian di perumahan bisa menaikkan rumahnya 2-3 lantai. Susunan kamar dan ruangan lain bisa berbeda-beda. Untuk kamar tidur misalnya ada yang berada di lantai pertama, ada pula yang berada di lantai dua. Namun, kamu perlu mempertimbangkan dengan cermat posisi kamar utama.

    Kamar utama adalah kamar orangtua atau kamar paling lengkap dan besar. Kamar ini harus ditempatkan di tempat paling nyaman. Selain itu, apabila rumah tersebut hendak dijual lagi, lokasi kamar utama adalah pertimbangan utama calon pemilik rumah.

    Jika ada 2 lantai di rumah, bagian mana yang lebih baik? Kamar di lantai bawah atau atas? Melansir dari newhomescc.com, berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.


    Kamar Utama di Lantai Bawah

    Kelebihan

    1. Kemudahan Akses

    Keuntungan paling utama untuk kamar yang berada di lantai bawah adalah kemudahan aksesnya. Kamu tidak perlu naik ke tangga. Kamar tidur utama di lantai pertama mempermudah orang tua atau manula yang sulit naik dan turun tangga. Jika kamu berencana untuk menempati rumah tersebut dalam jangka waktu lama, lebih baik untuk menempatkan kamar utama di lantai bawah. Semakin bertambah umur, kita cenderung akan mudah lelah jika harus menaiki tangga, jadi kamar di lantai pertama akan lebih baik.

    2. Nilai Properti Bisa Meningkat

    Seperti yang sudah dikatakan di awal, kamar utama di lantai bawah bisa meningkatkan nilai jual rumah. Hal ini dikarenakan kamar di lanta bawah menarik bagi banyak pembeli, terutama mereka yang mementingkan kenyamanan di rumahnya.

    3. Menghemat Energi

    Dengan posisi kamar di dekat pintu utama, kamu tidak perlu waktu lama untuk sampai ke kamar apalagi naik dan turun tangga. Selain itu, jika dalam keadaan terburu-buru kamu bisa lebih hemat energi. Menempatkan kamar utama di lantai pertama bisa mengurangi kebutuhan akan pendingin udara terutama bagi kamu yang tinggal sendiri atau pasangan yang belum mempunyai anak. Hal ini karena hanya satu lantai yang ditempati, sehingga bisa mengurangi tagihan listrik secara keseluruhan.

    Kekurangan

    1. Lebih Berisik

    Penghuni kamar tidur utama di lantai bawah akan lebih mudah terganggu karena di lantai bawah biasanya terdapat ruang tamu dan ruang keluarga.

    2. Luas Kamar Terbatas

    Jika kamu membeli rumah siap dihuni, luas kamar utama di bawah tidak akan mengalami banyak perubahan karena bergantung pada denah lantai dan ukuran lahan rumah. Jika lahan rumahnya sempit, lokasi kamar utama di lantai satu bisa membuat area halaman luar atau carport lebih sempit.

    Kamar Utama di Lantai Dua (Atas)

    Kelebihan

    1. Kenyamanan dan Privasi

    Keuntungan utama untuk penghuni kamar utama di lantai dua atau lantai atas adalah privasi. Menempatkan kamar tidur utama di lantai dua bisa memberikan privasi yang lebih baik karena jauh dari kebisingan ruang tamu atau dapur di lantai pertama. Kamu bisa juga menempatkannya di ujung untuk suasana yang lebih hening dan nyaman.

    2. Pemandangan yang Bagus

    Lokasinya yang berada di tempat yang tinggi menawarkan pemandangan yang lebih bagus, terutama jika rumah kamu memiliki pemandangan yang menarik. Seperti taman, atau pemandangan alam yang bagus.

    3. Fleksibilitas Ruang

    Biasanya kamar utama di lantai 2 dibuat atas keinginan pemilik rumah bukan desain awal dari kontraktor.

    Kekurangan

    1. Harus Naik-Turun Tangga

    Kamar utama di lantai dua satu-satunya akses hanya melalui tangga. Ini dapat menjadi masalah bagi yang memiliki masalah pada kaki atau lansia.

    2. Biaya dan Modifikasi

    Menambahkan kamar tidur utama di lantai dua memerlukan biaya. Gangguan selama proses konstruksi juga perlu dipertimbangkan karena bisa berpengaruh hingga ke lantai bawah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Keliru, Ini 4 Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding


    Jakarta

    Keramik adalah salah satu material bangunan yang biasa digunakan sebagai finishing atau letaknya di paling luar. Keramik terkenal akan ketahanannya terhadap air, api, hingga beban. Pemasangannya pun tidak hanya di lantai, melainkan bisa di dinding pula sehingga seluruh bagian rumah sebenarnya bisa dilindungi dengan keramik.

    Namun, jangan salah, meskipun keramik bisa dipasang di lantai dan dinding, tetapi ternyata ada perbedaan di antara keduanya. Lantas, apa saja perbedaannya? Apakah keramik lantai bisa dipasang di dinding? Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara keramik lantai dan keramik dinding berikut.

    Definisi Keramik Lantai dan Keramik Dinding

    Keramik yang biasa dipakai di Indonesia, biasanya terbuat dari tanah liat. Maka dari itu, bagian bawah keramik berwarna agak kemerahan. Melansir Klopmart, Sabtu (3/8/2024), pembuatan keramik melalui proses pembakaran pada suhu sekitar 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.


    Dikutip dari Porcelain Superstore, keramik lantai, sesuai namanya, dirancang khusus untuk dipasang di lantai. Bahannya dibuat kokoh dan tahan terhadap beban berat. Hal ini menyesuaikan fungsi dari keramik lantai karena lantai sebagai tempat beraktivitas penghuni rumah di mana pasti menerima tekanan hampir setiap hari.

    Sementara itu, keramik dinding merupakan jenis keramik yang dirancang untuk dipasang di dinding, seperti dinding kamar mandi, dinding splashback, hingga dinding luar rumah. Area dinding biasanya tidak begitu sering menerima tekanan, pemasangan keramik di dinding biasanya untuk mencegah pertumbuhan jamur karena area tersebut lembap sehingga rating kekuatannya lebih rendah.

    Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding

    Dari sana, sudah diketahui jika keramik lantai dan keramik dinding sebenarnya memiliki perbedaan. Namun, untuk lebih rincinya lagi, melansir Livspace.com, berikut penjelasannya.

    1. Ketahanan Terhadap Tekanan

    Pertama, keramik lantai dirancang untuk kuat menahan tekanan, tahan aus, dan tahan lama. Sementara itu, keramik dinding tidak harus sekuat keramik lantai dalam menahan tekanan. Keramik lantai umumnya lebih kuat dibandingkan dengan keramik dinding. Maka dari itu, memasang kedua jenis lantai berkebalikan tidak disarankan.

    2. Skema Peringkat PEI

    Jika dilihat dari Porcelain Enamel Institute (PEI) yakni skema pemeringkatan yang mengukur tingkat kekuatan dan daya tahan keramik, Keramik dengan skala PEI 0 hanya bisa dipasang di dinding. Sementara, di lantai harus memiliki skala di atas 5.

    Dalam PEI keramik ketahanan keramik dinilai dengan skala 1 hingga 5 bisa adalah keramik lantai karena ketahanannya rendah. Lalu untuk skala 5 ke atas maka keramik tersebut memiliki ketahanan yang kokoh dan bisa digunakan pada lantai rumah.

    3. Jenis Pelapis Terluarnya

    Untuk keramik lantai umumnya dilapisi dengan glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Sementara itu, keramik dinding seringkali dilapisi dengan glasir keras yang membuatnya tahan air dan memiliki finishing glossy atau mengkilap.

    4. Cara Perawatannya

    Berbeda jenis, maka berbeda cara perawatannya. Keramik lantai dipasang di lantai yang memiliki lalu lintas tinggi. Keramik lantai umumnya mudah dibersihkan dan tahan terhadap tekanan serta zat korosif.

    Sementara itu, keramik dinding biasanya digunakan untuk dinding, mudah dibersihkan, dan ideal untuk area yang sering terkena air dan kelembaban, seperti kamar mandi dan dapur.

    Apakah Keramik Dinding Bisa Dipasang di Lantai?

    Dapat disimpulkan, keramik lantai bisa dipasang di dinding. Namun, tidak sebaliknya. Keramik dinding sebaiknya tidak dipasang di lantai karena sifatnya yang rapuh sehingga rawan pecah atau retak. Selain itu, keramik dinding yang mengkilap tidak cocok dipijak karena bisa licin saat lembap atau ada genangan air. Pada dasarnya, keramik dinding dirancang untuk keperluan estetika dan perlindungan dinding, serta tidak cukup kuat menahan tekanan di lantai.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com